Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PT SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Informasi Keuangan

Dosen Penganpu :
Linda Agustina, E.E, M.Si

Oleh

Ega Andhika (7211415114)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017
Ditengah persaingan ekonomi ASEAN yang semakin ketat, Indonesia
memiliki kekuatan dan potensi pasar besar dalam industri semen. Hal itu
mengundang perusahaan dari negara-negara tetangga untuk datang mengincar
indonesia. Dari adanya hal tersesbut membuat persaingan indusrti semen yang
terdaftar di Bursab Efek Indonesia (BEI) semakin ketat dan memaksanya untuk
melakukan berbagai strategi guna menguasi pasar serta menjaga stabilitas
keuangannya. PT Semen Indonesia (persero) Tbk yang sebelumnya bernama PT
Semen Gersik Tbk merupakan perusahaan BUMN pertama yang go publik pada 8
Juli 1991 dengan menjual 40 lembar saham kepada masyarakat. Saat ini kapasitas
terpasang Semen Indonesia sebesar 29 juta ton semen per tahun, dan menguasai
sekitar 42% pangsa pasar semen domestik. Semen Indonesia memiliki anak
perusahaan PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa dan Thang
Long Cement.

Laporan keuangan menggambarkan kinerja keuangan dari suatu entitas


bisnis. Hal itu dapat dilihat dari komponen-komponen laporan keuangan yang
mampu menilai sejauh mana prsetasi yang telah dicapai perusahaan, efektivitas,
efesiensi kegiatan operasi perusahaan, kekuatan atau kelemahan perusahaan , serta
analisis faktor apa saja yang membuat kondisi perusahaan mengalami kenaikan
ataupun penurunan.

Dalam keranngka konseptual, laporan keuangan bertujuan untuk


menyediakan informasi mengenai konsdisi keungan suatu perusahaan yang
bermanfaat untuk digunakan oleh pihak pihak yang memiliki kepentingan dalam
mengambil keputusan ekonomi. Ada berbagai macam analisi keuangan yang
dapat digunakan untuk mengetahuai kondisi keuangan perusahaan tergantung
pada tujuan yang ingin diketahui. Berdasarkan pemaparan diatas, saya tertarik
untuk membuat tulisan dengan judul “Analisis Informasi Keuangan untuk
Mengukur Kinerja pada PT. Semen Indonesia Tbk berdasarkan laporan keuangan
tahun 2014-2016.”
Rumusan masalah :

1. Bagaimana analisis Laba Kotor pada PT. Semen Indonesia (persero) Tbk?
2. Bagaimana analisis Kebangkrutan pada PT. Semen Indonesia (persero)
Tbk?
3. Bagaimana analisis performa pada PT . Semen Indonesia (Persero) Tbk?
4. Bagaimana analisis Rasio Keuangan pada PT. Semen Indonesia (persero)
Tbk?

Pembahasan

1. Analisis Perubahan Laba Kotor

Menurut Henry Simamora dalam bukunya “Akuntansi Basis Pengambilan


Keputusan Bisnis” menyatakan bahwa: “Laba adalah perbedaan antara
pendapatan dengan beban jika pendapatan melebihi beban maka hasilnya adalah
laba bersih” (2000:25). Analisis perubahan laba kotor adalah suatu analisis untuk
mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari sutu periode
ke periode lain atau perubahan laba kotor seuatu periode dengan laba yang
dibudgetkan untuk periode tersebut. Menurut Mulyadi dalam buku “Akuntansi
Manajemen” (2001:513) ada beberapa faktor yang mempengaruhi laba yaitu biaya
produksi, harga jual, valume penjualan dan produksi.

Ada 4 metode perhitungan untuk mengetahui perubahan laba kotor suatu


perusahaan, yaitu :

1. Perubahan harga jual (Sales Price Variance), yaitu adnya perubahan


harga jual reallisai dengan harga jual anggaran atau harga jual tahun
sebeumnya.

Rumus : (HJr-HJa) x Kr
HJr : Harga Jual Tahun Sekarang
Hja : Harga Jual Tahun Sebelumnya
Kr : Kuantitas/Volume Produk tahun berjalan
2. Perubahan kuantitas produk yang dijual (Sales Volume Variance)
yaitu adanya perubahan kuantitas produk yang dijual anggaran atau tahun
sebelumnya dengan kuantitas produk yang dijual pada tahun
berjalan/reaisasi.

