Anda di halaman 1dari 30

PEMBIAYAAN DAN

JAMINAN KESEHATAN

Dian Safriantini,S.KM.,M.PH.,AAK
Try Any Widyastuti,S.KM., M.KM
BIAYA KESEHATAN
besarnya dana yang harus disediakan untuk
menyelenggarakan dan atau memanfaatkan berbagai
berbagai upaya kesehatan yang diperlukan oleh
perorangan, keluarga, kelompok dan masayarakat.

ditinjau dari dua sudut yaitu

Penyedia Pelayanan Kesehatan Pemakai Jasa Pelkes

besarnya dana yang harus Besarnya dana yang harus


dikeluarkan untuk dapat disediakan untuk dapat
menyelenggarakan memanfaatkan jasa pelayanan
upaya/pelayanan kesehatan. kesehatan
Tiga Kriteria Pokok Pembiayaan
Kesehatan Yang Baik
1. Jumlah harus memadai  masyarakat secara
mampu menjangkau pelayanan kesehatan
tersebut.

2. Penyebaran sesuai dengan kebutuhan 


didasarkan pada jenis dan sifat pelayanan
kesehatan serta populasi masyarakat yang
dilayani.

3. Pemanfaatan diatur setepat mungkin agar


tercapai efektivitas dan efisiensi

Pembiayaan kesehatan ???
• diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan
untuk memperbaiki status kesehatan,
termasuk kegiatan-kegiatan yang ada
dalam sektor kesehatan yaitu:
 Pelayanan kesehatan, jasa-jasa, sanitasi
lingkungan (air, sanitasi, pengawasan polusi
lingkungan dan lainnya);
 Rumah sakit, institusi kesejahteraan sosial;
 Pendidikan, pelatihan, penelitian medis murni
 Praktisi-praktisi kesehatan yang mendapat
pendidikan formal, penyedia pelayanan
kesehatan tradisional, dan sebagainya.
Dua Sumber Pembiayaan Kesehatan

1. Seluruhnya
2. Sebagian ditanggung
bersumber dari
oleh masyarakat
anggaran pemerintah

diselenggarakan Ada peran peran serta


masyarakat baik dalam upaya
oleh pemerintah menyelenggarakan upaya
sepenuhnya dan kesehatan maupun dalam
tidak ada pelayanan memanfaatkan jasa pelayanan
kesehatan.
ksehatan swasta
pembagian pembiayaan kesehatan
Biaya pelayanan kedokteran
Biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan
dan atau memanfaatkan pelayanan kedokteran 
Tujuannya kuratif dan rehabilitatif.

Biaya pelayanan kesehatan masyarakat


• Biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan
dan atau memanfaatkan pelayanan kesehatan
masyarakat Tujuannya promotif dan preventif.
Sumber Pembiayaan
1. Masyarakat
2. Pemerintah
3. Perusahaan atau majikan tempat pemberi
pekerjaan
4. Asuransi
5. Charity (amal/lembaga sosial atau keagamaan)

Alokasi pembiayaan kesehatan


sebesar 5% dari total GDP
(Gross National Product)
22
Badan-badan dalam pembiayaan pelayanan kesehatan
Pembayaran secara langsung
(out of pocket)

Konsumen Penyedia pelayanan


Pelayanan
kesehatan
Regulasi Regulasi

pajak/premi cakupan Badan


asuransi asuransi
Pemerintah/ klaim
Profesional

Pembayaran
Regulasi

Pembayar pelayanan
(misalnya pemerintah, badan asuransi)
Fakta Pelayanan Kesehatan di Indonesia
• Biaya Pelayanan Kesehatan terus meningkat. Inflasi
10 s/d 20 % per tahun.
• Pelayanan yang diberikan masih belum efisien
sehingga merangsang biaya tinggi.
• Biaya pelayanan kesehatan di Indonesia hampir
mendekati / sama dengan biaya layanan kesehatan di
negara-negara yang lebih maju.
• Harus diakui bahwa saat ini warganegara Indonesia
lebih memilih berobat ke luar negeri.

