Anda di halaman 1dari 43

ARMAMENTARIUM UNTUK

BEDAH MULUT DASAR

Larry J. Peterson

C H AP T E R

KERANGKA BAB

INSTRUMEN UNTUK INSISI JARINGAN Jarum


INSTRUMEN UNTUK MENGANGKAT Suture Material
MUCOPERIOUSTEUM Gunting
INSTRUMEN UNTUK RETRAKSI INSTRUMEN UNTUK MEMBUKA
JARINGAN LUNAK MULUT
INSTRUMEN UNTUK PENGENDALIAN INSTRUMEN UNTUK SUCTION
PERDARAHAN ALAT UNTUK MENTRANSFER
INSTRUMEN UNTUK MENJEPIT INSTRUMEN STERIL
JARINGAN INSTRUMEN UNTUK MENAHAN
INSTRUMEN UNTUK MENGANGKAT HANDUK DAN DRAPES PADA
TULANG POSISINYA
Tang Rongeur INSTRUMEN UNTUK IRIGASI
Chissel dan Mallet DENTAL ELEVATOR
Bur dan Handpiece Komponen
INSTRUMEN UNTUK MENGANGKAT Jenis
JARINGAN LUNAK DARI CACAT TANG EKSTRAKSI
TULANG Komponen
Cacat Tulang Tang maksila
INSTRUMEN UNTUK MENJAHIT Tang menadibula
MUKOSA SISTEM INSTRUMEN BAKI
Needle Holder

Tujuan bab ini adalah untuk Instrumen Untuk Insisi Jaringan


memperkenalkan instrumentasi yang Kebanyakan prosedur bedah dimulai
diperlukan untuk melakukan prosedur rutin dengan insisi. Alat untuk membuat insisi
bedah mulut. Instrumen ini digunakan untuk adalah scalpel, yang terdiri dari handle dan
berbagai tujuan, termasuk jaringan lunak blade yang tajam dan steril. Handle yang
dan jaringan keras. Bab ini terutama paling umum digunakan adalah handle no. 3,
berkaitan dengan deskripsi instrumen; bab- tetapi kadang-kadang, handle no.7 dengan
bab berikutnya membahas penggunaan yang bentuk lebih ramping juga digunakan
sebenarnya dari instrumen dalam berbagai (Gambar 6-1). Ujung handle scalpel bisa
cara. menerima berbagai scalpel yang berbeda
bentuknya yang akan dimasukkan.
Gambar. 6-1 scalpel terdiri dari handle dan blade yang tajam
untuk sekali pakai. Scalpel no.7 dengan handle no.15 (atas) dan
scalpel dengan handle no.3 yang lebih umum digunakan.
pegangan (bawah).

Gambar. 6-2 scalpel yang digunakan di bedah mulut termasuk no.15


(tengah kiri), no.12 (tengah kanan), no. 11 (kiri bawah), dan
no. 10 (kanan bawah). scalpel handle no.3 di atas.

Scalpel yang paling umum digunakan Scalpel dimasukkan ke handle secara


untuk operasi intraoral adalah blade no.15 hati-hati yang dijepit dengan menggunakan
(Gambar 6-2). Untuk membuat insisi yang needle holder untuk menghindari melukai
relatif kecil dan dapat digunakan untuk jari operator. Blade diletakkan di tepi
membuat insisi di sekitar gigi dan melalui superior, dan handle diletakkan mengarah ke
mucoperiosteum. Hal ini mirip dengan atas (Gambar 6-3, A), kemudian blade
bentuk blade no.10 namun lebih besar yang dimasukkan ke handle hingga terkunci pada
digunakan untuk insisi kulit yang lebih besar posisinya (Gbr. 6-3, B). Blade dibuka
pula. Blade lain yang banyak digunakan dengan cara yang sama. Needle holder
untuk operasi intraoral adalah blade no.11 menjepit ujung blade paling
dan no.12. Blade no.11 dengan ujung proksimal (Gambar 6-3, C) dan diangkat
runcing terutama digunakan untuk membuat agar bisa dilepas, kemudian diturunkan dari
insisi kecil, seperti untuk insisi abses. Blade handle pisau ke arah berlawanan untuk
no.12 berfungsi untuk prosedur dilepas (Gbr. 6-3, D). Blade yang
mukogingival di mana insisi harus dilakukan digunakan dibuang ke wadah yang tepat.
pada aspek posterior gigi atau di tempat
tuberositas maksilaris.
Gambar. 6-3 A, Ketika memasang scalpel, ahli bedah
memegang blade menggunakan needle holder dan handle,
dengan bagian male mengarah ke atas. B, Blade kemudian
diletakkan ke handle hingga terpasang pada tempatnya. C,
Untuk mengangkat blade, ahli bedah menggunakan needle
holder untuk memegang ujung proksimal blade dan
mengangkatnya agar lepas. D, blade lepas dari handle.

Bila menggunakan scalpel untuk merefleksikan papila gigi dari antara gigi,
membuat insisi, ahli bedah memegangnya dan ujung yang lebar digunakan untuk
seperti memegang pena (Gambar 6-4) untuk mengangkat jaringan dari tulang.
memungkinkan kontrol maksimal blade Beberapa ahli bedah lebih suka
tersebut seperti insisi yang diinginkan. menggunakan round-ended Molt periosteal
Jaringan yang bergerak harus dipegang elevators. Jenis periosteal elevator tunggal
sekuat mungkin untuk menstabilisasi (Gambar 6-5, B) atau double-ended (Gambar
sehingga memudahkan pembuatan insisi, 6-5, C dan D). Ujung dari periosteal elevator
ketika blade menginsisi jaringan mukosa. tipis dan tajam, sehingga pemisahan yang
Ketika insisi mucoperiosteal dibuat, pisau bersih dari periosteum ke tulang.
harus ditekan dengan kuat ke bawah Periosteal elevator dapat digunakan
sehingga insisi menembus mukosa dan untuk merefleksikan jaringan lunak dengan
periosteum dengan goresan yang sama. tiga metode: Pertama, ujung yang runcing
Scalpel dirancang untuk digunakan dapat digunakan dalam gerakan prying
pada satu pasien saja. Scalpel mudah tumpul untuk mengangkat jaringan lunak. Hal ini
ketika mengenai jaringan keras seperti sering digunakan ketika mengangkat papilla
tulang dan gigi. jika beberapa insisi melalui dental diantara gigi. Metode kedua adalah
mucoperiosteum hingga ke tulang, mungkin stroke push, di mana ujung yang lebar dari
diperlukan blade kedua dalam satu operasi. instrumen dimasukkan ke bawah flap,
Hal penting untuk diingat bahwa blade yang memisahkan periosteum dari tulang yang
tumpul tidak bersih, insisi yang tajam pada melapisinya. Metode ini sangat efisien dan
jaringan lunak dan karenanya harus diganti menghasilkan refleksi periosteum yang
ketika sudah tumpul. bersih. Metode ketiga adalah pull, or scrape,
stroke. Hal ini kadang-kadang berguna di
Instrumen Untuk Mengangkat beberapa tempat tetapi cenderung merusak
Mucoperiosteum atau merobek periosteum kecuali hal itu
Setelah insisi melalui mucoperiosteum, dilakukan dengan hati-hati.
mukosa dan periosteum harus Periosteal elevator juga dapat
direfleksikan dari tulang dibawahnya digunakan sebagai retraktor. Setelah
dalam satu lapisan dengan periosteal periosteum diangkat, ujung yang lebar dari
elevator. Instrumen yang paling umum periosteal elevator ditekan hingga ke tulang,
digunakan adalah periosteal elevator no. 9 dengan flap mucoperiosteal diangkat hingga
(Gambar 6-5, A). Instrumen ini memiliki merefleksikan ke posisinya. Ketika
ujung yang tajam, runcing dan lebih lebar. gigi ingin diekstraksi, perlekatan jaringan
Ujung runcing digunakan untuk
lunak di sekitar gigi harus dilonggarkan dari
gigi.

Gambar. 6-4 scalpel di pegang seperti memegang pena untuk


memungkinkan kontrol maksimal.

