Anda di halaman 1dari 35

USULAN RINCIAN KEWENANGAN KLINIS

Nama : dr. Juniarto Jaya Pangestu


Umur : 25 tahun
Alamat : KM 2, Waingapu
SMF/Sub Bagian : Unit Gawat Darurat, ICU, Kamar Operasi
Ijazah/Sertifikat yang dimiliki : Pelatihan Advance Cardiovascular Life Support, Advance
Trauma Life Support

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya memiliki dan mampu untuk melakukan kompetensi di
bawah ini :
1. SISTEM SARAF

KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


NO
DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
1 Spina bifida
2 Fenilketonuria
3 Duchene muscular dystrophy
4 Kejang demam
5 Infeksi sitomegalovirus
6 Meningitis
7 Malaria serebral
8 Tetanus
9 Tetanus neonatorum
10 Toksoplasmosis serebral
11 Abses otak
12 HIV AIDS tanpa komplikasi
13 AIDS dengan komplikasi
14 Hidrosefalus
15 Poliomielitis
16 Rabies
17 Spondilitis TB
18 Tumor primer
19 Tumor sekunder
20 Ensefalopati
21 Koma
22 Mati batang otak
23 Tension headache
24 Migren
25 Arteritis kranial
26 Neuralgia trigeminal
27 Cluster headache
28 TIA
29 Infark serebral
30 Perdarahan subarakhnoid
31 Ensefalopati hipertensi
32 Bell's palsy
33 Lesi batang otak
34 Meniere's disesase
35 Vertigo (Benign paroxysmal
positional vertigo)
36 Cerebral palsy
37 Demensia
38 Penyakit Alzheimer
39 Parkinson
40 Gangguan pergerakan lainnya
41 Kejang
42 Epilepsi
43 Status epileptikus
44 Sklerosis multipel
45 Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
46 Complete spinal transaction
47 Sindrom kauda equine
48 Neurogenic bladder
49 Siringomielia
50 Mielopati
51 Dorsal root syndrome
52 Acute medulla compression
53 Radicular syndrome
54 Hernia nucleus pulposus (HNP)
55 Hematom epidural
56 Hematom subdural
57 Trauma medula spinalis
58 Reffered pain
59 Nyeri neuropatik
60 Sindrom Horner
61 Carpal tunnel syndrome
62 Tarsal tunnel syndrome
63 Neuropati
64 Peroneal palsy
65 Guillain Barre syndrome
66 Miastenia gravis
67 Polimiositis
Neurofibromatosis (Von Recklaing
68
Hausen disease)
69 Amnesia pascatrauma
70 Afasia
71 Mild Cognitive Impairment (MCI)

2. PSIKIATRI

KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


NO
DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
Delirium yang tidak diinduksi oleh
1
alkohol atau zat psikoaktif lainnya
2 Intoksikasi akut zat psikoaktif
3 Adiksi/ketergantungan Narkoba
Delirium yang diinduksi oleh alkohol
4
atau zat psikoaktif lainnya
5 Skizofrenia
6 Gangguan waham
7 Gangguan psikotik
8 Gangguan skizoafektif
9 Gangguan bipolar, episode manik
10 Gangguan bipolar, episode depresif
11 Gangguan siklotimia
Depresi endogen, episode tunggal
12
dan rekuran
Gangguan distimia (depresi
13
neurosis)
Gangguan depresif yang tidak
14
terklasifikasikan
15 Baby blues (post partum depression)
16 Agorafobia dengan/tanpa panik
17 Fobia sosial
18 Fobia spesifik
19 Gangguan panik
20 Gangguan cemas menyeluruh
21 Gangguan campuran cemas depresi
22 Gangguan obsesif-kompulsif
Reaksi terhadap stres yang berat &
23
gangguan penyesuaian
24 Post traumatic stress disorder
25 Gangguan disosiasi (konversi)
26 Gangguan somatoform
27 Trikotilomania
28 Gangguan kepribadian
29 Gangguan identias gender
30 Gangguan prefensi seksual
31 Gangguan perkembangan pervasif
32 Retardasi mental
Gangguan pemusatan perhatian dan
33
hiperaktif (termasuk autisme)
Gangguan tingkah laku (conduct
34
disorder)
35 Anoreksia nervosa
36 Bulimia
37 Pica
38 Gilles de la tourette syndrome
39 Chronic motor of vocal tics disorder
40 Transient tics disorder
41 Functional encoperasis
42 Functional enuresis
43 Uncoordinated speech
44 Parafilia
Gangguan keinginan dan gairah
45
seksual
Gangguan orgasmus, termasuk
46
gangguan ejakulasi (ejakulasi dini)
Sexual pain disorder (termasuk
47
vaginismus, diparenia)
48 Insomnia
49 Hipersomnia
50 Sleep-wake cycle disturbance
51 Nightmare
52 Sleep walking
3. SISTEM INDERA

KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


NO
DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
MATA
Konjunctiva
1 Benda asing di konjungtiva
2 Konjungtivitis
3 Pterigium
4 Perdarahan subkonjungtiva
5 Mata kering
Kelopak Mata
6 Blefaritis
7 Hordeolum
8 Chalazion
9 Laserasi kelopak mata
10 Entropion
11 Trikiasis
12 Lagoftalmus
13 Epikantus
14 Ptosis
15 Retraksi kelopak mata
16 Xanthelasma
Aparatus Lakrimaris
17 Dakrioadenitis
18 Dakriosistitis
19 Dakriostenosis
20 Laserasi duktus lakrimal
Sklera
21 Skleritis
22 Episkleritis
Kornea
23 Erosi
24 Benda asing di kornea
25 Luka bakar kornea
26 Keratitis
27 Kerato-konjungtivitis sicca
28 Edema kornea
29 Keratokonus
30 Xerophtalmia
Bola Mata
31 Endoftalmitis
32 Mikroftalmos
Anterior Chamber
33 Hifema
34 Hipopion
Cairan Vitreus
35 Perdarahan Vitreous
Iris dan Badan Silier
36 Iridosisklitis, iritis
37 Tumor iris
Lensa
38 Katarak
39 Afakia kongenital
40 Dislokasi lensa
Akomodasi dan Refraksi
41 Hipermetropia ringan
42 Miopia ringan
43 Astigmatism ringan
44 Presbiopia
45 Anisometropia pada dewasa
46 Anisometropia pada anak
47 Ambliopia
48 Diplopia binokuler
49 Buta senja
50 Skotoma
Hemlanopia, bitemporal and
51
homonymous
52 Gangguan lapang pandang
Retina
53 Ablasio retina
Perdarahan retina, oklusi pembuluh
54
darah retina
55 Degenerasi makula karena usia
Retinopati (diabetik, hipertensi,
56
prematur)
57 Koriorenitis
Diskus Optik dan Saraf Mata
58 Optic disc cupping
59 Edema papil
60 Atrofi optik
61 Neuropati optik
62 Neuritis optik
Glaukoma
63 Glaukoma akut
64 Glaukoma lainnya
TELINGA
Telinga, Pendengaran dan Keseimbangan
65 Tuli (kongenital, perseptif, konduktif)
66 Inflamasi pada aurikular
67 Herpes zoster pada telinga
68 Fistula pre-aurikular
69 Labirinitis
70 Otitis eksterna
71 Otitis media akut
72 Otitis media serosa
73 Otitis media kronik
74 Mastoiditis
75 Miringitis bulosa
76 Benda asing
77 Perforasi membran timpani
78 Otosklerosis
79 Timpanosklerosis
80 Kolesteatoma
81 Presbiakusis
82 Serumen prop
83 Mabuk perjalanan
84 Trauma akustik akut
85 Trauma aurikular
HIDUNG
Hidung dan Sinus Hidung
86 Deviasi septum hidung
87 Furunkel pada hidung
88 Rhinitis akut
89 Rhinitis vasomotor
90 Rhinitis alergika
91 Rhinitis kronik
92 Rhinitis medikamentosa
93 Sinusitis
94 Sinusitis frontal akut
95 Sinusitis maksilaris akut
96 Sinusitis kronik
97 Benda asing
98 Epistaksis
99 Etmoiditis akut
100 Polip
Kepala dan Leher
Fistula dan kista brankial lateral dan
101
medial
102 Higroma kistik
103 Tortikolis
104 Abses Bezold

