Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN


(KA – ANDAL)

PEMBANGUNAN JALAN TOL


SUKABUMI - PADALARANG

Abdurrahman Faris
NPM 230110150154

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2017
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Kegiatan

BAB II PELINGKUPAN
2.1 Deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dikaji.
2.2 Deskripsi rona lingkungan hidup awal (environmental setting).
2.3 Hasil pelibatan masyarakat.
2.4 Dampak Penting Hipotetik.
2.5 Batas Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian

BAB III RUANG LINGKUP STUDI


3.1 Metode pengumpulan dan analisis data yang akan digunakan.
3.2 Metode prakiraan dampak penting yang akan digunakan.
3.3 Metode evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Proyek jalan tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang sepanjang 60 kilometer (km) siap dikebut
pengerjaannya oleh pemerintah. Hal tersebut ditunjukkan dengan dilakukannya penunjukkan
langsung kontraktor yang menggarap ruas tol yang tersambung dengan tol Ciawi-Sukabumi
ini.Ruas tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang juga termasuk ke dalam ruas tol tambahan yang
masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 3/2016 tentang
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengatakan,
pembangunan jalan tol ini, akan memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang selama ini
menuju Bandung.Selama ini, sambung Herry, arus kendaraan dari arah Jakarta yang menuju
Bandung terkonsentrasi di ruas jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang).
Akibatnya, beban ruas ini sangat tinggi dan sering terjadi kemacetan. Terutama saat hari libur akhir
pekan dan libur-libur nasional.
Dengan jalan tol ini, nantinya perjalanan ke Bandung bisa dilayani dengan jalan tol
Sukabumi-Ciranjang-Padalarang yang tersambung dengan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi
(Bocimi) yang proses pembangunannya tengah berjalan dan terhubung dengan jalan tol Jakarta-
Bogor-Ciawi (Jagorawi) yang saat ini sudah eroperasi. Adapun PT Waskita Toll Road selaku
pemilik konsesi jalan tol Ciawi-Sukabumi akan menyambung pengerjaan jalan tolnya dari
Sukabumi menuju Ciranjang sepanjang 28 km sedangkan sisanya dari Ciranjang menuju
Padalarang sepanjang 33 akan dibangun oleh PT Jasa Marga Tbk yang saat ini mengoperasikan
tol Cipularang.

1.2 Tujuan
Setelah pembentukan selesai maka tim penyusunan dokumen AMDAL tersebut melakukan
tinjauan di kawasan lapangan kerja proyek maupun di kawasan lingkungan kerja proyek. Dari hasil
tinjauan maka tim penyusun dokumen AMDAL dapat mengolah data sesuai dengan tahapan
berikut ini:
1) Memahami seluruh pekerjaan dan kehiatan yang akan dilakukan pada Proyek Pembangunan
Jalan Tol Sukabumi - Padalarang
2) Mengidentifikasi dampak potensial oleh masing-masing anggota tim penyusun dokumen
AMDAL,
3) Tinjauan kembali ke lapangan dengan memfokuskan kepada rencana kegiatan dan identifikasi
dampak lingkungan yang akan terjadi,
4) Mencocokan hasil tinjauan lapangan dengan hasil evaluasi dampak hipotetik (identifikasi
dampak lingkungan yang ditentukan sebelum tinjauan lapangan, dan
5) Penyusunan laporan pelingkupan yang akan menjadi dokumen Kerangka Acuan ANDAL.
BAB II
PELINGKUPAN

