Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Desain yang digumakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah suatu metode

untuk memahami individuyang dilakukan secara integratif dan komprehensif agar diperoleh

pemahaman yang mendalamtentang individu tersebut dan masalah yang dihadapi dengan tujuan

masalahnya dapat terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik (hidayat, 2011 ). Studi

kasus ini mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan klien yang mengalami CHF dengan intoleransi

aktifitas di wilayah kerja Puskesmas Pamotan.

3.2. Batasan Istilah

CHF merupakan suatu keadaan patologis di mana kelainan fungsi jantung menyebabkan

kegagalan jantung untuk memompa darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan, atau hanya dapat

memenuhi kebutuhan jaringan dengan meningkatkan tekanan pengisian. Nyeri adalah diagnosa

keperawatan klins yang menggambarkan sebagai pengalaman sensori & emosional yang tidak

menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan,actual ataupun potensial, atau

digambarkan sebagai kerusakan yang sama.

Batasan istilah ( atau dalam versi kuantitatif disebut sebagai dimensi operasional ) adalah

pernyataan yang menjelaskan istilah istilah kunci yang menjadi focus studi kasus. Batasan istilah

dalam penelitian ini yaitu tentang konsep CHF dengan nyeri.

3.3. Partisipan

Partisipan atau unit analisis atau kasus yang akan diteliti adalah dua klien CHF dengan

nyeri akut. Kriteria partisipan penelitian ini antara lain :

1. Pasien yang sedang menjalani pengobatan di rawat inap d Puskesmas Pamotan


2. Terdiagnosa CHF dengan nyeri akut

3. Bersedia dilakukan asuhan keperawatan

4. Pasien berusia produktif ( 45-59 ) tahun

5. Dengan aktiftas parsial

3.4. Lokasi dan Waktu Penellitian

Lokasi pengambilan data di wilayah kerja di Puskesmas Pamotan.

3.5. Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ( hidayat,2012 ) :

1. Wawancara hasil anamnesis berisi tentang identitas klien, keluhan utama, riwayat penyakit

sekarang dan dahulu, keluarga dan lain-lain. Sumber data dari klien, keluarga dan perawat yang

mengelola klien.

2. Observasi dan pemeriksaan fisik ( dengan pendekatan IPPA : inspeksi,palpasi, perkusi,

auskultasi ) pada system tubuh klien.

3. Study dokumentasi dan angket/leaflet (hasil pemeriksaan diagnostic dan data lain yang

relevan).

3.6. Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data dimaksudkan untuk menguji kualitas data status informasi yang diperoleh

sehingga menghasilkan data dengan validasi tinggi. Uji keabsahan data dilakukan dengan :

1. Memperpanjang waktu pengamatan atau tindakan.

2. Sumber informasi tambahan menggunakan triangulasi dari tiga sumber data utama yaitu klien,

perawat dan keluarga klien yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
3.6.1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk mengkaji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data

yang telah diperoleh melalui beberapa sumber yaitu klien, keluarga, dan perawat yang berkaitan

dengan masalah yang diteliti.

3.6.2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data, dilakukan dengan cara mengecek data

sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misal data yang diperoleh dengan wawancara, lalu

di cek dengan observasi dan dokumentasi.

3.6.3. Triangulasi Waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik

wawancara di pagi hari saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan

data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Pengujian keabsahan data dapat dilakukan dengan

cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau teknik lain dalam waktu/situasi

yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-

ulang sehingga sampai ditemukan kapasitas datanya ( Sugiyono,2012 ).


3.7. Alur Studi Kasus

Permohonan surat ijin penelitian dari Stikes Kendedes Malang

Permohonan surat ijin penelitian dari badan kesatuan bangsa dan politik kota malang

Permohonan surat ijin penelitian dari dinas kesehatan kota malang

Permohonan surat ijin penelitian ke Puskesmas Pamotan

Populasi
Seluruh klien congestive heart failure ( CHF ) dengan nyeri akut di Puskesmas Pamotan

Permohonan surat ijin penelitian dari badan kesatuan bangsa dan politik kota malang

Partisipan
Menentukan dua partisipan berdasarkan karakteristik yang ditentukan

Menjelaskan maksud dan tujuan peneliti

Informed consent
Memastikan legalitas persetujuan dengan surat persetujuan bersedia menjadi responden

Pengumpulan Data
Menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi

Uji Keabsahan Data


Menggunakan tringulasi sumber, teknik, waktu

Analisa Data

Hasil dan Pembahasan

Penarikan Kesimpulan

Penyajian Hasil Study Kasus


3.8. Analisa Data

Analisa data dilakukan dengan mengemukakan fakta, selanjutnya membandingkan dengan teori

yang ada dan selanjutnya dituangkan dalam opini pembahasan. Teknik analisi yang digunakan dengan

cara menarasikan jawaban-jawaban yang diperoleh dari hasil interprestasi yang mendalam yang

dilakukan untuk menjawab rumusan masalah. Teknik analisis yang digunakan dengan cara observasi

oleh peneliti dan studi dokumentasi yang menghasilkan data untuk selanjutnya diinterprestasikan dan

dibandingkan teori yang ada sebagai bahan untuk memberikan recomendasi dalam intervensi tersebut.

