Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sungai merupakan salah satu potensi alam yang sangat besar manfaatnya.

Fungsi air sungai dalam kehidupan sehari-hari adalah air baku untuk air minum,

air untuk mencuci, air untuk mandi atau peruntukan lain yang mempersyaratkan

mutu air yang sesuai dengan kegunaan tersebut. Fungsi air sungai yang viral ini

dalam kehidupan masyarakat menyebabkan pentingnya untuk mengetahui data

kualitas air sungai dan tingka pencemaran sungai.

B. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini untuk mengetahui kualitas air sungai

Tolongio. Penelitian ini menggunakan program HEC-RAS 4.1 beta.

C. Manfaat

Simulasi dengan program HEC-RAS 4.1 beta dapat digunakan untuk

evaluasi, dan mengetahui secara optimal kualitas air Sungai.

D. rumusan masalah

1. apa yang dimaksud dengan aplikasi Hec Rash

2. Manfaat dan Kemampuan Program Hec-Ras

3. bagaimana cara kerja dari aplikasi hec ras di dunia ke teknik sipilan ?

4. Apa yang dimaksud dengan steady flow analisys ?

1
5. Apa yang dimaksud dengan water quality analisys ?

2
BAB II

PEBAHASAN

A. Pengertian Hec Ras

Paket model HEC RAS adalah salah satu model yang dikeluarkan oleh U.S.

Army Corps of Engineers River Analysis System (HEC-RAS) yang di susun oleh

Hydrologic Engineering Center. Software ini memiliki keampuan penggunaan

perhitungan jenis aliran steady flow dan unsteady flow satu dimensi, dan

sediment transport yang akan ditambahkan pada versi berikutnya/(new version).

Sistem model HEC RAS telah disusun sebagai bagian dari Hydrologic

Engineering Center’s “Next Generation”(NexGen) dari pemodelan hydrologi

(Hydrologic engineering software). NexGen ini meliputi beberepa aspek dari

hydrologic engineering, yaitu : rain fall-runoff analysis, river hydrolics,

reservoir system simulation, flood damage analysis.

1. Philosopi Umum Dari Sistem Model

Sistem HEC-RAS mengandung 3 perhitungan analisa hidrolik satu

dimensi yaitu :

a. Perhitungan profil muka air steady flow/steady flow water surface

profile computation.

b. Unsteady flow anaisis.

3
c. Analisa movable boundary sediment transport. Element yang

dibutuhkan untuk ke tiga perhitungan tersebut diatas adalah data

geometry dan data hidrolik.

B. Manfaat dan Kemampuan Program Hec Ras

HEC-RAS didesain untuk perhitungan hidrolik 1 dimensi untuk saluran baik

itu buatan atau alami. Berikiut ini adalah penjelasan pokok kemampuan dari

model HEC-RAS.

1. User Interface

Untuk mempermudah pengguna menggunakan HEC-RAS, maka soft

ware ini diberikan suatu bentuk berupa grafik/gambar yang sering disebut A

Grapical User Interface (GUI). User Interface ini menyediakan fungsi-

fungsi sebagai berikut :

a. File managemen

b. Masukan Data dan editing

c. Analisis Hidrolik

d. Tabulasi dan gambar dari input dan output

e. Fasilitas hasil

f. On-line help

4
2. Komponen Analisa Hidrolik

Profil Muka Air Aliran Steady. Komponen dari system model yang

bertujuan untuk menghitung profil muka air aliran steady ununiform. Pada

analisis ini, model mampu menganalisa aliran pada kondisi subkritis,

superkritis, atau kondisi yang beragam. Prosedur dasar dari perhitungannya,

adalah didasarkan atas peersamaan energi 1 dimensi. Kehilangan energi

dievaluasi berdasarkan kehilangan akibat gesekan (persamaan manning) dan

kontraksi dan ekspansi (koefisien yang dikalikan dengan perubahan pada

kecepatan) Persamaan momentum digunakan pada kondisi dimana profil

muka air secara cepat mengalami perubahan/bervariasi.

