Anda di halaman 1dari 67

ht

tp
:\\
la
bu
ha
nb
at
uu
ta
ra
k ab
.b
ps
. go
.id
ht
tp
:\\
la
bu
ha
nb
at
uu
ta
ra
k ab
.b
ps
. go
.id
INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT
KABUPATEN LABUHANBATU UTARA 2015

ISBN : 978-602-6798-35-0

.id
Nomor Publikasi : 12230.1623
Katalog BPS : 4102004.12230

go
Ukuran Buku : 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : xiv + 50

.
ps
Naskah :

.b
Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu Utara

ab
Tim Penyusun Naskah:
k
 Penanggungjawab Umum : Rika Ventina, SE, M.Si
ra
 Editor dan Penanggungjawab Teknis : Yulia Nur Jannah, SST
 Penyusunan : Yulia Nur Jannah, SST
ta
uu

Diterbitkan oleh:
© Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu Utara
at

Dicetak oleh:
nb
ha
bu

“Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau


la

menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial
tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik”
:\\
tp
ht
ht
tp
:\\
la
bu
ha
nb
at
uu
ta
ra
k ab
.b
ps
PETA KABUPATEN LABUHANBATU UTARA

. go
.id
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang


Maha Esa, Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu Utara telah
dapat menyelesaikan buku publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat
Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015.

.id
go
Pada saat ini makin dirasakan kebutuhan akan data statistik
dari setiap sektor pembangunan. Hal ini menjadikan kami lebih

.
terdorong untuk melengkapi dan menyempurnakan data yang

ps
disajikan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Data yang disajikan
bersumber dari kegiatan rutin, survei dan sensus yang dilaksanakan

.b
oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu Utara dan

ab
dilengkapi dengan data sekunder yang dikelola oleh instansi
pemerintah dan swasta di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara.
k
ra
Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima
ta

kasih kepada Bapak Bupati Labuhanbatu Utara atas bimbingan dan


bantuan yang diberikan untuk penerbitan ini. Demikian pula halnya
uu

disampaikan kepada instansi pemerintah dan swasta yang telah


memberikan data yang diperlukan.
at
nb

Saran dan kritik dari berbagai pihak untuk perbaikan


publikasi ini sangat kami harapkan. Semoga bermanfaat bagi pihak
ha

yang memerlukannya.
bu

Aek Kanopan, Agustus 2016


la

Badan Pusat Statistik


:\\

Kabupaten Labuhanbatu Utara


tp

Kepala,
ht

RIKA VENTINA, SE, M.Si

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal iv


DAFTAR ISI

Hal.

PETA KABUPATEN LABUHANBATU UTARA ........................................................... iv


KATA PENGANTAR ……………………………………………………......................... v

.id
DAFTAR ISI ……………………………………………………........................………… vi
DAFTAR TABEL ……………………………………………………................………… viii

go
DAFTAR GAMBAR …………………………………………......…….................……… x

.
ps
I. PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

.b
1.1. Latar Belakang ................................................................................................. 2

ab
1.2. Maksud dan Tujuan .......................................................................................... 3

k
1.3. Sumber Data .....................................................................................................
ra 3
1.4. Sistematika Penulisan ....................................................................................... 3
ta
uu

II. KEPENDUDUKAN .............................................................................................. 5


at

2.1. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk................................................................ 7


nb

2.2. Kepadatan dan Penyebaran Penduduk............................................................. 9


2.3. Tingkat Kelahiran............................................................................................. 11
ha
bu

III. KEMISKINAN DAN PEMBANGUNAN MANUSIA......................................... 14


la

3.1. Kemiskinan........................................................................................................ 15
:\\

3.2. Pola Konsumsi Rumahtangga............................................................................ 16


tp

3.3. Pembangunan Manusia...................................................................................... 19


ht

IV. PENDIDIKAN ........................................................................................................ 26


4.1. Kualitas Pendidikan Penduduk.......................................................................... 28
4.2. Sarana Pendidikan............................................................................................. 31

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal v


V. KESEHATAN ........................................................................................................ 35
5.1. Derajat Kesehatan Penduduk............................................................................. 36
5.2. Pelayanan Kesehatan…………………………………………………………. 40

.id
go
VI. KETENAGAKERJAAN ....................……………………................................... 44
6.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja................................................................... 47

.
ps
6.2. Tingkat Pengangguran Terbuka......................................................................... 47

.b
6.3. Karakteristik Penduduk Bekerja........................................................................ 49

k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal vi


DAFTAR TABEL

Nomor Tabel Judul Tabel Hal.

Tabel 2.1. Jumlah Penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 7

.id
2013-2015

go
Tabel 2.2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kabupaten 8
Labuhanbatu Utara Tahun 2015

.
ps
Tabel 2.3. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis 9
Kelamin Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

.b
ab
Tabel 2.4. Distribusi Penduduk, Luas dan Kepadatan Penduduk Menurut 10
Kecamatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

k
Tabel 3.1.
ra
Klasifikasi dan Capaian Pembangunan Manusia 20
ta

Tabel 3.2. Perbandingan Tingkat dan Status Pembangunan Manusia 22


uu

Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan Kabupaten/Kota di


Sumatera Utara 2013-2015
at

Tabel 4.1. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni 30
nb

(APM) Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu


Utara Tahun 2013-2015
ha

Tabel 4.2. Jumlah Sekolah dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan 32


bu

Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015


la

Tabel 4. 3. Jumlah Murid dan Guru Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 33


:\\

2013-2015 K abupaten Labuhanbatu Utara


tp

Tabel 4.4. Rasio Sekolah dan Murid serta Rasio Murid dan Guru 34
ht

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013-2015 Kabupaten


Labuhanbatu Utara

Tabel 5.1. Jumlah Beberapa Penyakit Terbanyak di Kabupaten 38


Labuhanbatu Utara Tahun 2015

Tabel 5.2. Jumlah Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Labuhanbatu Utara 41


Tahun 2015

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal vii


Tabel 5.3. Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, 42
Tahun 2013-2015

Tabel 6.1. Jumlah dan Persentase Penduduk 15 Tahun Keatas 46


Menurut Kegiatan Seminggu yang Lalu 2013-2015

Tabel 6.2. Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut 49

.id
Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin di Kabupaten
Labuhanbatu Utara 2015

. go
ps
.b
k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal viii


DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar Judul Gambar Hal.

Gambar 2.1. Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun Berstatus Kawin 12

.id
dan Status Penggunaan Alat KB Tahun 2013-2015

go
Gambar 2.2. Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun Yang Berstatus 13
Kawin dan Alat/Cara KB Yang Digunakan tahun 2015

.
ps
Gambar 3.1. Perbandingan trend Persentase Penduduk Miskin, 16
Labuhanbatu Utara dan Sumut, 2012- 2014

.b
ab
Gambar 3.2. Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Per Bulan Penduduk 17
Kabupaten Labuhanbatu Utara, Tahun 2013-2015

k
Gambar 3.3.
ra
Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Perbulan Penduduk 18
Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara,
ta

Tahun 2015
uu

Gambar 3.4. Perbandingan IPM Labuhanbatu Utara dan Sumatera Utara 21


at

Tahun 2013 -2015


nb

Gambar 3.5. Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten 23


Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015
ha

Gambar 3.6. Perkembangan Angka Harapan Sekolah Kabupaten 24


bu

Labuhanbatu Utara dan Sumut Tahun 2013-2015


la

Gambar 3.7. Angka Harapan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Utara dan 25


:\\

Sumut, Tahun 2013-2015


tp

Gambar 4.1. Perkembangan Tingkat Partisipasi Sekolah Kabupaten 28


ht

Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015

Gambar 4.2. Persentase Penduduk 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan 31


Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Labuhanbatu Utara
Tahun 2015

Gambar 5.1. Perkembangan Tingkat Morbiditas Penduduk Kabupaten 37


Labuhanbatu Utara, 2013-2015

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal ix


Gambar 5.2. Persentase Rumahtangga Menurut Sumber Air Minum di 39
Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

Gambar 5.3. Persentase Rumahtangga Menurut Tempat Pembuangan 40


Akhir Kotoran/Tinja di Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun
2015

Gambar 5.4. Pesentase Balita di Kabupaten Labuhanbatu Utara Menurut 43

.id
Penolong Kelahiran Pertama, 2013-2015

go
Gambar 6.1. Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Kab. 48
Labuhanbatu Utara 2013-2015

.
ps
Gambar 6.2. Jumlah Penduduk di Kabupaten Labuhanbatu Utara Menurut 50

.b
Status Pekerjaan Tahun 2013-2015

k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal x


DAFTAR TABEL

Nomor Tabel Judul Tabel Hal.

Tabel 2.1. Jumlah Penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 7

.id
2013-2015

go
Tabel 2.2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kabupaten 8
Labuhanbatu Utara Tahun 2015

.
ps
Tabel 2.3. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis 9
Kelamin Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

.b
ab
Tabel 2.4. Distribusi Penduduk, Luas dan Kepadatan Penduduk Menurut 10
Kecamatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

k
Tabel 3.1.
ra
Klasifikasi dan Capaian Pembangunan Manusia 20
ta

Tabel 3.2. Perbandingan Tingkat dan Status Pembangunan Manusia 22


uu

Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan Kabupaten/Kota di


Sumatera Utara 2013-2015
at

Tabel 4.1. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni 30
nb

(APM) Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu


Utara Tahun 2013-2015
ha

Tabel 4.2. Jumlah Sekolah dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan 32


bu

Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2012-2014


la

Tabel 4. 3. Jumlah Murid dan Guru Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 33


:\\

2012-2014 K abupaten Labuhanbatu Utara


tp

Tabel 4.4. Rasio Sekolah dan Murid serta Rasio Murid dan Guru 34
ht

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2012-2014 Kabupaten


Labuhanbatu Utara

Tabel 5.1. Jumlah Beberapa Penyakit Terbanyak di Kabupaten 38


Labuhanbatu Utara Tahun 2015

Tabel 5.2. Jumlah Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Labuhanbatu Utara 41


Tahun 2015

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal xi


Tabel 5.3. Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, 42
Tahun 2013-2015

Tabel 6.1. Jumlah dan Persentase Penduduk 15 Tahun Keatas 46


Menurut Kegiatan Seminggu yang Lalu 2013-2015

Tabel 6.2. Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut 49

.id
Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin di Kabupaten
Labuhanbatu Utara 2015

. go
ps
.b
k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal xii


DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar Judul Gambar Hal.

