Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

INTERNASIONAL: POLA PIKIR GLOBAL DAN KETERAMPILAN


MANAJEMEN GLOBAL
Dosen : Dr. Purbudi Wahyuni S, MM
EM-B

Disusun oleh:
Kelompok 7

1. Didik Ponco Nugroho (141150256)


2. Achmadika Choirul Akbar (141150272)
3. Fito Irdam Pranata (141150282)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
SEPTEMBER, 2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Pola guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Sumber Daya Manusia Global.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini, khususnya kepada Ibu Dr. Purbudi
Wahyuni S, MM. Selaku dosen pembimbing mata kuliah Manajemen Sumber Daya
Manusia Global.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi kelengkapan materi, susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Rekrutmen dan Seleksi
ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan maupun inspirasi terhadap
pembaca.

Yogyakarta, S eptember 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................. 1

KATA PENGANTAR ............................................................................... 2

DAFTAR ISI ............................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 4

A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 4


B. Rumusan Masalah ............................................................................ 4
C. Tujuan Makalah ............................................................................... 5
D. Manfaat Makalah ............................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN........................................................................... 6

A. Pola Pikir Global ............................................................................ 6


B. Pola Pikir Global Dan Sifat-Sifat Pribadi ....................................... 10
C. Keterampilan Manajemen Global ....................................................14
D. Penuntun Bagi Manajer Untuk Bertindak ..................................... 16
E. Kebutuhan Yang Berbeda Akan Keterampilan
Manajemen Global ........................................................................ 17
F. Integrasi Keterampilan Manajemen Global Dengan
Berbagai Tingkat Globalisasi ........................................................ 20
G. Keterampilan Global. Praktik, Dan Tugas .................................... 21
H. Siklus Pembelajaran Kemampuan Global ...................................... 21

BAB III PENGAKHIRAN .........................................................................23

A. Kesimpulan .......................................................................................23

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 24

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Era globalisasi ekonomi yang disertai oleh perkembangan teknologi informasi


pada saat ini, terasa sekali terutama pada lingkungan bisnis. Seluruh perusahaan
dihadapkan pada lingkungan bisnis global dengan persaingan yang sangat
kompetitif.

Globalisasi ekonomi tidak hanya meningkatkan pertambahan pesaing di pasar,


tetapi juga menambah bervariasinya persaingan yang ada di pasar.

Perkembangan teknologi informasi seperti jaringan internet, dan teknologi


digital lainnya membuka celah pemasaran/distribusi produk yang tidak terbatas
pada ruang, tempat, dam waktu. Jaringan dan teknologi digital lainnya ini, juga
memungkinkan pertukaran informasi baik mengenai produk, produsen, maupun
costumer secara global dan menyeluruh. Hal tersebut dapat diakses oleh pelaku
ekonomi dengan mudah sehingga transaksi bisnis tidak lagi terpaku melalui kertas
tapi bisa dilaksanakan melalui jalan raya elektronik dengan menggunakan
fasilitas-fasilitas yang disediakannya seperti shared database, electronic fund
transfer, electronic data incharge, electronic commerce, dsb. Oleh karena itu,
mobilitas ekonomi pun semakin cepat dan kompetitif.

CEO Whirpool, David Whitman, percaya bahwa kunci menuju globalisasi


adalah membuat organisasi anda dan bukan hanya manajamen puncak untuk
berpikir secara global. Bagi suatu perusahaan untuk menjadi perusahaan yang
betul betul global para karyawan harus mengubah cara mereka berpikir dan
bertindak. Kesuksesan menuntut kita untuk berpikir dan bertindak. Tetapi
bagaimana anda sebagai manajer dapat mengembangkan pola piker global dan
keterampilan manajemen global yang diperlukan untuk memenuhi keadan yang
berubah yang berkembang, dan semakin kompleks.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian pola pikir global?
2. Apakah pengertian keterampilan manajemen global?

4
C. Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini agar kita mengetahui bahwa Era globalisasi
ekonomi yang disertai oleh perkembangan teknologi informasi pada saat ini,
terasa sekali terutama pada lingkungan bisnis. Seluruh perusahaan dihadapkan
pada lingkungan bisnis global dengan persaingan yang sangat kompetitif.
Kesuksesan menuntut kita untuk berpikir dan bertindak. Tetapi bagaimana anda
sebagai manajer dapat mengembangkan pola piker global dan keterampilan
manajemen global yang diperlukan untuk memenuhi keadan yang berubah yang
berkembang, dan semakin kompleks.
D. Manfaat
Makalah ini disusun agar dapat memberikan manfaat baik secara teoritis
maupun secara praktis. Secara teoritis, makalah ini berguna sebagai
pengembangan ilmu, sesuai dengan masalah yang dibahas dalam makalah ini.
Secara praktis, makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :
a. Penulis, seluruh kegiatan penyusunan dan hasil dari penyusunan makalah
ini diharapkan dapat menambah pengalaman, wawasan dan ilmu dari
masalah yang dibahas dalam makalah ini.
b. Pembaca, makalah ini daharapkan dapat dijadikan sebagai sumber
tambahan dan sumber informasi dalam menambah wawasan pembaca.