4. SISTEM RESPIRASI
USULAN PERSETUJUAN
NO KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
1 Influenza
2 Pertusis
Acute Respiratory distress syndrome
3 (ARDS)
4 SARS
5 Flu burung
Laring dan Faring
6 Faringitis
7 Tonsilitis
8 Laringitis
9 Hipertrofi Adenoid
10 Abses Peritonsilar
11 Pseudo-croop acute epiglotis
12 Difteria (THT)
13 Karsinoma Laring
14 Karsinoma Nasofaring
Trakea
15 Trakeitis
16 Aspirasi
17 Benda Asing
Paru
18 Asma bronkial
Status Asmatikus (asma akut berat)
19

20 Bronkitis Akut
21 Bronkiolitis akut
22 Bronkiektasis
23 Displasia bronkopulmonar
24 Karsinoma paru
25 Pneumonia, bronkopneumonia
26 Pneumonia aspirasi
Tuberkulosis paru tanpa aspirasi
27

28 Tuberkulosis dengan HIV


29 Multi drug Resistance (MDR) TB
30 Pneumothorax ventil
31 Pneumothorax
32 Efusi pleura
33 Efusi pleura masif
34 Emfisema paru
35 Atelektasis
36 PPOK eksaserbasi akut
37 Edema paru
38 Infark paru
39 Abses paru
40 Emboli paru
41 Kistik fibrosis
42 Haematothorax
43 Tumor mediastinum
44 Pneumokoniasis
45 Penyakit paru interstisial
46 Obsturctive Sleep Apnea (OSA)

5. SISTEM KARDIOVASKULAR
KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN
NO
DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
Gangguan dan kelainan pada jantung
1 Kelainan jantung kongenital
radang pada dinding jantung
2 (endokarditis, miokarditis, perikarditis)

Syok (septik, hipovolemik, kardiogenik,


3 neurogenik)
4 Angina pektoris
5 Infark miokard
6 Gagal jantung akut
7 Gagal jantung kronik
8 Cardiorespiratory arrest
9 kelainan katup jantung
Takikardi : supraventrikular, ventrikular
10

11 Fibrilasi artial
12 Fibrilasi ventrikular
13 Atrial flutter
Ekstrasistol supraventrikular, ventrikular
14

15 Bundle branch block


16 Aritmia lainnya
17 Kardiomiopati
18 Kor pulmonale akut
19 Kor pulmonale kronik
Gangguan aorta dan arteri
20 Hipertensi esensial
21 Hipertensi sekunder
22 Hipertensi pulmoner
23 Penyakit Raynaud
24 Trombosis arteri
25 Koarktasio aorta
26 Penyakit Buerger’s
27 Emboli arteri
28 Aterosklerosis
29 Subclavian steal syndrome
30 Aneurisma aorta
31 Aneurisma diseksi
32 Klaudikasio
33 Penyakit jantung reumatik
Vena dan pembuluh limfe
34 Tromboflebitis
35 Limfangitis
36 Varises
37 Obstructed venous return
38 Trombosis vena dalam
39 Emboli vena
40 Limfedema
41 Insufisiensi vena kronik

6. SISTEM GASTROINTESTINAL, HEPATOBILIER DAN PANKREAS

KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


NO
DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
Mulut
1 Sumbing pada bibir
2 Micrognatia and amcrognatia
3 Kandidiasis mulut
4 Ulkus mulut (aptosa, herpes)
5 Glositis
6 Leukoplakia
7 Angina Ludwig
8 Parotitis
9 Karies gigi
Esofagus
10 Atresia esofagus
11 Akalasia
12 Esofagitis refluks
13 Lesi korosif pada esofagus
14 Varises esofagus
15 Ruptur esofagus
Dinding, Rongga Abdomen dan Hernia
Hernia (inguinalis, femoralis,
16
skrotalis) reponibilis, irreponibilis
Hernia (inguinalis, femoralis,
17
skrotalis) strangulata, inkarserata
18 Hernia (diafragmatika, hiatus)
19 Hernia umbilikalis
20 Peritonitis
21 Perforasi usus
22 Malrotasi traktus gastro-intestinal
23 Infeksi pada umbilikus
24 Sindrom Reye
Lambung, Duodenum, Jejunum, Ileum
25 Gastritis
Gastroenteritis (termasuk kolera,
26
giardiasis)
27 Refluks gastroesofagus
28 Ulkus (gaster, duodenum)
29 Stenosis pilorik
30 Atresia intestinal
31 Divertikulum Meckel
Fistula umbilikal, omphalocoele-
32
gastroschisis
33 Appendisitis akut
34 Abses apendiks
35 Demam tifoid
36 Perdarahan gastrointestinal
37 Ileus
38 Malabsorbsi
39 Intoleransi makanan
40 Alergi makanan
41 Keracunan makanan
42 Botulisme
Investasi Cacing dan Lainnya
43 Penyakit Cacing tambang
44 Strongiloidasis
45 Askariasis
46 Skistosomiasis
47 Taeniasis
48 Pes
Hepar
49 Hepatitis A
50 Hepatitis B
51 Hepatitis C
52 Abses hepar amoeba
53 Perlemakan hepar
54 Sirosis hepatis
55 Gagal hepar
56 Neoplasma hepar
Kandung Empedu, Saluran Empedu, dan Pankreas
57 Kolesistitis
58 Kole(doko)litiasis
Empiema dan hidrops kandung
59
empedu
60 Atresia biliaris
61 Pankreatitis
62 Karsinoma pankreas
Kolon
63 Divertikulosis/divertikulitis
64 Kolitis
65 Disentri basiler, disentri amuba
66 Penyakit Crohn
67 Kolitis ulseratif
68 Irritable Bowel Syndrome
69 Polip/adenoma
70 Karsinoma kolon
71 Penyakit Hirschsprung
72 Enterokolitis nekrotik
73 Intususepsi atau invaginasi
74 Atresia anus
75 Proktitis
76 Abses (peri)anal
77 Hemoroid grade 1-2
78 Hemoroid grade 3-4
79 Fistula
80 Fisura anus
81 Prolaps rektum, anus
Neoplasma Gastrointestinal
82 Limfoma
Gastrointestinal Stromal Tumor
83
(GIST)

7. SISTEM GINJAL DAN SALURAN KEMIH

N KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


O DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
1 Infeksi saluran kemih
2 Glomerulonefritis akut
3 Glomerulonefritis kronik
4 Gonore
5 Karsinoma sel renal
6 Tumor Wilms
7 Acute kidney injury
8 Penyakit ginjal kronik
9 Sindrom nefrotik
10 Kolik renal
Batu saluran kemih (vesika urinaria,
11
ureter, uretra) tanpa kolik
12 Ginjal polikistik simtomatik
13 Ginjal tapal kuda
14 Pielonefritis tanpa komplikasi
15 Nekrosis tubular akut
Alat Kelamin Pria
16 Hipospadia
17 Epispadia
18 Testis tidak turun/kriptorkidismus
19 Rectratile testis
20 Varikokel
21 Hidrokel
22 Fimosis
23 Parafimosis
24 Spermatokel
25 Epididimitis
26 Prostatitis
27 Torsio testis
28 Ruptur uretra
29 Ruptur kandung kencing
30 Ruptur ginjal
31 karsinoma uroterial
32 Seminoma testis
33 Teratoma testis
34 Hiperplasia prostat jinak
35 Akrsinima prostat
36 Striktura uretra
37 Priapismus
38 Chancroid

