Anda di halaman 1dari 6

Perhitungan Elemen Mesin Part 1 - Sabuk dan Puli

Amiruddin Aziz 8:17 AM 0


1. Perhitungan Rasio Kecepatan Puli

Gambar transmisi sabuk dan puli

Dari gambar di atas diketahui untuk perhitungan rasio puli adalah :

d1 = diameter puli 1
d2 = diameter puli 2
N1 = Kecepatan puli 1
N2 = Kecepatan puli 2

Rumus Kecepatan Sabuk 1 :

Rumus Kecepatan Sabuk 2

Rumus Rasio Kecepatan Puli

V sabuk 1 = V sabuk 2
d1 . N1 = d2 . N2

2. Rumus Panjang Sabuk

a. rumus panjang sabuk terbuka

Gambar sabuk terbuka

Diketahui :

x = jarak antar pusat puli


r1 = jari-jari puli 1
r2 = jari-jari puli 2
α = sudut kontak antara puli dan sabuk

Rumus :
rumus diatas digunakan jika puli 1 dan 2 berbeda diameternya

Jika puli 1 dan 2 mempunyai diameter yang sama maka rumusnya menjadi,

b. rumus panjang sabuk tertutup / silang

Gambar sabuk tertutup

Diketahui :

x = jarak antar pusat puli


r1 = jari-jari puli 1
r2 = jari-jari puli 2
α = sudut kontak antara puli dan sabuk

Rumus :
6. Pulley Prinsip pemindahan tenaga ini adalah gesekan dari pulley, andaikan tidak ada gesekan
maka tidak akan terjadi pemindahan tenaga. Perbandingan antara tegangan yang menarik dengan
yang ditarik dapat dihitung. Besarnya tenaga yang dipindahkan ; Daya = gaya × kecepatan P : Daya/
tenaga yang dipindahkan ( watt ) T : Gaya tegang tali T : T1 –T2 ( newton) T1 : Gaya tegang tali pada
penarik T2 : Gaya tegang tali pada sisi kendor V : Kecepatan keliling tali V = . . m/detik D = Diameter
pulley (m) N = Putaran pulley (rpm) Sehingga rumusnya dapat ditulis sebagai berikut : P = (T1 –T2 ) ×
= . . (watt) ……………………….. (Literatur ; 3)

Pemilihan Bahan

1. Pemilihan bahan yang tepat adalah bagian yang sangat penting dalam desain
teknik (engineering design).
2. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan sebelum melakukan kegiatan
perancangan, di antaranya: kekuatan (strength), kekakuan (stiffness),
ketahanan (durability), ketahanan terhadap korosi (corrosion resistance),
harga (cost), kemampuan bentuk (formability), dan lain-lain.(S2C2DF)

Design Criteria (Kriteria Perancangan)

1. Bagaimana cara memproduksi sebuah produk yang berkualitas tinggi, murah,


baik, dan cepat?
2. Design (Perancangan)

 Adalah proses merubah ide atau permintaan pasar menjadi sebuah informasi
yang jelas. Tujuannya adalah supaya informasi yang jelas tersebut bisa
diproduksi menjadi sebuah produk nyata hasil dari kegiatan perancangan.
 Kegiatan perancangan akan selalu membutuhkan pemilihan bahan (material
selection). Tujuannya adalah supaya produk yang dihasilkan bisa pas sesuai
dengan kriteria yang dibutuhkan. Kriteria yang dibutuhkan itu akan erat
kaitannya dengan beberapa hal sebagai berikut: gaya, panas, konduksi listrik,
ketahanan kalor, ketahanan korosi, ketahanan pemakaian (keawetan),
kekerasan, dan lain-lain. Selain itu kemudahan kegiatan produksi juga harus
diperhatikan. Rancangan itu harus mudah untuk diproduksi.

Design Tipe (Tipe perancangan)

1. Original design (New) (desain asli). Yang dipertimbangkan adalah


metodenya yang baru, caranya yang baru, keunggulan produk dibanding
dengan yang sudah ada sebelumnya, aplikasinya yang luas, materialnya
yang baru, atau komponennya yang juga baru. Contoh I: turbin gas
dengan high temperatur steel (super alloy). Contoh II: Peralatan komunikasi
yang menggunakan fiber optik.
2. Adaptive design (perancangan yang diadaptasi): pengembangan rancangan
yang sudah ada sebelumnya. Contoh: pembuatan mesin setrika otomatis
yang mekanisme kerjanya seperti sebuah mesin fotokopi, ini merupakan
sesuatu yang baru karena sebelumnya tidak ada mesin setrika yang memiliki
mekanisme kerja seperti itu.
3. Varian design (perancangan campuran/acak): perubahan bentuk, ukuran,
warna, tanpa perubahan fungsi utama. Contoh: desain mouse yang
bermacam-macam bentuk dan warnanya, padahal fungsinya tetap sama yaitu
sabagai penggerak pointer di worksheet.

Perhitungan V-Belt
Dibawah ini adalah perhitungan untuk mencari pitch diameter pulley dan kecepatan angular yang
akan dikehendaki dengan rumus berikut :

keterangan :

w1 : kecepatan pulley 1 D1 : diameter pulley 1

w2 : kecepatan pulley 2 D2 : diameter pulley 2

Perhitungan untuk mencari panjang belting (L) yang akan di pasang adalah :

keterangan :

L: panjang V-belt (m)

C : jarak antar poros (m)

D1 : pitch diameter pulley 1

D2 : pitch diameter pulley 2