Anda di halaman 1dari 11

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


GPS (Global Positioning System) merupakan sistem untuk menentukan
posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit. Sistem ini
memiliki tiga segmen sistem yaitu segmen satelit, segmen pengontrol dan
segmen penerima. Dari ketiga segmen tersebut tentunya saling berkaitan satu
sama lain dalam meneliti objek diteliti. GPS sangat berhubungan dengan titik
lokasi, latitude, longitude, dan sudut elevasi. Map source merupakan suatu
aplikasi yang dibuat dengan tujuan untuk mempermudah pengguna dalam
mengolah hasil operasional perangkat GPS yang terintegrasi dengan
perangkat komputer dan bergeoferensi, sehingga data yang diambil sesuai
dengan koordinat dan dapat segera diketahui posisi pengguna pada saat
pengambilan data maupun route yang diambil sekaligus mampu menghitung
jarak dan luasan titik-titik waypoint yang diambil. Kedua hal ini merupakan
hal yang saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan karena
keduanya saling menunjang dalam proses pengukuran dan pengolahan data
suatu objek yang diteliti. Dengan begitu tentu sangat penting hal ini untuk
dapat dipahami dan dikaji secara mendalam guna menunjang dalam
mendapatkan ilmu perpetaan.
Dalam hal ini tentunya sangat penting bagi seorang mahasiswa geofisika
untuk dapat mengkaji dan memahaminya agar dapat berperan untuk
memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang geofisika.
Oleh karena itulah diadakannya sebuah praktikum tentang Global Positioning
System dan Map Source ini.

1.2 Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian GPS serta keunggulan dan
kelemahannya.
2. Mahasiswa dapat menggunakan alat GPS serta aplikasi yang ada
didalamnya sesuai dengan prosedur yang benar..
3. Mahasiswa mampu mengolah data yang ada dalam GPS dan
menginterpretasikannya.
4. Mahasiswa dapat memahami dan menggunakan program aplikasi dari Map
Source.
5. Mahasiswa mampu menggabungkan data yang diambil dari Map Source
dan mampu mengolah data yang didapat ke dalam aplikasi Google Earth.
2

II. TINJAUAN PUSTAKA

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentu
posisi yang memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi dan informasi waktu
secara kontinu di seluruh dunia tanpa tergantung kepada waktu dan cuaca yang
terjadi pada saat itu. Diartikan juga sebagai sebuah alat atau sistem yang dapat
digunakan untuk menginformasikan penggunanya dimana dia berada (secara
global) di permukaan bumi yang berbasiskan satelit. Data yang dikirim dari satelit
yaitu berupa sinyal radio dengan data digital. Dimanapun berada maka GPS bisa
membantu dalam menunjukan arah yang ingin dituju dan tentunya dapat
menentukan posisi lokasinya. Pada sistem satelit ini tentunya saling berhubungan
dengan garis orbitnya satu sama lain sehingga informasinya dapat diterima secara
tepat dan akurat (Abidin, 2009).
Differensial GPS adalah metode lain yang dapat digunakan untuk mereduksi
pengaruh lapisan ionosfer. Walaupun DGPS dapat menghasilkan akurasi level
sentimeter, tetapi metode ini hanya efektif untk skala lokal dalam jangkauan
kurang lebih sekitar 50 km. Untuk skala utama regional, metode DGPS ini tidak
dapat digunakan untuk mereduksinya. Jika harus digunakan maka harus
diperlukan banyak GPS yang harus dioperasikan pada jarak yaitu sekitar 50 km,
yang tentunya koreksi ionosfer skala regional dengan DGPS menjadi tidak efektif,
hal tersebutlah yang menjadi keterbatasan dalam menggunakan metode
konvensional DGPS (Juhadi, 2001).
Sistem akuisisi data dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang berfungsi
untuk mengambil, mengumpulkan dan menyimpan data hingga dapat
memprosesnya untuk menghasilkan suatu data yang dikehendaki. Jenis serta
metode yang dipilih pada sistem ini umumnya betujuan untuk menyederhanakan
setiap langkah yang dilaksanakan pada setiap proses akuisisi data. Suatu sistem
akuisisi data pada umumnya dibentuk sedemikian rupa sehingga sistem tersebut
dapat digunakan untuk mengambil, mengumpulkan dan menyimpan data yang
siap diproses lebih lanjut (Osborne, 2013).
Satelit-satelit GPS memancarkan data yang diindikasikan lokasinya dan
waktu tertentu. Semua satelit ini dioperasikan secara sinkron, jadi sinyal yang
berulang-ulang dipancarkan pada saat yang sama. Sinyal bergerak pada kecepatan
cahaya, ketika tiba di sistem penerima GPS dengan perbedaan waktu yang kecil,
karena beberapa satelit memiliki jarak yang lebih jauh daripada satelit yang lain.
Jarak ke satelit GPS dapat diperhitungkan dengan memperkirakan jumlah waktu
yang dibutuhkan sinyalnya untuk mencapai receiver. Ketika receiver
memperkirakan jarak dari sekurang-kurangnya yaitu empat satelit sehingga GPS
ini cukup untuk mengkalkulasikan posisi dalam tiga dimensi. Hasil pembacaan
3