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pola Pikir Global


Pola pikir adalah suatu cara untuk menjadi lebih dari sekadar serangkaian
keterampilan, suatu orientasi kepada dunia yang memungkinkan Anda melihat
hal-hal tertentu yang tidak dilihat oleh orang lain. Orang yang mempunyai pola
pikir yang optimis cenderung melihat gelas sebagai setengah penuh ketimbang
setengah kosong. Orang yang mempunyai pola pikir kewirausahaan melihat
berbagai peluang untuk membuka bidang bisnis baru dengan cara mengubahnya
menjadi kesuksesan. Dan orang yang mempunyai pola pikir global melihat dunia
sebagai arena untuk mengekspresikan bakat mereka, memaksimumkan sukses
mereka, dan mempengaruhi orang lain. Yang terpenting, pola pikir global
merupakan sesuatu yang dapat Anda kembangkan. Dan pola pikir global tidaklah
semembosankan seperti yang diduga. Pola pikir global melihat dunia seperti
sebuah taman bermain maupun seperti sebuah sekolah.
Pola pikir global yang harus Anda arahkan guna membantu Anda untuk
meneliti dunia dari perspektif yang luas, selalu mencari kecenderungan dan
peluang yang tidak diduga yang mungkin merupakan ancaman atau peluang untuk
mencapai tujuan pribadi, pekerjaan, dan organisasi. Orang yang mempunyai pola
pikir global cenderung mendekati dunia dengan enam cara khusus. Dengan
memahami dan memperkuat prespektif global yang mendasari keenam
keterampilan untuk sukses sebagai manajer global. Sifat-sifat pola piker ini sesuai
dengan ketiga tingkat globalisasi strategi atau struktur, budaya perusahaan, dan
manusia.

6
1. Sifat-Sifat Pola Pikir untuk Mengelola Strategi dan Struktur
Untuk mengelola strategi dan struktur, harus memperhatikan
bagaimana fungsi dan organisasi sesuai dengan bidang usaha, bagaimana
menciptakan keunggulan bersaing, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk
memenuhi permintaan yang semakin meningkat di dunia yang kompleks. Dua
sifat pola pikir memberikan dasar kepada kemampuan untuk mengelola
struktur dan strategi dalam suatu organisasi global. Orang yang pola pikir
global mempunyai dorongan untuk mempunyai pandangan yang lebih luas
Manajer global terus menerus mencari konteks, memperhatikan latar belakang
berbagai peristiwa yang terjadi sekarang ini. Latar belakang ini dapat
mencakup sejarah, tetapi lebih menyangkut kecenderungan yang luas
sekarang ini dan masa yang akan datang. Orang berpola pikir global terus
menerus meneliti horison profesi, bisnis, dan industri mereka untuk dapat
belajar lebih banyak mengenai pasar dan pelanggan potensial, teknologi baru,
dan pemasok baru.
Pencarian informasi global mengenai bisnis merupakan ketrampilan
yang penting bagi seorang manajer suatu organisasi, domestik, internasional,
atau global. Orang yang berpola pikir global akan berusaha menyeimbangkan
kontradiksi yang melekat pada berbagai tuntutan yang disebabkan oleh
persaingan, pasar, berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan,
dan lingkungan.

2. Sifat-Sifat Pola Pikir untuk Mengelola Budaya Perusahaan


Di samping sifat-sifat pola pikir untuk mengelola strategi dan struktur,
manajer global yang sukses harus menyesuaikan budaya perusahaan dan
mempunyai pola pikir yang menyeimbangkan kekuatan yang berlawanan,
yaitu pengendalian dan kelenturan. Orang yang berpola pikir global
melibatkan .proses pertama-tama dengan belajar mempercayai bahwa proses
berada di atas struktur, kemudian menyesuaikannya untuk menjamin

7
konsistensi pelaksanaan strategi global dan penyebaran kebijaksanaan global
yang efektif. Kebanyakan kita telah melewatkan karier kita di organisasi yang
memecahkan masalah dengan mengubah struktur.
Pola pikir global berorientasi pada proses di atas struktur. Hal itu
kelihatan mudah-tetapi juga sulit. Para manajer dengan pola pikir global
kadang-kadang ingin mengganti hal yang merupakan kepentingan mereka
sendiri atau kepentingan unit-unit mereka dengan tindakan yang dapat
meningkatkan bisnis secara keseluruhan. Tetapi, untuk melakukan hal ini para
manajer dan perusahaan harus difokuskan pada proses yang terpadu, bukan
membangun sistem feodal. Orang yang mempunyai pola pikir global
mengenal dan mengakui bahwa proses lebih kuat daripada struktur-memang
proses merupakan kunci bagi penyesuaian diri, daya tahan, dan kelangsungan
hidup Organisasi.
Orang yang berpola pikir global mengalir bersama perubahan dan
mengelola kemampuan organisasi mereka untuk menanggapi hal yang tidak
diduga dan kemenduaan sebagai peluang untuk melakukan berbagai Inisiatif
baru. Pola pikir global menyenangi hal yang tidak diduga, kemenduaan, dan
perubahan, dengan cukup berpengalaman mengenai dunia untuk mengetahui
bahwa berbagai peristiwa itu tidak dapat diramalkan karena berbagai sebab.

