Anda di halaman 1dari 15

KOMUNIKASI & NEGOSIASI

DOSEN PEMBIMBING:

Ir. Sopiah, M.T.

Disusun Oleh:

KELOMPOK 4

Tri Abiyyah Ulfa 061540411589

Muhammad Sadikin 061540411919

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

PRODI SARJANA TERAPAN (DIV) TEKNIK ENERGI

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga tersusunlah makalah ini.

Maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat atau
tugas untuk memenuhi nilai mata kuliah KEWIRAUSAHAAN.

Dalam penyusunan makalah ini belumlah dikatakan sempurna, karena keterbatasan


kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki penulis. Namun setidaknya penulis sudah
berusaha memenuhi ketentuan yang berlaku. Dalam penyusunan makalah ini penulis juga
dibantu oleh beberapa pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi peulis dan umumnya bagi
pembaca. Penulis mohon maaf atas segala kekurangan serta kesalahan dalam penyusunan
makalah ini. Kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa kami nantikan untuk
pembaharuan di masa yang akan datang. Terima kasih.

Palembang, November 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar .......................................................................................................................... 2

Daftar Isi ................................................................................................................................... 3

BAB 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang....................................................................................................... 4

1.2 Maksud dan Tujuan ................................................................................................ 4

BAB 2 Komunikasi & Negosiasi

2.1 Pengertian Komunikasi........................................................................................... 5

2.2 Unsur-Unsur Komunikasi ....................................................................................... 5

2.3 Jenis-Jenis Komunikasi .......................................................................................... 6

2.4 Komunikasi Lateral & Informal ............................................................................ 10

2.5 Hambatan dalam Komunikasi Efektif ................................................................... 10

2.6 Melakukan Negosiasi ............................................................................................ 11

BAB 3 Penutup

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 14

3.2 Saran ...................................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 15

3
BAB

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komunikasi merupakan suatu proses dua arah yang menghasilkan pertukaran


informasi dan pengertian antara masing-masing individu yang terlibat. Komunikasi
merupakan dasar dari seluruh interaksi antar manusia. Komunikasi merupakan kebutuhan
hakiki dalam kehidupan manusia untuk saling tukar menukar informasi. Karena tanpa
komunikasi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi tidak
mungkin terjadi. Manusia memerlukan kehidupan sosial, kehidupan bermasyarakat. Sebagian
besar interaksi manusia berlangsung dalam situasi komunikasi interpersonal (komunikasi
antar pribadi).

Proses komunikasi & negosiasi yang terjadi di dalam perusahaan khususnya


yang menyangkut komunikasi & negosiasi antara pimpinan dan bawahan merupakan faktor
penting dalam menciptakan suatu organisasi yang efektif. Komunikasi efektif tergantung
dari hubungan karyawan yang memuaskan yang dibangun berdasarkan iklim dan
kepercayaan atau suasana organisasi yang positif. Hubungan atasan dan bawahan merupakan
jantung pengelolaan yang efektif. Agar hubungan ini berhasil, harus ada kepercayaan dan
keterbukaan antara atasan dan bawahan.

1.2 Maksud & Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dibuatnya makalah Komunikasi & Negosiasi ini
diantaranya untuk memenuhi nilai salah satu mata kuliah Kewirausahaan,
mengkompetensikan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dan negosiasi, serta
mahasiswa dapat mengimplementasikan teori kepada praktek atau kenyataannya di dunia
kerja.

4
BAB

KOMUNIKASI & NEGOSIASI

2.1 Pengertian Komunikasi

Komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communicare yang artinya sama.
Secara bahasa, komunikasi berarti proses untuk memperoleh pengertian yang sama.
Berdasarkan arti praktisnya komunikasi adalah proses pengiriman / penerimaan informasi,
berita, pesan antara 2 orang atau lebih dengan menggunakan cara yang tepat sehingga
informasi / pesan yang dimaksud dapat dimengerti oleh keduanya.

Menurut beberapa ahli sbb:

1. Edward Depari ( Komunikasi dalam Organisasi )


Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan dan pesan yang
disampaikan melalui lambang tertentu mengandung arti yang dilakukan oleh pengirim
pesan ditujukan pada penerima pesan.
2. Astrid S. Susanto ( Komunikasi dalam Teori dan Praktek )
Komunikasi merupakan proses pengoperasian lambang-lambang yang
mengandung arti.
3. John R. Schemerhom ( Managing Organizational Behavior )
Komunikasi merupakan proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima
simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.

Secara umum, istilah komunikasi dapat diartikan sbb:

1. Hubungan atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan.


2. Kegiatan saling tukar menukar informasi, ide, sikap, pendapat, atau kesukaan.
3. Hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok.

