Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : HIV AIDS


Hari/tanggal : Sabtu, 30 September 2017
Waktu : Pukul 10.00-10.40
Tempat : Ruang pertemuan Mawar Merah RSUD Sidoarjo
Sasaran : Keluarga pasienRuangMawar Merah RSUD Sidoarjo
Pelaksana : Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners STIKES ICME
Jombang.

I. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhanselama 40 menit, diharapkan sasaran penyuluhan dapat
memahami tentang HIV AIDS.

II. Tujuan Khusus


Setelah diberikan penyuluhan diharapakan keluarga pasiendapat :
1 Menjelaskan pengertian HIV AIDS
2 Menjelaskan penyebab HIV AIDS
3 Menjelaskan tanda dan gejala pada HIV AIDS
4 Menjelaskan cara pengobatan HIV AIDS
5 Menjelaskan cara pencegahan HIV AIDS

III. Materi.
1. Pengertian HIV AIDS
2. PenyebabHIV AIDS
3. Tanda dan gejala yang ditimbulkan olehHIV AIDS
4. Pencegahan HIV AIDS
Materi penyuluhan terlampir

IV. Metoda
Ceramah dan tanya jawab

V. Media
Flip chart, leaflet

VI. Pengorganisasian
Penyaji : Romadhona Febrianti
Fatul Rizki
Fasilitator : Puput Ari Ayu Rahmadani
Yohanes Sukri
Putri Desita Purnama Sari
Rieska Fitriana Armi
Rizki Maryanti
Rizki Uswatun Kasana
Moderator : Elis Agustina
Observer danNotulen : Rika Dwi Retno Wulansari
Pembimbing : Malina S.Kep., Ns

VII. Pelaksanaan
No. TahapdanWakt KegiatanPemateri KegiatanPeser
u
Pembukaan 1. Mengucapkan salam dan 1. Menjawab salam
5 menit memperkenalkan diri 2. Mendengarkan maksud dan tujuan
2. Menyampaikan maksud 3. Mendengarkan topic penyuluhan
dan tujuan 4. Mendengarkan mekanisme kegiatan
3. Menyampaikan topic 5. Menyetujui kontrak waktu
penyuluhan yang akan
diberikan
4. Menjelaskan mekanisme
kegiatan
5. Kontrak waktu
Penyuluhan 1. Menggali pengetahuan 1. Menjawab pengalaman & pengetahuan
30 menit peserta mengenai HIV 2. Mendengarkan materi yang diberikan
AIDS 3. Menanyakan materi yang belum dipah
2. Menjelaskan materi:
1 Menjelaskan
pengertian HIV
AIDS.
2 Menjelaskan
penyebab HIV
AIDS.
3 Menjelaskan
tanda dan gejala
pada HIV AIDS.
4 Menjelaskan cara
pengobatan HIV
AIDS
5 Menjelaskan cara
pencegahan dan
pemberantasan
HIV AIDS.
3. Memberikan kesempatan
peserta untuk bertanya
4. Menjawab pertanyaan
peserta
Penutup 1. mengevaluasi 1. Menjawab pertanyaan pemateri
5 menit pemahaman peserta 2. Mendemonstrasikan materi
2. menyimpulkan kembali 3. Mendengarkan kesimpulan
penjelasan yang telah
diberikan
3. membagikan leaflet
4. Salam penutup

VIII Setting Tempat


Keterangan:
Moderator
Penyaji
Fasilitator
Observer

IX Evaluasi
1. KriteriaStruktur
a. Kontrak waktu dan tempat diberikan 1 hari sebelum acara dilakukan
b. Pembuatan SAP, leaflet dan flipchart maksimal 2 hari sebelum acara
c. Peserta berada di tempat yang ditentukan
d. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat
penyuluhan dilaksanakan

2. Kriteria Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan
c. Pelaksanaan kegiatan sesuai rencana
d. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description

LAMPIRAN
HIV AIDS

A. PengertianHIV AIDS
Acquired Immunodeficiency SyndromeatauAcquired Immune Deficiency Syndrome (HIV
AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan
tubuh manusia akibat infeksi virus atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang
spesies lainnya. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang
memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi
rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan
yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum
benar-benar bisa disembuhkan HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui
kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan
cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal,
dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, atau punoral),
transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan,
bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

B. Penyebab HIV AIDS


AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah
retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia,
sepertisel T CD4+ (sejenissel T), makrofag, dan sel dendritik. HIV merusak sel T
CD4+secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+dibutuhkan agar sistem
kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4 + hingga
jumlahnya menyusut hingga kurangdari 200 per mikroliter (µL) darah, maka
kekebalan di tingkat selakan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS.
Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala
infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah
sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.
Tanpa terapi anti retrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV
menjadi AIDS ialah Sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup
setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju
perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu
sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan
tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang
terinfeksi. Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang
yang lebih muda, sehingga lebih beresiko mengalami perkembangan penyakit yang
pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya
seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan
genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal
secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetic
dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan
penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi anti retrovirus yang sangat aktifakan
dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu
kemampuan penderita bertahan hidup.

C. Tanda dan Gejala HIV AIDS


Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang
memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat
infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-
unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum di dapati
pada penderita AIDS. HIV mempengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita
AIDS juga beresiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker
leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.
Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam,
berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa
lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang di derita pasien
AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah
geografis tempat hidup pasien.
D. PencegahanHIV AIDS

Dengan ditemukan HIV pada waktu ini, sedang diusahakan pembuatan vaksin.
Namun melihat pengalaman pembuatan vaksin hepatitis B yang memerlukan waktu +
17 tahun kiranya masih diperlukan waktu yang lama. Cara transmisi virus AIDS ini
berlangsung melalui hubungan seksual, menggunakan jarum suntik bersama dan
sebagian kecil melalui transfuse darah. Oleh karena itu ada beberapa cara yang dapat
ditempuh untuk mengurangi penularan penyakit
1. Kontak seksual harus dihindari dengan orang yang menderita penyakit AIDS
2. Para dokter harus ketat mengenai indikasi medis transfusi darah
3. Menghindari menggunakan obat bius intra vena
4. Melarang penggunaan jarum suntik bersama
5. Setelah melakukan tindakan medis kepada pasien, alat-alat dan bahan yang
digunakan disterilkan (stom).