Anda di halaman 1dari 19

SEJARAH INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada pertengahan abad ke-5 M, di daerah lembah Sungai Citarum, Jawa
Barat terdapat kerajaan bernama Tarumanegara (Kerajaan Taruma).
Tarumanegara merupakan kerajaan tertua di Jawa. Jika berita tentang Kutai kita
peroleh dari yupa, berita tentang Tarumanegara kita peroleh dari prasasti dan
berita Cina. Ada tujuh prasasti yang memuat tentang Kerajaan Tarumanegara.
Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada, tidak ada
penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya
mendirikan kerajaan Tarumanegara. Raja yang pernah berkuasa dan sangat
terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia
memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi)
sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu
mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada
kaum brahmana.
Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah
prasasti batu yang ditemukan. Lima di Bogor, satu di Jakarta dan satu
di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin
oleh Rajadirajaguru Jayasinga warman pada tahun 358 M dan beliau memerintah
sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar
sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan
dari Kerajaan Salakanagara.
Itu tadi sedikit latar belakang berdirinya Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan
Tarumanegara termasuk kerajaan tertua di Indonesia. Lalu bagaimana
selengkapnya berdirinya sejarah Kerajaan Tarumanegara ? Lokasi dan wilayah
kekuasaan ? Bagaimana kehidupan di Kerajaan Tarumanegara ? Siapa sajakah
yang pernah menjadi raja di Tarumanegara ? Bagaimana peninggalan prasasti di
Kerajaan Tarumanegara ? dan Sumber – sumber sejarahnya ? itu semua akan
dijelaskan dimakalah ini .

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 1


SEJARAH INDONESIA

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut:
1. Bagaimana sejarah berdirinya Kerajaan Tarumanegara?
2. Dimana lokasi dan wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara?
3. Bagaimana kehidupan di Kerajaan Tarumanegara?
4. Siapa sajakah yang pernah menjadi Raja di Kerajaan Tarumanegara?
5. Bagaimana peninggalan prasasti di Kerajaan Tarumnegara?
6. Darimana saja sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara?
7. Bagaimana runtuhnya Kerajaan Tarumanegara?

C. Tujuan
Sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan di atas, maka makalah
inibertujuan untukmengetahui ;
1. Deskripsi kerajaan Tarumanegara
2. Peninggalan kerajaan Tarumanegara

D. Manfaat
Sesuai dengan tujuan penulisan makalah, maka makalah ini memiliki manfaat:
1. Mendeskripsiakan kerajaan Tarumanegara.
2. Menjelaskan peninggalan kerajaan Tarumanegara.

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 2


SEJARAH INDONESIA

BAB II
PEMBAHASAN

A. Letak Kerajaan Tarumanegara


Sebelum mengetahui letak kraton kerajaan Tarumanegara, dari temuan
tempat prasasti itu dapat diperkirakan luas kerajaan Tarumanegara.Prasasti
Ciaruton atau prasasti Ciareteun, ditemukan di daerah Cimpea, Bogor.Kemudian
prasasti Kebun Kopi yang ditemukan di daerah kampong hilir kecamatan
Cibung-bulang.Kemudian prasasti Kebun Jambu, ditemukan di daerah bukit
Koleangkak 30 km sebelah barat Bogor.Kemudian prasasti Tugu ditemukan di
daerah Tugu, Cilincing, Jakarta Utara.

Dari temuan letak prasasti tersebut dapat diketahui daerah yang masuk
dalam wilayah kerajaan Tarumanegara.Wilayah kerajaan Tarumanegara
meliputi.pesisir Jakarta hingga pedalaman di kaki gunung Gede. Selain itu dari
prasasti dapat diketahui fungsi dari suatu daerah.Pada prasasti Tugu yang
dikatakan bahwa pembuatan prasasti itu untuk para Brahmana yang telah
membuat terusan pada kali Candrabhaga yaitu kali Gomati.Sehingga dapat
dikatakan bahwa wilayah ditemukannya prasasti Tugu merupakan daerah para
Brahmana.Para Brahmana kerajaan Tarumanegara tinggal di daerah pesisir
pantai.Dapat dikatakan mereka datang ke Nusantara dengan para
pedagang India.
Dapat diduga pula pada prasasti Kebun Jambu yang ditemukan di dekat
sungai Cisadane, di bukit Koleangkak, Banten Selatan.Dalam prasasti itu dapat

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 3


SEJARAH INDONESIA

ditafsirka sebagai prasasti penaklukan suatu wilayah.Dalam prasasti itu


dikatakan bahwa raja Purnawarman merupakan raja yang disegani oleh musuh-
musuhnya.Senantiasa menggempur kota-kota musuhnya.