5
Komunikasi akan berhasil jika timbul saling pengertian yaitu jika kedua belah
pihak (pengirim dan penerima informasi) dapat memahami apa yang di komunikasikan.
Dengan kata lain, komunikasi akan terjadi apabila ada persamaan makna tentang sesuatu
yang dibicarakan, makna pesan yang disampaikan oleh komunikator sama dengan yang
ditangkap oleh komunikan. Hal ini tidak berarti bahwa kedua belah pihak harus menyetujui
ide atau gagasan yang dikomunikasikan, tetapi yang penting kedua belah pihak sama-sama
memahaminya. Dalam keadaan seperti inilah baru dapat dikatakan komunikasi telah berhasil
baik (komunikatif).

2.2 Unsur-Unsur Komunikasi

Adapun unsur-unsur yang mempengaruhi komunikasi diantaranya sbb:

1. Sumber
2. Komunikator
3. Pesan
4. Channel / Saluran
5. Komunikasi
6. Efek
7. Faktor- faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi.

2.3 Jenis-Jenis Komunikasi

2.3.1 Komunikasi Berdasarkan Pelakunya

Berdasarkan pelakunya komunikasi dapat dibedakan menjadi empat, yaitu


komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, dan komunikasi
masa.

a. Komunikasi Intrapersonal (Komunikasi dengan Pribadi)


Sebelum berkomunikasi dengan orang lain terlebih dahulu kita harus
berkomunikasi dengan diri sendiri atau intropeksi diri, sehingga kita dapat menghargai
orang lain. Komunikasi ini merupakan awal timbulnya ide atau gagasan seseorang,
baik berbentuk verbal maupun non verbal, lisan atau tulisan, maupun elektrik. Contoh:
berpikir, berdoa, berbicara, menulis surat, dan mendengarkan radio.

6
b. Komunikasi Interpersonal (Komunikasi dengan Orang Lain)
Komunikasi interpersonal merupakan proses dinamis yang merupakan dasar
terjadinya komunikasi antar-manusia. Dalam komunikasi interpersonal terjadi
pertukaran informasi antara pengirim dan penerima pesan.

c. Komunikasi Kelompok (Group Communication)


Komunikasi kelompok adalah proses komunikasi antar seseorang dengan
kelompok yang berupa tukar pikiran untuk memperoleh tanggapan atau masukan
mengenai suatu masalah. Di tempat kerja komunikasi kelompok mempunyai beberapa
tujuan sbb:
1. Menjelaskan kebijaksanaan, program, atau aturan baru.
2. Memecahkan suatu persoalan.
3. Membicarakan kegiatan kepanitiaan.
4. Memberikan bimbingan dan penyuluhan.
5. Mencari sumbang saran atau masukan untuk masalah tertentu.
6. Melakukan evaluasi dll.

d. Komunikasi Massa
Komunikasi massa memiliki beberapa pengertian, antara lain adalah
merupakan proses komunikasi dengan massa, proses komunikasi dengan media massa,
dan proses komunikasi dengan informasi secara elektrik. Radio, televisi, internet, dan
production house yang memproduksi film merupakan contoh-contoh komunikasi
dengan informasi elektrik.

2.3.2 Komunikasi Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya komunikasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu


komunikasi formal dan non-formal.

a. Komunikasi Formal adalah komunikasi antar manusia di dalam organisasi yang


dilakukan menurut prosedur dan mekanisme yang teratur dan tertib serta berorientasi
pada organisasi.

7
b. Komunikasi Non-formal adalah komunikasi yang terjadi antar individu atau antar
pribadi di dalam organisasi yang disetujui secara sosial dan berada diluar pengaturan
yang berlangsung. Orientasinya tidak pada organisasi tetapi lebih pada para anggota
secara individual.

2.3.3 Komunikasi Berdasarkan Arusnya

Menurut De Vito (1997) berdasarkan arusnya komunikasi di dalam organisasi


dapat dibedakan menjadi tiga yaitu komunikasi vertical, komunikasi horizontal, dan
komunikasi diagonal.

a. Komuniaksi Vertical (Komunikasi keatas dan kebawah)


Komunikasi keatas merupakan pesan yang dikirim dari tingkat hirarki yang
lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara komunikasi ke bawah merupakan
pesan yang dikirim dari tingkat hirarki yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih bawah.

b. Komunikasi Horizontal
Komunikasi horizontal disebut juga komunikasi lateral yaitu pesan yang
dikirim antar sesama. Misal komunikasi antar manager dengan manager. Pesan
semacam ini dapat bergerak dibagian yang sama di dalam organisasi atau mengalir
antar bagian. Komunikasi lateral memperlancar pertukaran pengetahuan, pengalaman,
metode, dan masalah. Hal ini membantu organisasi menghindari beberapa masalah.

c. Komunikasi Diagonal
Komunikasi diagonal merupakan komunikasi yang berlangsung antar pegawai
atau antar karyawan pada level atau tingkatan dan kedudukan yang berbeda-beda serta
pada tugas atau fungsi yang berbeda pula.