.id
Gambar 2.1. Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun Berstatus Kawin 12
dan Status Penggunaan Alat KB Tahun 2013-2015

go
Gambar 2.2. Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun Yang Berstatus 13

.
Kawin dan Alat/Cara KB Yang Digunakan tahun 2015

ps
Gambar 3.1. Perbandingan trend Persentase Penduduk Miskin, 16

.b
Labuhanbatu Utara dan Sumut, 2013-2015

ab
Gambar 3.2. Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Per Bulan Penduduk 17

k
Kabupaten Labuhanbatu Utara, Tahun 2013-2015
ra
Gambar 3.3. Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Perbulan Penduduk 18
ta

Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara,


uu

Tahun 2015
at

Gambar 3.4. Perbandingan IPM Labuhanbatu Utara dan Sumatera Utara 21


Tahun 2013-2015
nb

Gambar 3.5. Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten 23


ha

Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015


bu

Gambar 3.6. Perkembangan Angka Harapan Sekolah Kabupaten 24


Labuhanbatu Utara dan Sumut Tahun 2013-2015
la
:\\

Gambar 3.7. Angka Harapan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Utara dan 25


Sumut, Tahun 2013-2015
tp
ht

Gambar 4.1. Perkembangan Tingkat Partisipasi Sekolah Kabupaten 28


Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015

Gambar 4.2. Persentase Penduduk 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan 31


Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Labuhanbatu Utara
Tahun 2015

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal xiii


Gambar 5.1. Perkembangan Tingkat Morbiditas Penduduk Kabupaten 37
Labuhanbatu Utara, 2013-2015

Gambar 5.2. Persentase Rumahtangga Menurut Sumber Air Minum di 39


Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

Gambar 5.3. Persentase Rumahtangga Menurut Tempat Pembuangan 40


Akhir Kotoran/Tinja di Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun
2015

.id
Gambar 5.4. Pesentase Balita di Kabupaten Labuhanbatu Utara Menurut 43

go
Penolong Kelahiran Pertama, 2013-2015

.
ps
Gambar 6.1. Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Kab. 48
Labuhanbatu Utara 2013-2015

.b
ab
Gambar 6.2. Jumlah Penduduk di Kabupaten Labuhanbatu Utara Menurut 50
Status Pekerjaan Tahun 2013-2015

k
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal xiv


1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan

id
o.
.g
1.3 Sumber Data

ps
.b
1.4 Sistematika Penyajian
k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 1


1.1. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah
membawa perubahan yang cukup mendasar terhadap manajemen pemerintahan
dan strategi pemerintahan di Indonesia dengan memberikan kewenangan yang
luas, nyata, dan bertanggungjawab kepada daerah secara proporsional yang
diwujudkan dengan pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya
nasional yang berkeadilan serta perimbangan keuangan pusat dan daerah dengan
prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat (public participant), pemerataan
dan keadilan (equity and equality) serta harus mengelola potensi dan

id
keanekaragaman daerah secara efektif, efesien dan berwawasan lingkungan.

o.
Seperti yang diamanatkan dalam undang-undang tersebut, wujud otonomi

.g
yang luas adalah keleluasaan daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang

ps
mencakup kewenangan semua bidang pemerintahan kecuali kewenangan tertentu

.b
yang diatur peraturan pemerintah. Disamping itu keleluasaan daerah juga

ab
mencakup kewenangan yang utuh dan bulat dalam penyelenggaraan pemerintahan,
k
pembangunan dan kemasyarakatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
ra

pengawasan, pengendalian, dan evaluasi, dengan harapan penyelenggaraan


ta

otonomi daerah tersebut benar-benar harus dapat mencerminkan demokrasi, peran


uu

serta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta memperhatikan kondisi dan


at

potensi serta keanekaragaman daerah.


nb

Dengan demikian makna utama yang terkandung dalam otonomi daerah


ha

adalah : (1) meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik, dan


kesejahteraan masyarakat, (2) menciptakan efisiensi dan efektivitas pengelolaan
bu

sumber daya daerah, (3) memberdayakan dan menciptakan ruang bagi masyarakat
la

(publik) untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan.


:\\

Menyikapi tuntutan perubahan tersebut pemerintah daerah dituntut


tp

harus mampu menyusun dan menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang


ht

Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang
dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan dan pengendalian
pembangunan yang lebih komprehensip, akomodatif, objektif, terarah, dan
berkelanjutan. Untuk membangun suatu perencanaan dan evaluasi hasil
pembangunan yang komprehensip, objektif, dan terarah tersebut diperlukan data
yang terimplentasi melalui suatu indikator-indikator makro sosial ekonomi.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 2


1.2. Maksud Dan Tujuan
Penyusunan Publikasi Indikator Kesejahteraan Sosial Kabupaten
Labuhanbatu Utara Tahun 2015 ini dimaksudkan untuk dapat menghimpun,
mentabulasi, merumuskan, menganalisa, dan menyajikan data-data tentang
kondisi pembangunan berbagai sektor dan sub sektor saat ini dan
perkembangannya beberapa tahun sampai dengan tahun 2015.
Sedangkan tujuan disusunnya publikasi ini adalah untuk dapat dijadikan
sebagai bahan evaluasi pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan dan
sebagai bahan pengendalian pembangunan yang sedang dilaksanakan serta

id
sebagai bahan penetapan kebijakan dalam perencanaan pembangunan pada

o.
tahun-tahun selanjutnya.

.g
ps
1.3. Sumber Data

.b
Data yang digunakan sebagai dasar analisis adalah berdasarkan data
k ab
primer Badan Pusat Statistik (BPS) yang berasal dari sensus dan survei, yaitu
diantaranya Sensus Penduduk (SP), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas),
ra

Potensi Desa (Podes), dan survei lainnya yang telah dilaksanakan. Selain itu juga
ta

diperkaya dengan data sekunder terutama yang berasal dari instansi lainnya di
uu

lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara.


at
nb

1.4. Sistematika Penyajian


ha

Penyajian data dan analisis dalam dokumen ini dikelompokkan ke dalam 7


bu

(tujuh) bagian, yaitu :


Bagian pertama merupakan pendahuluan yang terdiri dari :
la

1. Latar Belakang
:\\
tp

2. Maksud Dan Tujuan


ht

3. Sumber Data
4. Sistematika Penyajian
Bagian kedua, menyajikan aspek kependudukan yang mencakup :
1. Jumlah Dan Pertumbuhan Penduduk, Penduduk berdasarkan kelompok
umur.
2. Kepadatan Dan Penyebaran Penduduk
3. Tingkat Kelahiran (Fertilitas)

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 3


Bagian ketiga dibahas tingkat kesejahteraan dan kualitas manusia, yang ditinjau
melalui :
1. Kemiskinan
2. Pola Konsumsi Rumahtangga
a. Pengeluaran Rata-Rata Per Kapita
b. Persentase Pengeluaran Bukan Makanan Per Kapita/Bulan
3. Pembangunan Manusia
Pada bagian keempat dipaparkan kondisi pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu
Utara, yang mencakup :

id
1. Aksesbilitas Pendidikan

o.
a. Angka Partisipasi Sekolah, Angka Partisipasi Murni, Angka Partisipasi

.g
Kasar.

ps
b. Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan

.b
2. Sarana Pendidikan

mencakup :
k ab
Pada bagian kelima dipaparkan kondisi kesehatan di Labuhanbatu Utara, yang
ra

1. Derajat Kesehatan Penduduk


ta

a. Angka Kesakitan (Morbidity Rate)


uu

b. Kesehatan Lingkungan
at

2. Pelayanan Kesehatan
nb

a. Tenaga Dan Sarana Kesehatan


ha

b. Penolong Kelahiran
bu

Pada bagian keenam dipaparkan kondisi ketenagakerjaan di Kab.Labuhanbatu


Utara, yang mencakup :
la

1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)


:\\
tp

2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)


3. Karakteristik Penduduk Bekerja
ht

a. Lapangan Pekerjaan
b. Status Pekerjaan

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 4


2.1 Jumlah Dan Pertumbuhan
Penduduk

id
o.
2.2 Kepadatan Dan Penyebaran

.g
Penduduk

ps
.b
2.3 Tingkat Kelahiran (Fertilitas)
k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 5


Penduduk adalah kekayaan bangsa sekaligus modal dasar pembangunan.
Hal ini dapat terjadi jika jumlah penduduk yang besar tersebut dapat
diberdayakan sesuai kodrat, keahlian, dan bidang kerjanya masing-masing.
Sebaliknya apabila jumlah penduduk yang besar tadi tidak dapat diberdayakan
dan dikendalikan secara bijak dan terencana bahkan akan menjadi beban
pembangunan itu sendiri. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan
pembangunan nasional, dalam penanganan masalah kependudukan pemerintah
tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk, tapi juga
menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Aspek

id
kependudukan yang perlu mendapat perhatian mencakup jumlah dan distribusi

o.
penduduk. Disamping itu program perencanaan pembangunan sosial harus

.g
mendapat prioritas utama karena bermuara kepada peningkatan kesejahteraan

ps
penduduk. Distribusi atau penyebaran penduduk antar wilayah, sangat

.b
dipengaruhi oleh tingkat pemerataan hasil pembangunan. Tingkat pemerataan

ab
hasil pembangunan akan mempengaruhi penyebaran dan tingkat kepadatan
k
penduduk. penduduk biasanya akan melakukan migrasi ke wilayah dimana
ra

terdapat fasilitas-fasilitas yang lebih baik dibanding wilayah yang ditempatinya


ta

sebelumnya.
uu

Untuk itu aspek kependudukan perlu dipertimbangkan dalam rangka


at

meningkatkan kesejahteraan penduduk seperti : arus migrasi, angka kelahiran, dan


nb

kematian. Ketiga komponen ini turut serta dalam perencanaan pembangunan


ha

ekonomi, sosial budaya, dan politik serta pertahanan.


bu

Data kependudukan sangat dibutuhkan baik oleh lembaga pemerintah


la

maupun non pemenrintah. Dari data kependudukan dapat dibuat berbagai


:\\

perencanaan kebutuhan fasilitas penunjang kesejahteraan masyarakat, seperti


tp

fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, tempat


ht

rekreasi, dan fasilitas lainnya. Data kependudukan yang terkait di antaranya data
tentang jumlah penduduk, struktur umur penduduk, piramida penduduk, jumlah
penduduk berdasarkan jenis kelamin, kepadatan, dan penyebaran penduduk.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 6


2.1. Jumlah Dan Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara pada pertengahan tahun
2015 adalah 351.097 jiwa dan bila dibandingkan dengan tahun 2014 dan tahun
2013 jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara semakin meningkat. Pada
Tabel 2.1 dapat dilihat bahwa Kecamatan Kualuh Hulu merupakan daerah dengan
jumlah penduduk paling banyak yaitu sebesar 69.112 jiwa. Kecamatan lain yang
juga memiliki jumlah penduduk cukup banyak adalah Kecamatan Kualuh Selatan
yaitu dengan jumlah 58.508 jiwa. Sebaliknya Kecamatan Kualuh Leidong merupakan
kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit yakni berjumlah 29.293 jiwa.

id
Pertumbuhan penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara tahun 2014-2015 adalah

o.
1,03 persen.

.g
ps
Tabel 2.1. Jumlah Penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015

.b
Penduduk (Jiwa)

ab
No. Kecamatan
2013
k 2014 2015
[1] [2] [3] [4] [5]
ra
1 Na IX-X 51.163 52.694 55.470
ta

2 Marbau 38.697 39.848 38.985


3 Aek Kuo 29.454 30.332 30.486
uu

4 Aek Natas 34.275 35.300 36.897


at

5 Kualuh Selatan 56.901 58.596 58.508


nb

6 Kualuh Hilir 32.034 32.987 32.346


7 Kualuh Hulu 66.005 67.974 69.112
ha

8 Kualuh Leidong 28.875 29.734 29.293


bu

Labuhanbatu Utara 337.404 347.465 351.097


la

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


:\\

Bila ditinjau dari jenis kelamin, pada tahun 2015 penduduk laki-laki di
tp

Labuhanbatu Utara lebih banyak dibanding penduduk perempuan, kondisi ini


ht

tergambar oleh nilai rasio jenis kelamin sebesar 102,00 persen dengan pengertian
bahwa setiap 100 jiwa perempuan terdapat 102 jiwa laki-laki. Dilihat menurut
kecamatan, pada umumnya juga menunjukkan angka lebih dari seratus, yang
berarti di semua kecamatan jumlah laki-laki lebih banyak dibanding jumlah
perempuan.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 7


Tabel 2.2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kabupaten Labuhanbatu
Utara Tahun 2015

Jenis Kelamin
Rasio Jenis
No. Kecamatan Laki-Laki Perempuan Jumlah Kelamin
[1] [2] [3] [4] [5] [6]

1 Na IX-X 28.063 27.407 55.470 102,39

2 Marbau 19.586 19.399 38.985 100,96

3 Aek Kuo 15.275 15.211 30.486 100,42

id
4 Aek Natas 18.536 18.361 36.897 100,95

o.
.g
5 Kualuh Selatan 29.564 28.944 58.508 102,14

ps
6 Kualuh Hilir 16.471 15.875 32.346 103,75

.b
7 Kualuh Hulu 34.840 34.272 69.112 101,66

8 Kualuh Leidong 14.948 k ab


14.345 29.293 104,20
ra
Labuhanbatu Utara 177.283 173.814 351.097 102,00
ta

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


uu
at

Komposisi penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara didominasi oleh


nb

penduduk muda/dewasa. Hal ini dapat diamati pada 3 (tiga) kelompok umur yaitu
kelompok umur 0-4 tahun, umur 5-9 tahun, dan usia 0-14 tahun yang jumlahnya
ha

lebih besar dari kelompok umur yang lebih tua.


bu

Hal ini menunjukkan kelompok penduduk ini memiliki angka rasio


la

ketergantungan penduduk muda yang cukup tinggi, sementara jumlah kelompok


:\\

penduduk usia tua lebih kecil, menunjukkan rendahnya angka rasio ketergantungan
tp

penduduk tua. Rasio ketergantungan usia adalah angka yang menyatakan


ht

perbandingan antara penduduk yang tidak produktif (usia muda dan usia tua)
terhadap penduduk usia produktif.
Ada tiga pengelompokan penduduk berkenaan dengan kaitan antara
struktur umur dan kemampuan berproduksi secara ekonomi, yaitu:
 Kelompok penduduk usia muda, yaitu penduduk yang berumur dibawah
15 tahun (0-14 tahun).