Ketika gigi diekstraksi, perlekatan terlihat mirip dengan periosteal elevator,


jaringan lunak disekitar gigi harus ujungnya tidak tajam tapi agak tumpul dan
dilepaskan. Instrumen yang paling umum tidak boleh digunakan untuk
digunakan untuk ini adalah Woodson mucoperiosteum. Periosteal elevator sering
periosteal elevator no.1 (Gambar 6- digunakan sebagai instrumen utama
6). Instrumen ini relatif kecil dan halus dan untuk meretraksi jaringan lunak. Setelah flap
dapat digunakan untuk direfleksikan, periosteal elevator diposisikan
melonggarkan jaringan lunak melalui pada tulang dan ditahan sehingga jaringan
sulkus gingiva. Periosteal elevator no.9 lunak terangkat.
dengan ujung runcing juga dapat digunakan Instrumen yang paling umum
untuk tujuan ini. digunakan untuk meretraksi lidah
adalah kaca mulut. Ini merupakan instrumen
Instrumen Untuk Retraksi Jaringan dasar, karena selain digunakan sebagai kaca,
Lunak dapat juga digunakan sebagai retraktor lidah.
Sangat penting untuk memiliki Retraktor lidah (Weider), luas, berbentuk
penglihatan dan akses yang baik untuk jantung dan pada satu sisinya bergerigi,
melakukan operasi yang baik. Untuk tujuan sehingga instrumen ini dapat menahan lidah
ini, berbagai retraktor dirancang untuk secara kuat dan dapat digerakkan kearah
menarik bagian pipi, lidah, dan flap media dan anterior (Gambar 6-10). Pada saat
mucoperiosteal. dilakukan perawatan menggunakan retraktor
Dua retraktor pipi yang paling populer ini, posisinya jangan diletakkan terlalu ke
adalah (1) right-angle Austin retractor posterior agar pasien tidak tersedak (Gambar
(Gambar 6-7) dan (2) offset broad 6-11).
Minnesota retractor (Gambar 6-8). Kedua Towel clip dapat digunakan untuk
retraktor dapat menarik pipi dan flap menahan lidah. Ketika Ketika prosedur
mucoperiosteal secara biopsi akan dilakukan pada aspek posterior
bersamaan. Sebelum flap dibuat, lidah, cara yang paling baik untuk
retraktor diletakkan longgar di pipi, mengendalikan lidah adalah dengan
kemudian retractor ditempatkan pada menahan lidah pada bagian
tulang dan kemudian digunakan untuk anteriornya dengan towel clip. Anestesi
meretraksi flap. lokal harus dilakukan ketika clip digunakan.
Selain kedua jenis retraktor diatas,
retraktor lain dirancang lebih khusus untuk Instrumen Untuk Pengendalian
flap jaringan lunak. Seldin retraktor Perdarahan
(Gambar 6-9), khusus untuk meretraksi flap Ketika insisi dilakukan pada jaringan,
jaringan lunak. Walaupun retraktor ini arteri kecil dan vena yang terluka
menyebabkan perdarahan yang mungkin mulut juga digunakan untuk mengangkat
membutuhkan lebih dari tekanan sederhana jaringan granulasi dari soket gigi dan
untuk mengontrol perdarahan. Ketika mengambil ujung akar yang kecil,
diperlukan, instrumen yang disebut hemostat kalkulus, fragmen dari restorasi amalgam,
dapat digunakan (Gambar 6-12, A). dan beberapa partikel kecil lainnya
Hemostat ada berbagai bentuk, ada yang jatuh ke dalam mulut atau daerah luka.
yang relatif kecil dan halus atau lebih
besar, lurus atau melengkung. Hemostat Instrumen Untuk Menjepit Jaringan
yang paling umum digunakan dalam bedah Dalam operasi jaringan lunak hal yang
mulut adalah hemostat yang melengkung dibutuhkan untuk menstabilkan flap
(Gambar 6-12, B). jaringan lunak untuk
Hemostat yang relatif panjang, memasukkan jarum jahit. Pinset jaringan
digunakan untuk menahan jaringan, dan yang paling umum digunakan untuk tujuan
memiliki handle yang ada kuncinya. ini adalah pinset Adson (pickup) (Gbr. 6-
Mekanisme kunci memungkinkan 13, A) pinset ini digunakan untuk gigi yang
ahli bedah untuk menjepit hemostat ke kecil, yang dapat digunakan untuk menahan
pembuluh kemudian melepaskan instrumen, dan menstabilkan jaringan lunak.. Ketika
yang akan tetap dijepit ke jaringan. instrumen ini digunakan, harus dilakukan
Selain penggunaannya sebagai secara hati-hati agar tidak merusak
instrumen untuk mengendalikan perdarahan, jaringan. Pinset Adson juga tersedia tanpa
hemostat yang sangat berguna dalam bedah gigi.
Gambar. 6-5 A, Periosteal elevator Molt nomor 9 ini paling sering
digunakan di bedah mulut B, A single-ended Molt periosteal elevator
dengan ujung bulat tajam dapat digunakan untuk mengangkat
mucoperiosteum. C dan D, The The double-ended Molt periosteal
elevator yang memiliki ujung besar dan kecil.

Gambar. 6-6 Periosteal elevator Woodson nomor 1 digunakan


untuk Melonggarkan jaringan lunak dari gigi sebelum ekstraksi.
Gambar. 6-8 Retractor Minnesota adalah
Gambar. 6-7 Retractor Austin adalah
retractor pengimbang yang digunakan
retractor bersudut kanan yang dapat
untuk retraksi pipi dan flap.
digunakan untuk retraksi pipi, lidah,
atau flap.

Gambar. 6-9 Periosteal elevators seperti Woodson dan no. 9 Molt


berfungsi untuk retraksi flap. Seldin retractor (atas) adalah instrumen
yang lebih lebar untuk retraksi yang lebih lebar dan meningkatkan
visualisasi.

Gambar. 6-10 retraktor Weider adalah Gambar. 6-11 Weider retraktor digunakan
retraktor besar yang dirancang untuk untuk menahan lidah lebih jauh dari area
reraksi lidah. Permukaan bergerigi bedah. Austin retraktor digunakan untuk
membantu untuk melibatkan retraksi pipi
lidah sehingga dapat ditahan dengan
aman.
Gambar. 6-12 A, Hemostat (tampak atas) yang
digunakan dalam bedah mulut. B hemostat,
melengkung (tampak samping).

Gambar. 6-13 A, Kecil, pinset Adson yang digunakan untuk


menstabilkan jaringan lunak untuk menjahit luka atau pembedahan. B,
Pickup Stillies lebih panjang dari pickup Adson dan digunakan untuk
menjepit jaringan pada bagian posterior mulut. C, Tang bersudut yang
digunakan untuk mengambil benda kecil di mulut.

Ketika bekerja di bagian posterior berfungsi untuk memegang jaringan, namun


mulut, pinset Adson mungkin terlalu instrument ini sangat efektif untuk
pendek. Pinset yang lebih panjang yang mengambil fragmen kecil dari gigi,
mirip adalah pinset Stillies. Pinset ini amalgam, atau bahan asing lain didasar
memiliki panjang 7 sampai 9 inci sehingga mulut. Alat ini umumnya digunakan dalam
mudah untuk digunakan di bagian posterior sistem tray.
mulut dan ahli bedah mudah untuk Pada beberapa jenis operasi, terutama
mengontrolnya karena instrument berlebih ketika membersihkan jaringan fibrosa,
sampai kebagian luar mulut (Gambar 6- seperti dalam epulis fissuratum, diperlukan
13, B). pinset dengan gagang yang mempunyai
Kadang-kadang, lebih mudah kunci dan gigi untuk mencengkeram
menggunakan pinset bersudut. Seperti tang jaringan dengan kuat. Dalam kasus ini tang
yang akademis atau kapas (Gambar 6-13, Allis yang digunakan (Gambar 6-14, A dan
C). Meskipun pinset ini tidak banyak B). Gagang yang berkunci memungkinkan
tang ditempatkan dalam posisi yang tepat mulut untuk mengambil gigi yang telah
dan kemudian dipegang oleh asisten untuk terangkat dari soketnya (Gambar 6-
memberikan tegangan yang diperlukan 15, B). Pinset yang berujung bulat
untuk pembedahan jaringan yang tepat. Tang memungkinkan pegangan yang baik pada
Allis tidak boleh digunakan pada jaringan sebuah fragmen gigi sehingga tidak mungkin
yang tersisa di mulut, karena bisa keluar dari cengkeraman instrumen, seperti
menyebabkan kerusakan dan cedera jaringan yang biasa terjadi pada pemakaian
(Gambar 6-14, C). hemostat. Tang Rusia juga berguna untuk
Pinset jaringan Russian yang besar, dan menempatkan kasa di mulut ketika ahli
pinset jaringan berujung bulat (Gambar 6- bedah yang mengisolasi daerah tertentu
15, A) yang paling diperlukan dalam bedah untuk operasi.

