Anda di halaman 1dari 60

MENETAPKAN PRIORITAS MASALAH

DI WILAYAH PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE TAHUN 2018

Disusun Oleh:

R. Dewi Nugrahani 160110130002


Seniyah 160110130009
Hilma Khoerunnisaa’ 160110130102
Salma Nadiyah R. 160112170057
Nurayni Tri Hapsari 160112170063

Pembimbing:
Dr. drg. Sri Susilawati, M. Kes
Andang, drg.
Hermin, drg.

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN GIGI KOMUNITAS


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................................... I

BAB I ANALISIS SITUASI PUSKESMAS ...................................................................... 1


1.1 Analisis Situasi Kependudukan .................................................................................. 1
1.1.1 Gambaran Umum Wilayah Kerja UPT Puskesmas .............................................. 1
1.1.2 Kondisi Gegorafis ........................................................................................................... 2
1.1.3 Demografis........................................................................................................................ 3
1.2 Analisis Sarana dan Prasarana .................................................................................. 12
1.2.1 Data Jenis Bangunan .................................................................................................... 12
1.2.2 Data Sarana Transportasi ............................................................................................ 14
1.2.3 Peralatan Kesehatan ..................................................................................................... 15
1.2.4 Perlengkapan Mebeler ................................................................................................. 17
1.2.5 Perlengkapan Administrasi Kantor .......................................................................... 18
1.2.6 Peralatan Lainnya ......................................................................................................... 19
1.2.7 Sarana Pelayanan Kesehatan ..................................................................................... 19
1.3 Analisis Situasi Masalah Kesehatan ........................................................................ 21
1.3.1 Mortalitas ........................................................................................................................ 21
1.3.2 Morbiditas ....................................................................................................................... 23
1.3.3 Laporan Program Kesehatan Gigi dan Mulut ....................................................... 25
1.4 Analisis Situasi Perilaku Kesehatan ........................................................................ 37
1.5 Analisis Program dan Pelayanan Puskesmas ........................................................ 38
1.5.1 Upaya Kesehatan Wajib (Upaya Promosi Kesehatan) ....................................... 38
1.5.2 Upaya Pengembangan Kesehatan ............................................................................ 44
1.6 Analisis Situasi Lingkungan Kesehatan ................................................................. 55
1.6.1 Cakupan Pengawasan Rumah Sehat ........................................................................ 55
1.6.2 Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih ............................................................... 55
1.6.3 Cakupan Pengawasan Jamban................................................................................... 56
1.6.4 Cakupan Pengawasan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) ................... 57
1.6.5 Inspeksi Sanitasi Tempat-Tempat Umum (TTU) ................................................ 57
1.6.6 Cakupan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) ......................... 58
1.6.7 Cakupan Pengawasan Industri .................................................................................. 58
1.6.8 Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi ........................................................................... 59
1.6.9 Inspeksi Sanitasi Sarana Pembuangan Sampah ................................................... 59
1.6.10 Cakupan Pengawasan Tempat Pengelolaan Pestisida ........................................ 60
1.6.11 Persentase Kelurahan yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis 60
Masyarakat ..............................................................................................

BAB II IDENTIFIKASI MASALAH ................................................................................. 61

BAB III MENETAPKAN PRIORITAS MASALAH .................................................. 65

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 68


LAMPIRAN ................................................................................................................................. 69

i
BAB I

ANALISIS SITUASI PUSKESMAS

1.1 Analisis Situasi Kependudukan

1.1.1 Peta Wilayah Kerja UPT Puskesmas Ibrahim Adjie

UPT Puskesmas Ibrahim Adjie berada di daerah Bandung Tengah yaitu di

Kecamatan Batununggal wilayah Karees. Puskesmas Ibrahim Adjie dibantu dengan

Puskesmas Jejaring yaitu Puskesmas Ahmad Yani dan Puskesmas Gumuruh,

memiliki wilayah kerja di delapan kelurahan yaitu: Kelurahan Kebon Waru, Kebon

Gedang, Cibangkong, Samoja, Kacapiring, Binong, Gumuruh, dan Maleer. Wilayah

kerja berbatasan dengan Kelurahan Cibeunying Kidul di sebelah selatan berbatasan

dengan Kecamatan Kiaracondong di sebelah timur, dan berbatasan dengan

Kecamatan Lengkong di sebelah barat.

Gambar 1 Wilayah Kerja Puskesmas Ibrahim Adjie


2

1.1.2 Kondisi Geografis

Luas wilayah Kecamatan Batununggal 526,4 Ha/m2 dengan permukaan tanah


relative datar yang hamper seluruhnya merupakan tanah darat, memiliki iklim yang
relatif sejuk yaitu 23,6oC, walaupun beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan
karena adanya Global Warming. Sebagian merupakan tempat pemukiman dan
perkantoran dan berbagai fasilitas public serta di beberapa tempat terdapat kawasan
industry dengan lalu lintas yang sibuk. Jumlah penduduk sebesar 115.297 jiwa
(31.554 KK) sehingga kepadatan penduduk mencapai 219 jiwa/Km2, dengan
komunitas yang heterogen, arus urbanisasi dan mobilisasi penduduk yang cepat dan
fluktuatif. Hal ini menyebabkan masyarakat Kecamatan Batununggal cukup rawan
terhadap berbagai penyakit menular ataupun penyakit akibat bencana seperti banjir
dan kebakaran.
Untuk mempermudah operasional kegiatan program, Puskesmas Ibrahim
Adjie bertanggung jawab atas Kelurahan Kebon Waru (8 RW), Kebon Gedang (8
RW), dan Cibangkong (13 RW) sedangkan dua puskesmas jejaring yaitu Puskesmas
Ahmad Yani bertanggung jawab atas atas Kelurahan Kacapiring (9 RW), dan Samoja
(11 RW), sedangkan untuk Puskesmas Gumuruh bertanggung jawab atas Kelurahan
Gumuruh (12 RW), Maleer (12 RW) dan Binong (10 RW).
Aksesibilitas Puskesmas Ibrahim Adjie sangat mudah dijangkau dengan
kendaraan roda dua dan roda empat karena lokasinya terletak di jalan yang termasuk
jalur strategis yang mudah dilalui oleh berbagai kendaraan umum. Secara umum
akesibilitas pelayanan mudah dijangkau masyarakat yang ada di wilayah kerja
puskesmas.

Tabel 1.1 Situasi Geografis di Wilayah UPT Puskesmas Ibrahim Adjie Tahun 2016 (Sumber
data :
Kecamatan Batununggal, Tahun 2016)

N Kel Lu Jml Jarak Kondisi Rata-rata K


o as RT/ terjau Keterjangkauan waktu et
Wi RW h ke tempuh
l puskes (menit)
(h mas Rod Rod Jalan Rod Rod
a) (km) a 2 a4 kaki a2 a4
1 96 67/8 1 √ √ √ 15 20
KEBON
WARU
2 KEBON √ √ √ 15 20
GEDANG 29 50/8 0,8
3 CIBANGKON √ √ √ 30 45
G 63,6 82/13 2

1.1.3 Demografis

1. Jumlah dan Komposisi Penduduk Berdasarkan Gologan Usia

Jumlah penduduk di wilayah binaan adalah 115.297 jiwa, dengan ini melebihi

dengan konsep wilayah puskesmas yang dianjurkan yaitu 30.000 jiwa per satu

unit puskesmas. Dilihat dari jenis kelamin, persentase penduduk laki-laki 57.675

jiwa (50%) tidak berbeda jauh dengan jumlah penduduk Perempuan 57.622 jiwa

(50%). Sedangkan ditinjau dari umur 83.578 penduduk (72,48%) tergolong usia

produktif (15-64 tahun) , sehingga menjadi sasaran salah satu program puskesmas

yaitu meningkatkan kemandirian dan derajat kesehatan kelompok usia produktif.

PIRAMIDA PENDUDUK!!

2. Jumlah dan Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Proporsi tingkat pendidikan penduduk terbesar adalah tidak/belum sekolah

dan tidak/belum tamat SD sebanyak 39.763 jiwa. Kelurahan yang paling banyak

mencetak sarjana yaitu Kelurahan Gumuruh sebanyak 2.031 orang, sedangkan

kelurahan dengan tingkat pendidikan terendah (tidak/belum sekolah dan

tidak/belum tamat SD) adalah Kelurahan Cibangkong sebanyak 7.716 jiwa.

Tingkat pendidikan terendah berdasarkan jenis kelamin secara keseluruhan

didominasi sebanyak 20.443 orang dari jenis kelamin perempuan, hal ini sangat

berpengaruh terhadap penyerapan informasi kesehatan yang berhubungan


dengan kesehatan ibu dan anak sehingga berdampak terhadap Angka Kematian

Ibu dan Angka Kematian Balita.

TABELL

3. Pertumbuhan Penduduk dan Persebarannya

Penduduk tersebar di 8 kelurahan dengan kepadatan rata-rata 21 jiwa/Km2,

dalam 1 rumah rata-rata dihuni 4 jiwa. Kelurahan Kebon Gedang dan Maleer

lebih padat penduduknya dibandingkan 6 kelurahan lainnya dikarenakan di

daerah tersebut terdapat pasar tradisional dan sentra industry konveksi rumahan

(rajut) sehingga mobilitas penduduk pendatang di daerah tersebut lebih besar.

TABELLL

4. Jumlah dan Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

Penduduk

Sebagian besar penduduk adalah pelajar artinya masih banyak tergantung

kepada orang tua atau orang lain sebesar 31.998 jiwa atau 27,75% dari jumlah

penduduk seluruhnya. Hal ini akan mempengaruhi terhadap jenis pembayaran

kesehatan dan kemampuan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan.

TABELLL

5. Jumlah Penduduk Miskin

Persentase jumlah penduduk miskin sebanyak 14,78% dari jumlah penduduk

seluruhnya, jumlah tersebut sudah terdaftar menjadi peserta BPJS sebagai PBJ

dari APBN (JAMKESMAS) dan APBD (JAMKESDA). Jumlah ini masih sama

dengan tahun sebelumnya. Sedangkan dat yang diperoleh dari BPJS ditemukan

jumlah penduduk miskin sebanyak 14,65% dari jumlah penduduk seluruhnya

yang terdata masih akti dari kepesertaan BPJS PBI.


6. Jumlah Penduduk Kelompok Rentan/ Khusus

Tabel 1.8 Jumlah Penduduk Kelompok Rentan di Wilayah UPT Puskesmas Salam Tahun
2016 (Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

Anak Sekolah
K

n
a

a
e

r
l

Neonat
Bumil

li
Bulin

a
t
USILA

Bayi
us
SD SMP SMA
No.