arah tersebut dapat dipakai untuk menentukan lokasi pengamat berdiri dengan
dibantu peta topografi. Pembidikan dapat dilakukan ke beberapa objek yang
lokasinya diketahui dengan pasti di peta yang kemudian arah-arah tersebut ditarik
pada peta dengan menggunakan busur derajat dan mistar segitiga. Titik potong
ketiganya, yang bila pembacaanya tepat akan hanya berpotongan di satu titik.
Titik tersebut adalah titik dimana pengamat berdiri (Sudaryatno, 2001).
Map Source merupakan aplikasi yang digunakan untuk dapat mengolah data
dari dari hasil pengukkuran GPS, dimana aplikasi ini telah terintegrasi oleh
komputer dan bergeoferensi. Software ini dapat dihubungkan dengan GPS, pada
Map Source yang bisa dimanage adalah GPS Garmin Map Source dimana aplikasi
ini menyediakan data geografis pada software yang nantinya akan ditampilkan
pada PC atau menambahkan base map dari GPS Garmin. Dengan Map Source ini
kita dapat melihat waypoint, route dan track pada peta grafis dengan cara
mengupload informasi dari GPS Garmin atau membuat secara cepat waypoint
yang baru atau route dengan mengklik mouse dan mendownload nya pada GPS
Garmin (Ardiansyah, 2003).
Salah satu cara melakukan akuisisi data dengan menggunakan GPS adalah
dengan survey terestial. Survey ini merupakan kegiatan survey dan pemetaan yang
dilakukan secara langsung di areal survey, baik itu di daratan maupun di perairan.
Survey terestial memiliki keunggulan berupa ketelitian informasi topografis yang
cenderung tinggi dan detail berupa situasi ketinggian, kontur, batas wilayah, luas
wilayah serta sangat cocok untuk daerah yang areal nya tidak terlalu luas yang
menuntut informasi topografis yang teliti. Adapn langkah-langkah survey terestis
yaitu dengan menggunakan total station dalam pengukuran terestis yang meliputi
sebagai berikut ini :
1. Survey pendahuluan
2. Pembuatan sketsa pada area yang akan dipetakan
3. Penentuan kode titik dan nomor titik
4. Desain lokasi titik kontrol pemetaan
5. Pendefinisian titik kontrol pemetaan
6. Pengukuran secara detail terhadap objek yang akan dipetakan
7. Download data hasil pengukuran
8. Editing dan layout peta hasil yang nantinya akan kembali diolah
sehingga menhasilkan informasi peta yang akurat (Mizuno, 2013).
Dalam pembuatan peta dasar hal yang paling pertama dilakukan adalah
dengan mengkonversi arah mata angin menjadi x dan y yaitu berupa garis lintang
dan garis bujur. Daerah yang dijelajahi tentunya memiliki elevasi, lintang dan
bujur yang berbeda-beda terhadap titik yang lainnya sehingga dari data tersebut
dapat ditentukan koordinat yang nantinya sangat penting dalam pembuatan peta
dasar. Dari hasil data tersebut nantinya kemudian akan diolah lagi ke dalam
berbagai aplikasi yang digunakan untuk mengolah lagi data tersebut sehingga
ketika dalam pembuatan peta akan lebih jelas dan akurat (Purnawijaya, 2008).
4

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah :
1. Alat Tulis
2. GPS
3. Kamera
4. Laptop
5. Software Map Source

