Anda di halaman 1dari 23

1.

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Kulit kering dan kusam adalah masalah umum yang biasa dialami oleh setiap orang.
Kulit wanita lebih sensitive dibandingkan kulit pria. Kulit wanita yang tinggal didaerah tropis
lebih sering terpapar sinar matahari dan sinar UV dibandingkan kulit wanita didaerah
subtropis. Penggunaan kosmetik untuk melindungi kulit dari sinar matahari dan sinar UV
semakin marak digunakan. Bentuk sediaan kosmetik yang paling mudah digunakan dan efek
sampingnya kecil adalah bedak kompak. Bedak kompak mudah diaplikasikan pada wajah
dan dapat dibawa kemanapun karena dapat disimpan dengan mudah. Bedak kompak juga bisa
menyerap sekaligus mengurangi minyak di wajah dengan cepat. Bentuknya yang padat dan
tidak mudah tumpah, sangat praktis untuk di bawa ke mana-mana. Bentuknya yang beragam,
memberikan banyak pilihan. Kandungan bedak kompak yang digunakan adalah Titanium
dioxide.
Titanium diokside merupakan tabir surya fisik yang dapat memantulkan sinar UVA
maupun UVB. Juga merupakan zat warna putih yang cocok sebagai bahan compact powder
dan tidak menimbulkan perubahan warna apabila mengalami kontak langsung dengan
cahaya.

1.2 Rumusan masalah


 Bagaimana cara membuat sediaan bedak kompak untuk kulit wanita di daerah tropis?
 Apa saja tahapan membuat sediaan bedak kompak untuk kulit wanita di daerah tropis?
 Apa kegunaan / efek bedak kompak untuk kulit wanita?

1.3 Tujuan
 Untuk memenuhi tugas praktikum Semisolida-Likuida.
 Mengetahui proses pembuatan sediaan farmasi dengan baik dan benar.
 Mengetahui cara membuat formulasi sediaan farmasi sesuai dengan pustaka dan
jurnal resmi kefarmasian.
 Mengetahui cara memformulasi sediian dengan bahan aktif dan bahan tambahan yang
tepat.

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 1


1.3 Manfaat
 Mengetahui cara membuat sediaan bedak kompak untuk kulit wanita di daerah tropis.
 Mengetahui tahapan membuat sediaan bedak kompak untuk kulit wanita daerah
tropis.
 Mengetahui kegunaan / efek bedak kompak untuk kulit wanita.

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 2


2. TINJAUAN PUSTAKA
I. Pemilihan Bahan Aktif
Spesifikasi
Bahan Aktif Efek Utama Efek Samping Indikasi Kontra Indikasi
Lain

Titanium Dioxide Digunakan Dapat Tabir surya


untuk menyebabkan fisik. (MD
sediaan alergi dan bila 37th ed, p.
dengan terhirup debu 1760)
tujuan titanium dioxide
melindungi berpotensi
dari sinar karsinogenik.
matahari Mengkomsumsi
(sunscreen) makanan yang
. (MD 37th mengandung
ed, p. 1760) titanium dioxide
Memantulk dapat
an sinar menyebabkan
ultraviolet. kuning pada
(MD 37th kuku.
ed, p. 1760) (Martindale 35th
Sebagai zat P. 1455)
warna
putih.
(Remington
21st ed, p.
1217)
Melindungi
kulit dari
sengatan
sinar
matahari.
(Remington
21st ed, p.
1217)
Zinc Oxide Digunakan Tabir Perubahan
untuk surya warna jika
sediaan fisik (MD zinc oxide
dengan 37th ed, p. dan gliserol
tujuan 1764) mengalami
melindungi Antisepti kontak
dari sinar k lokal. dengan
matahari (FI ed III adanya

