Anda di halaman 1dari 7

INSTRUMEN PENILAIAN K3 PERUSAHAAN

 = Sesuai
(Berdasarkan Pada Check List Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) X = Tidak Sesuai
Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996)

No. Temuan Verifikasi


No Elemen Program
Elemen Kriteria Elemen dan Sub Elemen
( Apa yang harus di kerjakan )
Sesuai Tidak

1 PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN


KOMITMEN
1.1 Kebijakan K3
1 1.1.1 Adanya kebijakan keselamatan dan Adanya SOP cara mengoperasikan
kesehatan kerja yang tertulis, tertanggal kebijakan tesebut sesuai dengan
dan secara jelas menyatakan tujuan – wewenang dan tanggung jawab dalam
tujuan keselamatan dan kesehatan kerja organisasinya
dan komitmen perusahaan dalam
memperbaiki kinerja keselamatan dan
kesehatan kerjanya
2 1.1.2 Kebijakan yang ditanda tangani oleh Kebijakan disebarluaskan dan
pengusaha dan atau pengurus dikomunikasikan kepada tenaga kerja,
kontraktor dan tamu perusahaan
3 1.1.3 Kebijakan disusun oleh pengusaha dan Adanya tim yang membahas dan mengkaji
pengurus ulang kebijakan
4 1.1.4 Perusahaan mengkomunikasikan kebijakan Adanya bagian yang ditunjuk untuk
keselamatan dan kesehatan kerja kepada bertanggung jawab mengkomunikasikan
seluruh tenaga kerja, tamu, kontrakraktor, kebijakan
pelanggan, dan pemasok dengan tata cara
yang tepat
5 1.1.5 Apabila diperlukan, kebijakan khusus Adanya kriteria tertentu untuk izin kerja
dibuat untuk masalah keselamatan dan ditempat-tempat tertentu
kesehatan kerja yang bersifat khusus
6 1.1.6 Kebijakan keselamatan dan kesehatan Adanya tim yang bertanggung jawab
kerja dan kebijakan khusus lainnya ditinjau mengkaji kebijakan sesuai dengan kriteria
ulang secara berkala untuk menjamin dan peraturan / UU terbaru
bahwa kebijakan tersebut mencerminkan
dengan perubahan yang terjadi dalam
peraturan perundangan
1.4 Ketertiban dan Konsultasi dengan
Tenaga Kerja
7 1.4.1 Ketertiban tenaga kerja dan penjadwalan Bila perlu konsultasi tersebut
konsultasi dengan wakil perusahaan yang disebarluaskan diantara tenaga kerja
ditunjuk didokumentasikan
8 1.4.2 Dibuat prosedur yang memudahkan Adanya format khusus yang mudah didapat
konsultasi mengenai perubahan - untuk usulan-usulan perubahan yang
perubahan yang mempunyai implikasi implikasinya terhadap K 3
terhadap keselamatan dan kesehatan kerja
9 1.4.3 Sesuai dengan peraturan perundangan Adanya rencana kerja yang jelas bserta
perusahaan telah membentuk P2K3 anggarannya memberikan pelatihan
10 1.4.4 Ketua P2K3 adalah pengurus atau pimpinan Ketua P2K3 dipimpin oleh Factory
puncak manager, anggotanya dari departemen
manager dan safety koordinator
11 1.4.5 Sekretaris P2K3 adalah ahli P2K3 sesuai Melatih tenaga kerja terkait menjadi
dengan peraturan perundangan tenaga ahli K3 sesuai peraturan dan UU
12 1.4.6 P2K3 menitik beratkan kegiatan pada Adanya laporan pelaksanaan recana kerja
pengembangan kebijakan dan prosedur P2K3, analisa kualitatif dan kuantitatif
untuk pengendalian resiko menunjukan kemajuan sesuai dengan
rekomendasi P2K3 meeting
13 1.4.7 P2K3 mengadakan pertemuan secara Hasil rapat dikomunikasikan ke seluruh
teratur dan hasilnya disebarluaskan tenaga kerja
ditempat kerja
14 1.4.8 P2K3 melaporkan kegiatannya secara Laporan P2K3 terjadwal kepada pejabat
teratur sesuai dengan peraturan Depnaker Daerah / Pusat
perundangan
15 1.4.9 Apabila diperlukan, dibentuk kelompok– Penanggung jawab K3 mendapat latihan
kelompok kerja dan dipilih wakil-wakil K3 sesuai dengan UU
kerja yang ditunjuk sebagai penanggung
jawab atas keselamatan dan kesehatan
INSTRUMEN PENILAIAN K3 PERUSAHAAN
 = Sesuai
(Berdasarkan Pada Check List Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) X = Tidak Sesuai
Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996)

