Anda di halaman 1dari 20

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Tanda Bahaya Pada Kehamilan


Hari/Tanggal : 14 Maret 2018
Pukul : 08.00-08.30 WIB
Tempat : Poli Klinik Obgyn/Kebidanan RSUD Cengkareng
Sasaran : Ibu Hamil dan Keluarga
Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners Universitas Mh.Thamrin Jakarta

A. Latar Belakang
Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda
bahaya atau risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan
terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan.
Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologis atau alamiah. Namun setiap
kehamilan berpotensi menjadi patologis. Tenaga Kesehatan seperti dr,
bidan/perawat harus dapat melakukan upaya promotif dan preventif untuk
mengantisipasi terjadinya komplikasi dan kelainan dalam kehamilan
(Indrayani,2011). Seorang ibu hamil kemungkinan akan mengalami
penyimpangan kehamilannya, komplikasi yang dapat dialami ibu hamil dibagi
sesuai masa kehamilannya (Manuaba, 2009).

Diperkirakan setiap tahunnya 300.000 ibu di dunia meninggal ketika melahirkan.


Sebanyak 99% kasus kematian ibu terjadi di negara berkembang. Hal ini
terungkap berdasarkan laporan terbaru yang dirilis United Nations Population
Fund (UNFPA). Sampel dari studi ini dilakukan di 58 negara di dunia, termasuk
Indonesia (Pudiastuti,2011). Tahun 2011 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia
mencapai 228 kasus per 100.000 kelahiran hidup. Diperkirakan 10.500 ibu di
Indonesia mati saat melahirkan tiap tahunnya. Pada 2015 AKI ditargetkan turun

1
menjadi 102 kasus per 100.000 kelahiran untuk mencapai tujuan pembangunan
Millenium Development Goals (MDGs) (Pudiastuti, 2011).

Banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya hal tersebut. Diantaranya wanita
tidak mengetahui mengenai jenis komplikasi dalam masa kehamilan, serta
cakupan wanita hamil yang memeriksakan dirinya di fasilitas kesehatan lebih
rendah dari target PWS-KIA (Sulistyawati, 2011).

Pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil sangat perlu dilakukan secara
teratur. Hal ini bertujuan menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan
anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan
anak yang sehat. Selain itu juga untuk mendeteksi dini adanya kelainan,
komplikasi dan penyakit yang biasanya dialami oleh ibu hamil sehingga hal
tersebut dapat dicegah ataupun diobati dengan demikian angka morbiditas dan
mortalitas ibu dan bayi dapat berkurang (Marmi, 2009).

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapat penyuluhan diharapkan ibu hamil dan keluarga dapat
mengetahui apa saja tanda bahaya dalam kehamilan
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan diharapkan ibu hamil dan keluarga
dapat:
a. Menyebutkan tanda bahaya kehamilan
b. Menjelaskan tanda bahaya kehamilan
c. Menjelaskan cara penanganan awal terhadap tanda bahaya kehamilan

2
C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Materi (Terlampir)
a. Definisi
b. Tanda-tanda bahaya kehamilan
c. Penyebab tanda bahaya kehamilan
d. Penanganan awal tanda bahaya kehamilan

2. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi/Tanya Jawab
3. Media dan Alat
a. Leaflet
4. Waktu dan Tempat
Hari / Tanggal : 14 Maret 2018
Jam : 08. 00 – 08.30 WIB
Tempat : Poli Klinik Obgyn/Kebidanan RSUD Cengkareng

5. Pengorganisasian

Moderator : Eneng Suhana

Leader : Faradilla Attamimi

Co Leader : Ade Esti/ Ambar Puspita

Observer : Hana Melinda

Fasilitator : Cindy Nova Sely

Rizky Chandra

3
D. Kegiatan Penyuluhan

NO Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Waktu


Siswa-Siswi

I Pembukaan

- Penyuluh memberikan salam - Menjawab


salam 5 Menit
- Penyuluh memperkenalkan - Menyimak
anggota penyuluh
- Penyuluh menjelaskan tentang - Menyimak
topik penyuluhan
- Penyuluh membuat kontrak
- Menyimak
- Penyuluh menjelaskan tujuan
penyuluhan - Menyimak

