Anda di halaman 1dari 22

HGHHH

ANGGARAN DASAR
DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA
PEMUDA RELAWAN TANGGAP BENCANA (PRTB)

Tahun 2017/1018

Page 0 of 22
PEMBUKAAN

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

Bahwa sesungguhnya setiap manusia, sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa,
sejak dilahirkan pada hakekatnya mempunyai derajat, hak serta martabat yang
sama sebagai makhluk sosial dan saling memerlukan satu sama lain.

Oleh karena itu, didasarkan atas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, menjadi kewajiban bagi seluruh umat manusia untuk saling
menolong dalam penderitaan, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa,
golongan, warna kulit, jenis kelamin, bahasa dan pandangan politik.

Dilandasi oleh rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dengan didorong oleh
semangat untuk meringankan penderitaan sesama manusia apa pun sebabnya,
maka pada tanggal 17 Desember 2017 dalam rangka usaha turut berpartisipasi
dalam mengurangi penderitaan akibat bencana maka dibentuklah Pemuda Relawan
Tanggap Bencana (PRTB) sebagai suatu organisasi pemuda yang bergerak di bidang
sosial kemanusiaan yang awal pembentukannya diprakarsai dan disetujui oleh
Pemuda Relawan Tanggap Bencana (PRTB)

Kemudian, dalam rangka usaha menjalin kasih sayang terhadap sesama


manusia, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, turut memelihara
budi pekerti yang luhur menuju ke arah terwujudnya masyarakat yang berkeadilan
sosial dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka disusunlah
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pemuda Relawan Tanggap Bencana
(PRTB)

Page 1 of 22
ANGGARAN RUMAH
ANGGARAN DASAR
TANGGA
BAB I BAB I
NAMA, WAKTU, STATUS DAN KEDUDUKAN NAMA, WAKTU, STATUS DAN KEDUDUKAN

Pasal 1 Pasal 1

Pemuda Relawan Tanggap Bencana, disingkat PRTB Penggunaan nama penuh Pemuda Relawan
Tanggap Bencana maupun dengan singkatan
Pasal 2 PRTB memiliki makna dan arti yang sama.

PRTB dibentuk di Bengkulu pada tanggal 17 Desember


2017, didirikan untuk kurun waktu yang tidak Pasal 2
ditentukan.
(1) PERWAGANA merupakan perpanjangan
tangan dari (......) dan dibawah
Pasal 3 pengawasan langsung dari (.......)

PRTB adalah organisasi yang merupakan anak cabang


dari (.......), dan langsung dinanungi oleh (.......)

Pasal 4
PRTB berada di Bengkulu

BAB II
AZAS DAN TUJUAN

Pasal 5

PRTB berazaskan Kemanusiaan.

Pasal 6

PRTB bertujuan meringankan penderitaan sesama


manusia, yang disebabkan oleh bencana dan
kerentanan lainnya dengan tidak membedakan
agama, bangsa, suku bangsa, bahasa, warna kulit,
jenis kelamin, golongan dan pandangan politik.
BAB II
BAB III PRINSIP DASAR DAN FUNGSI
PRINSIP DASAR

Pasal 7 Pasal 3
Page 2 of 22
(1) PRTBmelaksanakan Prinsip-prinsip: Prinsip-prinsip Dasar PRTB sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7 Anggaran Dasar
1. Kemanusiaan; adalah:
2. Kesamaan;
3. Kenetralan;
4. Kemandirian; 1. Kemanusiaan
5. Kesukarelaan; Pemuda Relawan Tanggap Bencana didirikan
berdasarkan keinginan memberi pertolongan
(2) Prinsip-prinsip dasar sebagaimana dimaksud tanpa membedakan korban yang terluka di
pada ayat (1) merupakan pedoman dalam dalam pertempuran, mencegah dan
menyusun rencana, program, serta semua mengatasi penderitaan sesama manusia
aktivitas di semua kepengurusan PRTB. yang terjadi dimana pun. Tujuan Gerakan
adalah melindungi hidup dan kesehatan
serta menjamin penghargaan kepada umat
manusia. Gerakan menumbuhkan saling
pengertian, persahabatan, kerjasama dan
perdamaian abadi bagi sesama manusia.

2. Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas
dasar kebangsaan, ras, agama atau
pandangan politik. Tujuannya semata-mata
mengurangi penderitaan manusia sesuai
dengan kebutuhannya dan mendahulukan
keadaan yang paling parah.

3. Kenetralan
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari
semua pihak, Gerakan ini tidak boleh
memihak atau melibatkan diri dalam
pertentangan politik, ras, agama atau
ideologi.

4. Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan
nasional di samping membantu
pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan,
juga harus menaati peraturan negaranya,
harus selalu menjaga otonominya sehingga
dapat bertindak sejalan dengan prinsip-
prinsip Gerakan ini.

5. Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi
bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh
keinginan untuk mencari keuntungan apa
pun.

Page 3 of 22
BAB IV BAB III
MANDAT, TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEGIATAN POKOK

Pasal 8 Pasal 4

Mandat PRTB adalah menjalankan tugas dari (.....) Untuk memenuhi Azas dan mencapai Tujuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan
Pasal 6 Anggaran Dasar serta sebagai
Pasal 9 penjabaran dari Mandat, Tugas Pokok dan
Fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
Tugas Pokok dan Fungsi PRTB adalah: dan Pasal 9 Anggaran Dasar, PRTB
melaksanakan kegiatan pokok:

a. Bertindak untuk dan atas nama(......); a. Pembinaan dan Pengembangan


Organisasi;
b. Mempersiapkan dan melaksanakan tugas-
tugas bantuan penanggulangan bencana baik b. Penanggulangan Bencana termasuk
di dalam maupun di luar daerah; Pemulihan Hubungan Keluarga;

c. Melaksanakan tugas-tugas lain di bidang c. Pelayanan Sosial dan Kesehatan,


bencana yang diberikan oleh (....) termasuk Upaya Kesehatan Transfusi
d. Semua kegiatan PRTB dijalankan dengan Darah;
berpegang pada ketentuan perundangan yang
berlaku di negara Republik Indonesia. d. Penyebarluasan dan pengembangan
aplikasi nilai-nilai kemanusiaan dan
Prinsip-prinsip DasarPRTB ;

e. Pembinaan generasi muda dan relawan.

BAB V BAB IV
LAMBANG LAMBANG DAN LAGU

Pasal 10 Pasal 5

Lambang PRTB adalah (...........) (1) PRTB menggunakan (.......).

(2) PRTB menggunakan (......)

(3) PRTB menggunakan (.........)


(4) PRTB menggunakan (.......)
(5) PRTBmenggunakan warna dasar (....)
(6) PERWAGANA menggunakan lingkaran
bewarna
Page 4 of 22
(7) PERWAGANA menggunakan tulisan
bewarna hitam melambangkan ketegasan dan
kesunggguhan, lingkaran tebal bewarna hitam
melambangkan melindungi dan menghimpun
semua anggota PRTB.

Pasal 6

Bentuk, perbandingan ukuran dan arti lambang


PRTB adalah sebagaimana tercantum dalam
lampiran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga ini.

BAB VI BAB V
PEMBINA PEMBINA

Pasal 11 Pasal 7
(1) (......)adalah Pelindung PRTB.
(1) Pembina dapat memberikan saran
(2) (......)adalah Pembina PRTB. pertimbangan serta dukungan
(3) (......)adalah Pengawas PRTB di Lingkungan moril/materil kepada PRTB.
bengkulu.
(2) Pengurus PRTB memberikan laporan
kepada Pembina secara berkala,
sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun
sekali.

BAB VII
STRUKTUR DAN KOMPONEN ORGANISASI

Pasal 12

Struktur Organisasi PRTB terdiri dari:

a. Ketua Umum;
b. Ketua Harian;
c. Seretaris;
d. bendahara.
e. Co. Emergency Skills
f. Co. Advokating
g. Co. Infokom
h. Humas

Pasal 13

Komponen PRTB terdiri dari:

Page 5 of 22
a. Pengurus;
b. Anggota;

BAB VIII BAB VI


KEPENGURUSAN KEPENGURUSAN

Pasal 14 Pasal 8

Pengurus adalah Pemuda Provinsi Bengkulu dan (1) Syarat-syarat bagi seseorang calon
orang yang dipilih dan ditetapkan berdasarkan hasil Pengurus adalah:
Musyawarah atau Musyawarah Luar Biasa PRTB
untuk menjalankan roda organisasi secara kolektif. a. Pemuda Provinsi Bengkulu

(1) Kepengurusan PRTB terdiri dari: b. Belum pernah dihukum atau tidak
terlibat dalam organisasi terlarang;
a. Pengurus Inti;
b. Anggota; c. Bersedia menerima Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga dan Garis-garis
KebijakanPRTB;

Pasal 15 d. Berpengalaman dalam berorganisasi;