Gambar. 6-14 A, Tang jaringan Allis yang berguna untuk menggenggam dan memegang
jaringan yang akan dipotong. B, Tang Allis dipegang dengan cara yang sama seperti needle
holder C, Perbandingan beak Adson (kanan) dengan beak Allis (kiri) menunjukkan
perbedaan dalam desain yang digunakan.

Gambar. 6-15 A, Pinset jaringan Rusia berujung bulat B, Pinset Rusia


sangat berguna untuk mengambil gigi yang goyang di dalam mulut.

Instrumen Untuk Mengangkat Tulang rongeur forsep. Instrumen ini memiliki pisau
Tang Rongeur yang tajam yang dijepit pada pegangannya,
Instrumen yang paling umum sehingga pemotongan dapat dilakukan
digunakan untuk mengangkat tulang adalah sampai melewati tulang. Tang Rongeur
memiliki pegas diantara pegangannya dianjurkan karena pasien akan merasa lebih
sehingga ketika ditekan akan terlepas nyaman, dan suaranya tidak begitu bising.
dengan sendirinya, sehingga memudahkan Bone File
ahli bedah untuk melakukan pemotongan Penghalusan akhir dari tulang
tulang berulang tanpa harus membuka sebelum menjahit flap mucoperiosteal
kembali instrument secara manual (Gambar, biasanya dilakukan dengan bone file kecil
6-16, A). Dua desain untuk tang rongeur (Gambar 6-18, A). Bone file biasanya
adalah (1) pemotong disamping dan (2) tang instrumen yng memiliki dua ujung dengan
pemotong disamping dan pemotong diujung ujung kecil dan besar. Bone file tidak dapat
(Gambar 6-16, B). digunakan secara efisien untuk mengengkat
Pemotong disamping dan pemotong tulang dalam jumlah besar, oleh karena itu
diujung (Blumenthal rongeurs) lebih praktis hanya digunakan untuk perataan akhir. Jarak
untuk kebanyakan prosedur bedah antara gigi dengan bone file diatur
dentoalveolar yang memerlukan sedemikian rupa sehingga bone file hanya
pengangkatan tulang. Karena pemotongnya mengangkat tulang gerakan tarikan (Gambar
diujung, tang ini dapat dimasukkan ke dalam 6-18, B). Apabila bone file dimasukkan
soket untuk mengangkat tulang lebih dalam dapat menghancurkan tulang,
interradicular, tetapi alat ini juga dapat oleh karena itu tindakan ini harus dihindari.
digunakan untuk mengasah tepi yang tajam
pada tulang. Rongeurs dapat mengangkat Bur dan handpiece
tulang dalam jumlah besar secara efisien Metode terakhir untuk pengangkatan
dan cepat karena rongeurs adalah instrumen tulang adalah dengan bur dan
yang relative halus, ahli bedah seharusnya handpiece. Sebagian besar ahli bedah
tidak menggunakan tang untuk mengangkat menggunakan teknis ini saat mengangkat
tulang dalam jumlah besar pada sekali tulang untuk operasi pengangkatan gigi.
jepitan dan begitu juga sebaliknya. Rongeurs Handpiece high-speed dengan burs karbida
tidak boleh digunakan untuk mengasah gigi, yang tajam sangat efisien digunakan untuk
karena akan menghancurkan instrument. mengangkat tulang kortikal. Bur no. 557,
Rongeurs biasanya cukup mahal, sehingga no. 703 atau bur fissure atau bur bulat no. 8
perawatan harus dilakukan untuk yang biasanya digunakan. Apabila tulang
menjaganya dengan baik. yang harus dihilangkan dalam jumlah besar
seperti pada torus, bur yang digunakan
Chisel and Mallet adalah bur akrilik. Handpiece yang
Salah satu metode yang tepat untuk digunakan harus benar-benar disterilkan
mengangkat tulang adalah dengan dengan autoclave. Pada saat membeli
menggunakan chisel dan mallet (Gambar 6- handpiece, spesifikasi pabrik harus diperiksa
17, AC). Tulang biasanya dibuang dengan dengan hati-hati untuk memastikannya.
chisel monobevel, dan gigi biasanya dibelah Handpiece harus memiliki kecepatan dan
dengan chisel bibevel. Keberhasilan putaran yang relatif tinggi (Gambar 6-
penggunaan chisel tergantung pada 19). Hal ini memungkinkan pengangkatan
ketajaman instrument. Oleh karena itu chisel tulang dilakukan secara cepat, dan efisien
perlu dipertajam sebelum disterilkan untuk pada saat pemotongan gigi. Handpiece tidak
pasien berikutnya. Beberapa chisel memiliki boleh mengeluarkan udara ke area operasi.
ujung karbid dan dapat digunakan lebih dari Sebagian besar high-speed turbin tidak boleh
sekali. Mallet merupakan alat yang digunakan untuk kedokteran gigi restorative,
karena akan membahayakan pasien.
Gambar. 6-16 A, Rongeurs adalah tang pemotong tulang yang memiliki pegas pada bagian
dalam handle. B, Blumenthal rongeurs adalah kombinasi blade pemotong diujung dan
pemotong disamping. Kedua alat ini lebih banyak digunakan untuk prosedur bedah mulut.

Instrumen Untuk Mengangkat Jaringan dianjurkan (Gambar 6-21). Beak needle


Lunak Dari Cacat Tulang holder lebih pendek dan lebih kuat dari pada
Kuret periapikal adalah instrument beak hemostat (Gbr. 6-22, A). Bagian dalam
melengkung, berujung dua yang digunakan dari beak needle holder memiliki alur yang
untuk mengangkat jaringan lunak dari cacat bersilangan untuk memungkinkan
tulang (Gambar. 6-20). Penggunaan utama pemegangan positif pada jarum jahit dan
adalah untuk mengangkat granuloma atau benang jahit. Hemostat ini memiliki alur
kista kecil dari lesi periapikal, tetapi juga paralel pada bagian dalam beak, sehingga
digunakan untuk mengangkat sejumlah kecil mengurangi kontrol pada jarum dan
jaringan granulasi dari soket gigi tersebut, jahitan. Oleh karena itu hemostat tidak boleh
kuret periapikal jelas berbeda dari kuret digunakan untuk penjahitan (Gambar 6-
periodontal pada desain dan fungsi. 22, B).
Untuk mengontrol dengan benar
Instrumen Untuk Menjahit Mukosa penguncian gagang dan untuk mengarahkan
Setelah prosedur pembedahan selesai, needle holder yang relatif lama, ahli bedah
flap mucoperiosteal dikembalikan ke harus memegang instrumen dengan cara
posisi semula dan dijahit. Untuk tindakan ini yang tepat (Gambar 6-23). Ibu jari dan jari
diperlukan needle holder. manis dimasukkan kedalam ring. Jari
telunjuk diletakkan sepanjang needle
Needle Holder holder. Jari telunjuk tidak harus diletakkan
Needle holder adalah instrumen dengan melewati jari manis, karena ini akan
gagang pengunci dan pendek, beak yang menghasilkan penurunan dramatis dalam
kuat. Untuk penjahitan intraoral, dengan kontrol.
ukuran 6-inchi (15-cm) needle holder biasa
Gbr.6-17 Surgical chisel dan mallet dapat
digunakan untuk mengangkat tulang dan
pemotongan gigi. B, Chisels tambahan,
unibevel chisel lurus, unibevel chisel
melengkung, atau bibevel chisel lurus. C, A
tampilan close-up dari ujung chisel hasil akhir
menunjukkan bibevel, ujung unibevel lurus,
dan ujung unibevel melengkung.

Gambar. 6-18 A, Bone file dua sisi digunakan


untuk menghaluskan tepi tajam atau spikula
tulang. B, Bone file hanya efektif jika digerakkan
dengan cara ditarik
Gambar. 6-19 Bur dengan kecepatan sedang, putaran tinggi,
handpiece steril dengan bur no.703.

Gambar. 6-20 Periapical kuret berujung dua, berbentuk


sendok yang digunakan untuk mengangkat jaringan
lunak dari cacat tulang.

Gambar. 6-21 needle holder yang telah terkunci,


pegangan pendek dan ujung yang kuat.
Gambar. 6-22 A, Hemostat (atas), ujungnyanya lebih
tipis dibandingkan dengan needle holder (bawah)
oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk menjahit
luka. B, bagian dalam beak lebih pendek dari needle
holder, bersilangan untuk memastikan pegangan
positif pada jarum (kiri). hemostat memiliki alur
paralel yang tidak memungkinkan
mencengkeram jarum (kanan).