Rumus : (Kr – Ka) x HJa


Ka : Harga Jual Tahun Sebelumnya
Hja : Harga Jual Tahun Sebelumnya
Kr : Kuantitas/Volume Produk tahun berjalan

3. Perubahan Harga Pokok Penjual per satuan produk (Cost Price


Variance) yaitu adanya perbedaan Harga Pokok Penjualan (HPP) per
satuan dengan produk menurut anggaran/tahun sebelumnya dengan Harga
Pokok Penjualan (HPP) per satuan produk tahun berjalan.

Rumus : (HPPr – HPPa) x Kr


HPPr : Harga Pokok Penjual Tahun Berjalan
HPPa : Harga Pokok Penjual Tahun Sebelumnya
Kr : Kuantitas/Volume Produk tahun berjalan

4. Perubahan Kuantitas Harga Pokok Penjualan (Cost Volume


Variance) yaitu adanya perubahan harga pokok penjualan (HPP) karena
perubahan kuantitas atau volume penjualn antara tahun sebelumnya
dengan tahun berjalan.

Rumus : (Kr – Ka) x HPPa


Ka : Kuantitas/Volume Produk tahun sebelumnya
HPPa : Harga Pokok Penjual Tahun Sebelumnya
Kr : Kuantitas/Volume Produk tahun berjalan
Analisis Perubahan Laba Kotor PT Semen Indonesia (Persero)Tbk Tahun 2016
dengan pembanding Tahun 2015 :

DATA VOLUME PENJUALAN PT SEMEN INDONESIA


TAHUN 2O15-2016
(satuan Ton)

Bulan 2016 2015 Perubahan


Januari 2.189.448 2.111.735 3,7
Februari 1.816.869 1.991.565 -8,8
Maret 1.978.667 2.056.102 -3,8
April 2.010.261 1.910.242 5,2
Mei 2.151.477 2.028.272 6,1
Juni 2.226.842 2.127.763 4,7
Juli 1.609.409 1.557.226 3,4
Agustus 2.599.435 2.330.266 11,6
September 2.483.208 2.491.643 -0,3
Oktober 2.610.509 2.741.019 -4,8
November 2.373.905 2.642.932 -10,2
Desember 2.231.623 2.461.967 -9,4
TOTAL 26.281.653 26.450.732 -0,6

PT SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk dan Perusahaan Anak


Laporan Laba Rugi Akhir Tahun 2015 dan 2016

TAHUN 2015 2016 Perubahan


Penjualaln Netto 26.948.004.471 26.134.306.138 -813.698.333
Harga Pokok Penjualan 16.302.008.098 16.278.433.690 -23.574.408
Laba Kotor 10.645.996.373 9.855.872.448 -790.123.925
Kuantitas Terjual 26.450.732 26.281.653 -169.079
Harga Jual Persatuan 1.018,80 994,3935466 -24,41
Harga Pokok Persatuan 616,3159529 619,3839364 3,068

Tahun 2016 terjadi penurunan pendapatan penjualan sebesar Rp. 813.698.333


dan penurunan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp. 23.574.408. Sehingga
laba kotor tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 sebesar
Rp. 790.123.925 . Faktor penyebab terjadinya hal tersebut diantaranya.
1. Analisis perubahan harga jual (Sales Price Variance)
Penghitungan laba kotor yang disebabkan oleh perubahan haga penjualan
per unit produk. Perhitungannya :
Penjualan tahun 2016 = Rp. 26.134.306.138
Unit Penjualan 2016 x harga jual 2015 = Rp. 26.775.746.794

Penurunan laba kotor karena perubahan harga jual ( Rp. 641.440.656).

Atau

(HJr-Hja) x Kr

(994,4 - 1.018,80 ) x 26.281.653 = (Rp. 641.440.656)

2. Analisis Perubahan kuantitas produk yang dijual (Sales Volume


Variance)
Penghitungan laba kotor yang disebabkan oleh perubahan
kuantitas/volume penjualan produk. Perhitungannya :
Kuantitas Penjualan 2016 x harga jual 2015 = Rp. 26.775.746.794
Penjualan tahun 2015 = Rp. 26.948.004.471

Penurunan laba kotor karena perubahan harga jual = ( Rp. 172.257.677).