(1) Pengurus PRTB sebanyak-banyaknya orang yang e. Bersedia mengabdi untuk memajukan
dipilih dan diputuskan oleh Musyawarah, terdiri PRTB;
dari Ketua Umum, Ketua Harian, Sekretaris,
Bendahara dan Anggota. f. Bersedia menyediakan waktu dan
tenaga untuk organisasi;
(2) Kepemimpinan Pengurus PRTB bersifat kolektif,
yang dipimpin oleh Ketua Umum. g. Menandatangani pernyataan sanggup
dicalonkan menjadi Pengurus dan
(3) Pengurus PRTB bertugas untuk: memenuhi ketentuan organisasi.

a. Membangun dan mengembangkan organisasi


PRTB agar dapat melaksanakan tugas pokok (2) Ketua Umum tidak merangkap sebagai
dan fungsi sesuai dengan mandat dan Ketua Umum/Ketua Pengurus Partai
penugasan yang diberikan; Politik.

b. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berbasis


kemanusiaan dan sosial;

c. Membuat dan menetapkan kebijakan yang


mengacu pada Anggaran Dasar/Anggaran
Rumah Tangga, hasil-hasil Musyawarah dan Pasal 9
musyawarah besar;
(1) Kepengurusan mulai berfungsi setelah
d. Mewakili PRTB ke dalam dan ke luar disahkan oleh Musyawarah Besar.
organisasi, nasional dan internasional;

e. Mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan Pasal 10


pokok-pokok kebijakan dan rencana strategis
serta pelaksanaan tugas lainnya selama masa (1) Serah terima antara Pengurus yang Lama
Page 6 of 22
baktinya pada Musyawarah Besar; dan Pengurus yang Baru pada masing-
masing tingkatan harus dilaksanakan
(4) Masa Bakti Pengurus Pusat selama 1 (satu) selambat-lambatnya satu bulan setelah
tahun. pengesahan oleh Musyawarah Besar.

Pasal 16 (2) Pada serah terima kepengurusan


sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas,
a. Ketua Umum dan Ketua Harian, dipilih untuk wajib dilengkapi dengan berita acara
masa bakti selama 1 (satu) tahun dan dapat serah terima yang mencakup Keuangan,
dipilih kembali. Harta Kekayaan, Hutang Piutang, Sumber
b. Apabila ketua umum berhenti, diberhentikan Daya Manusia dan sumber daya lainnya.
dan meninggal dunia maka wewenang
dipegang oleh ketua harian.
Pasal 11

Dalam melaksanakan keputusan Musyawarah


Besar, Pengurus Inti berkewajiban:

a. Menjabarkan pokok-pokok kebijakan


dan Rencana Strategis PRTB dalam
bentuk program kerja tahunan;

b. Menetapkan peraturan pelaksanaan;

c. Melaksanakan pengawasan, pembinaan,


dan pengembangan kegiatan

d. Bekerjasama dengan Pemerintah dalam


mengembangkan kegiatan
kegawatdaruratan;

e. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan


Gerakan kemanusiaan yang bersifat
kegawatdaruratanserta bekerjasama
dengan lembaga-lembaga lainnya;

f. Melakukan hal-hal lain untuk


kepentingan PRTB.

Pasal 12

Dalam melaksanakan keputusan Musyawarah


pengurus berkewajiban:

a. Menjabarkan pokok-pokok kebijakan,


Rencana Strategis PRTB dan Rencana
Program Pokok dalam bentuk rencana
kerja tahunan;
Page 7 of 22
b. Melaksanakan pengawasan, pembinaan,
dan pengembangan kegiatan
kegawatdaruratan di seluruh wilayah
Indonesia melalui hubungan dan
pendekatan, baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan segenap
pengurus PRTB;

c. Bekerjasama dengan Pemerintah


Daerah dalam mengembangkan
kegiatan kegawatdaruratan;

d. Membangun jejaring dengan pemangku


kepentingan lainnya di tingkat
Kabupaten/Kota;

e. Melakukan hal-hal lain untuk


kepentingan PRTB.

BAB VII
PERGANTIAN ANTAR WAKTU

Pasal 13

(1) Kekosongan Pengurus Inti, diisi


berdasarkan Keputusan Rapat Pleno
Pengurus Inti.

