Anda di halaman 1dari 11

1.

kendala yang dihadapi saat pelaksanaan projek


Informasi yang didapatkan hanya berupa secondary saja atau medsos (media
sosial) antara lain BPBD jember, jember dalam angka, BAPEPDA, data
secondary tersebut tidak semuanya memiliki data yang lengkap. Ada berbagai
situs yang ada hanya menampilkan situs web yang ada, informasi dalam situs
tersebut tidak ada, akses data kurang lengkap, demografi tiap kecamatan
kurang lengkap, belum ada contac person untuk memvalidasi data. Kendala
lain yang dapat menghambat dalam pelaksanaan ialah terbentur waktu untuk
survei pengambilan data langsung.

2. Solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi


Solusi untuk kendala dalam pelaksanaan projek adalah :
1. Tersedia data primer
2. Adanya kontak person untuk memvalidasi data
3. Adanya survei untuk memvalidasi data

3. Titik – titik rawan bencana


1) Kecamatan sumber baru
1. Kaliglagah : tanah longsor
2. Gelang : tanah longsor dan banjir bandang
3. Yosorati : bajir bandang
4. Pringowirawan : kebakaran
5. Rowotengah : angin puyuh
2) Kecamatan tanggul
1. Manggisan : banjir bandang
2. Tanggulwetan : banjir bandang
3) Kecamatan bangsalsari
1. Langkap : air genangan
2. Curahkalong : kebakaran
4) Kecamatan panti
1. Pakis : banjir bandang
2. Suci : angin puyuh dan banjir bandang
3. Serut : angin puyuh dan banjir bandang
4. Kemuninglor : banjir bandang
5. Kemiri : bajir bandang
5) Kecamatan sukorambi
1. Karang pring : kebakaran dan banjir bandang
2. Klungkung : banjir bandang
6) Kecamatan jelbuk
1. Sucoparngepok : tanah longsor
2. Panduman : tanah longsor
3. Sukojember : banjir bandang
4. Sugerkidul : banjir bandang
5. Sukowiryo : tanah longsor
7) Kecamatan arjasa
1. Darsono : tanah longsor, angin puting beliung
2. Kemuninglor : angin puting beliung
3. Arjasa : kebakaran, tanah longsor
8) Kecamatan patrang
1. Bintoro : angin puyuh, kebakaran, tanah longsor
2. Jumerto : tanah longsor
3. Banjarsengon : tanah longsor
4. Slawu : angin puting beliung, banjir bandang
5. Gebang : kebakaran, angin kencang
6. Jember lor : angin puting beliung
9) Kecamatan kaliwates
1. Mangli : kebakaran dan air genangan
2. Jemberkidul : kebakaran
10) Kecamatan sumbersari
1. Antirogo : angin puting beliung
2. Tegalgede : kebakaran, angin puting beliung
3. Kebons
4. ari : kebakaran
5. Kranjingan : kebakaran dan banjir genangan
11) Kecamatan sukowono
1. Sukowono : angin puting beliung
2. Sumberwaru : angin puting beliung
12) Kecamatan kalisat
1. Kalisat : angin puting beliung
2. Gemuksari : angin puting beliung
3. Sumberjeruk : kebakaran
4. Glagahwera : kebakaran dan angin puting beliung
5. Sumberketompa : angin puting beliung
13) Kecamatan sumberjambe
1. Plerean : kebakaran
2. Jambearum : kebakaran
3. Rowosari : tanah longsor dan banjir bandang
4. Gunungmalang : tanah longsor
14) Kecamtan ledokombo
1. Sumberanget : kebakaran
2. Lembengan : kebakaran
3. Suren : kebakaran dan angin puting beliung
4. Slateng : kebakaran
5. Sumberbulus : angin puting beliung
6. Sumber lesung : tanah longsor
7. Sumbersalak : tanah longsor dan kebakaran
15) Kecamatan silo
1. Karangharjo : tanah longsor
2. Pace : banjir bandang
3. Harjomulyo : banjir bandang
4. Gerahan : tanah longsor
5. Mulyorejo : banjir bandang
16) Kecamatan tempurejo
1. Sidodadi : angin puyuh dan banjir genangan
17) Kecamatan ambulu
1. Pantai wisata watu ulo : potensi tsunami
18) Kecamatan mumbulsari
1. Kawungrejo : tanah longsor
2. Taman sari : tanah longsor
3. Mumbulsari : tanah longsor
19) Kecamatan mayang
1. Mrawan : tanah longsor
2. Mayang : angin puting beliung, kebakaran
3. Tegalwaru : banjir genangan dan angin puting beliung
4. Tegalrejo : angin puting beliung
5. Seputih : tanah longsor
6. Sidomukti : angin kencang
20) Kecamatan pakusari
1. Sumberpinang : kebakaran
21) Kecamatan ajung
1. Pancakarya : kebakaran
2. Ajung : angin puyuh
3. Mangaran : kebakaran
22) Kecamatan rambipuji
1. Nogosari : banjir genangan
2. Curahmalang : banjir genangan
3. Gugut : banjir genangan
4. Pecoro : kebakaran
5. Rambi gunsam : banjir genangan
23) Kecamatan balung
1. Curah lele : angin puyuh
2. Balunglor : banjir genangan
3. Karangduren : angin kencang
4. Gumelar : potensi petir
24) Kecamatan wuluhan
1. Lojejer : kebakaran dan banjir genangan
2. Ampel : angin puting beliung
3. Tamansari : angin puting beliung
4. Dukuh dempok : kebakaran
25) Kecamatan puger
1. Puker kulon : gelombang laut
2. Puger wetan : gelombang laut
3. Greden : tanah longsor dan potensi petir
26) Kecamatan gumukmas
1. Mayangan : banjir genangan
27) Kecamatan kencong
1. Pantai wisata paseban : potensi tsunami
2. Paseban : banjir genangan
3. Kraton : banjir genangan
4. Cakru : banjir genangan
28) Kecamatan jombang
1. Keting : banjir genangan
2. Padomasan : benjir genangan
29) Kecamatan jenggawah
1. Kertonegoro : banjir genangan
2. Cangkring : banjir genangan
3. Wono jati : banjir genangan dan kebakaran