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 8


 Kelompok penduduk usia produktif, yaitu penduduk yang berumur 15-64
tahun.
 Kelompok penduduk usia tua, yaitu penduduk yang berumur 65 tahun
ke atas.

Tabel 2.3. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

Kelompok umur Laki-Laki Perempuan Jumlah

id
(1) (2) (3) (4)
0-4 21.562 21.308 42.870

o.
5-9 20.597 19.761 40.358

.g
10-14 19.076 18.226 37.302

ps
15-19 17.514 16.516 34.030

.b
20-24 15.892 14.823 30.715

ab
25-29 14.229 13.767 27.996
30-34 13.211 k 12.860 26.071
35-39 11.802 11.397 23.199
ra

40-44 10.352 10.070 20.422


ta

45-49 8.914 9.395 18.309


uu

50-54 7.820 8.267 16.087


at

55-59 6.454 6.387 12.841


60-64 4.104 4.290 8.394
nb

65+ 5.756 6.747 12.503


ha

Total 177.283 173.814 351.097


bu

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


la
:\\

2.2. Kepadatan dan Penyebaran Penduduk


tp

Kepadatan penduduk Labuhanbatu Utara tergolong jarang bila


ht

dibandingkan dengan kepadatan penduduk di Sumatera Utara. Pada tahun 2015


kepadatan penduduk Labuhanbatu Utara sebesar 99,02 jiwa/Km2. Rendahnya
tingkat kepadatan penduduk di Labuhanbatu Utara disebabkan wilayah
Labuhanbatu Utara relatif luas, dimana banyak wilayahnya merupakan daerah yang
tidak bisa dihuni karena merupakan hutan, rawa, bukit, perkebunan, dan lainnya.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 9


Dari Tabel 2.4. dapat dilihat bahwa Kecamatan Kualuh Selatan merupakan
daerah terpadat penduduknya dimana pada tahun 2015 kepadatan penduduknya
sebesar 169,83 jiwa/Km2. Sebaliknya Kecamatan Aek Natas merupakan daerah
paling jarang penduduknya dengan tingkat kepadatan penduduk masing-masing
hanya sekitar 54,42 jiwa/Km2.

Tabel 2.4. Jumlah Penduduk, Luas dan Kepadatan Penduduk Menurut


Kecamatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

Jumlah Kepadatan
Luas
No Kecamatan Penduduk Penduduk

id
(Km²)

o.
(jiwa) (Jiwa/Km2)

.g
[1] [2] [3] [4] [5]

ps
1 Na IX-X 55.470 554,00 100,13
2 Marbau 355,90

.b
38.985 109,54

ab
3 Aek Kuo 30.486 250,20 121,85
4 Aek Natas
k 678,00
36.897 54,42
ra

5 Kualuh Selatan 58.508 344,51 169,83


ta

6 Kualuh Hilir 32.346 385,48 83,91


uu

7 Kualuh Hulu 69.112 637,39 108,43


at

8 Kualuh Leidong 29.293 340,32 86,07


nb

Labuhanbatu Utara 351.097 3.545,80 99,02


ha

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


bu
la

Jika ditelusuri jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara menurut


:\\

kecamatan, tampak bahwa Kecamatan Kualuh Selatan yang mempunyai penduduk


tp

58.508 jiwa dengan luas 344,51 km² merupakan kecamatan terpadat. Demikian
ht

halnya dengan Kecamatan Aek Kuo dengan jumlah penduduk sebanyak 30.486 jiwa
dengan luas 250,20 km² kepadatannya 121,85 jiwa/km2. Berbeda halnya dengan
Kecamatan Aek Natas, dimana dengan luas 678,00 km² namun hanya didiami oleh
36.897 jiwa. Kondisi ini sebagai gambaran bahwa distribusi penduduk di
Labuhanbatu Utara masih belum merata.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 10


2.3 Tingkat Kelahiran (Fertilitas)

Salah satu komponen utama kependudukan yang menyebabkan perubahan


jumlah penduduk adalah fertilitas. Fertilitas menyangkut banyaknya bayi atau anak
lahir hidup yang dilahirkan oleh wanita atau sekelompok wanita. Banyaknya anak
yang dilahirkan akan membawa konsekuensi terhadap kesejahteraan rumahtangga.
Semakin banyak jumlah anak, berarti semakin besar tanggungan kepala

id
rumahtangga dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual anggota

o.
rumahtangganya. Bagi rumah tangga terutama dengan kondisi ekonomi yang

.g
lemah, maka pembatasan jumlah anak merupakan salah satu cara bagi tercapainya

ps
keluarga yang sejahtera.

.b
Dalam upaya melakukan pembatasan jumlah anak yang akan dilahirkan,

ab
maka penduduk wanita pada usia tertentu menjadi sasarannya. Usia tertentu yang
k
dimaksudkan disini adalah usia antara 15-49 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia
ra

tersebut kemungkinan wanita melahirkan anak cukup besar. Wanita yang berada
ta

pada usia tersebut ini disebut wanita usia subur (WUS) dan pasangan usia subur
uu

(PUS) bagi yang berstatus kawin.


at

Berdasarkan hasil pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)


nb

tahun 2015 diperoleh rata-rata anak lahir hidup dari seorang wanita berusia diatas
ha

10 tahun yang pernah kawin di Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah sebesar 2,89
yang artinya rata-rata seorang wanita di Kabupaten Labuhanbatu Utara akan
bu

melahirkan anak sebanyak 2-3 orang anak selama masa suburnya. Walaupun relatif
la

cukup namun demikian ini merupakan suatu kemajuan dan harus terus
:\\

diperhatikan sehingga tujuan untuk menciptakan keluarga kecil yang bahagia dapat
tp

terwujud.
ht

Salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap tingginya tingkat


kelahiran adalah usia perkawinan pertama terutama wanita, karena semakin
muda seorang wanita menikah maka kemungkinan waktu untuk melahirkan
semakin panjang. Selain itu usia perkawinan juga berpengaruh terhadap stabilitas
suatu keluarga, terhadap kesehatan diri sendiri, dan terhadap anak yang
dilahirkan. Semakin muda usia saat perkawinan pertama, semakin besar resiko

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 11


yang dihadapi bagi keselamatan ibu maupun anak karena belum siapnya fisik dan
mental menghadapi masa kehamilan/kelahiran. Demikian pula sebaliknya,
semakin tua usia saat perkawinan pertama (melebihi usia yang dianjurkan dalam
program KB), semakin tinggi resiko yang dihadapi dalam masa
kehamilan/melahirkan. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun
2015 rata-rata usia perkawinan pertama wanita di Kabupaten Labuhanbatu Utara
adalah 21,32 yang artinya rata-rata usia perkawinan pertama wanita di Kabupaten
Labuhanbatu Utara adalah 21 tahun.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap tingginya tingkat kelahiran adalah

id
partisipasi wanita pernah kawin dalam program Keluarga Berencana (KB), Survei

o.
Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2015 menunjukkan bahwa 41,27 persen

.g
wanita berumur 15-49 tahun dan berstatus kawin di Kabupaten Labuhanbatu

ps
Utara menyatakan tidak pernah menggunakan alat KB dan sebesar 44,15 persen

.b
sedang menggunakan alat KB serta yang sudah tidak menggunakan alat KB
sebesar 14,59 persen. k ab
ra
ta

Grafik 2.1. Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun Berstatus


uu

Kawin dan Status Penggunaan Alat KB Tahun 2013-2015


at

80
nb

60
ha
bu

40
la

20
:\\
tp

0
ht

Sedang Tdk menggunakan Tdk pernah


Menggunakan lagi menggunakan
2013 72.91 18.03 9.06
2014 63.29 27.65 9.07
2015 44.15 14.59 41.27

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 12


Bila ditinjau dari alat KB yang digunakan maka diperoleh sebanyak 60,77
persen wanita berumur 15-49 tahun yang berstatus pernah kawin di Kabupaten
Labuhanbatu Utara menggunakan suntik sebagai alat KB nya, diikuti oleh
penggunaan pil sebesar 25,67 persen kemudian menggunakan
susuk/norplan/implan sebanyak 5,95 persen, IUD/SKDR/Spiral sebanyak 3,76
persen, alat modern lainnya sebanyak 1,33 persen, tradisional pantang
berkala/kalender sebanyak 1,11 persen, sterilisasi wanita/tubektomi/MOW
sebanyak 0,96 persen, dan kondom sebanyak 0,45 persen.

id
o.
.g
Grafik 2.2. Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun Yang Berstatus Kawin

ps
dan Alat/Cara KB Yang Digunakan tahun 2015

.b
70 60.77

ab
60

50
k
ra

40
25.67
ta

30
uu

20
5.95 1.11 1.33
at

10 3.76 0.45 0.96 0.00


nb

0
2015
ha

IUD/AKDR/Spiral Suntik Susuk Norplan Implan


bu

Tradisional Kondom PIL KB


Alat Modern Lainnya MOW MOP
la
:\\
tp

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 13


id
o.
.g
ps
.b
ab
3.1 Kemiskinan k
ra

3.2 Pola Konsumsi Rumahtangga


ta
uu

3.3 Pembangunan Manusia


at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 14


3.1. Kemiskinan
Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang
menjadi pusat perhatian pemerintah di Negara manapun. Salah satu aspek penting
untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data
kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Data kemiskinan yang baik dapat
digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan,
membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target
penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mereka.
Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang sangat dipengaruhi

id
oleh berbagai faktor yang saling berkaitan satu sama lain yaitu : tingkat pendapatan,

o.
kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, kondisi geografis, dan

.g
ps
lainnya.
Secara ekonomi kemiskinan merupakan suatu kondisi kehidupan serba

.b
kekurangan yang dialami seseorang sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan

ab
minimal hidupnya. Selanjutnya standar kehidupan ini berbeda antara satu daerah
k
ra
dengan daerah lainnya, tergantung kebiasaan/adat, fasilitas transportasi, dan
distribusi serta letak geografisnya.
ta

Kebutuhan minimal tersebut meliputi kebutuhan untuk makanan


uu

terutama energi kalori sehingga memungkinkan seseorang bisa bekerja untuk


at

memperoleh pendapatan serta kebutuhan non-makanan yang minimal harus


nb

dipenuhi. Penentuan batas kemiskinan yang dilakukan oleh BPS mengacu pada
ha

kebutuhan minimal yang setara dengan kebutuhan energi sebesar 2.100 kalori
bu

perkapita perhari ditambah dengan kebutuhan minimun non makanan. Patokan


2.100 kalori ditentukan berdasarkan hasil Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi
la

yang menyatakan hidup sehat rata-rata setiap orang harus mengkonsumsi makanan
:\\
tp

setara 2.100 kalori perkapita perhari.


ht

Berdasarkan hasil Susenas persentase penduduk miskin di Labuhanbatu


Utara masih lebih tinggi dibanding Sumatera Utara secara umum. Pada tahun 2015
tercatat 11,31 persen (39,59 ribu jiwa) penduduk Labuhanbatu Utara hidup dibawah
garis kemiskinan, sedangkan di Sumatera Utara secara umum hanya 10,53 persen
(1.463,67 ribu jiwa). Kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat
kesejahteraan penduduk Labuhanbatu Utara masih dibawah rata-rata.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 15


Dilihat perkembangannya, tampak bahwa persentase penduduk miskin di
Labuhanbatu Utara cenderung mengalami penurunan. Persentase penduduk miskin
tahun 2013 dan tahun 2014 di Kabupaten Labuhanbatu Utara sekitar 11,34 dan
10,71 persen. Sementara persentase penduduk miskin tahun 2015 sebesar 11,31
persen.