8. SISTEM REPRODUKSI

N KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


O DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
Iinfeksi
1 Sifilis
2 Toksoplasmosis
Sindrom duh (discharge) genital
3
(gonore dan nongonore)
4 Infeksi virus Herpes tipe 2
5 Infeksi saluran kemih bagian bawah
6 Vulvitis
7 Kondiloma akuminatum
8 Vaginitis
9 Vaginosis bakterialis
10 servisitis
11 Salpingitis
12 Abses tubo-ovarium
13 Penyakit radang panggul
Kehamilan
14 Kehamilan normal
Gangguan pada Kehamilan
15 Infeksi intra-uteri; korioamnionitis
Infeksi pada kehamilan: TORCH,
16
hepatitis B, malaria
17 Aborsi mengancam
18 Aborsi spontan inkomplit
19 Aborsi spontan komplit
20 Hiperemesis gravidarum
21 Inkompatibilitas darah
22 Mola hidatidosa
23 Hipertensi pada kehamilan
24 Preeklampsia
25 Eklampsia
26 Diabetes gestasional
27 Kehamilan posterm
28 Insufisiensi plasenta
29 Plasenta previa
30 Vasa previa
31 Abrupsio plasenta
32 Inkompeten sekviks
33 Polihidramnion
34 Kelainan letak janin setelah 36 minggu
35 Kehamilan ganda
36 Janin tumbuh lambat
37 Kelainan janin
38 Diproporsi kepala panggul
39 Anemia defisiensi besi pada kehamilan
Persalinan dan Nifas
40 Intra-Uterine Fetal Death (IUFD)
41 Persalinan preterm
42 Ruptur uteri
43 Bayi post matur
44 Ketuban pecah dini (KPD)
45 Distosia
46 Malpresentasi
47 Partus lama
48 Prolaps tali pusat
49 Hipoksia janin
50 Ruptur serviks
51 Ruptur perineum tingkat 1-2
52 Ruptur perineum tingkat 3-4
53 Retensi plasenta
54 Inversio uterus
55 Perdarahan post partum
56 Tromboemboli
57 Endometritis
58 Inkontinensia urine
59 Inkontinensia feses
60 Trombosis vena dalam
61 Tromboflebitis
62 Subinvolusio uterus
Kelainan Organ Genital
63 Kista dan abses kelenjar bartolini
Abses folikel rambut atau kelenjar
64
sebasea
65 Malformasi kongenital
66 Kistokel
67 Rektokel
68 Corpus allienum vaginae
69 Kista Nabotian
70 Polip serviks
71 Malformasi kongenital uterus
72 Prolaps uterus, sistokel, rektokel
73 Hematokolpos
74 Endometriosis
75 Hiperplasia endometrium
Menaopause, perimenopausal
76
syndrome
77 Polikistik ovarium
78 Kehamilan ektopik
Tumor dan Keganasan pada Organ Genital
79 Karsinoma serviks
80 Karsinoma endometrium
81 Karsinoma ovarium
82 Teratoma ovarium (kista dermoid)
83 Kista ovarium
84 Torsi dan ruptur kista
85 Koriokarsinoma Adenomiosis, mioma
86 Malpresentasi
Payudara
87 Inflamasi, abses
88 Mastitis
89 Cracked nipple
90 Inverted nipple
91 Fibrokista
92 Fibroadenoma mammae (FAM)
93 Tumor Filoides
94 Karsinoma payudara
95 Penyakit Paget
96 Ginekomastia
Masalah Reproduksi Pria
97 Infertilitas
98 Gangguan ereksi
99 Gangguan ejakulasi

9. SISTEM ENDOKRIN, METABOLIK DAN NUTRISI

N KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


O DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
Kelenjar Endokrin
1 Diabetes melitus tipe 1
2 Diabetes melitus tipe 2
Diabetes melitus tipe lain (intoleransi
3 glukosa akibat penyakit lain atau obat-
obatan)
4 Ketoasidosis diabetikum nonketotik
5 Hiperglikemi hiperosmolar
6 Hipoglikemia ringan
7 Hipoglikemia berat
8 Diabetes insipidus
9 Akromegali, gigantisme
10 Defisiensi hormon pertumbuhan
11 Hiperparatiroid
12 Hipoparatiroid
13 Hipertiroid
14 Tirotoksikosis
15 Hipotiroid
16 Goiter
17 Tiroiditis
18 Cushing's disease
19 Krisis adrenal
20 Addison's disease
21 Pubertas prekoks
22 Hipogonadisme
23 Prolaktinemia
24 Adenoma Tiroid
25 Karsinoma tiroid
Gizi dan Metabolisme
26 Malnutrisi energi-protein
27 Defisiensi vitamin
28 Defisiensi mineral
29 Dislipidemia
30 Porfiria
31 Hiperurisemia
32 Obesitas
33 Sindrom metabolik

10. SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI

N KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


O DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
1 Anemia aplastik
2 Anemia defisiensi besi
3 Anemia hemolitik
4 Anemia makrositik
5 Anemia megaloblastik
6 Hemoglobinopati
7 Polisitemia
Gangguan pembekuan darah
8 (trombositopenia, hemofilia, Von
Willebrand's disease
9 DIC
10 Agranolositosis
11 Inkomplatibilitas golongan darah
Timus
12 Timoma
Kelenjar Limfe dan Darah
13 Limfoma non-Hodgkin's, Hodgkin's
14 Leukemia akut, kronik
15 Mieloma multipel
16 Limfadenopati
17 Limfadenitis
Infeksi
18 Bakterimia
19 Demam Dengue, DHF
20 Dengue shock syndrome
21 Malaria
22 Leishmaniasis dan tripanosomiasis
23 Toksoplasmosis
24 Leptospirosis (tanpa komplikasi)
25 Sepsis
Penyakit Autoimun
26 Lupus eritematosus sistemik
27 Poliarteritis nodosa
28 Polimialgia reumatik
29 Reaksi anafilaktik
30 Demam reumatik
31 Artritis reumatoid
32 Juvenile chronic arthritis
33 Henoch-schoenlein purpura
34 Eritema multiformis
35 Imunodefisiensi

11. SISTEM MUSCULOSKELETAL

N KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


O DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
Tulang dan Sendi
1 Artritis, osteoarthritis
2 Fraktur terbuka, tertutup
3 Fraktur klavikula
4 Fraktur patologis
5 Fraktur dan dislokasi tulang belakang
6 Dislokasi pada sendi ekstremitas
7 Osteogenesis imperfekta
8 Ricketsia, osteomalasia
9 Osteoporosis
10 Akondroplasia
11 Displasia fibrosa
12 Tenosinovitis supuratif
13 Tumor tulang primer, sekunder
14 Osteosarkoma
15 Sarcoma Ewing
16 Kista Gangglion
17 Trauma sendi
Kelainan bentuk tulang belakang
18
(skoliosis, kifosis, lordosis)
19 Spondilitis, spondilodisitis
20 Teratoma sakrokoksigeal
21 Spondilolistesis
22 Spondilolisis
23 Lesi pada ligamentosa panggul
24 Displasia panggul
25 Nekrosis kaput femoris
26 Tendinitis Achilles
27 Ruptur tendon Achilles
28 Lesi meniskus, medial dan lateral
29 Instabilitas sendi tumit
Malformasi kongenital (genovarum,
30
genovalgum, club foot, pes planus)
31 Claw foot, drop foot
32 Claw hand, drop hand
Otot dan Jaringan Lunak
33 Ulkus pada tungkai
34 Osteomielitis
35 Rhabdomiosarkoma
36 Lelomioma, lelomiosarkoma,
liposarkoma
37 Lipoma
38 Fibromatosis, fibroma fibrosarkoma