- Menyimak

II Pelaksanaan

- Menjelaskan Definisi - Menyimak 15 Menit


- Menjelaskan tanda-tanda
bahaya pada kehamilan - Menyimak
- Menjelaskan penyebab tanda
bahaya pada kehamilan - Menyimak
- Menjelaskan Penanganan awal
terhadap tanda bahaya - Menyimak
kehamilan
- Menyimak
- Diskusi

 Ibu hamil dan keluarga


diberi kesempatan untuk - Ibu hamil dan
bertanya dan mengemu keluarga
bertanya
kakan pendapat
 Penyuluh menjawab
pertanyaan dari ibu - Ibu hamil dan
hamil dan keluarga Keluarga
 Melakukan evaluasi Menyimak
atas materi yang telah
diberikan dengan cara
- Ibu hamil dan

4
mengajukan pertanyaan Keluarga
ke ibu hamil dan Menjawab
keluarga
.

III Penutup
- Penyuluh memberi kesimpulan - Menyimak 5 Menit
atas penyuluhan yang telah
dilakukan
- Menutup penyuluhan - Menyimak
- Acara selesai - Menyimak

E. Evaluasi

1. Evaluasi Struktur

Mahasiswa penyuluh, ibu hamil dan keluarga pada posisi yang sudah
direncanakan

a. Media dan alat memadai.


b. Waktu pelaksanaan tepat waktu.
c. lingkungan yang tenang dan mendukung

2. Evaluasi Proses

a. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan yang di


rencanakan.
b. Penyuluh menyampaikan materi menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti.
c. Ibu hamil dan Keluarga mendengarkan dengan penuh perhatian.
d. Ibu hamil dan Keluarga terbuka dan berperan aktif dalam kegiatan
penyuluhan.
e. Tujuan khusus dapat dicapai

5
3. Evaluasi Hasil
Setelah mengikuti penyuluhan Ibu hamil dan keluarga mampu
a. Menyebutkan tanda bahaya kehamilan
b. Menjelaskan tanda bahaya kehamilan
c. Menjelaskan cara penanganan awal terhadap tanda bahaya kehamilan

F. Uraian Tugas

1. Penanggung jawab
Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan

2. Moderator

a. Pada acara pembukaan

1) Membuka acara
2) Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing lahan dan
pendidikan
3) Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan
4) Menjelaskan kontrak waktu ( jam)

b. Kegiatan inti

1) Meminta ibu hamil dan keluarga memberikan pertanyaan atas penjelasan


yang tidak dipahami
2) Memberikan kesempatan pada mahasiswa penyuluh atas pertanyaan yang
diajukan untuk dijawab

c. Pada acara penutup

1) Menyimpulkan dan menutup diskusi


2) Mengucapkan salam

3. Leader / Co-Leader

a. Memberikan penyuluhan pada keluarga


b. Melakukan evaluasi

4. Fasilitator

a. Memotivasi keluarga agar berperan aktif


b. Membuat absensi penyuluhan

6
c. Mengantisipasi suasana yang dapat menganggu kegiatan penyuluhan

5. Observer

a. Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir


b. Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, I.A.C, 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC

Marmi, 2012. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Susilawati, L, 2012. Tingkat Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang tanda


bahaya kehamilan di RB Marga Waluya Surakarta Tahun 2012. Karya Tulis
Ilmiah

7
Lampiran Materi

Tinjauan Pustaka

Tanda Bahaya Kehamilan

A. Definisi
Kehamilan adalah suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan
sehingga menghasilkan janin yang akan tumbuh di dalam rahim seorang wanita
(Waryana, 2010).

Menurut Manuaba (2010), kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan:


1. Kehamilan trimester 1 (umur kehamilan 0 sampai 12 minggu)
Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang harus dinikmati, harapan dan
perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi. Meskipun setiap tahap
kehamilan mempunyai karakter yang berbeda, kehamilan trimester pertama
dapat merupakan saat yang sulit juga.
2. Kehamilan trimester II (umur kehamilan13 sampai 28 minggu)
Janin memiliki panjang dari kepala ke bokong sekitar 65 – 78 mm dan
beratnya antara 13 – 20 gram, seukuran buah pir. Memasuki trimester kedua,
plasenta sudah berkembang sempurna dan memberikan oksigen, nutrisi, serta
membuang produk sisa janin. Plasenta juga memproduksi hormon
progesteron dan estrogen untuk menjaga kehamilan. Kelopak mata bayi sudah
terbentuk untuk melindungi mata janin selama perkembangan.
3. Kehamilan trimester III (umur kehamilan 29 sampai 40 minggu)
Trimester III adalah trimester terakhir dari kehamilan. Janin sedang berada di
dalam tahap penyempurnaan dan akan semakin bertambah besar sampai
memenuhi seluruh rongga rahim. Semakin besar janin maka akan semakin