1 Cihapit 42 40 37 37 266 495 280 306 717

2 Citarum 16 16 14 14 147 655 380 504 353


Taman- 174
3 376 359 331 331 1365 1239 0 3094
Sari 7
289
Jumlah 434 415 382 382 1778 1899 810 4124
7

Jumlah penduduk rentan yang paling banyak di Kel. Cihapit, Citarum dan

Tamansari adalah remaja 5606 jiwa, sehingga perlu dikembangkan Pelayanan

Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).


12

1.2 Analisis Sarana dan Prasarana

Analisis sarana dan prasarana meliputi data jenis bangunan, data sarana

transportasi, peralatan kesehatan, perlengkapan mebeler, perlengkapan

administrasi kantor, sarana pelayanan kesehatan, dan peralatan lainnya.

1.2.1 Data Jenis Bangunan

Tabel 1.9 Jumlah dan Kondisi Bangunan Puskesmas Salam di wilayah Kerja UPT
Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari
Tahun 2016)

Kondisi di
Luas Puskesmas
No Uraian Jumlah Bangunan Rusak
(m2) Baik
Ringan Sedang Berat
Ruangan
1 Pendaftaran 1 6,88 1 - - -
2 Ruangan Tunggu 1 32,97 1 - - -
Ruangan Pelayanan Rawat
3 1 12,25 1 - - -
Jalan /
BP
Pelayana
Ruangan n Bp.
4 1 12,25 1 - - -
Gigi
5 Ruangan VCT 1 6,18 1 - - -
6 Ruangan Pelayanan KIA 1 12,25 1 - - -
7 Ruangan Pelayanan Lab 1 4,5 - 1 - -
Ruangan Pelayanan
8 Obat 1 10,75 1 - - -
Ruangan Pimpinan
9 1 14,07 1 - - -
Puskesmas
10 Ruangan Staf Puskesmas 1 19,6 1 - - -
Ruangan Tata
11 Usaha - - - - - -
12 Ruangan Pertemuan - - - - - -
13 Ruangan Gudang Obat 1 5,2 - 1 - -
14 Ruangan Dapur 1 3,61 - 1 - -
Ruangan Kamar Mandi /
15 2 4,42 2 - - -
WC
16 Ruangan lain-lain - - - - - -
Rumah Dinas
17 Dokter - - - - - -
18 Rumah Dinas Bidan - - - - - -
19 Rumah Dinas Perawat - - - - - -
20 Rumah Dinas lain-lain - - - - - -
13

Kondisi bangunan di Puskesmas Salam masih cukup baik, tetapi dari jumlah

dan luas bangunannya kurang. Ada satu ruangan dengan luas 3,61 m2 digunakan

untuk berbagai pelayanan yaitu selain untuk pemeriksaan pasien umum juga

digunakan untuk konsultasi gizi, klinik sanitasi, dan ruang MTBS.

Ruangan laboratorium mempunyai luas ruangan 4,50 m2, untuk ukuran

ruang laboratorium sangat sempit dimana banyak alat yang digunakan untuk

pemeriksaan laboratorium yang tidak boleh satu meja seperti mikroskop tidak boleh

bersatu dengan centrifuge begitu juga dengan Hb meter. Selain itu tidak ada ruangan

khusus untuk pengambilan sampel darah. Puskesmas Salam tidak mempunyai ruang

pertemuan sehingga bila mengadakan pertemuan di puskesmas maka kegiatan akan

berbaur dengan pelayanan terhadap pasien.

Tabel 1.10 Jumlah dan Kondisi Bangunan Puskesmas Tamansari di Wilayah Kerja UPT
Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari
Tahun 2016)

Luas Kondisi di Puskesmas


No Uraian Jumlah Bangunan Rusak
Baik
(m2) Ringan Sedang Berat
1 Ruangan Pendaftaran 1 2 1 - - -
2 Ruangan Tunggu 1 4,5 1 - - -
Ruangan Pelayanan Rawat
3 1 5 1 - - -
Jalan / BP
4 Ruangan Pelayanan Bp. Gigi - - - - - -
5 Ruangan Rawat Inap - - - - - -
6 Ruangan Pelayanan KIA 1 6,25 1 - - -
7 Ruangan Pelayanan Lab - - - - - -
8 Ruangan Pelayanan Obat 1 1,5 1 - - -
9 Ruangan Pimpinan Puskesmas 1 6,25 1 - - -
10 Ruangan Staf Puskesmas 1 2,25 1 - - -
11 Ruangan Tata Usaha - - - - - -
12 Ruangan Pertemuan - - - - - -
13 Ruangan Gudang Obat 1 2,25 1 - - -
14 Ruangan Dapur 1 3 1 - - -
15 Ruangan Kamar Mandi / WC 2 1 2 - - -
16 Ruangan lain-lain - - - - - -
17 Rumah Dinas Dokter - - - - - -
18 Rumah Dinas Bidan - - - - - -
19 Rumah Dinas Perawat - - - - - -
14

20 Rumah Dinas lain-lain - - - - - -

Kondisi bangunan di Puskesmas Tamansari masih cukup baik, tetapi dari

jumlah dan luas bangunannya kurang, terutama pada ruang tunggu pasien sehingga

bila pasien banyak harus menunggu hingga keluar gedung puskesmas. Puskesmas

Tamansari tidak mempunyai ruang pertemuan sehingga bila mengadakan pertemuan

di puskesmas maka kegiatan akan berbaur dengan pelayanan terhadap pasien.Tidak

ada ruang khusus untuk MBTS dan ruang konsultasi lainnya sehingga kegiatan

tersebut tidak dapat dilaksanakan secara optimal.

1.2.2 Data Sarana Transportasi

Tabel 1.11 Jumlah dan Kondisis Sarana Transportasi UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Kondisi di Puskesmas
Rusak
No Uraian Jumlah
Baik Sedang
Ringan Sedang
1
Berat
Kendaraan 1 9
S1 1 - -
Ambulans a
2 Kendaraan 1 r1 1 - -
Puskesmas a
- n - - -
a
-

Keliling
3 -
Klino Mobil - - - -
4 Kendaraan T
Penyuluhan - r- - - -
a

5 Kendaraan n
-
Bermotor Roda 4 - s - - -
lainnya 3 p 2 1 - -
6 Kereta Sepeda o
Bidan - r- - - -
7
t
Kendaraan - a- - - -
Bermotor Roda 2 si
8
Kendaraan Sepeda
15

Puskesmas Salam mempunyai dua kendaraan roda 4 kondisinya baik.

Kendaraan tersebut digunakan untuk pelayanan luar gedung. UPT Puskesmas

Salam mempunyai tiga kendaraan roda 2 yang kondisinya 2 baik dan 1 rusak ringan

digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan luar gedung. Kendaraan tersebut

tersebar 2 buah di Puskesmas Salam dan 1 buah di Puskesmas Tamansari.

1.2.3 Peralatan Kesehatan

Tabel 1.12 Jumlah dan Kondisi Peralatan Kesehatan UPT Puskesmas Salam Tahun
2016 (Sumber data Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)
16

Jumlah peralatan kesehatan di Puskesmas Salam dan Tamansari sudah

mencukupi untuk menunjang pelayanan baik dalam gedung maupun luar gedung

dengan rata-rata kondisi peralatannya baik. Peralatan yang perlu diganti secara
17

berkala adalah stetoskop dan tensimeter yang penggunaannya dilakukan setiap hari.

Kalibrasi alat perlu dilakukan secara berkala untuk mempertahankan keakuratan

alat.

1.2.4 Perlengkapan Mebeler

Tabel 1.13 Jumlah dan Kondisi Perlengkapan Mebeler UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Jumlah mebeler di Puskesmas Salam cukup dengan kondisi mayoritas baik,

sehingga cukup menunjang pelayanan walaupun sering ada perbaikan, khususnya

bangku tunggu. Jumlah dan kondisi mebeler di Puskesmas Tamansari masih kurang

dan tidak memadai untuk menunjang pelayanan puskesmas.


18

1.2.5 Perlengkapan Administrasi Kantor

Tabel 1.14 Jumlah dan Kondisi Perlengkapan Administrasi Kantor UPT Puskesmas
Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun
2016)

Dengan kemajuan teknologi dimana data dilakukan secara komputerisasi,

maka keberadaan proyektor sangat menunjang dalam penyampaian data dan

informasi terutama saat lokbul, lokmin atau saat adanya kunjungan tamu dari

berbagai daerah dan instansi untuk melihat kegiatan-kegiatan yang berada di

Puskesmas Salam dan Tamansari. Untuk printer dan komputer diperlukan

pemeliharaan sehingga dana untuk pemeliharaan alat-alat tersebut sangat diperlukan.


19

1.2.6 Peralatan Lainnya

Tabel 1.15 Jumlah dan Kondisi Peralatan Lainnya UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber data : Puskesmas Salam - Puskesmas Tamansari Tahun 2016)

Kondisi di Puskesmas
No Jenis Barang Jumlah Rusak
Baik
Ringan Sedang Berat
1 Lemari Es 2 2 - - -
2 Dispenser 1 - - - 1
3 Kompor Gas 1 1 - - -
4 Tabung Gas 1 1 - - -
5 Kipas Angin 1 1 - - -
6 Radio Tape Karaoke 1 1 - - -
7 Radio Tape 0 0 - - -
8 VCD Player 1 1 - - -
9 Televisi 2 2 - - -
10 Penghancur Kertas 1 1 - - -

Jumlah dan kondisi peralatan lainnya di Puskesmas Salam cukup memadai

untuk menunjang pelayanan dalam dan luar gedung. Puskesmas Tamansari

memerlukan media elektronik penunjang penyuluhan (televisi, VCD player, radio

tape dan proyektor / infokus).

1.2.7 Sarana Pelayanan Kesehatan

Tabel 1.16 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Salam Tahun
2016 (Sumber data : Puskesmas Salam - Puskesmas Tamansari Tahun 2016)

Kelurahan
No. Jenis Sarkesta Jumlah
Cihapit Citarum Tamansari
1. Rumah Sakit Umum - 1 - 1
2. Rumah Sakit Khusus - 3 - 3
3. Puskesmas 1 - 1 2
4. Posyandu 3 1 22 26
5. Dokter Umum 5 4 4 13
6. Dokter Spesialis 47 17 8 72
20

7. Dokter Gigi 10 11 3 24
8. Klinik Kecantikan 1 2 1 4
9. Klinik Pratama 2 4 4 10
10. Klinik Utama - 1 - 1
11. Klinik Kesehatan /Khusus 1 1 - 2
12. Apotek 10 4 3 17
13. Laboratorium 2 - 1 3
14. Rontgen - - - -
15. Bidan Swasta - - 4 4
16. Batra 11 4 5 20
17. Optik 1 7 1 9
18. Toko Obat 1 2 1 4
Jumlah 95 62 58 215

Wilayah kerja UPT Puskesmas Salam berada di pusat kota dan pusat

pemerintahan sehingga fasilitas sarana kesehatan baik negeri maupun swasta banyak

tersebar di wilayah kerja. Kendala yang dihadapi dalam sistem pelaporan adalah tidak

adanya kewajiban Rumah Sakit untuk memberikan tembusan laporan hasil kegiatan

pelayanan kesehatan ke puskesmas dan kurangnya kesadaran sarana kesehatan

swasta lainnya dalam melaporkan hasil kegiatan pelayanan kesehatan sehingga

puskesmas sulit untuk menyerap data masyarakat yang memanfaatkan fasilitas

kesehatan tersebut.