3. Sifat-Sifat Pola Pikir untuk Mengelola Manusia


Orang yang berpola pikir global menghargai perbedaan dan dapat
bekerja dengan baik dengan tim multibudaya sebagai cara utama untuk
mencapai tujuan pekerjaan dan organisasi mereka. Tim multibudaya
merupakan saringan yang penting bagi pola pikir global. Organisasi global
tidak akan sukses tanpa kerja sama tim antar berbagai daerah, jenis produk,
dan fungsi. Tidak disangsikan, manajer dengan pola pikir global tidak akan
dapat menyusun sendiri operasi dengan sukses karena tantangannya terlalu
besar, terlalu beragam, dan terlalu tersebar secara geografis untuk dihadapi

8
satu orang saja. Kerja sama tim dan kesalingtergantungan harus menggantikan
gaya manajemen Superman. Dalam proses kerja sama tim global, para
manajer menemukan keberagaman latar belakang, budaya, nilai-nilai,
kepercayaan, dan perilaku yang besar.
Orang yang berpola pikir global terus berusaha belajar secara global
dengan memikirkan kembali batas batas dan berusaha untuk menjadi yang
terbaik di dunia untuk apa yang mereka lakukan. Orang yang mempunyai pola
pikir global terus menerus mencari perbaikan dalam kehidupan pribadi dan
pekerjaan mereka dengan membuka diri mereka terhadap hal yang tidak
diduga, tidak menjauhkan diri mereka dari hal yang tidak diharapkan.
Untuk menjadi manajer yang betul-betul efektif dalam organisasi
global, harus menantang untuk mempelajari dunia yang semakin luas untuk
dapat memahami perdagangan international, mata uang, dan peraturan
pemerintah, dan belajar bagaimana mengelola karyawan dari berbagai latar
belakang budaya dan organisasi. ini ditambahkan pada keahlian teknis dan
profesional
Keenam aspek pola pikir global ini membentuk dasar untuk keenam
keterampilan manajemen global yang pokok. Untuk menggambarkan pola
pikir global, Anda dapat menggunakan kata kerja yang sama banyaknya
dengan kata benda. Kata-kata kerja di bawah ini menyatakan orang yang
mempunyai pola pikir global

Mendorong
Menyeimbangkan
Melibatkan
Menilai
Mengalir
Belajar

9
Semua tindakan ini menyatakan beragam kemampuan. Sebagai
manajer global, Anda harus menjadi pelaku yang masih ingin untuk sewaktu-
waktu mundur dan "mengalir bersama arus.”
Pola pikir global dapat dibandingkan dengan pola pikir manajerial
yang lebih tradisional yang mungkin sangat logis bagi beberapa perusahaan
domestik tetapi dalam konteks yang global diperlukan perspektif tambahan.
Perhatikan bahwa perspektif global bukanlah pengganti bagi pola pikir
tradisional, melainkan tambahan. Kompleksitas yang demikian menandai
dunia modern. Kita tidak pernah diizinkan untuk mengganti yang lama
dengan yang baru, kita hanya menambah lebih banyak kebutuhan yang
membuat hidup lebih kompleks.

B. Pola Pikir Global Dan Sifat-Sifat Pribadi


Terdapat hubungan tertentu antara pola pikir global dengan sifat atau
karakteristik pribadi. Anda mungkin dapat lebih mudah mengambil sifat pola
pikir global disebabkan oleh sifat pribadi yang telah anda miliki. Sebagai
contoh dapat menilai perbedaan lintas budaya

Gambar Perbandingan Pola Pikir Tradisional dan Global

Pola Pikir Tradisional Pola Pikir Global


Strategi/Struktur Mengkhususkan Mendorong pandangan yang
Memprioritaskan lebih luas
Menyeimbangkan kontradiksi
Budaya Perusahaan Mengelola pekerjaan Melibatkan proses
Mengendalikan hasil Mengalir bersama perubahan
Manusia Mengelola diri Menilai perbedaan
Belajar secara domestik Belajar secara global

Para manajer sumber daya manusia telah menghabiskan waktu


bertahun-tahun berusaha untuk mengembangkan prosedur penyaringan dan
seleksi untuk dapat mengenali manajer global. Kebanyakan mekanisme

10
penyaringan ini telah menggunakan sifat pribadi sebagai dasar untuk ujian
karena sulit untuk menguji pola pikir seorang calon. Jelas ujian yang terbaik
untuk manajer global adalah perilaku, bukan pola pikir atau sifat, tetapi
hampir tidak mungkin mengukur sebelumnya kecuali orang tersebut sudah
lama bekerja di perusahaan. Barangkali pendekatan yang terbaik adalah
menggunakan alat-alat penyaringan yang tersedia untuk mengambil karyawan
baru, tetapi dengan lebih mengandalkan pengembangan sifat pola pikir global
dan ketrampilan dalam organisasi.
1. Karakteristik untuk Mengelola Strategi dan Struktur
a. Berpengetahuan luas
Terus menerus mendorong pandangan yang lebih luas pasti
akan mem buat Anda lebih berpengetahuan. Sebagai manajer global,
pandangan teknis, bisnis, dan industri Anda merupakan kualitas yang
fundamental yang memungkinkan Anda mengelola proses persaingan,
baik domestik maupun luar negeri, dengan baik. Pengetahuan Anda
harus luas dan dalam dan harus mempunyai dimensi internasional
yang terasah dengan baik yang meliputi penelitian yang terus menerus
terhadap informasi dan keadaan persaingan dan pasar atas dasar
global.

b. Analitis
Anda harus mempunyai kemampuan analitis yang terasah
dengan baik untuk menghadapi kompleksitas operasi global dan
berbagai kontradiksi organisasi matriks global. Marilah kita
menghadapinya. Mengelola dalam organisasi matriks global di 75
negara lebih kompleks dari pada mengelola dalam organisasi
fungsional kecil atau menengah di satu negara. Untuk dapat beroperasi
dengan sukses dalam sebuah organisasi global, Anda harus dapat