Atau

(Kr – Ka) x HJa


(26.281.653 - 26.450.732) x 1.018,80 = (Rp. 172.257.677)

3. Analisis Perubahan Harga Pokok Penjual per satuan produk (Cost


Price Variance)
Penghitungan laba kotor yang disebabkan oleh perubahan Harga Pokok
Penjualan per produk. Perhitungannya :
Harga Pokok Penjualan 2016 = Rp. 16.278.433.690
Kuantitas Penjualan 2016 x HPP 2015 = Rp. 16.197.802.013
Penurunan laba kotor karena perubahan harga jual = Rp. 80.631.677
Atau

(HPPr – HPPa) x Kr

(619,3839364 - 616,3159529) x 26.281.653 = Rp. 80.631.677 laba

4. Aanlisis Perubahan Kuantitas Harga Pokok Penjualan (Cost Volume


Variance)
Penghitungan laba kotor yang disebabkan oleh perubahan Harga Pokok
Penjualan per produk. Perhitungannya :
Kuantitas Penjualan 2016 x HPP 2015 = Rp. 16.197.802.013
Harga Pokok Penjualan = Rp. 26.948.004.471
Penurunan laba kotor karena perubahan harga jual = ( Rp. -104.206.085)
Atau
(Kr – Ka) x HPPa

(26.281.653 - 26.450.732) x 616,3159529 = (Rp. 104.206.085) rugi

Laporan Perubahan Laba Kotor PT. Semen Indonesia (Persero)


Tbk
Tahun Laporan 2015-2016

Kenaikkan/Penurunan
Penjualan
Penurunan harga Penjualan (Rp. 641.440.656)
Penurunan Kuatitas Penjualan (Rp. 172.257.677)
(Rp.
813.698.333)
Kenaikan/Penurunan HPP
Kenaikan HPP Persatuan
produk Rp. 80.631.677
Penurunan Kuantitas HPP (Rp. 104.206.085)
(Rp.23.574.408)
Kenaikan/Penurubnan laba
kotor (Rp.790.123.925)
2. Analisis Prediki Kebangkrutan PT Semen Indonesia Tbk

Ialah analisis guna memperoleh tanda-tanda awal tentang kebangkrutan.


Kegagalan atau Kesulitan keuangan dan kebangkrutan merupakanistilah untuk
perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan.

Analisis Kebangkrutan Univariate, Pendekatan tunggal (univariate) bisa


dipakai untuk memprediksi kesulitan keuangan dengan asumsi bahwa distribusi
variable keuangan untuk perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan berbeda
dengan distribusi variable keuangan untuk perusahaan yang tidak mengalami
kebangkrutan.

Analisis Kebangkrutan Multivaraite, Dikutip dari buku Analisis Laporan


Keuangan( Hanafi dan Halim, 2009), teknik multivariate terdiri dari:

 Model logit

 Model probit

 Model diskriminan

MODEL DISKRIMINAN ALTMAN (1968)

Zi = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0 X5


dimana

• Zi = indeks kebangkrutan

• X1 = (Aktiva lancar - Hutang lancar)/Total Aktiva

• X2 = Laba Yang Ditahan/Total Aset

• X3 = Laba Sebelum Bunga dan Pajak/Total Aset

• X4 = Nilai Pasar saham biasa dan


preferen/Nilai Buku total hutang

• X5 = Penjualan/Total Aset

Data Laporan Keuangan PT Semen


Indonesia Tbk
Periode 2016

Tahun 2016
Aktiva Lancar Rp 10.373.158.827
Huatang Lancar Rp 8.151.673.428
Total Aktiva Rp 44.226.895.982
Laba Ditahan Rp 1.458.257.900
Total Aset Rp 44.226.895.982
EBIT Rp 5.084.621.543
Total Aset Rp 44.226.895.982
Nialai pasar
saham Rp 93.152.000
Total Utang Rp 13.652.504.525
Penjuaan Rp 26.134.306.138
Total Aset Rp 44.226.895.982