8
terasa seluruh pergerakan janin. Jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan
memperhatikan tanda- tanda kegawatan seperti tanda kelahiran prematur.

Cara untuk mendeteksi dini adanya kelainan, komplikasi dan penyakit yang
biasanya dialami oleh ibu hamil sehingga hal tersebut dapat dicegah ataupun
diobati.
1. Pemeriksaan Kehamilan dini (Early ANC Detection)
Menurut Sulistyawati (2012), kunjungan antenatal care (ANC) minimal 4
kali, yaitu:
a. Satu kali pada trimester I
Informasi yang diberikan pada trimester I yaitu, menjalin hubungan
saling percaya, deteksi masalah pada tahap awal pemberian asuhan,
mencegah masalah, persiapan persalinan dan komplikasi, perilaku sehat
meliputi gizi, latihan atau senam, kebersihan, dan istirahat).
b. Satu kali pada trimester II
Setelah pasien sudah cukup paham dengan informasi yang harus
ddiketahui pada trimester I, maka pada trimester II bidan memberikan
informasi yang berkaitan denan pre eklampsi ringan.
c. Dua kali pada trimester III
Pada usia kehamilan ini informasi yang disampaikan adalah hasil
pemeriksaan kesejahteraan janin dalam kandungan, salah satunya adalah
janin tunggal atau ganda. Informasi tersebut akan mengurangi beberapa
kekhawatiran yang dirasakan oleh ibu dan keluarga berkaitan dengan
janin. Gambaran persalinan yang akan dilalui merupakan salah satu hal
yang dikhawatirkan oleh ibu dan keluarga pada akhir masa kehamilan.
Informasi mengenai kepastian letak dan posisi janin akan mengurangi
kecemasan pasien.

9
2. Skrining Deteksi Dini
Menurut Marmi (2009), skrining deteksi dini yaitu USG, merupakan suatu
media diagnostik dengan menggunakan gelombang ultrasonik untuk
mempelajari struktur jaringan berdasarkan gelombang ultrasonik.
Pemeriksaan USG pada kehamilan normal usia 5 minggu.

B. Tanda-Tanda Bahaya pada Kehamilan


1. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I (0-12 Minggu)

Perdarahan Pada Kehamilan Muda Salah satu komplikasi terbanyak pada


kehamilan ialah terjadinya Perdarahan. Perdarahan dapat terjadi pada setiap usia
kehamilan. Pada kehamilan muda sering dikaitkan dengan kejadian abortus,
misscarriage, early pregnancy loss. Perdarahan pada kehamilan muda dikenal
beberapa istilah sesuai dengan pertimbangan masing-masing, setiap terjadinya
perdarahan pada kehamilan maka harus selalu berfikir tentang akibat dari
perdarahan ini yang menyebabkan kegagalan kelangsungan kehamilan (Hadijanto,
2008).

a. Abortus Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum


janin dapat hidup di luar kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang
dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram (Hadijanto, 2008).
b. Kehamilan ektopik Adalah suatu kehamilan yang pertumbuhan sel telur telah
dibuahi tidak menempel pada dinding endometrium kavum uteri. Lebih dari
95% kehamilan ektopik berada di saluran telur (tuba Fallopii). terjadinya
kehamilan ektopik tersering karena sel telur yang telah dibuahi dalam
perjalanannya menuju endometrium tersendat sehingga embrio sudah
berkembang sebelum mencapai kavum uteri dan akibatnya akan tumbuh di
luar rongga rahim. Bila kemudian tempat nidasi tersebut tidak dapat
menyesuaikan diri dengan besarnya buah kehamilan, akan terjadi rupture dan
menjadi kehamilan ektopik terganggu (Hadijanto, 2008).