Grafik 3.1. Perbandingan trend Persentase Penduduk Miskin,


Labuhanbatu Utara dan Sumut, 2013- 2015

id
12

o.
11.5 11.34
11.31

.g
11 10.71
10.39

ps
10.53
10.5

.b
10 9.85

ab
9.5

9
k
ra
8.5
ta

8
2013
uu

2014
2015
at

Labuhanbatu Utara Sumut


nb

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


ha
bu

3.2. Pola Konsumsi Rumahtangga


la

Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat digambarkan oleh besarnya jumlah


:\\

pendapatan yang diterimanya. Namun demikian, pendekatan melalui pendapatan


tp

ini sangat sulit dilakukan karena masyarakat pada umumnya sulit untuk mencatat
ht

dan mengingat arus pendapatan serta jenisnya atau juga oleh sebab-sebab lain.
Oleh karena itu, pendapatan diperkirakan dari data pengeluaran rumahtangga.
Pengeluaran rumahtangga dibedakan menurut pengeluaran untuk makanan dan
bukan makanan. Kedua jenis pengeluaran tersebut dapat dijelaskan dengan cukup
baik tentang pola konsumsi masyarakat Labuhanbatu Utara.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 16


Di daerah yang sedang berkembang, pengeluaran untuk keperluan
makanan masih merupakan bagian terbesar dari keseluruhan pengeluaran
rumahtangga. Sebaliknya di daerah yang relatif sudah maju, pengeluaran untuk
aneka barang dan jasa seperti untuk perawatan kesehatan, pendidikan, rekreasi,
olahraga, dan sejenisnya merupakan bagian terbesar dari total pengeluaran
rumahtangga. Sehingga besarnya tingkat pengeluaran non makanan menjadi salah
satu ukuran dalam mengukur kemajuan suatu daerah.

3.2.1. Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Per Bulan

id
o.
Berdasarkan Angka Indeks Pembangunan Manusia tahun 2013 sampai

.g
dengan tahun 2015, rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Labuhanbatu Utara

ps
terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 rata-rata pengeluaran per kapita
sebulan penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara Rp 921.884,- meningkat menjadi

.b
ab
Rp 928.892,- pada tahun 2014, dan menurun menjadi Rp 754.579,- pada tahun
2015. Jika dibanding dengan Sumatera Utara tingkat pengeluaran perkapita di
k
ra
Kabupaten Labuhanbatu masih lebih rendah, dimana pada tahun 2015 rata-rata
ta

pengeluaran per kapita per bulan penduduk se-Sumatera Utara tercatat sebesar Rp
uu

775.189,-.
at
nb

Grafik 3.2. Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Per Bulan


ha

Penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara, Tahun 2013-2015


Rupiah
bu

1000000 921,884 928,892


la

900000
775,730 782,583 775,189
754,579
:\\

800000
tp

700000
ht

600000
500000
400000
300000
200000
100000
0
2013 2014 2015

Labuhanbatu Utara Sumatera Utara


Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 17
Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara

3.2.2. Persentase Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita/Bulan


Persentase pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan penduduk
Labuhanbatu Utara tahun 2013 sebesar 59,99 persen dan pada tahun 2014
menunjukkan penurunan menjadi sebesar 58,57 persen. Sedangkan pada tahun
2013 rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk non makanan penduduk
Labuhanbatu Utara sebesar 40,01 persen meningkat menjadi 41,43 persen pada

id
tahun 2014. Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa rata-rata pengeluaran

o.
perkapita per bulan penduduk Labuhanbatu Utara untuk makanan mengalami

.g
penurunan dan non makanan mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke tahun

ps
2014.

.b
Secara umum, persentase pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan

ab
penduduk Provinsi Sumatera Utara sebesar 57,77 persen. Sementara persentase
pengeluaran per kapita per bulan untuk non makanan sebesar 42,23 persen.
k
ra
ta

Grafik 3.3. Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Perbulan


Rupiah Penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara,
uu

Provinsi Sumatera Utara, Tahun 2015


at

100.00
nb

90.00

80.00
ha

70.00
bu

60.00 57.77
53.48
la

46.52
50.00
42.23
:\\

40.00
tp

30.00
ht

20.00

10.00

0.00
Labuhanbatu Utara Sumut
Makanan Non Makanan

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 18


3.3. Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komposit
tunggal yang walaupun tidak dapat mengukur semua dimensi dari pembangunan
manusia, tetapi mengukur tiga dimensi pokok pembangunan manusia yang dinilai
mampu mencerminkan status kemampuan dasar (basic capabilities) penduduk.

id
Ketiga kemampuan dasar itu adalah umur panjang dan sehat, berpengetahuan

o.
dan berketerampilan, serta akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk

.g
mencapai standar hidup layak.

ps
Konsep Pembangunan Manusia berbeda dengan pembangunan yang

.b
memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi, dengan diasumsikan

ab
bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menguntungkan manusia.
k
Pembangunan manusia memperkenalkan konsep yang lebih luas dan
ra

komprehensif karena mencakup semua pilihan yang dimiliki oleh manusia di


ta

seluruh golongan masyarakat pada tahapan pembangunan. Pembangunan


uu

Manusia merupakan perwujudan tujuan jangka panjang dari suatu masyarakat


at

dan meletakkan pembangunan di sekeliling manusia, bukan manusia di sekeliling


nb

pembangunan.
ha

Fakta menunjukkan bahwa banyak daerah yang memiliki tingkat


pertumbuhan ekonomi cukup baik yang diperlihatkan dengan Produk Domestik
bu

Regional Bruto (PDRB), laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun memiliki
la

kualitas pembangunan manusia yang rendah. Hal ini mungkin terjadi karena
:\\

tingkat PDRB yang tinggi di suatu daerah tersebut belum tentu dinikmati langsung
tp

oleh masyarakatnya. Oleh sebab itu untuk menjaga keseimbangan antara


ht

Pembangunan Ekonomi dan Pembangunan Manusia perlu terus dipantau tingkat


dan kualitas Pembangunan Manusia melalui IPM selain Pembangunan Ekonomi
yang telah diukur.
Pada tahun 2015 terjadi perubahan indikator dan metode penghitungan
IPM, yaitu:

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 19


1. Angka Melek Huruf (AMH) pada metode lama diganti dengan angka Harapan
Lama Sekolah (HLS), Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita diganti dengan
Produk Nasional Bruto (PNB) per kapita.
2. Pada metode lama, terdapat 27 komoditas yang digunakan dalam menghitung
Paritas Daya Beli. Pada metode baru, terpilih 96 komoditas dalam
penghitungan Paritas Daya Beli.
3. Metode agregasi diubah dari rata-rata aritmatik menjadi rata-rata geometrik.

Untuk mengorganisasikan wilayah-wilayah menjadi kelompok-kelompok

id
yang sama dalam dalam hal pembangunan manusia, capaian IPM diklasifikasikan

o.
menjadi beberapa kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Jika

.g
status pembangunan manusia masih berada pada kriteria rendah hal ini berarti

ps
kinerja pembangunan manusia daerah tersebut masih memerlukan perhatian

.b
khusus untuk mengejar ketinggalannya. Begitu juga jika status pembangunan

ab
manusia masih berada pada kriteria sedang, hal ini berarti pembangunan manusia
k
masih perlu ditingkatkan.
ra
ta

Tabel 3.1. Klasifikasi dan Capaian Pembangunan Manusia


uu
at

Klasifikasi Capaian IPM


nb

[1] [2]
ha

Sangat Tinggi IPM ≥ 80


bu

Tinggi 70 ≤ IPM < 80


la

Sedang 60 ≤ IPM < 70


:\\
tp

Rendah IPM < 60


ht

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah salah satu indikator


kesejahteraan masyarakat. Nilai IPM yang tinggi menunjukkan kondisi yang lebih
sejahtera. Berdasarkan data tahun 2013 sampai dengan tahun 2015, nilai IPM
(Indeks Pembangunan Manusia) penduduk Labuhanbatu Utara mengalami

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 20


peningkatan. Pada tahun 2013-2015 kualitas pembangunan manusia di Kabupaten
Labuhanbatu Utara tergolong dalam klasifikasi sedang, yang ditandai dengan nilai
IPM 68,28 tahun 2013 meningkat menjadi 69,15 tahun 2014 dan meningkat pada
tahun 2015 dengan nilai IPM menjadi 69,69.
Untuk melihat posisi Indeks Pembangunan Manusia Labuhanbatu Utara
dibanding dengan daerah lain, pada Tabel 3.2 berikut dapat dilihat peringkat
kualitas pembangunan manusia Labuhanbatu Utara di Sumatera Utara untuk
periode 2013-2015. Pada tahun 2013-2015 kualitas pembangunan manusia
Labuhanbatu Utara menduduki peringkat 13 di Sumatera Utara sedangkan

id
Sumatera Utara berada pada peringkat 10 di Indonesia. Apabila dibandingkan

o.
dengan daerah tetangga seperti Labuhanbatu, Simalungun dan Tapanuli Utara

.g
kondisi Labuhanbatu Utara pun masih berada di bawah nilai IPM daerah tetangga

ps
kecuali Asahan dan Padang Lawas Utara. Hal ini tentunya memerlukan usaha keras

.b
dalam membangun manusia di Labuhanbatu Utara agar dapat meningkat

ab
mendekati kualitas pembangunan manusia Sumatera Utara.
k
ra
ta

Grafik 3.4. Perbandingan IPM Labuhanbatu Utara dan Sumatera


uu

70 Utara Tahun 2013 -2015 69.69


69.15
at

69 68.36 69.51
nb

68 68.87
68.28
ha

67

66
bu

65
la

64
:\\
tp

63
ht

62
Labuhanbatu Utara
61 Sumut

60
2013 2014 2015

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 21


Tabel 3.2. Perbandingan Tingkat dan Status Pembangunan Manusia Kabupaten
Labuhanbatu Utara dengan Kabupaten/Kota di Sumatera Utara
2013-2015

id
o.
.g
ps
.b
k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 22


IPM Ranking
No Kabupaten/Kota
2013 2014 2015 2013 2014 2015
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]
1 Nias 57,43 57,98 58,85 31 31 31
2 Mandailing Natal 62,91 63,42 63,99 29 29 29
3 Tapanuli Selatan 66,75 67,22 67,63 19 20 20
4 Tapanuli Tengah 65,64 66,16 67,06 22 22 22
5 Tapanuli Utara 70,50 70,70 71,32 9 11 10
6 Toba Samosir 72,36 72,79 73,40 3 3 4
7 Labuhan Batu 69,45 70,06 70,23 12 12 12
8 Asahan 66,58 67,51 68,40 20 19 18

id
9 Simalungun 70,28 70,89 71,24 11 10 11

o.
10 Dairi 67,15 67,91 69,00 16 16 15

.g
11 Karo 71,62 71,84 72,69 7 8 8
12 Deli Serdang 71,39 71,98 72,79 8 6 7

ps
13 Langkat 67,17 68,00 68,53 15 15 16

.b
14 Nias Selatan 56,78 57,78 58,74 32 32 32

ab
15 Humbang Hasundutan 64,92 65,59 66,03 26 25 25
16 Pakpak Barat 64,73 k 65,06 65,53 27 28 28
17 Samosir 66,80 67,80 68,43 18 17 17
ra