Urutan dalam analisis adalah :

1. Pengumpulan data

Data dikumpulkan dari hasil WOD (wawancara, observasi, dokumentasi ). Hasil ditulis dalam

bentuk catatan lapangan, kemudian disalin dalam bentuk transkrip ( catatan terstruktur ).

2. Mereduksi data

Dari hasil wawancara yang terkumpul dalam bentuk catatan lapangan dijadikan satu dalam bentuk

transkrip dan dikelompokkan menjadi data subyektif dan obyektif, dianalisis berdasarkan hasil

pemeriksaan diagnostic kemudian dibandingkan nilai normal.

3. Penyajian data

Penyajian data dapat dilakukan dengan table, gambar, bagan, maupun teks naratif.

4. Kesimpulan

Menurut data yang disajikan, kemudian data dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu secara

teoritis dengan perilaku kesehatan. Penarikan kesimpulan dengan metode induksi. Data yang

dikumpulkan terkait dengan data pengkajian, diagnosis, perencanaan, tindakan, dan evaluasi.

3.9. Etik Penelitian

Melakukan studi kasus, peneliti mengajukan permohonan ijin kepada X untuk mendapatkan

persetujuan dengan menekankan pada masalah study kasus meliputi :


1. Informed consent ( persetujuan )

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian

dengan memberikan lembar persetujuan. Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian

dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed

consent adalah agar subyek mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya, jika

subyek bersedia, maka mereka harus menandatanganilembar persetujuan. Jika responden tidak

bersedia maka peneliti harus menghormati hak klien. Beberapa informasi yang harus ada dalam

informed consent tersebut antara lain : partisipan pasien, tujuan dilakukan tindakan, jenis data yang

dibutuhkan, komitmen,prosedur pelaksanaan, potensial maslah yang akan terjadi, mangfaat,

kerahasiaan, informasi yang mudah dihubungi, dan lain-lain ( hidayat, 2012 ).

2. Anonymity ( tanpa nama )

Merupakan etika dalam study kasus keperawatan dimana tidak dituliskan nama pasien dalam data

identitas pasien dan hanya diberikan nama inisial pasien ( hidayat,2012 ).

3. Contidentiality ( kerahasiaan )

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian,

baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Sesuai informasi yang telah dikumpullkan

dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada

hasil riset ( hidayat, 2012 ).

4. Justice ( keadilan )

Prinsip keadilan merupakan perilaku yang sama untuk orang-orangdalam situasi yang sama, artinya

menekankan persamaan dan kebutuhan, bukannya kekayaan, kedudukan social dan politik (

istiadji,2012 ).

5. Veracity ( kejujuran )

Prinsip kejujuran berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi layanan

kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap pasien dan untuk meyakinkan bahwa pasien
sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seorang untuk mengatakan

kebenaran ( istiadji, 2012 ).

6. Respect for person ( menghormati harkat dan martabat manusia )

Prinsip ini merupakan suatu penghormatan terhadap kebebasan bertindak, dimana seseorang

mengambil keputusan sesuai dengan rencana yang ditentukan sendiri dan bebas menentukan yang

terbaik bagi dirinya setelah mendapatkan informasi dan penjelasan selengkap-lengkapnya ( istiadji,

2012 ).

7. Beneficence ( berbuat baik )

Penekanan prinsip ini adalah mangfaat suatu penelitian yang harus secara nyata lebih besar

kadarnya disbanding resiko yang mungkinakan dialami olehsubyek penelitian, dan harus dilakukan

dengan metodeyang benar secara ilmiahserta harus dilaksanakan oleh peneliti yang kompeten

dibidangnya ( istiadji,2012 ).

8. Nonmalefience (tidak merugi )

Melakukan penelitian peneliti sebaiknya mengusahakan semaksimal mumgkin agar subyek tidak

terpapar oleh perlakuan yang akan merugikan jiwa maupun kesehatan dan kesejahteraannya.

Apabila resiko kerugian tersebut terjadi, harus ada jaminan dari peneliti bahwa ada kompensasi

untuk kerugian tersebut ( istiadji,2012 ).