Anda di halaman 1dari 21

ANITA EKAWATI

MENENTUKAN KERAPATAN PARTIKEL KITOSAN TERHADAP WAKTU MILLING PADA


PASTA GIGI TULANG IKAN GABUS

PEMANFAATAN Rosliana Lubis1, Muhammad Usman2


KITOSAN 1Staf Pengajar Fakultas Biologi Universitas Medan Area; 2Mahasiswa
DARI LIMBAH
Fakultas Biologi Universitas Medan Area
CANGKANG
KERANG
BULU 1. Metode Penelitian ( cara memperoleh kitosan )
(ANADARA 2. Pembahasan
Kemampuan kitosan menurunkan kadar total bakteri koliform
INFLATA)
SEBAGAI disebabkan karena kitosanmemiliki sifat sebagai absorben sehingga
BAHAN mampu mengikat sejumlah besar bakteri. Kitosan memiliki gugus NH 2
PENJERNIH yang merupakan sisi reaktif yang dapat berikatan dengan dinding sel
AIR SUNGAI
bakteri. Terjadinya proses pengikatan ini disebabkanoleh perbedaan
keelektronegatifan antara kitosan dengan permukaan sel bakteri
(Suptijah 2008). Peningkatan konsentrasi kitosan, akan menyebabkan
perbedaan kelektronegatifan antara kitosan dengan permukaan sel
bakteri semakin tinggi, sehingga akan menyebabkan semakin banyak
bakteri yang akan terikat kepada kitosan. Pengikatan sel bakteri yang
tinggi kepada kitosan akan menyebabkan penurunan sel bakteri pada
sampel air.

PEMANFAATAN Ilham Ahmad


LIMBAH Email: ilhampoliagro@yahoo.com Program Studi Agroindustri, Politeknik
CANGKANG Pertanian Negeri Pangkep Jl. Poros Makassar-Parepare Km.83. Kec. Mandalle
KERANG Kab. Pangkep 90655
DARAH
(ANADARA 1. Abstrak
GRANOSA)
Nilai tersebut berada dalam kisaran nilai pH yang terdapat pada SNI
SEBAGAI
12-3524-1995, yaitu 4.5 – 10.5 sebagai syarat mutu pasta gigi
BAHAN
sehingga pasta gigi eksperimen yang dihasilkan relatif aman
ABRASIF
digunakan.
DALAM
2. Pendahuluan
PASTA GIGI
Dua paragraf awal tentang kesehatan gigi
3. Metode Penelitian
a. Cara membuat pasta gigi
b. Rancangan Penelitian
4. Saran
Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk menemukan cara yang lebih
efektif dalam membuat bubuk cangkang kerang darah. Selain itu untuk
mengetahui konsentrasi yang lebih baik dalam pembuatan pasta gigi
bubuk cangkang kerang

PENGARUH Heriawan Budiarto1), Adiwarna2)


KONSENTRAS Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
I GLISERIN
chem.adiwarna@gmail.com
TERHADAP
1. Pendahuluan
VISKOSITAS
DARI Pasta Gigi adalah campuran bahan kimia tertentu berbentuk
PEMBUATAN pasta, digunakan bersama-sama sikat gigi untuk membantu
PASTA GIGI
membersihkan permukaan gigi tanpa merusak gigi maupun membran
CANGKANG
mukosa dari mulut (SN1 12 - 3524 - 1994). Karl August Lingner
KERANG
DARAH adalah orang yang pertama kali menciptakan odol moutwash dan dia
pula orang yang giat mengkampanyekan hidup higienis (Estu, 2008).
Pada umumnya pasta gigi yang beredar di pasaran banyak yang
mengandung detergen sehingga mampu menghasilkan busa yang
banyak. Detergen tersebut dihasilkan dari pemakaian sodium lauril
sulfat. Beberapa penelitian yang dilakukan para ahli menemukan
penggunaan detergen dapat menimbulkan efek negatif karena dapat
mencemari lingkungan dan menyebabkan terjadinya perubahan indera
perasa khususnya pada lidah (Estu 2008).
Pengendalian populasi kerang darah dapat dilakukan dengan cara
menjadikan bahan pakan untuk ikan. Sedangkan cangkangnya yang
selama ini hanya 20% digunakan sebagai kerajinan cenderamata dan
kosmetik dan sisanya menjadi limbah. Untuk itu cangkang tersebut
dijadikan bahan dasar pembuatan pasta gigi. Sedangkan pengendalian
untuk busa deterjen pada pasta gigi adalah dengan tidak menggunakan
bahan sodium lauril sulfat tetapi menggunakan gliserin. Maka atas