18 Serdang Bedagai 67,11 67,78 68,01 17 18 19


ta

19 Batu Bara 65,06 65,50 66,02 25 26 26


uu

20 Padang Lawas Utara 66,13 66,50 67,35 21 21 21


21 Padang Lawas 64,62 65,50 65,99 28 27 27
at

22 Labuhan Batu Selatan 67,78 68,59 69,67 14 14 14


nb

23 Labuhan Batu Utara 68,28 69,15 69,69 13 13 13


24 Nias Utara 58,29 59,18 59,88 30 30 30
ha

25 Nias Barat 56,58 57,54 58,25 33 33 33


26 Sibolga 70,45 71,01 71,64 10 9 9
bu

27 Tanjung Balai 65,40 66,05 66,74 23 23 23


la

28 Pematang Siantar 75,05 75,83 76,34 2 2 2


:\\

29 Tebing Tinggi 71,85 72,13 72,81 5 5 5


tp

30 Medan 78,00 78,26 78,87 1 1 1


31 Binjai 72,02 72,55 73,81 4 4 3
ht

32 Padangsidimpuan 71,68 71,88 72,80 6 7 6


33 Gunungsitoli 65,25 65,91 66,41 24 24 24
Sumatera Utara 68,36 68,87 69,51
Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara

3.3.1. Rata-Rata Lama Sekolah

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 23


Indikator pendidikan lain yang dapat dijadikan sebagai ukuran kualitas
pendidikan masyarakat adalah rata-rata lama sekolah. Rata-rata lama sekolah
penduduk dewasa di Kabupaten Labuhanbatu Utara memperlihatkan peningkatan.
Pada tahun 2013 rata-rata lama sekolah penduduk Labuhanbatu Utara tercatat
sebesar 8,10 tahun yang artinya rata-rata penduduk dewasa di Labuhanbatu Utara
duduk di kelas 2 SLTP. Selanjutnya pada tahun 2014 didapatkan perhitungan rata-
rata lama sekolah penduduk dewasa di Labuhanbatu Utara sedikit meningkat
menjadi 8,27 tahun dan tahun 2015 meningkat menjadi 8,31 tahun.

id
Grafik. 3.5 Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten
Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015

o.
.g
8.31
9.00 8.27
8.10

ps
8.50

.b
8.00

ab
7.50 k
7.00
ra

6.50
ta

6.00
uu

2013 2014 2015


at
nb

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara


ha
bu

3.3.2. Harapan Lama Sekolah


la
:\\

Angka harapan lama sekolah didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam


tp

tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa
ht

mendatang. Angka harapan lama sekolah dapat digunakan untuk mengetahui


kondisi pembangunan sistem pendidikan di berbagai jenjang.
Berdasarkan data tahun 2013 s/d 2015, angka harapan lama sekolah di
Labuhanbatu Utara menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2013 dan 2014 harapan
lama sekolah sebesar 11,30 tahun dan 11,80 tahun. Pada tahun 2015, angka
harapan lama sekolah meningkat dibandingkan dengan tahun 2014 menjadi 12,12
tahun. Dibandingkan dengan Sumatera Utara angka harapan lama sekolah di

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 24


Labuhanbatu Utara masih di bawah rata-rata. Pada tahun 2015 Sumatera Utara
angka harapan lama sekolah mencapai 12,82 tahun sedangkan Labuhanbatu Utara
masih 12,12 tahun. Hal ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan oleh
pemerintah maupun masyarakat di Labuhanbatu Utara agar kualitas penduduk
semakin meningkat.

Grafik. 3.6 Perkembangan Angka Harapan Sekolah Kabupaten


Labuhanbatu Utara dan Sumut Tahun 2013-2015
Tahun

id
12.82
13.00
12.12

o.
11.83 11.80 11.97
12.00 Labuhan

.g
11.30
batu

ps
11.00 Utara

.b
10.00 Sumut

ab
9.00 k
8.00
ra
ta

7.00
2013 2014 2015
uu

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara


at
nb

3.3.3. Angka harapan hidup (eo)


ha

Sejalan dengan angka kematian bayi yang terus menurun, angka harapan
bu

hidup di Kabupaten Labuhanbatu Utara dari tahun ke tahun memperlihatkan


peningkatan. Pada tahun 2013 angka harapan hidup di Kabupaten Labuhanbatu
la
:\\

Utara tercatat 68,40 tahun yang berarti pada tahun 2013 seorang bayi yang baru
tp

lahir akan bertahan hidup sampai dengan usia 68 tahun. Pada tahun 2014 angka
ht

harapan hidup penduduk Labuhanbatu Utara meningkat menjadi 68,50 tahun


kemudian meningkat di tahun berikutnya menjadi 68,70 tahun yang berarti terjadi
perbaikan tingkat kesehatan makro penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 25


Grafik 3.7. Angka Harapan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Utara dan
Sumut, Tahun 2013-2015
70.00

68.70
68.50
68.40
68.29
68.04
Tahun

67.94
68.00

id
o.
.g
ps
.b
66.00
2013 2014 2015

Labuhanbatu Utara
k ab Sumut
ra

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara


ta
uu

Jika dibanding usia harapan hidup rata-rata di Sumatera Utara maka usia
at

harapan hidup penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara sedikit lebih baik, hal ini
nb

digambarkan dengan angka harapan hidup di Sumatera Utara yang mencapai


68,29 tahun pada tahun 2015 sedangkan Kabupaten Labuhanbatu Utara mencapai
ha

68,70 tahun. Kondisi ini sudah baik dan hendaknya dapat ditingkatkan untuk
bu

tahun-tahun mendatang dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta


la

penambahan fasilitas-fasilitas kesehatan hingga tingkat desa.


:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 26


4.1 Kualitas Pendidikan Penduduk

id
4.2 Sarana Pendidikan

o.
.g
ps
.b
k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 27


Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas
merupakan amanat yang harus dilaksanakan bangsa yang sesuai dengan tujuan
negara Indonesia yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar
1945 adalah mencerdaskan kehidupan. Demikian pula dijelaskan dalam Batang
Tubuh UUD 1945 pasal 28 dan pasal 31 yang mengamanatkan bahwa setiap warga
negara berhak mendapat pendidikan.
Agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, maka
pendidikan adalah tanggung jawab keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pada
program pembangunan pendidikan nasional yang dilakukan saat ini telah pula

id
mempertimbangkan kesepakatan-kesepakatan internasional seperti Pendidikan

o.
Untuk Semua (Education For All), Konvensi Hak Anak (Convention on the Right of

.g
Child) dan Millenium Development Goals (MDGs) yang secara jelas menekankan

ps
pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara penanggulangan kemiskinan,

.b
peningkatan keadilan sosial dan lainnya.

ab
Untuk mendapatkan pendidikan yang memadai harus ditunjang suatu
k
kemampuan baik itu dari Pemerintah untuk dapat menyediakan sarana yang
ra

memadai dan juga tentunya juga harus ditunjang dengan kemampuan masyarakat,
ta

karena sampai dengan saat ini kemampuan pemerintah untuk menyediakan


uu

pendidikan gratis bagi warganya masih sulit terlaksana.


at

Masih rendahnya kemampuan pemerintah dan penduduk selalu menjadi


nb

kendala dalam dunia pendidikan. Realita ini senantiasa ditemui di sekeliling kita,
dimana banyak sarana pendidikan yang tidak layak dan juga banyak anak-anak
ha

usia sekolah seharusnya belajar, namun sudah harus bekerja untuk menambah
bu

penghasilan keluarga. Di tengah keterbatasan inilah pemerintah mencanangkan


la

kebijaksanaan Wajib Belajar Sekolah Dasar enam tahun pada tahun 1984 dan
:\\

kemudian disusul dengan Wajib Belajar Pendidikan Dasar sembilan tahun mulai
tp

tahun 1994. Kebijaksanaan lain sebagai upaya untuk meningkatkan pendidikan


ht

masyarakat adalah melalui program di luar pendidikan formal salah satunya


melalui sekolah-sekolah terbuka.
Program atau kebijaksanaan pemerintah dewasa ini dalam bidang
pendidikan pada hakekatnya bertujuan untuk memberi kesempatan seluas-
luasnya kepada masyarakat untuk bersekolah. Dengan demikian diharapkan
tingkat pendidikan masyarakat akan lebih baik dan utamanya tingkat melek huruf
terutama pada penduduk usia sekolah (7-24 tahun) akan mencapai 100 persen.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 28


4.1. Kualitas Pendidikan Penduduk
4.1.1. Angka Partisipasi Sekolah
Tingkat partisipasi sekolah merupakan indikator pendidikan yang
menggambarkan persentase penduduk yang masih sekolah menurut kelompok usia
sekolah yaitu umur 7-12 tahun dan umur 13-15 tahun sebagai pendidikan dasar, 16-
18 tahun pada pendidikan menengah dan usia 19-24 tahun pada pendidikan tinggi.
Pada umumnya pada tingkat pendidikan dasar tingkat partisipasi sekolah masih
cukup tinggi, namun angka ini akan semakin turun untuk tingkat pendidikan yang
lebih tinggi.

id
o.
Grafik 4.1. Perkembangan Tingkat Partisipasi Sekolah
Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015

.g
99.44100.0098.71
100.00 94.92 97.40

ps
86.41

80.00 75.03 73.93

.b
69.70
persentase

ab
60.00

40.00
k
ra
18.37
20.00 14.77
11.93
ta

0.00
uu

7-12 tahun 13-15 tahun 16-18 tahun 19-24 tahun


at

2013 2014 2015


nb
ha

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


bu

Grafik 4.1 menunjukkan bahwa rata-rata tingkat partisipasi sekolah penduduk


la

Labuhanbatu Utara menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2015 tercatat, penduduk


:\\

kelompok umur sekolah dasar (7-12 tahun) yang sedang sekolah sebesar 98,71
tp

persen, menurun dibandingkan dengan kondisi tahun 2014 sebesar 100 persen dan
ht

tahun 2013 sebesar 99,44 persen. Pada kelompok umur SLTP (13-15 tahun)
mengalami kenaikan, dimana dari 86,41 persen tahun 2013 naik menjadi 94,92
persen pada tahun 2014 kemudian menjadi 97,40 persen tahun 2015. Untuk
kelompok 16-18 tahun juga memperlihatkan fluktuasi, yaitu dari 69,70 persen tahun
2013 naik menjadi 75,03 persen pada tahun 2014 lalu turun jadi 73,93 persen tahun
2015. Pada kelompok umur 19-24 tahun atau usia perguruan tinggi yang
menunjukkan juga menunjukkan kenaikan dengan tingkat partisipasi sekolah pada

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 29


usia ini yaitu 11,93 persen pada tahun 2013 menjadi 14,77 persen pada tahun 2014
dan sebesar 18,37 tahun 2015.