B. Sumber Sejarah
Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang
berasal dari dalam maupun luar negeri.
a. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan
empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-
prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru
Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun
382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai
Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari
Kerajaan Salakanagara
1. Prasasti Ciaruteun

Salinan gambar prasasti Ciaruteun dari buku The Sunda Kingdom


of West Java From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal
Center of Bogor.
Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai
Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut
menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4
baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di
samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak
kaki Raja Purnawarman.

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 4


SEJARAH INDONESIA

Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:


Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut
(tempat ditemukannya prasasti tersebut).
Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi
seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa.
Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan
dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung
rakyat.
2. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit


Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor,
prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa
serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan
raja Mulawarman.
3. Prasasti Kebon kopi

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 5


SEJARAH INDONESIA

Prasasti Kebon kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan


Cibungbulang Bogor .Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya
lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah
Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu.
4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal


yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak
kaki.
5. Prasasti Pasir awi

Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwiliang, juga tertulis dalam


aksara ikal yang belum dapat dibaca.

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 6


SEJARAH INDONESIA

6. Prasasti Cidanghiyang

Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung


lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten
Pandeglang Banten.Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2
baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa
Sansekerta.Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja
Purnawarman.
7. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu di Museum Nasional.Prasasti Tugu di temukan di daerah


Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada
sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 7


SEJARAH INDONESIA

dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada


beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut.
Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah:
 Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di
Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya
keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari
para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka.Sehingga secara
Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai
Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi.
 Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun
tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah
bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari
dan April.
 Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara
selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang
dihadiahkan raja.
b. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita
Tiongkok antara lain:
 Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-
Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-
orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang
beragama Hindu dan sebagian masih animisme.Berita Dinasti Sui,
menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-
mo yang terletak di sebelah selatan.Berita Dinasti Tang, juga
menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-
mo.
Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo
secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara.Maka
berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat
diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600
M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 8


SEJARAH INDONESIA

pada waktu itu adalah Purnawarman.Wilayah kekuasaan Purnawarman


menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang
membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.

C. Aspek Kehidupan Politik


Berdasarkan tulisan-tulisan yang terdapat pada prasasti diketahui bahwa raja
yang pernah memerintah di Tarumanegara hanyalah raja purnawarman dan raja
yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya.Hal ini dibuktikan dari
prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk
menggali sebuah kali.Oleh karena itu rakyat hidup makmur dalam suasana aman
dan tenteram.

D. Struktur Birokrasi
Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang
raja.Pada tahun 669 M, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan
menantunya, Tarusbawa.Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri,
yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang
kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri
Kerajaan Sriwijaya.Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh
kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.Kekuasaan
Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena
Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri,
yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara.Atas
pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan
memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.
Raja-raja Tarumanegara:
1. Jayasingawarman 358-382 M
Jayasingawarman adalah pendiri Kerajaan Tarumanagara yang
memerintah antara 358 – 382.Ia adalah seorang maharesi dari Salankayana
di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan
ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada. Ia adalah
menantu Raja Dewawarman VIII dan dipusarakan di tepi kali Gomati
(Bekasi).