• X1 = (Aktiva lancar - Hutang lancar)/Total Aktiva

= (Rp. 10.373.158.827- Rp.8.151.673.428)/ Rp 44.226.895.982

= 5,022 %

• X2 = Laba Yang Ditahan/Total Aset

= Rp 1.458.257.900 / Rp 44.226.895.982

= 3,29 %

• X3 = Laba Sebelum Bunga dan Pajak/Total Aset

= Rp 5.084.621.543 / Rp 44.226.895.982

= -11,49 %

• X4 = Nilai Pasar saham biasa dan preferen/Nilai Buku total hutang

= Rp 93.152.000 / Rp 13.652.504.525
= 0,682 %

X5 = Penjualan/Total Aset

= Rp 26.134.306.138 / Rp 44.226.895.982

= 0,59 kali

Zi = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0 X5

= 0,012 (5,022%) + 0,014 (3,29%) + 0,033 (-11,495)+0,006 (0,682%)


+0,100 (0,59)

= 0,065 + 0,046 + 0,379 + 0,004 + 0,59

= 1,08

Tabel Parameter Potensi Kebangkrutan

Dengan market Dengan book


value value
Tidak bangkrut
2,99 2,9
Jika Zi >
Bangkrut
1,81 1,2
Jika Zi <
Daerah rawan 1,81-2,99 1,20-2,90

Daerah rawan merupakan kemungkinan munculnya klasifikasi yang salah

Dibandingkan Z (Zeta) Scorenya,

Posisi Perusahaan berada antara 1,08 or less, berarti perusahaan dalam konsisi
Very High Probability Bankruptcy.
3. Analisis Keuangan Performa
Proyeksi Laporan Laba Rugi
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

Tahun 2016 Common


Keterangan 2017 2018 2019
(Nyata) Size
Penjualan 26.134.306 100 28.619.679 31.341.410 34.321.978
HPP 16.278.434 62,3 17.826.513 19.521.814 21.378.339
Margin Kotor 9.855.872 37,7 10.793.165 11.819.595 12.943.639
Biaya penjualan, umum
dan administrasi 4.771.250 18,3 5.224.996 5.721.893 6.266.045
EBIT 5.084.622 19,5 5.568.170 6.097.702 6.677.594
Pajak 549.585 2,1 601.851 659.087 721.766
Laba Bersih 4.535.037 17,4 4.966.319 5.438.616 5.955.828

Tahun
2016 Pertumbuhan
Keterangan (Nyata) ItemIndividu 2017 2018 2019
Penjualan 26.134.306 8 28.619.679 31.341.410 34.321.978
HPP 16.278.434 12,73 18.350.679 20.686.720 23.320.140
Margin Kotor 9.855.872 2,01 10.053.975 10.256.060 10.462.207
Biaya penjualan, umum
dan administrasi 4.771.250 12,89 5.386.264 6.080.554 6.864.337
EBIT 5.084.622 -4,51 4.885.306 4.636.331 4.427.233
Pajak 549.585 -14,8 468.246 398.946 339.902
Laba Bersih 4.535.037 -1,45 4.469.279 4.404.474 4.430.610

Proyeksi Neraca Pendekatan Common Size


PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
common
Aktiva 2016 2017 2018 2019
size
Kas 2.834.444 6,41 2.871.292 2.908.619 2.946.431
Piutang Dgang 4.018.284 9,09 4.518.159 5.080.217 5.712.197
Persediaan 2.671.145 6,04 2.099.520 1.650.223 1.297.075
Aktiva lancar 10.373.159 23,45 11.070.235 11.814.155 12.608.066
Aktiva tetap 30.864.750 69,79 36.003.731 41.998.352 48.991.078
Aktiva lainnya 347.866 0,79 666.059 1.275.303 2.441.823
Total Aktiva 44.226.896 100 50.241.754 57.074.632 64.836.782
Passiva
Hutang Jangka Pendek 8.151.673 18,43 9.333.666 10.687.047 12.236.669
Hutang Jangka
Panjang 5.500.831 12,44 6.158.730 6.895.315 7.719.994
Total Hutang 13.652.505 30,87 15.458.731 17.503.922 19.819.690
Total Ekuitas 30.574.391 69,13 34.845.633 39.713.568 45.261.554
Ekuitas dan Liabilitas 44.226.896 100 50.241.754 57.074.632 64.836.782

4. Analisis Rasio Keuangan PT Semen Indonesia (perero) Tbk

Menurut munawir dalam bukunya Analisis Laporan Keuangan edisi ke-4


mengemukanan jika dlihat dari prosfek dan resiko keuangan perusahaan pada
masa yang akan datang, pada dasarnya rasio bisa dikelompokan menjadi empat
kategori :

