Anda di halaman 1dari 7

5 Tahapan Cara Menanam

Pohon Kurma dari Biji di


Rumah
DIRALIYA JUNI 3, 2017
Cara Menanam Pohon Kurma – Kurma merupakan jenis buah yang memiliki habitat
di tanah Timur Tengah yang iklimnya sangat panas. Bisa tumbuh di padang pasir
membuat orang berpikir pohon kurma kurang cocok ditanam di Indonesia. Padahal,
nyatanya sudah ada pohon kurma yang berhasil ditumbuhkan di Indonesia, bahkan
beberapa juga menghasilkan buah yang melimpah.

Kebun Kurma Pasuruan (foto/nurrochma.com)


Pohon kurma termasuk jenis pohon palem-paleman, yang memiliki nama
latin Phoenix dactylifera. Secara generatif, menanam pohon kurma dapat dilakukan
dengan mengecambahkan bijinya. Tiap butir kurma mengandung biji yang berpotensi
untuk ditumbuhkan menjadi pohon kurma. Asalkan tahu caranya, Anda sebetulnya
bisa menanam kurma dari biji di rumah sendiri.

Sekilas Tentang Pohon Kurma


Jika sudah tumbuh, pohon kurma termasuk pohon yang hidupnya dapat mencapai
puluhan tahun. Pohon kurma termasuk pohon yang terbagi menjadi jantan dan
betina. Pohon yang menghasilkan buah kurma adalah pohon betina. Tidak heran jika
ada yang berhasil membudidayakan kurma namun tak kunjung berbuah, berarti
pohon kurma tersebut adalah pohon kurma jantan.

Memang dari keseluruhan biji kurma yang dimakan manusia, lebih banyak porsinya
untuk tumbuh menjadi pohon kurma jantan. Sekitar 60-80% biji yang akan tumbuh
adalah calon pohon kurma jantan, sisanya pohon betina. Untuk itulah Anda
disarankan mengecambahkan banyak biji agar kemungkinan mendapatkan pohon
kurma betina lebih tinggi. Tidak perlu khawatir jika pohon kurma yang tumbuh
kemudian digolongkan sebagai pohon jantan, karena pohon kurma juga termasuk
salah satu pohon yang bisa dijadikan hiasan dengan harga yang cukup mahal.

Cara Menanam Pohon Kurma


Secara umum, untuk menanam pohon kurma Anda membutuhkan paling tidak 5
tahapan, yaitu persiapan biji kurma, proses pembersihan biji kurma, perendaman,
pengecambahan, dan pemindahan bibit yang sudah berkecambah. Lebih lengkapnya
akan dibahas dalam ulasan berikut.
1. Persiapan Biji Kurma

Kurma dapat ditanam dengan memanfaatkan biji yang terdapat di dalam buahnya.
Biji kurma dapat Anda peroleh dari sisa memakan kurma atau membeli bibit unggul
yang dijual di pasaran. Perlu Anda ketahui pula, untuk kurma sendiri terdapat
beberapa jenis varian yang termasuk bibit unggul dan bernilai jual tinggi, seperti
kurma Ajwa (kurma nabi), Zahidi, Khalas, Khenaizi, Khadrawi, Medjool, dan Deglet
Nour. Selain itu, beberapa jenis kurma yang biasa dikonsumsi di Indonesia antara
lain kurma Sekki, Barhi, Silaj, dan Sokari.

Masing-masing jenis kurma memiliki penampilan fisik yang berbeda. Misalnya saja,
untuk kurma Ajwa, warnanya cenderung hitam gelap, dengan tekstur lembut yang
tidak terlalu manis dan rasanya mirip dengan kismis. Kurma ajwa ini banyak tumbuh
di Madinah dan dinamakan kurma nabi karena konon merupakan jenis kurma yang
sering dikonsumsi Nabi Muhammad SAW.