12. SISTEM INTEGUMEN

KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


NO
DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
Infeksi Virus
1 Veruka vulgaris
2 Kondiloma akuminatum
3 Moluskum kontagiosum
4 Herpes zoster tanpa komplikasi
5 Morbili tanpa komplikasi
6 Varisela tanpa komplikasi
7 Herpes simpleks tanpa komplikasi
Infeksi Bakteri
8 Impetigo
9 Impetigo ulseratif (ektima)
10 Folikulitis superfisialis
11 Furunkel, karbunkel
12 Eritrasma
13 Erisipelas
14 Skrofuloderma
15 Lepra
16 Reaksi lepra
17 Sifilis stadium 1 dan 2
Infeksi Jamur
18 Tinea kapitis
19 Tinea barbe
20 Tinea fasialis
21 Tinea korporis
22 Tinea manus
23 Tinea unguium
24 Tinea kruris
25 Tinea pedis
26 Pitiriasis vesikolor
27 Kandidosis mukokutan ringan
Gigitan Serangga dan Infestasi Parasit
28 Cutaneus larva migran
29 Filariasis
30 Pedikulosis kapitis
31 Pedikulosis pubis
32 Skabies
33 Reaksi gigitan serangga
Dermatitis Eksim
34 Dermatitis Kontak iritan
35 Dermatitsi kontak alergika
36 Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)
37 Dermatitis numularis
38 Liken simpleks kronik/neurodermatitis
39 Napkin eczema
Lesi Eritro-Squamosa
40 Psoriasis vulgaris
41 Dermatitis seboroik
42 Pitiriasis rosea
Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin
43 Akne vulgaris ringan
44 Akne vulgaris sedang-berat
45 Hidradenitis supuratif
46 Dermatitis perioral
47 Miliaria
Penyakit Vesikobulosa
48 Toxic epidermal necrolysis
49 Sindrom Stevens-Jhonson
Penyakit Kulit Alergi
50 Urtikaria akut
51 Urtikaria kronis
52 Angioedema
Penyakit Autoimun
53 Lupus eritematosis kulit
Gangguan Keratinisasi
54 Ichthyosis vulgaris
Reaksi Obat
Exanthematous grug eruption, fixed drug
55
eruption
Kelainan Pigmentasi
56 Vitiligo
57 Melasma
58 Albino
59 Hiperpigmentasi pascainflamasi
60 Hipopigmentasi pascainflamasi
Neoplasma
61 Keratosis seboroik
62 Kista epitel
Tumor Epitel Premaligna dan Maligna
Squamous cell carcinoma (Karsinoma sel
63
skuamosa)
Basal cell carcinoma (Karsinoma sel
64
basal)
Tumor Dermis
65 Xanthoma
66 Hemangioma
Tumor Sel Melanosit
67 Lentigo
68 Nevus pigmentosus
69 Melanoma maligna
Rambut
70 alopesia areata
71 Alopesia androgenik
72 Telogen efiluvium
73 Psoriasis vulgaris
Trauma
74 Vulnus laseratum, punctum
75 Vulnus perforatum, penetratum
76 Luka bakar derajat 1 dan 2
77 Luka bakar derajat 3 dan 4
78 Luka akibat bahan kimia
79 Luka akibat sengatan listrik

13. ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

KEWENANGAN KLINIS USULAN PERSETUJUAN


NO
YANG DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
1 Kekerasan tumpul
2 Kekerasan tajam
3 Trauma kimia
4 Luka tembak
5 Luka listrik dan petir
6 Barotrauma
7 Trauma suhu
8 Asfiksia
9 Tenggelam
10 Pembunuhan anak sendiri
11 Pengguguran kandungan
12 Kematian mendadak
13 Toksikologi forensik

DAFTAR KETERAMPILAN KLINIS


1. SISTEM SARAF

N KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


O DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK
Fungsi Saraf Kranial
1 Pemeriksaan indera penciuman
2 Inspeksi lebar celah palpebra
3 Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk)
4 Reaksi pupil terhadap cahaya
5 Reaksi pupil terhadap obyek dekat
6 Penilaian gerkan bola mata
7 Penilaian diplopia
8 Penilaian nistagmus
9 Refleks kornea
10 Pemeriksaan funduskopi
11 Penilaian kesimetrisan wajah
Penilaian kekuatan otot temporal dan
12
masseter
13 Penilaian sensai wajah
14 Penilaian pergerakan wajah
15 Penilaian indera pengecapan
Penilaian indera pendengaran
16 (lateralisasi, konduksi udara dan
tulang)
17 Penilaian kemampuan menelan
18 Inspeksi palatum
19 Pemeriksaan refleks Gag
Penilaian otot sternomastoid dan
20
trapezius
21 Lidah, isnpeksi saat istirahat
Sistem motorik (misalnya dengan
22
dijulurkan keluar)
Sistem Motorik
Inspeksi: postur, habitus, gerakan
23
involunter
24 Penilaian tonus otot
25 Penilaian kekuatan otot
Koordinasi
26 Inspeksi cra berjalan (galt)
27 Shallow knee bend
28 Tes Romberg
29 Tes Romberg dipertajam
30 Tes telunjuk hidung
31 Tes tumit lutut
32 Tes untuk disdiagokinesis
Sistem Sensorik
33 Penilaian sensasi nyeri
34 Penilaian sensasi suhu
35 Penilaian sensasi raba halus
36 Penilaian rasa posisi (proprioseptif)
Penilaian sensasi diskriminatif (misal
37
stereognosis)
Fungsi Luhur
Penilaian tingkat kesadaran dengan
38
skala koma Glasgow (GCS)
39 Penilaian orientasi
Penilaian kemampuan berbicara dan
40 berbahasan, termasuk penilaian
afasia
41 Penilaian apraksia
42 Penilaian agnosia
43 Penilaian kemampuan belajar baru
44 Penilaian daya ingat/memori
45 Penilaian konsentrasi
Refleks Fisiologis, Patologis dan Primitif
Refleks tendon (bisep, trisep,
46
pergelangan, patela, tumit)
47 Refleks abdominal
48 Refleks kremaster
49 Refleks anal
50 Tanda Hoffman-Tromner
Respon plantar (termasuk grup
51
Babinski)
52 Snout refleks
Refleks menghisap/rooting reflex
53 menggenggam palmar grasp reflex
glabela pamomental
Refleks menggenggam palmar/grasp
54
reflex
55 Refleks glabela
56 Refleks palmomental
Tulang Belakang
Inspeksi tulang belakang saat
57
istirahat
Inspeksi tulang belakang saat
58
bergerak
59 Perkusi tulang belakang
60 Palpasi tulang belakang
Mendeteksi nyeri diakibatkan
61
tekanan vertikal
62 Penilaian fleksi lumbal
Pemeriksaan Fisik Lainnya
63 Deteksi kaku kuduk
64 Penilaian fontanel
65 Tanda Patrick dan kontra-Patrick
66 Tanda Chovtek
67 Tanda Lasegue
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
68 Interpretasi X-Ray tengkorak
69 Interpretasi X-Ray tulang belakang
70 CT-Scan otak dan interpretasi
71 EEG dan interpretasi
72 EMG, EMNG dan interpretasi
73 Electronystagmography (ENG)
74 MRI
75 PET, SPECT
76 Angiography
77 Duplex-scan pembuluh darah
78 Punksi lumbal
KETERAMPILAN TERAPEUTIK
79 Therapeutic spinal tap