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 3


(sunscreen hal 637) cahaya. (MD
(MD 37th ed, 37th ed, p.
p. 1764; USP 1764)
33)
Berfungsi
sebagai
astringent
dan
digunakan
secara
topikal
untuk
soothing
(menenang
kan) dan
sebagai
pelindung
pada eksim
dan
eksoriasi
ringan,
pada luka
dan
haemorroid.
(MD 37th
ed, p. 1764)
Mencegah
kulit
terbakar
karena sinar
matahari.
Memantulk
an radiasi
UV. (MD
37th ed, p.
1764)
Oxybenzone Digunakan Dermatitis Tabir pasien
topikal karena alergi surya hipersensitifita
sebagai fotokontak kimia s terhadap
tabir surya. (bahan obat (MD 37th oxybenzone.
(MD 37th dengan ed, p. (MD 37th ed, p.
ed, p. 1750) matahari) dan 1750) 1750)
Efektif alergi kontak
mengabsor (bahan obat

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 4


bsi cahaya apa saja). (MD
sepanjang 37th ed, p.
rentang 1750)
UVB Reaksi alergi
(panjang parah seperti
gelombang fotosensitivitas
290-320 dan anafilaksis.
nm) dan (MD 37th ed, p.
juga 1750)
mengabsor
bsi
beberapa
cahaya
UVA
(panjang
gelombang
320-360
nm) dan
beberapa
UVC
(panjang
gelombang
250-290
nm). (MD
37th ed, p.
1750)
Asam Digunakan Iritasi local dan Tabir Pasien
aminobenzoat topical dermatitis surya fotosensitifitas
sebagai kontak, alergi kimia. dan
tabir surya. dan fotoalergi. (MD 37th hipersensitifita
(MD 37th (MD 37th ed, p. ed, p. s terhadap obat
ed, p. 1730) 1730) 1730) dengan struktur
Efektif seperti
mengabsor sulfonamide,
bsi cahaya diuretic
sepanjang thiazide, dan
rentang ester jenis
UVB tetapi anastesi local.
sedikit atau (MD 37th ed, p.
tidak 1730)
mengasorbs
i cahaya
UVA.
(MD 37th

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 5


ed, p. 1730)
Tabir surya
amino
benzoat
digunakan
untuk
mencegah
terbakar
akibat sinar
matahari,
tetapi tidak
dapat
mencegah
reaksi
fotosensitifi
tas yang
berkaitan
dengan
sinar UVA.
(MD 37th
ed, p. 1730)

Dari bahan aktif tersebut yang terpilih sebagai sediaan bedak kompak (compact powder)
untuk kulit wanita di daerah tropis adalah Titanium dioxide. Alasan pemilihan bahan aktif
adalah :

1. Merupakan tabir surya fisik yang dapat memantulkan sinar UVA maupun UVB. (MD 37th
ed, p. 1760)

2. Merupakan zat warna putih yang cocok sebagai bahan compact powder dan tidak
menimbulkan perubahan warna apabila mengalami kontak langsung dengan cahaya. (MD
37th ed, p. 1760)

3. Zinc oxide secara garis besar memiliki efek yang sama dengan Titanium dioxide namun,
Zinc dioxide dengan gliserol mengalami perubahan warna apabila kontak dengan cahaya
(MD 37th ed, p. 1764)

4. Zinc dioxide dapat menyerap CO 2 dari udara sehingga dapat mengganggu stabilitas
sediaan.
ZnO + CO2  ZnCO3
II. Pemilihan bentuk sediaan

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 6


Karakteristik Fisika Kimia bahan aktif
BAHAN KARAKTERISTIK FISIKA KARAKTERISTIK KIMIA
AKTIF

Titanium o Organoleptis : o pH (10% suspensi dalam air) = netral


dioxide - serbuk putih atau hampir putih. pada lakmus.
- Praktis tidak larut dalam air. o Ph 6,0-9,5
- Tidak larut dalam larutan asam (http://sinochemi.en.alibaba.com/produ
mineral tetapi larut dalam ct/1124919611-
konsentrasi panas asam 218428351/PH_Value_6_5_9_0_Titani
th
sulfuric. (MD 37 ed, p. 1760; um_Dioxide
Ph. Eur. 6.8). _Water_Soluble.html)
- Tidak berbau o Stabil pada suhu tinggi. (HPE 6th,
- Tidak larut dalam air, asam p.742).
klorida, asam nitrat, dan asam o Non-higroskopis.
sulfat 2N; larut dalam asam o Kadar aman :
sulfat panas dan asam fluorida, - 98,0-100,5% (HPE 6th, p.742;
larut oleh fusi dengan kalium PhEur.6.4)
bisulfat atau dengan hidtoksi
alkali atau karbonat. (MD 37th
ed, p. 1730; USP 33).