Gambar. 6-23 Needle holder dipegang dengan


menggunakan ibu jari dan jari manis seperti memakai
cincin (atas) dan jari pertama dan kedua untuk
mengontrol instrumen (bawah).
Jarum Jarum yang melengkung dijepit sekitar
Jarum yang digunakan untuk dua pertiga panjang ujung jarum
penutupan insisi mukosa biasanya sedikit menggunakan needle holder (Gambar 6-
setengah lingkaran atau 3/8 lingkaran jarum 25). Hal ini cukup untuk jarum melewati
jahit. Jarum dirancang melengkung untuk jaringan, dan memungkinkan needle holder
memudahkan jarum melewati ruang terbatas, untuk menahan jarum pada bagian yang kuat
karena apabila jarum lurus tidak bisa untuk mencegah jarum patah. Teknik untuk
mencapainya. Jarum ada dalam berbagai menempatkan jahitan dibahas dalam Bab 8.
macam bentuk, dari yang sangat kecil
hingga sangat besar (Gambar 6- Suture Material
24, A). Ujung jarum ada yang runcing, Banyak jenis suture material yang
seperti jarum jahit, atau memiliki ujung tersedia. Material diklasifikasikan
berbentuk segitiga yang memungkinkan berdasarkan ukuran, resorbability,
untuk memotong (Gambar 6-24, B). Jarum monofilamen atau polyfilament.
pemotong akan lebih mudah melewati Ukuran benang jahitan didesain mulai
mucoperiosteum daripada jarum dari nol. Ukuran yang paling sering
runcing. Bagian pemotongan jarum digunakan untuk penjahitan oral mukosa
memanjang sekitar satu sampai tiga jarum, adalah 3-0 (000). Ukuran material jahitan
dan sisanya bulat. Benang pada jarum ada yang lebih besar 2-0, atau 0. Ukuran
yang sudah tersedia dan ada pula yang dijual material jahitan yang lebih kecil 4-0, 5-0,
terpisah (Gambar 6-24, C). Jika dokter gigi dan 6-0. Benang jahitan ukuran sangat halus,
memilih untuk memuat jarum sendiri demi seperti 6-0, biasanya digunakan pada daerah
ekonomi, jarum yang memiliki mata (seperti yang sangat penting pada kulit, seperti
yang ada di jarum mesin jahit) harus wajah, karena jahitan yang lebih kecil
digunakan. Jika dokter gigi memilih untuk biasanya kurang menyebabkan jaringan
menggunakan jarum sekali pakai, maka parut. Benang jahitan ukuran 3-0
benang telah terpasang ke jarum. Jarum cukup besar untuk mencegah robeknya
yang memiliki mata lebih besar di ujung mukosa, cukup kuat untuk menahan
dapat menyebabkan cedera jaringan sedikit ketegangan pada intraoral, dan cukup kuat
meningkat dibandingkan dengan jarum yang untuk memudahkan mengikat simpul dengan
lebih kecil. needle holder.
Gambar 6-24 A, Perbandingan jarum yang
digunakan dalam bedah mulut. Atas adalah
jarum P-3, yang biasanya jahitan berukuran
4-0. Tengah adalah jarum F5-2, dan bawah
adalah X-1. Semuanya adalah jarum
pemotong. B, Ujung jarum digunakan untuk
jahitan mucoperiosteum adalah triangular
secara cross section untuk jarum
memotong. C, Jahitan ada yang telah tersedia
pada mata jarum atau dijual terpisah dengan
jarum.
Gambar. 6-25 needle holder menjepit jarum
dengan jarak dua pertiga dari ujung jarum.

Gambar. 6-26 Gunting jahitan memiliki pegangan yang


panjang dan pisau yang pendek. pisau ada yang sedikit
miring ke salah satu arah.

Gambar. 6-27 Gunting Jahitan harus dipegang dengan


cara yang sama seperti memegang needle holder.

Material jahitan ada yang resorbable digunakan dalam rongga mulut adalah
atau nonresorbable. Material jahit silk. Nylon dan stainless steel jarang
nonresorbable termasuk jenis seperti silk, digunakan di dalam mulut. Material jahitan
nilon, dan stainless steel. Jahitan resorbable terutama terbuat dari usus.
nonresorabable yang paling sering Meskipun istilah Catgut sering digunakan
untuk menunjuk jenis material jahitan, usus mudah ditoleransi oleh jaringan lunak
sebenarnya berasal dari permukaan pasien. Warna hitam dari benang jahit
serosa dari usus domba. Catgut yang membuat jahitan mudah dilihat ketika pasien
menyerap relative cepat sembuh kembali untuk pembukaan jahitan. Material
dalam rongga mulut, paling tidak 5 hari. Jahitan memegang mukosa bersama-sama
Usus yang diproses dengan cairan untuk tetap selama 5 sampai 7 hari, sehingga
tanning (chromic acid), dan disebut dengan tindakan wicking penting secara
usus kromat, lama penyerapannya 10-12 klinis. (Teknik untuk penjahitan dan simpul
hari. Beberapa material jahitan resorbable ikatan disajikan dalam Bab 8.)
sintetis juga tersedia. Material jahitan ini
terdiri dari rantai panjang dari polymer. Gunting
Contohnya adalah polyglycolic acid dan Instrumen terakhir yang diperlukan
poly lactid acid. Material ini secara perlahan untuk melakukan jahitan adalah gunting
diserap sampai 4 minggu sebelum jahitan (Gambar 6-26). Gunting Jahitan
mereka diresorpsi. Karena material tersebut biasanya memiliki pegangan yang panjang
lama diserap, maka jarang diindikasikan dan ring untuk ibu jari dan jari manis, sama
untuk rongga mulut. seperti memegang needle holder. Gunting
Jahitan diklasifikasikan berdasarkan jahit biasanya memiliki tepi yang tajam dan
pada monofilamen atau pendek, karena fungsinya adalah untuk
polyfilament. Material jahitan monofilamen memotong jahitan (Gambar 6-27). Gunting
adalah jahitan seperti rajutan, dan crhomic jahit paling sering digunakan adalah gunting
gut, nilon, dan stainless steel. Jahitan Dean. Gunting ini memiliki pegangan yang
Polyfilament adalah silk, polyglycolic acid, sedikit melengkung dan pisau yang bergerigi
dan polylactic acid. Material jahitan terbuat untuk memudahkan pemotongan jahitan.
dari material lembut, sulit untuk dipegang Tipe tambahan dari gunting ini
dan disimpul dan jarang bisa disimpul. didesain untuk jaringan lunak. Dua jenis
Ujung jahitan biasanya lembut dan tidak utama dari gunting jaringan adalah (1)
menyebabkan iritasi pada lidah dan jaringan gunting Iris dan (2) gunting Metzenbaum
lunak sekitarnya. Namun, karena filamen (Gambar 6-28). Gunting Iris kecil, ujungnya
ganda, cenderung "wick" cairan mulut runcing dan halus digunakan untuk bekerja
sepanjang jahitan ke jaringan di bawahnya. dengan baik. Gunting Metzenbaum adalah
Tindakan wicking mungkin membawa gunting tumpul yang digunakan untuk
bakteri bersama dengan saliva. Jahitan memotong jaringan lunak. Gunting jaringan
monofilamen tidak menyebabkan tindakan seperti Iris atau gunting Metzenbaum tidak
wicking tetapi mungkin lebih sulit untuk boleh digunakan untuk memotong jahitan,
disimpul, kaku dan dapat mengiritasi lidah karena bahan jahitan akan membuat tepi
dan jaringan lunak. pisau tumpul dan sehingga kurang efektif
Material jahitan paling sering untuk memotong jaringan. Pengecualian
digunakan untuk rongga mulut adalah 3-0 adalah ketika membuang jahitan yang sangat
silk berwarna hitam. Ukuran 3-0 memiliki halus pada insisi kulit di wajah. Gunting
kekuatan yang sesuai; sifat dasar yang tipis, ujung runcing seperti Iris
polyfilament silk mudah untuk disimpul dan mungkin berguna.
Gambar. 6-28 Gunting jaringan lunak terdiri dari dua
desain: gunting Iris (atas) yang kecil dan ujungnya
runcing. Gunting Metzenbaum (bawah) lebih
panjang, halus, dan tumpul.