3.2 Diagram Alir

Mulai

Mengidentifikasi lokasi yang telah


ditentukan dan mengaktifkan GPS

Menunggu sampai kalibrasi sinyal


minimal 4 buah satelit

Memulai perjalanan dan memplot


data awal serta catat data posisinya

Memplot lokasi minimal 8 titik dan


kembali ke lokasi awal

Mentransfer data hasil pengukuran ke


dalam komputer

Selesai

Gambar 3.2.1 Diagram Alir Praktikum Global Positioning System


5

Mulai

Menginstal dan mengaktifkan


aplikasi Map Source

Membuat Waypoint pada menu


Toolbar dan menentukan titiknya

Membuat Route pada Waypoint


yang telah dibuat

Mengubah ukuran koordinat pada


jalur yang telah dibuat

Melihat dan menggabungkan


hasil data ke dalam Google Earth.

Selesai

Gambar 3.2.2 Diagram Alir Map Source


6

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan

Nama Titik Latitude (x) Longitude (y) Elevasi (z)

P1 05026.784’ 94007.340’ 144


P2 05026.865’ 94007.333’ 148
P3 05026.065’ 94007.164’ 151
P4 05026.911’ 94007.092’ 154
P5 05026.820’ 94007.127’ 151
P6 05026.596’ 94007.285’ 149
P7 05026.708’ 94007.399’ 147
P8 05026.673’ 94007.185’ 152

Tabel 4.1.1 Data Hasil Pengamatan 1

Nama Titik Latitude (x) Longitude (y) Elevasi (z)

Unila Park 5021’57.46’’ 105014’37.60’’ 129

Gedung Rektorat 5021’51.31’’ 105014’34.31’’ 128

Fakultas Hukum 5021’49.02’’ 105014’37.03’’ 126

Lapangan Tenis 5021’51.94’’ 105014’27.00’’ 123

Lapangan Bola 5021’50.61’’ 105014’23.42’’ 117

Tabel 4.1.2 Data Hasil Pengamatan 2

4.2 Pe mbahasan
Pada pembahasan mengenai praktikum yang telah dilakukan yaitu
mengenai Global Positioning System (GPS) dan Map Source akan dibahas
secara rinci mengenai seputar Global Positioning System (GPS) dan Map
Source, World Geodetic System (WGS) 48, prosedur praktikum, fungsi
pada bagian GPS, fungsi tombol pilihan pada Map Source dan data hasil
pengamatan menggunakan GPS dan Map Source dengan masing-masing
yaitu 8 titik dan 5 titik di area survey wilayah Universitas Lampung.
7

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan


penentu posisi yang memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi dan
informasi waktu secara kontinu di seluruh dunia tanpa tergantung kepada
waktu dan cuaca yang terjadi pada saat itu. Diartikan juga sebagai sebuah
alat atau sistem yang dapat digunakan untuk menginformasikan
penggunanya dimana dia berada (secara global) di permukaan bumi yang
berbasiskan satelit. Data yang dikirim dari satelit yaitu berupa sinyal radio
dengan data digital. Satelit-satelit GPS ini memancarkan data yang
diindikasikan lokasinya dan waktu tertentu. Semua satelit ini dioperasikan
secara sinkron, jadi sinyal yang berulang-ulang dipancarkan pada saat yang
sama. Sinyal bergerak pada kecepatan cahaya, ketika tiba di sistem
penerima GPS dengan perbedaan waktu yang kecil, karena beberapa satelit
memiliki jarak yang lebih jauh daripada satelit yang lain.
Map Source merupakan aplikasi yang digunakan untuk dapat
mengolah data dari dari hasil pengukkuran GPS, dimana aplikasi ini telah
terintegrasi oleh komputer dan bergeoferensi. Software ini dapat
dihubungkan dengan GPS, pada Map Source yang bisa dimanage adalah
GPS Garmin Map Source dimana aplikasi ini menyediakan data geografis
pada software yang nantinya akan ditampilkan pada PC atau menambahkan
base map dari GPS Garmin. Dengan Map Source ini kita dapat melihat
waypoint, route dan track pada peta grafis dengan cara mengupload
informasi dari GPS Garmin atau membuat secara cepat waypoint yang baru
atau route dengan mengklik mouse dan mendownload nya pada GPS
Garmin. Selain itu juga kita dapat melihat hasil data dari Map Source ke
dalam aplikasi Google Earth.
World Geodetic System (WGS) 48 adalah standar untuk digunakan
dalam kartografi, geodesi, dan navigasi. Terdiri dari bingkai koordinat
standar untuk bumi, permukaan referensi standar bulat (datum atau referensi
ellipsoid) untuk data ketinggian mentah, dan permukaan ekuipotensial
gravitasi geoid yang mendefinisikan permukaan laut nominal. Revisi terbaru
adalah WGS 84 yang berlaku sampai sekitar 2010. Skema sebelumnya
termasuk WGS 72, WGS 66, dan WGS 60. WGS 84 adalah koordinat
sistem referensi yang digunakan oleh Global Positioning System.
Datum yang digunakan untuk penentuan posisi GPS disebut WGS84
(World Geodetic System 1984). Ini terdiri dari tiga dimensi sistem koordinat
Cartesian dan ellipsoid terkait, sehingga posisi WGS84 dapat digambarkan
sebagai salah koordinat XYZ Cartesian atau lintang, bujur dan koordinat
elipsoid tinggi. Asal usul datum adalah Geocentre (pusat massa bumi) dan
dirancang untuk posisi mana saja di Bumi.
Sejalan dengan definisi datum yang diberikan, datum WGS84 tidak
lebih dari satu set konvensi, konstanta diadopsi dan formula. Tidak ada
infrastruktur fisik disertakan, dan definisi tersebut tidak menunjukkan
8