Puskesmas Salam dan Puskesmas Tamansari berusaha menjemput bola

dalam mengambil laporan hasil kegiatan pelayanan tersebut. Data yang terserap oleh

Puskesmas Salam kebanyakan berada di luar wilayah kerja sehingga dibutuhkan

sistem informasi kesehatan yang terpadu dalam satu wilayah kota agar keberadaan

data di wilayah kerja puskesmas dapat terserap oleh puskesmas.


21

1.3 Analisis Situasi Masalah Kesehatan

Analisis situasi masalah kesehatan membahas mengenai angka mortalitas

dan morbiditas masyarakat yang melakukan kunjungan ke UPT Puskesmas Salam.

1.3.1 Mortalitas (Angka Kematian)

Mortalitas yang dibahas meliputi mortalitas umum, mortalitas pada

kelompok miskin, dan penyebab kematian.

1. Mortalitas Umum

Mortalitas di wilayah UPT Puskesmas Salam adalah di usia kematian kasar

yang sebagian besar penyebabnya adalah karena penyakit Jantung.

Tabel 1.17 Jumlah Kematian di Wilayah UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data:
Kelurahan Cihapit, Citarum, dan Tamansari, Tahun 2016)

Jumlah Kematian Per Kelurahan


No. Usia Kematian Total Ket.
Cihapit Citarum Tamansari
1. Bayi (0-12 bl) 0 0 0 0
2. Balita (1-5 th) 0 0 0 0
3. Ibu Hamil 0 0 0 0
4. Kasar 8 9 55 72
Jumlah 8 9 55 72

2. Mortalitas Pada Kelompok Miskin

Jumlah kematian dari keluarga miskin tidak tercatat di Kelurahan Cihapit,

Citarum maupun di Kel. Tamansari.

Tabel 1.18 Jumlah Kematian Pada Kelompok Miskin di Wilayah UPT Puskesmas Salam
Tahun 2016 (Sumber data : Kelurahan Cihapit, Citarum, dan Tamansari, Tahun
2016)

Jumlah Kematian Per Kelurahan


No. Usia Kematian Total Ket.
Cihapit Citarum Tamansari
1. Bayi (0-12 bl) 0 0 0 0
2. Balita (1-5 th) 0 0 0 0
3. Ibu Hamil 0 0 0 0
4. Kasar 0 0 0 0
Jumlah 0 0 0 0
22

3. Penyebab Kematian

Pola penyebab kematian di Kelurahan Cihapit, Citarum dan Tamansari yang

paling banyak adalah karena penyakit Jantung, selain itu penyebab terbanyak kedua

adalah karena penyakit hipertensi. Pola hidup sangat mempengaruhi meningkatnya

penyakit degenaratif. Sosialisasi terhadap penyakit tidak menular terutama hipertensi

dan jantung sangat diperlukan oleh masyarakat.

Tabel 1.19 Pola Penyebab Kematian di Wilayah UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber
data : Kelurahan Cihapit, Citarum, dan Tamansari, Tahun 2016)

No Pola Kelurahan Total


Penyebab
Kematian Cihapit Citarum Tamansari

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 Hepatitis

2 Jantung 2 25 2 2,22 18 37,22 22 30,55

3 Hipertensi 2 25 2 22,22 11 20 15 20,83

4 TBC

5 Kanker 0 0 0 0 3 5,45 3 4,16


Payudara

6 Kanker
Rahim

7 Kanker Usus

8 Kanker
Kelenjar
Tiroid

9 Kanker
Paryu

10 Kecelakaan 0 0 0 0 1 1,811 1,38


23

11 Radang Otak

12 Asma

13 Cyrosis 0 0 0 0 1 1,81 1 1,38


Hepatitis

14 Stroke 1 12,5 1 11,11 9 16,36 11 15,27

15 Pneumonia 0 0 0 0 1 1,81 1 1,38

16 Aspixia 0 0 0 0 1 1,81 1 1,38

17 Meningitis

18 Diabetes 1 12,5 1 11,11 3 5,45 5 6,94


melitus

19 Ginjal 0 0 0 0 3 5,45 3 4,16

20 PPOK

21 Thalasemia

22 Decom
Cordis

23 CRF

24 Bronchitis

25 Gastritis

26 Usia lanjut 2 25 3 33,33 4 7,279 12,5

27 DHF

Jumlah 8 9 55 72

1.3.2 Morbiditas (Angka Kesakitan)

Morbiditas yang dibahas meliputi morbiditas penderita umum dan

morbiditas masyarakat miskin.


24

1. Angka Morbiditas Penderita Umum

Kunjungan pasien ke Puskesmas Salam terbanyak dari luar wilayah dengan

pola penyakit terbanyak penderita umum di Puskesmas Salam adalah Penyakit

infeksi saluran pernafasan akut tidak terspesifik 27,92 %, sedangkan penyakit non

infeksi yaitu hipertensi primer ada di urutan keempat yaitu 9,35 %. Pola penyakit saat

ini adalah double burner dimana meningkatnya penyakit infeksi yang diikuti dengan

penyakit non infeksi. Penyebabnya adalah faktor lingkungan dan perilaku masyarakat

yang kurang ber-PHBS yang diikuti pula dengan pola makan yang salah.

Tabel 1.20 Sepuluh Pola Penyakit Terbanyak Penderita Umum Puskesmas Salam Tahun
2016 (Sumber data : UPT Puskesmas Salam Tahun 2016)

No. Jenis Penyakit ICD-X Jumlah


1. Penyakit ISPA Tidak Terspesifik J-06 5036
2. Myalgia M-791 2519
3. Nasofaringitis Akut (Common Cold) J-00 1923
4. Hipertensi Primer (Essensial) I-10 1686
5. Gastroduodenitis Tidak Spesifik K-29 1487
6. Batuk R-05 1261
7. Demam yang tidak diketahui sebabnya R-50 1190
Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkutan yang
8. L-98 1032
tidak terklasifikasi
9. Karies Gigi K-02 995
10. Penyakit Pulpa dan Jaringan Periapikal K-04 902

2. Angka Morbiditas Masyarakat Miskin

Pola penyakit terbanyak penderita pada masyarakat miskin di Puskesmas

Salam adalah Gastroduodenitis tidak spesifik yaitu 20,11 %. Penyebabnya adalah

faktor lingkungan dan perilaku masyarakat yang kurang ber-PHBS.

Pola penyakit penderita maskin di Puskesmas Salam didominasi oleh

gangguan gigi dan gusi. Untuk kasus ini pengunjung berasal dari Kelurahan
25

Cihapit, Citarum dan Tamansari. Penyebabnya masih kurangnya pengetahuan

masyarakat miskin tentang kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.

Tabel 1.21 Sepuluh Pola Penyakit terbanyak Penderita Miskin Puskesmas Selama Tahun
2016 (Sumber data : UPT Puskesmas Salam Tahun 2016)

No. Jenis Penyakit ICD-X Jumlah


1. Gastroduodenitis tidak spesifik K-29 35
2. Karies Gigi K-02 26
3. Penyakit pulpa dan Jaringan Periapikal K-04 26
4. Myalgia M-791 21
5. Hipertensi Primer (Essensial) I-10 17
6. Nasofaringitis Akut (Common Cold) J-00 13

Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkutan yang tidak


7. L-98 13
Terklasifikasi

8. Abses K-47 10
9. Penyakit gusi, jaringan periodontal dan tulang alveolar K-06 7
10. Demam R-50 6

1.3.3 Laporan Program Kesehatan Gigi dan Mulut

Tabel 1.22 Laporan Program Kesehatan Gigi dan Mulut UPT Puskesmas Salam Bulan
Agustus 2017 (Sumber: Puskesmas Salam Tahun 2017)

JUMLAH TOTAL
NO KEGIATAN SATUAN
L P L+P
I KUNJUNGAN PUSKESMAS
1 Jumlah penduduk wilayah kerja puskesmas Orang
2 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi ke Orang 46 63 109
puskesmas
3 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi ke Orang 119 210 329
puskesmas
4 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi luar Orang
gedung (UKGS+UKGMD)
5 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi luar Orang
gedung (UKGS+UKGMD)
6 Jumlah BUMIL di wilayah kerja puskesmas Orang
7 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi BUMIL Orang 2 2
8 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi BUMIL Orang 3 3
9 Jumlah anak prasekolah di wilayah kerja Orang
puskesmas
26

10 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi anak Orang 6 10 16


prasekolah
11 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi ana Orang 6 13 19
prasekolah
12 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi anak SD/MI Orang 11 17 28
13 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi anak Orang 14 33 47
SD/MI
II DIAGNOSA / JENIS KELAINAN PELAYANAN MEDIK GIGI
1 Karies gigi Gigi 48 89 137
2 Penyakit pulpa dan jarngan periapikal Gigi 107 174 281
3 Gingivitis dan jaringan periodontal Orang 26 27 53
4 Gangguan gigi dan jaringan lainnya Gigi 22 20 42
5 Penyakit rongga mulut Orang 1 2 3
III JENIS KEGIATAN PELAYANAN MEDIK GIGI
1 Tumpatan gigi tetap 42 74 116
2 Pencabutan gigi tetap Gigi 17 19 36
3 Tumpatan gigi sulung Gigi 6 12 18
4 Pencabutan gigi sulung Gigi 14 16 30
5 Pengobatan pulpa Gigi 42 71 113
6 Pengobatan periodontal Orang 21 17 38
7 Pembersihan karang gigi Orang 5 10 15
8 Pengobatan lain-lain Orang 19 19 38
9 Jumlah rujukan Orang 20
IV PROGRAM PROMOTIF DAN PREVENTIF UKGS
1 Jumlah SD/MI di wilayah kerja puskesmas SD
2 Jumlah SD/MI UKGS binaan SD
3 Jumlah frekuensi kunjungan petugas ke SD/MI Kali 4
UKGS binaan
4 Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di SD/MI Kali 4
UKGS binaan
5 Jumlah SD/MI yang melaksanakan SGM SD 4
6 Pelayanan asuhan pada anak SD UKGS:
a. Tahap I (paket minimal) Orang
b. Tahap II (paket minimal) Orang
c. Tahap III (paket paripurna) Orang
7 Jumlah murid SD/MI yang diperiksa Orang 122 116 238
V PROGRAM KURATIF SD/ UKGS
1 Murid kelas selektif yang membutuhkan Orang 31 54 85
perawatan
2 Murid kelas selektif yang mendapat/selesai Orang 25 50 75
perawatan
3 Tumpatan gigi tetap Orang 4 3 7
4 Tumpatan gigi sulung Orang 14 1 15
5 Pencabutan gigi tetap Orang 0 0 0
6 Pencabutan gigi sulung Orang 14 16 30
7 Pengobatan pulpa Orang 3 15 18
8 Pengobatan periodontal Orang 0 13 13
9 Pembersihan karang gigi Orang 0 2 2
10 Rujukan ke puskesmas/RS/dll Orang 0 0 0
VI PROGRAM UKGMD
1 Jumlah desa/kelurahan di wilayah kerja Kelurahan
27