No. Temuan Verifikasi


No Elemen Program
Elemen Kriteria Elemen dan Sub Elemen
( Apa yang harus di kerjakan )
Sesuai Tidak

kerja ditempat kerjanya dan kepadanya


diberikan pelatihan yang sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku
16 1.4.10 Apabila kelompok–kelompok kerja telah Adanya surat keputusan pengurus
terbentuk,maka tenaga kerja diberi mengenai organisai K3 bagi kelompok
informasi struktur kelompok kerja tersebut pengawas K3
2 STRATEGI PENDOKUMENTASIAN
2.1 Perencanaan Rencana Strategi
Keselamatan dan Kesehatan
17 2.1.1 Petugas yang berkompeten telah Membagi daerah operasi kerja
mengidentifikasikan dan menilai potensi berdasarkan identifikasi bahaya dan resiko
bahaya dan resiko keselamatan dan K3 oleh petugas yang kompeten
kesehatan kerja berkaitan dengan operasi
18 2.1.2 Perencanaan strategi keselamatan dan Adanya dokumentasi penerapan
kesehatan kerja perusahaan telah pengendalian potensi bahaya dan
ditetapkan dan diterapkan untuk pengendalian resiko K3 yang telah
mengendalikan potensi bahaya dan resiko teridentifikasi
keselamatan dan kesehatan kerja yang
teridentifikasi, yang telah berhubungan
dengan operasi
19 2.1.3 Rencana khusus yang berkaitan dengan Rencana khusus berkaitan dengan produk,
produk, proses, proyek atau tempat kerja proses, proyek yang ada implikasinya
tertentu yang telah dibuat dengan K3 sudah dibuat dan
didokumentasikan
20 2.1.4 Rencana didasarkan pada potensi dan Adanya dokumentasi rencana
insiden, proyek serta catatan keselamatan pengendalian resiko dan potensi bahaya
dan kesehatan kerja sebelumnya K3 berdasarkan catatan K3 sebelumnya
21 2.1.5 Rencana tersebut menetapkan tujuan Adanya dokumentasi tujuan K3 yang
keselamatan dan kesehatan perusahaan terukur, menetapkan prioritas dan
yang dapat diukur, menetapkan prioritas menyediakan sumber daya
dan menyediakan sumber daya
2.3 Penyebarluasan Informasi Keselamatan
dan kesehatan kerja
22 2.3.1 Informasi tentang kegiatan dan masalah Ada bagian/tenaga kerja yang
keselamatan dan kesehatan kerja bertanggung jawab secara sistematis
disebarluaskan secar sistematis kepada melalui tanda–tanda, lisan, tulisan
seluruh tenaga kerja perusahaan memberikan informasi kegiatan dan
masalah K3 kepada seluruh tenaga kerja
23 2.3.2 Catatan–catatan informasi keselamatan dan Menyediakan jumlah formulir informasi
kesehatan kerja dipelihara dan disediakan yang cukup dan memelihara,
untuk seluruh tenaga kerja dan orang mendokumentasi kan untuk tujuan
evaluasi