1. Rasio Likuiditas
Yaitu mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendeknya.
a. Rasio Lancar
Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan melihat aset lancar perusahaan terhadap utang
lancarnya.
Aset Lancar
Rasio lancar =
Utang Lancar
b. Rasio Cepat
Rasio ini dihitung dengan mengurangkan Persediaan dari Aktiva
Lancar dan kemudian membagi hasilnya dengan Utang Lancar.
Aset alnacar - persediaan
Rasio Cepat =
Utang Lancar
2. Rasio Aktivitas
Mengukur sejauh mana efektivitas penggunaan aset dengan melihat
tingkat aktivitas aset.
a. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio).
Rasio ini dihitung dengan membagi Harga Pokok Penjualan dengan
Rata-rata Persediaan.
Harga Pokok Penjualan
Rasio Perputaran Persediaan=
Rata- rata persediaan
b. Rasio Perputaran Aset Tetap(Fixed Asset Turnover Ratio).
Rasio ini dihitung dengan membagi Penjualan dengan total jumlah
aset tetap.
Penjualan
Rasio Perputaran aset tetap =
Total Aset Tetap
c. Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover Ratio).
Rasio ini dihitung dengan membagi Penjualan dengan Rata-rata
Total Aktiva.
Penjualan
Rasio Perputaran total aktiva =
Total aktiva
d. Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover).
Rasio dihitung dengan membaagi jumlah penjualan dengan modal
kerja bersih (aktiva lancar-utang lancar).
Penjualan
Rasio Perputaran modal kerja =
Modal Kerja Bersih
3. Rasio Solvabilitas
Merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Semakin tinggi nilai rasionya,
maka semakin buruk kondisi perusahaan tersebut.
a. Rasio Utang (Debt Ratio)
Rasio ini memberikan tolak ukur seberapa besar total aktiva yang
dimiliki oleh perusahaan yang dibiayai melalui penggunaan utang.
Total Utang
Rasio Utang =
Total Aktiva
b. Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to equity ratio)
Rasio ini berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka panjangnya berdasarkan total ekuitas
perusahaan.
Rasio total utang Total Utang
thd total ekuitas =
Ekuitas Pmegang Saham

4. Rasio Profitabilitas
Merupakan rasio yang digunkan untuk melihat kemampuan perusahaan
didalam menghasilkan laba.semakin besar rasionya, makan semakin baik
pula bagi kinerja perusahaan tersebut.

a. Net Profit Margin


Rasio yang melihat kemampuan perusahaan didalam menghasilkan laba
pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini membandingkan penjualan
dengan laba bersih.
Laba Bersih
Net profit margin =
Penjualan
b. Return on Investment (ROI)
ROI merupakan perbandingan antara total aset dengan laba bersih.
Rasio ini melihat kemampuan perusahaan didalam menghasilkan laba
berdasarkan tingkat asset tertentu.
Laba Bersih
ROI =
Total Aset
c. Return on Equity (ROE)
Rasio yang melihat kemampuan perusahaan didalam menghasilkan laba
berdasarkan modal saham tertentu.

Laba Bersih
ROE =
Total Modal
Dividen per Lembar
dividen =
Earning per Lembar

Data Rincian Saldo Sebagai Dasar Perhitungan Rasio Keuangan


PT. SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk
Data Tahun 2014, 2015 dan 2016

PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk


KETERANGAN
2014 2015 2016
LIQUIDITY RATIO
Aktiva Lancar 11.648.544.675 10.538.703.910 10.373.158.827
Hutang Lancar 5.271.929.548 6.599.189.622 8.151.673.428
Persediaan 2.811.704.405 2.408.974.072 2.671.144.517
ACTIVITY RATIO
Piutang Usaha 2.553.653.508 2.716.270.338 3.199.717.689
Penjualan 26.987.035.135 26.948.004.471 26.134.306.138
HPP 15.408.157.860 16.302.008.098 16.278.433.690
Total Aktiva 34.331.674.737 38.153.118.932 44.226.895.982
Aktiva Tetap 22.683.130.062 27.614.415.022 33.853.737.155
Modal Kerja Bersih 6.376.615.127 3.939.514.288 2.221.485.399
Rata-rata Persediaan 2.728.798.461 2.610.339.239 2.540.059.295
SOLVABILITY
RATIO
Total Hutang 9.326.744.733 10.712.320.531 13.652.504.525
Total Aktiva 34.331.674.737 38.153.118.932 44.226.895.982
Ekuitas Pemegang shm 24.046.464.675 26.419.541.790 29.035.195.760
PROFITABILITY
Laba Bersih (EAT) 5.567.659.839 4.525.441.038 4.535.036.823
Penjualan 26.987.035.135 26.948.004.471 26.134.306.138
Total Aset 34.331.674.737 38.153.118.932 44.226.895.982
Total Modal 25.004.930.004 27.440.798.401 30.574.391.457