bagaimana kita dapat memposisikan diri dalam sistem ini. Definisi WGS84
termasuk item berikut :
Sumbu Cartesian WGS84 ellipsoid dan yang geosentris, yaitu, asal
mereka adalah pusat massa dari seluruh bumi, termasuk lautan dan
atmosfer. Skala sumbu adalah bahwa dari kerangka bumi lokal, dalam arti
teori relativistik gravitasi. Orientasinya yaitu arah dari sumbu dan
karenanya, orientasi khatulistiwa elipsoid dan meridian utama dari nol bujur
bertepatan dengan ekuator dan meridian utama dari Internationale de l'Heure
Biro pada saat ini dalam waktu 1984,0.
Sejak pada waktu tersebut orientasi sumbu dan ellipsoid telah berubah
sedemikian rupa sehingga gerak rata-rata lempeng kerak relatif terhadap
ellipsoid adalah nol. Hal ini memastikan bahwa sumbu Z dari datum
WGS84 bertepatan dengan Kutub Referensi Internasional, dan bahwa
meridian utama dari elipsoid yaitu pesawat yang berisi Z dan sumbu X
Cartesian bertepatan dengan International Reference Meridian. Bentuk dan
ukuran ellipsoid biaksial WGS84 didefinisikan oleh panjang sumbu semi-
mayor dan timbal balik dari merata. Ellipsoid ini adalah bentuk yang sama
dan ukurannya dengan ellipsoid GRS80.
Nilai-nilai konvensional juga diadopsi untuk kecepatan sudut standar
bumi, dan untuk bumi gravitasi konstan. Yang pertama diperlukan untuk
pengukuran waktu dan yang kedua untuk menentukan skala sistem dalam
arti relativistik. Kami tidak akan pertimbangkan parameter lebih lanjut di
pada pembahasan ini. Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan pada
WGS 84 tersebut :
Pertama, ellipsoid dirancang untuk terbaik sesuai dengan geoid bumi
secara keseluruhan. Itu artinya pada umumnya geoid tidak cocok di negara
tertentu, serta non-geosentris ellipsoid digunakan untuk pemetaan negara
tersebut. Dalam GRS80 Britania Raya terletak sekitar lima puluh meter di
bawah geoid dan lereng dari timur ke barat ke geoid relatif, sehingga
pemisahan geoid-elipsoid adalah sepuluh meter lebih di barat daripada di
timur. Kedua, perhatikan bahwa sumbu dari sistem Cartesian WGS84,
karena itu semua lini garis lintang dan bujur dalam data WGS84 tidak diam
terhadap negara tertentu. Karena gerakan lempeng tektonik, berbagai
belahan dunia bergerak relatif satu sama lain dengan kecepatan dari urutan
sepuluh sentimeter per tahun. The International Referensi Meridian dan
Kutub serta data WGS84, yang diam terhadap rata-rata dari semua
gerakan. Tapi ini berarti mereka berada dalam gerak relatif terhadap wilayah
tertentu atau negara. Di Inggris semua lintang dan bujur WGS84 berubah
pada tingkat konstan sekitar 2,5 sentimeter per tahun ke arah utara-
timur. Selama satu dekade atau lebih efek ini menjadi nyata dalam skala
besar pemetaan yang telah terjadi di belahan dunia.
9

