Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

“Turbocharger”

Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Mesin-Mesin Fluida

Dosen Penampu : Muh. Nurkoyim K., S.T., M.T.

Disusun oleh :

Dani Arif Wibowo (161910101096)

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JEMBER
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya makalah yang berjudul “Turbochager”. Penulisan makalah ini
merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Mesin-Mesin Fluida.
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa banyak kekurangan baik pada
teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki.
Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih
yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan
petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Jember, 24 Nopember 2017

Penulis,
DAFTAR ISI
Cover Makalah ..................................................................................................i
Kata Pengantar .................................................................................................ii
Daftar Isi ............................................................................................................iii

Pendahuluan ......................................................................................................1
Pengertian .........................................................................................................1
Klasifikasi Pompa Berdasarkan Tekanan ......................................................1

Klasifikasi Pompa Berdasarkan Jenis Impeller .............................................2

Unit Penggerak Pompa .....................................................................................4


Head Pompa .......................................................................................................4
Daya Pompa .......................................................................................................4

Energi .................................................................................................................5

Contoh Soal ........................................................................................................6

Daftar Pustaka ...................................................................................................7


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
Fluida yang merupakan zat cair dan zat gas banyak terdapat disekitar kehidupan
manusia. Oleh karena itu manusia menciptakan mesin fluida guna memanfaatkan fluida
sebagai sumber gerak. Seiring dengan berjalannya waktu, manusia menciptakan mesin
yang dapat menggerakan fluida guna mempermudah kehidupan sehari-hari.
Mesin-mesin fluida dibagi menjadi dua bedasarkan prinsip kerjanya yaitu mesin
kerja dan mesin tenaga. Mesin kerja adalah mesin yang berfungsi mengubah gerak
rotasi atau translasi dari mesin menjadi gerak aliran pada fluida. Sedangkan mesin
tenaga adalah mesin yang memanfaatkan aliran fluida sebagai sumber tenaga guna
menggerakan mesin.

1.2. Tujuan.
Makalah ini ditulis selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah mesin-
mesin fluida juga agar kita dapat mempelajari tentang mesin fluida terutama mengenai
turbocharger.

1.3. Rumusan Masalah.


Masalah yang akan dibahas didalam makalah ini yaitu pengertian turbocharger,
prinsip kerjanya, komponen yang terdapat dalam turbocharger dan juga
pengaplikasiannya.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Turbocharger
Turbocharger atau dengan kata lain Turbo, merupakan kompresor udara yang
digunakan untuk induksi paksa (Forced Induction) dari mesin pembakaran dalam
(Internal Combution Engine).
Turbocharger merupakan komponen mesin yang digunakan untuk memperbaiki
proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar pada mesin pembakaran dalam.
Turbocharger ditemukan oleh Insinyur Swiss yang bernama Alfred Buecchi pada awal
abad ke-20, merupakan suatu alat yang memanfaatkan gas buang hasil pembakaran
untuk menggerakkan turbin dan dipasang seporos dengan blower yang disebut
compressor. Turbocharger berputar dengan kecepatan tinggi menghasilkan udara
dengan tekanan lebih untuk dimanfaatkan menaikkan tekanan udara masuk pada motor
bakar.
Pada awal mula perakitan, Turbocharger direferensikan sebagai
"Turbosupercharger". sebuah supercharger yang menggunakan compressor udara untuk
diinduksikan/didorong secara paksa kedalam mesin. secara logika, menambahkan turbin
untuk memutar supercharger akan mengubah istilahnya menjadi "Turbosupercharger".
namun, istilah tersebut kemudian, disingkat menjadi "TurboCharger". hal ini, membuat
kebingungan karena terkadang istilah "turbosupercharger" masih sering digunakan
untuk menunjukkan mesin yang menggunakan crankshaft-drive supercharger dan
exhaust-driven turbocharger bersama-sama atau sering pula disebut "twincharging".
Turbocharger merupakan sebuah peralatan untuk menambah jumlah asupan
udara yang masuk ke dalam silinder dengan memanfaatkan energi gas buang hasil dari
pembakaran. Turbocharger merupakan peralatan untuk mengubah sistem pemasukan
udara dari konsep natural atau alami menjadi sistem induksi paksa. Jika sebelumnya
udara yang akan dimasukkan ke dalam silinder hanya mengandalkan kevakuman yang
dibentuk dari pergerakan piston saat bergerak dari TMA ke TMB atau saat langkah
hisap, maka dengan turbocharger udara ditekan masuk kedalam silinder menggunakan
kompresor yang diputar oleh turbin yang digerakkan oleh tenaga dari gas buang hasil
pembakaran.
Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, maka diperlukan tambahan
udara yang dialirkan ke dalam silinder sejumlah aliran bahan bakar tertentu, Bila
kepekatan udara bertambah sebelum ditambahkan ke dalam silinder, seluruh bahan
bakar terbakar dan daya mesin akan bertambah. Untuk itu mesin diesel yang dilengkapi
dengan turbocharger bertujuan untuk memadatkan udara masuk ke dalam silinder
mesin. Sehingga daya mesin lebih besar dibandingkan mesin dengan dimensi yang sama.