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 9


SEJARAH INDONESIA

Pada masa kekuasaannya, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura


ke Tarumangara. RAJATAPURA atau SALAKANEGARA (kota Perak),
yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M, terletak di daerah
Teluk Lada, Pandeglang. Kota ini sampai tahun 362 M menjadi pusat
pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).
2. Dharmayawarman 382-395 M
Dharmayawarman adalah raja kedua Kerajaan Tarumanagara yang
memerintah antara 382 – 395.Ia adalah anak dari Purnawarman. Ia
dipusarakan di tepi kali Candrabaga. Namanya hanya tercantum dalam
Naskah Wangsakerta.
3. Purnawarman 395-434 M
Purnawarman (Purnavarmman) adalah raja yang tertera pada beberapa
prasasti pada abad V. Ia menjadi raja di Kerajaan Tarumanagara. Ia
mengidentifikasikan dirinya dengan Wisnu.
Di Naskah Wangsakerta, Purnawarman adalah raja ketiga Kerajaan
Tarumanagara yang memerintah antara 395 – 434. Ia membangun ibu kota
kerajaan baru dalam tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai dan
dinamainya "Sundapura". Nama Sunda mulai digunakan oleh Maharaja
Purnawarman dalam tahun 397 untuk menyebut ibu kota kerajaan yang
didirikannya.
Di naskah Wangsakerta juga disebutkan bahwa di bawah kekuasaan
Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara
atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada, Pandeglang) sampai ke Purwalingga
(sekarang Purbalingga) di Jawa Tengah.Secara tradisional Cipamali (Kali
Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat
pada masa silam.
4. Wisnuwarman 434-455 M
Wisnuwarman menggantikan ayahnya, Purnawarman dan berkuasa di
Tarumanagara dari tahun 434 sampai dengan 455 M, dengan gelar Sri
Maharaja Wisnuwarman Iswara Digwijaya Tunggal Jagatpati.
Wisnuwarman dinobatkan pada tanggal 14 paro terang bulan posdya
tahun 356 saka (434 M). Tiga tahun setelah penobatannya, terjadi

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 10


SEJARAH INDONESIA

pemberontakan yang dilakukan oleh pamannya, Cakrawarman, mahapatih di


era ayahnya, (adik Purnawarman). Cakrawarman merasa bahwa dirinya
yang lebih pantas dari Wisnuwarman sehingga memberontak selama 28 hari
dari tanggal 14 parogelap bulan asuji sampai dengan 11 parogelap bulan
kartika 350 saka atau bertepatan dengan 21 oktober sampai 18 november
437 M, tetapi gagal, dan dapat ditumpas.
Wisnuwarman berkuasa selama 21 tahun (dari tahun 434-455 M).
Prameswarinya bernama Suklawarmandewi, adik raja Bakulapura.
Suklawarmandewi tidak memberinya keturunan,karena keburu meninggal
akibat sakit. Yang menjadi prameswari selanjutnya adalah Suklawatidewi,
putri Wiryabanyu yang terkenal kecantikaannya. Dari Suklawatidewi ini,
Wisnuwarman memiliki beberapa putra. Putra sulungnya, yang bernaa
Indrawarman kemudian menggantikannya.
5. Indrawarman 455-515 M
Idrawarman mennjadi penguasa Tarumanagara ke-5, menggantikan
ayahnya, Wisnuwarman, dengan gelar Sri Maharaja Indrawarman Sang
paramartha Saktimahaprabhawa lingga Triwikrama bhuwanatala, dan
berkuasa selama 60 tahun (dari tahun 455- 515 M).Setelah meninggal, ia
kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Canrawarman.
6. Candrawarman 515-535 M
Merupakan penguasa ke-6 Tarumanagara, menggantikan ayahnya,
Indrawarman, dengan gelar Sri Maharaja Chandrawarman Sang Hariwangsa
Purusasakti Suralagawageng Paramartha, yang bertahta dari tahun 515-535
M.
Pada masanya menurut naskah Wangsakerta (pustaka Jayadhipa),
banyak memberikan keleluasaan penguasa daerah dalam mengelola
daerahnya (otonomi). Pada masa Candrawarman ini banyak penguasa yang
menerima kekuasaanya didaerahnya sendiri karena kesetiaanya kepada
Tarumanagara. Candrawaran kemudian digantikan oleh anaknya,
Suryawarman.