2 Jumlah desa/kelurahan binaan/UKGMD Kelurahan


3 Jumlah frekuensi penyuluhan kesehatan gigi dan Kali
mulut ke posyandu
4 Jumlah posyandu dengan UKGMD:
a. Pratama Posyandu
b. Madya Posyandu
c. Purnama Posyandu
d. Mandiri Posyandu
5 Jumlah kunjungan petugas ke posyandu Kali 5
6 Jumlah masyarakat yang diperiksa:
a. Balita Orang 91 84 175
b. Ibu hamil Orang 0 0
c. Masyarakat lain Orang 4 4 8
7 Jumlah penderita yang dirujuk ke puskesmas
a. Balita Orang 2 2 4
b. Ibu hamil Orang 0 0
c. Masyarakat lain Orang 1 1 2
VII RUJUKAN GIGI
1 Rujukan gigi ke rumah sakit Orang
2 Rujukan gigi ke unit lain Orang
3 Rujukan gigi dari rumah sakit Orang
4 Rujukan gigi dari unit lain Orang
VIII DATA USAHA KESEHATAN SEKOLAH
1 Jumlah TK Pemerintah/Negeri TK
2 Jumlah TK Swasta TK
3 Jumlah TK UKGM (Usaha Kesehatan Gigi dan TK
Mulut) Binaan
4 Jumlah SD/MI (SD UKS) Pmerintah/Negeri SD
5 Jumlah SD/MI Swasta SD
6 Jumlah murid SD kelas I-IV Orang
7 Jumlah murid kelas selektif:
a. Kelas I Orang
b. Kelas III Orang
C. Kelas V Orang
8 Pelayan asuhan pada SD/MI UKGS:
a. Tahap I (paket minimal) Orang
b. Tahap II (paket optimal) Orang
IX DATA TENAGA DAN SARANA UKGS
1 Kader UKGS (dokter kecil) Orang
2 ART Set Set
X Data dasar peran serta masyarakat
1 Jumlah penduduk kecamatan Orang
2 Jumlah Desa/Kelurahan di wilayah kerja Kelurahan
3 Jumlah posyandu di wilayah kerja
a. Pratama Posyandu
b. Madya Posyandu
c. Purnama Posyandu
d. Mandiri Posyandu
XI DATA SARANA
1 Dental unit set Set
2 Dental unit mobile Buah
28

3 Dental unit high speed Buah


4 Dental unit elektrik Buah
5 ART set Set
6 Hand instrument Buah
7 Kader set Set
8 Sterilisator listrik Buah

Tabel 1.23 Laporan Program Kesehatan Gigi dan Mulut UPT Puskesmas Salam Bulan
September 2017 (Sumber: Puskesmas Salam Tahun 2017)

JUMLAH TOTAL
NO KEGIATAN SATUAN
L P L+P
I KUNJUNGAN PUSKESMAS
1 Jumlah penduduk wilayah kerja puskesmas Orang
2 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi ke Orang 40 63 103
puskesmas
3 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi ke Orang 125 212 337
puskesmas
4 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi luar Orang
gedung (UKGS+UKGMD)
5 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi luar Orang
gedung (UKGS+UKGMD)
6 Jumlah BUMIL di wilayah kerja puskesmas Orang
7 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi BUMIL Orang 1 1
8 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi BUMIL Orang 0 0
9 Jumlah anak prasekolah di wilayah kerja Orang
puskesmas
10 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi anak Orang 8 7 15
prasekolah
11 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi ana Orang 9 10 19
prasekolah
12 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi anak SD/MI Orang 7 15 22
13 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi anak Orang 17 39 56
SD/MI
II DIAGNOSA / JENIS KELAINAN PELAYANAN MEDIK GIGI
1 Karies gigi Gigi 27 56 83
2 Penyakit pulpa dan jarngan periapikal Gigi 121 132 253
3 Gingivitis dan jaringan periodontal Orang 18 23 41
4 Gangguan gigi dan jaringan lainnya Gigi 17 24 41
5 Penyakit rongga mulut Orang 0 2 2
III JENIS KEGIATAN PELAYANAN MEDIK GIGI
1 Tumpatan gigi tetap 22 45 67
2 Pencabutan gigi tetap Gigi 21 24 45
3 Tumpatan gigi sulung Gigi 5 11 16
4 Pencabutan gigi sulung Gigi 13 21 34
5 Pengobatan pulpa Gigi 47 66 113
6 Pengobatan periodontal Orang 15 15 30
7 Pembersihan karang gigi Orang 3 8 11
8 Pengobatan lain-lain Orang 5 2 7
9 Jumlah rujukan Orang 6 6 12
29

IV PROGRAM PROMOTIF DAN PREVENTIF UKGS


1 Jumlah SD/MI di wilayah kerja puskesmas SD
2 Jumlah SD/MI UKGS binaan SD
3 Jumlah frekuensi kunjungan petugas ke SD/MI Kali 4
UKGS binaan
4 Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di SD/MI Kali 4
UKGS binaan
5 Jumlah SD/MI yang melaksanakan SGM SD 4
6 Pelayanan asuhan pada anak SD UKGS:
a. Tahap I (paket minimal) Orang
b. Tahap II (paket minimal) Orang
c. Tahap III (paket paripurna) Orang
7 Jumlah murid SD/MI yang diperiksa Orang 122 111 233
V PROGRAM KURATIF SD/ UKGS
1 Murid kelas selektif yang membutuhkan Orang 57 63 130
perawatan
2 Murid kelas selektif yang mendapat/selesai Orang 24 54 78
perawatan
3 Tumpatan gigi tetap Orang 2 3 5
4 Tumpatan gigi sulung Orang 1 2 3
5 Pencabutan gigi tetap Orang 0 0 0
6 Pencabutan gigi sulung Orang 13 21 34
7 Pengobatan pulpa Orang 8 10 18
8 Pengobatan periodontal Orang 0 18 18
9 Pembersihan karang gigi Orang 0 0 0
10 Rujukan ke puskesmas/RS/dll Orang 57 63 130
VI PROGRAM UKGMD
1 Jumlah desa/kelurahan di wilayah kerja Kelurahan
2 Jumlah desa/kelurahan binaan/UKGMD Kelurahan
3 Jumlah frekuensi penyuluhan kesehatan gigi dan Kali
mulut ke posyandu
4 Jumlah posyandu dengan UKGMD:
a. Pratama posyandu
b. Madya Posyandu
c. Purnama Posyandu
d. Mandiri Posyandu
5 Jumlah kunjungan petugas ke posyandu Kali 5
6 Jumlah masyarakat yang diperiksa:
a. Balita Orang 75 77 142
b. Ibu hamil Orang 1 1
c. Masyarakat lain Orang 17 15 32
7 Jumlah penderita yang dirujuk ke puskesmas
a. Balita Orang 2 3 5
b. Ibu hamil Orang 0 0
c. Masyarakat lain Orang 2 2 4
VII RUJUKAN GIGI
1 Rujukan gigi ke rumah sakit Orang 10 8 18
2 Rujukan gigi ke unit lain Orang
3 Rujukan gigi dari rumah sakit Orang 0 2 2
4 Rujukan gigi dari unit lain Orang
VIII DATA USAHA KESEHATAN SEKOLAH
30

1 Jumlah TK Pemerintah/Negeri TK
2 Jumlah TK Swasta TK
3 Jumlah TK UKGM (Usaha Kesehatan Gigi dan TK
Mulut) Binaan
4 Jumlah SD/MI (SD UKS) Pmerintah/Negeri SD
5 Jumlah SD/MI Swasta SD
6 Jumlah murid SD kelas I-IV Orang
7 Jumlah murid kelas selektif:
a. Kelas I Orang
b. Kelas III Orang
C. Kelas V Orang
8 Pelayan asuhan pada SD/MI UKGS:
a. Tahap I (paket minimal) Orang
b. Tahap II (paket optimal) Orang
IX DATA TENAGA DAN SARANA UKGS
1 Kader UKGS (dokter kecil) Orang
2 ART Set Set
X Data dasar peran serta masyarakat
1 Jumlah penduduk kecamatan Orang
2 Jumlah Desa/Kelurahan di wilayah kerja Kelurahan
3 Jumlah posyandu di wilayah kerja
a. Pratama Posyandu
b. Madya Posyandu
c. Purnama Posyandu
d. Mandiri Posyandu
XI DATA SARANA
1 Dental unit set Set
2 Dental unit mobile Buah
3 Dental unit high speed Buah
4 Dental unit elektrik Buah
5 ART set Set
6 Hand instrument Buah
7 Kader set Set
8 Sterilisator listrik Buah

Tabel 1.24 Laporan Program Kesehatan Gigi dan Mulut UPT Puskesmas Salam Bulan
Oktober 2017 (Sumber: Puskesmas Salam Tahun 2017)

JUMLAH TOTAL
NO KEGIATAN SATUAN
L P L+P
I KUNJUNGAN PUSKESMAS
1 Jumlah penduduk wilayah kerja puskesmas Orang
2 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi ke Orang 41 67 108
puskesmas
3 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi ke Orang 143 196 339
puskesmas
4 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi luar Orang
gedung (UKGS+UKGMD)
5 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi luar Orang
gedung (UKGS+UKGMD)
31