11
mengambil pandangan yang luas mengenai dunia dan memandang
bisnis sebagai sebuah sistem.
2. Karakteristik untuk Mengelola Budaya Perusahaan
a. Strategis
Telah kita perhatikan bahwa manajer global terus menerus
ditantang untuk menyesuaikan proses di seluruh organisi ketimbang
mengelola bagian fungsional, geografis, atau produk. Walaupun hal ini
tidak mudah bagi seseorang yang sudah terbiasa dengan satu cara
hidup, satu pandangan dunia, dan serangkaian ketrampilan yang
menyenangkan, tuntutan terhadap visi strategis baru tidak dapat
disangkal. Pengelolaan budaya perusahaan global yang dapat
menyesuaikan diri dan mampu menghadapi perubahan yang cepat
dalam lingkungan menuntut agar Anda senantiasa mengasah berbagai
keterampilan strategis Anda.
b. Fleksibel
Kecepatan dan kesinambungan perubahan, maupun
kekompleksan berbagai organisasi global, menyebabkan banyak
manajer yang telah memperoleh reputasi untuk keahlian teknis merasa
kewalahan dengan kurangnya kepastian yang mereka hadapi. Anda
harus bersedia mengambil keputusan berdasarkan pengalaman Anda,
dan bukannya berdasarkan data empiris yang telah disaring. Untuk
alasan ini, kebanyakan manajer global yang mampu mempunyai
pengalaman yang cukup luas dan kemampuan yang ditunjukkan untuk
beroperasi dalam berbagai lingkungan manajerial, organisasi, dan
internasional.
3. Karakteristik untuk Mengelola Karyawan
a. Sensitif
Karena organisasi global melakukan sebagian besar pekerjaan
kreatif dan operasionalnya dalam tim multibudaya, manajer global

12
harus mempunyai sensitifitas terbadap perbedaan budaya yang secara
alamiah dimiliki oleh beberapa karyawan. Belajar untuk sensitif secara
lintas-budaya merupakan tantangan berat. Ia tidak hanya memerlukan
sensitifitas terhadap orang lain, yang seringkali ditekankan, tetapi juga
ego dan konsep diri yang berkembang dengan baik, yang seringkali
tidak ditekankan.
Kemampuan untuk beroperasi secara lintas-budaya datang
secara lebih alamiah kepada sebagian orang dibandingkan kepada
orang lain, tetapi walaupun demikian, kemampuan ini menuntut
penyesuaian yang tidak ada hentinya. Dengan beragamnya budaya dan
karyawan di dunia, Anda akan menjumpai beberapa orang lebih sulit
dihadapi ketimbang orang lain. Oleh karena itu, mereka yang bekerja
secara internasional harus terus menerus memperhatikan peningkatan
berbagai keterampilan dan kemampuan mereka untuk dapat bekerja
secara konstruktif dengan berbagai macam karyawan dan budaya.
b. Terbuka
Akhirnya, semua organisasi global yang sukses mengusahakan
perbaikan yang berkesinambungan Perbaikan yang berkesinambungan,
pada gilirannya, tidak terjadi jika Anda tidak bersedia secara terus
menerus memeriksa kembali kinerja Anda sendiri dan organisasi
Anda. Dan perbaikan ini tidak akan dapat dicapai tanpa kemampuan
untuk melakukan refleksi.
Kemampuan Anda untuk merenungkan berbagai peristiwa
yang terjadi sekarang dan baru baru ini akan memperlengkapi Anda
untuk menghadapi berbagai tantangan berikutnya Kemampuan ini juga
akan memungkinkan Anda menjalin rasa berkembang dan maju ke
dalam susunan kehidupan profesional Anda dan kehidupan organisasi
dan karyawan tempat Anda bekerja. Kebanyakan manajer global yang
sukses didorong oleh kemauan belajar selama hidup karena mereka

13
mengakui bahwa mereka tidak akan pernah mengetahui terlalu banyak
dunia di sekeliling mereka.

Ini adalah enam karakter pribadi di belakang enam sifat pola pikir
global. Ketika Anda berusaha menanamkannya, ketahuilah seberapa
siapkah karakter-karakter ini dikawinsilangkan. Fleksibilitas Anda yang
meningkat akan benar-benar meningkatkan keyakinan Anda menghadapi
proses di atas struktur yang pada gilirannya akan memungkinkan menjadi
lebih fleksibel lagi. Semua sifat pola pikir dan karakter pribadi ini
menunjang keenam keterampilan manajemen global yang menjadi kunci
untuk sukses.

C. Keterampilan Manajemen Global


Jika sifat-sifat pola pikir global dan karakter-karakter pribadi merupakan sisi
keberadaan manajemen global, maka keterampilan manajemen merupakan sisi
pelaksanaanya. Keterampilan manajemen merupakan kemampuan untuk
melaksanakan tindakan khusus pada tingkat yang cukup untuk mencapai
pengaruh yang diinginkan, dan keterampilan ini timbul dari pengolahan sifat-sifat
pola pikir dan karakter-karakter pribadi anda.

1. Mengelola Keterampilan untuk Strategi dan Struktur

Mengelola persaingan, anda harus terus menerus meneliti lingkungan


anda untuk menghadapi perubahan dalam keadaan pelanggan, pasar, daya
saing, dan pemasok maupun kecenderungan sosio ekonomi dan politik yang
dapat mempengaruhi organisasi anda dan tujuan strategisnya. Kemudian anda
harus menentukan strategi global anda dan corak struktur organisasi yang
akan anda pergunakan untuk melaksanakan strategi ini.