2. PSIKIATRI

KEWENANGAN KLINIS YANG USULAN PERSETUJUAN


NO
DIUSULKAN MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
ANAMNESIS
1 Autoanamnesis dengan pasien
Alloanamnesis dengan anggota
2
keluarga/orang lain yang bermakna
Memperoleh data mengenai
3
keluhan/masalah utama
Menelusuri riwayat perjalanan penyakit
4
sekarang/dahulu
Memperoleh data bermakna mengenai
riwayat perkembangan pendidikan,
5
pekerjaan, perkawinan, kehidupan
keluarga
PEMERIKSAAN PSIKIATRI
6 Penilaian status mental
7 Penilaian kesadaran
{enilaian persepsi orientasi intelegensi
8
secara klinis
9 Penilaian orientasi
10 Penilaian intelegensi secara klinis
11 Penilaian bentuk dan isi pikir
12 Penilaian mood dan afek
13 Penilaian motorik
14 Penilaian pengendalian impuls
Penilaian kemampuan menilai realitas
15
(judgement)
16 Penilaian kemampuan tilikan (insight)
17 Penilaian kemampuan fungsional (general
assesment of functioning)
18 Tes kepribadian (proyektif, inventori,dll)
DIAGNOSIS DAN IDENTIFIKASI MASALAH
Menegakkan diagnosis kerja berdasarkan
19
kriteria diagnosis multiaksial
Membuat diagnosis banding (diagnosis
20
differensial)
21 Identifikasi kedaruratan psikiatrik
Identifikasi masalah di bidang fisik,
22
psikologis, sosial
23 Mempertimbangkan prognosis
24 Menentukan indikasi rujuk
PEMERIKSAAN TAMBAHAN
25 Melakukan Mini Mental State Examination
Melakukan kunjungan rumah apabila
26
diperlukan
Melakukan kerja sama konsultatif dengan
27
teman sejawat lainnya
TERAPI
Memberikan terapi psikofarmaka (obat-
28 obat antipsikotik, anticemas,
antidepresan, antikolinergik, sedatif)
29 Electroconvulsion therapy (ECT)
30 Psikoterapi suportif; konseling
31 Psikoterapi modifikasi perilaku
32 Cognitive Behavior Therapy (CBT)
33 Psikoterapi psikoanalitik
34 Hipnoterapi dan terapi relaksasi
35 Group Therapy
36 Family Therapy

3. SISTEM INDERA
N USULAN PERSETUJUAN
KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
O MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK DIAGNOSTIK
Indra Penglihatan
Penglihatan
1 Penilaian penglihatan bayi, anak, dan dewasa
Refraksi
2 Penilaian refraksi, subjektif
Penilaian refraksi, objektif (Refractometry
3
keratometer)
Lapang Pandang
4 Lapang pandang, Dnders confrontation test
5 Lapang pandang, Amster panes
Penilaian Eksternal
6 Inspeksi kelopak mata
Inspeksi kelopak mata dengan eversi kelopak
7
mata
8 Isnpeksi bulu mata
9 Inspeksi konjungtiva, termasuk forniks
10 Inspeksi sklera
11 Inspeksi orifisium duktus lakrimaris
12 Palpasi limfonodus pre-aurikular
Posisi Mata
13 Penilaian posisi dengan corneal reflex images
14 Penilaian posisi dengan cover uncover test
15 Pemeriksaan gerakan bola mata
16 Penilaian penglihatan binokular
Pupil
17 Inspeksi pupil
Penilaian pupil dengan reaksi langsung
18
terhadap cahaya dan konvergensi
Media
Inspeksi media refraksi dengan transiluminasi
19
(pen light)
20 Inspeksi kornea
21 Inspeksi kornea dengan fluoresensi
22 Tes sensitivitas kornea
23 Inspeksi bilik mata depan
24 Inspeksi iris
25 Inspeksi lensa
26 Pemeriksaan dengan slit-lamp
Fundus
27 Funduscopy untuk melihat fundus reflex
Funduscopy untuk melihat pembuluh darah,
28
papil, makula
Tekanan Intraokular
29 Tekanan intraokular, estimasi dengan palpasi
Tekanan intraokular, pengukuran dengan
30
indentasi tonometer (Schiotz)
Tekanan intraokular, pengukuran dengan
31 aplanasi tonometer atatu non-contact-
tonometer
Pemeriksaan Oftalmologi Lainnya
Penentuan refraksi setelah sikloplegia
32
(skiascopy)
Pemeriksaan lensakontak fundus, misalnya
33
gonioscopy
34 Pengukuran produksi air mata
35 Pemeriksaan eksoftalmos (Hertel)
36 Pembilasan melalui saluran lakrimalis (Anel)
37 Pemeriksaan orthoptic
38 Perimetri
39 Pemeriksaan lensa kontak dengan komplikasi
Tes penglihatan warna (dengan buku ishihara
40
12 plate)
41 Elektroretinografy
42 Electro-oculography
43 Visual evoked potentials (VEP/VER)
44 Fluorescein angiography (FAG)
Echographic examination; ultrasonography
45
(USG)
Indra Pendengaran dan Keseimbangan
46 Inspeksi aurikula, posisi telinga, dan mastoid
Pemeriksaan meatus auditorius externus
47
dengan otoskop
Pemeriksaan membran timpani dengan
48
otoskop
49 Menggunakan cermin kepala
50 Menggunakan lampu kepala
Tes pendengaran, pemeriksaan garpu tala
51
(Weber, Rinne, Schwabach)
52 Tes pendengaran, tes berbisik
Interpretasi hasil Audiometri - tone & speech
53
audiometry
54 Pemeriksaan pendengaran pada anak-anak
55 Otoscopy pneumatic (Slegle)
Melakukan dan menginterpretasikan
56
timpanometri
57 Pemeriksaan vestibularis
58 Tes Ewing
Indra Penciuman
59 Inspeksi bentuk hidung dan lubang hidung
60 Penilaian obstruksi hidung
61 Uji penciuman
62 Rinoskopi anterior
63 Transiluminasi sinus frontalis dan maksila
64 Nasofaringoskopi
65 USG sinus
66 Radiologi sinus
67 Interpretasi radiologi sinus
Indra Pengecap
68 Penilaian pengecapan
KETERAMPILAN TERAPEUTIK
Mata
Peresepan kacamata pada kelainan refraksi
69 ringan (sampai dengan 5D tanpa silindris)
untuk mencapai visus 66
Peresepan kacamata baca pada penderita
70 dengan visus jauh normal atau dapat
dikoreksi menjadi 6/6
71 Pemberian obat tetes mata
72 Aplikasi salep mata
73 Flood ocular tissue
Eversi kelopak atas dengan kapas lidi
74
(swab) untuk membersihkan benda asing
75 To aply eyes dressing
Melepaskan lensa kontak dengan
76
komplikasi
77 Melepaskan protesa mata
78 Mencabut bulu mata
Membersihkan benda asing dan debris di
79
konjungtiva
Membersihkan benda asing dan debris di
80
kornea tanpa komplikasi
81 Terapi laser
82 Operasi katarak
83 Squint, surgery
84 Vitrectomi
85 Operasi glaukoma dengan trabekulotomi
86 Transplantasi kornea
Cryocoagulation misalnya
87
cyclocryocoagulation
88 Bedah kelopak mata chalazion, entropion,
ptosis)
89 Operasi detached retina
THT
90 Manuver Polltzer
91 Manuver Valsalva
Pembersihhan meatus auditorius
92
eksternus dengan usapan
Pengambilan serumen menggunakan kalt
93
atau kuret
94 Pengambilan benda asing di telinga
95 Parasentesis
96 Insersi grommet tube
97 Menyesuaikan alat bantu dengar
98 Menghentikan perdarahan hidung
99 Pengambilan benda asing dari hidung
100 Bilas sinus/sinus lavage/pungsi sinus
101 Antroskopi
102 Trakeostomi
103 Krikotiroidektomi