Bentuk sediaan terpilih adalah compact powder, karena:


- Berdasarkan karakteristik fisiko-kimia bahan aktif terpilih yaitu Titanium dioxide
praktis tidak larut dalam air (MD 37th ed, p. 1760; Ph. Eur. 6.8).
- Titanium dioxide secara luas digunakan pada sediaan topikal pharmaceutical
formulation. Yang terpenting adalah Titanium dioxide non-iritant dan non-toxic. (HPE
6th, p.742).
- Sediaan dalam bentuk compact powder mudah diaplikasikan pada wajah.
- Kelebihan dari compact powder adalah bisa menyerap sekaligus mengurangi minyak
di wajah dengan cepat.
- Bentuknya yang padat dan tidak mudah tumpah, sangat praktis untuk di bawa ke
mana-mana. Bentuknya yang beragam, memberikan banyak pilihan.

III. Persyaratan Mutu

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 7


Sediaan yang dibuat haruslah memenuhi persyaratan mutu yang setara dengan
ketentuan USP XXVIII atau Farmakope Indonesia edisi IV dan memperhatikan
criteria pendaftaran obat dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
1. Aman
Sediaan aman digunakan bila dapat bermanfaat secara fisiologis maupun psikologis
dan tidak menimbulkan efek samping yang telah dikendalikan sehingga tidak lebih
toksik dari toksisitas bahan aktif sebelum diformulasikan.
Bahan Farmasi adalah bahan kimia yang mempunyai karakteristik fisika-kimia yang
terkait langsung dengan efek atau khasiat. Setiap perubahan karakteristik fisika-kimia
akan mampu menyebabkan perubahan efek farmakologis dan atau psikologis.
Kadar aman Titanium dioxide adalah Kadar aman adalah 98,0-100,5% (HPE 6th,
p.742; PhEur.6.4)
2. Efektif
Dengan dosis yang diberikan (dalam jumlah kecil sekalipun) dapat memberikan hasil
terapi sesuai dengan yang diinginkan, yaitu dapat mencapai efek farmakologi yang
optimum dengan efek samping yang sekecil mungkin.
Jumlah atau dosis pemakaian sekali pakai selama pengobatan (1 cure) harus diartikan
sebagai jumlah partikel aktif yang mampu mencapai tempat kerja (site of action) dan
mampu melakukan aksi sebesar dan selama waktu yang diperhitungkan dan juga
dikehendaki. Dosis Titanium Dioxide sesuai peraturan Kepala Badan Pengawas Obat
dan Makanan Republik Indonesia nomor : hk.00.05.42.1018 tentang bahan kosmetik,
dimana kadar maksimum Titanium dioxide yang diperbolehkan adalah 25%. Kadar
Titanium yang dipilih adalah 3%
(http://wendydona9.blogspot.com/2014/05/pengertian-whitening.html)
3. Acceptable (dapat diterima)
Diartikan sebagai prediksi pemenuhan persepsi psikologis konsumen/pemakai.
Sediaan mempunyai penampilan, bentuk, estetika, yang baik dan menarik sehingga
menimbulkan rasa senang dan nyaman pada pemakaiannya (USP XXI p. 1346-1347).
Bentuk sediaan juga harus meyakinkan sisi psikologis pengguna. Dalam hal ini, dapat
diberi tambahan seperti pewarna iron oxide dan parfum seperrti fantasme