4. Identifikasi kapasitas

Jember, merupakan daerah yang sangat rawan terhadap bencana, terutama


bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan angin puyuh. Di Jember
sendiri memiliki kekuatan dan potensi seperti terjadinya tsunami dan kebakaran
yang cukup berpengaruh terhadap kebencanaan, salah satunya yaitu adanya TIM
MDMC rumah sakit Muhammadiyah Jember dan BPBD kabupaten Jember yang
berperan penting dalam penanggulangan bencana, mereka merupakan salah satu
rumah sakit di Indonesia yang mengembangkan penanganan kebencanaan.

Puskesmas yang terdapat dijember belum ada yang siap siaga dalam
menanggulangi bencana. Jadi, penanggulangan bencana yang ada dijember masih
perlu diperhatikan agar saat terjadi bencana pihak puskesmas dapat dengan
tanggap menangani bencana tersebut.

Sedangkan potensi yang dimiliki perorangan belum terlalu terlihat, tetapi


mereka sudah terbiasa dengan adanya bencana yang menimpa mereka, seperti
banjir, gempa bumi, longsor. Mereka sudah terbiasa jika ada banjir datang, dan
bahkan mereka mengaku senang, karena banyaknya bantuan yang diberikan oleh
pemerintah, mereka cenderung bermalas malasan saat banjir tiba, karena mulai
dari tempat tinggal, makanan dan lainya sudah di backup oleh pemerintah.