6 KEAMANAN BEKERJA BERDASARKAN SMK3


6.1 Sistem Kerja
24 6.1.1 Petugas yang berkompetensi telah INSPEKSI DAERAH KERJA
mengidentifikasikan bahaya yang potensial
dan telah menilai resiko–resiko yang timbul Apabila Tim Inspeksi K3 melaporkan hasil
dari suatu proses kerja inspeksi yang dilakukan secara rutin
terhadap bagian–bagian spesifik seperti :
Tutup/alat keselamatan, alat kerja
tangan, alat listrik, tata rumah tangga dan
lain–lain, mereka berpartisipasi aktif dan
membantu mencegah terjadinya deviasi
dari standar yang telah dibakukan dalam
seksi–seksi di tempat kerja.
25 6.1.3 Terdapat prosedur kerja yang a. Prosedur kerja selamat adalah acuan
didokumentasikan dan jika diperlukan kerja yang menjelaskan bagaimana
diterapkan suatu sistem “ Ijin Kerja “ suatu pekerjaan harus dikerjakan
untuk tugas–tugas beresiko tinggi secara langkah demi langkah. Pada
prosedur kerja selamat operator harus
mengikuti urut–urutan langkah kerja
INSTRUMEN PENILAIAN K3 PERUSAHAAN
 = Sesuai
(Berdasarkan Pada Check List Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) X = Tidak Sesuai
Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996)

No. Temuan Verifikasi


No Elemen Program
Elemen Kriteria Elemen dan Sub Elemen
( Apa yang harus di kerjakan )
Sesuai Tidak

seperti dalam prosedur. Pencalonan


kerja selamat sedikit berbeda dengan
prosedur kerja selamat.
Pada pedoman kerja selamat
operator tidak perlu mengikuti poin–
poin yang ditulis dalam pedoman
sesuai urut–urutannya yang penting
point–point tersebut diikuti.
b. Pekerjaan–pekerjaan yang bersifat
spesifik dalam macam bahayanya perlu
mendapat izin kerja spesial :
- Adakan prosedur izin kerja selamat
- Adakan prosedur izin kerja dengan
api
- Adakan prosedur izin kerja dalam
ruangan tertutup
26 6.1.7 Alat pelindung diri disediakan bila ALAT PELINDUNG DIRI
diperlukan dan digunakan secara benar
serta dipelihara selalu dalam kondisi layak Alat pelindung diri adalah penting bagi
pakai operasi yang mengandung paparan
beraneka ragam. APD bukan merupakan
cara pencegahan utama, tetapi
merupakan alat pelengkap yang tidak
boleh diabaikan. Harus di utamakan
pencegahan bahaya menggunakan usaha
engineering
27 6.1.8 Alat pelindung diri yang digunakan Untuk menjamin agar investasi untuk APD
dipastikan telah layak pakai sesuai dengan dapat dimanfaatkan secara optimal supaya
standar dan atau peraturan perundangan yang tersebut berikut ini dijalankan :
yang berlaku
- Semua area kerja harus disurvai untuk
menentukan tipe APD yang diwajibkan
untuk tiap macam operasinya
- APD yang dipakai harus yang telah
disahkan untuk macam paparan
bahayanya
- Karyawan yang menerima APD harus
menanda tangani surat tanda terima
dengan menyatakan bahwa dia telah
dilatih tentang cara memakai, cara
memelihara, telah memahami
kegunaan APD serta akan merawatnya
dengan baik
- Karyawan harus dijelaskan, dilatih
tentang cara memakai, kegunaan dan
cara memelihara APD
- Dimana diperlukan, harus mewajibkan
( Enforce ) pemakaian APD. Karyawan
tidak boleh melanggar ketentuan yang
diberi sanksi
6.4 Lingkungan Kerja
28 6.4.1 Perusahaan melakukan penilaian  Untuk kondisi fisik antara lain :
lingkungan kerja untuk mengetahui daerah–
daerah yang memerlukan pembatas ijin o Adakan assesmen bahaya
masuk o Tentukan daerah berbahaya
dengan larangan masuk
o Adakan penguncian pintu masuk
o Pasang rambu larangan masuk
untuk yang tidak berwenang
29 6.4.2 Terdapat pengendalian atas tempat-  Adakan penguncian pintu tempat–
tempat dengan pembatas ijin masuk tempat larangan masuk
INSTRUMEN PENILAIAN K3 PERUSAHAAN
 = Sesuai
(Berdasarkan Pada Check List Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) X = Tidak Sesuai
Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996)

No. Temuan Verifikasi


No Elemen Program
Elemen Kriteria Elemen dan Sub Elemen
( Apa yang harus di kerjakan )
Sesuai Tidak