Pada praktikum kali ini langkah kerja yang pertama yaitu dengan
menentukan beberapa objek yang akan diplot posisinya dan mengamati
keberadaan objek tersebut yaitu sebanyak 8 titik. Setelah kita menentukan
objek lokasi yang akan diukur dengan menggunakan GPS maka aktifkanlah
GPS dan tunggu sampai kalibrasi dengan menemukan minimal 4 satelit.
Sambil berjalan untuk mengeplot titik awal maka dapat ditentukan berapa
kedudukan latitude, longitude dan elevasi titik objek tersebut terhadap
kedudukan benda yang lainnya. Setelah itu maka akan kita dapatkan dari
pengukuran tersebut yaitu data posisi latitude, longitude dan elevasi
lokasinya.
Maka selanjutnya dengan terus berjalan dan mengplot data objek
lokasi berikutnya sampai 8 titik lokasi dengan masing-masing kedudukan
latitude, longitude dan elevasi yang berbeda-beda. Dengan mendapatkan
besaran kedudukan latitude, longitude dan elevasinya. Setelah semua data
objek tersebut telah diplot posisinya maka catatlah semua data tersebut dan
berjalan kembali menuju titik awal pengeplotan data. Dari data mengenai
posisi objek pada titik pertama yaitu menghasilkan koordinat x yaitu sebesar
05026.784’, koordinat y yaitu sebesar 94007.340’ dan elevasinya sebesar
144m. Pada data posisi objek titik kedua yaitu menghasilkan koordinat x
sebesar 05026.865’, koordinat y sebesar 94007.333’ dan elevasinya yaitu
sebesar 148m. Pada titik ketiga diperoleh koordinat x sebesar 05026.065’,
koordinat y sebesar 94007.164’ dan elevasinya yaitu sebesar 151m. Pada
titik keempat diperoleh koordinat x sebesar 05026.911’, koordinat y sebesar
94007.092’ dan elevasinya yaitu sebesar 154m. Pada titik kelima diperoleh
koordinat x sebesar 05026.820’, koordinat y yaitu sebesar 94007.127’ dan
elevasinya yaitu sebesar 151m. Pada titik keenam diperoleh koordinat x
yaitu sebesar 05026.596’, koordinat y yaitu sebesar 94007.285’ dan
elevasinya yaitu sebesar 149m. Pada titik ketujuh diperoleh koordinat x
yaitu sebesar 05026.708’ koordinat y yaitu sebesar 94007.399’ dan
elevasinya yaitu sebesar 147m. Pada titik kedelapan diperoleh koordinat x
yaitu sebesar 05026.673’, koordinat y yaitu sebesar 94007.185’ dan
elevasinya yaitu sebesar 152m.
Setelah melakukan pengukuran terhadap objek lokasi di 8 titik maka
langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan pembuatan titik survey di
lokasi 5 titik yang berbeda pada aplikasi Map Source. Langkah awal yaitu
dengan menginstal aplikasi Map Source ke dalam perangkat komputer dan
langsung mengaktifkan aplikasinya. Maka setelah itu kita harus menetukan
objek yang akan dipilih sebanyak 5 titik. Maka dari pilihan tersebut
dipilihlah objel lokasi Bundaran Universitas Lampung, Gedung Rektorat,
Fakultas Hukum, Lapangan Tenis dan Lapangan Sepakbola yang masing-
masing memiliki kedudukan yang berbeda-beda. Maka setelah kita
menambahkan titiknya dengan membuat waypoint pada lokasi tersebut
10