Hasil Perhitungan

1. Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
LIQUIDITY RATIO RUMUS 2014 2015 2016
Aset Lancar 11.648.544.675 10.538.703.910 10.373.158.827
Current Ratio Utang Lancar 5.271.929.548 6.599.189.622 8.151.673.428
Hasil 2,21 1,60 1,27
Current ratio PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tahun 2014 terlihat
adalah sebesar 2,21 yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 utang lancar
dijamin oleh aset lancar sebesar Rp 2,21. Yang berarti perusahaan
mampu menjamin utang lancarnya karena bernilai lebih dari 200%.

b. Acid Test Ratio


Aset Bersih 8.836.840.270 8.129.729.838 7.702.014.310
Acid Test Ratio Utang Lancar 5.271.929.548 6.599.189.622 8.151.673.428
Hasil 1,68 1,23 0,94
Dari informasi diatas bisa dilihat jika PT. Semen Indonesia terus
mengalami trend negatif tercetat sejak 2015 yang turun sekitar 0,45
dan tahun 2016 turun lagi sebesar 0,29 dalam hal likuiditas
berdasarkan rasio cepat.

2. Rasio Solvabilitas
a. Debt Ratio
LAVERAGE RATIO 2014 2015 2016
Total Utang 9.326.744.733 10.712.320.531 13.652.504.525
Debt Ratio Total aktiva 34.331.674.737 38.153.118.932 44.226.895.982
Hasil 0,27 0,28 0,31

Total debt to total asset ratio (DTA) untuk PT Semen Indonesia Tbk
ditahun 2016 terlihat nilai DTA yaitu sebesar 0,31 yang berarti setiap
Rp 0,31 utang perusahaan dijamin oleh Rp 1,00 aset perusahaan.
Semakin rendah nilai total debt to total asset ratio, maka semakin baik
keadaan keuangan perusahaan.

b. Debt To Eqity Ratio


Total Utang 9.326.744.733 10.712.320.531 13.652.504.525
Debt to Equity Ratio Total M. Saham 24.046.464.675 26.419.541.790 29.035.195.760
Hasil 0,39 0,41 0,47

Debt to equity ratio (DER) PT Semen Indonesia Tbk pada tahun 2016
terlihat memiliki nilai sebesar 0,47 yang berarti setiap Rp 1,00
pendanaan ekuitas, terdapat Rp 0,47 pendanaan dari kreditur. Semakin
rendah debt to equity ratio, menunjukan kinerja keuangan yang baik
bagi perusahaan.

3. Rasio Aktivitas
a. Inventory Turnover
ACTIVITY RATIO 2014 2015 2016
HPP 15.408.157.860 16.302.008.098 16.278.433.690
Inventories Turnover Rata-rata persdaan 2.728.798.461 2.610.339.239 2.540.059.295
Hasil 5,65 6,25 6,41
Perputaran persediaan PT Semen Indonesia Tbk tahun 2014
menunjukan aset tetap berputar sebanyak 5,65 kali. Semakin rendah
perputaran persediaan, semakin baik kinerja keuangan perusahaan,
selain itu menandakan semakin efektif pengelolaan persediaan oleh
manajemen untuk menghasilkan penjualan.

b. Total Asset Turnover


Penjualan 26.987.035.135 26.948.004.471 26.134.306.138
Total Asset Turnover Total Aset 34.331.674.737 38.153.118.932 44.226.895.982
Hasil 0,79 0,71 0,59

Perputaran Total Aset untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk


ditahun 2016 menunjukan nilai sebesar 0,59 yang berarti total aset
berputar sebanyak 0,59 kali. Semakin tinggi nilai, maka semakin
efektif dalam penggunaan total aset dan semakin baik manajemen
perusahaan tersebut.