 Pasang rambu larangan masuk bagi


yang tidak berwenang
 Berikan otoritas pada orang–orang
tertentu yang boleh memasuki tempat–
tempat tersebut
 Buat prosedur kerja selamat untuk
memasuki dan bekerja dalam tempat-
tempat larangan masuk
 Adakan pelatihan lagi mereka yang
diberi otoritas
 Adakan log book/rekord untuk
pekerjaan-pekerjaan tertentu
memasuki tempat.
30 6.4.3 Fasilitas–fasilitas dan layanan yang tersedia Prosedur, standar dan pedoman teknis
ditempat kerja sesuai dengan standar dan merupakan pegangan bagi kerja secara
pedoman tekhnis safe dan efisien. Prosedur, standar, dan
pedoman teknis dipakai supervisor untuk
melatih dan mengawasi bawahannya.
 Buat prosedur, standar dan pedoman
teknis sesuai kebutuhan yang ada
 Adakan pelatihan untuk menerapkan
dan mengikuti prosedur, standar dan
pedoman teknis tersebut
 Ikuti dan taati prosedur, standar dan
pedoman teknis tersebut
31 6.4.4 Rambu–rambu mengenai keselamatan dan Rambu-rambu dan tanda jalan dan pintu
tanda pintu daurat harus dipasang sesuai darurat membantu orang jalan keluar
dengan standar dan pedoman dalam keadaan darurat.
 Adakan standar dan pedoman teknis
untuk pembuatan dan pemasangan
rambu dan tanda jalan dan pintu
darurat
 Pasang rambu jalan darurat, dan tanda
panah jalan darurat
 Latih karyawan dalam drill evakuasi
minimum 2 X setahun
 Rekord pelatihan dan drill tersebut
6.7 Kesiapan Untuk Menangani Keadaan
Darurat
32 6.7.1 Keadaan darurat yang potensial ( didalam Tidak ada plant atau organisasi
atau diluar tempat kerja ) telah /perusahaan yang umum tehadap bencana
diidentifikasi dan prosedur keadaan darurat disebabkan oleh manusia atau alam,
telah didokumntasikan seperti banjir, kebakaran, peledakan,
kerusuhan dan lain–lain.
33 6.7.2 Prosedur keadaan darurat diuji dan Maka tiap perusahaan harus mempunyai
ditinjau ulang secara rutin oleh program pengendalian bencana dan
petugas yang berkompeten keadaan darurat disesuaikan pada
kebutuhan.
34 6.7.3 Tenaga kerja mendapat instruksi dan Program tersebut harus ada dibawah
pelatihan mengenai prosedur keadaan pengendalian seorang pimpinan yang
darurat yang sesuai dengan tingkat resiko berposisi anggota manajemen puncak.
Dengan posisi tersebut harus ada dibawah
pengendalian seorang pimpinan yang
berposisi anggota manajemen puncak.
Dengan posisi tersebut dia bisa mengambil
keputusan dan mampu berhubungan
dengan pihak pemerintah, masyarakat,
perusahaan tetangga dalam hubungan
pengorganisasian keadaan
INSTRUMEN PENILAIAN K3 PERUSAHAAN
 = Sesuai
(Berdasarkan Pada Check List Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) X = Tidak Sesuai
Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996)

No. Temuan Verifikasi


No Elemen Program
Elemen Kriteria Elemen dan Sub Elemen
( Apa yang harus di kerjakan )
Sesuai Tidak

darurat.
Tujuan diadakan organisasi tanggap ialah
untuk dapat menanggulangi keadaan
darurat, menyelamatkan instalasi dan
karyawan dalam keadaan darurat, bila
mungkin tetap bekerja selama keadaan
darurat dimana listrik, telepon dan lain–
lain tidak berfungsi
35 6.7.4 Petugas penanganan keadaan darurat Organisasi tanggap darurat terdiri dari
diberikan pelatihan khusus pimpinan tanggap dibantu oleh
koordinator penanggulangan, koordinator
evakuasi, koordinator keamanan,
koordinator umum, koordinator P3K.