4. Stabilitas Fisika

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 8


Sediaan tidak boleh mengalami perubahan sifat fisika, penampilan dan homogenitas
dari proses pembuatan sampai ke tangan pasien terjadi perubahan viskositas, berat
jenis dan sifat alir selama proses pembuatan penyimpanan dan pemakaiannya.
 Berat jenis (BJ) = 0,625-0,830 g/cm3 (HPE 6th ed, p.741).
 Ukuran partikel = 1 µm, Titanium dioxide secara komersial ukuran partikel
(agregat) adalah 100 µm.
 Tidak terjadi perubahan warna.
5. Stabilitas Kimia
Diartikan sebagai sediaan disebut stabil secara kimia apabila integritas/keutuhan
kimiawi dan potensi kimia tetap, serta tidak mengalami perubahan pH (USP XXII, p.
1703). Selain itu, secara kimia tidak mengalami interaksi antar komponannya yang
dapat mempercepat reaksi degradasi mengubah bentuk sediaan dan warna. Titanium
dioxide : rentang pH 6,0-9,5. pH kulit normal 4,2-6,2 (pH balance). Sehingga dipilih
pH 6,0 (http://lifestyle.okezone.com/read/2010/03/12/195/311910/hati-hati-pilih-
sabun-pembersih-wajah)
6. Stabilitas Mikrobiologi
Sediaan tidak ditumbuhi mikroba sesuai dengan persyaratan tertentu dan jika sediaan
tersebut mengandung zat antimikroba maka harus tetap efektif selama waktu yang
ditentukan. Tidak boleh ada bakteri Salmonella sp., Pseudomonas aeruginosa, Proteus
mirabilis, Serratra marcescens, Staphylococcus aureus, Candida sp., Bacterium
antranum, P. multivorans, Klebsiella sp dan P. malthophilia.
7. Stabilitas Toksikologi
Sediaan tidak boleh mengandung bahan-bahan yang dapat meracuni jaringan lokal
dan tidak menunjukan peningkatan toksisitas selama batas waktu tertentu, baik dalam
proses pembuatan, penyimpanan, distribusi, hingga pemakaian (USP XXII p. 1703).
8. Stabilitas Farmakologi
Efek terapi harus tetap dan tidak mengalami perubahan, baik dalam proses
pembuatan, penyimpanan, distribusi, hingga sampai kepada konsumen (USP XXII, p.
1703).
9. Acceptability
Penampilan harus baik dari estetika dan artistik, praktis siap dipakai, mudah
penggunaannya, tekstur (kondisi sediaan) tidak lengket dan berbau.
IV. Takaran atau Dosis Bahan Aktif

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 9


Dosis Titanium Dioxide sesuai peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia nomor : hk.00.05.42.1018 tentang bahan kosmetik, dimana kadar
maksimum Titanium dioxide yang diperbolehkan adalah 25%.
Titanium dioxide yang dipilih 3%
(http://wendydona9.blogspot.com/2014/05/pengertian-whitening.html)

Aturan pakai :
Aplikasikan bedak kompak dengan menggunakan spons yang tersedia sesuai dengan yang
diinginkan pada wajah.

Volume kemasan :
Perencanaan volume satu kemasan : 20 gram
Pemakaian maksiman 12 bulan setelah kemasan dibuka.