6 Jumlah BUMIL di wilayah kerja puskesmas Orang


7 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi BUMIL Orang 2 2
8 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi BUMIL Orang
9 Jumlah anak prasekolah di wilayah kerja Orang
puskesmas
10 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi anak Orang 6 8 14
prasekolah
11 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi ana Orang 10 15 25
prasekolah
12 Jumlah kunjungan baru rawat jalan gigi anak SD/MI Orang 14 8 22
13 Jumlah kunjungan lama rawat jalan gigi anak Orang 19 33 52
SD/MI
II DIAGNOSA / JENIS KELAINAN PELAYANAN MEDIK GIGI
1 Karies gigi Gigi 40 41 81
2 Penyakit pulpa dan jarngan periapikal Gigi 153 172 325
3 Gingivitis dan jaringan periodontal Orang 21 26 47
4 Gangguan gigi dan jaringan lainnya Gigi 13 26 33
5 Penyakit rongga mulut Orang 5 3 8
III JENIS KEGIATAN PELAYANAN MEDIK GIGI
1 Tumpatan gigi tetap 35 34 69
2 Pencabutan gigi tetap Gigi 22 22 44
3 Tumpatan gigi sulung Gigi 3 6 9
4 Pencabutan gigi sulung Gigi 10 21 31
5 Pengobatan pulpa Gigi 52 57 109
6 Pengobatan periodontal Orang 13 14 27
7 Pembersihan karang gigi Orang 7 12 19
8 Pengobatan lain-lain Orang 6 5 11
9 Jumlah rujukan Orang 1 8 9
IV PROGRAM PROMOTIF DAN PREVENTIF UKGS
1 Jumlah SD/MI di wilayah kerja puskesmas SD
2 Jumlah SD/MI UKGS binaan SD
3 Jumlah frekuensi kunjungan petugas ke SD/MI Kali 4
UKGS binaan
4 Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di SD/MI Kali 4
UKGS binaan
5 Jumlah SD/MI yang melaksanakan SGM SD 4
6 Pelayanan asuhan pada anak SD UKGS:
a. Tahap I (paket minimal) Orang
b. Tahap II (paket minimal) Orang
c. Tahap III (paket paripurna) Orang
7 Jumlah murid SD/MI yang diperiksa Orang 113 121 234
V PROGRAM KURATIF SD/ UKGS
1 Murid kelas selektif yang membutuhkan Orang 64 56 120
perawatan
2 Murid kelas selektif yang mendapat/selesai Orang 40 41 81
perawatan
3 Tumpatan gigi tetap Orang 4 4 8
4 Tumpatan gigi sulung Orang 1 2 3
5 Pencabutan gigi tetap Orang 0 0 0
6 Pencabutan gigi sulung Orang 13 21 34
7 Pengobatan pulpa Orang 16 9 25
32

8 Pengobatan periodontal Orang 6 5 11


9 Pembersihan karang gigi Orang 0 0 0
10 Rujukan ke puskesmas/RS/dll Orang 0 0 0
VI PROGRAM UKGMD
1 Jumlah desa/kelurahan di wilayah kerja Kelurahan
2 Jumlah desa/kelurahan binaan/UKGMD Kelurahan
3 Jumlah frekuensi penyuluhan kesehatan gigi dan Kali
mulut ke posyandu
4 Jumlah posyandu dengan UKGMD:
a. Pratama posyandu
b. Madya Posyandu
c. Purnama Posyandu
d. Mandiri Posyandu
5 Jumlah kunjungan petugas ke posyandu Kali
6 Jumlah masyarakat yang diperiksa:
a. Balita Orang
b. Ibu hamil Orang
c. Masyarakat lain Orang
7 Jumlah penderita yang dirujuk ke puskesmas
a. Balita Orang 4 3 7
b. Ibu hamil Orang 0 0
c. Masyarakat lain Orang 3 3 6
VII RUJUKAN GIGI
1 Rujukan gigi ke rumah sakit Orang 1 6 7
2 Rujukan gigi ke unit lain Orang
3 Rujukan gigi dari rumah sakit Orang 1 1
4 Rujukan gigi dari unit lain Orang
VIII DATA USAHA KESEHATAN SEKOLAH
1 Jumlah TK Pemerintah/Negeri TK
2 Jumlah TK Swasta TK
3 Jumlah TK UKGM (Usaha Kesehatan Gigi dan TK
Mulut) Binaan
4 Jumlah SD/MI (SD UKS) Pmerintah/Negeri SD
5 Jumlah SD/MI Swasta SD
6 Jumlah murid SD kelas I-IV Orang
7 Jumlah murid kelas selektif:
a. Kelas I Orang
b. Kelas III Orang
C. Kelas V Orang
8 Pelayan asuhan pada SD/MI UKGS:
a. Tahap I (paket minimal) Orang
b. Tahap II (paket optimal) Orang
IX DATA TENAGA DAN SARANA UKGS
1 Kader UKGS (dokter kecil) Orang
2 ART Set Set
X Data dasar peran serta masyarakat
1 Jumlah penduduk kecamatan Orang
2 Jumlah Desa/Kelurahan di wilayah kerja Kelurahan
3 Jumlah posyandu di wilayah kerja
a. Pratama Posyandu
b. Madya Posyandu
33

c. Purnama Posyandu
d. Mandiri Posyandu
XI DATA SARANA
1 Dental unit set Set
2 Dental unit mobile Buah
3 Dental unit high speed Buah
4 Dental unit elektrik Buah
5 ART set Set
6 Hand instrument Buah
7 Kader set Set
8 Sterilisator listrik Buah

Grafik 1.1 Laporan Jumlah Penyakit Karies Gigi Berdasarkan Usia di UPT Puskesmas Salam
Periode Januari-Oktober 2017 (Sumber: Data Puskesmas Salam Tahun 2017)

JUMLAH PENYAKIT KARIES GIGI BERDASARKAN USIA PADA PERIODE JANUIARI -


OKTOBER 2017 DI PUSKESMAS SALAM

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
<1 th 1-4 th 5-9 th 10-14 th 15-19 th 20-44 th 45-54 th 55-59 th >60 th

jumlah penyakit karies


34

Grafik 1.2 Laporan Jumlah Penyakit Pulpa dan Jaringan Periapikal Berdasarkan Usia di UPT
Puskesmas Salam Periode Januari-Oktober 2017 (Sumber: Data Puskesmas
Salam Tahun 2017)

JUMLAH PENYAKIT PULPA DAN JARINGAN PERIAPIKAL BERDASARKAN


USIA PADA PERIODE JANUIARI - OKTOBER 2017 DI PUSKESMAS SALAM
350

300

250

200

150

100

50

0
<1 th 1-4 th 5-9 th 10-14 th 15-19 th 20-44 th 45-54 th 55-59 th >60 th

jumlah penyakit

Grafik 1.3 Laporan Jumlah Penyakit Gusi, Jaringan Periodontal dan Tulang Alveolar
Berdasarkan Usia di UPT Puskesmas Salam Periode Januari-Oktober 2017
(Sumber: Data Puskesmas Salam Tahun 2017)

JUMLAH PENYAKIT GUSI, JARINGAN PERIODONTAL DAN TULANG


ALVEOLAR BERDASARKAN USIA PADA PERIODE JANUIARI - OKTOBER 2017
DI PUSKESMAS SALAM
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
<1 th 1-4 th 5-9 th 10-14 th 15-19 th 20-44 th 45-54 th 55-59 th >60 th

jumlah penyakit
35

Grafik 1.4 Laporan Jumlah Kelainan Dentofasial Termasuk Maloklusi Berdasarkan Usia di
UPT Puskesmas Salam Periode Januari-Oktober 2017 (Sumber: Data Puskesmas
Salam Tahun 2017)

JUMLAH KELAINAN DENTOFASIAL TERMASUK MALOKLUSI BERDASARKAN USIA


PADA PERIODE JANUIARI - OKTOBER 2017 DI PUSKESMAS SALAM
70
60
50
40
30
20
10
0
<1 th 1-4 th 5-9 th 10-14 th 15-19 th 20-44 th 45-54 th 55-59 th >60 th

jumlah penyakit

Grafik 1.5 Laporan Jumlah Gangguan Gigi dan Jaringan Penunjang Lainnya Berdasarkan
Usia di UPT Puskesmas Salam Periode Januari-Oktober 2017 (Sumber: Data
Puskesmas Salam Tahun 2017)

JUMLAH GANGGUAN GIGI DAN JARINGAN PENUNJANG LAINNYA


BERDASARKAN USIA PADA PERIODE JANUIARI - OKTOBER 2017 DI
PUSKESMAS SALAM
60

50

40

30
Grafik 1.1 Laporan Jumlah Penyakit Karies Gigi Berdasarkan Usia di UPT Puskesmas
20
Salam Periode Januari-Oktober 2017 (Sumber: Puskesmas Salam Tahun 2017)
10

0
<1 th 1-4 th 5-9 th 10-14 th 15-19 th 20-44 th 45-54 th 55-59 th >60 th

jumlah penyakit
36

Grafik 1.6 Laporan Jumlah Penyakit Rongga Mulut, Kelenjar Ludah, Rahang, dan Lainnya
Berdasarkan Usia di UPT Puskesmas Salam Periode Januari-Oktober 2017
(Sumber: Data Puskesmas Salam Tahun 2017)

JUMLAH PENYAKIT RONGGA MULUT, KELENJAR LUDAH, RAHANG DAN


LAINNYA BERDASARKAN USIA PADA PERIODE JANUIARI - OKTOBER 2017 DI
PUSKESMAS SALAM
1

0,8

0,6

0,4

0,2

0
<1 th 1-4 th 5-9 th 10-14 th 15-19 th 20-44 th 45-54 th 55-59 th >60 th

jumlah penyakit

Grafik 1.6 Laporan Diagnosa atau Jenis Kelainan Pelayanan Medik Gigi di UPT Puskesmas
Salam Periode Januari-Oktober 2017 (Sumber: Data Puskesmas Salam Tahun
2017)

Diagnosa/Jenis Kelainan Pelayanan Medik Gigi


1000
900
800
700
600
500
400
300
200
100
0
karies gigi penyakit pulpa dan gingivitis dan gangguan gigi dan penyakit rongga
jaringan periapikal jaringan periodontal jaringan lainnya mulut

jumlah kasus
37

1.4 Analisis Situasi Perilaku Kesehatan

Analisis situasi perilaku kesehatan didapatkan melalui data sekunder berupa

hasil wawancara kepada 30 responden yang dilakukan pada awal tahun 2017.

Pertanyaan wawancara yang diberikan mencakup sikap, perilaku, dan pengetahuan

pasien tentang kesehatan gigi dan mulut di UPT Puskesmas Salam. Berikut ini data

yang didapat :

1. Sebanyak 30 responden mengetahui gigi berlubang sebagai penyakit gigi

dan mulut.

2. Sebanyak 24 responden memilih menyikat gigi ketika mandi, 6 responden

memilih ketika sesudah makan pagi dan sebelum tidur merupakan waktu yang

baik.

3. Sebanyak 9 responden mengganti sikat giginya 3 bulan sekali, 19 responden

mengganti sikat giginya ketika bulu sikat mengembang/rusak, 2 orang

mengganti sikat giginya 6 bulan sekali.

4. Sebanyak 25 responden mengetahui perawatan gigi berlubang kecil adalah

dilakukan penambalan dan 5 responden mengetahui perawatan gigi berlubang

kecil adalah dilakukan pencabutan.

5. Sebanyak 24 responden mengetahui perawatan gigi sisa akar adalah

dilakukan pencabutan, 2 responden mengetahui perawatan gigi sisa akar

adalah dilakukan penambalan dan 4 responden dibiarkan saja.

6. Sebanyak 20 responden membersihkan karang gigi 3 bulan sekali, 8

responden membersihkan karang gigi 6-9 bulan sekali dan 2 responden tidak

pernah melakukan pembersihan karang gigi.