4.1.2. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM)
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang
Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GN-PPWBA) menargetkan, (i)
angka partisipasi murni (APM) SD/MI sekurang-kurangnya menjadi 95 persen pada
akhir tahun 2008;(ii) angka partisipasi kasar (APK) SMP/MTs sekurang-kurangnya

id
menjadi 95 persen pada akhir tahun 2008; dan (iii) persentase penduduk buta

o.
aksara usia 15 tahun ke atas sekurang-kurangnya menjadi 5 persen pada akhir

.g
tahun 2009.

ps
Isu mendasar di bidang pendidikan sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun

.b
2006 adalah penuntasan wajib belajar dan pemberantasan buta aksara. Kedua isu

ab
ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-D)
k
dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKP-D).
ra

Angka Partisipasi Kasar (APK), menunjukkan partisipasi penduduk yang


ta

sedang mengenyam pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya. Angka


uu

Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang


at

bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapapun usianya) terhadap jumlah


nb

penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut.


APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan
ha

pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi


bu

penduduk untuk mengenyam pendidikan. APK merupakan indikator yang paling


la

sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing


:\\

jenjang pendidikan.
tp

Nilai APK bisa lebih dari 100 %. Hal ini disebabkan karena populasi murid
ht

yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan mencakup anak berusia di luar
batas usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Sebagai contoh,
banyak anak-anak usia diatas 12 tahun, tetapi masih sekolah di tingkat SD.
Adanya siswa dengan usia lebih tua dibanding usia standar di jenjang
pendidikan tertentu menunjukkan terjadinya kasus tinggal kelas atau terlambat
masuk sekolah. Sebaliknya, siswa yang lebih muda dibanding usia standar yang

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 30


duduk di suatu jenjang pendidikan menunjukkan siswa tersebut masuk sekolah di
usia yang lebih muda.
Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase jumlah anak pada
kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan
yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah seluruh anak pada kelompok usia
sekolah yang bersangkutan.
Bila seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah tepat waktu, maka APM
akan mencapai nilai 100. Secara umum, nilai APM akan selalu lebih rendah dari
APK karena nilai APK mencakup anak diluar usia sekolah pada jenjang pendidikan

id
yang bersangkutan.

o.
Selisih antara APK dan APM menunjukkan proporsi siswa yang terlambat

.g
atau terlalu cepat bersekolah. Keterbatasan APM adalah kemungkinan adanya

ps
under estimate karena adanya siswa diluar kelompok usia standar di tingkat

.b
pendidikan tertentu.

k ab
Tabel 4.1. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM)
ra
Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun
ta

2013-2015
uu

Tingkat Angka Partisipasi Kasar (APK) Angka Partisipasi Murni (APM)


at

Pendidikan 2013 2014 2015 2013 2014 2015


nb

[1] [2] (3) (4) [5] (6) (7)


Negeri + Swasta
ha

1. SD 110,26 101,67 113,37 98,94 99,42 98,71


bu

2. SLTP 86,12 93,97 90,02 76,39 82,48 75,37


la

3. SMU/SMK
:\\

67,55 73,30 81,10 59,34 62,66 61,57


tp

Sumber: BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


ht

4.1.3. Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan


Rendahnya tingkat pendidikan merupakan salah satu penghambat dalam
percepatan pembangunan. Dengan demikian, tingkat pendidikan sangat diperlukan
untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Keadaan seperti ini sesuai dengan
hakekat pendidikan itu sendiri, yakni merupakan usaha sadar untuk pengembangan
kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung seumur
hidup.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 31


Grafik 4.2 Persentase Penduduk 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan
Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun
2015
0.81
3.22

4.11 0.56
28.33
SD
16.63
SMTP
SMTA UMUM
SMTA KEJURUAN

id
DIPLOMA I&II

o.
DIPLOMA III
D-IV/S-1 Ke Atas

.g
ps
25.67

.b
ab
Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara
k
ra
Pada tahun 2015 masih ada 0,77 persen penduduk yang tidak/belum
ta

pernah sekolah, tidak/belum tamat SD 19,90 persen, tamat pendidikan dasar


uu

yaitu SD dan SLTP sebesar 28,33 persen dan 25,67 persen, kemudian tamat
at

pendidikan menengah umum dan kejuruan sebesar 16,63 persen dan 4,11 persen,
nb

serta sisanya 4,59 persen tamat pendidikan tinggi.


ha

4.2. Sarana Pendidikan


bu

Seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa keberhasilan


pendidikan sangat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana pendidikan, yaitu guru,
la

buku dan bahan pelajaran, gedung sekolah, kelas, dan lainnya. Pada bagian ini akan
:\\
tp

diulas mengenai perkembangan kecukupan sarana pendidikan di Labuhanbatu


ht

Utara melalui indikator-indikator yang sesuai.


Pada tingkat pendidikan prasekolah khususnya TK (Taman Kanak-kanak)
dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2013, jumlah TK di Kabupaten Labuhanbatu
Utara sebanyak 36 buah dengan jumlah murid sebanyak 1.372 murid. Untuk
pendidikan dasar khususnya untuk tingkat Sekolah Dasar dapat dijelaskan bahwa
pada tahun 2013, jumlah Sekolah Dasar yang ada di Labuhanbatu Utara berjumlah
311 buah. Kemudian banyaknya murid yang ditampung berjumlah 56.145 orang.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 32


Kondisi pada tahun 2014 terjadi perubahan dari segi jumlah sekolah, murid, dan
guru. Jumlah Taman Kanak-kanak (TK) pada tahun 2014 sebanyak 42 buah,
sedangkan jumlah murid menjadi 1.497, kemudian jumlah sekolah dasar (SD)
sebanyak 316 buah dengan murid berjumlah 52.248. Sementara di tahun 2015
jumlah TK sebanyak 40 buah (swasta) dengan jumlah murid sebanyak 1.200 orang,
jumlah SD sebanyak 308 buah dengan jumlah murid sebanyak 51.149 orang.
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan Sekolah Menengah Umum/Kejuruan
(SMU)/SMK juga mengalami perubahan seperti ditunjukkan tabel 4.2.

Tabel 4.2. Jumlah Sekolah dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan

id
Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2013-2015

o.
.g
Sekolah Murid
Tingkat Pendidikan

ps
2013 2014 2015 2013 2014 2015

.b
[1] [2] (3) (4) [5] [6] [7]

1. TK

ab
36 42 40* 1.372 1.497 1.200*
2. SD 311 316 308 56.145 52.248 51.149
k
ra
3. SLTP 92 90 88 20.313 19.994 18.897
ta

4. SMU/SMK 47 49 49 13.687 14.328 14.406


uu

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kantor Kementrian Agama Kab. Labuhanbatu Utara
Ket : * Tk swasta
at
nb

Pada tahun 2015 jumlah tenaga guru rata-rata mengalami kenaikan


dibanding tahun 2014. Jumlah Guru TK pada tahun 2015 sebanyak 128 orang guru
ha

sedangkan tahun 2014 ada sebanyak 90 orang dan tahun 2013 sebanyak 161 orang.
bu

Untuk pendidikan dasar khususnya untuk tingkat Sekolah Dasar dapat dijelaskan
la

bahwa pada tahun 2013, jumlah Guru Sekolah Dasar yang ada di Labuhanbatu Utara
:\\

berjumlah 3.779 orang, meningkat menjadi 3.843 orang tahun 2014. Sedangkan
tp

pada tahun 2015 ada sebanyak 3.460 orang, kemudian jumlah guru Sekolah
ht

Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) juga
mengalami perubahan seperti ditunjukkan tabel 4.3.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 33


Tabel 4.3. Jumlah Murid dan Guru Menurut Tingkat Pendidikan Tahun
2013-2015 Kabupaten Labuhanbatu Utara
Murid Guru
Tingkat Pendidikan
2013 2014 2015 2013 2014 2015
[1] (2) (3) (4) (6) (7) (8)

1. TK 1.372 1.497 1.200* 161 90 128*

2. SD 56.145 52.248 51.149 3.779 3.843 3.460

3. SLTP 20.313 19.994 18.897 1.525 1.567 1.607

4. SMU/SMK

id
13.687 14.328 14.406 1.036 1.345 1.350

o.
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kantor Kementrian Agama Kab. Labuhanbatu Utara
Ket : * Tk swasta

.g
ps
Indikator yang dapat digunakan untuk melihat kecukupan sarana

.b
pendidikan disuatu daerah diantaranya adalah rasio murid/sekolah, rasio

ab
murid/guru, dan rasio murid/kelas. Pada tahun 2015 tingkat kecukupan sarana
k
ra
pendidikan terutama jumlah sekolah bisa dikatakan sudah cukup memadai.
Kondisi ini diperlihatkan dengan rasio murid/sekolah sebesar 166,07 pada tingkat
ta

SD, yang berarti setiap satu sekolah SD di Labuhanbatu Utara rata-rata


uu

menampung 166 orang murid, menurun dibanding tahun 2014 yang menampung
at

165 orang murid.


nb
ha

Selama ini yang selalu menjadi permasalahan dunia pendidikan adalah


bu

jumlah guru yang masih kurang dan penyebarannya yang belum merata. Kondisi
rasio sekolah, murid, dan guru di Labuhanbatu Utara terlihat pada tabel 4.4
la

dimana untuk tingkat SD pada tahun 2015 rata-rata seorang guru mengajar
:\\
tp

sebanyak 15 orang murid. Pada tingkat SLTP rata-rata seorang guru harus
mengajar sebanyak 12 orang murid, serta pada tingkat SMU/SMK rata-rata
ht

seorang guru harus mengajar 11 orang murid.

Pada tingkat pendidikan SLTP pada tahun 2012 rasio murid dan
sekolahnya sebesar 191,39 menjadi 220,79 pada tahun 2013 kemudian menjadi
220,36 pada tahun 2014. Pada tingkat SMU/SMK rasio murid terhadap sekolah
adalah sebesar 386,31 pada tahun 2012 menurun menjadi 268,85 tahun 2013 dan
kemudian meningkat menjadi 302,81 pada tahun 2014.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 34


Tabel 4.4. Rasio Sekolah dan Murid serta Rasio Murid dan Guru Menurut
Tingkat Pendidikan Tahun 2013-2015 Kabupaten Labuhanbatu Utara

Rasio Murid/Sekolah Rasio Murid/Guru


Tingkat Pendidikan
2013 2014 2015 2013 2014 2015
[1] (2) (3) [4] [5] (6) (7)

1. TK 38,11 35,64 30* 8,52 16,63 9,38*

2. SD 180,53 165,34 166,07 14,86 13,60 14,78

3. SLTP 220,79 222,16 214,74 13,32 12,76 11,76

id
4. SMU/SMK 291,21 292,41 294 13,21 10,65 10,67

o.
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kantor Kementrian Agama Kab. Labuhanbatu Utara

.g
Ket : * Tk swasta

ps
.b
Kemudian rasio murid dan guru pada tingkat pendidikan SLTP pada tahun
k ab
2013 adalah sebesar 13,32 menjadi 12,76 pada tahun 2014 kemudian turun
menjadi 11,76 pada tahun 2015. Pada tingkat SMU/SMK rasio murid terhadap
ra

guru adalah sebesar 13,21 pada tahun 2013 menurun menjadi 10,65 di tahun
ta

2013 dan naik menjadi 11,67 pada tahun 2015.


uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 35


id
o.
5.1 Derajat Kesehatan Penduduk

.g
ps
5.2 Pelayanan Kesehatan

.b
k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 36


Seperti halnya dengan pendidikan, kesehatan harus dipandang sebagai
investasi di masa mendatang dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Berdasarkan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan salah satu hak dasar rakyat adalah mendapat pelayanan kesehatan.
Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat
dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, murah, dan merata.
Dengan adanya upaya tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan
masyarakat yang baik. Bangsa yang memiliki tingkat derajat kesehatan yang tinggi
akan lebih berhasil dalam melaksanakan pembangunan.

