Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah sakit memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya

mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Paradigma baru

pelayanan kesehatan mengharuskan rumah sakit memberikan pelayanan

berkualitas sesuai kebutuhan dan keinginan pasien dengan tetap mengacu pada

kode etik profesi. Dalam perkembangan teknologi yang pesat dan persaingan

yang semakin ketat, maka rumah sakit dituntut untuk terus melakukan

peningkatan kualitas (Depkes RI, 2007).

Perawat adalah mertupakan satu vital dalam rumah sakit atau

pelayanan kesehatan. Perawat, dokter dan pasien merupakan satu kesatuan

yang saling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan. Tanpa perawat tugas

dokter akan semakin berat dalam menangani pasien. Tanpa perawat,

kesejahteraan pasien juga terabaikan karena perawat adalah tenaga kesehatan

yang membina hubungan pertama kali dan terlama dengan pasien mengingat

pelayanan keperawatan berlangsung terus menenrus selama 24 jam sehari

karena itu perawat dituntut proesionalismenya, harus yang berkualitas dan

caring terhadap pasien. Caring adalah fenomena yang mempengaruhi cara

manusia berpikir, merasa dan mempunyai hubungan sesama (dalam Potter

Perry, 2009, p.158).

1
Seorang perawat harus memiliki perilaku caring dalam memberikan

pelayanan kepada pasien, karena hubungan antara pemberi pelayanan

kesehatan dengan pasien merupakan faktor yang mempengaruhi proses

kepuasan pasien terhadap pelayana yang diberikan dan kesembuhan penyakit

pasien tersebut ( Watson 2004 dalam Triastuti Lidwina 2013).

Kemampuan caring perawat terhadap pasien memiliki nilai-nilai

keperawatan yang mengubah keperawatan dari pekerjaan menjadi profesi

yang lebih terhormat. Caring tidak hanya mempraktikan seni perawatan,

memberi kasih sayang untuk meringankan penderitaan pasien dan

keluarganya, meningkatkan kesehatan dan martabat, tetapi juga memperluas

aktualisasi diri perawat. Seorang perawat harus mempunyai sikap caring untuk

memberikan asuhan keperawatan yang bermutu sehingga dalam pelayanan

kesehatan dapat memuaskan bagi klien (Fahriani 2011 dalam Windarini 2014)

K.M Swanson (1991) mempublikasikan tentang teorinya yaitu tentang

sikap caring dimana terdapat 5 konsep utama caring yang harus dimiliki

perawat yaitu: knowing (mengetahui), being with ( bersama dengan), doing

for (melakukan untuk), enabling (memungkinkan), dan maintaining belief

(mempertahankan keyakinan). (dalam Alligood & Tomey, 2010, p.743)

Dalam memberikan pelayanan dirumah sakit, aplikasi caring perawat

merupakan hal yang paling penting yang dapat dirasakan oleh pasien. Aplikasi

sikap caring tersebut menceriminkan aspek intlektual dan keterampilan yang

mendukung, sehingga dapat mewujudkan orientasi pemenuhan pelayanan

2
terhadap masyarakat yang berkualitas dan mampu memuaskan pengguna jasa

atau pasien (Anjaswarni, 2002 dalam ).

Kepuasan pasien merupakan suatu tingkat perasaan pasien yang timbul

sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien

membandingkan dengan apa yang diharapkan. Pasien baru akan merasa puas

apabila layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi harapannya

dan sebaliknya, ketidakpuasan atau perasaan pasien akan muncul apabila

kinerja pelayan kesehatan yang diperolehnya itu tidak sesuai dengan

harapannya (Pohan, 2007 dalam Arena Lestari 2013).

Kepuasan pasien merupakan faktor yang sangat penting untuk

mengevaluasi mutu pelayan keperawatan yang dilakukan oleh perawat di

rumah sakit dan perilaku caring perawat adalah salah satu aspek yang

berhubungan dengan pelayanan keperawatan, karena caring mencakup

hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap mutu pelayanan dan

kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dinilai dari beberapa dimensi yang

meliputi : tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty

(Kotler, 2003 dalam Abdul 2013).