7. Sebanyak 28 responden mengetahui bahaya dari gigi berlubang dan 2


38

responden tidak mengetahui bahaya dari gigi berlubang bila sudah tidak sakit.

Berdasarkan hasil kuisioner, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar

pasien di Puskesmas Salam tidak memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku

yang baik dalam menjaga kesehatan dan kebersihan giginya.

1.5 Analisis Program dan Pelayanan Puskesmas

Analisis program dan pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan

merinci faktor dan komponen yang ada untuk dipertimbangkan.

1.5.1 Upaya Kesehatan Wajib (Upaya Promosi Kesehatan)

1. Promosi Kesehatan dalam Gedung

2. Promosi Kesehatan Luar Gedung

1.5.2 Upaya KIA dan KB

1. Kesehatan Ibu

Cakupan kunjungan ibu hamil K4 di Puskesmas Ibrahim Adjie sudah


mencapai 97,24% dari target 95% SPM). Pertolongan persalinan di
wilayah kerja puskesmas umumnya sudah ditolong oleh tenaga kesahatan,
banyaknya fasilitas kesehatan di wilayah kerja sehingga ibu bersalin dapat
memilih faskes yang terdekat dengan domisili. Per
2. Kesehatan Bayi

1. Upaya Kesehatan Sekolah

Tabel 1.33 Cakupan Sekolah (SD/ MI/ Sederajat) yang Melaksanakan Penjaringan
Kesehatan UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan
Tamansari Tahun 2016).

No. Uraian Puskesmas Total Ket


Salam Tamansari

1 Jumlah sekolah SD/MI 11 5 16

Jumlah sekolah SD/MI


2 yang melaksanakan 11 5 16

penjaringan kesehatan

% Cakupan Sekolah 100 100 100

Cakupan sekolah (SD/MI/Sederajat) yang melaksanakan penjaringan

kesehatan di wilayah UPT Puskesmas Salam sudah mencapai target 100%.


45

2. Upaya Kesehatan Olahraga

Tabel 1.34 Cakupan Sekolah (SD/ MI/ Sederajat) yang Melaksanakan Penjaringan
Kesehatan UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan
Tamansari Tahun 2016).

No. Uraian Puskesmas Total Ket


Salam Tamansari

Jumlah seluruh kelompok

1 olahraga yang berada di 6 8 14

wilayah kerja Puskesmas

Jumlah kelompok olahraga

2 yang mendapat pembinaan 4 1 5

dari petugas Puskesmas

% Cakupan Pembinaan
66.66 12.5 35.71
Kelompok Olahraga

Cakupan pembinaan kelompok olahraga di wilayah UPT Puskesmas Salam

sebesar 35.71% Di wilayah Tamansari pembinaan kelompok olahrga masih kurang.

Hal ini dikarenakan kurangnya tenaga kesehatan di Puskesmas Tamansari.

3. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat Upaya

keperawatan kesehatan masyarakat terdiri dari:

1). Cakupan Keluarga Dibina (Keluarga Rawan)

Cakupan keluarga rawan yang dibina di wilayah kerja UPT Puskesmas

Salam sebanyak 77,77%, angka ini masih belum mencapai target. Hal itu karena
46

masyarakat di wilayah Puskesmas Salam adalah masyrakat menengah ke atas

sehingga kadang sulit untuk melakukan kunjungan rumah ke keluarga rawan.

Tabel 1.35 Cakupan Keluarga dibina (Keluarga Rawan) UPT Puskesmas Salam Tahun
2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket
Salam Tamansari
1 Jumlah Sasaran 46 143 189
Keluarga Rawan

2 Jumlah Keluarga 27 120 147 Rawan yang


Dibina di Wilayah Kerja
Puskesmas
% Cakupan Keluarga Dibina
(Keluarga Rawan) 58,69 83,91 77,77

2. Cakupan Keluarga Rawan Selesai Dibina

Tabel 1.36 Cakupan Keluarga Rawan Selesai Dibina (KM IV) UPT Puskesmas Salam Tahun
2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

No. Uraian Puskesmas Total Ket


Salam Tamansari

Jumlah Sasaran Keluarga


1 46 143 189
Rawan

Jumlah Keluarga Rawan


2 14 41 55
yang Selesai Dibina

% Cakupan Keluarga Rawan


30,43 25,67 29,10
Selesai Dibina

Cakupan keluarga rawan yang selesai dibina dengan kemandirian IV di

wilayah UPT Puskesmas Salam sebanyak 29,10%, angka ini masih belum mencapai

target. Hal itu dikarenakan banyak keluarga yang belum bisa mempromosikan
47

masalah kesehatan kepada masyarakat atau keluarga di lingkungan sekitar tempat

tinggalnya.

3) Cakupan Keluarga Mandiri III

Tabel 1.37 Cakupan Keluarga Mandiri III UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber
data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

No. Uraian Puskesmas Total Ket


Salam Tamansari

1 Jumlah Sasaran Keluarga 46 143 189


Rawan

Jumlah Keluarga Rawan


2 yang Dibina yang Memenuhi 21 73 94
Kriteria III di Wilayah Kerja
Puskesmas yang Selesai
Dibina

% Cakupan Keluarga Mandiri


45,65 51,04 49,73
III

Cakupan keluarga mandiri III di wilayah UPT Puskesmas Salam adalah

49,73%, angka ini masih belum mencapai target. Hal itu dikarenakan masih ada

keluarga rawan yang dilakukan pembinaan lanjutan dan belum mencapai

kemandirian III.

4. Upaya Kesehatan Kerja

Upaya kesehatan kerja terdiri dari:

1). Cakupan Pembinaan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK)


48

Tabel 1.38 Cakupan Pembinaan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) UPT Puskesmas Salam
Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Jumlah Pos UKK yang ada di Puskesmas Salam ada satu dan

dilakukan pembinaan oleh petugas dari Puskesmas, sedangkan di

Tamansari belum terbentuk Pos UKK.

2) Cakupan Penanganan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Penyakit Akibat

Hubungan Kerja (PAHK)

Tabel 1.39 Cakupan Penanganan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Penyakit Akibat
Hubungan Kerja (PAHK) UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data :
Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket
Salam Tamansari
Jumlah Pasien dengan PAK
1 dan PAHK di Wilayah Kerja 5 24 29
Puskesmas
Jumlah Pasien yang
Mendapatkan Penangan
2 5 24 29
PAK dan PAHK di
Puskesmas
% Cakupan Penanganan
Penyakit Akibat Kerja (PAK) 100 100 100
dan Penyakit Akibat Hubungan
Kerja (PAHK)

Cakupan penanganan penyakit akibat kerja (PAK) dan penyakit akibat

hubungan kerja (PAHK) di wilayah UPT Puskesmas Salam sudah mencapai target

yaitu 100%.

5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

Upaya kesehatan gigi dan mulut terdiri dari:

1) Cakupan Pembinan Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM)


49

Tabel 1.40 Cakupan Pembinaan Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM) UPT
Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari
Tahun 2016)

Cakupan pembinaan upaya kesehatan gigi masyarakat (UKGM)

di wilayah UPT Puskesmas Salam sudah mencapai target yaitu 100%.

2) Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi dan Mulut di Taman

Kanak-Kanak (TK)

Tabel 1.41 Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi dan Mulut di Taman Kanak-
Kanak (TK) UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data :
Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Cakupan pembinaan kesehatan gigi dan mulut di taman kanak-

kanak (TK) di wilyah UPT Puskesmas Salam sudah mencapai target yaitu

100%.
50

3) Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD/MI

Tabel 1.42 Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD/MI UPT
Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan
Tamansari Tahun 2016)

Cakupan pembinaan kesehatan gigi dan mulut di SD/MI wilayah kerja UPT

Puskesmas Salam sudah mencapai target 100%.

4) Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa TK

Tabel 1.43 Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa TK UPT Puskesmas
Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun
2016)

Cakupan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut siswa TK di wilayah kerja

UPT Puskesmas Salam sudah mencapai target yaitu 93,96%.


51

5) Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa SD

Tabel 1.44 Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa SD UPT Puskesmas
Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun
2016)

Cakupan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut siswa SD di wilayah kerja

UPT Puskesmas Salam sudah mencapai target yaitu 78,40%.

6) Cakupan Penanganan Siswa TK yang Membutuhkan Perawatan

Kesehatan Gigi

Tabel 1.45 Cakupan Penanganan Siswa TK yang Membutuhkan Perawatan Kesehatan Gigi
UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan
Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket
Salam Tamansari
1 Jumlah siswa TK yang 20 12 32
membutuhkan perawatan
Jumlah siswa TK yang
2 mendapat penanganan oleh 18 8 26
petugas Puskesmas
% Cakupan Penanganan Siswa
TK yang Membutuhkan 90 66 81,25
Perawatan Kesehatan Gigi

Cakupan penanganan siswa TK yang membutuhkan perawatan kesehatan

gigi di wilayah UPT Puskesmas Salam sebesar 81,25%.


52

7) Cakupan Penanganan Siswa SD/MI yang Membutuhkan Perawatan

Kesehatan Gigi

Tabel 1.46 Cakupan Penanganan Siswa SD/MI yang Membutuhkan Perawatan Kesehatan
Gigi UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan
Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket
Salam Tamansari
Jumlah siswa SD/MI yang
1 membutuhkan perawatan di 461 106 567
wilayah kerja Puskesmas
Jumlah siswa SD/MI yang
2 mendapat penanganan oleh 318 67 385
petugas Puskesmas
% Cakupan Penanganan Siswa
SD/MI yang Membutuhkan 68,98 63,20 67,90
Perawatan Kesehatan Gigi

Cakupan penanganan siswa SD/MI yang membutuhkan perawatan

kesehatan gigi di wilayah kerja UPT Puskesmas Salam sebesar 67,90%.

6. Upaya Kesehatan Lanjut Usia

Upaya kesehatan lanjut usia terdiri dari:

1) Cakupan Kesehatan Usia Lanjut

Tabel 1.47 Cakupan Kesehatan Usia Lanjut UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber
data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Cakupan kesehatan usia lajut di UPT Puskesmas Salam adalah 57,45%.

Angka ini masih belum mencapai target karena tidak semua RW di wilayah

puskesmas Salam memiliki Posbindu. Selain itu lansia di wilayah Puskesmas


53

Salam masih aktif bekerja sehingga jadwal Posbindu tidak mengikuti

kegiatannya.

2) Cakupan Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut pada Kelompok Usia Lanjut

Tabel 1.48 Cakupan Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut pada Kelompok Usia Lanjut UPT
Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan
Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket
Salam Tamansari
1 Jumlah kelompok usia lanjut 4 16 20
Jumlah kelompok usia lanjut
2 yang mendapatkan 4 16 20
pelayanan kesehatan
% Pembinaan kesehatan usia
100 100 100
lanjut

Cakupan pembinaan kesehatan usia lanjut di wilayah UPT Puskesmas

salam sudah mencapai target yaitu 100%.