Rancangan Formula
R/ Titanium dioxide 3%

Kaolin 12%

Zinc stearat 6%

Magnesium carbonate 7%

Vitamin E 0,03%

Propil paraben 0,3%

Isopropil miristat 5%

Pewarna Iron oxide qs

Aroma Fantasme qs

Talk ad 100%

Tabel Penimbangan

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 10


Jumlah skala Jumlah Jumlah Jumlah skala
Nama Bahan Obat kemasan Skala lab Skala lab industri
(20 gram) (40 gram) (100 gram) ( 4000 gram)
600 mg + 5% 1200 mg + 5% 3000 mg + 5% 120 g + 5%
Titanium dioxide 3%
= 630 mg = 1260 mg = 3150 mg = 126 g
Kaolin 12% 2,4 g 4,8 g 12 g 480 g
Zinc stearat 6% 1,2 g 2,4 g 6g 240 g
Magnesium 1,4 g 2,8 g 7g 280 g
carbonate 7%
Vitamin E 0,03% 6 mg 12 mg 30 mg 1,2 g
Propil paraben 0,3% 60 mg 120 mg 300 mg 12 g
Isopropil miristat 5% 1g 2g 5g 200 g
Pewarna Iron oxide qs qs qs qs
Aroma Fantasme qs qs qs qs
20 g–6,696 g= 40 g-13,392 g= 100 g-33,48 g= 4000 g-1339,2 g=
Talk
13,304 g 26,608 g 66,52 g 2660,8 g

V. Penyusunan Formula Awal


A. Bahan Aktif : Titanium dioxide
B. Memilih Bahan Pembantu Formula :
1. Talcum (Handbook Phamaceutical Exipient 6 th edition, p.728)
 Pemerian : Serbuk hablur sangat halus, putih atau putih kelabu, berkilat,
mudah melekat pada kulit, dan bebas dari butiran
 Fungsi : Sebagai anticacking agent, sebagai pengisi dan pelekat
 Kadar : Sebagai dusting powder 90,0 – 99,0 %.

2. Kaolin (FI IV p.483; Handbook Phamaceutical Exipient 6 th edition, p.352)


 Pemerian : Serbuk ringan,putih, bebas dari butiran kasar, tiak berbau, tidak
mempunyai rasa, licin.
 Fungsi : Absorbent, suspending agent ( HPE 6th ed p.352 ), Dapat
menutupi kemilau kulit dimana dia bekerja sebagai adsorben
yang dapat menyerap perspirasi dan sebum, Kaolin juga dapat
berguna sebagai pengikat (binder) yang cukup bagus untuk
compact powder.
 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

3. Magnesium carbonate (Handbook Phamaceutical Exipient 6 th edition, p.397)


 Pemerian : Serbuk, putih, tidak berbau, tidak berasa.
 Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam larutan karbon
dioksida. Tidak larut dalam etanol 96 % dan pelarut lain.

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 11


 Fungsi : Untuk meningkatkan efek covering ( matte ).

4. Zinc Stearate (Handbook Phamaceutical Exipient 6 th edition p.793)


 Pemerian : Putih, serbuk hidrofobik, ukuran partikelnya besar, tidak
berpasir
 Fungsi : Untuk memperbaiki daya adhesi bedak ke kulit dan dapat juga
memperbaiki daya adhesi bedak pada puffnya. sebagai
opacifying agent (senyawa yang membuat lapisannya kedap
tidak berongga ) dan sebagai perekat pada wajah
(meningkatkan daya adhesi serbuk pada wajah ).Pemakaian
berlebih memberikan bau tidak enak dan kulit berbintik –
bintik, biasa dipakai 4 – 15 % ( Cosmetic Science and
Technology, p.338 ).
 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

5. Propyl paraben (Handbook Phamaceutical Exipient 6 th edition, p.596)


 Pemerian : Serbuk putih atau hablur kecil dan tidak berwarna. (FI ed. IV,
p.713)
 Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol, dan
dalam eter sukar larut dalam air mendidih (FI ed. IV, p.713)
 Kegunaan : Sebagai antimicrobial preservatives.
 Kadar : Topikal preparation 0,01-0,6%.
 pH : 4-8

6. Vitamin E (Handbook Phamaceutical Exipient 6 th edition, p.31)


 Pemerian : Jernih, berwarna kuning kecoklatan, viscos, berupa minyak
kental.
 Kelarutan : Tidak larut air, larut dalam etanol 95 %, aseton, kloroform, dan
dalam minyak nabati.
 Kadar : Topical preparation 0,001-0,05% v/v
 Fungsi : Antioksidan, therapeutic agent.