Gambar. 6-29 A, Karet blok gigitan digunakan untuk menahan pembukaan mulut dalam posisi
yang dipilih pada pasien. B, Sisi blok gigitan bergelombang untuk permukaan gigi yang terlibat.

Instrumen Untuk Membuka Mulut Pasien dapat membuka mulut lebar


Ketika melakukan ekstraksi gigi dengan posisi yang nyaman, dan blok
mandibula, diperlukan alat untuk menahan gigitan karet dimasukkan, dengan menahan
mandibula untuk mencegah ketegangan pada mulut pada posisi
sendi temporomandibular (TMJs). Dengan yang diinginkan. Sebenarnya ahli bedah
menahan rahang pasien oleh blok gigitan, membutuhkan pembukaan lebih lebar,
sendi akan terlindungi. Blok gigitan hanya pasien harus membuka mulutnya lebih lebar
sebutan nama yang tersirat (Gambar 6- dan blok gigitan diposisikan lebih ke
29, A dan B). Ini merupakan blok karet posterior mulut.
sehingga gigi pasien dapat beristirahat.
Gambar. 6-30 Side-action, atau Molt, mouth prop dapat
digunakan untuk membuka mulut pasien ketika pasien tidak
dapat bekerja sama seperti pada saat sedasi.

Side-action mouth prop atau Molt menyedot daerah soket gigi pada kasus
mouth prop (Gambar 6-30) dapat digunakan fraktur ujung akar untuk visualisasi yang
oleh operator untuk membuka mulut lebih memadai. Beberapa suction didesain dengan
lebar apabila diperlukan. Mouth prop lubang yang berbeda-beda sehingga jaringan
memiliki tindakan tipe ratchet dimana mulut lunak tidak ikut tersedot kedalam lubang
terbuka lebar ketika pegangan tertutup. Tipe suction dan menyebabkan cedera jaringan
ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati, (Gambar 6-31, A).
karena tekanan besar dapat teraplikasi pada Fraser suction memiliki lubang di
gigi dan TMJ dan cedera dapat terjadi bagian pegangan yang dapat ditutup dimana
dengan penggunaan yang tidak tepat. Jenis pegangan berguna sabagai pengendali.
mouth prop sangat berguna pada pasien Ketika jaringan keras dipotong dibawah
yang sedang dianastesi. irigasi yang berlebih, lubang tertutup
Setiap blok gigitan atau side action sehingga cairan terangkat dengan
mouth prop digunakan, ahli bedah harus cepat. Ketika jaringan lunak disuction,
berhati-hati untuk menghindari pembukaan lubang tidak tertutup untuk mencegah cedera
mulut yang terlalu lebar, karena dapat jaringan (Gambar 6-31, B).
menimbulkan ketegangan pada sendi rahang.
Kadang-kadang, ini dapat menyebabkan Alat Untuk Mentransfer Instrumen Steril
cedera pada sendi, yang memerlukan Tang transfer adalah tang besar yang
perawatan tambahan. Ketika prosedur digunakan untuk memindahkan instrumen
perawatan dilakukan dalam waktu yang steril dari satu daerah ke daerah lain
lama, ada baiknya jika prop dikeluarkan (Gambar 6-32, A). Tang ini
secara peroidik dan memungkinkan pasien biasanya melengkung dengan pegangan
untuk menggerakkan rahang dan besar, jadi instrumen seperti tang ekstraksi
mengistirahatkan otot dalam waktu yang dapat dipindahkan dari satu tempat ketempat
singkat. yang lain dan barang-barang yang kecil
dapat dipegang tanpa terjatuh (Gambar 6-
32, B dan C). Tang transfer disimpan dalam
Instrumen Untuk Suction wadah yang biasanya diisi dengan larutan
Untuk memberikan visualisasi yang bakterisida, seperti glutaralgehyde. Wadah
cukup, darah, saliva dan cairan irigasi harus dikosongkan dan cairan yang baru
harus disedot dari area operasi. Surgical ditempatkan setidaknya dua hari
suction memiliki saluran yang kecil sekali. Wadah harus dicuci dan
dibandingkan dengan tipe yang digunakan diautoklaf minimal seminggu sekali.
dalam kedokteran gigi umum sehingga dapat
Instrumen Untuk Menahan Handuk Dan jari dan jari manis. Ujung towels clip tajam
Drapes Pada Posisinya dan melengkung dan menembus handuk dan
Ketika drapes digunakan pada pasien, drapes. Ketika instrumen ini digunakan,
harus digunakan bersama-sama dengan operator harus sangat hati-hati agar tidak
towels clip (Gambar 6-33). Instrumen ini melukai kulit pasien.
memiliki locking handle dan ring untuk ibu

Gambar. 6-31 A, Typical surgical suction yang


memiliki ujung dengan diameter kecil. B, ujung
suction Fraser memiliki blade di pegangan untuk
memungkinkan operator lebih mengontrol daya
hisap. Ujung suction memiliki lubang disamping
untuk mencegah cedera jaringan yang disebabkan
oleh tekanan isap berlebih. Kawat Stylet
digunakan untuk membersihkan ujung ketika tulang
atau partikel gigi terhisap.

Instrumen Untuk Irigasi harus bersudut agar lebih efisien dalam


Ketika bur dan handpiece digunakan penggunaannya (Gambar 6-34, A dan B).
untuk membuang tulang, daerah harus
diirigasi dengan larutan saline steril. Dental Elevator
Irigasi dapat mencegah kerusakan tulang, Salah satu instrumen yang paling
irigasi dapat mendinginkan bur dan penting digunakan dalam prosedur ekstraksi
mencegah peningkatan suhu sehingga adalah dental elevator. Instrumen ini
merusak tulang. Irigasi juga dapat digunakan untuk luksasi gigi di sekitar
meningkatkan efisiensi bur dengan tulang. Melonggarkan gigi sebelum aplikasi
membersihkan serpihan tulang dari bur dan tang dapat memudahkan ekstraksi gigi yang
memberikan pelumas yang cukup. Selain itu, sulit. Dengan meluksasi gigi sebelum
setelah prosedur bedah selesai dilakukan dan aplikasi tang, operator dapat meminimalkan
sebelum flap mucoperiosteal dijahit kembali insiden patah akar dan gigi. Akhirnya luksasi
ke posisinya, area bedah harus diirigasi gigi sebelum aplikasi tang dapat
secara menyeluruh dengan larutan salin. memudahkan pengangkatan akar yang patah
Jarum suntik plastik besar yang yang tumpul karena akar akan longgar pada soket gigi.
jarum 18-gauge digunakan untuk irigasi. Selain berperan dalam melonggarkan gigi,
Walaupun jarumnya disposable, dapat dental elevator digunakan untuk memperluas
dapat disterilkan sehingga bisa digunakan tulang alveolar. Dengan memperluas tulang
beberapa kali sebelum dibuang. Jarum buccocortical, ahli bedah dapat dengan
sebaiknya tumpul dan halus sehingga tidak mudah mencabut gigi yang terbatas dan
merusak jaringan lunak, dan arah jarumnya agak sulit untuk dicabut. Akhirnya dental
elevator digunakan untuk mengangkat sehingga dapat dipegang dengan nyaman di
patahan atau membelah akar gigi dari soket. tangan untuk menerapkan kekuatan yang
Elevator didesain dengan bentuk khusus cukup besar tetapi terkendali. Penerapan
untuk memudahkan mengambil akar dari kekuatan khusus sangat penting dalam
soketnya. penggunaan dental elevator. Dalam beberapa
situasi, pegangan berbentuk crossbar atau T-
Komponen bar digunakan. Instrumen ini harus
Tiga komponen utama elevator adalah digunakan dengan hati-hati, karena mereka
pegangan, batang, dan blade (Gambar 6-35). dapat menghasilkan kekuatan yang sangat
Gagang elevator biasanya berukuran besar, besar (Gambar 6-36).