7. Upaya Kesehatan Tradisional

Upaya kesehatan tradisional terdiri dari:

1) Cakupan Pembinaan Upaya Kesehatan Tradisional (Kestrad)

Tabel 1.49 Cakupan Pembinaan Upaya Kesehatan Tradisional (Kestrad) UPT


Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari
Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total
Salam Tamansari
Jumlah pengobat tradisional
1 15 4 19
seluruhnya
Jumlah pengobat tradisional
2 yang dibina petugas 15 4 19
puskesmas
% Cakupan Pembinaan Upaya
100 100 100
Kesehatan Tradisional (Kestrad)

Cakupan Pembinaan upaya kesehatan tradisional (Kestrad) di wilayah

UPT Puskesmas Salam adalah 100%.


54

2) Cakupan Pengobat Tradisional Terdaftar/Berijin

Tabel 1.50 Cakupan Pengobat Tradisional Terdaftar/Berijin UPT Puskesmas Salam Tahun
2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket
Salam Tamansari
Jumlah pengobat
1 tradisional yang dibina 15 4 19
oleh petugas puskesmas
Jumlah pengobat
2 tradisional yang 12 4 16
mempunyai STPT/SIPT
% Cakupan Pengobat
80 100 84,21
Tradisional Terdaftar/Berijin

Cakupan pengobat tradisional terdaftar/berizin diwilayah UPT Puskesmas

Salam sebesar 84,21%.

1) Cakupan Pembinaan Kelompok Taman Obat Keluarga (TOGA)

Tabel 1.51 Cakupan Pembinaan Kelompok Taman Obat Keluarga (TOGA) UPT
Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam dan
Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket
Salam Tamansari
1 Jumlah kelompok TOGA 2 2 4
yang ada
Jumlah kelompok TOGA
2 yang mendapat 2 2 4
pembinaan
% Cakupan Pembinaan
Kelompok Taman Obat 100 100 100
Keluarga (TOGA)

Cakupan pembinaan kelompok taman obat keluarga (TOGA) di

wilayah UPT Puskesmas Salam sudah mencapai target yaitu 100%.


55

1.6 Analisis Situasi Lingkungan Kesehatan

Analisis situasi lingkungan kesehatan menjelaskan mengenai cakupan

pengawasan rumah sehat, sarana air bersih, pengawasan jamban, air limbah,

limbah industri, dan pengelolaannya.

1.6.1 Cakupan Pengawasan Rumah Sehat

Tabel 1.51 Cakupan Pengawasan Rumah Sehat UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber: Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket.
SALAM TAMANSARI

1. Jumlah rumah 1682 3785 5413


yang ada
Jumlah rumah
2. 1400 1800 3200
yang diperiksa

Jumlah rumah
3. 1398 1352 2750
yang sehat

% Rumah memenuhi
syarat 83,11 35,71 50,80

Cakupan pengawasan rumah sehat di wilayah UPT Puskesmas Salam

masih belum mencapai target yaitu hanya mencapai 50,80 % rumah memenuhi

syarat kesehatan. Hal ini menggambarkan masih kurangnya kesadaran masyarakat

dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.

1.6.2 Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih (SAB)

Tabel 1.52 Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket.
SALAM TAMANSARI
Jumlah sarana air bersih yang
1. Ada 1628 4615 6243
Jumlah sarana air bersih yang
2. Diperiksa 1400 1800 3200
56

Jumlah sarana air bersihh yang


3. Sehat 1400 1366 2766
% SAB memenuhi syarat 85,99 39,01 51,26

Cakupan pengawasan sarana air bersih di wilayah UPT Puskesmas Salam

yang telah diperiksa baru mencapai 51,26 %. Hal ini menggambarkan masih

kurangnya sarana air bersih di wilayah UPT Puskesmas Salam terutama di kelurahan

Tamansari, sehingga diperlukan penyuluhan kesehatan mengenai sarana air bersih

di wilayah Kelurahan Tamansari.

1.6.3 Cakupan Pengawasan Jamban

Tabel 1.53 Cakupan Pengawasan Jamban UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

No. Uraian Puskesmas Total Ket.


SALAM TAMANSARI
1. Jumlah jamban yang ada 1741 4608 6349
2. Jumlah jamban yang diperiksa 1400 1800 3200
3. Jumlah jamban yang sehat 987 112 1099
% Jamban memenuhi syarat 80,41 39,06 50,40

Berdasarkan tabel di atas jumlah jamban keluarga yang diperiksa di

wilayah Puskesmas Salam sebanyak 80,41 %, hal ini menggambarkan tingkat

kesadaran masyarakat sudah baik. Sedangkan di wilayah Puskesmas Tamansari

hanya 8,54% jamban yang diperiksa. Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat

mengenai pentingnya jamban sehat bagi keluarga.


57

1.6.4 Cakupan Pengawasan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL)

Tabel 1.54 Cakupan Pengawasan SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah) UPT
Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam-
Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket.
SALAM TAMANSARI
1. Jumlah SPAL yang ada 1741 4608 6349
2. Jumlah SPAL yang diperiksa 1400 1800 3200

3. Jumlah SPAL yang sehat 1400 1450 2850

% SPAL memenuhi syarat 80,41 39,06 50,40

Cakupan Saran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di UPT Puskesmas

Salam yang diperksa baru mencapai 50,40 %. Perlunya sosialisasi tentang bahaya

dampak polusi limbah kepada pihak yang bersangkutan juga dibantu aparat

pemerintah terkait seperti kelurahan, kecamatan, Dinas Kesehatan dan Dinas

Kebersihan.

1.6.5 Inspeksi Sanitasi Tempat-Tempat Umum (TTU)

Tabel 1.55 Inspeksi Sanitasi Tempat-Tempat Umum (TTU) UPT Puskesmas Salam
Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

No. Uraian Puskesmas Total Ket.


Salam Tamansari
1. Jumlah TTU yang ada 222 47 269

2. Jumlah TTU yang diperiksa 114 39 153

3. Jumlah TTU yang sehat 114 39 153

% TTU memenuhi syarat 51,35 82,97 56,88


58

Sarana tempat-tempat umum yang telah diperiksa di wilayah UPT

Puskesmas Salam belum semuanya memenuhi standar kesehatan. Jumlah yang

sudah memenuhi standar kesehatan baru mencapai 56,88%.

1.6.6 Cakupan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)

Tabel 1.56 Cakupan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) UPT


Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari
Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket.
Salam Tamansari
1. Jumlah TPM yang ada 199 29 228
Jumlah TPM yang
2. 95 29 124
diperiksa
3. Jumlah TPM yang sehat 95 29 124
% TPM memenuhi syarat 47,74 100 54,39

Cakupan pengawasan dan pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan

(TPM) di wilayah kerja UPT Puskesmas Salam masih belum mencapai target, yaitu

hanya 54,39% sehingga diperlukan sosialisasi kepada pihak yang bersangkutan agar

TPM tersebut memenuhi standar kesehatan.

1.6.7 Cakupan Pengawasan Industri

Tabel 1.57 Cakupan Pengawasan Industri UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

Cakupan pengawasan dan pembinaan Tempat Industri (P-IRT) yang diawasi

100% sehat. Hal ini menunjukan bahwa tempat industri (P-IRT) yang diperiksa telah

memenuhi standar kesehatan.


59

1.6.8 Cakupan Kegiatan Klink Sanitasi

Tabel 1.58 Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi UPT Puskesmas Salam Tahun 2016
(Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)
Puskesmas
No. Uraian Total
Salam Tamansari
Jumlah penderita
penyakit berbasis
1 lingkungan/ klien di 1620 1045 2665
puskesmas
Jumlah penderita
penyakit berbasis
lingkungan/ klien yang
2 mendapatkan
konseling oleh petugas 330 220 550
di puskesmas

Jumlah penderita penyakit berbasis lingkungan/ klien yang mendapatkan

konseling oleh petugas puskesmas adalah 550 orang.

1.6.9 Inspeksi Sanitasi Sarana Pembuangan Sampah

Tabel 1.59 Inspeksi Sanitasi Sarana Pembuangan Sampah UPT Puskesmas Salam
Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

Jumlah sarana pembuangan sampah yang diperiksa masih belum

mencapai target, yaitu hanya mencapai 26,87%.


60

1.6.10 Cakupan Pengawasan Tempat Pengelolaan Pestisida

Tabel 1.60 Cakupan Pengawasan Tempat Pengelolaan Pestisida UPT Puskesmas Salam
Tahun 2016 (Sumber data : Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)

Puskesmas
No. Uraian Total Ket.
Salam Tamansari
Jumlah tempat pengelolaan
1. - - -
pestisida yang ada
Jumlah tempat pengelolaan
2. - - -
pestisida yang diperiksa
Jumlah tempat pengelolaan
3. - - -
pestisidayang sehat
% Tempat pengelolaan pestisida
- - -
memenuhi syarat

Di wilayah kerja UPT Puskesmas Salam tidak memiliki tempat

pengelolaan pestisida.

1.6.11 Persentase Kelurahan yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis

Masyarakat

Tabel 1.61 Cakupan Kelurahan yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis


Masyarakat (STBM) UPT Puskesmas Salam Tahun 2016 (Sumber data:
Puskesmas Salam-Tamansari Tahun 2016)
Puskesmas
No. Uraian Total Ket.
Salam Tamansari
1. Jumlah kelurahan yang ada 2 1 3
Jumlah kelurahan yang
2. 2 1 3
melaksanakan STBM
% Kelurahan yang melaksanakan
100 100 100
STBM

Cakupan kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis

Masyarakat (STBM) di wilayah kerja UPT Puskesmas Salam sudah mencapai

target yaitu 100%.


BAB II

IDENTIFIKASI MASALAH

Hasil analisis situasi dengan menggunakan data sekunder dari Laporan

Tahunan Puskesmas Salam tahun 2016 serta berdasarkan data pada tahun 2017

didapatkan beberapa masalah dari dalam dan luar gedung, diantaranya yaitu:

1. Karies gigi serta penyakit pulpa dan jaringan periapikal menempati

urutan 9 dan 10 dari 10 penyakit terbanyak penderita umum di Puskesmas Salam

Berdasarkan data laporan Puskesmas Salam tahun 2016, karies gigi

menempati urutan 9 dari 10 penyakit terbanyak pada penderita umum yaitu

sebanyak 992 kasus. sedangkan penyakit pulpa menempati urutan 10 dari 10

penyakit terbanyak yaitu sebanyak 905 kasus. Penyakit pulpa dan jaringan

periapikal juga merupakan penyakit tertinggi yang ditemukan pada klinik gigi di

Puskesmas Salam. Penyebab tingginya tingkat karies gigi adalah masih kurangnya

pengetahuan masyarakat tentang kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.