7. Isopropil miristat (Handbook Phamaceutical Exipient 6 th edition, p.348-349)


 Pemerian : Likuid viskos yang jernih, tidak berwarna, praktis tidaj berabu,
viskositas rendah.
 Kelarutan : Larut dalam aseton, kloroform, etanol 95%, etil asetat, lemak,
fatty alkohol, fixed oil, liquid hidrokarbon, toluene, dan wax.
Praktis tidak larut dalam gliserin, glikol, dan air.
 Kadar : Kadar efektif untuk topikal cream dan lotion : 1-10%
Fase minyak yang ditambahkan untuk bedak kompak 5%
 Fungsi : Sebagai emollien yang siap diabsorbsi oleh kulit, meningkatkan
daya lengket bedak pada kulit dan penetrasi ke dalam kulit.

8. Parfum (Fantasme)
 Fungsi : Memberi bau pada sediaan sehingga acceptabilitas dari
konsumen pada sediaan meningkat.

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 12


9. Warna (Iron oxide)

 Fungsi : Meningkatkan acceptabilitas sediaan.

C. Spesifikasi Sediaan

a. Bahan aktif : Titanium dioxide

b. pH sediaan : 7,00 ± 5%

c. Berat jenis : 0,625-0,830 g/cm3

d. Kadar : 98% ± 105%

e. Ukuran partikel: 1 µm, ukuran partikel (agregat) = 100µm

f. Organoleptis : - Rasa :-

- Bau : Wangi bedak (Fantasme)

- Warna : Coklat muda (kulit)

- Bentuk : Bedak padat

- Penampilan : dapat diterima

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 13


(kerangka konseptual 3 halaman )

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 14


Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 15
Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 16
4. METODE PENELITIAN

4.1 Alat dan Bahan

Alat Bahan

- Beaker glass - Titanium dioxide

- Batang pengaduk - Kaolin

- Corong kaca - Zinc stearat

- Kertas perkamen - Vitamin E

- Timbangan digital - Magnesium carbonate

- Mortir - Isopropil miristat

- Stamper - Propil paraben

- Sudip - Talk

- Kaca arloji - Pewarna Iron oxide

- Wadah bedak kompak - Aroma Fantasme

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 17


4.2 Kerangka Operasional (skala pembuatan lab 150 ml)

File terpisah (lembar ini dikosongkan)

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 18


4.3 Metode kerja

Cara Pembuatan Sediaan (Skala lab 40 gram)

1. Siapkan mortir dan stamper


2. Ayak talk dengan pengayak no.40, timbang talk 26,608 g
3. Ambil pewarna Iron oxide qs.
4. 2+3, campur ad homogen pada mortir (1)
5. Timbang kaolin 4,8 g
6. 4+5, campur ad homogen pada mortir (1)
7. Timbang zinc stearat 2,4 g
8. 6+7, campur ad homogen pada mortir (1)
9. Timbang magnesium carbonate 2,8 g
10. 8+9, campur ad homogen pada mortir (1)
11. Timbang propil paraben 0,12 g
12. 10+11, campur ad homogen pada mortir (1)
13. Timbang Titanium dioxide timbang 1,26 g
14. 12+13, campur ad homogen pada mortir (1)
15. Timbang vitamin E 0,012 g
16. Tara kaca arloji, timbang Isopropil miristat 2 g
17. 15+16, campur ad homogen
18. 17+14, campur ad homogen pada mortir (1)
19. 18+ fragrance Fantasme qs
20. 19 di masukkan dalam wadah di pres agar membentuk compact
21. Beri etiket dan wadah sekunder + brosur

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 19


5. HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN

5.1 Hasil Penelitian

Kelompok kami membuat praktikum pembuatan bedak kompak / compact powder


dengan mengacu pada pustaka yang terdapat pada buku A Formulary Of Cosmetik
Prepations.

Proses pembuatan yang dilakukan pertama-tama adalah mengayak talk dengan pengayak
no.40 kemudian ditambahkan pewarna Iron oxide secukupnya dan dihomogenkan di mortir.
Kemudian, ditambahkan powder / bahan tambahan lainnya termasuk bahan aktif, lalu
dicampur antioksidan (vitamin E) dan binding agent (isopropil miristat) sebelum
dihomogenkan bersama dengan campuran sebelumnya, yang terakhir ditambahkan fragrance
yang cocok untuk meningkatkan acceptabilitas yaitu Fantasme, selanjutnya powder yang
terbentuk dan yang telah homogen di press kedalam wadah primer yang tersedia.