Gambar. 6-32 A Tang transfer digunakan untuk memindahkan instrumen


steril dari satu daerah steril ke daerah yang lain. B, Tang ini cukup kuat
untuk memindahkan instrumen tanpa takut terlepas dari pegangan. C, Tang
transfer juga dapat digunakan untuk memegang barang-barang kecil, seperti
cartridge anestesi.

atau gouge adalah elevator paling sering


Batang elevator hanya menghubungkan digunakan untuk luksasi gigi (Gambar 6-37,
pegangan untuk kerja akhir, atau blade dari A). Blade dari elevator straight memiliki
elevator. Batang umumnya berukuran besar permukaan cekung pada satu sisi sehingga
dan cukup kuat untuk mengirimkan dapat digunakan dengan cara yang sama
kekuatan dari pegangan ke blade. Blade sebagai shoehorn (Gambar 6-37, B dan C).
elevator adalah ujung yang bekerja dari Elevator straight yang kecil, nomor. 301,
elevator dan digunakan untuk mengirimkan sering digunakan untuk memulai luksasi
kekuatan ke gigi, tulang, atau keduanya. gigi, sebelum penerapan tang (Gambar 6-
38). Elevator straight yang lebih besar
Jenis digunakan untuk memindahkan akar dari
Variasi terbesar dalam jenis elevator soket dan juga digunakan untuk luksasi gigi
adalah dalam bentuk dan ukuran blade. Tiga dengan jarak yang lebih luas. Elevator
tipe dasar elevator adalah (1) jenis straight straight besar yang paling umum digunakan
atau gouge, (2) jenis triangle atau pennant- dengan nomor 34s, tetapi nomor 46 dan
shape; dan (3) jenis pick. Elevator straight nomor. 77R juga sering digunakan.
Gambar. 6-33 Towel clip digunakan untuk memegang drapes
pada posisinya. Ujung yang tajam menembus handuk, dan
pegangannya dikunci agar kain penutup tetap pada posisinya.
Towel clip dengan non penetrasi juga tersedia.

Gambar. 6-34 A, Bulb atau alat suntik biasa dapat


digunakan untuk cairan irigasi pada pembedahan. B, jarum
suntik self ioaded adalah spring-loaded untuk
memungkinkan mengisi cukup dengan melepaskan plunger.
Gambar. 6-35 Komponen utama dari elevator adalah pegangan, tangkai, dan blade.
Bentuk blade dari elevator straight soket yang berdekatan kosong. Sebagai
melengkung dari batang, yang contoh ketika molar pertama rahang bawah
memungkinkan alat ini digunakan pada fraktur, meninggalkan akar distal dalam
posisi lebih ke posterior di mulut. Dua soket tetapi akar mesial telah diangkat
contoh dari elevator yang mempunyai sampai mahkota. Ujung dari elevator
tangkai melengkung yang menyerupai triangle-shaped ditempatkan ke dalam soket,
dengan blade yang melengkung pada dengan tangkai elevator bertumpu pada
elevator lurus adalah elevator Miller dan tulang bagian bukal. Kemudian melakukan
elevator Potts. tipe rotasi wheel-and-axle, dengan ujung
Elevator paling sering digunakan kedua yang tajam dari elevator melibatkan
adalah elevator triangular atau pennant- sementum akar distal yang tersisa; elevator
shaped (Gambar 6-39). Elevator ini ini lalu berbalik dan akar terangkat. Elevator
disediakan berpasangan: kiri dan kanan. triangle-shaped tersedia dalam berbagai
Elevator triangle-shaped paling berguna jenis dan angulasi, tapi Cryer adalah jenis
ketika akar yang patah dalam soket gigi dan yang paling umum.

Gambar. 6-36 Gagang Crossbar digunakan pada elevator tertentu.


Jenis pegangan ini dapat menghasilkan sejumlah kekuatan besar dan
karena itu harus digunakan dengan hati-hati.
Gambar. 6-37 A, Elevator straight adalah elevator paling sering digunakan. B
dan C, blade elevator straight cekung pada sisi kerja.

Jenis elevator ketiga yang digunakan bahwa ini adalah alat tipis dan tidak dapat
dengan beberapa frekuensi adalah elevator digunakan sebagai wheel-and-axle atau jenis
jenis pick. Jenis elevator ini digunakan untuk elevator seperti elevator Cryer atau pick
mengangkat akar. Versi berat dari pick crane. Root tip pick digunakan untuk
adalah Crane pick (Gbr. 6-40). Instrumen ini mengangkat ujung akar yang sangat kecil
digunakan sebagai pengungkit untuk dari gigi.
mengangkat akar yang patah dari soket gigi.
Hal ini biasanya diperlukan untuk mengebor Tang Ekstraksi
lubang dengan bur, sekitar 3 mm ke dalam Instrumen yang muncul dalam pikiran
akar. Ujung pick kemudian dimasukkan ke ketika berpikir tentang pencabutan gigi
lubang, dengan plat bukal tulang sebagai adalah tang ekstraksi. Instrumen ini
titik tumpu, akar terangkat dari soket gigi. digunakan untuk mengeluarkan gigi dari
Kadang-kadang ujung yang tajam dapat tulang alveolar. Mereka dirancang dalam
digunakan tanpa mempersiapkan titik berbagai model beserta konfigurasinya
pegangan dengan melibatkan sementum untuk beradaptasi dengan berbagai gigi yang
gigi. mereka digunakan. Setiap desain dasar
Tipe kedua dari pick adalah root tip memberikan banyaknya variasi bersamaan
pick, atau elevator apeks (Gambar 6-41). dengan keinginan operator. Bagian ini
root tip pick adalah instrumen yang rumit berkaitan dengan desain dasar dasar dan
yang digunakan untuk mengangkat ujung sentuhan pada beberapa variasi.
akar kecil dari soketnya. Harus ditekankan

Gambar. 6-38 Blade elevator straight kecil adalah sekitar setengah lebar
dari elevator lurus besar.
Gambar. 6-39 Triangular-shaped elevator (Cryer) adalah sepasang
instrumen oleh karena itu digunakan untuk akar tertentu.

Gambar. 6-40 Pick crane adalah instrumen berat yang digunakan untuk
mengangkat akar keseluruhan atau bahkan gigi setelah titik pegangan telah
disiapkan dengan bur.

Gambar. 6-41 Root tip pick yang halus digunakan untuk mengangkat pecahan ujung
akar yang kecil dari socket.
Gambar. 6-42 Komponen Dasar tang ekstraksi.

Komponen memiliki hinge dalam arah horizontal dan


Komponen dasar dari tang ekstraksi digunakan sebagaimana telah dijelaskan
gigi adalah handle, hinge, dan beak (Gambar (lihat Gambar 6-42 dan 6-43.). Inggris lebih
6-42). Handle biasanya ukurannya cukup suka hinge vertikal dan handle vertikal yang
nyaman untuk dipegang dan memberikan diposisikan sesuai (Gbr. 6-46, A). Jadi
tekanan yang cukup dan daya pengungkit handle gaya Inggris dan hinge digunakan
untuk mengeluarkan gigi yang diperlukan. dengan tangan memegang dalam arah
Handle memiliki permukaan bergerigi untuk vertikal sebagai lawan dari arah horizontal
memungkinkan pegangan yang tegas dan (Gambar 6-46, B).
mencegah slip. Beak tang ekstraksi adalah sumber dari
Handle tang dibuat secara berbeda, variasi terbesar di antara tang. Beak ini
tergantung pada posisi gigi yang akan dirancang untuk beradaptasi dengan akar
dicabut. tang maksilaris dibuat dengan gigi di pertemuan mahkota dan akar. Penting
telapak bawah tang sehingga beak ditujukan untuk diingat bahwa beak dari tang
ke arah yang superior (Gambar 6-43). Tang dirancang untuk disesuaikan dengan struktur
yang digunakan untuk mencabut gigi rahang akar gigi dan tidak untuk mahkota gigi,
bawah dibuat dengan telapak di atas tang dalam arti itu, beak yang berbeda dirancang
sehingga beak menuju ke arah gigi (Gambar untuk gigi berakar tunggal, gigi berakar dua,
6-44). Handle tang biasanya lurus tetapi dan gigi berakar tiga. Variasi desain yang
dapat melengkung. Ini menyajikan operator sedemikian rupa sehingga ujung beak akan
dengan rasa "lebih cocok" (Gambar 6-45). beradaptasi erat dengan berbagai bentuk
Hinge dari tang, seperti tangkai pada akar, sehingga mengurangi peluang untuk
elevator, adalah mekanisme mereiy untuk fraktur akar. Semakin dekat beak pada
menghubungkan handle ke beak. adaptasi tang dengan akar gigi, semakin
Pemindahan hinge dan konsentrasi tekanan efisien untuk pencabutan dan semakin
yang diterapkan untuk handle ke beak. Satu sedikit kesempatan untuk komplikasi yang
perbedaan yang berbeda dalam gaya tidak diinginkan.
memang ada: Jenis tang Amerika biasa
Gambar. 6-43 Tang digunakan untuk mencabut gigi rahang atas dibuat dengan telapak bawah
pegangan.