Berbeda halnya dengan kurma Medjool/Majol yang memiliki bentuk lebih lonjong dari
kurma ajwa, berwarna kecokelatan dan rasanya sangat manis dengan tekstur yang
kenyal. Lain lagi halnya dengan kurma Deglet Noor yang namanya diambil dari
bahasa Arab yang artinya menyerupai sinar matahari, karena memang warna kurma
ini kuning cerah hingga cokelat muda, lebih cerah dibandingkan warna kurma
Medjool atau kurma Ajwa, dengan rasa yang manis dan tekstur yang tidak terlalu
kenyal dan tidak juga terlalu keras.

Siapkan biji kurma dalam jumlah banyak. Jika Anda membeli sekotak kurma untuk
dikonsumsi, gunakan saja seluruh bijinya sebagai calon bibit pohon kurma. Ingat,
semakin banyak biji yang Anda tanam, semakin besar kemungkinan tumbuhnya
pohon kurma betina yang rajin berbuah.
2. Pembersihan Biji dari Sisa Daging Kurma
Anda yang sering memakan kurma pasti sudah hafal bahwa biji kurma biasanya
akan mengandung sedikit sisa-sisa daging kurma. Jika Anda memperoleh biji kurma
dari sisa memakan kurma, maka terlebih dahulu biji kurma harus dibersihkan
sehingga bebas dari daging kurma.

Biji kurma yang bersih akan meningkatkan kemungkinan berkecambahnya biji lebih
tinggi. Selain itu, pembersihan biji kurma juga dimaksudkan untuk menghindari
binatang seperti semut atau kutu putih untuk mampir di permukaan biji kurma yang
pada akhirnya dapat membuat biji rusak sebelum dikecambahkan karena tumbuhnya
jamur.

Untuk membersihkan biji kurma, Anda dapat menggunakan air yang dicampurkan
dengan pasir halus, kemudian menggosok biji kurma di dalam rendaman air
menggunakan pasir halus. Setelah itu, pisahkan biji yang sudah kering di suatu
wadah untuk tahapan selanjutnya.
3. Proses Perendaman Biji Kurma
Perendaman dilakukan untuk membuat biji kurma lebih cepat berkecambah. Untuk
proses perendaman, dibutuhkan waktu sekitar 5 hari untuk mendapatkan biji yang
lebih mudah berkecambah. Perendaman dilakukan menggunakan air mineral (lebih
baik menggunakan air mineral dalam kemasan) dan setiap 24 jam, air diganti dengan
yang baru.

Jumlah air tidak perlu terlalu banyak, yang terpenting biji kurma dapat terendam
seluruhnya. Jika sudah sampai pada hari ke-4 perendaman, tambahkan larutan ZPT
(Zat Pengatur Tumbuh) untuk membuat biji lebih mudah lagi berkecambah.
4. Pengecambahan Biji Kurma
Pegecambahan dilakukan dengan media berupa campuran cocopeat dan pasir, atau
bisa juga Anda mengecambahkan biji dengan menggunakan tisu basah yang
disimpan di tempat gelap. Letakkan biji kurma dengan jarak antar biji sekitar 5 cm ke
media pengecambahan.

Anda harus menunggu sekitar 2-4 minggu hingga biji kurma akhirnya berhasil
berkecambah dan tumbuh dengan tinggi sekitar 5-10 cm. Biasanya akan muncul
satu helai daun di masa awal perkecambahan. Ketika sudah mencapai tinggi 10 cm,
barulah bibit kurma dapat dipindahkan ke dalam polibag untuk ditumbuhkan sendiri-
sendiri.
5. Pemindahan Bibit yang Sudah Berkecambah

Selanjutnya, ketika berhasil dikecambahkan, secara hati-hati pindahkanlah bibit


kurma ke dalam polibag atau pot yang telah diisikan dengan media tanam. Media
tanam terbaik untuk pohon kurma adalah campuran antara pasir,kompos, dan arang
sekam dengan perbandingan 2:1:1. Perhatikan bahwa pasir menjadi media yang
dominan untuk pohon kurma, mengikuti habitatnya yang memang dari tanah padang
pasir. Kompos dan arang sekam ditambahkan sehingga media tanam memiliki
prositas yang juga baik.