Pada tahun 2011 laki-laki dan perempuan berjumlah 2.153.883, pada tahun 2008
2.168.732. Pada tahun 2009 ​2.179.829 orang. Usia dari penduduk tersebut mulai
dari 0-5 pada tahun 2007 berjumlah 185.739, tahun 2008 185.739, pada tahun
2009 berjumlah 185.739 orang. Usia 6-20 tahun pada tahun 2007 berjumlah
584.677 orang. Usia 21-60 tahun pada tahun 2007 berjumlah 1.224.137. usia
diatas 60 tahun berjumlah 193.104 orang.

5. Aspek kerentanan

Aspek fisik
Kepadatan bangunan Pada tahun 2006 kepedatan bangunan 14,9
ha
Jalan Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh
petugas pada tahun 2016, panjang jalan
Jember kini 2.695,752 kilometer. Lebar jalan
berkisar 4 – 10 meter.
Aspal – 151, 62 km
Kerikil – 147,52 km
Tanah – 0.5 km
Tidakdirinci –
Kondisibaik 151,62 km
Sedang 148,62 km
Rusak 3,0 km
Fasilitas penting Meliputi bidang pelayanan umum, ketertiban
dankeamanan, ekonomi, lingkungan hidup,
perumahan dan fasilitasumum, kesehatan,
pariwisata dan budaya, pendidikan,
sertaperlindungan sosial
Aspek sosial
Kepadatan penduduk Kecamatan dengan jumlah penduduk paling
banyak adalah Kecamatan Sumbersari
dengan 125.981 jiwa (5,41 %), sedangkan
Kecamatan Jelbuk merupakan kecamatan
dengan jumlah penduduk paling sedikit yaitu
31.967 jiwa (1,37 %).
Kepadatan penduduk rata-rata di Kabupaten
Jember pada Tahun 2010 adalah 707,47
jiwa/km​2​. Kepadatan penduduk paling tinggi
adalah di Kecamatan Kaliwates dengan
tingkat kepadatan sebesar 4.479,55 jiwa/km​2​,
sedangkan Kecamatan Tempurejo memiliki
tingkat kepadatan terendah dengan 134,71
jiwa/km​2​.
Laju pertumbuhan Jumlah penduduk Kabupaten Jember
berdasarkan hasil sensus penduduk Tahun
2010 tercatat sebanyak 2.329.929 jiwa,
terdiri dari 1.143.766 jiwa penduduk laki-laki
dan 1.186.163 jiwa penduduk perempuan,
dengan sex ratio di Kabupaten Jember
sebesar 96,43.
Dari tahun ke tahun jumlah penduduk
Kabupaten Jember relatif terus bertambah.
Jika dibandingkan dengan Tahun 2009,
penduduk Kabupaten Jember bertambah
14.227 jiwa atau sebesar 0,61 %. Jika
dibandingkan dengan hasil sensus penduduk
Tahun 2000, maka selama 10 (sepuluh) tahun
terjadi pertambahan penduduk sebanyak
142.272 jiwa atau pertumbuhan rata-rata
penduduk sebesar 0,63 % per tahun.