BAB VIII
KEANGGOTAAN

BAB IX
KEANGGOTAAN Pasal 14

(1)Anggota Pengurus adalah orang-orang yang


Pasal 17 terlibat secara aktif di dalam kepengurusan
PRTB
(1)Anggota PRTB adalah pribadi-pribadi/individu
yang memenuhi syarat sebagai anggota PRTB. (2)Anggota Biasa adalah Seluruh mahasiswa
Pemuda Provinsi Bengkulu
(2)Keanggotaan PRTB terbuka bagi setiap orang
Page 8 of 22
tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, (3)Anggota Luar Biasa adalah mereka yang
golongan, warna kulit, jenis kelamin, bahasa dan pernah menjadi pengurus inti di PRTB
pandangan politik.
(4)Anggota Kehormatan adalah mereka yang
(3)Anggota PRTB terdiri dari: dianggap telah berjasa memberikan
sumbangan yang sangat berarti terhadap
a. Anggota Pengurus; kemajuan PRTB.
b. Anggota Biasa;
c. Anggota Luar Biasa; Pasal 15
d. Anggota Kehormatan.
Hak dan Kewajiban Anggota Biasa:

(1) Hak Anggota Biasa adalah:

a. Mendapat pembinaan dan


pengembangan dari PRTB;

b. Menyampaikan pendapat dalam forum-


forum/pertemuan resmi PRTB;

c. Memiliki hak bicara dan hak suara


dalam setiap musyawarah

d. Memilih dan dipilih sebagai Pengurus


PRTB.

(2) Kewajiban Anggota Biasa adalah:

a. Menjalankan dan menyebarluaskan


Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Pemuda
Relawan Tanggap Bencana;

b. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran


Rumah Tangga, dan peraturan
organisasi PRTB lainnya;

c. Mempromosikan kegiatan PRTB;

d. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan


PRTB;

e. Menjaga nama baik PRTB;

f. Membayar uang iuran keanggotaan.

Pasal 16

Anggota Luar Biasa mendaftarkan diri kepada


Pengurus Inti.

Pasal 17

Page 9 of 22
Hak dan Kewajiban Anggota Luar Biasa:

(1) Hak Anggota Luar Biasa adalah:

a. Mendapat pembinaan dan


pengembangan dari Pengurus PRTB;

b. Menyampaikan pendapat dalam forum-


forum/pertemuan resmi PRTB.

(2) Kewajiban Anggota Luar Biasa adalah:

a. Menjalankan dan menyebarluaskan


Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Pemuda
Relawan Tanggap Bencana;

b. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran


Rumah Tangga PRTB;

c. Mempromosikan kegiatan PRTB;

d. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan


PRTB;

e. Menjaga nama baik PRTB;

f. Membayar uang iuran keanggotaan.

Pasal 18

Anggota Kehormatan diangkat dengan Surat


Keputusan Pengurus Inti.

Pasal 19

Hak dan Kewajiban Anggota Kehormatan:

(1) Hak Anggota Kehormatan adalah:

a. Menyampaikan pendapat dalam forum-


forum/pertemuan resmi PRTB;

b. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan


PRTB;

c. Dipilih sebagai Pengurus PRTB.

(2) Kewajiban Anggota Kehormatan adalah:

a. Menjalankan dan membantu


menyebarluaskan Prinsip-prinsip Dasar
Gerakan Pemuda Relawan Tanggap
Page 10 of 22
Bencana;

b.Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran


Rumah Tangga PRTB;

c. Membantu mempromosikan kegiatan


PRTB;

d.Menjaga nama baik PRTB.

Pasal 20

Pembinaan Anggota dilaksanakan oleh Pemuda


Relawan Tanggap Bencana Provinsi BENGKULU

Pasal 21

(1) Anggota PRTB gugur keanggotaanya apabila


yang bersangkutan:

a. Berhenti;

b. Diberhentikan;

c. Meninggal dunia.

(2) Anggota PRTB dapat diberhentikan oleh


pengurus PRTB sesuai tingkatannya,
apabila yang bersangkutan melakukan
perbuatan yang mencemarkan nama baik
PRTB dan/atau di jatuhi hukuman pidana
yang telah berkekuatan hukum tetap.

Pasal 22

(1) Ketentuan-ketentuan yang berkaitan


dengan keanggotaan PRTB ditetapkan oleh
Pengurus Inti.

(2) Ketentuan-ketentuan yang berkaitan


dengan iuran Anggota Biasa dan Anggota
Luar Biasa.

BAB IX
RELAWAN

Pasal 23

Page 11 of 22
(1)Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa
dapat bergabung dalam wadah Korps
Sukarela.

(2)Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa


yang memiliki keahlian khusus yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan
PRTB dapat menjadi Tenaga Sukarela.

(3)Ketentuan–ketentuan yang berkaitan


dengan Korps Sukarela dan Tenaga
Sukarela ditetapkan oleh Pengurus inti.