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 11


SEJARAH INDONESIA

7. Suryawarman 535-561 M
Suryawarman (meninggal 561) ialah raja Kerajaan Tarumanagara yang
ketujuh.Setelah ayahnya Candrawarman yang meninggal pada tahun 535
dan memerintah selama 26 tahun antara tahun-tahun 535 - 561.
Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang
memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus
pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah
bagian timur.Pada tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu
Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara
Bandung dan Limbangan, Garut.
Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di Ibukota
Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang
Tarumanagara.
Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika Cicit
Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh pada tahun 612 M.
8. Kertawarman 561-628 M
Kertawarman (maut 628) ialah raja Kerajaan Tarumanagara yang
kedelapan.Baginda mewarisi bapanya, Suryawarman, yang mangkat pada
tahun 561 dan memerintah selama 67 tahun antaratahun 561 - 628.
Skandal besar terjadi pada masa Raja ke 8. Kertawarman menikahi
Setyawati dari golongan sudra. Keadaan bertambah rumit karena Setyawati
berpura pura hamil, padahal Kertawarman diketahui mandul. Untuk
menutupi skandal ini sang Raja mengangkat anak angkat, Brajagiri, dari
golongan sudra juga. Manuver yang gagal, karena suasana kerajaan
memanas.Namun sampai akhir hayatnya, Kertawarman tetap menjadi raja.
Kertawarman kemudian digantikan oleh adiknya,
Sudhawarman.Sudhawarman digantikan anaknya, Hariwangsawarman,yang
beribu India, dan dibesarkan di kerajaan Palawa.Didikan India
menjadikannya keras dalam memegang aturan kasta.Sehingga Brajagiri
yang saat itu memegang jabatan senopati diturunkan pangkatnya menjadi
penjaga gerbang keraton.Brajagiri yang sakit hati kemudian membunuh
Hariwangsawarman.Tragedi kembali menyelimuti Tarumanagara.

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 12


SEJARAH INDONESIA

Kertawarman merasa dirinya mandul, tahta Kerajaan diwariskan kepada


adiknya Prabu Sudhawarman padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat
memiliki keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar (wang amet
samidha) Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada tinggal di dekat
Hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan Pesisir Pantai selatan Garut.
Putrinya Setiawati dinikahi Kertawarman yang hanya digaulinya selama
sepuluh hari, setelah itu ditinggalkan (dan mungkin dilupakan).
Setiawati merasa dirinya dari kasta sundra, tidak mampu menuntut
kepada suaminya seorang Maharaja, ketika mengandung berita
kehamilannya tidak pernah dilaporkan kepada suaminya hingga melahirkan
anak laki-laki yang ketika melahirkan meninggal dunia. Anaknya oleh Ki
Parangdami dipanggil Rakeyan mengingat keturunan seorang Raja, kelak
Rakeyan dari Sancang itu pada usia 50 tahun pergi ke tanah suci hanya
untuk menjajal kemampuan “kanuragan” Syaidina Ali bin Abi Thalib (599 -
661) yang dikabarkan memiliki kesaktian ilmu perang/ ilmu berkelahi yang
tinggi.
Rakeyan Sancang (lahir 591 M) putra Raja Kertawarman (Kerajaan
Tarumanagara 561 – 618 M). Rakeyan Sancang inilah yang sering
dirancukan dengan putra Sri Baduga Maharaja, yaitu Raja Sangara, yang
menurut Babad Godog terkenal dengan sebutan Prabu Kiansantang atau
Sunan Rohmat Suci.
9. Sudhawarman 628-639 M
Sudhawarman menjadi penguasa Tarumanagara ke-9, yang berkuasa
dari tahun 628-639 M. Pada masanya diwilayah timur mulai berkembang
kerajaan Galuh, yang didirikan oleh cicit Suryawarman, Wretikandayun.
Pada Sudhawarman sudah nampak kemunduran dari tarumanagara, hal
ini diperparah oleh penggantinya, Dewamurti yang terkenal sebagai
pengauasa yang kejam, dan tanpa belas kasih.
10. Hariwangsawarman 639-640 M
Hariwangsawarman atau dewamurti naik tahta Tarumanagara ke10,
menggantikan Sudhawarman. Dewamurti dianggap sebagai penguasa yang
kasar dan tanpa belas kasih (kejam), hingga akhirnya ia dibunuh oleh