Profil Muka Air Aliran Unsteady. Persamaan unsteady flow ini di abmil

dari Dr. Robert L. Barkau’s UNET (Barkau, 1992 dan HEC,1997), yang

hanya untuk kondisi subkritis. Namun pada relase model 3.1.3 ini mampu

menghitung untuk kondisi yang sama dengan steady flow diatas.

Perhitungan Sedimen Transport/Movabel Boundary . Komponen model

ini bertujuan untuk mensimulasi sediment transport yang dihasilkan dari

hasil bacaan scour dan deposition selama simulasi waktu. Model dapat

didisain untuk mensimulasi kecenderungan dari scour dan deposition pada

aliran sungai yang diakibatkan oleh keragaman frekuensi dan durasi dari

kedalaman dan debit, atau keragaman dari geometry saluran. System model

ini dapat di gunakan untuk mengevaluasi proses pengendapan/deposition

5
pada waduk, memprediksi pengaruh dari pengerukan pada areal

pengendapan, estimasi maksimum kemungkinan penggerusan selama waktu

banjir, evaluasi sedimentasi untuk perbaikan sungai.

3. Masukan dan Manajemen Data

Data input di simpan berupa file dalam kategori yang terpisah pada

project, yaitu berupa data : plan, geometry, steady flow, unsteady flow, dan

sediment. Data output tersimpan secara dominant pada file Binary yang

terpisah. Data data ditransfer antar HEC –RAS dan program yang lain

dengan memanfatkan HEC-DSS.

4. Graphics dan Reporting

Grafik yaitu memasukkan X-Y koordinat dari skematik jaringan sungai,

cross section, profil, rating curve, hydrograph, dan beberapa hal lain tentang

variabel hidrolik.

C. Cara Kerja Aplikasi Hec Rash

Pada bab ini menyajikan tampilan tampilan bagaimana satu studi dilakukan

dengan menggunakan Software HEC-RAS, yang terdiri dari : Starting Hec Ras,

dan Langkah langkah dalam pembangunan Hidrolik Model HEC RAS.

6
1. Starting HEC RAS

Ketika pengguna menjalankan setup program HEC RAS, maka akan secara

otomatis didapatkan satu grup program baru yang disebut HEC dan ico

programnya di sebut HEC-RAS. Seperti program lainnya icon tersebut akan

muncul dibawah interface windows, dengan icon seperti berikut :

Seperti program lainnya maka untuk pertama kalinya penjalanan program HEC

RAS akan tampil serti berikut :

The HEC-RAS Main Window

7
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

Tool bars HEC-RAS

8
2. Langkah langkah dalam pembangunan Hidrolik Model HEC RAS

Terdapat lima langkah utama dalam pembangunan model hidrolik

menggunakan HEC RAS:

a. Pembuatan new Project

b. Entering Data Geometri

c. Entering flow data dan kondisi batas

d. performa hydraulic calculations

e. PEnampilan hasil dan print out hasil

3. Pembuatan New Project

Langkah pertama dalam pembangunan model hidrolik menggunakan

HEC RAS adalah menetapkan direktory kerja mana dan penamaan project

kerja. Yaitu :

a. Pilih FILE menu

b. pilih New Project

9
Note : Bisa diletakkan di direktory sesuai keinginan user

Tidak lupa untuk memberikan option Unit satuan yang akan digunakan

(english atau SI)

4. Entering Data Geometry

Langkah berikutnya adalah memasukkan data geometri, dimana terdiri

dari informasi tentang skematik jaringan system model hidrolik yang akan

digunakan, atau secara gamblang bisa kita sebut pembangunan DENAH

PLAN jaringan Sungai.