Gambar. 6-44 A, Tang digunakan untuk mencabut gigi rahang bawah dibuat dengan telapak di
atas tang. B, pegangan lebih tegas untuk memberikan jumlah yang lebih besar dari kekuatan
rotasi dapat dicapai dengan menggerakkan ibu jari sekeliling dan di bawah pegangan.
Gambar. 6-45 Handle lurus biasanya lebih disukai, tetapi handle melengkung lebih disukai
oleh beberapa ahli bedah.

Gambar. 6-46 A, Tang gaya Inggris mempunyai hinge arah vertikal. B, Tang gaya Inggris
diadakan dalam arah vertikal.

Sebuah variasi desain yang terakhir Beak tang menyudut sehingga mereka
adalah pada lebar beak. Beberapa tang yang dapat ditempatkan sejajar dengan sumbu
sempit, karena penggunaan utama mereka gigi, dengan pegangan dalam posisi yang
adalah untuk mencabut gigi yang kecil, nyaman. Oleh karena itu beak tang maksila
seperti gigi insisivus. Tang lain yang agak biasanya sejajar dengan handle. Tang molar
lebih luas, karena mereka dirancang untuk rahang atas disediakan secara bayonet untuk
mencabut secara substansial lebih luas, memungkinkan operator mencapai
seperti gigi molar bawah. Tang dirancang kenyamanan aspek posterior mulut serta
untuk mencabut gigi insisivus bawah dapat tetap beak sejajar dengan sumbu gigi. Beak
digunakan untuk mencabut gigi molar, tetapi tang mandibula biasanya diatur tegak lurus
beak begitu sempit sehingga tidak efisien dengan handle, yang memungkinkan ahli
untuk aplikasi tersebut. Demikian pula tang bedah untuk mencapai gigi bawah dan
molar yang lebih luas tidak akan beradaptasi mempertahankan posisi yang nyaman dan
dengan ruangan sempit yang diperbolehkan terkendali.
oleh gigi insisivus bawah yang kecil dan
karenanya tidak dapat digunakan dalam
situasi itu.
selalu berpasangan: kiri dan kanan. Selain
Tang Rahang Atas itu, tang molar akan saling mengimbangi
Pencabutan gigi rahang atas sehingga operator dapat mencapai aspek
memerlukan penggunaan instrumen posterior mulut dan tetap dalam posisi yang
dirancang untuk gigi berakar tunggal dan benar. Tang molar paling sering digunakan
untuk gigi dengan tiga akar. Gigi insisivus adalah tang nomor. 53 kanan dan kiri
rahang atas, gigi kaninus, dan gigi premolar (Gambar 6-50). tang dirancang untuk
semua dianggap gigi berakar tunggal. memenuhi anatomi sekitar beak palatal dan
Premolar pertama rahang atas sering bukal berujung sesuai ke bifurkasi bukal.
memiliki akar bercabang, tetapi karena ini beak diimbangi untuk memungkinkan untuk
terjadi pada sepertiga apikal, ia tidak penentuan posisi yang baik.
memiliki pengaruh pada desain tang. Gigi Sebuah variasi desain yang ditunjukkan
molar rahang atas biasanya berakar tiga dan pada tang no. 88 kanan dan kiri yang lebih
karenanya memerlukan tang ekstraksi, yang panjang, lebih menonjol, dengan formasi
akan beradaptasi dengan konfigurasi itu. beak yang tajam, (Gambar 6-51). Tang ini
Gigi berakar tunggal gigi rahang atas dikenal sebagai tang cowhorn rahang atas.
biasanya dicabut dengan tang universal Mereka sangat berguna untuk molar rahang
rahang atas, biasanya no. 150 (Gbr. 6-47). atas yang memiliki mahkota dengan karies
Tang no. 150 sedikit melengkung bila dilihat yang parah. Beak tajam memungkinkan
dari samping dan pada dasarnya lurus bila untuk mencapai lebih dalam trifurkasi untuk
dilihat dari atas. beak pada tang melengkung mengeluarkan dentin. Kerugian utama
bertemu hanya di ujung. Lengkungan sedikit adalah bahwa mereka menghancurkan tulang
no. 150 memungkinkan operator untuk alveolar, dan ketika digunakan pada gigi
mencapai tidak hanya gigi insisivus, tetapi utuh tanpa hati-hati, fraktur tulang alveolar
juga premolar dengan cara yang nyaman. bukal dalam jumlah besar mungkin terjadi.
Beak no. 150 telah dimodifikasi sedikit Sesekali, molar kedua rahang atas dan
untuk bentuk no. 150A (Gambar 6-48). No. erupsi molar ketiga memiliki akar konus
150A berguna untuk gigi premolar rahang berbentuk tunggal. Dalam situasi ini, tang
atas dan tidak boleh digunakan untuk gigi dengan luas, beak halus yang mengimbangi
insisivus, karena adaptasi mereka ke akar dari handle dapat berguna. Tang No. 210S
gigi insisivus kurang baik. contoh desain ini (Gambar 6-52). Variasi lain
Selain tang no. 150, tang lurus juga desain yang ditampilkan dalam tang molar
tersedia. No. 1 (Gambar 6-49), yang bisa mengimbangi dengan beaknya yang sangat
digunakan untuk gigi insisivus rahang atas sempit. Ini digunakan terutama untuk
dan gigi kaninus, yang sedikit lebih mudah mencabut akar molar rahang atas yang patah
digunakan daripada nomor. 150 untuk gigi tetapi dapat digunakan untuk mencabut
insisivus. premolar yang kecil dan untuk gigi insisivusi
Gigi molar tiga rahang atas dengan bawah. Tang no. 286, juga dikenal sebagai
akar palatal tunggal dan bifurkasi bukal. tang ujung akar (Gambar 6-53).
Oleh karena itu tang yang diadaptasi agar Sebuah versi lebih kecil dari nomor.
sesuai dengan molar rahang atas harus halus, 150, no. 150S, berguna untuk mencabut gigi
permukaan yang cekung untuk akar palatal sulung (Gambar 6-54). Tang ini beradaptasi
dan beak dengan desain runcing yang akan dengan baik untuk semua gigi sulung rahang
cocok dengan bifurkasi bukal pada beak atas dan dapat digunakan sebagai tang
bukal. Hal ini mengharuskan tang molar universal gigi sulung.
Gambar. 6-47 A, Pandangan Superior tang no. 150 . B, Pandangan samping tang no. 150 . C
dan D, Tang No 150 disesuaikan dengan gigi insisivus sentralis rahang atas.
Gambar. 6-48 A, Pandangan Superior tang no. 150A . B, Tang no 150A mempunyai
beak paralel yang tidak menyentuh berbeda dengan beak tang 1 50. C, Adaptasi tang no.
150A untuk premolar rahang atas.

Gambar. 6-49 Pandangan superior tang no. 1 . B, Pandangan samping tang no. 1 . C, Tang No 1
disesuaikan dengan gigi insisivus.
Gambar. 6-50 Pandangan, Superior tang nomor. 53L . B, Pandangan
samping tang no. 53L . C, Kanan, tang no. 53L; kiri, no. 53R. D dan
E, Tang No 531 disesuaikan dengan rahang atas molar.
Gambar. 6-51 A, Pandangan Superior tang no. 88L , B, Pandangan samping tang no. 88L . C, Tang
No 88R disesuaikan dengan molar rahang atas.

Gambar. 6-52 A, Pandangan Superior tang no. 21 OS . B, Pandangan samping tang no. 21 OS . C,
Tang No 21 OS disesuaikan dengan molar rahang atas.

Tang Rahang Bawah


Ekstraksi gigi mandibula membutuhkan tang yang dapat digunakan untuk gigi berakar
tunggal untuk gigi insisivus, kaninus, dan gigi premolar, serta untuk dua akar pada gigi molar.
Tang yang paling sering digunakan untuk gigi berakar tunggal adalah tang universal rahang
bawah, atau no. 151 (Gbr.6-55). Tang ini mempunyai handle serupa dengan bentuk pada no. 150,
tetapi beak tajam pada inferior untuk gigi rahang bawah. Beak yang halus dan relatif kecil dan
bertemu hanya di ujung. Hal ini memungkinkan agar beak sesuai pada garis servikal gigi dan
menangkap akar.
Tang No. 151A telah dimodifikasi sedikit lebih ramping untuk gigi premolar rahang bawah
(Gambar 6-56). Mereka tidak boleh digunakan untuk gigi rahang bawah lainnya, karena bentuknya
yang mencegah adaptasi terhadap akar gigi.
Tang gaya Inggris hinge-vertikal digunakan sesekali untuk gigi yang berakar tunggal pada
rahang bawah (Gbr.6-57). Kekuatan besar dapat dihasilkan dengan tang; kecuali telah dilakukan
perawatan, kejadian fraktur akar tinggi pada instrumen ini. Oleh karena itu jarang digunakan oleh
ahli bedah pemula.
Gigi molar mandibula bifurkasi, gigi dengan dua akar yang memungkinkan penggunaan tang
yang secara anatomis beradaptasi dengan gigi. Karena bifurkasi pada kedua sisi bukal dan lingual,
hanya tang molar tunggal diperlukan untuk kiri dan kanan, bertentangan dengan rahang atas, yang
mana molar kanan dan kiri merupakan tang yang berpasangan.