10
Tanda dan gejala pada kehamilan muda, dapat atau tidak ada perdarahan
pervaginam, ada nyeri perut kanan/kiri bawah. Berat atau ringannya nyeri
tergantung pada banyaknya darah yang terkumpul dalam peritoneum. Dari
Pemeriksaan fisik didapatkan rahim yang juga membesar, adanya tumor
didaerah adneksa. Adanya tandatanda syok hipovolemik yaitu hipotensi,
pucat dan ekstremitas dingin, adanya tanda-tanda abdomen akut yaitu perut
tegang bagian bawah, nyeri tekan dan nyeri lepas dinding abdomen. Dari
Pemeriksaan dalam serviks teraba lunak, nyeri tekan, nyeri pada uterus kanan
dan kiri.
c. Mola hidatidosa Adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar
dimana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami
perubahan berupa degenerasi hidropik. Secara makroskopik, molahidatidosa
mudah dikenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang,
berisi cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa millimeter sampai
1 atau 2 cm. Menurut Hadijanto (2008) pada permulaannya gejala mola
hidatidosa tidak seberapa berbeda dengan kehamilan 19 biasa yaitu mual,
muntah, pusing, dan lain-lain, hanya saja derajat keluhannya sering lebih
hebat. Perdarahan merupakan gejala utama mola. Biasanya keluhan
perdarahan inilah yang menyebabkan mereka datang ke rumah sakit. Gejala
perdarahan ini biasanya terjadi antara bulan pertama sampai ketujuh dengan
rata-rata 12-14 minggu. Sifat perdarahan bias intermiten, sedikit-sedikit atau
sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Karena
perdarahan ini umumnya pasien mola hidatidosa masuk dalam keadaan
anemia.
d. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan Mual dan muntah adalah
gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi
pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan
berlangsung selama 10 minggu. Perasaan mual ini karena meningkatnya
kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. 20 Mual dan muntah yang
sampai menggangguaktifitas seharihari dan keadaan umum menjadi lebih
buruk, dinamakan Hiperemesis Gravidarum.

11
e. Selaput kelopak mata pucat Merupakan salah satu tanda anemia. Anemia
dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin di bawah 11
gr% pada trimester I. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi
besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berinteraksi.
Anemia pada trimester I bisa disebabkan karena mual muntah pada ibu hamil
dan perdarahan pada ibu hamil trimester I.
f. Demam Tinggi Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38ºC dalam
kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala
adanya infeksi dalam kehamilan. Menurut SDKI tahun 2007 penyebab
kematian ibu karena infeksi (11%). Penanganan demam antara lain dengan
istirahat baring, minum banyak dan mengompres untuk menurunkan suhu.
Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya
mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang kemudian
menyebabkan timbulnya tanda atau gejala–gejala penyakit. Pada infeksi berat
dapat terjadi demam dan gangguan fungsi 21 organ vital. Infeksi dapat terjadi
selama kehamilan, persalinan dan masa nifas.
2. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II
a. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala biasa terjadi selama kehamilan dan seringkali merupakan
ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang
menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang
menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit
kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya
menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yamg hebat dalam kehamilan
adalah gejala pre-eklampsia.

Penanganan:
Sakit kepala yang hebat pada ibu hamil biasanya dicurigai gejala dari
preeklampsia, penanganannya dengan istirahat yang cukup apabila tidak
terjadi perubahan dilakukan pengobatan secara sistematis karena etiologi

12
preeklampsia, dan faktor apa dalam kehamilan yang menyebabkannya
(Widyastuti, 2010).

b. Gerakan janin berkurang


Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu
dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan
melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu
berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.
Kurangnya gerakan janin biasanya pengaruh dari kondisi ibu, nutrisi, dan
tidak pernah terjadi kecelakaan yang dapat mengakibatkan benturan . Atau
pengaruh dari janin sendiri.

Penanganan:
Istirahat yang cukup, perbaiki nutrisi dan melakukan pemeriksaan yang rutin
(Sastrawinata S, 2005).
c. Nyeri perut yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah
tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang
mengancam keselamatan jiwa adalah hebat, menetap dan tidak hilang setelah
istirahat. Hal ini bias berarti appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi,penyakit
kantong empedu, iritasi uterus, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya.