4. SISTEM RESPIRASI
USULAN PERSETUJUAN
NO KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK
1 Inspeksi leher
2 Palpasi kelenjar ludah (submandibular, parotid)
3 Palpasi nodus lmfatikus brakialis
4 Palpasi kelenjar tiroid
5 Rhinoskopi posterior
6 Laringoskopi, indirek
7 Alringoskopi, direk
8 Usap tenggorokan (throat swab)
9 Oesophagoscopy
10 Penilaian respirasi
11 Inspeksi dada
12 Palpasi dada
13 Perkusi dada
14 Auskultasi dada
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Persiapan, pemeriksaan sputum, dan
15
interpretasinya (Gram dan Ziehl Nielsen (BTA))
16 Pengambilan cairan pleura (pleural tap)
17 Uji fungsi paru/spirometri dasar
18 Tes provokasi bronkial
19 Interpretasi Rontgen/foto toraks
20 Ventilation Pefusion Lung Scanning
21 Bronkoskopi
22 FNAB superfisial
23 Trans thoracal needle aspiration (TINA)
TERAPEUTIK
24 Dekompresi jarum
25 Pemasangan WSD
26 Ventilasi tekanan positif pada bayi baru lahir
27 Perawatan WSD
28 Pungsi pleura
29 Terapi inhalasi/nebulisasi
30 Terapi oksigen
31 Edukasi berhenti merokok

5. SISTEM KARDIOVASKULER
USULAN PERSETUJUAN
NO KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK
1 Inspeksi dada
2 Palpasi denyut apeks jantung
3 Palpasi arteri karotis
4 Perkusi ukuran jantung
5 Auskultasi jantung
6 Pengukuran tekanan darah
7 Pengukuran tekanan vena jugularis (JVP)
8 Palpasi denyut arteri ekstremitas
9 Penilaian denyut kapiler
10 Penilaian pengisian ulang kapiler (capilary refill)
11 Deteksi bruits
PEMERIKSAAN FISIK DIAGNOSTIK
12 Tes (Brodle) Trendelenburg
13 Tes Perthes
14 Tes Homan (Homan's sign)
15 Uji postur untuk insufisiensi arteri
16 Tes hiperemia reaktif untuk insufisiensi arteri
17 Tes ankle-brachial index (ABI)
18 Exercise ECG Testing
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Elektrokardiografi (EKG) : pemasangan dan
19 interpretasi hasil EKG sederhana (VES, AMI, VT,
AF)
20 Ekokardiografi
21 Fonokardiografi
22 USG Doppler
RESUSITASI
23 Pijat jantung luar
24 Resusitasi cairan

6. SISTEM GASTROINTESTINAL, HEPATOBILIER dan PANKREAS


N USULAN PERSETUJUAN
KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
O MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK
1 Inspeksi bibir dan kavitas oral
2 Inspeksi tonsil
3 Penilaian pergerakan otot-otot hipoglosus
4 Inspeksi abdomen
Inspeksi lipat paha/inguinal pada saat tekanan
5
abdomen meningkat
Palpasi (dinding perut, kolon, hepar, lien, aorta,
6
rigiditas dinding perut)
7 Palpasi hernia
Pemeriksaan nyeri tekan dan nyeri lepas
8
(Blumberg test)
9 Pemeriksaan psoas sign
10 Pemeriksaan abturator sign
11 Perkusi (pekak hati dan area traube)
12 Pemeriksaan pekak beralih (shifting dullness)
13 Pemeriksaan undulasi (fluid thrill)
Pemeriksaan colok dubur (digital rectal
14
examination)
15 Palpasi sacrum
16 Inspeksi sarung tangan pascacolok-dubur
17 Persiapan dan pemeriksaan tinja
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
18 Pemasangan pipa nasogastrik (NGT)
19 Endoskopi
20 Nasogastric suction
21 Mengganti kantong pada kolostomi
22 Enema
23 Anal swab
24 Identifikasi parasit
Pemeriksaan feses (termasuk darah samar,
25
protozoa, parasit, cacing)
26 Endoskopi lambung
27 Proktoskopi
28 Biopsi hepar
29 Pengambilan cairan asites

7. SISTEM GINJAL DAN SALURAN KEMIH


USULAN PERSETUJUAN
NO KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK
1 Pemeriksaan bimanual ginjal
2 Pemeriksaan nyeri ketok ginjal
3 Perkusi kandung kemih
4 Palpasi prostat
5 Refleks bulbokavernosus
PROSEDUR DIAGNOSTIK
6 Swab uretra
Persiapan dan pemeriksaan sedimen urine
7
(menyiapkan slide dan uji mikroskopis urine
8 Urofloemetry
9 Micturating cystigraphy
10 Pemeriksaan urodinamik
11 Metode dip slide (kultur urine)
12 Permintaan pemeriksaan BNO IVP
13 Interpretasi BNO-IVP
TERAPEUTIK
14 Pemasangan kateter uretra
Clean intermitten chateterization (Neurogenic
15
bladder)
16 Sirkumsisi
17 Pungsi suprapubik
18 Dialisis ginjal

8. SISTEM REPRODUKSI
USULAN PERSETUJUAN
NO KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
SISTEM REPRODUKSI PRIA
1 Inspeksi penis
2 Inspeksi skrotum
3 Palpasi penis, testis, duktus spermatik epididimis
4 Transiluminasi skrotum
SISTEM REPRODUKSI WANITA
GINEKOLOGI
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik umum termasuk pemeriksaan
5
payudara (inspeksi dan palpasi)
6 Inspeksi dan palpasi genetalia eksterna
Pemeriksaan spekulum : inspeksi vagina dan
7
sekviks
Pemeriksaan bimanual : palpasi vagina, sekviks,
8
korpus uteri, dan ovarium
Pemeriksaan rektal : palpasi kantung Douglas,
9
uterus, adneksa
10 Pemeriksaan combinated recto-vaginal
Pemeriksaan Diagnostik
11 Melakukan swab vagina
Duh (discharge) genital : bau, pH, pemeriksaan
12
dengan pewarnaan Gram, salin dan KOH
13 Melakukan Pap's smear
14 Pemeriksaan IVA
15 Kolposkopi
16 Pemeriksaan kehamilan USG perabdominal
17 Kuretase
18 Laparoskopi diagnosistik
Pemeriksaan Tambahan untuk Fertilitas
19 Penilaian hasil pemeriksaan semen
20 Kurva temperatur basal, instruksi, penilaian hasil
21 Pemeriksaan mukus serviks, Tes fem
Uji pascakoitus, perolehan bahan uji, penyiapan
22
dan penilaian slide
23 Histerosalpingografi (HSG)
24 Peniupan tuba Fallopi
25 Inseminasi artifisial
Terapi dan Prevensi
26 Melatih pemeriksaan payudara sendiri
27 Insersi pessarium
28 Electro or crycoagulation cervix
29 Laparoskopi, terapeutik
30 Insisi abses Bartholini
31 Insisi abses lainnya
Konseling
32 Konseling kontrasepsi
33 Insersi dan ekstraksi IUD
34 Laparoskopi, sterilisasi
35 Insersi dan ekstraksi implant
36 Kontrasepsi injeksi
Penanganan komplikasi KB (IUD, pil, suntik,
37
implant)
OBSTETRI
Kehamilan
38 Identifikasi kehamilan resiko tinggi
39 Konseling prakonsepsi
40 Pelayanan perawatan antenatal
41 Inspeksi abdomen wanita hamil
Palpasi : tinggi fundus, manuver Leopold,
42
penilaian posisi dari luar
43 Mengukur denyut jantung janin
44 Pemeriksaan dalam pada kehamilan muda
45 Pemeriksaan pelvimetri klinis
46 Tes kehamilan
47 CTG : melakukan dan menginterpretasikan
48 Permintaan pemeriksaan USG obsgin
49 Pemeriksaan USG obsgin (skrining obstetri)
50 Amniosentesis
51 Chorionic villus sampling
Proses Melahirkan Normal
Pemeriksaan obstetri (penilaian serviks, dilatasi,
52
membran, presentasi janin dan penurunan)
Menolong persalinan fisiologis sesuai Asuhan
53
Persalinan Normal (APN)
Pemecahan membran ketuban sesaat sebelum
54
melahirkan
55 Insersi kateter untuk tekanan intrauterus
56 Anestesi lokal di perineum
57 Anestesi pudendal
58 Anestesi epidural
59 Episiotomi
60 Resusitasi bayi baru lahir
61 Menilai skor Apgar
62 Pemeriksaan fisik bayi baru lahir
Postpartum : pemeriksaan tinggi fundus,
63
plasenta : lepas/tersisa
Memperkirakan/mengukur kehilangan darah
64
sesudah melahirkan
65 Menjahit luka episiotomi derajat 1 dan 2
66 Menjahit luka episiotomi derajat 3
67 Menjahit luka episiotomi derajat 4
68 Inisiasi menyusui dini (IMD)
69 Induksi kimiawi persalinan
Menolong persalinan dengan presentasi bokong
70
(breesch presentation)
71 Pengambilan darah fetus
72 Operasi Caesar (Caesarrean section)
73 Pengambilan plasenta secara manual
74 Ekstraksi vakum rendah
75 Pertolongan distosia bahu
76 Kompresi bimanual (eksterna, interna, aorta)
Perawatan Masa Nifas
77 Menilai lochia
78 Palpasi posisi fundus
79 Payudara : inspeksi, manajemen laktasi, masase
80 Mengajarkan hygiene
81 Konseling kontrasepsi/KB pascasalin
82 Perawatan luka episiotomi
83 Perawatan luka operasi caesar