Mengelola kompleksitas, Jika anda mulai beroperasi di organisasi


global, anda harus belajar mengelola pertukaran antar banyak kepentingan
yang bersaing maupun menghadapi kontradiksi yang melekat dan konflik
yang ada di semua organisasi global. Anda perlu mengerti apa yang
disentralisasikan dan apa yang akan didesentralisasikan, dimana para manajer

14
negara harus mempunyai kekuasaan dan wewenang dan di bidang-bidang apa
para manajer produk global harus mempunyai wewenang yang menentukan.

2. Keterampilan Manajemen untuk Budaya Perusahaan


Mengelola Penyesuaian, Anda harus mengusahakan timbulnya budaya
perusahaan global yang mempunyai nilai-nilai, kepercayaan, dan norma-
norma perilaku yang memungkinkan Anda melaksanakan berbagai keputusan
dengan cara yang cepat dan responsif terhadap para pelanggan anda dan lebih
dulu dari para pesaing Anda. Banyak usaha globalisasi yang gagal karena para
manajer tidak memberikan perhatian yang cukup untuk menyesuaikan budaya
perusahaan mereka dengan arah baru mereka yang strategis. Sebagai bagian
dari penyesuaian ini, sistem informasi, sistem keuangan, penilaian kinerja,
dan sistem penghargaan, beberapa di antaranya, harus diganti untuk
merefleksikan globalisasi organisasi dan memperkuat perilaku baru sehingga
Anda dan para karyawan Anda perlu beroperasi di lingkungan yang baru.
Mengelola perubahan, Anda harus menerima dan mengelola
kekacauan yang timbul sekarang ini di lingkungan anda dengan cara yang
memberikan perbaikan yang berkesinambungan sambil menyediakan struktur
dan mengambil manfaat dari berbagai peluang yang dapat timbul dari
kekurangan struktur. Organisasi global beroperasi dalam lingkungan yang
lebih kompleks, lingkungan di mana “rencana yang disusun paling baik” tidak
akan pernah cukup. Lingkungan di mana selalu akan terdapat hal yang tidak
diduga dan kadang-kadang mungkin terdapat kekacauan. Menerima ini
sebagai keadaan yang normal merupakan hal yang sulit bagi kebanyakan
manajer yang selama bertahun-tahun telah belajar mengusahakan agar
perusahaan mereka (atau diri mereka sendiri) berhasil. Jika Anda bergerak
memasuki dunia global, banyak kesulitan yang harus dihadapi untuk dapat
berhasil. Jadi Anda harus berpikir untuk menyediakan waktu bagi Anda
sendiri jika keadaan agak tidak dapat dikendalikan. Tanpa selingan seperti
demikian, kreatifitas dan inovasi akan tertahan.

3. Mengelola Keterampilan bagi Karyawan


Mengelola tim multibudaya, Anda harus mengembangkan sensitifitas
dan keterampilan manajerial yang dituntut oleh lingkungan multibudaya untuk
memimpin, memahami, mengelola, dan mengawasi karyawan yang berasal
dari bermacam budaya dalam bermacam-macam keadaan. Lingkungan bisnis
global baru menarik banyak karyawan baru dari bermacam ragam latar

15
belakang. Jika Anda tidak pernah tinggal di luar negeri atau tidak sering
mengadakan interaksi dengan personalia dari kebudayaan lain, Anda akan
terkejut oleh berbagai perbedaan yang ada dalam gaya manajemen,
pengambilan keputusan, manajemen rapat-rapat, dan cara memotivasi dan
mengawasi karyawan. Bidang manajemen lintas budaya ini merupakan
sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh orang-orang yang diangkat dalam
manajemen global untuk pertama kalinya. Bidang ini juga dapat menjadi
sesuatu yang sangat bermanfaat ketika anda bekerja sama dengan dan
berusaha mengenal orang-orang dari seluruh dunia.
Mengelola pembelajaran, anda tidak hanya harus terus menerus belajar
untuk diri anda sendiri tetapi juga harus melatih dan mengembangkan orang
lain dalam manajemen global yang efektif. Dengan terus menerus
mempermudah pembelajaran dalam organisasi, Anda akan menjadikan bisnis
anda responsif dan dapat menyesuaikan diri kepada perubahan dan tantangan
global. Sebagai bagian penting dari manajemen global, pembelajaran harus
mencakup pribadi maupun pekerjaan dan akhirnya harus diperluas ke tingkat
pengajaran yang mampu Anda kembangkan kepada orang lain dan organisasi
anda. Jelas bahwa karyawan dan organisasi yang akan bertahan hidup di masa
datang adalah mereka yang mengutamakan aktifitas belajar. Anda perlu
melihat karier anda secara berbeda, mempertimbangkan penugasan di luar
negeri, dan menghadiri berbagai program pelatihan yang dahulu Anda rasa
berada di luar bidang kerja atau minat Anda.

D. Penuntun Bagi Manajer Untuk Bertindak

Marilah kita kumpulkan semua ini ke dalam suatu kerangka yang menjelaskan
hubungan antara berbagai keterampilan, karakter, tindakan, dan sifat pola pikir
global.