Pasal 24

Hak dan Kewajiban Relawan:

(1) Hak Relawan adalah:

a. Mendapat pembinaan dan


pengembangan kemampuan dan
keterampilan dari PRTB;

b. Menyampaikan pendapat dalam forum-


forum/pertemuan Relawan PRTB;

c. Memiliki hak bicara dan hak suara


dalam setiap musyawarah rapat;

d. Dapat dipilih sebagai Pengurus PRTB.

(2) Kewajiban Relawan adalah:

a. Menjalankan dan menyebarluaskan


Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan PRTB;

b. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran


Rumah Tangga, dan peraturan
organisasi PRTB lainnya;

c. Mempromosikan kegiatan PRTB;

d. Melaksanakan tugas-tugas
kegawatdaruratan yang diberikan oleh
Pengurus;

e. Menjaga nama baik PRTB;

Page 12 of 22
BAB X BAB X
MUSYAWARAH DAN RAPAT MUSYAWARAH DAN RAPAT

Pimpinan Musyawarah adalah:


Pasal 18
(1) Pengurus Inti Rapat Paripurna Musyawarah
Musyawarah terdiri dari : Besar sampai dengan terpilihnya
Pimpinan Musyawarah Besar.
Musyawarah Besar PRTB (Mubes)
(2) Pimpinan Musyawarah dipilih setelah
penyampaian laporan pertanggung
jawaban Pengurus.
Pasal 19
(3) Rapat-rapat Paripurna selanjutnya, Rapat-
(1) Musyawarah Besar masing masing diadakan 1 rapat Komisi dan Rapat lainnya, dipimpin
(satu) kali dalam kurun waktu 1 (tahun) tahun. oleh Pimpinan Rapat yang dipilih diantara
peserta musyawarah yang bersangkutan.
(2) Musyawarah besar sah apabila dihadiri oleh
sekurang–kurangnya dua per tiga dari jumlah
peserta yang berhak hadir.

(3) Setiap keputusan pada Musyawarah besar


diambil atas dasar musyawarah untuk mufakat.
Pasal 26
(4) Apabila keputusan tidak dapat diambil
dengan suara bulat (aklamasi), maka keputusan (1)Pengurus dinyatakan Demisioner setelah
diambil dengan suara terbanyak (voting). Laporan Pertanggung jawaban Pengurus
yang bersangkutan diterima oleh
Musyawarah.
Pasal 20
(2)Pengurus yang dinyatakan Demisioner
(1)Musyawarah besar adalah pemegang kekuasaan menjadi peserta Musyawarah dan dapat
tertinggi di dalam PRTB.. menjadi Narasumber.

(2)Peserta Musyawarah Besar adalah Pengurus Inti (3)Kewenangan Pengurus Demisioner diatur
PRTB. lebih lanjut dengan Peraturan Organisasi.

(3)Musyawarah Besar dapat dihadiri oleh Peninjau


yang ditentukan oleh Pengurus Inti. Pasal 27

(4)Peserta memiliki hak bicara, hak suara, hak Pemilihan Pengurus dilaksanakan sebagai
memilih dan hak dipilih. berikut:

(5)Peninjau hanya memiliki hak bicara. (1)Ketua Umum, Ketua Harian dipilih langsung
dalam Musyawarah Besar.
(6)Musyawarah Besar bertugas :
(2)Pengurus PRTB lainnya dipilih dalam
a. Menetapkan jadual cara dan tata tertib musyawarah melalui sistem formatur.
Musyawarah Nasional;

b. Menilai Pertanggungjawaban Pengurus selama Pasal 28


Page 13 of 22
masa baktinya;
(1) Formatur adalah representasi dari
c. Menetapkan Pokok-pokok Kebijakan dan peserta musyawarah yang dipilih dalam
Rencana Strategis PRTB untuk kurun waktu 1 Musyawarah Besar, yang bertugas
(tahun) tahun mendatang; membentuk susunan lengkap Pengurus
PRTB.
d. Memilih Pengurus Pusat PRTB untuk masa
bakti 1 (satu) tahun mendatang; (2) Formatur berjumlah ganjil sekurang-
kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-
e. Membahas dan menetapkan hal-hal penting banyaknya 7 (tujuh) orang termasuk
lainnya yang bersifat strategis. Ketua Umum.