Usia balita Pada tahun 2011 laki-laki dan perempuan


berjumlah 2.153.883, pada tahun 2008
2.168.732. Pada tahun 2009 ​2.179.829 orang.
Usia dari penduduk tersebut mulai dari 0-5
pada tahun 2007 berjumlah 185.739, tahun
2008 185.739, pada tahun 2009 berjumlah
185.739 orang.
Usia 6-20 tahun pada tahun 2007 berjumlah
584.677 orang. Usia 21-60 tahun pada tahun
2007 berjumlah 1.224.137. usia diatas 60
tahun berjumlah 193.104 orang.
Aspek ekonomi
Pekerja Angkatan kerja tahun 2007 berjumlah
1.048.341, tahun 2008 berjumlah 1.048.341,
tahun 2009 berjumlah 1.048.341 orang.
Kesempatan kerja tahun 2007 1.010.339 ,
tahun 2008 berjumlah 1.010.339, tahun
1.010.339, tahun 2009 berjumlah 1.010.339
orang.
Pencari kerja tahun 2007 berjumlah 38.002,
tahun 2008 berjumlah 38.002, tahun 2009
berjumlah 38.002 orang.
Penempatan TKI ke luar negeri tahun 2007
berjumlah 256, tahun 2008 berjumlah 242
orang.
Jumlah orang PHK tahun, rata-rata
kebutuhan hidup minimum tahun 2007
732.616, tahun 2008 berjumlah 784.385
rupiah.
Rata-rata upah minimum tahun 2007
berjumlah 525.000, tahun 2008 berjumlah
575.000, tahun 2009 berjumlah 645.000,
tahun 2010 berjumlah 770.000 rupiah.
Pencari kerja terdaftar tahun 2007 berjumlah
80, tahun 2008 berjumlah 60, tahun 2009
berjumlah 60, tahun 2010 berjumlah 30
orang.
Aspek lingkungan
Curah hujan Rata-rata curah hujan yang tercatat di
Kabupaten Jember selama tahun 2012
Berkisar antara 64,6 mm³ sampai dengan
310,3 mm³
Jarak dari gunung Gunung raung ke kota jember 38,3 Km
Gunung Karang sila ke kota jember 25,2 Km
Gunung Betiri ke Kota Jember 34,9 Km
Gunung gumintir ke kotajember
Jarak sungai Data tahun 2017 di kabupaten jember sungai
tanggul berjarak 41 km, sungai mrawan
berjarak 38 km, sungai mayang berjarak 32
km.
Jarak laut / pantai Pantai Papuma ke kota jember 34,9 Km
Pantai Watu Ulo ke kota jember 33,5 Km
Pantai bande alit ke kota jember 173 Km
Pantai puger ke kota jember 36,6 Km
Pantai paseban ke kota jember 181,1 Km
Pantai rowo cangak ke kota jember 40,1 Km
Pantai teluk love ke kota jember 38,6 Km
Pantai Pancer ke kota jember 41,9 Km
Elevasi Daratan di jember berukuran 329.334.
bergelombang (3-15%) berukuran 673,76.
Curam (16-40%) berukuran 384,03 Ha.
Sangat curam (>40%) berukuran
1.030,07Ha. Ketinggian diatas permukaan
laut 0-100 m berukuran 1.272,88 Ha.
100-500 m berukuran 1.243,08 Ha. 500-1000
m berukuran 520,43 Ha. Lebih besar 1000 m
berukuran 256,95 Ha.
Kelerengan luas kemiringan lahan datar (0-2%)
berukuran
1.205,47.
Jenis tanah a. Aluvial : 254,33 km2

b. Gley : 401,83 km2

c. Regosol : 596,14 km2


d. Andosol : 205,22 km2

e. Mediteran : 131,56 km2

f. Latosol : 1.704,25 km2

Umbulsari :Aluvial, Gley, Latosol.

Semboro : Aluvial, Gley, Latoso, Andosol

Jombang : Aluvial, Gley, Regoso

Kencong :Aluvial, Gley, Regosol.

Gumukmas :Aluvial, Gley, Regosol,Latosol

Bangsal sari : Aluvial, Gley,


Andosol,Latosol

Sumber baru : Aluvial, Gley, Regosol,


Latosol.

Lahan yang digunakan (land used) Lahan yang digunakan 329.334,00 Ha, yang
digunakan sebagai :
- hutan (121.039,61 Ha)
- perkampungan (31.877,00 Ha)
- Sawah (86.568,18Ha)
- Tegal (43.522,84 Ha)
- Perkebunan (34.590,46 Ha)
- Tambak (368,66 Ha)
- Rawa (35,62 Ha)
- Semak/ Padang Rumput (289,06 Ha)
- Tanah Rusak /Tandus (1.469,26 Ha)
- dan Lain lain (9.574,26 Ha)