© Copyright
dr.IkenLubis(140906)
Presentation-FKM.140806

9
Health Insurance Course
Jenis-jenis Pembiayaan Kesehatan dengan
Metode Risk Pooling
• State funded systems
• Social Health Insurance
• Community Health Insurance
• Voluntary Health Insurance
State-funded systems (biaya kesehatan
ditanggung negara)
• Keuntungan dari sistem ini adalah
biasanya mencakup lebih banyak orang
(universal coverage), serta dapat
mengandalkan pada banyak sumber
pembiayaan, serta secara relatif mudah
dikelola.
• Namun di sisi lain karena tergantung pada
anggaran yang secara tahunan harus
bersaing dengan dinas lain, maka sifatnya
kurang stabil dan bahkan sering tidak
memadai.
State-funded systems (biaya kesehatan
ditanggung negara)..cont’d
• Di banyak negara sistem ini ternyata tidak
efisien. Selain itu, state funded systems cenderung
menguntungkan yang kaya daripada yang miskin.
• Oleh karena itu, untuk menjaga agar sistem ini
berjalan baik di negara berpenghasilan rendah,
harus ada kondisi yang mendukung misalnya
pertumbuhan ekonomi yang baik, administrasi
pajak yang profesional, dan institusi yang
kompeten.
• Selain itu yang penting terdapat upaya khusus
untuk membantu orang miskin, untuk mencegah
“a poor system for poor people” (Mossialos and
Dixon 2002).
Social health insurance (SHI)
• Bentuk asuransi ini berupa iuran wajib dari
setiap warga negara kepada lembaga asuransi
yang terpisah dari lembaga pemerintah. Sistem
ini bertujuan untuk mencakup sebanyak mungkin
orang dengan sistem subsidi silang antara yang
kaya dan yang miskin. Selain itu membuat
sumber biaya kesehatan lebih stabil dan
masyarakat lebih mandiri.
• Tapi tujuan ini hanya bisa dicapai lewat tahapan
dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung
pada karakteristik politik, sosial dan ekonomi di
suatu negara.
Social health insurance (SHI)
• Di banyak negara dengan pendapatan rendah,
terutama yang ekonominya stagnan dan jumlah
pekerja informal banyak, akan terdapat kendala
besar bagi tercapainya tujuan ini .
• Oleh karena itu, sebelum mengimplementasikan
sistem ini pemerintah harus mengkaji secara
mendalam.
Social health insurance (SHI)
• Pengkajian ini akan memutuskan apakah
reformasi perlu segera dilakukan atau
harus menunggu semua lingkungan
kondusif.
• Pengalaman menunjukkan bahwa pada
tahap awal implementasinya, SHI
cenderung mengalihkan sumber daya dari
segmen populasi yang miskin ke yang
kaya.
• Sistem SHI juga harus didukung oleh
upaya pengendalian biaya (cost
containment)
Community-based health
insurance.
• Sistem ini memberikan proteksi finansial kepada
mereka yang tidak mempunyai akses lain ke
pelayanan kesehatan. Walaupun demikian,
kebanyakan community based health insurance
preminya dan benefitnya kecil dan seringkali
tidak bisa bertahan. Asuransi ini juga sering tidak
efektif dalam mencapai populasi yang termiskin.
• Asuransi semacam ini dapat dikembangkan bila
banyak sektor informal serta tidak terdapat
institusi yang memadai untuk mengelola
asuransi. Tetapi syaratnya harus ada komitmen
dan solidaritas tinggi diantara masyarakat.
Community-based health
insurance.
• Intervensi pemerintah seperti pemberian subsidi,
bantuan teknis dan inisiatif untuk
menghubungkan antara community based
insurance dengan sistem pembiayaan kesehatan
yang lebih formal adalah penting untuk
meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan
sistem ini.
• Banyak literatur menganggap bahwa model ini
“lebih baik daripada tidak ada sama sekali”
• Namun demikian community based insurance
harus dianggap sebagai pelengkap bukan
pengganti dari yang sudah ada (Preker and others
2004).
• Tantangan yang paling besar adalah bagaimana
merancang community based insurance agar
berubah menjadi sistem pembiayaan yang lebih
komprehensif dan canggih.
Asuransi Kesehatan Sukarela
• Sistem ini memerlukan adanya perusahaan komersial yang
kompeten.
• Sistem ini dapat mengambil untung dari (tetapi tidak
tergantung dari) kapasitas pemerintah yang kuat. Tidak
seperti asuransi sosial yang lebih sulit dikembangkan.
Asuransi sukarela tidak tergantung pada solidaritas sosial
atau nasional dan pasar formal yang stabil, walaupun
kondisi semacam ini membantu.
• Namun demikian, sistem ini, kecuali disubsidi oleh
pemerintah, hanya dapat mengandalkan pada kemampuan
membayar masyarakat dan kalangan bisnis.
• Selain itu sistem ini rentan terhadap kegagalan pasar dan
isu keadilan. (Tapay and Colombo 2004).
• Oleh karenanya harus dikembangkan secara hati-hati dan
perlu ada peraturan pemerintah yang kuat.
PRINSIP SISTEM PEMBIAYAAN BERBASIS ASURANSI