Ketika Anda berusaha mengembangkan berbagai keterampilan, sifat-sifat pola


pikir, dan karakter, ketahuilah bagaimana hal-hal tersebut berinteraksi.
Sebagaimana telah diterangkan, Anda dapat memulai dari hal yang mana pun.
Dengan memusatkan perhatian pada tindakan, Anda dapat mengembangkan
keterampilan dan karakter manajer global dan sifat-sifat pola pikir global. Anda
akan memperoleh pengertian bagaimana hal-hal tersebut mempengaruhi
kemampuan Anda untuk mengelola organisasi global dari apa yang telah
dilakukan para manajer lain dan perusahaan untuk menggunakan setiap
keterampilan guna bersaing di pasar global. Setiap bab berikut ini diakhiri dengan

16
sebuah daftar berbagai tindakan khusus yang dapat diambil untuk meningkatkan
kemajuan Anda sebagai manajer global yang sukses.

E. Kebutuhan Yang Berbeda Akan Keterampilan Manajemen Global

Tidak semua manajer dalam organisasi global mungkin membutuhkan


semua sifat, karakteristik, dan keterampilan pola pikir global. Percy Barnevik,
kepala ABB, telah mengatakan perusahaan global tidak membutuhkan ribuan
manajer global. Kita barangkali memerlukan sekitar 500 manajer global dari
15.000 manajer agar ABB dapat bekerja dengan baik-tidak lebih. Saya tidak
berminat menjadikan para manajer lebih “global" daripada yang seharusnya. Kita
tidak bisa membuat karyawan melepaskan kebangsaan mereka, dengan
mengatakan “Saya bukan orang Jerman lagi, saya adalah anggota komunitas
internasional“. Dunia tidak berjalan seperti itu. Jika Anda menjual produk dan
jasa di Jerman, sebaiknya Anda menjadi orang Jerman! (Taylor 1991, hal. 94).

Satu cara yang berguna untuk meninjau berbagai manajer di sebuah


organisasi global telah dikemukakan oleh Enrico Auteri dan Vittorio Tesio dari
Fiat (1991, hal. 10). Mereka telah mengembangkan empat golongan posisi yang
beroperasi di berbagai tingkat dalam organisasi global. Posisi transnasional
beroperasi di seluruh wilayah geografis yang berhubungan dengan bisnis tanpa
segmentasi atau limitasi. Posisi multinasional beroperasi dalam konteks beberapa
negara yang ditentukan oleh berbagai limitasi tertentu. Posisi lokal terbuka
beroperasi dalam konteks satu negara, dengan mata rantai yang berani, tempat-
tempat perujuk, dan tergantung kepada unsur-unsur di luar negara. Posisi lokal
beroperasi dalam konteks satu negara berdasarkan berbagai variabel yang
ditentukan secara lokal tanpa interaksi yang berarti dengan negara lain. Dalam
semua definisi ini, Autero dan Tesio menemukan bahwa lebih dari 40 persen
posisi manajerial di Fiat bekerja dalam interaksi internasional. Bidang-bidang
yang paling terbuka adalah yang bersifat komersial, administratif, perencanaan,
dan personalia.

Setelah memeriksa keempat tingkat penggolongan ini, jelas bahwa dua


tingkat yang pertama membutuhkan pendidikan manajemen global dan jalur
karier. Tetapi, yang kurang jelas sampai sekarang adalah bahwa terdapat
kebutuhan yang besar pada pendidikan manajemen dan keterampilan global pada
tingkat tiga, “posisi lokal terbuka.” Posisi lokal terbuka meliputi para manajer
nasional yang melapor dengan cara matriks kepada seseorang di luar negara
mereka. manajer distrik dan regional adalah yang harus mengkoordinasikan

17
kebijaksanaan fungsional dengan para rekan di negara lain, dan para manajer
lokal adalah yang mencari sumber daya atau menjual kepada para pemasok dan
pelanggan di negara lain. Jika Anda mempertimbangkan arah bisnis di organisasi
dunia sekarang ini, golongan ini dapat berjumlah 40 persen dari manajer di
kebanyakan perusahaan. Kelompok manajer “lokal/global” ini akan
membutuhkan perhatian, pelatihan, pengakuan, dan jalur karier khusus di tahun-
tahun yang akan datang. Mereka merupakan kelompok target berikutnya yang
mengembangkan pola pikir global, setelah para manajer dalam posisi
transnasional dan multinasional telah mencapai perspektif global. Memasuki abad
berikut ini, hal ini akan menjadi bidang utama bagi pengembangan dan
penggunaan sumber daya manusia.

Studi yang diadakan baru-baru ini oleh para peneliti Spanyol


mengungkapkan bahwa para manajer global mempunyai fakta yang kurang jelas
daripada yang umumnya dipercayai dan bahwa, pada kenyataannya, manajemen
regional lebih tersebar luas daripada manajemen global (Roure dkk., 1993).
Manajer lokal dan regional beroperasi secara lebih sempit dalam budaya lokal dan
kadang-kadang harus mempunyai hubungan dengan orang-orang diseluruh
masyarakat yang akan membantu mereka dalam tanggung jawab manajemen
mereka. Ini merupakan satu alasan mengapa banyak perusahaan internasional
lebih suka mempunyai manajer lokal untuk menangani masalah setempat.