setelah itu dilanjutkan dengan menentukan route dari waypoint 5 titik yang
telah dibuat dengan menggunakan salah satu pilihan menu pada map source
sehingga dari tiap-tiap lokasi akan diperoleh routenya menuju area masing-
masing. Selanjutnya setelah kita mendapatkan routenya kita juga dapat
melihat hasil data yang telah dibuat dari masing-masing 5 titik berbeda ke
dalam suatu aplikasi yaitu Google Earth guna melihat hasil data yang lebih
detail, lengkap dan akurat maka kita dapat melihatnya obej tersebut dengan
membuat objek poligon dari data hasil yang telah kita buat di aplikasi Map
Source tadi.
Komponen-komponen bagian dan fungsi GPS terdiri dari beberapa hal
berikut. Pertama bagian GPS terdiri atas Unit Antena, merupakan rangkaian
yang menerima sinyal dari satelit. Menerima sirkuit radio dan mengambil
sinyal dari gelombang radio yang diterima dengan antena dan memproses
sinyal elektromagnetik untuk mengembalikan gelombang suara yang dapat
didengar. Karena sinyal yang diterima adalah samar maka diperlukan pada
tahap deteksi dan melewati filter untuk menolak kebisingan. Dengan
demikian komponen ini berfungsi utama dalam proses menangkap sinyal
yang dihasilkan oleh satelit. Kedua, GPS terdiri atas Unit Display atau
Recorder, komponen ini berfungsi sebagai petunjuk sinyal tercermin yang
diekstrak pada display sehingga proses yang dihasilkan secara digital.
Berkat proses ini maka kita secara visual dapat melihat bentuk dasar laut
dan gerombolan ikan tidak hanya sebagai besarnya sinyal terpantul tetapi
juga sebagai bentuk yang lebih realistis. Dalam hal ini sounder gema analog
juga dapat melakukan pengolahan digital pada tahap akhir dari operasi. Pada
komponen yang ketiga, GPS terdiri atas Receiver dimana komponen ini
berfungsi untuk memberikan data keluaran berupa data posisi koordinat
lintang dan bujur, elevasi atau ketinggiannya, waktu, kecepatan serta arah
dari GPS receiver tersebut.
Selanjutnya GPS juga memiliki Control Segmen GPS terdiri dari lima
stasiun yang sebagai mata dan telinga bagi GPS. Sinyal-sinyal dari satelit ini
diterima oleh bagian kontrol, kemudian dikoreksi dan dikirimkan kembali
menuju satelit. Data koreksi lokasi yang tepat dari satelit ini disebut data
emphemeris yang kemudian nantinya dikirimkan ke alat navigasi yang kita
miliki. Selain itu GPS juga terdiri dari Space Segmen yang terdiri dari
sebuah jaringan satelit yang berada pada orbit lingkaran yang terdekat
dengan tinggi nominal diatas permukaan bumi. Sinyal yang dipancarkan
oleh satelit tersebut dapat menembus awan, plastik dan kaca namun tidak
dapat menembus benda padat seperti tembok dan rapatnya pepohonan. Yang
terakhir yaitu GPS User Segmen yang terdiri dari antena dan prosesor
penerima yang menyediakan posisi, kecepatan dan ketepatan waktu
pengguna. Bagian ini menerima data dari satelit-satelit melalui sinyal radio
yang dikirimkan setelah mengalami koreksi oleh stasiun pengendali.
11

Pada aplikasi Map Source terdapat beberapa ikon yang berfungsi


untuk mempermudah dalam menggunakan program aplikasi ini beberapa
diantaranya yaitu Waypoint Tool yang digunakan sebagai alat untuk
memberikan keterangan tanda berupa titik atau gambar mengenai suatu
lokasi agar lokasi tersebut dapat mudah ditemukan dalam penelitian lokasi.
Selain itu juga terdapat Route Tool yang berfungsi untuk memberikan
informasi mengenai jalur yang terdapat pada objek lokasi yang telah
ditandai, dengan begitu kita dapat mengetahui jalur arah pada lokasi
tersebut. Selanjutnya yaitu Zoom Tool, alat ini digunakan untuk
memperbesar dan memperkecil area lokasi yang ingin kita teliti sehingga
lokasi yang dihasilkan akan dapat lebih jelas dan akurat serta dapat melihat
objek lokasi secara meluas atau khusus. Kemudian juga terdapat Selection
Tool yang digunakan untuk memilih objek lokasi yang ingin kita gunakan
sebagai objek penelitian. Lalu ada juga ikon Bearing Tool yang digunakan
untuk memberikan garis yang menghubungkan antara lokasi satu dengan
lokasi yang lainnya sehingga akan membentuk suatu bidang tertentu. Selain
itu juga ada ikon Hand Tool yang berfungsi untuk mencari atau menemukan
lokasi objek yang ingin kita temukan dengan menggeser ikon ini kita dapat
melihat secara keseluruhan lokasi-lokasi yang ada di sekitarnya.