id
Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat

o.
diantaranya adalah kurangnya sarana pelayanan kesehatan, keadaan sanitasi dan

.g
lingkungan yang tidak memadai, dan rendahnya konsumsi makanan bergizi. Tetapi

ps
faktor terpenting dalam upaya peningkatan kesehatan terletak pada manusianya

.b
sebagai subyek dan sekaligus obyek dari upaya tersebut.
k ab
Untuk melaksanakan pembangunan kesehatan ini tentunya diperlukan
dana dan anggaran yang tidak sedikit. Pada tahun anggaran 2011 Pemerintah
ra

Kabupaten Labuhanbatu Utara mengalokasikan anggaran untuk alat-alat


ta

kedokteran agar didapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada


uu

masyarakat .
at
nb
ha

5.1. Derajat Kesehatan Penduduk


Untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat suatu daerah,
bu

banyak indikator makro yang dapat digunakan diantaranya adalah tingkat


la

kesakitan (Morbidity Rate), tenaga penolong kelahiran, tingkat kematian bayi


:\\

(Infant Mortality Rate/IMR), Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality), dan angka
tp

harapan hidup (eo)


ht

5.1.1. Angka Kesakitan (Morbidity Rate)


Tingkat kesakitan/morbiditas didefinisikan sebagai persentase penduduk
yang mempunyai keluhan kesehatan dan mengakibatkan terganggunya aktivitas
sehari-harinya dalam sebulan yang lalu. Tingkat kesakitan ini selain secara umum
dapat dilihat juga jenis keluhan menurut jenis penyakit.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 37


Berdasarkan data tahun 2013, 2014, dan 2015, tingkat morbiditas di
Kabupaten Labuhanbatu Utara menunjukkan kenaikan dan penurunan secara
fluktuatif. Pada tahun 2013 sebanyak 15,43 persen dan naik pada tahun 2014
menjadi 25,01 persen penduduk Labuhanbatu Utara mengalami keluhan sakit
selama satu bulan yang lalu. Pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi
11,10 persen dengan rincian penyakit panas, batuk, pilek, asma, diare, sakit
kepala, sakit gigi, dan lainnya. Untuk tahun 2015 jika dilihat menurut jenis kelamin
dapat dikatakan bahwa laki-laki lebih banyak menderita keluhan kesehatan, hal ini
terlihat dari persentase laki-laki yang mengalami keluhan kesehatan sebesar 12,04

id
persen dan laki-laki sebanyak 10,15 persen.

o.
.g
Grafik 5.1. Perkembangan Tingkat Morbiditas Penduduk
%

ps
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2013-2015
30

.b
25.78 25.01
24.25

ab
25
k
20
ra
15.91 15.43
14.95
ta

15
12.04
11.10
10.15
uu

10
at

5
nb

0
ha

2013 2014 2015


bu

Laki-Laki Perempuan Laki+ Perempuan


la

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


:\\
tp

Berdasarkan data yang tersaji pada tabel 5.1, Pada tahun 2015, kasus
ht

penyakit terbanyak di kabupaten Labuhanbatu Utara adalah penyakit Kencing


Manis/Diabetes Mellitus sebanyak 2.045 kasus, Maag/Gestro Enteritis sebanyak
1.514 kasus, dan gangguan perut /Dyspepsia 1.068 kasus.
Yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Labuhanbatu
Utara terutama Dinas Kesehatan dan dinas terkait adalah meningkatnya penderita
kencing manis. Perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan
untuk mengurangi jumlah penderita kencing manis.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 38


Tabel 5.1. Jumlah Kasus Penyakit Terbanyak di Kabupaten Labuhanbatu Utara
Tahun 2015

No Jenis Penyakit Banyak Kasus

[1] [2] [3]


1 Luka (Kecelakaan) / Trauma Capitis 1.054
2 Maag / Gsetro Enteritis 1.514
3 Paru-Paru / TBC 311

id
4 Gangguan Perut / Dyspepsia 1.068

o.
5 Demam / Malarie / Malaria Febris 329

.g
6 Kencing Manis / Diabetes Mellitus 2.045

ps
7 Stroke 24

.b
8 Vulmus Luestrum 0
9
10
Jantung / CHF
Hepatitis / Hepatiities
k ab 5
779
ra

11 Kusta / Lepra 15
ta

12 Filariasis 15
uu

13 Lainnya 0
at

Jumlah/ Total 7159


nb

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara


ha
bu

5.1.2. Kesehatan Lingkungan


la

Kesehatan lingkungan merupakan faktor yang sangat berpengaruh


:\\

terhadap status kesehatan masyarakat. Salah satu ukuran kesehatan lingkungan


tp

tercemin melalui persentase rumahtangga yang menggunakan air bersih dan


ht

sarana buang air besar yang memadai.


Sampai dengan tahun 2015 rumah tangga di Labuhanbatu Utara yang
menggunakan air leding sebagai sumber air minumnya yang diyakini secara
kesehatan lebih terjamin sebesar 1,61 persen. Hal ini disebabkan karena
kedelapan kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara hanya sebagian kecil
rumah tangga dijangkau oleh air leding, masyarakat di daerah ini pada umumnya
masih lebih banyak menggunakan sumur terlindung yaitu sebesar 23,90 persen,

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 39


air isi ulang sebanyak 23,81 persen, sumur bor/pompa sebanyak 22,93 persen, air
permukaan sebanyak 12,56 persen, dan air hujan sebesar 9,52 persen.

Grafik 5.2. Persentase Rumahtangga Menurut Sumber Air Minum di


Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

1.61
2.15
12.56 3.52
23.9

id
o.
9.52

.g
ps
.b
ab
23.81
22.93 k
ra
ta

Sumur Terlindung Air Isi Ulang Sumur Bor/Pompa Air Hujan


uu

Air permukaan Sumur Tak Terlindung Air Leding Lainnya


at

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


nb
ha

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2015 masih ada
bu

sekitar 70,08 persen kondisi air minum di Kabupaten Labuhanbatu Utara tidak
layak, dan sekitar 29,92 persen kondisi air minum yang layak. Kondisi ini masih
la

butuh perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup yang layak


:\\
tp

sehingga tercipta manusia yang sehat.


ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 40


Grafik 5.3. Persentase Rumahtangga Menurut Tempat Pembuangan
Akhir Kotoran/Tinja di Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2015

lobang
tanah/pantai/tanah lainnya, 0.08
lapang/kebun, 35.1

id
o.
.g
Tangki Septik/SPAL,
kolam/sawah/sungai
55.66

ps
/danau/laut, 9.16

.b
ab
Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara
Kemudian apabila dianalisa dari penggunaan fasilitas tempat buang air
k
ra
besar, pada tahun 2015 sebanyak 55,66 persen rumahtangga menggunakan
ta

fasilitas tempat buang air besar yang memenuhi syarat kesehatan yaitu tangki
uu

septik/SPAL karena dapat menghindari tercemarnya lingkungan, terutama sumber


air minum pompa/sumur oleh limbah manusia. Sampai dengan tahun 2015
at

pembuangan akhir tinja yang masih sembarangan ada 35,10 persen,


nb

kolam/sawah/sungai/danau/laut mencapai 9,16 persen. Kondisi tersebut


ha

diperkuat dengan status kepemilikan fasilitas tempat buang air besar, secara
bu

keseluruhan sebanyak 81,73 persen rumahtangga yang sudah mempunyai fasilitas


la

sendiri.
:\\

5.2. Pelayanan Kesehatan


tp

Salah satu tujuan strategis yang akan dicapai pembangunan kesehatan di


ht

Labuhanbatu Utara yang tertera dalam rencana strategis program pembangunan


daerah adalah meningkatkan mutu, kinerja dan etika pelayanan tenaga kesehatan,
institusi kesehatan, dan unit pelayanan.
Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya untuk dinikmati oleh
masyarakat yang mampu saja namun semua warga Labuhanbatu Utara
mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang layak, termasuk
bagi masyarakat golongan ekonomi lemah. Oleh sebab itu salah satu arah

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 41


kebijakan pembangunan kesehatan adalah mengembangkan sistem pelayanan
kesehatan terhadap penduduk miskin, salah satunya dengan pemberian jaminan
kesehatan, sehingga diharapkan semua lapisan masyarakat yang ada dapat
menikmati pelayanan kesehatan yang baik. Berdasarkan data Susenas 2015, ada
sebanyak 22,62 persen penduduk yang menggunakan jaminan kesehatan untuk
berobat jalan di fasilitas kesehatan, yaitu penduduk yang mengunakan kartu BPJS
kesehatan sebanyak 3,61 persen, BPJS ketenagakerjaan sebanyak 1,47 persen, dan
Askes/asabri/jamsostek sebanyak 8,47 persen. Penduduk yang menggunakan
jamkesmas/PBI sebanyak 11,23 persen, jamkesda sebanyak 3,30 persen, asuransi

id
swasta sebanyak 0,36 persen dan asuransi yang disediakan oleh

o.
perusahaan/kantor sebanyak 4,04 persen. Sedangkan penduduk yang berobat

.g
jalan tidak menggunakan jaminan kesehatan sebanyak 67,38 persen.

ps
.b
5.2.1. Tenaga dan Sarana Kesehatan

ab
Ketersediaan tenaga dan sarana kesehatan yang memadai menjadi syarat
k
penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu
ra

indikator yang dapat digunakan untuk melihat kecukupan tenaga kesehatan


ta

terhadap jumlah penduduk.


uu

Tabel 5.2. Jumlah Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Labuhanbatu Utara


at

Tahun 2015
nb
ha

Tenaga Kesehatan Jumlah Tenaga Kesehatan


[1] [2]
bu

1. Dokter Umum 48
la

2. Dokter Spesialis -
:\\
tp

3. Dokter Gigi 10
ht

3. Bidan 210

4. Perawat 207

5. Ahli Gizi 3

6. Lainnya 42

Jumlah 520
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 42


Berdasarkan data pada tabel 5.2, jumlah tenaga kesehatan pada tahun
2015 yaitu sebanyak 520 orang yang terdiri dari 48 dokter umum, 10 dokter gigi,
210 bidan, 207 perawat, 3 ahli gizi, 42 tenaga kesehatan lainnya.

Keberadaan dan kualitas sarana kesehatan yang ada Kabupaten


Labuhanbatu Utara menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2014 terjadi
perubahan yang cukup signifikan untuk sarana kesehatan berupa puskesmas yaitu
18 unit dan Poskesdes 73 unit.

Kondisi jumlah sarana kesehatan tersebut dapat tergolong cukup terutama

id
untuk puskemas dan Poskesdes, namun yang perlu mendapat perhatian adalah

o.
.g
tentang sarana pendukung seperti peralatan medis, tempat tidur bagi rumah sakit

ps
dan lainnya.