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 13


SEJARAH INDONESIA

Brajagiri, anak angkat Kertawarman, raja Tarumanagara ke-8, yang ia


permalukan. Brajagiri sendiri tewas dibunuh oleh Sang Nagajaya menantu
Dewamurti.
11. Nagajayawarman 640-666 M
Nagajaya mewarisi tahta dari mertuanya, dewamurti
hariwangsawarman, dengan gelar Maharaja Nagajayawarman Darmastya
Cupjayasatru. Ia berasal dari Cupunagara, kerajaan bahahan Tarumanagara.
Nagajayawarman memerintah Tarumanagara sejak tahun 562-588 saka
(640-666 M). Setelah ia wafat kemudian digantikan oleh Linggawarman.
12. Linggawarman 666-669 M.
Dalam Naskah Wangsakerta, Linggawarman adalah raja terakhir
Tarumanagara. Pada tahun 669, Linggawarman digantikan menantunya,
Tarusbawa.Linggawarman mempunyai dua orang puteri, yang sulung
bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dan yang kedua bernama
Sobakancana menjadi istri Dapunta Hyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan
Sriwijaya.
Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan
mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor
Tarumanagara pada zamannya sudah sangat menurun, ia ingin
mengembalikan keharuman zaman Purnawarman yang berkedudukan di
purasaba (ibukota) Sundapura.
Dalam tahun 670 ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan
Sunda. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun, cicit Manikmaya,
pendiri Kerajaan Galuh, untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan
Tarusbawa.

E. Kehidupan Sosial Dan Budaya Masyarakat


a. Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini
terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk
meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya.Raja Purnawarman juga
sangat memperhatikan kedudukan kaum Brahmana yang dianggap penting

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 14


SEJARAH INDONESIA

dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan


sebagai tanda penghormatan kepada para Dewa.
b. Kehidupan Budaya
Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti
yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara, dapat
diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi.
Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut
menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan
Tarumanegara.

F. Kehidupan Ekonomi
Prasasti tugu menyatakan bahwa raja purnawarman memerintahkan
rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak.Pembangunan
ini mempunyai arti ekonomis yang besar bagi masyarakat, Karena dapat
dipergunakan sebagai sarana pencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran
perdagangan antar daerah di kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar.Juga
dengan daerah-daerah di sekitarnya.Akibatnya, kehidupan perekonomian
masyarakat sudah berjalan teratur.

G. Faktor Pendorong Masa Kejayaan Kerajaan Tarumanegara


Kerajaan Tarumanegara berhasil mencapai masa kejayaan pada
kepemimpinan raja ketiga, Purnawarman, cucu dari Rajadirajaguru
Jayasingawarman.
Pada masa kejayaannya itu, Tarumanegara mengalami perkembangan
pesat.Selain dengan memperluas wilayah kerajaan melalui ekspansi ke kerajaan-
kerajaan kecil di sekitar kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun
berbagai infrastruktur yang mendukung perekonomian kerajaan.Adapun salah
satunya adalah sungai Gomati dan Candrabaga.Kedua sungai ini selain untuk
mencegah terjadinya banjir saat musim hujan, juga berperan penting dalam
pengairan lahan pertanian sawah yang dulu menjadi salah satu penggerak
kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara. Masa kepemimpinan
Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 15


SEJARAH INDONESIA

selain itu juga karena kemampuan kerajaan yang mampu berkurban 1000 ekor
sapi saat pembangunan ke dua sungai itu.

H. Faktor Yang Menyebabkan Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara


Masa keruntuhan kerajaan Tarumanegara dialami setelah kerajaan ini
dipimpin oleh raja generasi ke 13, Raja Tarusbawa namanya. Keruntuhan
kerajaan Hindu pertama di Pulau Jawa ini dilatarbelakangi oleh kekosongan
kepemimpinan karena Raja Tarusbawa lebih menginginkan untuk memimpin
kerajaan kecilnya di hilir sungai Gomati. Selain itu, gempuran beberapa kerajaan
lain di nusantara pada masa itu, terutama kerajaan Majapahit juga memegang
andil penting dalam keruntuhan Kerajaan Tarumanegara itu.
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan runtuh pada sekitar abad ke-7 Masehi.
Hal ini didasarkan pada fakta bahwa setelah abad ke-7, berita mengenai kerajaan
ini tidak pernah terdengar lagi baik dari sumber dalam negeri maupun luar
negeri .Para ahli berpendapat bahwa runtuhnya Kerajaan Tarumanegara
kemungkinan besar disebabkan karena adanya tekanan dari Kerajaan Sriwijaya
yang terus melakukan ekspansi wilayah.