Berdasarkan arusnya terdapat penggolongan komunikasi yang lain, yaitu:

a. Komunikasi Satu Arah


Yaitu komunikasi yang bersifat koersif, dapat berupa perintah, instruksi, dan
bersifat memaksa dengan menggunakan sanksi-sanksi.

8
b. Komunikasi Dua Arah
Yaitu komunikasi yang lebih bersifat informatif dan persuasif, serta
memerlukan hasil (feed back).

2.3.4 Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkupnya

a. Komunikasi Internal

Komunikasi internal adalah komunikasi yang berlangsung dalam suatu


organisasi atau kantor. Komunikasi internal dikelompokan menjadi:

1. Komunikasi atasan-bawahan yaitu komunikasi dari atasan kepada


bawahannya.
2. Komunikasi bawahan-atasan yaitu komunikasi dari bawahan kepada
atasannya.
3. Komunikasi horizontal yaitu komunikasi antar karyawan atau anggota
organisasi yang sama kedudukannya atau jabatannya.

b. Komunikasi eksternal

Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang berlangsung antara organisasi


atau kantor dengan masyarakat umum diluar.

2.3.4 Komunikasi Berdasarkan Tujuannya

Komunikasi berdasarkan tujuan terbagi menjadi:


a) Tujuan memberi perintah
b) Tujuan memberi ucapan selamat
c) Tujuan memberi saran dan kritik
d) Tujuan berpidato atau ceramah
e) Tujuan rapat
f) Tujuan perundingan
g) Tujuan pertemuan
h) Tujuan wawancara.

9
2.4 Komunikasi Lateral & Informal

a. Komunikasi Lateral

Komunikasi antar departement dari sebuah organisasi yang pada umumnya


mengikuti alur pekerjaan bukannya rantai komando. Dan dengan demikian saluran
langsung untuk koordinasi dan pemecahan masalah. Biasanya mengikuti pola arus
pekerjaan dalam sebuah organisasi terjadi anggota kelompok kerja, antara satu kelompok
kerja dengan kelompok kerja yang lain. Antara anggota departement yang berbeda dan
antara karyawan lini dan staff. Tujuan utama dari komunikasi lateral adalah
menyediakan saluran langsung untuk koordinasi organisasi dan memcahkan masalah
dengan cara ini dapat dihindari prosedur yang jauh lebih lambat yaitu mengarahkan
komunikasi lewat rantai komando.

b. Komunikasi Informal

Komunikasi di dalam sebuah organisasi yang tidak disetujui secara resmi.


Salah satu tipe dari komunikasi informal tidak mendapat sanksi resmi adalah desas-
desus. Desas-desus memutari peringkat atau wewenang dan dapat menghubungkan
anggota organisasi dalam kombinasi arah kemana pun horizontal, vertikal, dan diagonal
(Keith Davis).

2.5 Hambatan dalam Komunikasi Efektif

2.5.1 Hambatan Organisasional

 Tingkatan Hirarki

Bila organisasi tumbuh strukturnya berkembang akan menimbulkan berbagai


masalah komunikasi berita menjadi berkurang ketepatanya karena harus melalui
beberapa jenjang organisasi.

 Wewenang Manajerial

Banyak atasan merasa bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya nenerima


berbagai masalah kondisi atau hasil yang dapat membuat mereka tampak lemah
banyak bawahan menghindari situasi dimana mereka harus mengungkapkan informasi
yang dapat mengancam kedudukan mereka.
10
 Spesialisasi

Perbedaan fungsi kepentingan dan istilah pekerjaan dapat membuat orang


merasa bahwa mereka hidup dalam dunia berbeda.

2.5.2 Hambatan antar Pribadi

 Persepsi selektif
 Status komunikator
 Keadaan membela diri
 Pendengaran lemah
 Ketidaktepatan bahasa.

2.5.3 Peningkatan Efektifitas Komunikasi

 Kesadaran akan kebutuhan komunikasi efektif,


 Penggunaan Umpan Balik,
 Cara manajer berkomunikasi dengan bawahannya dapat menentukan jumlah
umpan balik yang akan diterima,
 Menjadi komunikator yang lebih efektif.