36 6.7.5 Instruksi keadaan darurat dan hubungan Koordinator penanggulangan membawahi:


keadaan darurat diperlihatkan secara
jelas/menyolok dan diketahui oleh seluruh  Kepala seksi pemadam kebakaran
tenaga kerja dengan anak buahnya
 Kepala seksi utility dengan anak
buahnya
37 6.7.6 Alat dan sistem tanda bahaya keadaan Koordinator umum membawahi
darurat diperiksa, diuji dan dipelihara
secara berkala
38 6.7.7 Kesesuaian penempatan dan kemudahan  Adakan organisasi penanggulangan
untuk mendapatkan alat darurat telah keadaan darurat
dinilai oleh petugas yang berkompeten
 Sediakan alat–alat penanggulangan
keadaan darurat dan tempatkan pada
posisi yang strategis. Adakan program
pemeliharaan yang baik
 Adakan pelatihan petugas organisasi
penanggulangan keadaan darurat
 Adakan pelatihan/drill keadaan
darurat dan evakuasi pada semua
karyawan
6.8 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
39 6.8.1 Perusahaan–perusahaan telah mengevaluasi
alat P3K dan menjamin bahwa setiap P3K
yang ada memenuhi standar dan pedoman
tekhnis yang berlaku
40 6.8.2 Petugas P3K telah dilatih dan ditunjuk
sesuai dengan peraturan perundangan
7 STANDAR PEMANTAUAN
7.2 Pemantauan Lingkungan Kerja
41 7.2.1 Pemantauan lingkungan kerja dilaksanakan Dokumentasi dari hasil pemasukan dan
secara teratur dan hasilnya dicatat dan evaluasi implentasi K3
dipelihara
42 7.2.2 Pemantauan lingkungan kerja meliputi Hasil pemantauan dievaluasi apakah sesuai
faktor fisika, kimia, biologis, radiasi dan dengan standar peraturan dan UU
psikologis
7.4 Pemantauan Kesehatan
43 7.4.1 Sesuai dengan peraturan perundangan Adanya prosedur dan sistem untuk
kesehatan tenaga kerja yang bekerja pada memantau kesehatan tenaga kerja secara
tempat kerja yang mengandung bahaya berkala dan terjadwal
harus dipantau
44 7.4.2 Perusahaan telah diidentifikasikan keadaan Adanya dokumen lengkap kesehatan
dimana pemeriksaan kesehatan perlu tenaga kerja meliputi :
dilakukan dan telah melaksanakan sistem
mutu untuk membantu pemeriksaan ini - Riwayat pekerjaan
- Riwayat penyakit, kecelakaan
INSTRUMEN PENILAIAN K3 PERUSAHAAN
 = Sesuai
(Berdasarkan Pada Check List Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) X = Tidak Sesuai
Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996)

No. Temuan Verifikasi


No Elemen Program
Elemen Kriteria Elemen dan Sub Elemen
( Apa yang harus di kerjakan )
Sesuai Tidak