(3) Ketua Umum Pengurus Inti langsung


menjadi Ketua Formatur.
Pasal 21
(4) Hasil kerja Formatur Musyawarah Besar
(1) Musyawarah Besar diadakan 1 (satu) kali dalam 1 disampaikan pada sidang pleno
(satu) tahun. musyawarah untuk mendapatkan
pengesahan.
(2) Peserta Musyawarah Besar terdiri dari Pengurus
Pusat Inti. (5) Hasil kerja Formatur Musyawarah
disampaikan paling lama 1 (satu) bulan
untuk mendapatkan pengesahan dari
(3) Musyawarah Besar Cabang bertugas: Pengurus PRTB.

a. Mengevaluasi pelaksanaan kerja tahun yang


lalu, termasuk anggarannya; Pasal 29

b.Menyusun rencana kerja tahun yang akan (1) Pengurus Pusat mengajukan Rancangan
datang termasuk Rancangan Anggaran Pokok-pokok Kebijakan dan Rencana
Pendapatan dan Belanja; Strategis untuk kurun waktu satu tahun
berikutnya.
c. Membahas dan menetapkan hal-hal penting
lainnya yang bersifat strategis. (2) Pengurus Daerah mengajukan Rencana
Program pelaksanaan tugas PRTB sesuai
dengan kondisi wilayahnya berdasarkan
Pasal 22 Pokok-pokok Kebijakan dan Rencana
Strategis PRTB untuk kurun waktu satu
Musyawarah Besar dapat diselenggarakan: tahun berikutnya.

a. Apabila Pengurus inti, melanggar ketentuan (3) Pengurus Cabang mengajukan Rencana
Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PRTB; Program pelaksanaan tugas PRTB sesuai
dengan kondisi wilayahnya berdasarkan
b. Apabila terdapat masalah-masalah yang luar Pokok-pokok Kebijakan dan Rencana
biasa; Strategis PRTB untuk kurun waktu satu
tahun berikutnya.
c. Berdasarkan usulan tertulis sekurang-
kurangnya sepertiga dari Utusan yang berhak
hadir dalam Musyawarah Nasional. Pasal 30

Musyawarah dapat mengambil keputusan


Pasal 23 mengenai masalah-masalah penting lainnya
sepanjang tidak bertentangan dengan
Rapat adalah pertemuan resmi yang diselenggarakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan
Page 14 of 22
oleh Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Pengurus ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.
Cabang dan Pengurus Ranting yang terdiri dari :

a. Rapat Pleno Pengurus; Pasal 31


b. Rapat-rapat lainnya.
(1)Musyawarah Besar dipimpin oleh Ketua
Umum.

(2)Musyawarah Besar bertujuan untuk:

a. Mengevaluasi Laporan Pelaksanaan Kerja


dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan
Belanja tahun yang lalu;

b. Menetapkan Program Kerja dan Rencana


Anggaran Pendapatan dan Belanja untuk
tahun yang akan datang;

c. Membahas dan/atau menetapkan hal-


hal penting lainnya.

Pasal 32

Musyawarah Besar dapat diadakan atas


prakarsa Pengurus yang bersangkutan.

Pasal 33

(1) Musyawarah Besar, dapat diadakan atas


usul sepertiga jumlah Anggota Pengurus
Inti.

(2) Musyawarah diadakan atas usul sepertiga


jumlah pengurus initi dan disetujui oleh
Pembina.

Pasal 34

(1) Musyawarah Luar Biasa, harus jelas


mencantumkan agenda yang bersifat luar
biasa di dalam undangan.

(2) Musyawarah Besar, adalah sah apabila


dihadiri dua pertiga dari jumlah yang
berhak hadir dalam Musyawarah Besar.

(3) Keputusan di dalam Musyawarah Luar


Biasa diambil atas dasar Musyawarah
mufakat, atau didukung sekurang-
kurangnya tiga perempat dari jumlah yang
Page 15 of 22
hadir sebagaimana dimaksud ayat (2).

(4) Keputusan yang diambil dalam


Musyawarah Luar Biasa sama kuatnya
dengan keputusan yang diambil dalam
Musyawarah Nasional, Musyawarah Daerah
dan Musyawarah Cabang.

Pasal 35

Rapat Pengurus:

(1) Rapat Pleno Pengurus Inti, dilakukan


sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1
(satu) tahun yang disesuaikan menurut
kebutuhan organisasi.

(2)Apabila tidak memenuhi kuorum, maka


Rapat Pleno diskors paling lama 1 (satu)
jam.

(3)Setelah diskors 1 (satu) jam rapat tidak


memenuhi kuorom, Rapat Pleno tetap
dilaksanakan dan segala keputusan yang
diambil dalam rapat tersebut dinyatakan
sah.

BAB XI BAB XI
HAK SUARA HAK SUARA

Pasal 24 Pasal 36

(1) Hak suara adalah hak yang dimiliki oleh setiap (1) Untuk memberikan hasil suara yang
peserta Musyawarah besar dalam pengambilan proporsional, maka suara Utusan
keputusan. Musyawarah diberikan bobot suara.