Deskripsi
Rencana Pengelolaan
Kegiatan Lingkungan
Kompone Pelingkupan
yang yang Sudah
n
Berpoten direncanakan Batas
N Lingkung Wilayah
si Sejak Awal Waktu
o. an yang Studi
Menimbu Sebagai Kajian
Terkena
lkan Bagian dari
Dampak
Dampak Rencana Dampa Dampak
Evaluasi
Lingkung Kegiatan k Penting
Dampak
an Potensi Hipoteti
Potensial
al k (DPH)
1 Mobilisas PP No. 41 Kualitas Penuru Kegiatan Disimpu Dipriorita 1 hari
i tahun 1999, udara nan ini lkan skan dengan
Peralatan SK Gubernur untuk Kualitas berlangsu kegiatan pada asumsi
dan DKI No. paramete Udara ng secara ini tidak areal bahwa
Material 551/2001 r debu sementar termasu tapak dalam
a dimana k DPH proyek masa
dilakukaa namun yang mobilisas
n pada tetap berbatas i selama
saat dikelola an 3 bulan,
tahap dengan dengan ritasi
pengerja cara: a. lokasi mobilisas
an saja. Dilakuka pemukim i
Jarak n an dianggap
pemukim penyira pendudu sama
an dan man k dan seminggu
lalulintas secara sepanjan adalah
dengan berkala g rute secara
rute di lokasi jalan harian
mobilisasi untuk yang sehingga
. mengur dilalui besaran
angi transport yang
hambur asi perlu
an debu pengangk dikelola
b. ut dan
Memasa material dipant
ng
pagar
setinggi
3 meter
pada
keliling
tapak
proyek
yang
berbata
san
langsun
g
dengan
pemuki
man
dan
lalulinta
s c.
Menutu
p bak
tru
kendara
an
pengang
kut
material
dengan
terpal
atau
kavas d.
Memcu
ci ban
truk
sebelum
masuk
ke jalan
raya
2 Pekerjaa Keputusan Menimbu Keresah Terdapat Disimpu Dipriorita 4 bulan
an Tiang Menteri lkan an peluang lkan skan menginga
Pancang Lingkungan getaran masyar yang terjadi pada t
Hidup No hingga akat cukup DPH areal diharapk
49/MENLH/1 kerusaka besar tapak an durasi
1/1996 n akan proyek pemanca
banguna terjadiny yang ngan
n a berbatas berlangsu
masyarak keresaha an ng dalam
at n dengan 3 bulan
masyarak lokasi
at yang pemukim
disebabk an
an oleh pendudu
pekerjaan k dan
tiang sepanjan
pancang g rute
yang jalan
menimbu yang
lkan dilalui
getaran transport
yang asi
akhirnya pengangk
dapat ut
menyeba material
bkan
kerusaka
n pada
banguna
n
BAB III
RUANG LINGKUP STUDI

No. DPH Metode Data Informasi yang Metode Metode


prakiraan Relevan dan di pengumpulan data Evaluasi
dampak butuhkan prakiraan

1 Peningkatan Menggunakan a. Data keadaan a. Data pada saat Menggunakan


geteran dan alat ukur kebisingan dan peninjauan metode bagan
kebisingan disebel dan getaran pada saat lapangan sebelum alir
pada saat getaran sebelum adanya diadakan kegiatan
pekerjaan kegiatan konstruksi b. Data
tiang pancang pemancangan b. pada saat
Data keadaan beljarannya
kebisingan dan keguatan
getaran pada saat konstruks
dilakukannya
pemancangan
Daftar Pustaka

1. Peratuan Menteri No. 16 tahun 2012 (Kementrian Negara Lingkungan Hidup) tentang pedoman
penusunan dokumen lingkungan hidup.
2. Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1999, SK Gubernur DKI No 551/2001tetang kualitas udara.
3. Keputusan Mentri Lingkungan Hidup No. 49/MENLH/11/1996, Lampiran IV.
4. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3435075/ada-proyek-prioritas-jokowi-jakarta-
sukabumi-bandung-tersambung-tol

Lampiran

a. Bukti formal kegiatan pembangunan proyek pembangunan jalan tol Sukabumi - Padalarang
b. Copy sertifikat kopetansi penyusunan Amdal
c. Copy tanda registrasi lembaga penyediaan jasa penyusunan (LPJP) Amdal untuk dokumen
Amdal yang disusun oleh LPJP atau tanda registrasi penyusunan perorangan, untuk dokumen
Amdal yang disusun oleh penyusun perorangan
d. Keputusan pembentukan Tim Pelaksana Studi Amdal, untuk dokumen Amdal yang disusun
oleh tim penyusun perseorangan
e. Biodata singkat personil penyusun Amdal
f. Surat pernyataan bahwa personil tersebut benar-benar melakukan penyusunan dan
ditandatangani di atas materai
g. Informasi detail lain mengenai rencana kegiatan (jika dianggap perlu
h. Biodata singkat personil penyusun Amdal
i. Surat pernyataan bahwa personil tersebut benar-benar melakukan penyusunan dan
ditandatangani di atas materai
j. Informasi detail lain mengenai rencana kegiatan.