Penanganan:
Istirahat yang cukup apabila tidak terjadi perubahan, segera ke rumah sakit
untuk melakukan pemeriksaan, karena kemungkinan terjadi kehamilan
ektopik, aborsi sangat besar
(Wiknjosastro, 2007).

13
d. Demam
Ibu menderita demam dengan suhu > 38 c dalam kehamilan merupakan suatu
masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam
kehamilan. Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum
banyak, dan mengompres untuk menurunkan suhu. Demam dapat disebabkan
oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke
dalam tubuh wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau
gejala- gejala penyakit. Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan
fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan dan
masa nifas (Saifuddin,2002).

Penanganan:
Ibu yang menderita demam dapat dicurigai terjadinya infeksi, anjurkan
istirahat yang cukup dan pemberian obat.

e. Muntah yang terus menerus (Hiperemesis gravidarum)


Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan selama masa
hamil. Muntah yang membahayakan ini dibedakan dari morning sickness
normal yang umum dialami wanita hamil karena intensitasnya melebihi
muntah normal dan berlangsung selama trimester pertama kehamilan.
Sehubungan dengan adanya ketonemia, penurunan berat badan dan dehidrasi,
hiperemesis gravidarum dapat terjadi disetiap trimester (Varney, 2007).

Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon


estrogen dan hCG (human chorionic gonadotrophin) dalam serum. Pengaruh
fisiologi kehamilan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf
pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita
dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual dan
muntah dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari- hari menjadi
terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah yang disebut

14
hiperemesis gravidarum, keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan
berat ringannya penyakit (Prawirohardjo, 2002).

Penanganan:
Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan
penerapan tentang kehamilan misalnya:
1) Makan sedikit tapi sering.
2) Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak.
3) Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir daripada
makanan padat.
4) Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya
makanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah
pada waktu berikutnya.
5) Jahe merupakan obat alami untuk mual. Cincang dan makan bersama
sayuran serta makanan lain.
6) Isap sepotong jeruk yang segar ketika merasa mual.
7) Hindari hal–hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi.
8) Istirahat cukup.
9) Hindari hal–hal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan, yang
dapat memicu rasa mual (Muchtar R, 2002).
10) Tapi apabila muntah terus terjadi, lakukan pemberian obat seperti
pemberian antihistamin, vitamin dan segera lakukan perawatan medis.

3. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III


Trimester III biasanya disebut periode menunggu dan waspada sebab pada
saat itu ibu tidak sabar menunggu kehadiran bayinya. Gerakan bayi dan
membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya.
a. Prinsip mengenali Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III
Menurut Marmi (2009), pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil
sangat perlu dilakukan secara teratur. Hal ini bertujuan untuk
menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama

15
kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang
sehat.

b. Jenis-jenis Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III


1) Kehamilan dengan Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi permanen meningkatnya tekanan darah
dimana biasanya tidak ada penyebab yang nyata. Kadang- kadang
keadaan ini dihubungkan dengan penyakit ginjal,
phaeochromocytoma atau penyempitan aorta dan keadaan ini lebih
sering muncul pada saat kehamilan (Marmi, 2009).

Menurut Manuaba (2008), gambaran klinis dapat dijabarkan sebagai


berikut:
a) Kenaikan tekanan darah sistolik dan diastolik 30 mmHg atau 15
mmHg. Tekanan darah absolut 140/90 atau 160/110 yang diambil
selang 6 jam dalam keadaan istirahat.
b) Edema, merupakan timbunan cairan tubuh yang tampak atau tidak
tampak. Perhitungan kenaikan berat badan melebihi ¾ - 1
kg/minggu.

Penatalaksanaan kehamilan dengan hipertensi harus mendapat


penanganan yaitu dianjurkan untuk lebih banyak istirahat dan
menghindari peningkatan berat badan terlalu banyak. Kesejahteraan
janin dipantau secara ketat untuk mendeteksi adanya retardasi
pertumbuhan. Jika ditemukan tekanan darah 160/100 mmHg harus
dirawat di rumah sakit. Obat-obatan antihipertensi dan sedative
boleh diberikan untuk mengontrol tekanan darah (Marmi, 2011).
2) Perdarahan
Menurut Manuaba (2008)
a) Perdarahan plasenta previa

16
Perdarahan plasenta previa adalah keadaan implantasi plasenta
sedemikian rupa sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut
rahim, sehingga pembuluh darah besar ada pada sekitar mulut
rahim, dengan makin tuanya kehamilan dan terjadi pembentukan
segmen bawah rahim terjari pergeseran plasenta beserta
pembuluh darah sehingga terjadi perdarahan (Manuaba, 2008).