Pasien Pemerintah/Depkes/Dinkes

Pengawasan
Monitoring
Berobat

Klaim/DRG/Kapitasi/dll

Asuransi
PRINSIP SISTEM PEMBIAYAAN BERBASIS PAJAK

Pasien Pemerintah/Depkes/Dinkes

Pembayaran
Pengawasan
Monitoring
Berobat
PROGRAM JAMINAN
SEBELUM BERLAKUNYA
UU SJSN DAN UU BPJS
No Jenis Jaminan Penyelenggara Biaya Iuran/Premi
1 Askes PNS PT. Askes Pegawai + Pemerintah
2 Askes Jamsostek PT.Jamsostek Pegawai
3 Askes Asabri PT.Asabri Pegawai + Pemerintah
4 Askes Swasta Asuransi Swasta Masyarakat
5 Askes Jamkesmas Depkes RI Pemerintah Pusat
Jamkesos (Misal
6 Askes Jamkesos DIY, SUMSEL, Pemerintah Provinsi
dll)
7 Askes Jamkesda UPT Jamkesda Pemerintah Kab/Kota

21
Jaminan Kesehatan

• Jaminan Kesehatan Masyarakat


• Jamkesmas oleh Pemerintah Pusat (Kemenkes)
• Jamkesda oleh Pemerintah Daerah Prov dan
Kab (UPT + PT.Askes)
• Sejarah Jaminan Kesehatan Daerah
• Uji Coba JPK oleh Kemenkes (2003/2004)
• 2005 s/d Skrg Bersama-sama Pusat dan Daerah
menyelenggarakan Jaminan Kesehatan
Jenis Program Jaminan Sosial
Sesuai UU 40/2004 SJSN
• Asuransi Sosial:
1. Jaminan Kesehatan
 Diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip
ekuitas.
2. Jaminan Kecelakaan Kerja
 Diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial.
3. Jaminan Kematian
 Diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial.
• Asuransi Sosial dan Tabungan Wajib:
4. Jaminan Hari Tua
 Diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan tabungan wajib.
5. Jaminan Pensiun
 Diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan tabungan wajib.
Jaminan (assurance) dan
Asuransi (Insurance)

• Assurance artinya masyarakat yang


dijamin tidak perlu membayar (non
contributory), sedangkan insurance
artinya ada peserta yang membayar
premi kepada lembaga asuransi
(contributory)
• Bila JKN merupakan “insurance”
apakah Jamkesda akan mengambil
pola “insurance” atau tetap
“assurance” tetapi dengan peserta
berbeda?
Kelemahan Jaminan (non
contributory)

• Masyarakat “dimanja” dan tidak mendidik


karena merasa gratis sehingga tidak mempunyai
keinginan untuk menjaga kesehatan, cenderung
memanfaatkan secara berlebihan (moral hazard)
• Nuansa politik kental  pejabat sekarang
menjanjikan tapi bila pejabat tsb tidak terpilih
kembali blm tentu pejabat baru melanjutkan
• Seringkali yang “gratis” hanya sesuatu yang
“sumir” (hanya rawat jalan, plafond biaya yang
rendah dll)
Kelemahan Sistem Asuransi

• Perusahaan asuransi cenderung


menganggap uang premi sebagai
“pendapatan perusahaan” sehingga
berperilaku terlalu “efisien” dan akhirnya
mutu layanan kesehatan dikorbankan

• Mekanisme penarikan premi yang berasal


dari masyarakat yang pendapatan tidak
tetap (sektor informal) sulit

• Kepercayaan masyarakat kepada sistem


asuransi masih rendah karena tidak ada
“uang kembali” bila tidak sakit.
Prinsip2 Asuransi Sosial
• Kegotongroyongan;
• Nirlaba;
• Keterbukaan;
• Kehati-hatian;
• Akuntabilitas;
• Portabilitas;
• Kepesertaan bersifat wajib;
• Dana amanat, dan hasil pengelolaan dana dipergunakan
seluruhnya untuk pengembangan program dan dipergunakan
sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta.

www.themegallery.com
DISKUSI :

PEMBIAYAAN KESEHATAN DI
INDONESIA : MEMBAIK ATAU
MEMBURUK ??
Pembiayaan kesehatan di Indonesia

• Berapa rata –rata persentase pembiayaan kesehatan


dari Produk Domestik Bruto (PDB)
• Untuk orang miskin, premi per orang per tahun ?
Thank You

Kingsoft Office
published by www.Kingsoftstore.com
@Kingsoft_Office

kingsoftstore