Berdasarkan hasil survey kepuasan pasien yang dilakukan oleh Depkes

RI (2010) tentang tingkat kepuasan pasien pada beberapa Rumah Sakit di

Jakarta menunjukkan bahwa 14% pasien tidak puas terhadap pelayanan

kesehatan yang diberikan, dan survey penelitian dan survey penelitian

kementrian Kesehatan yang di wakili oleh Usman 2010 yang mengambil

3
sampel 738 pasien di 23 Rumah Sakit ( Umum dan Swasta) survey tersebut

dilakukan di Lima kota besar di Indonesia dan ditemukan 9 poin

permasalahan, salah satunya sebanyak 65,4% pasien mengeluh terhadap sikap

perawat yang kurang ramah , simpatik dan jarang tersenyum (Depkes RI ,

2007)

Penelitian dibeberapa rumah sakit Indonesia terkait kepuasan pasien

antara lain yang dilakukan oleh Mustofa (2008) tentang hubungan antara

persepsi pasien tehadap dimensi mutu pelayanan keperawatan dengan

kepuasan pasien di rawat inap RSU Muhammadiyah Temanggung.

Menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi pasien

terhadap dimensi mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien. Salah

satu cara untuk mengevaluasi mutu pelayanan keperawatan yang dilakukan

oleh perawat di rumah sakit adalah melakukan survey kepuasan pasien

terhadap layanan keperawatan. Kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh

perilaku caring perawat.

Penelitian mengenai sikap caring perawat pernah dilakukan oleh

Hafdhallah (2010) mengenai hubungan karakteristik individu dengan persepsi

perilaku caring perawat di Ruang Rawat Inap RSU Meuraxa kota Banda Aceh

menemukan 70,0 % responden mempunyai persepsi baik, 30% responden

mempunyai persepsi kurang. Hasil penelitian juga memperlihatkan tidak

adanya hubungan antara karakteristik individu perawat pelaksana dengan

4
persepsi perilaku caring perawat pelaksana di ruang rawat inap RSU Meuraxa

kota Banda Aceh tahun 2010.

Dari hasil wawancara peneliti dengan 3 orang pasien di Ruang Rawat

Inap Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda aceh dimana 2 orang pasien

mengatakan sangat puas terhadap sikap caring perawat pada saat memberikan

pelayanan, pasien juga mengatakan perawat terlihat ramah , tidak cuek dan

segera hadir di saat pasien membutuhkan sedangkan 1 orang pasien

mengatakan cukup puas dengan sikap caring perawat puas terhadap sikap

caring perawat pada saat memberikan pelayanan.

Berdasarkan data dan fenomena diatas, maka peneliti ingin mengetahui

lebih lanjut mengenai “Hubungan Sikap Caring Perawat dengan Kepuasan

Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh”

sekaligus menjadi judul proposal penelitian ini.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas yang menjadi masalah

penelitian ini adalah bagaimana hubungan sikap caring perawat dengan

kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda

Aceh 2016.

5
C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara sikap caring perawat dengan

kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum

Meuraxa Banda Aceh.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui hubungan sikap caring perawat yang

ditinjau dari asumsi knowing (mengetahui) dengan

kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum

Meuraxa Banda Aceh.

b. Untuk mengetahui hubungan sikap caring perawat yang

ditinjau dari asumsi being with (bersama dengan) dengan

kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum

Meuraxa Banda Aceh.

c. Untuk mengetahui hubungan sikap caring perawat yang

ditinjau dari asumsi doing for (melakukan untuk) dengan

kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum

Meuraxa Banda Aceh.

d. Untuk mengetahui hubungan sikap caring perawat yang

ditinjau dari asumsi enabling (memungkinkan) dengan

kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum

Meuraxa Banda Aceh.

6
e. Untuk mengetahui hubungan sikap caring perawat yang

ditinjau dari asumsi maintaining belief (mempertahankan

kepercayaan) dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh

Sebagai bahan masukan dan evaluasi dalam meningkatkan

pelayanan keperawatan yang baik terhadap pasien melalui sikap

caring, sehingga diharapkan dapat berpengaruh terhadap kualitas

institusi rumah sakit.

2. Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi

yang bermakna bagi perkembangan ilmu keperawatan khususnya

bagi mata kuliah manajemen keprawatan, terutama terkait pada

hubungan sikap caring perawat terhadap tingkat kepuasan.

3. Perawat

Sebagai bahan masukan bagi perawat agar mampu

mengaplikasikan sikap caring dalam memberikan pelayanan

keperawatan kepada pasien.

7
4. Pasien

Sebagai bahan bacaan untuk menambah informasi tentang

pelayanan keperawatan, khususnya sikap carng perawat terhadap

kepuasan pasien.

5. Peneliti selanjutnya

Sebagai referensi dalam penelitian selanjutnya dan bahan

pertimbangan bagi kepentingan untuk melanjutkan penelitian

dalam ruang lingkup yang sama.