Anda di halaman 1dari 5

Solusi Permasalahan Penurunan Permukaan Tanah dengan Memanfaatkan TIK

GPS
Sistem GPS (Global Positioning System)
GPS adalah system satelit navigasi dan
penentuan posisi yang berbasiskan pada
pengamatan satelit - satelit Global
Positioning System. Prinsip studi
penurunah tanah dengan metode survei
GPS yaitu dengan menempatkan beberapa
titik pantau di beberapa lokasi yang
dipilih, secara periodic untuk ditentukan koordinatnya secara teliti dengan menggunakan metode
survei GPS. GPS dapat memberikan nilai vector pergerakan dengan tingkat presisi tinggi,
konsistensi yang baik secara spasial maupun temporal.

Bagaimana GPS bekerja, dapat dibagi menjadi 5 tahapan atau konsep GPS itu bekerja sebagai
berikut :
1. Dasar dari GPS adalah konsep triangulasi dari beberapa satelit. Metode triangulasi
merupakan metode penentuan titik menggunakan prinsip-prinsip segitiga
2. Untuk melakukan proses triangulasi, receiver GPS mengukur jarak dengan dasar waktu yang
diperlukan oleh sinyal radio untuk melakukan perjalanan dari transmitter yang ada di satelit
ke receiver GPS.
3. Untuk mengukur lamanya waktu perjalanan, GPS memerlukan waktu yang sangat akurat
dimana dicapai dengan melakukan beberapa trik atau cara.
4. Seiring dengan jarak, operator juga harus mengetahui secara tepat dimana posisi satelit GPS
berada. Kuncinya adalah mengetahui tinggi orbit satelit GPS dan memantau satelit GPS itu
dalam orbital.
5. Terakhir, operator harus mengkoreksi untuk setiap keterlambatan sinyal radio GPS setelah
melewati perjalanan melalui lapisan atmosfir.
Dibalik itu semua, sebenarnya ide dasar penghitungan posisi menggunakan GPS adalah kita
menggunakan posisi satelit GPS yang berada di ruang Angkasa dijadikan titik referensi untuk
menentukan posisi titik di bumi. Dengan pengukuran yang sangat akurat jarak dari minimal 3
satelit GPS kita dapat menentukan posisi di manapun di bumi dengan metode triangulasi.

Bagian yang paling penting dalam system navigasi GPS adalah beberapa satelit yang berada di
orbit bumi atau yang sering kita sebut di ruang angkasa. Satelit GPS saat ini berjumlah 24 unit
yang semuanya dapat memancarkan sinyal ke bumi yang lalu dapat ditangkap oleh alat penerima
sinyal tersebut atau GPS Tracker. Selain satelit terdapat 2 sistem lain yang saling berhubungan,
sehingga jadilah 3 bagian penting dalam sistem GPS. Ketiga bagian tersebut terdiri dari: GPS
Control Segment (BagianKontrol), GPS Space Segment (bagianangkasa), dan GPS User
Segment (bagianpengguna).

1. GPS Control Segment terdiri dari lima stasiun yang berada di pangkalan Falcon Air Force,
Colorado Springs, Ascension Island, Hawaii, Diego Garcia dan Kwajalein. Sinyal – sinyal
dari satelit diterima oleh bagian kontrol, kemudian dikoreksi, dan dikirimkan kembali ke
satelit. Data koreksi lokasi yang tepat dari satelit ini disebut data ephemeris, yang kemudian
nantinya dikirimkan ke alat navigasi yang kita miliki.

2. GPS Space Segment terdiri dari sebuah jaringan satelit yang tediri dari beberapa satelit
dengan tinggi nominal sekitar 20.183 km di atas permukaan bumi. Sinyal yang dipancarkan
oleh seluruh satelit tersebut dapat menembus awan, plastic dan kaca, namun tidak bisa
menembus benda padat seperti tembok dan rapatnya pepohonan. Terdapat 2 jenis
gelombang yang hingga saat ini digunakan sebagai alat navigasi berbasis satelit. Masing -
masingnya adalah gelombang L1 dan L2, dimana L1 berjalan pada frequensi 1575.42 MHz
yang bisa digunakan oleh masyarakat umum, dan L2 berjalan pada frequensi 1227.6 Mhz
dimana jenis ini hanya untuk kebutuhan militer saja.