Mungkin benar bahwa beberapa industri, jika ada, membutuhkan manajer


globaldi setiap tingkat. Para manajer di berbagai tingkat mempunyai berbagai
macam tanggung jawab dan perspektif dan hanya sedi kit manajer yang
mempunyai pekerjaan yang naturnya terpadu secara global. Bagi kebanyakan
manajer. "mengelola secara internasional” berarti mengelola secara regional,
ketimbang secara global. Tetapi, beroperasi atas dasar regional memerlukan pola
pikir dan keterampilan yang sama dengan yang telah kami uraikan untuk manajer
global. Manajer regional atau lokal yang beroperasi dalam kerangka regional
harus menyeimbangkan berbagai tujuan, memenuhi kepentingan yang
bertentangan dalam pemasaran, tenaga kerja, produk, tekanan keuangan, dan
memberikan pembenaran hasil-hasilnya kepada manajemen.

Para manajer lokal suatu negara adalah orang yang paling terpengaruh jika
suatu perusahaan memutuskan untuk beralih dari struktur produk geografis ke
struktur produk regional atau global. Bagi “Tuan American Express” di suatu
negara setempat, yang di bawah struktur manajemen multinasional bertanggung

18
jawab atas rugi laba maupun semua inisiatif mengenai produk, hal ini akan
dirasakan sebagai guncangan yang besar karena hanya akan menjadi
“penghubung" yang hanya akan dimintai nasihatnya jika manajer produk regional
atau global memutuskan bahwa mereka akan memperkenalkan suatu produk ke
pasar lokalnya untuk memperoleh keunggulan bersaing regional atau global atau
memenuhi kebutuhan pelanggan regional atau global. Pada hakikatnya, manajer
lokal suatu negara beralih dari posisi lini ke posisi staf. Pergeseran manajemen
lokal suatu negara dari tanggung jawab lini ke tanggung jawab staf tetap
merupakan salah satu tantangan globalisasi yang terbesar.

Moran dan Riesenberger membedakan antara pola pikir dan keterampilan


yang dibutuhkan seorang CEO perusahaan, staf perusahaan, staf dan general
manager cabang, dan semua karyawan. Mereka membicarakan 12 kemampuan
global, yang diuraikan di bawah ini, dan berusaha membedakan tingkat kebutuhan
masing-masing dari keempat kelompok ini untuk memiliki masing-masing
kemampuan.

12 Kemampuan Global dari Maran dan Riesenberger

1. Memiliki pola pikir global.


2. Sederajat dalam bekerja dengan orang-orang yang mempunyai latar
belakang yang berbeda.
3. Mempunyai orientasi jangka panjang.
4. Mempermudah perubahan organisasi.
5. Menciptakan sistem belajar.
6. Memotivasi karyawan untuk menjadi unggul.
7. Merundingkan dan mendekati konflik dengan cara kerjasama.
8. Mengelola dengan bijaksana penyebaran para pekerja asing.
9. Memimpin dan berpartisipasi secara efektif dalam tim multibudaya.
10. Memahami budaya, nilai-nilai, dan asumsinya sendiri.
11. Memahami dengan tepat profil budaya organisasi dan budaya nasional
karyawan lain.
12. Menghindari kesalahan dan perilaku budaya dengan cara yang
menunjukkan pengetahuan dan menghormati negara lain.

Ke 12 kemampuan ini tertanam kuat dalam keenam sifat pola pikir,


karakteristik, dan keterampilan di atas. Walaupun kelihatannya jelas

19
bahwa tidak semua manajer di organisasi global membutuhkan keenam
sifat, karakteristik dan keterampilan tersebut, namun semua manajer yang
mempunyai tanggung jawab menghadapi para manajer di negara,
kawasan, atau jenis produk asing akan perlu mempunyainya. Dengan
menarik pemisahan yang sangat tajam di antara semua kebutuhan
globalisasi untuk berbagai golongan manajemen, hal ini akan berpengaruh
besar terhadap pengembangan budaya perusahaan yang betul-betul global
yang mendorong partisipasi oleh semua tim manajemen.

F. Integrasi Keterampilan Manajemen Global Dengan Berbagai Tingkat Globalisasi

Mengelola budaya global membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan


proses organisasi dan arus perubahan secara serentak. Untuk menjamin agar
strategi global dapat tetap dilaksanakan secara penuh diperlukan penyesuaian
tidak hanya dalam budaya perusahaan, tetapi juga pada orang dalam organisasi.
Penyesuaian orang membutuhkan kemampuan untuk mengelola tim multibudaya
dan pemberian pelajaran perorangan.

Pendekatan terpadu terhadap globalisasi ini menggabungkan berbagai


teori perubahan organisasi mengenai penyesuaian dengan berbagai keterampilan
khusus yang harus dikuasai oleh para manaier global. Pada umumnya, semua
ketrampilan ini akan dibutuhkan setidak-tidaknya oleh tiga sampai empat tingkat
manajer teratas dalam perusahaan global yang paling besar, atau sekitar 10 persen
dari seluruh tenaga kerja. Oleh ,. karena itu, bagi organisasi dengan 50.000 orang,
Anda dapat mengharapkan sekitar 5.000 orang telah mengembangkan berbagai
keterampilan, karakteristik, dan sifat pola pikir yang diuraikan dalam bab ini.