Kemudian pada menu windows ini juga akan mengandung fasilitas yang

lain seperti berupa :

a. Pemasukan cross section data

b. Data struktur bangunan ( jembatan, pelimpah, culverts, dll)

10
Tahap ini di awalai dengan pilihan pada menu utama windows HEC RAS

yaitu :

Edit > Geometri data atau pilih icon gambar maka akan tertampil menu

windows geometri data sebagai berikut :

11
Pemasukan data geometri adalah dengan melakukan penggambaran

sebagai tahap pertama pada layar, dengan penggambaran yang berhenti

untuk tiap skematik alur sungai yang akan di buat.

a. Pilih tools “river reach” kemudian tarik garis yang menunjukkan satu

skematik alur sungai dan program akan membaca pembacaan mulai dari

hulu menuju ke hilir.

b. Kemudian akan muncul tampilan untuk penamaan/indentifikasi (16

karakter)

c. Sebagai penyesuaian bentuk Denah Plan agar sama dengan kondisi

model yang diinginkan maka langkah selanjutnya adalah pemasukan

koordinat x.y denah tersebut yaitu pada pilihan : Edit/ Reach

Schematic line

12
d. Kemudian akan muncul bentuk isian hubungan antara x dan y untuk

masing-masing skematik alur yang telah dibuat.

Banyak berbagai cara untuk melakukan penggambaran ini yaitu bisa

menggunakan fasilitas pada software lain atau melalui penggambaran

terlebih dahulu melalui AUTOCAD kemudian dilakukan pencataan

koordinat setiap line gambar (Tools Inquarry)

Setelah system river skematik sudah tergambar maka dilanjutkan

dengan pemasukan data cross section sungai/penampang melintang

saluran/sungai, yaitu dengan menu pilihan pada icon

Dengan bentuk isian data cross sebagai berikut :

13
Pengisian data
cross dimulai
dengan
penampang
melintang
saluran/sungai
bagian hilir dan
dilanjutkan
pada bagian
Dengan selesainya semua proses sampai tahap diatas, upstreamnya,
maka pemodelan
kemudian
seterusnya
dapat dikatakan sudah terselesaikan 60 %. Hal ini di dasarkan atas alas an

bahwa Proses Pemodelan HEC RAS yang utama terletak pada

pemasukan Data Geometri.

14
D. Entering Flow Data Dan Kondisi Batas

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Program HEC RAS mampu

menganalisa kajian hidrolik dengan 2 kondisi aliran steady dan unsteady

flow, maka menu icon/tools bar input flow data terdapat 2 macam : Yaitu :

: Icon input Data untuk kondisi Steady flow

: Icon input Data untuk kondisi UnSteady flow

Filosofi dasar pada pemodelan Numerik ini, akan selalu membutuhkan

identifikasi awal yang sering disebut dengan Boundary Condition. Dalam

hal ini adalah kondisi batas bagian hulu yaitu Debit yang akan dilewatkan,

sedangkan boundary condition untuk bagian hilir (dwon stream) dapat

berupa :

a. Tinggi muka air bagian hilir

b. Slope/ kemiringan dasar sungai bagian hilir

c. Stage hidrograf ( hubungan tinggi muka air dengan debit)

15
5. Performa hidrolik Kalkulasi

Yaitu menu pilihan metode perhitungan pemodelan setiap kondisi hidrolik

yang seharusnya :

16
6. Steady Flow Analysis

Dalam melakukan analisis Sungai Tolongio yang terletak di Provinsi

Gorontalo menggunakan software HEC-RAS 4.1 ini, digunakan beberapa

sumber dalam pengumpulan data untuk analisis. Sumber yang paling banyak

memberikan informasi data merupakan Tugas Akhir dari saudara Alex

Pribadi dengan judul “Anlisis Banjir Sungai Tolongio, Gorontalo,

Berdasarkan Simulasi Unsteady Dengan Menggunakan Software HEC-RAS

Versi 4.0.”. Dalam Tugas Akhir tersebut dilakukan analisis pada 160 titik

tinjauan , namun pada analisis yang dilakukan oleh penulis, penulis hanya

melakukan analisis pada 5 titik tinjauan.