9. SISTEM ENDOKRIN, METABOLISME dan NUTRISI


USULAN PERSETUJUAN
N
KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN MANDIR SUPERVIS MANDIR SUPERVIS
O
I I I I
Penilaian status gizi (termasuk pemeriksaan
1
antropometri)
2 Penilaian kelenjar tiroid: hipertiroid dan hipotiroid
3 Pengaturan diet
4 Penatalaksanaan diabetes melitus tanpa komplikasi
Pemberian insulin pada diabetes melitus tanpa
5
komplikasi
Pemeriksaan gula darah (dengan Point of Care Test
6
(POCT))
7 Pemeriksaan glukosa urine (Benedict)
Anamnesis dan konseling kasus gangguan metabolisme
8
dan endokrin

10. SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI

USULAN PERSETUJUAN
NO KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
1 Palpasi kelenjar limfe
2 Persiapan dan pemeriksaan hitung jenis leukosit
Pemeriksaan darah rutin (Hb, Ht, Leukosit,
3
Trombosit)
Pemeriksaan profil pembekuan (bleeding time,
4
clotting time)
Pemeriksaan laju endap darah/kecepatan endap
5
darah (LED/KED)
Permintaan pemeriksaan hematologi
6
berdasarkan indikasi
Permintaan pemeriksaan imunologi berdasarkan
7
indikasi
8 Skin test sebelum pemberian obat injeksi
Pemeriksaan golongan darah dan
9
inkompatibilitas
Anamnesis dan konseling anemia defisiensi besi,
10
thalasemia dan HIV
11 Penentuan indikasi dan jenis transfusi

11. SISTEM MUSKULOSKELETAL


N USULAN PERSETUJUAN
KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
O MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK
1 Inspeksi gait
2 Inspeksi tulang belakang saat berbaring
3 Inspeksi tulang belakang saat bergerak
4 Inspeksi tonus otot ekstremitas
5 Inspeksi sendi ekstremitas
6 Inspeksi postur tulang belakang dan pelvis
7 Inspeksi posisi skapula
8 Inspeksi fleksi dan ekstensi punggung
9 Penilaian fleksi lumbal
Panggul: penilaian fleksi dan ekstensi, adduksi,
10
abduksi dan rotasi
11 Menilai atrofi otot
12 Lutut: menilai ligamen krusiatus dan kolateral
13 Penilaian meniskus
14 Kaki: inspeksi postur dan bentuk
Kaki: penilaian fleksi dorsal/plantar, inversi dan
15
eversi
16 Palpation for tenderness
Palpasi untuk mendeteksi nyeri diakibatkan
17
tekanan vertikal
18 Palpasi tendon dan sendi
Palpasi tulang belakang, sendi sakro-iliaka dan
19
otot-otot punggung
20 Percution for tenderness
21 Penilaian range of motion (ROM) sendi
22 Menetapkan ROM kepala
23 Tes fungsi otot dan sendi bahu
Tes fungsi sendi pergelangan tangan,
24
metacarpal, dan jari-jari tangan
25 Pengukuran panjang ekstremitas bawah
TERAPEUTIK
26 Reposisi fraktur tertutup
27 Stabilisasi fraktur (tanpa gips)
28 Reduksi dislokasi
29 Melakukan dressing (sling, bandage)
30 Nail bed cauterization
31 Aspirasi sendi
32 Mengobati ulkus tungkai
33 Removal of splinter

12. SISTEM INTEGUMEN


N USULAN PERSETUJUAN
KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
O MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
PEMERIKSAAN FISIK
1 Inspeksi kulit
2 Inspeksi membran mukosa
3 Inspeksi daerah perianal
4 Inspeksi kuku
5 Inspeksi rambut dan skalp
6 Palpasi kulit
Deskripsi lesi kulit dengan perubahan primer
7 dan sekunder, misal ukuran, distribusi,
penyebaran, konfigurasi
Deskripsi lesi kulit dengan perubahan primer
8 dan sekunder, seperti uku distribusi,
penyebaran, konfigurasi
PEMERIKSAAN TAMBAHAN
9 Pemeriksaan dermografisme
Penyiapan dan penilaian sediaan kalium
10
hidroksida
11 Penyiapan dan penilaian sediaan metilen biru
12 Penyiapan dan penilaian sediaan Gram
13 Biopsi plong (punch biopsy)
14 Uji tempel (patch tesy)
15 Uji tusuk (prick test)
16 Pemeriksaan dengan sinar UVA (lampu Wood)
TERAPEUTIK
17 Pemilohan obat topikal
18 Insisi dan drainase abses
19 Eksisi tumor jinak kulit
20 Ekstraksi komedo
21 Perawatan luka
22 Kompres
23 Bebat kompresi pada vena varikosum
24 Rozerplasty kuku
PENCEGAHAN
25 Pencarian kontak (case finding)