Menurut Marmi (2011), penyebab plasenta previa tidak diketahui,


tetapi faktor-faktor berikut dapat dihubungkan, yaitu:
 Multiparitas
 Kehamilan multiple
 Umur, ibu yang lebih tua berisiko dari pada ibu yang lebih
muda
 Uterus sikatrik
 Riwayat myomektomi
 Merokok
 Kelainan plasenta.
3) Sakit Kepala yang hebat dan menetap
Sakit kepala selama kehamilan adalah umum dan sering kali
merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit
kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit
kepala hehat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.
Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut ibu
mungkin mengalami penglihatan yang kabur atau terbayang. Sakit
kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre eklampsia
(Sulistyawati, 2009).
4) Pandangan kabur
Pandangan kabur karena pengaruh hormonal dalam kehamilan,
ketajaman visual ibu dapat berubah. Perubahan kecil adalah normal.
Masalah pengelihatan yang mengindikasikan keadaan yang
mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya

17
pandangan kabur atau terbayang dan berbintik-bintik, perubahan
penglihatan mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat.
Perubahan pandangan mendadak mungkin merupaka tanda pre
eklampsia (Yulifah, dkk, 2010).
5) Bengkak di wajah dan jari-jari tangan
Hampir seluruh ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki
yang biasanya muncul pada sore hari dan biasana hilang setelah
beristirahat atau meletakkannya lebih tinggi. Bengkak dapat
menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada permukaan
muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan diikuti dengan
keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan anemia, gagal,
jantung atau pre eklampsia (Sulistyawati, 2009).
6) Gerakan janin tidak terasa
Ibu mulai merasakan gerakan janin selama bulan ke-5 atau ke-6,
beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi
tidur, gerakannya akan melemah, bayi harus bergerak paling sedikit
3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan janin bayi akan lebih mudah
terasa jika berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum
dengan baik (Yulifah, dkk, 2010).
7) Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan denan persalinan normal
adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan
masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat,
menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti
apendisitis, kehamilan ektopik, penyakit radang pelvis persalinan
preterm, gastritis (Yulifah, dkk, 2010).

18
C. Pencegahan Tanda Bahaya kehamilan
1. Melakukan pelayanan antenatal minimal 4 kali selama kehamilan
2. Skrining Deteksi Dini
3. Istirahat yang cukup
4. Menkonsumsi makanan yang sehat utamanya makanan yang tinggi
protein dan mengurangi konsumsi makanan yang dapat menimbulkan
preeklampsia atau eklampsia.
5. Meningkatkan promosi kesehatan kesehatan dan mengusahakan agar
semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya.
6. Mencari pada tiap pemeriksaan kemungkinan tanda-tanda preeklampsia
dan eklampsia serta melakukan pengobatan apabila ditemukan
(Suririnah, 2011).

19
DAFTAR PUSTAKA

1. Bantuk, Hadijanto. 2008. Perdarah pada Kehamilan Muda. Jakarta: PT


Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
2. Manuaba, I.A.C, 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta:
EGC
3. Marmi, 2012. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
4. Susilawati, L, 2012. Tingkat Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang
tanda bahaya kehamilan di RB Marga Waluya Surakarta Tahun 2012.
Karya Tulis Ilmiah
5. Manuaba, I.A.C, 2010. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri
Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC
6. Waryana, 2010. Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rihama
7. Saifuddin, Abdul Bari. 2010. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal
dan Neonatal. Yogyakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
8. SDKI. 2012. Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Tinggi. Online
(Available): http://batavise.co.id//contenct/angka-kematian-ibu-di-
indonesia- tinggi.html.
9. Sembiring, Arihta. 2013. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Tanda Bahaya kehamilan Dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Di Klinik
Dina Bromo Ujung Lingkungan XX Medan Tahun 2013. Poltekes
KEMENKES Medan. Medan.

20

Anda mungkin juga menyukai