I. Faktor Utama Yang Mengakibatkan Kemunduran Tarumanegara


Karena melihat pamor Tarumanagara yang terus merosot, Tarusbawa sangat
menginginkan untuk mengangkat Tarumanagara kembali kemasa kejayaannya.
Ia pun memimpinkan kejayaan Tarumanagara seperti jaman Purnawarman yang
bersemayam di Sundapura. Dengan keinginannya tersebut ia merubah nama
Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda (Sundapura atau
Sundasembawa).
Penggantian nama kerajaan yang ia lakukan tidak dipikirkan dampaknya
bagi hubungan Tarumanaga dengan raja-raja bawahannya. Karena dengan
digantinya nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda berakibat raja-raja
daerah merasa tidak lagi memiliki ikatan kesejarahan, apalagi Tarusbawa bukan
anak Linggawarman, melainkan seorang menantu dan bekas raja Sundapura.
Dengan demikian sejak tahun 670 M, nama kerajaan Tarumanagara berubah
menjadi kerajaan Sunda.

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 16


SEJARAH INDONESIA

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari apa yang telah kami sampikan tadi, dapat di simpulkan pengaruh
kebudayaan India di Indonesia tidak hanya menunjuk pada perkembangan ajaran
Hindu – Budha, tetapi juga pada aspek lain missal aspek politik, ekonomi, sosial
budaya dan lain sebaginya.
Dalam proses akulturasi, Indonesia sangat berperan aktif. Hal ini terlihat
dari peninggalan-peninggalan yang tidak sepenuhnya merupakan hasil jiplakan
kebudayaan India
Meskipun corak dan sifat kebudayaan di pengaruhi India.Namun dalam
perkembangannya Indonesia mampu menghasilkan kebudayaan kepribadian
sendiri.

B. Saran
Dari keberadaanya kerajaan Tarumanegara di wilayah kita pada masa yang
lalu.Maka kita wajib mensyukurinya.Rasa syukur tersebut dapat di wujudkan
dalam sikap dan perilaku dengan hati yang tulus serta di dorong rasa tanggung
jawab yang tinggi untuk melestarikan dan memelihara budaya nenek moyang
kita.Jika kita ikut berpartisipasi dalam menjamin kelestariannya berarti kita ikut
mengangkat derajat dan jati diri bangsa.Oleh karena itu marilah kita bersama-
sama menjaga dan memelihara peninggalan budaya bangsa yang menjadi
kebanggaan kita semua.

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 17


SEJARAH INDONESIA

DAFTAR PUSTAKA

http://www.4shared.com/get/EcoveM8m/Makalah_Sejarah_Kerajaan_Tarum.html
http://www.omrudi.info/2011/06/makalah-sejarah-tentang-sejarah.html
http://www.anakciremai.com/2008/06/makalah-sejarah-tentang-tarumanegara.html
http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan-tarumanegara.html
Gunawan,Restu.2016.SEJARAH INDONESIA SMA/MA/SMK KELAS X,
Jakarta:kemendikbud

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 18


SEJARAH INDONESIA

AUTO BIOGRAFI

A. PENULIS
NAMA LENGKAP : HERI PURNOMO
TTL : CILACAP, 26 FEBRUARI 2002
AGAMA : ISLAM
PENDIDIKAN : SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA
ALAMAT : KEDUNGREJA RT 02/RW 08
HOBI : BELAJAR HAL YANG POSITIF (PBB)
MOTO HIDUP : STAF (SIDIQ, TABLIGH, AMANAH,
FATHONAH)
CITA-CITA : BERUSAHA MEMBANGGAKAN ORANG TUA
DENGAN HAL YANG POSITIF

B. EDITOR
NAMA LENGKAP : SISKA SAFITRI
TTL : CILACAP,20 DESEMBER 2002
AGAMA : ISLAM
PENDIDIKAN : SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA
ALAMAT : BUMIREJA RT 03/RW 11
HOBI : MEMASAK
MOTO HIDUP : BERPIKIR POSITIF DIMASA DEPAN
CITA-CITA : CHEF

C. ANGGOTA
NAMA LENGKAP : NURUL SAFITRI
TTL : CILACAP, 25 NOVEMBER 2002
AGAMA : ISLAM
PENDIDIKAN : SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA
ALAMAT : MARGASARI RT 02/ RW 04
HOBI : NYANYI
MOTO HIDUP : MEMBANGGAKAN ORANG TUA
CITA-CITA : PRAMUGARI

Sejarah Indonesia| Sejarah Kerajaan Tarumanegara| X MIA 5 Page 19