2. Prinsip Kerja Turbocharger.


Prinsip kerja Turbocharger yaitu, pada saat mesin piston dihidupkan, gas buang
yang mengalir keluar melalui exhaust manifold akan melalui turbin yang terdapat pada
turbocharger sebelum mengalir keluar. Gas buang yang keluar dari exaust manifold akan
memutar turbin yang kemudian putaran tersebut digunakan untuk memutar kompresor
hal ini dikarenakan poros impeller turbin terhubung dengan poros impeller kompresor.
Kemudian kompresor yang berputar mengisap udara luar lewat saringan udara dan
menekannya ke intake manifold.
Peningkatan tekanan udara dalam intake manifold akan diikuti oleh kenaikan
temperaturnya, sehingga untuk dapat menambah jumlah (volume) udara yang masuk,
dilakukan penurunan temperature udara. Penurunan temperature akan diikuti oleh
turunya tekanan, sehingga kompresor dapat menambah jumlah udara yang masuk
kedalam slinder. Penurunan temperature udara dilakukan dengan menggunakan
pendingin yang disebut dengan intercooler.

Gambar diatas merupakan skema cara kerja dari turbocharger.


3. Komponen utama Turbocharger

a. Rumah Turbin (Turbine Housing)


Rumah turbin berfungsi sebagai tempat impeller turbin dan juga sebagai
pengumpul gas buang dari exhaust manifold.
b. Impeller Turbin (Turbine wheel)
Komponen ini berfungsi sebagai pengubah energi gas buang menjadi tenaga
untuk memutar shaft yang terhubng dengan kompresor.
c. Rumah Kompresor (Compressor Housing)
Rumah kompresor berfungsi untuk tempat impeller kompresor dan
mengumpulkan atau mengambil udara yang akan diteruskan ke dalam mesin.
d. Impeller kompresor (Compressor Wheel)
Komponen ini berfungsi untuk menyalurkan udara kedalam mesin dengan
putaran yang didapat oleh turbine wheel.
e. Bearings
Bearing berfungsi sebagai penyokong elemen yang berputar.
f. Rumah utama (Center Housing)
Center housing berfungsi sebagai tempat minyak sebagai pelumas masuk dan
keluar.

4. Komponen pembantu Turbocharger.


a. Intercooler.
Pada turbocharger udara panas yang keluar dari blower mencapai suhu
800C, maka perlu kiranya didinginkan dengan intercooler. Sesudah proses
pendinginan, maka udara yang padat ini ditekan masuk kesilinder yang mana
akan menaikkan efisiensi proses pengisapan udara masuk. Bila udara didinginkan
200C, maka daya mesin dapat dinaikkan 6 sampai 7 %.(Wiranto Arismunandar,
1988). Intercooler berfungsi untuk mendinginkan udara masuk dari blower yang
panas karena melewati turbocharger. Dengan mendinginkan udara masuk dari
blower kedalam silinder mesin diperoleh berat jenis udara yang lebih besar
sehingga berat dan jumlah molekul udarapun bertambah. Hal ini dapat
menambah jumlah bahan bakar yang ikut terbakar dan mengakibatkan daya
mesin bertambah.
Prinsip kerja dari intercooler ini adalah udara dari blower bersinggungan
dengan pipa-pipa air pendingin, sehingga panas udara akan terserap oleh aliran
air pendingin. Pada umumnya udara yang keluar dari intercooler dapat
diturunkan suhunya sebesar 50 C sampai 100 C. Untuk memperoleh tekanan
efektif rata-rata sekitar 10 kg/cm2, maka diperlukan kenaikan udara masuk
sedikit-dikitnya 0,5 kg/cm2.
b. Saringan Udara.
Saringan udara termasuk komponen yang punya peranan penting dan
tidak bisa diabaikan dalam mesin diesel. Karena udara yang masuk kedalam
silinder mesin harus sebersih mungkin.