G. Keterampilan Global. Praktik, Dan Tugas

Salah satu hal yang paling penting dalam kerangka ini adalah
menerjemahkan berbagai keterampilan ke dalam praktik dan tugas khusus yang
akan memungkinkan anda mempengaruhi orang lain dalam organisasi anda. Ini
merupakan tingkat operasional, di mana sukses anda yang sebenarnya akan
diukur. Ingatlah bahwa keterampilan merupakan kemampuan khusus untuk
melaksanakan tindakan pada tingkat yang cukup untuk mencapai efek yang
diinginkan. Setiap keterampilan membutuhkan berbagai praktik yang khusus dan
menyumbang kepada keterampilan. Selanjutnya, semua praktik ini akan
diterjemahkan ke dalam berbagai tugas yang harus anda laksanakan agar dapat

20
menjadi efektif. Sebagai contoh, agar berhasil mengelola proses persaingan
(keterampilan), anda harus secara terus menerus meneliti lingkungan global bagi
pesaing potensial (praktik). Untuk mencapai hal ini, anda harus membaca
berbagai jenis publikasi dan barangkali berlangganan Asian Wall Street journal
atau The Economist untuk menambah bahan bacaan Anda selain surat kabar lokal
dan nasional yang sudah ada sekarang ini .

Pada saat lain, untuk mengelola kompleksitas secara sukses


(keterampilan), anda mungkin harus mengelola hubungan yang sekaligus bersifat
kooperatif dan kompetitif, seperti aliansi strategis dengan pesaing luar negeri
(praktik). Untuk dapat melaksanakan hal ini dengan baik dibutuhkan keterampilan
analistis (karakter) guna menentukan aspek mana dalam hubungan tersebut yang
bersifat koperatif dan mana yang kompetitif, dan guna menggabung-gabungkan
informasi, pengambilan keputusan, dan operasi yang sesuai (tugas).

H. Siklus Pembelajaran Kemampuan Global

Dalam kerangka ini, mata rantai terakhir dari keenam keterampilan


manajer global untuk mencapai sukses adalah analisis bagaimana semua variabel
ini dihubungkan satu sama lain dengan cara yang memungkinkan anda untuk
memahami dan mengembangkan sifat-sifat pola pikir, karakteristik pribadi, dan
keterampilan manajerial untuk melakukan praktek dan tugas yang diperlukan.
Seorang manajer mampu secara global jika ia mempunyai keenam sifat pola pikir,
karakteristik pribadi, dan keterampilan manajemen untuk melaksanakan berbagai
tugas dan praktik yang diperlukan dalam beroperasi secara sukses dalam
lingkungan global.

21
KARAKTERISTIK

POLA PIKIR

KETERAMPILAN

Tugas Praktik

Gambar bagan diatas melukiskan bagan hubungan antara semua ini


dalam siklus pembelajaran kemampuan global. Dalam proses ini,
keterampilan dikembangkan oleh aliran sifat pola pikir yang terus menerus
kepada praktik kepada tugas kepada sifat kepada pola pikir. Dalam penerapan
pola pikir kepada perilaku, Anda mengembangkan keterampilan. Tetapi ingat
bahwa pola pikir global dan sifat-sifatnya tidak berada dalam keterampilan itu
sendiri. Anda memperoleh keterampilan hanya jika pola pikir global Anda
yang meluas diterapkan ke dalam perilaku Anda.

Demikian pula, karakter bukanlah keterampilan. Secara pembawaan


Anda mungkin fleksibel tetapi tidak menggunakan fleksibilitas tersebut untuk
bekerja dalam perubahan organisasi. Fleksibilitas menjadi keterampilan
manajerial global jika Anda menggunakan fleksibilitas pembawaan Anda
untuk menyesuaikan dengan perubahan dalam organisasi dan untuk
menyesuaikan organisasi terhadap pembahan dalam lingkungan. Tetapi,
karakteristik pribadi tidak menjadi bagian dari proses belajar formal.

Keenam kelompok pengembangan ini merupakan intisari dan fokus


pengembangan dan pelatihan kepemimpinan yang diperlukan untuk
menunjang ”perusahaan global. Pada bab ini, Anda telah mempelajari kerangk
terpadu untuk globalisasi yang mencakup analisis organisasi mengenai
strategi/struktur, budaya perusahaan, dan manusia dan sifat-sifat pola pikir,
karakteristik, dan keterampilan manajerial.

22
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pola pikir adalah suatu cara untuk menjadi lebih dari sekadar serangkaian
keterampilan, suatu orientasi kepada dunia yang memungkinkan Anda melihat
hal-hal tertentu yang tidak dilihat oleh orang lain. Orang yang mempunyai pola
pikir yang optimis cenderung melihat gelas sebagai setengah penuh ketimbang
setengah kosong. Orang yang mempunyai pola pikir kewirausahaan melihat
berbagai peluang untuk membuka bidang bisnis baru dengan cara mengubahnya
menjadi kesuksesan. Dan orang yang mempunyai pola pikir global melihat dunia
sebagai arena untuk mengekspresikan bakat mereka, memaksimumkan sukses
mereka, dan mempengaruhi orang lain. Yang terpenting, pola pikir global
merupakan sesuatu yang dapat Anda kembangkan. Dan pola pikir global tidaklah
semembosankan seperti yang diduga. Pola pikir global melihat dunia seperti
sebuah taman bermain maupun seperti sebuah sekolah.

Jika sifat-sifat pola pikir global dan karakter-karakter pribadi merupakan sisi
keberadaan manajemen global, maka keterampilan manajemen merupakan sisi
pelaksanaanya. Keterampilan manajemen merupakan kemampuan untuk
melaksanakan tindakan khusus pada tingkat yang cukup untuk mencapai
pengaruh yang diinginkan, dan keterampilan ini timbul dari pengolahan sifat-sifat
pola pikir dan karakter-karakter pribadi anda.

23
Daftar Pustaka

Rhinermith, Stephen H. Panduan Bagi Manajer Menuju Globalisasi. Jakarta:


Interaksara. 2001.

24