Uji yang dilakukan ada 2 yaitu uji banting dan uji homogenitas. Uji banting dilakukan
dengan cara melepaskan wadah dari jarak 20 cm di atas permukaan meja. Lalu dilihat apakah
compact powder yang telah di press pecah/retak. Apabila compact powder yang telah di press
retak/pecah maka pembuatan gagal. Dari uji yang kami lakukan, bedak kompak yang kami
buat berhasil dalam uji banting dan tidak mengalami pecah/retak.

Dalam pembuatan bedak kompak, kami menambahkan fase minyak sebanyak 5% yaitu
Isopropil miristat karena, fase minyak penting agar daya lengket pada kulit dapat
ditingkatkan dan dapat pula meningkatkan penetrasi bedak kompak ke kulit.

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 20


5.2 Analisis Hasil Penelitian

Rancangan Evaluasi Akhir untuk Mengetahui Kelayakan Sediaan

1. Uji Organoleptis
Alat yang digunakan : Pancaindra
Bentuk penampilan : padat (compact)
Bau : Wangi (Fantasme)
Warna : Krem muda (kulit)
Homogenitas : Homogen

2. Uji Homogenitas

Alat yang digunakan : Pancaindra (kulit)

Metode kerja :

a) Ambil sedikit bedak kompak / powder yang telah jadi.

b) Oleskan pada punggung tangan yang kering.

c) Terlihat bedak terdispersi merata pada kulit dan homogen dengan baik.

3. Uji Banting
Alat yang digunakan : Wadah primer sediaan
Metode kerja :
a) Sediaan bedak kompak yang telah jadi di press dalam wadah primer.
b) Ukur kira-kira tinggi 20 cm dari permukaan meja.
c) Angkat wadah primer kira-kira setinggi 20 cm dari permukaan meja.
d) Lepaskan pegangan terhadap wadah primer hati-hati agar wadah primer jangan
terbalik atau sampai pecah.
e) Setelah wadah primer benbenturan dengan permukaan meja, cek/lihat sediaan bedak
kompak dalam wadah.
f) Jika retak/pecah maka sediaan gagal.
g) Jika tidak retak/pecah maka sediaan berhasil.

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 21


6. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
 Hasil evaluasi sediaan drop elixir paracetamol kami adalah :
- Uji organoleptik yang menunjukkan dari segi warna, bau, bentuk dapat diterima.
- Uji homogenitas yang menunjukkan sediaan homogen dan terdispersi baik di
kulit.
- Uji banting dari ketinggian 20 cm tidak menghasilkan pecah/retak pada sediaan
bedak kompak.
 Sediaan compact powder E-beauty belum layak edar karena belum dilakukan uji lainnya
seperti kadar, uji sterilitas, uji penetrasi dalam kulit dengan penelitian klinis dan lainnya.

Saran
 Dilakukan uji lainnya yang berkaitan dengan sediaan bedak kompak seperti uji pH, uji
ukuran partikel, dan lain-lain.

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 22


DAFTAR PUSTAKA

British National Formularium 62th edition.2014.London:Pharmaceutical Press.

C. R. Raymond, J.S. Paul, E.Q. Marian.,Handbook of Pharmaceutical Excipient


6th.2009.Washington DC: Pharmaceutical Press and Pharmacists Associations.

Farmakope Indonesia edisi III.1979.Jakarta

Farmakope Indonesia edisi IV.1995.Jakarta

Sweetman, Sean C., Martindale 37th edition. 2011. London : Pharmaceutical Press

The Pharmaeutical Codex 12th edition.The Pharmaceutical Press

Praktikum Teknologi Semisolida-Likuida 23

Anda mungkin juga menyukai