13. LAIN-LAIN
USULAN PERSETUJUAN
NO KEWENANGAN KLINIS YANG DIUSULKAN
MANDIRI SUPERVISI MANDIRI SUPERVISI
ANAK
Anamnesis
1 Anamnesis dari pihak ketiga
2 Menelusuri riwayat makan
3 Anamnesis anak yang lebih tua
Berbicara dengan orang tua yang cemas danatau orang
4
tua dengan anak yang sakit berat
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik umum dengan perhatian khusus usia
5
pasien
6 Penilaian keadaan umum, gerakan, perilaku, tangisan
7 Pengamatan malformasi kongenital
8 Palpasi fontanella
9 Respons moro
10 Refleks menggenggam palmar
11 Refleks menghisap
12 Refleks melangkah/menendang
13 Vertical suspension positioning
14 Asymmetric tonic neck reflex
15 Refleks anus
16 Penilaian panggul
Penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak
17 (termasuk penilaian motorik halus dan kasar,
psikososial, bahasa)
18 Pengukuran antropometri
19 Pengukuran suhu
20 Tes fungsi paru
21 Ultrasound kranial
22 Pungsi lumbal
23 Ekokardiografi
24 Tes Rumple Leed
Terapeutik
25 Tatalaksana BBLR (KMC incubator)
26 Tatalaksana bayi baru lahir dengan infeksi
Peresepan makanan untuk bayi yang mudah dipahami
27
ibu
28 Tatalaksana gizi buruk
29 Pungsi vena pada anak
30 Insersi kanula (vena perifer) pada anak
31 Insersi kanula (vena sentral) pada anak
32 Intubasi pada anak
33 Pemasangan pipa orofaring
34 Kateterisasi jantung
35 Vena seksi
36 Kanulasi intraoseus
Resusitasi
37 Tatalaksana anak dengan tersedak
38 Tatalaksana jalan nafas
39 Cara pemberian oksigen
40 tatalaksana anak dengan kondisi tidak sadar
41 Tatalaksana pemberian infus pada anak syok
42 Tatalaksana pemberian cairan glukosa IV
Tatalaksana dehidrasi berat pada kegawatdaruratan
43
setelah penatalaksanaan syok
DEWASA
Pemeriksaan Fisik
44 Penilaian keadaan umum
45 Penilaian antropologi (habitus dan postur)
46 Penilaian kesadaran
Penunjang
47 Punksi vena
48 Punksi arteri
49 Finger prick
Permintaan dan interpretasi pemeriksaan X-ray: foto
50
polos
Permintaan dan interpretasi pemeriksaan X-ray:
51
dengan kontras
52 Pemeriksaan skintigrafi
53 Ekokardiografi
54 Pemeriksaan patologi hasil biopsi
55 Artrografi
56 Ultrasound skinning abdomen
57 Biopsi
Terapeutik
58 Menasehati pasien tentang gaya hidup
59 Peresepan rasional, lengkap dan dapat dibaca
60 Injeksi (intrakutan, intravena, subkutan, intramuskular)
Menyiapkan pre-operasi langan operasi untuk bedah
61
minor, asepsis, antisepsis, anestesi lokal
Persiapan untuk melihat atau menjadi asisten di kamar
62 operasi (cuci tangan, menggunakan baju operasi,
menggunakan sarung tangan steril,dll)
63 Anestesi infiltrasi
64 Blok saraf lokal
65 Jahit luka
66 Pengambilan benang jahitan
67 Menggunakan anestesi topikal (tetes, semprot)
68 Pemberian analgesik
69 Vena seksi
KEGAWATDARURATAN
70 Bantuan hidup dasar
71 Ventilasi masker
72 Intubasi
73 Transpor pasien (Transport of casuality)
74 Manuver Helmlich
75 Resusitasi cairan
76 Pemeriksaan turgor kulit untuk menilai dehidrasi
KOMUNIKASI
77 Menyelenggarakan komunikasi lisan maupun tulisan
Edukasi, nasihat dan melatih individu dan kelompok
78
mengenai kesehatan
79 Menyusun rencana manajemen kesehatan
80 Konsultasi terapi
Komunikasi lisan dan tulisan kepada teman sejawat
81 atau petugas kesehatan lainnya (rujukan dan
konsultasi)
82 Menulis rekan medik dan membuat pelaporan
Menyusun tulisan ilmiah dan mengirimkan untuk
83
publikasi
KESEHATAN MASYARAKATKEDOKTERAN PENCEGAHAN/KEDOKTERAN KOMUNITAS
Perencanaan dan pelaksanaan, monitoring dan
84 evaluasi upaya pencegahan dalam berbagai tingkat
pelayanan
Mengenali perilaku dan gaya hidup yang
85
membahayakan
Memperlihatkan kemampuan pemerisaan medis di
86
komunitas
87 Penilaian terhadap risiko masalah kesehatan
Memperlihatkan kemampuan penelitian yang
88
berkaitan dengan lingkungan
Memperlihatkan kemampuan perencanaan,
89 pelaksanaan, monitoring dan evaluasi suatu intervensi
pencegahan kesehatan primer, sekunder, dan tersier
Melaksanakan kegiatan pencegahan spesifik seperti
90 vaksinasi, pemeriksaan medis berkala dan dukungan
sosial
Melakukan pencegahan dan penatalaksanaan
91 kecelakaan kerja serta merancang program untuk
individu, lingkungan, dan institusi kerja
92 Menerapkan 7 langkah keselamatan pasien
Melakukan langkah-langkah diagnosis penyakit skibat
93 kerja dan penanganan pertama di tempat kerja, serta
melakukan pelaporan PAK
Merencanakan program untuk meningkatkan
94
kesehatan masyarakat termasuk kesehatan lingkungan
Melaksanakan 6 program Puskesmas : 1) Promosi
kesehatan, 2) Kesehatan Lingkungan, 3) KIA, 4)
95
Perbaikan gizi masyarakat, 5)Penanggulangan
Penyakit: imunisasi, ISPA, Diare, TB, Malaria,
6)Pengobatan dan penanganan kegawatdaruratan
96 Pembinaan kesehatan usia lanjut
Menegakkan diagnosis holistik pasien individu dan
97
keluarga, dan melakukan terapi dasar secara holistik
98 Melakukan rehabilitasi medik dasar
Melakukan rehabilitasi sosial pada individu, keluarga,
99
dan masyarakat
10 Melakukan penatalaksanaan komprehensif pasien,
0 keluarga, dan masyarakat
SUPERVISI
10 Mengetahui penyakit-penyakit yang dapat dicegah
1 dengan imunisasi dan pengendaliannya
10
2 Mengetahui jenis vaksin beserta
10
3 Menjelaskan mekanisme pencatatan dan pelaporan
Merencanakan, mengelola, monitoring, dan evaluasi
10
asuransi pelayanan kesehatan misalnya BPJS,
4
jamkesmas, jampersal, askes,dll
KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL
Medikolegal
105 Prosedur medikolegal
106 Pembuatan Visum et Repertum
107 Pembuatan surat keterangan medis
108 Penerbitan sertifikat Kematian
Forensik Klinik
109 Pemeriksaan selaput dara
110 Pemeriksaan anus
111 Deskripsi luka
112 Pemeriksaan derajat luka
113 Pemeriksaan label mayat
114 Pemeriksaan baju mayat
115 Pemeriksaan lebam mayat
116 Pemeriksaan kaku mayat
117 Pemeriksaan tanda-tanda asfiksia
118 Pemeriksaan gigi mayat
119 Pemeriksaan lubang-lubang pada tubuh
120 Pemeriksaan korban trauma dan deskripsi luka
121 Pemeriksaan patah tulang
122 Pemeriksaan tanda tenggelam
Teknik Otopsi
123 Pemeriksaan rongga kepala
124 Pemeriksaan rongga dada
125 Pemeriksaan rongga abdomen
126 Pemeriksaan sistem urogenital
127 Pemeriksaan saluran luka
128 Pemeriksaan uji apung paru
129 Pemeriksaan getah paru
Teknik Pengambilan Sampel
130 Vaginal swab
131 Buccal swab
132 Pengambilan darah
133 Pengambilan urine
134 Pengambilan muntahan atau isi lambung
135 Pengambilan jaringan
136 Pengambilan sampel tulang
137 Pengambilan sampel gigi
138 Pengumpulan dan pengemasan barang bukti
Pemeriksaan Penunjang/Laboratorium Forensik
139 Pemeriksaan bercak darah
140 Pemeriksaan cairan mani
141 Pemeriksaan sperma
142 Histoptologi forensik
143 Fotografo forensik

Hormat Saya,

dr. Juniarto Jaya Pangestu