5. Keuntungan dari Turbocharger.


a. Peningkatan kekuatan untuk rasio berat.
Sebuah turbocharger dapat meningkatkan daya dan torsi mesin diesel sebesar
30% -40% dari versi konvensional.
b. Mengurangi kebisingan mesin.
Rumah Turbin berfungsi sebagai penyerapan kebisingan dari exhaust manifold.
Demikian pula, bagian inlet kompresor mengurangi kebisingan yang dihasilkan
oleh induksi udara dalam intake manifold. Oleh karena itu, mesin dengan
turbocharger biasanya lebih tenang dari pada mesin tanpa turbocharger.
c. Asap gas buang menurun.
Mesin turbocharger menghasilkan fase pembakaran lebih efisien dan bersih,
yang mengurangi produksi asap pada mesin.
d. Meningkatkan efisensi.
Tenaga yang dihasilkan akan lebih besar sesuai dengan konsumsi bahan bakar
namun karnea forced induction dan banyaknya oksigen yang masuk ke ruang
bakar maka tekanan untuk mendorong piston lebih besar.
6. Kerugian dari Turbo charger.
a. Bila turbocharger mengalami gangguan maka dapat berpengaruh terhadap daya
mesin.
b. Minyak pelumas lebih boros karena digunakan juga untuk melumasi komponen-
komponen yang terdapat pada turbocharger.
c. Motor dengan turbocharger memerlukan bahan bakar dan pelumasan yang lebih
baik serta sistem pendinginan yang lebih efisien.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Sistem turbocharger adalah mesin fluida yang merupakan penyempurnaan
teknologi untuk memperbaiki dari siklus pembakaran pada mesin pembakaran dalam.
Pada sistem turbocharger mempunyai beberapa komponen utama yaitu turbin
penggerak beserta rumah turbin (turbin housing), poros penghubung, blower
(kompresor) beserta compressor housing, dan pada penyempurnaan akhirnya ada pula
yang ditambahken dengan sistem intercooler atau aftercooler. Dengan adanya sistem
turbocharger ini dipastikan proses pembakaran mesin akan lebih sempurna, karena
dengan ditambahkannya sistem ini udara yang memasuki ruang bakar akan lebih banyak
dibandingkan dengan mesin tanpa turbocharger. Dengan adanya penambahan udara
yang memasuki ruang bakar maka bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak
perlu jauh-jauh mencari oksigen karena otomatis jika kadar udara yang masuk ruang
bakar lebih banyak maka oksigen pun juga akan lebih banyak.
Dengan adanya penambahan kadar oksigen tersebut maka proses pembakaran
akan lebih sempurna dan meningkatkan daya atau tenaga yang dihasilkan. Selain itu
dengan adanya sistem turbocharger ini sisa bahan bakar yang tidak terbakar atau yang
biasa disebut HC akan berkurang karena bahan bakar akan mudah untuk mencari
oksigen saat pembakaran sehingga gas buang yang dihasilkan tidak banyak mengandung
asap hitam. Sistem turbocharger ini juga dapat mengurangi daya panas yang dihasilkan
dari pembakaran karena sebagian panas yang dikeluarkan oleh mesin akan keluar
melalui saluran pembuangan dan akan dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin yang
terhubung dengan kompresor sehingga dapat pula meredam bunyi yang timbul akibat
ledakan saat pembakaran.