2.6 Melakukan Negosiasi


2.6.1. Pengertian Negosiasi

Sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk
saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.

Contoh: antara seorang advokat dengan seorang klien yaitu suatu proses tawar menawar
antar seorang advokat dengan seorang klien, dengan sebuah kesepakatan bahwa seorang
advokat akan menjadi seorang kuasa hukum. Dalam penanganan hukum yang nantinya akan
dilimpahkan dari klien ke advokat.

2.6.2 Proses Negoisasi Tergantung Pada

Apakah pihak-pihak yang terlibat melihat kepentingan mereka saling tergantung (tidak
perduli apakah memang demikian atau tidak)?

Sejauh mana kepercayaan atau kecurigaan di antara pihak yang bersangkutan.

11
Kemampuan setiap pihak untuk berkomunikasi dengan jelas dan membujuk atau
memaksa pihak lain menerima pandang mereka.

Kepribadian dan keganjilan orang yang benar-benar terlibat.

Sasaran dan kepentingan pihak-pihak yang terlibat.

2.6.3 Linda Putman Membedakan 2 Jenis Proses Negosiasi yaitu:

 Proses Integratif (Integrative Process)

Negosiasi yang prospek keuntungan kedua belah pihak didorong, ini dinamakan
situasi menang-menang (win-win solution).

 Proses Distributif (Distributive Process)

Proses dengan masing-masing pihak cenderung mencari perolehan dan keinginan


maksimum dengan kerugian di pihak lain. Ini sering dikenal dengan situasi menang kalah
(win-lose solution).

2.6.4 Pedoman dalam Bernegosiasi


 Jangan tergesah-gesah
 Kalau ragu-ragu adakan pertemuan tertutup dengan anggota sendiri
 Buat persiapan yang baik dengan data yang kuat untuk tujuan yang jelas
ditentukan
 Pertahankan fleksibilitas dalam posisi anda
 Cari motivator yang diinginkan oleh pihak lain
 Jangan sampai macet. Bila tidak ada kemajuan mengenai hal-hal tertentu,
lanjutkan dengan hal lain, dan kembali ke hal yang tadi kemudian bangun
momentum untuk mencapai persetujuan
 Hargai pentingnya penyelamatan-penyelamatan muka pihak lain
 Jadilah pendengar yang baik
 Ciptakan reputasi menjadi orang yang adil tapi tegas
 Kendalikan emosi anda
 Pastikan ketika anda melanjutkan setiap langkah tawar-menawar bahwa anda
mengetahui hubungannya dengan semua langkah yang lain
 Bandingkan setiap langkah-langkah tujuan anda
 Perhatikan baik-baik penggunaan kata dari setiap bagian yang dinegosiasikan

12
 Ingat bahwa negosiasi secara wajar merupakan proses kompromi
 Belajar untuk memahami orang lain
 Pertimbangkan dampak negosiasi saat ini untuk masa depan

13
BAB

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Beberapa kesimpulan yang dapat disampaikan dalam tulisan ini antara lain
pentingnya seorang pemimpin dan bawahan untuk dapat membuka komunikasi secara efektif
dan efisien serta melakukan negosiasi sehingga roda organisasi dapat berjalan dengan lancar
dalam mencapai tujuan ( goal ) yang telah ditentukan. Kemudian seluruh individu yang
tergabung dalam sistem organisasi hendaknya menyadari perlunya ketanggapsegeraan untuk
meminimalisir hambatan komunikasi yang terjadi dengan melakukan beberapa pendekatan /
solusi yang ditawarkan yaitu menciptakan hubungan yang lebih baik. Maka itu dikatakan
bahwa inti dari kepemimpinan adalah adanya komunikasi yang berjalan dengan baik.

3.2 Saran

Dalam penulisan makalah ini belumlah dikatakan sempurna, hal ini dikarenakan
karena kekurangan yang penulis miliki. Oleh karena itu, saya selaku penulis senantiasa untuk
menerima saran dan kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan makalah dimasa yang
akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya
bagi para pembaca, selain itu juga dengan membaca makalah ini setiap orang bisa lebih
paham tentang artinya komunikasi dan negosiasi dalam organisasi.

14
DAFTAR PUSTAKA

Stiawan, Galih. 2012. Makalah Komunikasi, (online). (http: //tugasperkuliahannih.blogspot.


co.id).

Laski, Ruddy. 2012. Makalah Komunikasi, (online), (http://ruddylaski.blogspot.co.id).

Sopiah. 2017. Kewirausahaan. Palembang : POLSRI.

15