(2) Pengurus inti, masing-masing hanya memiliki 1 (2) Pengaturan terhadap bobot suara
(satu) suara dalam Musyawarah Besar. ditetapkan dalam tata tertib musyawarah
pada masing-masing.

(3) Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang, masing-


masing hanya memiliki 1 (satu) suara dalam
Musyawarah Besar.

Page 16 of 22
BAB XII BAB XII
UNIT USAHA UNIT USAHA

Pasal 25 Pasal 37

(1) PRTB dapat menyelenggarakan unit-unit usaha Ketentuan lebih lanjut tentang Unit Usaha
guna membantu upaya-upaya pengumpulan akan diatur dalam Peraturan Organisasi.
dana secara berkesinambungan yang
sepenuhnya dipergunakan untuk menunjang
kelangsungan kegiatan PRTB.

(2) Unit-unit usaha dimaksud dapat Pendidikan dan


Pelatihan, serta berbagai kegiatan usaha
lainnya yang sah.

(3) Unit-unit usaha dimaksud dikelola secara


profesional dan transparan.

BAB XIII BAB XIII


HUBUNGAN DAN KERJASAMA HUBUNGAN DAN KERJASAMA

Pasal 26 Pasal 38

(1) Dalam menjalankan kegiatan semua jajaran PRTB Kerjasama dengan, perhimpunan nasional
selalu berkoordinasi dan mengedepankan negara sahabat, organisasi internasional dan
kepentingan kemanusiaan. organisasi non-pemerintah asing sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 32 Anggaran Dasar
(2) Untuk mendukung kegiatan, PRTB dapat dilaksanakan melalui PRTB tanpa
bekerjasama dengan Pemerintah serta organisasi mengabaikan kepentingan Nasional.
non-pemerintah yang berkedudukan di Indonesia.

(3) Kerjasama sebagaimana dimaksud ayat (3) juga


dapat dilakukan dengan Pemerintah negara, dan
organisasi non-pemerintah.

Pasal 27

Setiap perjanjian yang dibuat dengan pemerintah


atau dengan organisasi lain yang berkaitan dengan
kegiatan kemanusiaan tidak boleh bertentangan
dengan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan PRTB dan harus
dibuat tertulis.

Page 17 of 22
BAB XIV BAB XIV
PERBENDAHARAAN PERBENDAHARAAN

Pasal 28 Pasal 39

Yang dimaksud dengan perbendaharan PRTB adalah Inventarisasi seluruh kekayaan PRTB tercatat
seluruh harta kekayaan yang berupa uang, barang- baik oleh bendahara.
barang bergerak, barang-barang tidak bergerak
termasuk surat-surat berharga milik atau yang
dikuasai oleh PRTB.

Pasal 29

Pengurus Inti mempertanggung jawabkan Pasal 40


perbendaharaan yang diperoleh, pengelolaan dan
penggunaannya kepada Musyawarah Besar. Tahun Anggaran PRTB ialah kurun waktu
antara tanggal 1 Januari sampai dengan
tanggal 31 Desember pada tahun yang
bersangkutan.
Pasal 30

(1) Kekayaan PRTB diperoleh dari: Pasal 41

a. Bulan Dana yang dilaksanakan oleh PRTB (1) Menjelang Musyawarah Besar, Pengurus
berdasarkan persetujuan pihak berwenang di membentuk Tim Verifikasi yang bertugas
wilayahnya; untuk melakukan pemeriksaan atas
kebenaran data perbendaharaan.
b. Bantuan/Pemerintah Provinsi/Pemerintah
Kabupaten/Kota/ subsidi Kampus (2) Bila diperlukan Tim Verifikasi dapat
meminta bantuan tenaga ahli.
c. Sumbangan masyarakat sepanjang waktu melalui
berbagai usaha;

d. Sumbangan-sumbangan lain yang tidak


mengikat;

e. Usaha-usaha lain yang sah dan tidak


bertentangan dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan peraturan PRTB.

(2) Upaya-upaya untuk memperoleh Kekayaan


PRTB sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur
lebih lanjut di dalam Peraturan Organisasi.