Semakin besar pohon palem, semakin Anda harus memindahkannya ke polibag


yang lebih besar, atau bahkan harus memindahkannya ke tanah terbuka jika sudah
tidak lagi cocok untuk ukuran polibag. Selalu perhatikan kebutuhan unsur hara pohon
kurma yang didapatkan dari kompos sebagai media tanam. Pohon kurma memang
tidak perlu sering disiram, namun kebutuhan nutrisinya perlu selalu dijaga agar bisa
tumbuh hingga berbuah.

Demikianlah cara menanam pohon kurma dari biji yang bisa dilakukan dari rumah.
Semoga berguna bagi Anda yang ingin mencoba sendiri keberuntungan menanam
pohon kurma berjenis betina yang dapat berbuah lebat sepajang tahun.
erikut adalah petunjuk sederhana bagi Anda yang tertarik untuk mulai
membibitkan kurma Anda sendiri.
(oleh: Muhaimin Iqbal)

1.Cari kurma yang enak dan Anda sukai di pasaran, daging buahnya silahkan
dimakan dan kumpulkan bijinya.

2.Kurma yang ada di pasaran ini memang tidak secara khusus diperuntukkan
sebagai bibit, tetapi tidak masalah juga karena hasil percobaan kami – kira-kira
1/3 dari biji kurma tersebut insyaAllah bisa tumbuh.

3.Rendam biji kurma tersebut dalam 24 jam, setelah itu bersihkan sisa-sisa
daging buah yang masih ada. Ulangi sekali lagi untuk 24 jam berikutnya. Melalui
cara ini kita hendak membersihkan biji kurma sampai benar-benar bersih dari
sisa-sisa daging buah yang menempel. Bila masih ada daging buah yang
menempel, ini bisa menjadi penyebab jamur – bila ada jamur maka biji tidak
akan sempat tumbuh sudah keburu busuk oleh jamur.

4.Biji yang telah benar-benar bersih, tempatkan pada kotak plastik yang terjaga
kelembabannya. Caranya, ambil tempat makan anak-anak yang biasanya terbuat
dari plastic (seperti Tupperware, tapi yang murah saja), kemudian didasarnya
ditaruh kertas tisu yang dibasahkan. Biji kurma ditaruh di atas tisu basah ini dan
kotak ditutup. Dengan demikian di dalam kotak akan tetap lembab untuk waktu
yang lama.

5.Kegembiraan Anda akan muncul setiap pagi ketika Anda membuka kotak
menunggu biji kurma mulai tumbuh. Agar ini juga menjadi kebahagiaan di
Akhirat nanti, maka niatkan bahwa perbuatan kecil ini adalah langkah awal Anda
untuk ikut memberi makan bagi dunia sampai ratusan tahun yang akan datang.

6.Sekitar hari ke 15, akan mulai ada biji yang mengeluarkan bintik putih. Makin
hari makin membesar, itulah bakal akar. Tunggu sampai mencapai panjang satu
atau dua sentimeter, kemudian pindahkan ke pot-pot kecil yang diisi media
tanam – bisa dibeli di pedagang tanaman hias.

7.Sekitar satu bulan di media tanam, dari akar putih tadi akan mulai muncul
daun. Foto di samping adalah gambaran dari bibit-bibit kurma yang sudah
menghasilkan akar dan daun – hasil percobaan saya sendiri.

8.Karena akar kemungkinan akan menembus pot kecil Anda, tempatkan pot-pot
Anda pada baki yang berisi air – agar akar tidak kering dan membantu menjaga
kelembaban tanah di dalam pot.

9.Setelah daun mencapai ketinggian 60 cm atau lebih pindahkan ke polybag atau


pot yang besar atau tanah yang sesuai.