- Absen dan
- Kondisi lingkungan kerja
45 7.4.3 Pemeriksaan Kesehatan dilakukan oleh
dokter Pemeriksa yang ditunjuk
sesuaiperaturan perundangan yang berlaku
46 7.4.4 Perusahaan menyediakan pelayanan Tempat pelayanan kesehatan dan
kesehatan kerja sesuai peraturan kualifikasi SDM yang memenuhi peraturan
perundangan dan UU dan program yang jelas terukur
sesuai peraturan dan UU
47 7.4.5 Catatan mengenai pemantauan kesehatan Kerahasiaan catatan dijaga dan
dibuat sesuai dengan peraturan dipelihara.
perundangan
Melaporkan penyakit akibat kerja yang
didapat sesuai UU
8 PELAPORAN DAN PERBAIKAN
KEKURANGAN
8.2 Pelaporan Insiden
48 8.2.1 Terdapat prosedur terdokumentasi yang Sistem dokumentasi dan pemeliharaan
menjamin bahwa semua kecelakaan dan data yang baik untuk memudahkan
penyakit akibat kerja serta insiden pelaporan
ditempat kerja dilaporkan
49 8.2.2 Kecelakaan dan penyakit akibat kerja Adanya sistem dan prosedur untuk
dilaporkan sebagaimana ditetapkan oleh menegakkan diagnosa penyakit akibat
peraturan perundangan kerja
8.3 Penyelidikan Kecelakaan Kerja
50 8.3.1 Perusahaan mempunyai prosedur Adanya keputusan perusahaan yang
penyelidikan kecelakaan dan penyakit memberi wewenang dan tanggung jawab
akibat kerja yang dilaporkan penyelidikan kecelakaan dan penyakit
akibat kerja
51 8.3.2 Penyelidikan dan pencegahan kecelakaan Menyiapkan personel terlatih untuk
kerja dilakukan oleh petugas atau ahli K3 penyelidikan kecelakaan dan penyakit
yang telah dilatih akibat kerja
52 8.3.3 Laporan penyelidikan berisi saran–saran Laporan penyelidikan harus memuat
dan jadwal waktu pelaksanaan usaha saran–saran dan jadwal waktu pelaksanaan
perbaikan usaha dan tindakan perbaikan
53 8.3.4 Tanggung jawab diberikan kepada petugas Ada petugas yang ditunjuk melaksanakan
yang ditunjuk untuk melaksanakan perbaikan
tindakan perbaikan sehubungan dengan
laporan penyelidikan
54 8.3.5 Tindakan perbaikan didiskusikan dengan Adanya suatu sistem untuk mendiskusikan
tenaga kerja ditempat terjadi kecelakaan dengan tenaga kerja rencana perbaikan
9.3 Bahan–Bahan Berbahaya
55 9.3.1 Perusahaan telah mendokumentasikan Membuat prosedur penyimpanan,
prosedur mengenai penyimpanan, penanganan semua B3 yang terdapat di
penanganan dan pemindahan bahan–bahan perusahaan yang mengacu pada lembar
berbahaya yang sesuai dengan persyaratan MSDS dan pedoman dari masing–masing
peraturan perundangan standar dan bahan dan kemudian dikomunikasikan ke
pedoman tekhnis semua pihak terkait dengan penanganan
bahan tersebut
56 9.3.2 Lembar Data Keselamatan Bahan yang Membuat prosedur yang memudahkan
komprehensif untuk bahan–bahan yang bahan MSDS didapatkan pekerja seperti
berbahaya diruang kontrol, ruang kontrol karyawan

57 9.3.3 Terdapat sistem untuk mengidentifikasi Membuat prosedur keselamatan tentang


dan pemberian label pada bahan–bahan pemasangan label B3 meliputi prosedur
yang berbahaya bentuk, warna dan isi label
58 9.3.4 Rambu peringatan bahaya dipampang Membuat prosedur peringatan pada lokasi
sesuai dengan persyaratan peraturan kerja dan tempat penyimpanan B3 untuk
INSTRUMEN PENILAIAN K3 PERUSAHAAN
 = Sesuai
(Berdasarkan Pada Check List Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) X = Tidak Sesuai
Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/MEN/1996)

No. Temuan Verifikasi


No Elemen Program
Elemen Kriteria Elemen dan Sub Elemen
( Apa yang harus di kerjakan )
Sesuai Tidak

perundangan dan standar yang berlaku diberi rambu peringatan dilarang


merokok, bahaya racun, bahaya radiasi
dan sebagainya
59 9.3.5 Terdapat prosedur yang didokumentasikan Membuat prosedur penyimpanan,
mengenai penanganan secara aman bahan– penanganan semua B3 yang terdapat di
bahan berbahaya perusahaan yang mengacu pada lembar
MSDS dan pedoman dari masing–masing
bahan dan kemudian dikomunikasikan ke
semua pihak terkait dengan penanganan
bahan tersebut
60 9.3.6 Petugas yang menangani bahan–bahan yang Menyiapkan pelatihan bagi petugas
berbahaya diberi pelatihan mengenai menyangkut cara penanganan yang aman,
cara penanganan yang aman sifat dan jenis bahaya, alat keselamatan
yang digunakan prosedur keadaan darurat
Total Nilai
Prosentase Nilai

Catatan : Jumlah kriteria penilaian : 166 item penilaian


Kategori Tingkatan Penilaian :
1. Mula, apabila hasil evaluasi penilaian < 50 % temuan yang sesuai
2. Madya, apabila hasil evaluasi penilaian antara 51 % s/d 70 % temuan yang sesuai
3. Utama, apabila hasil evaluasi penilaian antara 71 % s/d 84 % temuan yang sesuai
4. Paripurna, apabila hasil evaluasi penilaian > 85 % temuan yang sesuai

Anda mungkin juga menyukai