Page 18 of 22
BAB XV BAB XV
PEMBINAAN PEMBINAAN

Pasal 31 Pasal 42

Pengurus PRTB melakukan pembinaan dan Mekanisme pembinaan Anggota Pengurus


pengawasan secara berjenjang ke bawah dalam adalah:
manajemen dan tertib organisasi.
(1) Dalam hal pelanggaran Personil Pengurus,
maka Personil Pengurus yang bersangkutan
Pasal 32 terlebih dahulu diberikan peringatan
tertulis pertama dengan menyebutkan
(1)Apabila seorang Pengurus melanggar Anggaran alasan yang jelas.
Dasar atau Anggaran Rumah Tangga:
(2) Bila terhadap peringatan tertulis pertama,
Pada pengurus inti diberhentikan sementara Personil Pengurus yang bersangkutan tidak
berdasarkan Keputusan Musyawarah; memberikan tanggapan atau memberikan
tanggapan yang tidak dapat di
pertanggungjawabkan dalam jangka waktu
(2) Anggota Pengurus inti yang diberhentikan, diberi 1 (satu) bulan, maka yang bersangkutan
hak untuk membela diri pada Rapat Pleno diberikan peringatan tertulis kedua.
Pengurus.
(3) Bila peringatan tertulis kedua tidak
mendapat tanggapan atau memberikan
tanggapan yang tidak dapat di
pertanggungjawabkan dalam jangka waktu
1 (satu) bulan, maka Pengurus Inti
berdasarkan rapat pleno pengurus berhak
memberhentikan Personil Pengurus
tersebut. Khusus untuk Personil Pengurus
Ranting diberhentikan berdasarkan rapat
pleno Pengurus Cabang.

BAB XVI BAB XVI


PEMBEKUAN KEPENGURUSAN PEMBEKUAN KEPENGURUSAN

Pasal 33 Pasal 43

(1) Pengurus inti PRTB dapat dibekukan apabila tidak


(1) Pembekuan Kepengurusan PRTB
dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52
berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Anggaran Dasar dilaksanakan dengan
Tangga PRTB. ketentuan sebagai berikut:

(2) Untuk menjaga kelangsungan jalannya Pengurus Inti dapat dibekukan oleh
organisasi, Pengurus Inti, menetapkan Musyawarah Besar.
pelaksana tugas setelah berkonsultasi dengan
Pembina sesuai dengan jenjang organisasi. (2) Dalam waktu tidak lebih dari enam bulan,
Pengurus harus menyelenggarakan
Page 19 of 22
(3) Untuk menjaga kelangsungan jalannya Musyawarah Luar Biasa untuk membentuk
organisasi, Pengurus PRTB menetapkan kepengurusan baru menggantikan
pelaksana tugas setelah berkonsultasi dengan kepengurusan yang dibekukan.
Pembina sesuai dengan jenjang organisasi.

(4) Pembekuan Pengurus hanya dapat dilakukan


setelah mendapat persetujuan dari Pengurus inti
PRTB.

BAB XVII BAB XVII


PENGHARGAAN PENGHARGAAN

Pasal 34 Pasal 44

PRTB memberikan Penghargaan kepada seseorang Pengurus Inti dalam hal memberikan
atau lembaga yang telah berjasa membantu tumbuh penghargaan kepada mereka yang telah
berkembangnya PRTB. berjasa terhadap PRTB disesuaikan dengan
ketentuan yang ditetapkan oleh Pengurus Inti.

BAB XVIII BAB XVIII


PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN
RUMAH TANGGA ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 35 Pasal 45

(1) Usul perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Perubahan Anggaran Rumah Tangga
Rumah Tangga diajukan secara tertulis kepada mengikuti perubahan Anggaran Dasar.
Pengurus Inti, selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan
sebelum Musyawarah Besar.

(2) Usul perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran


Rumah Tangga diajukan oleh Pengurus Inti dan
sekurang-kurangnya sepertiga Pengurus Daerah
serta sepertiga Pengurus Cabang.

Pasal 36

(1) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga


hanya dapat diubah oleh Musyawarah Besar dalam
sidang yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua
pertiga dari jumlah Utusan yang berhak.

(2) Keputusan Perubahan Anggaran Dasar dan


Anggaran Rumah Tangga adalah sah, apabila
disetujui oleh sekurang-kurangnya tiga perempat
dari jumlah suara yang sah sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1).

Page 20 of 22
Pasal 37

Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah


Tangga diberitahukan kepada Pembina.

BAB XIX BAB XIX


PENUTUP PENUTUP

Pasal 38 Pasal 46

(1) Penjabaran dan ketentuan lebih lanjut mengenai (1) Hal-hal yang belum diatur di dalam
hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga ini, diatur dengan
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Peraturan Organisasi oleh Pengurus Pusat
dan tidak boleh bertentangan dengan
(2) Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan Anggaran Dasar.
dengan Anggaran Dasar.
(2) Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku
(3) Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak disahkan sejak disahkan dan ditetapkan oleh
dan ditetapkan oleh Musyawarah Besar. Musyawarah Besar.

Page 21 of 22