Dampak yang terjadi jika 10 penyakit terbanyak tidak langsung ditanggulangi

dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Dampak lainnya adalah sistem

fungsional tubuh akan menurun seperti gangguan fungsi pengunyahan dan

pencernaan. Hal ini akan menimbulkan asupan gizi yang tidak seimbang, dan pada

akhirnya akan menyebabkan angka harapan hidup yang rendah.

2. Karies gigi, penyakit pulpa, abses gigi, dan penyakit periodontal masing-

masing menempati urutan kedua, tiga, delapan, dan sembilan dari 10 penyakit

terbanyak penderita miskin di Puskesmas Salam

61
62

Berdasarkan data laporan Puskesmas Salam tahun 2016, karies gigi

menempati urutan 2 dari 10 penyakit terbanyak pada penderita miskin yaitu

sebanyak 26 kasus. sedangkan penyakit pulpa menempati urutan 3 dari 10 penyakit

terbanyak yaitu sebanyak 26 kasus. Penyakit abses menempati urutan 8 dari 10

penyakit terbanyak yaitu sebanyak 10 kasus dan penyakit periodontal menempati

urutan 9 dari 10 penyakit terbanyak yaitu sebanyak 7 kasus. Penyebab tingginya

tingkat karies gigi adalah masih kurangnya pengetahuan masyarakat miskin tentang

kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut dan juga pengaruh dari kondisi ekonomi

dan sosial menyebabkan kesehatan gigi dan mulut bukanlah prioritas bagi penderita

miskin.

3. Penyakit pulpa dan jaringan periapikal serta pengobatannya menempati

urutan pertama pada diagnosa dan pelayanan medik gigi di Puskesmas Salam pada

tahun 2017

Berdasarkan data Laporan Program Kesehatan Gigi dan Mulut periode

Agustus-Oktober 2017, jumlah diagnosa yang paling banyak adalah penyakit pulpa

dan jaringan periapikal sebanyak 859 kasus, sedangkan jenis pelayanan medik yang

paling banyak adalah pengobatan pulpa sebanyak 334 pelayanan. Hal ini

menunjukkan bahwa pasien datang ke Puskesmas ketika giginya sudah sakit,

sehingga diasumsikan bahwa kesadaran kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat

masih rendah.

4. Cakupan penyuluhan oleh petugas di Puskesmas mengenai kesehatan gigi

dan mulut masih kurang

Berdasarkan data, penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut di


63

dalam Puskesmas Salam masih jarang dilakukan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya

tenaga dan waktu sehingga program penyuluhan di dalam puskesmas kurang

berjalan. Pasien yang datang ke puskesmas kurang mendapatkan informasi yang

cukup mengenai kesehatan gigi dan mulut.

5. Penjaringan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil belum terjangkau

Pemeriksaan gigi pada ibu hamil jarang dilakukan karena kunjungan ibu

hamil ke Poli Gigi rendah. Pada periode Agustus-Oktober 2017 hanya ada 5 ibu

hamil yang memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya ke UPT Puskesmas Salam.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya sumber daya manusia untuk melakukan

penjaringan terhadap ibu hamil. Selain itu, kesadaran ibu hamil tentang pentingnya

memeriksakan kesehatan gigi dan mulut masih rendah padahal kelompok rentan

seperti ibu hamil mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit gigi dan mulut.

6. Jumlah kunjungan masyarakat lanjut usia ke poli gigi masih sedikit

Berdasarkan data periode Januari – Oktober 2017, jumlah kunjungan

masyarakat lanjut usia (>60 tahun) ke poli gigi adalah sejumlah 109 orang

sedangkan jumlah masyarakat lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Salam adalah

lebih dari 2.726 orang sehingga diasumsikan bahwa kesadaran masyarakat lansia

untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya masih rendah.

7. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada kader posyandu belum pernah

dilakukan

Kader posyandu memiliki peranan besar dalam menyampaikan informasi

mengenai kesehatan kepada masyarakat umum. Oleh sebab itu penyuluhan

mengenai kesehatan gigi dan mulut pada kader posyandu penting untuk dilakukan.

Pada kenyataannya, berdasarkan pernyataan dokter gigi Puskesmas Salam,


64

penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut kepada kader posyandu belum

pernah dilakukan.

8. Kurangnya ketersediaan alat dan bahan di Poli Gigi Puskesmas Salam

Alat dan bahan di Poli Gigi Puskesmas Salam masih terbatas, sebagai

contoh tidak tersedianya alat dan bahan tambal komposit sehingga pasien hanya

dapat ditambal dengan menggunakan bahan Glass Ionomer. Hal ini diakibatkan

karena supply alat dan bahan kedokteran gigi yang tidak merata.

9. Jumlah rujukan pengobatan gigi dan mulut dari Puskesmas Salam

periode Agustus-Oktober 2017 adalah sebanyak 41 daftar rujukan

Berdasarkan data laporan program kesehatan gigi dan mulut Puskesmas

Salam periode Agustus-Oktober 2017 tercatat sebanyak 41 daftar rujukan yang

terdiri dari pasien umum dan pasien BPJS. Hal tersebut diakibatkan karena dokter

gigi puskesmas memerlukan data tambahan berupa foto rontgen sehingga pasien

harus dirujuk ke rumah sakit.


BAB III

MENETAPKAN PRIORITAS MASALAH

Untuk menetapkan prioritas masalah ada dua teknik yang dapat digunakan

yaitu teknik skoring dan teknik non-skoring. Untuk menetapkan prioritas masalah

ini kami menggunakan teknik skoring dengan metode PAHO (Pan American Health

Organization). PAHO menentukan prioritas masalah berdasarkan skor yang

diberikan terhadap kriteria, yaitu:

1. Besarnya Masalah (Magnitude)

Hal ini dilihat dari berapa banyak penduduk yang terkena masalah

tersebut, ditunjukkan dengan prevalensi atau insidensi penyakit tersebut di

masyarakat. Semakin tinggi prevalensi atau insidensinya, masalah semakin menjadi

prioritas.

Menunjukkan tingkat keparahan dampak yang diakibatkan oleh masalah

kesehatan tersebut yang dapat terlihat dari case fatality rate (CFR) suatu penyakit,

biaya yang diperlukan untuk menanggulanginya, atau dampaknya terhadap

produktifitas kerja.

Menunjukkan ketersediaan cara atau teknologi yang murah dan efektif

untuk mengatasi masalah tersebut.

4. Kepedulian Masyarakat dan Pejabat (Community / Political concern)

menunjukkan sebesar apa tingkat kepedulian masyarakat maupun pemerintah

terhadap masalah tersebut.

65
66

Cara menggunakan metode ini adalah dilakukan oleh 5-8 orang untuk

memberikan skor 1-10 bagi masing-masing masalah yang akan ditentukan tingkat

prioritasnya. Total skor tertinggi adalah prioritas masalah.

Tabel 3.1 Menentukan prioritas masalah di Puskesmas Salam dengan teknik PAHO

No Permasalahan M S V C Total
(MxSxVxC)
1. Karies gigi serta penyakit pulpa dan 8 8 4 5 1280
jaringan periapikal menempati
urutan 9 dan 10 dari 10 penyakit
terbanyak penderita umum di
Puskesmas Salam
2. Karies gigi, penyakit pulpa, abses 7 7 5 6 1470
gigi, dan penyakit periodontal
masing-
masing menempati urutan kedua,
tiga, delapan, dan sembilan dari 10
penyakit terbanyak penderita
miskin di Puskesmas Salam
3. Penyakit pulpa dan jaringan 8 8 5 5 1500
periapikal serta pengobatannya
menempati urutan pertama pada
diagnosa dan pelayanan medik gigi
di Puskesmas Salam pada tahun
2017
4. Cakupan penyuluhan oleh petugas 7 6 7 6 1764
di Puskesmas mengenai kesehatan
gigi dan mulut masih kurang
5. Penjaringan kesehatan gigi dan 6 6 7 5 1260
mulut pada ibu hamil belum
terjangkau
6. Jumlah kunjungan masyarakat 7 8 7 6 2352
lanjut usia ke poli gigi masih sedikit
7. Penyuluhan kesehatan gigi dan 8 7 8 6 2688
mulut pada kader posyandu belum
pernah dilakukan
8. Kurangnya ketersediaan alat dan 8 7 4 5 1120
bahan di Poli Gigi Puskesmas
Salam
9. Jumlah rujukan pengobatan gigi 6 5 4 5 600
dan mulut dari Puskesmas Salam
periode Agustus-Oktober 2017
adalah sebanyak 41 daftar rujukan
67

Berdasarkan hasil perhitungan teknik PAHO di atas, didapatkan priotas

masalah UPT Puskesmas Salam yaitu “penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada

kader posyandu belum pernah dilakukan” dengan jumlah skor sebanyak 2688 poin

yang terbagi ke dalam Magnitude (M) sebesar 8 poin, Severity (S) sebesar 7 poin,

Vulnerability (V) sebesar 8 poin dan Community / Political concern (C) sebesar 6

poin.
DAFTAR PUSTAKA

UPT Puskesmas Salam. 2016. Laporan UPT Puskesmas Salam Tahun 2016.
Bandung: UPT Puskesmas Salam.
UPT Puskesmas Salam. 2017. Laporan Program Kesehatan Gigi dan Mulut
Periode Agustus-Oktober 2017.

68
LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner untuk mengetahui analisis situasi perilaku

Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut di UPT Puskesmas Salam


1. Berapa kali dan kapan sikat gigi yang benar dalam sehari?
a. 2x, setiap mandi pagi dan sore
b. 2x, saat mandi dan sebelum tidur
c. 2x, setelah sarapan dan sebelum tidur
2. Bagian gigi mana yang harus disikat?
a. Hanya bagian gigi yang kotor
b. Semua permukaan gigi dan lidah
c. Bagian permukaan depan gigi
3. Berapa kali sikat gigi diganti?
a. 3 bulan sekali
b. ketika bulu sikat mengembang/rusak
c. 6 bulan sekali
4. Apa ciri-ciri gusi tidak sehat?
a. Gusi merah
b. Gusi bengkak
c. Semua benar
5. Apa awal mula penyebab karang gigi?
a. Sisa makanan, cara sikat gigi yang salah, dan bakteri
b. Bakteri, virus, jamur
c. Gigi berlubang
6. Berapa bulan sekali harus membersihkan karang gigi?
a. 3 bulan sekali
b. 6 bulan sekali
c. 9 bulan sekali
7. Cara membersihkan karang gigi?
a. Sikat gigi
b. Tusuk gigi
c. Ke dokter gigi menggunakan alat khusus
8. Apa perawatan gigi berlubang kecil?
a. Penambalan
b. Perawatan saluran akar
c. Pencabutan
9. Apa perawatan gigi sisa akar?
a. Dibiarkan
b. Pencabutan
c. Penambalan
10. Bahaya atau tidak gigi berlubang?
a. tidak , bila sudah tidak sakit
b. tidak
c. iya

69