Anda di halaman 1dari 2

Seroprevalence 21.

Herpes genitalis memiliki kejadian prevalensi tertinggi dalam penyakit menular seksual
(PMS) yang terjadi di Amerika Serikat. Estimasi yang paling akurat yang didapatkan survey
seroprevalensi menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang di Amerika Serikat terinfeksi Herpes
22
simplex virus HSV) tipe 2 . Data tersebut banyak dikemukakan untuk memperkirakan
dampak dari HSV genitalis. Namun, estimasi tersebut mengabaikan keterlibatan kejadian
herpes genitalis yang disebabkan oleh HSV- 1 yang didapatkan secara transmisi seksual.
Infeksi yang disebabkan oleh HSV-1 biasanya menyebabkan adanya lesi berupa lepuhan
disertai rasa nyeri pada daerah bibir maupun bagian lain dari mulut yang biasanya didahului
dengan terjadinya demam dan flu atau sering disebut dengan cold sores23.

Gejala

Gejala dari infeksi virus herpes simpleks diantaranya adalah lepuhan –lepuhan yang berisi
cairan (blisters) pada kulit maupun membran mukosa pada mulut, bibir, ataupun pada
genitalia24 . Lesi sembuh ditandai dengan munculnya keropeng yang merupakan karakteristik
penyakit herpetik. Terakadang, virus herpes simpleks dapat menyebabkan gejala yang sangat
rvingan maupun atipikal pada saat serangan. Namun, sebagai virus neurotropika dan
neuroinvasif (mampu memasuki atau menginfeksi sistem saraf pusat), HSV-1 dan HSV-2
dapat bertahan di dalam tubuh dengan menjadi laten dan bersembunyi dari sistem imunitas
tubuh dalam badan sel neuron. Setelah infeksi inisial atau infeksi primer, beberapa orang
yang terinfeksi mengalami episode sporadis baik saat reaktivasi virus maupun pada saat
serangan. Pada saat serangan, virus yang terdapat pada sel saraf berubah menjadi aktif dan
berpindah melalui akson neuron menuju ke kulit, dimana virus mengalami replikasi dan
terjadinya pergantian kulit sehingga menimbulkan adanya lesi baru24.

HSV sebagai faktor risiko pada penyakit Alzheimer dan HIV

Meskipun herpes simpleks memiliki jalur yang sangat berbeda dengan Penyakit Azheimer,
virus Herpes simpleks juga dapat mengarah pada terjadinya lesi pada temporal hippocampal
yang mengakibatkan hilangnya memori verbal yang dalam, dimana hal tersebut juga
merupakan salah satu karakteristik dari penyakit Alzheimer25. HSV sudah banyak terdeteksi
pada otak pasien dengan penyakit Alzheimer, baik dengan deteksi langsung DNA virus
dengan menggunakan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun dengan
deteksi adanya antibodi intratekal. Herpes genitalis merupakan sebuah faktor risiko utama
terjadinya transmisi Human Immunideficiency virus (HIV) tipe 1.

Terapi

Sejumlah terapi tersedia untuk mengatasi HSV , termasuk diantaranya yang menjadi terapi
utama adalah analog nucleosid seperti Triflurothymidine (TFT) dan acyclovir baik oral
maupun topikal. Kira-kira sekitar 17,7 juta US dollar dianggarkan tiap tahunnya untuk
mengobati 59.000 kasus baru herpes simpleks, 29.000 kasus kambuhan herpes simpleks, dan
beberapa kasus penyakit herpes pada mata di Amerika Serikat. Acyclovir oral sendiri
menghabiskan biaya 8.532 US dollar untuk mengalihkan tiap episode okular. Apabila
terdapat adanya antivirus profilaksis yang efektif, jumlah anggaran yang dikeluarkan tiap
terjadinya infeksi dapat berkurang sekitar 51%. Beberapa obat yang dapat digunakan sebagai
pengobatan herpes simpex virus adalah :

A. Acyclo1vir (Zovirax)

Gambar 3. Struktur Acyclovir (2-Amino-1,9-dihydro-9-


((2-hydroxyethoxy)methyl)-6H-purin-6-one)