Gbr.6-53 Pandangan superior tang no. 286 . B, Pandangan samping tang no. 286 . C, Tang
No 286 disesuaikan dengan akar yang rusak.

Gambar. 6-54 No 150S (bawah) adalah versi lebih kecil dari tang no. 1 50 (atas) dan
digunakan untuk gigi sulung.

Tang yang paling berguna untuk molar dengan akar dan berbentuk konus. Untuk
bawah adalah no. 17 (Gbr. 6-58). Tang ini keperluan ini tang no. 222 sangat berguna
biasanya dengan handle lurus, dan beak (Gambar 6-59). Sama dengan desain untuk
yang miring ke bawah. Beak memiliki ujung no. 17, tetapi beak lebih pendek dan tidak
runcing bilateral di tengah untuk beradaptasi memiliki ujung runcing. Gigi yang paling
ke dalam bifurkasi molar. Sisa dari beak umum untuk tang no. 222 adalah molar
beradaptasi dengan baik untuk bifurkasi. ketiga rahang bawah.
Karena ujung yang runcing, tang no. 17 Variasi desain utama pada tang molar
tidak dapat digunakan untuk gigi molar, rahang bawah adalah no. 23, yang disebut
tang cowhorn (Gambar 6-60). Instrumen ini sebagai tumpuan, dan gigi terjepit keluar
dirancang dengan dua beak runcing yang dari soket. Seperti dengan tang gaya Inggris,
tebal dan masuk ke dalam bifurkasi molar penyalahgunaan tang cowhorn dapat
rahang bawah. Setelah tang duduk pada mengakibatkan peningkatan kejadian efek
posisi yang benar, gigi diangkat dengan yang tak diinginkan, seperti fraktur tulang
menekan pegangan tang bersama-sama alveolar. Dokter bedah pemula harus hati-
secara erat. Beak ditekan ke bifurkasi, hati menggunakan tang cowhorn.
menggunakan plat kortikal bukal dan lingual

Gambar. 6-55 A, Pandangan Superior tang no. 151 . B, Pandangan menyamping tang no. 151 .
C dan D, No Tang no. 151 disesuaikan dengan gigi insisivus rahang bawah.

Gambar. 6-56 A, Tang no. 151A memiliki beak yang paralel dan tidak beradaptasi
dengan baik untuk akar gigi yang bertentangan dengan beak tang no. 151. B, Tang
no. 151A disesuaikan dengan gigi premolar bawah. Kurangnya adaptasi pada ujung
beak ke akar gigi divisualisasikan.
Tang no. 151 juga disesuaikan untuk standar dari instrumen yang dikemas
gigi sulung. Tang No. 151S adalah desain bersama-sama, steril, dan membuka
umum yang sama seperti tang no. 151 tapi bungkusan pada saat operasi. Bungkusan
diperkecil untuk beradaptasi dengan gigi ekstraksi dasar termasuk alat suntik anestesi
sulung. Pasangan tang tunggal telah lokal, jarum, tabung anestesi lokal, elevator
memadai untuk mencabut semua gigi Woodson, kuret periapikal, elevator lurus
mandibula sulung (Gbr. 6-61). kecil dan besar, tang, hemostat melengkung,
penjepit handuk, Austin retractor, suction,
Sistem Instrumen Baki dan kain kasa (Gambar 6-62). Tang yang
Banyak ahli bedah merasa praktis diperlukan akan ditambahkan ke baki ini.
untuk menggunakan "baki" metode untuk
mengumpulkan instrumen. Perangkat

Gambar. 6-57 A, Pandangan menyamping tang dengan gaya Inggris . B, Tang disesuaikan
untuk premolar bawah
Gambar. 6-58 A, Pandangan Superior tang molar no. 1 7. B, Pandangan menyamping tang
molar no. 1 7. C dan D, Tang no 1 7 disesuaikan untuk molar rahang bawah.

Gambar. 6-59 A, pandangan menyamping tang no. 222 . B, Tang no 222 disesuaikan untuk
molar ketiga rahang bawah.
Gambar. 6-60 Pandangan superior tang cowhorn no. 23 . B, Pandangan menyamping
tang cowhorn. C dan D, Tang cowhorn disesuaikan untuk gigi molar rahang bawah
Gambar 6-61 Tang no. 151S (bawah) adalah versi kecil dari tang no. 151 (atas) dan digunakan
untuk ekstraksi gigi sulung.

Gambar 6-62 Baki ekstraksi umum dasar.


Baki yang digunakan untuk ekstraksi debridemen luka, dan menjahit jaringan
bedah akan mencakup barang dari baki lunak.
ekstraksi dasar ditambah needle holder dan Baki biopsi termasuk baki dasar,
benang bedah, gunting jahit, elevator ditambah handle dan blade, neddle holder
periosteal, handle dan blade, tang jaringan dan benang, gunting jahit, gunting
Adson, bone file, retractor lidah, root tip Metzenbaum, tang jaringan Allis, tang
pick, tang jaringan Rusia, sepasang elevators jaringan Adson, dan hemostat melengkung
cryer, rongeur, serta handpiece dan bur (Gambar 6-64). Instrumen ini
(Gambar 6-63). Instrumen ini memungkinkan insisi dan diseksi dari
memungkinkan insisi dan refleksi dari spesimen jaringan lunak dan penutupan luka
jaringan lunak, pengangkatan tulang, dengan jahitan.
memotong gigi, pengambilan akar,

Gambar. 6-63 Baki ekstraksi bedah ditambah instrumentasi yang diperlukan untuk merefleksikan
flap jaringan lunak, pembuangan tulang, bagian gigi, pengambilan akar, dan penutupan jahitan
kembali ke posisinya.
Gambar. 6-64 Baki biopsi ditambah peralatan yang diperlukan untuk membuang spesimen
jaringan lunak dan luka jahitan ditutup.

Baki pasca operasi memiliki instrumen diambil untuk operator, dibuka, dan
yang diperlukan untuk irigasi lokasi bedah instrumen yang digunakan pada baki. Sistem
dan melepas jahitan (Gambar 6-65). ini membutuhkan autoclave agak besar
Biasanya termasuk gunting, tang, jarum untuk menampung baki.
irigasi, stik aplikator, kain kasa, dan suction. Secara bergantian, kaset logam dapat
Instrumen dapat ditempatkan pada baki digunakan sebagai pengganti nampan.
datar, dibungkus dengan kertas sterilisasi, Mereka lebih padat tetapi juga harus
dan disterilkan. Ketika siap digunakan, baki dibungkus kertas sterilisasi (lihat Gbr. 5-6).
Gambar. 6-65 Baki pascaoperasi termasuk instrumen yang diperlukan untuk membuka jahitan dan
irigasi mulut.

Lampiran termasuk harga yang


ditetapkan untuk instrumen ini terdaftar
untuk baki. Sebuah tinjauan sederhana dari
biaya instrumen bedah akan mencerminkan
mengapa ahli bedah dan staf harus
melakukan segala upaya untuk merawat
instrumen.

BIBLIOGRAPHY
Brown RP: Knotting technique and
suture materials, Brl Surg 79:300, 1992.
Edlich RF, Thacker JG, McGregor W:
Past, present, and future for surgical needles
and needle holders, Am J Surg
166:522,1993.
Findlay IA: The classification of dental
elevators, Br Dent}109:219, 1960.
Kandler HJ: The design and
construction of dental elevators, J Dent
10:317, 1982.
Lilly GE et al: Reaction of oral tissues
to suture materials, J Oral Surg 28:432,
1969.
Macht SD, Krizek TJ: Sutures and
suturing: current concepts, J Oral Surg
36:710, 1978.