.b
Tabel 5.3. Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Tahun

ab
2013-2015 k
ra
Jumlah Sarana
Sarana Kesehatan
2013 2014 2015
ta

[1] [2] [3] [4]


uu

1. Rumah Sakit 1 1 1
at
nb

2. Puskesmas 17 17 17
ha

3. Posyandu 527 526 525


bu

4. Balai Pengobatan 15 15 10
la
:\\

5. Poskesdes 21 73 73
tp
ht

TOTAL 581 632 626

Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Labuhanbatu Utara

5.2.2. Penolong Kelahiran


Kesehatan balita selain dipengaruhi oleh kesehatan ibu, dapat juga
dipengaruhi oleh faktor lain, diantaranya adalah penolong kelahiran. Data

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 43


komposisi penolong kelahiran bayi dapat dijadikan salah satu indikator kesehatan
terutama dalam hubungannya dengan tingkat kesehatan ibu dan anak serta
pelayanan kesehatan secara umum.
Dilihat dari kesehatan ibu dan anak, persalinan yang ditolong oleh tenaga
medis seperti dokter dan bidan dapat dianggap lebih baik dan aman jika
dibanding ditolong oleh bukan tenaga media seperti dukun, famili atau lainnya.
Penanganan kelahiran bayi yang kurang baik dapat membahayakan kondisi ibu
dan bayi yang dilahirkan seperti pendarahan, kejang-kejang atau situasi yang lebih
berbahaya dapat mengakibatkan kematian pada bayi atau si ibu.

id
Pada tahun 2015 penolong kelahiran terakhir balita di Labuhanbatu Utara

o.
pada umumnya adalah bidan sebanyak 89,35 persen, dokter kandungan sebanyak

.g
7,07 persen dan kelahiran ditolong oleh dukun beranak/paraji sebanyak 3,59

ps
persen.

.b
ab
Grafik 5.4. Pesentase Balita di Kabupaten Labuhanbatu Utara
Menurut Penolong Kelahiran Pertama, 2013-2015
k
ra
89.35
90
ta

80
uu

74.27 73.29
70
at

60
50
nb

40 23.87
ha

30 22.1
bu

20
3.59
2.7 7.07
10 0.93 2.83 0 0
la

0
:\\

2013 2014 2015


tp
ht

Dokter Bidan Dukun beranak/paraji Lainnya

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 44


6.1 Tingkat Partisipasi Angkatan

id
Kerja (TPAK)

o.
.g
ps
6.2 Tingkat Pengangguran Terbuka

.b
(TPT)
6.3
k ab
Karekterisitik Penduduk Bekerja
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 45


Pembangunan ketenagakerjaan dititikberatkan pada tiga masalah pokok,
yakni perluasan dan pengembangan lapangan kerja, peningkatan kualitas, dan
kemampuan tenaga kerja, serta perlindungan tenaga kerja. Masalah
ketenagakerjaan sampai saat ini masih merupakan permasalahan dan isu yang
kompleks serta terus berkembang, sehingga tidak hanya menjadi masalah daerah
namun telah menjadi masalah nasional bahkan regional, dan internasional.
Masalah ketenagakerjaan membutuhkan perhatian yang sangat serius dari semua
pihak terkait, baik pemerintah, pengusaha, pekerja itu sendiri dan pihak lainnya.
Tenaga kerja didefinisikan sebagai penduduk yang mampu bekerja

id
memproduksi barang dan jasa. Pada analisis ketenagakerjaan ini digunakan

o.
batasan bahwa penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun

.g
keatas. Penduduk 15 tahun keatas (tenaga kerja) terdiri dari angkatan kerja dan

ps
bukan angkatan kerja.

.b
Dalam analisis tenaga kerja, bagian yang sangat penting mendapat

ab
perhatian adalah angkatan kerja. Angkatan kerja (economically active)
k
didefinisikan sebagai bagian dari tenaga kerja yang benar-benar siap bekerja
ra

untuk memproduksi barang dan jasa. Mereka yang siap bekerja ini terdiri dari
ta

yang benar-benar bekerja dan mereka yang tergolong sebagai pengangguran.


uu

Pengangguran disini didefinisikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja dan
at

saat sedang mencari kerja atau mempersiapkan usaha atau juga orang yang
nb

sudah merasa putus asa untuk mendapatkan pekerjaan. Selanjutnya Tenaga kerja
yang termasuk kedalam bukan angkatan kerja (uneconomically active) adalah
ha

mencakup mereka yang bersekolah, mengurus rumahtangga, penerima


bu

pendapatan (pensiunan), dan lain-lain. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia


la

termasuk di Kabupaten Labuhanbatu Utara diperkirakan akan semakin kompleks.


:\\

Indikasi ini terlihat di samping pertambahan penduduk usia kerja setiap tahunnya
tp

yang terus meningkat sebagai implikasi dari jumlah penduduk yang cukup besar
ht

disertai struktur umur yang cenderung mengelompok pada usia muda juga masih
tingginya angka pengangguran terutama pengangguran terbuka.
Selain pengangguran terbuka (disguised unemployed) dan pengangguran
terselubung yaitu mereka yang bekerja kurang dari jam kerja normal (under
employed) juga merupakan permasalahan ketenagakerjaan yang perlu mendapat
perhatian. Kondisi tersebut banyak terjadi di Labuhanbatu Utara yang antara lain
sebagai konsekuensi dari masyarakat bercorak agraris dan lapangan pekerjaan yang

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 46


sangat terbatas serta semakin banyak calon tenaga kerja baru baik yang
berpendidikan maupun tidak.

Tabel 6.1. Jumlah dan Persentase Penduduk 15 Tahun Keatas


Menurut Kegiatan Seminggu yang Lalu 2013-2015

2013 2014 2015


Kegiatan
Utama Jumlah % Jumlah % Jumlah %

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

id
Angkatan Kerja 164 168 75,25 140 468 61,63 154 709 66,94

o.
- Bekerja 151 674 69,52 125 190 54,93 141 176 61,08

.g
- Pengangguran 12 494 5,73 15 278 6,70 13 533 5,86

ps
Bukan Angkatan

.b
54 009 24,75 87 446 38,37 76 411 33,06
Kerja

Jumlah 218 177 100,00 ab


227 914
k 100,00 231 120 100,00
ra
TPAK 75,25 61,63 66,94
ta

TPT 7,61 10,88 8,75


uu

Ket : Survei SAKERNAS tahun 2013-2015


at

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


nb

Untuk memberikan gambaran mengenai ketenagakerjaan di Kabupaten


ha

Labuhanbatu Utara dalam bagian ini akan disajikan kondisi ketenagakerjaan dilihat
bu

dari penduduk usia kerja, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan
la

tingkat penganggguran. Selain itu, disajikan pula secara singkat indikator-indikator


:\\

ketenagakerjaan yang meliputi, status pekerjaan, lapangan pekerjaan, dan jenis


tp

pekerjaan.
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 47


6.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional tahun 2015, jumlah


penduduk usia kerja di Labuhanbatu Utara adalah 231.120 orang yang terdiri dari
154.709 angkatan kerja dan sisanya sebanyak 76.411 orang termasuk bukan
angkatan kerja. Selanjutnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan
indikator yang mampu menggambarkan sejauh mana peran angkatan kerja disuatu
daerah. Semakin tinggi nilai TPAK nya semakin besar pula keterlibatan penduduk
usia kerja didalam pasar kerja.

id
Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa TPAK di Labuhanbatu

o.
Utara tahun 2015 adalah sebesar 66,94 persen yang artinya bahwa pada tahun

.g
2015 sebanyak 67 persen penduduk usia kerja di Labuhanbatu Utara siap terjun

ps
dalam pasar kerja baik itu bekerja atau mencari kerja/mempersiapkan usaha

.b
dengan kata lain berstatus sebagai penggangguran.
k ab
Jika dilihat pekembangannya, tingkat partisipasi angkatan kerja di
Labuhanbatu Utara menunjukkan kecenderungan tidak stabil atau fluktuatif. Pada
ra

tahun 2013 TPAK Labuhanbatu Utara 75,25 persen, tahun 2014 TPAK Labuhanbatu
ta

Utara menurun menjadi 61,63 persen dan meningkat pada tahun 2015 menjadi
uu

66,94 persen.
at
nb

6.2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)


ha

Selanjutnya indikator ketenagakerjaan lainnya yang sangat penting adalah


bu

tingkat pengangguran. Dimana pengangguran yang dianggap paling serius untuk


la

diatasi adalah pengangguran terbuka, yaitu angkatan kerja yang tidak mempunyai
:\\

pekerjaan dan sedang mencari/mempersiapkan pekerjaan. Data menunjukkan,


tp

bahwa tingkat pengangguran terbuka di Labuhanbatu Utara kecenderungan tidak


ht

stabil atau fluktuatif. Data tahun 2015 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran
terbuka adalah sebesar 8,75 persen dari total angkatan kerja lebih rendah
dibanding tahun 2014 yang sebesar 10,88 persen, tahun 2013 sebesar 7,61
persen.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 48


Grafik 6.1. Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT),
Kab. Labuhanbatu Utara 2013-2015

% 9
8
7
6 10.88
5 7.61
8.75
4

id
3
2

o.
1

.g
0

ps
2013 2014 2015

.b
Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara

k ab
ra
ta
uu
at
nb
ha
bu
la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 49


6.3. Karakteristik Penduduk Bekerja
6.3.1. Lapangan Pekerjaan Dan Jenis Pekerjaan
Sektor pertanian dan jasa merupakan sektor yang dominan bagi
perekonomian maupun penyerapan tenaga kerja di Labuhanbatu Utara.

Tabel 6.2. Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Lapangan
Usaha dan Jenis Kelamin di Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015

Lapangan Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Jumlah

id
(1) (2)

o.
(3) (4)

.g
1. Pertanian 64 299 20 161 84 460

ps
2. Manufaktur 8 124 1 431 9 555

.b
3. Jasa 23 839 23 322 47 161

Jumlah
k ab 96 262 44 914 141 176
ra
Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara
ta

Besarnya peran sektor pertanian dalam perekonomian Labuhanbatu Utara


uu

antara lain disebabkan daerah ini memang merupakan potensi sektor pertanian
at

baik itu pertanian tanaman pangan, peternakan, perkebunan, kehutanan dan


nb

perikanan karena didukung oleh lahan yang cukup luas dan subur.
ha
bu

6.3.2. Status Pekerjaan


la

Status Pekerjaan dibedakan menjadi enam macam, yaitu berusaha sendiri,


:\\
tp

berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap, berusaha dibantu dengan buruh
ht

tetap, buruh/karyawan, pekerja bebas, serta pekerja keluarga. Klasifikasi status


pekerjaan ini bermanfaat terutama untuk membandingkan proporsi penduduk
yang bekerja menurut status pekerjaan tersebut.
Pada umumnya pekerja keluarga, pengusaha tanpa buruh dan pengusaha
dengan bantuan pekerja keluarga lebih menonjol pada sektor dan jenis pekerja
yang relatif ‘tradisional’, sedangkan sektor dan jenis yang relatif modern terdapat
lebih banyak buruh atau karyawan dan pengusaha yang dengan buruh tetap.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 50


Pekerja keluarga biasanya mengelompok pada sektor-sektor pertanian, terutama
dikalangan perempuan dan penduduk laki-laki berusia muda.
Pada umumnya penduduk Labuhanbatu Utara yang bekerja berstatus pekerja
keluarga. Pada tahun 2015 sebanyak 20,47 persen pekerja di Labuhanbatu Utara
berstatus berusaha sendiri kemudian status pekerjaan lainnya yang cukup
dominan adalah karyawan/buruh yaitu 34,98 persen.

Grafik 6.2. Jumlah Penduduk di Kabupaten Labuhanbatu Utara Menurut


Status Pekerjaan Tahun 2012-2014

id
o.
49,389

.g
37,333 37,822

ps
36,899
34,648
31,968
28,895

.b
ab
17,145
20,619
17,583 18,428
16,523 k 16,716
13,089
11,324 10,756
ra
10,445 8,458
ta
uu

2013 2014 2015


Berusaha Sendiri
at

Berusaha dibantu buruh tidak tetap/tdk dibayar


Berusaha dibantu buruh tetap/dibayar
nb

Karyawan/Buruh
Pekerja Bebas
ha

Pekerja Tidak Dibayar/Pekerja Keluarga


bu

Sumber : BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara


la
:\\
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Utara 2015 Hal 51


ht
tp
:\\
la
bu
ha
nb
at
uu
ta
ra
k ab
.b
ps
. go
.id