3. GPS User Segment terdiri dari antenna dan prosesor receiver yang menyediakan
positioning, kecepatan dan ketepatan waktu ke pengguna. Bagian ini menerima data dari
satelit - satelit melalui sinyal radio yang dikirimkan setelah mengalami koreksi oleh stasiun
pengendali (GPS Control Segment).

Alasan – alasan mengapa perlu dicarinya solusi penurunan tanah :


 Mencegah penurunan tanah berkelanjutan
Penurunan tanah yang berkelanjutan hanya akan semakin menimbulkan kesulitan dan
bencana bagi umat manusia. Sehingga pencegahan tentu akan jauh lebih baik dibandingkan
penanggulangannya. Pencegahan ini juga penting untuk dilakukan mengingat bahwa
penurunan tanah dapat menyebabkan sangat banyak kerugian bagi umat manusia. Terutama
akan terjadi banjir dan meluapnya air laut kedaratan.

 Memperbaiki kerusakan yang telah terjadi


Jika seandainya pencegahan belum sempat dilakukan dan penurunan tanah telah terjadi, satu
– satunya solusi yang dapat digunakan hanyalah bagaimana cara untuk menanggulanginya.
Perbaikan kerusakan yang telah terjadi sangat penting untuk dilakukan agar mencegah
terjadinya kerusakan tingkat lanjut pada daerah yang terkena dampak penurunan tanah
tersebut.

 Membangun sistem peringatan dini


Sistem peringatan dini yang dibangun penting sebagai tujuan utamanya juga untuk
mencegah penurunan tanah berkelanjutan. Hal ini dapat memudahkan pemerintah dan warga
sekitar untuk dapat lebih waspada kepada kejadian penurunan tanah yang akan terjadi serta
yang dapat berpotensi merugikan warga.

Alasan – alasan menggunakan TIK sebagai jalan solusinya :


 Mencegah human error
 Lebih teliti
 Mengikuti perkembangan jaman dan peradaban manusia
 Akan jauh lebih mudah, praktis dan aplikatif dibandingkan dengan solusi konvensional
 Pemanfaatan teknologi

Ada beberapa faktor yang secara tetap mempengaruhi akurasi perhitungan GPS terhadap
koordinat suatu posisi :
1. Kesalahan Jam Satelit , satelit memiliki jam atom yang sangat akurat, tetapi selalu ada batas
kesalahan yang kecil.
2. Kesalahan Ephemeris, tiap posisi satelit dapat berubah dari orbit yang dihitung disebabkan
oleh tarikan gravitasi dari matahari dan bulan, satelit-satelit tersebut dimonitor oleh stasiun
kontrol oleh militer AS (USDoD) dan biasanya selalu dikoreksi.
3. Kesalahan Receiver, jam-jam di receiver selalu memiliki kesalahan lebih dibanding akurasi
jam satelit. Kesalahan ini cukup signifkan, akan tetapi diimbangi dengan melakukan
triangulasi satelit.
4. Gangguan atmosfer, perubahan tetap dalam lapisan iononsfir di atmosfir bumi mempercepat
atau memperlambat sinyal, karena itu membuat perhitungan jarak sedikit tidak tepat.
5. Selective Availability, USDoD yang mengembangkan sistem secara intensif dan berselang-
seling mengacak dengan sinyal satelit, sehingga kita tidak pernah tahu kapan receiver GPS
kita memberi posisi akurat dan kapan tidak akurat, pengacakan semacam ini disebut selective
availability atau SA. Tujuannya agar masyarakat umum dan militer asing tidak bisa
menggunakan GPS untuk mendapatkan lokasi yang sangat akurat. Ini adalah sumber
terpenting dari kesalahan dan hanya sedikit yang dapat dilakukan untuk mengontrol atau
memperkirakannya.