Pada analisis Steady Flow dengan debit konstan yaitu sebesar 20 m 3/s

dari hulu sampai hilir atau sama di setiap titik tinjauan, didapatkan hasil

analisis bahwa terjadi banjir di beberapa titik tinjauan. Hal ini terjadi Karena

dimensi dan elevasi sungai yang berbeda-beda sepanjang sungai. Hal ini

menyebabkan beberapa tanggul di beberapa titik tinjauan yang dianalisis

tidak sanggup menahan luapan air sungai sehingga terjadi banjir.

Dalam melakukan analisis terdapat beberapa kendala seperti tidak

lengkapnya data pendukung yang diperlukan dalam melakukan analisis,

seperti koefisien kekasaran manning. Karena tidak tersedianya data tersebut,

maka koefisien kekasaran manning yang dipakai sama seperti yang

digunakan pada Tugas Akhir yang dijadikan sumber data.

17
7. Water Quality Analysis

Dalam analisis Water Quality yang dilakukan penulis, didapatkan bahwa

hasil analisis pada durasi awal yaitu 7 Maret 2013, sama dengan durasi akhir

analisis, yaitu 7 April 2013. Hal tersebut dapat terjadi karena data-data yang

digunakan sebagai data input analisis tersebut berupa data yang konstan.

Tidak ada data-data input analisis Water Quality yang berbeda pada setiap

titip tinjauan. Data yang dipakai merupakan data rata-rata pada tahun 2013.

Dalam melakukan analisis Water Quality terdapat beberapa kendala,

seperti tidak tersedianya data pendukung yang diperlukan dalam analisis,

seperti data Cloudiness. Selain itu, data yang digunakan dalam analisis

merupakan data lama atau bukan data terbaru, yaitu data rata-rata pada tahun

2013 dan 2011. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya data-data sungai

Tolongio terbaru yang diperlukan dalam analis Water Quality. Karena ada

data yang tidak tersedia, yaitu data Cloudiness, maka digunakan data 1

satuan sebagai pengganti data yang tidak tersedia tersebut. Hal ini

menyebabkan analisis Water Quality menjadi tidak dapat merepresentasikan

keadaan

sebenarnya yang terjadi di sungai Tolongio, Gorontalo. Oleh karena itu,

hasil analisis yang didapatkan merupakan hasil yang sama seperti kondisi

aslinya, namun masih dapat merepresentasikan sebagian besar keadaan

sungai tersebut.

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian yang telah dilakukan

adalah sebagai berikut:

1. Analisis hidrologi dan hidrolika dalam pekerjaan pengendalian banjir

memerlukan data yang cukup baik dari segi panjang data maupun validitas

data.

2. Kalibrasi dan verifikasi adalah hal sangat penting untuk dilakukan dalam

pemodelan debit sungai. Untuk keperluan kalibrasi dan verifikasi diperlukan

data pengukuran lapangan dari sungai yang diteliti.

3. Pemodelan tanpa kalibrasi dan verifikasi hanya akan memberikan hasil

pemodelan berdasarkan asumsi dari peneliti.

4. Dalam analisis hidrologi, pada kondisi tidak ada data pengukuranlapangan,

bankfull capacity dari sungai dapat dipakai sebagai bahan kalibrasi untuk

Q2.

5. Kelemahan dari perhitungan debit banjir dengan menggunakan data hujan

adalah bahwa kita harus selalu berasumsi bahwa hujan terjadi pada seluruh

DAS. Padahal jarang sekali terjadi kejadian hujan yang seragam dan

bersamaan dalam suatu DAS, apalagi pada DAS-DAS besar. Sebagai akibat

19
B. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya

penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas

dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung

jawabkan. Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa

untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah saya

buat.

20