Anda di halaman 1dari 3

NAMA : WAHYU PAHRULRAJI

NIM : AFD 115 036


M. K : FILASAFAT PENDIDIKAN

Tugas Mandiri
aliran filsafat pendidikan modern ditinjau dari ontologi, epistemologi dan aksiologi.

1. Ontologi
Istilah “ontologi” berasal dari kata Yunani “onta” yang berarti sesuatu “yang sungguh – sungguh
ada”, “kenyataan yang sesungguhnya”, dan “logos” yang berarti “studi tentang”, “ studi yang membahas
sesuatu” (Angeles, 1.981). Jadi, ontology membahas sesuatu yang ada atau membahas asas – asas rasional
dari kenyataan. (H. A. Fuad Ihsan, 2010, Filsafat Ilmu, Hal. 223).
Menurut Jalaludin & Idi (2007: 83) Ontologi berarti ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata
dan bagaimana keadaan yang sebenarnya: apakah hakikat di balik alam nyata ini. Ontologi menyelidiki
hakikat dari segala sesuatu dari alam nyata yang sangat terbatas bagi panca indra kita. Bagaimana realita
yang ada ini, apakah materi saja, apakah wujud sesuatu ini bersifat tetap, kekal tanpa perubahan, apakah
realita berbentuk satu unsur (monisme), dua unsur (dualisme), ataukah terdiri dari unsur yang banyak
(pluralisme).
Muhadjir dalam Syafiie (2004:9) menyampaikan bahwa objek telaah ontologi adalah yang ada
tidak terikat pada satu perwujudan tertentu, ontologi membahas tentang yang ada secara universal, yaitu
berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan vang meliputi segala realitas dalam semua
bentuknya. Jadi yang menjadi landasan dalam tataran ontologi ini adalah apa objek yang ditelaah,
bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut, bagaimana pula hubungan objek tersebut dengan daya
pikir dan penangkapan manusia.

Buku : Jalaludin dan Idi Abdullah.1997. Filsafat Pendidikan : Manusia Filsafat dan Pendidikan.
Jakarta: Gaya Media Pratama.

Muhmidayeli. 2011. Filsafat Pendidikan. Bandung : Rafika Aditama.

Juhana S. Pradja. Filsafat Manajemen. Bandung : Pustaka Setia.

Sumber : https://sriwahyuni21066.wordpress.com/2012/12/05/analisis-filosofikal-aliran-aliran-filsafat-
pendidikan/

https://bimbingankonseling2013.wordpress.com/2015/05/09/aliran-aliran-filsafat-pendidikan-
modern/
2. Epistemologi
Epistemologi atau teori pengetahuan (theory of knowledge). Istilah epistemology berasal dari kata
bahasa Yunani ‘episteme’ yang artinya pengetahuan, dan ‘logos’ yang artinya teori. Epistimologi dapat
didefinisikan sebagai dimensi filsafat yang mempelajari asal mula, sumber, manfaat, dan sahihnya
pengetahuan. (H. A. Fuad Ihsan, 2010, Filsafat Ilmu, Hal. 225).

Dalam (Jalaludin & Idi, 2007: 83) menyatakan bahwa epistemologi adalah pengetahuan yang
berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apakah pengetahuan, cara manusia memperoleh dan
menangkap pengetahuan dan jenis-jenis pengetahuan.

Sedangkan Sadulloh (2007: 29) menyampaikan bahwa istilah epistemologi berasal dan bahasa
Yunani Kuno, dengan asal kata episteme yang berarti pengetahuan, dan logos yang berarti teori. Secara
etimilogi, epistemologi berarti teori pengetahuan. Epitemologi merupakan cabang filsafat yang membahas
atau mengkaji tentang asal, struktur, metode, serta keabsahan pengetahuan.

Sehingga dapat kita jabarkan bahwa Epistemologi berasal dari bahasa Yunani kuno dari kata
“episteme” yang berarti pengetahuan dan “logos” yang berarti teori. Secara etimologi, epistemologi
berarti teori pengetahuan. Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berkaitan
dengan hakikat dan ruang linkup pengetahuan, tentang asal, struktur, metode serta keabsahan
pengetahuan. Epistomologi mengkaji mengenai apa sesungguhnya ilmu, dari mana sumber ilmu, serta
bagaimana proses terjadinya.

Menurut Prof. Dr. Muhmidayeli, M.Ag dalam bukunya Filsafat Pendidikan (2011:77)
berpendapat pengetahuan adalah salah satu kekuatan yang dapat membentuk sejarah peradapan suatu
bangsa, dan bahkan kemajuan suatu masyarakat selalu ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Sumber : https://bimbingankonseling2013.wordpress.com/2015/05/09/aliran-aliran-filsafat-pendidikan-
modern/

https://sriwahyuni21066.wordpress.com/2012/12/05/analisis-filosofikal-aliran-aliran-filsafat-
pendidikan/
3. Aksiologi
Secara etimologis aksiologis berasal dari kata aksios yang berarti nilai dan logos berarti ilmu atau
teori. Aksiologi sebagai teori tentang nilai membahas tentang hakikat nilai, sehingga disebut Filsafat
Nilai. Persoalan tentang nilai apabila dibahas secara filsafati akan lebih memperhatikan persoalan tentang
sumber nilai (Lihat Sri Soeprapto: 1) dalam (H. A. Fuad Ihsan, 2010, Filsafat Ilmu, Hal. 231).

Aksiologi merupakan suatu pendidikan yang menguji dan mengitegrasikan semua nilai tersebut
dalam kehidupan manusia. Sehingga nilai – nilai tersebut nantinya akan diterapkan pada kepribadian anak
– anak (Muhammad Noor Syam, 1986:95). (Jalaluddin & Abdullah Idi, 2012, Filsafat Pendidikan
Manusia, Filsafat, dan Pendidikan, Hal. 78).

Sumber : https://bimbingankonseling2013.wordpress.com/2015/05/09/aliran-aliran-filsafat-pendidikan-
modern/