c. Fixed Asset Turnover


Penjualan 26.987.035.135 26.948.004.471 26.134.306.138
Fixed Asset Turnover Total Aset Tetap 22.683.130.062 27.614.415.022 33.853.737.155
1,19 0,98 0,77

Perputaran aset tetap PT Semen Indonesia Tbk tahun 2014


menunjukan aset tetap berputar sebanyak 1,19 kali. Semakin tinggi
perputaran aset tetap, semakin baik kinerja keuangan perusahaan,
selain itu menandakan semakin efektif penggunaan aktiva tetap dan
juga semakin efektif pengelolaan persediaan oleh manajemen untuk
menghasilkan penjualan.

d. Working Capital Turnover


Penjualan 26.987.035.135 26.948.004.471 26.134.306.138
Working Capital
Turnover Modal kerja bersih 6.376.615.127 3.939.514.288 2.221.485.399
Hasil 4,23 6,84 11,76

Perputaran modal kerja PT Semen Indonesia Tbk tahun 2016


menunjukan aset tetap berputar sebanyak 11,76 kali. Makin pendek
periode tersebut berarti makin cepat perputaran atau makin tinggi
perputarannya (turn over rate-nya). Berapa lama periode perputaran
modal kerja adalah tergantung berapa lama periode perputaran dari
masing-masing komponen dari modal kerja tersebut.

4. Rasio Profitabilitas
a. ROA
Current Ratio 2014 2015 2016
Laba Bersih 5.567.659.839 4.525.441.038 4.535.036.823
ROA Total Aset 34.331.674.737 38.153.118.932 44.226.895.982
Hasil 0,16 0,12 0,10

Return on Asset (ROA) untuk PT Semen Indonesia Tbk tahun 2016


menunjukan nilai sebesar 0,10 yang berarti kemampuan perusahaan
dalam
menghasilkan laba bersih adalah sebesar 0,10 atau 10,1% dari aset
yang di gunakan dalam keseluruhan operasi. Semakin tinggi nilai
ROA, semakin efisien penggunaan aset oleh manajemen yang berarti
semakin profit atau semakin baik kinerja keuangan yang dicapai
perusahaan.

b. ROE
Laba Bersih 5.567.659.839 4.525.441.038 4.535.036.823
ROE Total Modal 25.004.930.004 27.440.798.401 30.574.391.457
Hasil 0,22 0,16 0,15

Return on Equity (ROE) untuk PT Semen Indonesia Tbk tahun 2014


adalah sebesar 0,22 yang berarti kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih adalah sebesar 0,22 atau 22,1% dari modal
yang di investasikan . Semakin tinggi nilai ROE, menunjukan semakin
efisien penggunaan modal oleh perusahaan, dan semakin tinggi profit
yang diperoleh serta semakin baik kinerja keuangan yang dicapai
perusahaan.

c. Net Profit Margin


Laba Bersih 5.567.659.839 4.525.441.038 4.535.036.823
Net Profit Margin penjualan 26.987.035.135 26.948.004.471 26.134.306.138
Hasil 0,21 0,17 0,17

Net Profit Margin untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada


tahun 2014 terlihat menunjukan nilai sebesar 0,21 yang berarti bahwa
setiap Rp 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba usaha sebesar Rp
0,21. Semakin tinggi nilai net profit margin, semakin baik laba yang
dihasilkan oleh perusahaan yang berarti semakin baik pula kinerja
keuangan yang dicapai perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA

Munawir. 1979. Analisis Laporan Keuangan. Liberty : Yogyakarta.


http://www.idx.co.id/id-
id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx
(Laporan Keuangan PT Semen Indonesia 2014-2016) diakses pada
Selasa, 12 Desember 2017 pukul 19.25 WIB.
http://www.semenindonesia.com/laporan-penjualan/ (Laporan Penjualan PT
Semen Indonesia periode 2015) diakses pada selasa, 12 Desember 2017
pukul 19.43 WIB.
Anisastia, nanda. 2017. Analisis Keuangan Untuk Mengukur Kinerja
Keuangan Pada Perusahaan Semen Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia Periode 2010-2015. Universitas Muhamaddiyah Surakarta :
solo.
http://www.kajianpustaka.com/2012/12/rasio-aktivitas.html (Macam-macam
Analisis rasio aktivitas) diakses pada rabu, 13 Desmber 2017pukul 13.15
WIB.
Power Point Kelompok 8, 10, dan 11.