Page 2
dasar itu dibuatlah penelitian dengan judul "Pengaruh Konsentrasi
Gliserin Terhadap Viskositas Dari Pembuatan Pasta Gigi Cangkang
Kerang Darah" yang ramah lingkungan.
2. Permasalahan
Identifikasi Masalah
Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar
kecilnya gesekan di dalam fluida. Semakin besar viskositas fluida,
maka semakin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut.
Pentingnya viskositas di dalam pasta gigi adalah supaya pasta gigi
dapat melekat dengan baik pada sikat gigi. Sedangkan pengaruh
gliserin adalah untuk menghindarkan terjadinya pengeringan dan
pengerasan pasta.
Pembatasan atau Perumusan Masalah
Variabel yang akan dilakukan penelitian yaitu pengaruh konsentrasi
gliserin terhadap viskositas pada pembuatan pasta gigi cangkang
kerang darah. Dengan melakukan pengukuran viskositas dari masing
masing konsentrasi gliserin.
3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan memperoleh komposisi ideal pembuatan pasta
gigi dari cangkang kerang darah sehingga nantinya didapatkan bentuk
pasta gigi yang sesuai dengan SNI 12 - 3524 - 1994 dan pasta gigi
yang pada umumnya sudah beredar dipasaran.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan
akibat cangkang kerang darah karena hanya sekitar 20% yang
dimanfaatkan sebagai kerajinan cinderamata, dan kosmetik (Agus,
2012). Selain itu juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan
karena prosesnya bisa dilakukan secara manual. Untuk mendapatkan
konsentrasi gliserin optimal pada pembuatan pasta gigi cangkang
kerang darah.
4. Bahan Baku

Page 3
Manfaat gliserin
Penggunaan gliserin untuk berbagai keperluan adalah sebagai berikut :
Kosmetik, digunakan untuk pelembab kulit, shampoo, sabun, detergen,
dan pasta gigi. Fungsi gliserin dalam pasta gigi adalah untuk menjaga
kadar air pasta gigi sehingga viskositas pasta gigi juga akan stabil.
Membuat nitrogliserin sebagai bahan baku peledak . Farmasi,
digunakan untuk kapsul. Industri makanan dan minuman, digunakan
sebagai solvent, emulsifier, conditioner. Industri kertas, digunakan
sebagai humectant, plasticizer, seoftening agent.
5. Teori Tentang Proses Viskositas
Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida yang menyatakan
besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Semakin besar viskositas
fluida, maka semakin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida
tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi
antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul
sebagai akibat tumbukan antara molekul gas (Weny Puspita, 2011).
Dalam suatu fluida ideal (fluida tidak Teori Tentang Proses
Viskositas kental) tidak ada viskositas (kekentalan) yang menghambat
lapisan-lapisan fluida ketika lapisan-lapisan tersebut menggeser satu di
atas lainnya. Untuk fluida yang sangat kental seperti madu, diperlukan
gaya yang lebih besar, sedangkan untuk fluida yang kurang kental
(viskositasnya kecil), seperti air, diperlukan gaya yang lebih kecil.
Tingkat kekentalan suatu fluida juga bergantung pada suhu.
Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kental zat cair tersebut.
Misalnya ketika ibu menggoreng , minyak goreng yang awalnya kental
menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Tingkat kekentalan fluida
dinyatakan dengan koofisien viskositas. Jika fluida makin kental maka
gaya tarik yang dibutuhkan juga makin besar. Dalam hal ini, gaya tarik
berbanding lurus dengan koofisien kekentalan.

Satuan Sistem Internasional (SI) untuk koofisien viskositas


adalah Ns/m = Pas (pascal sekon). Satuan CGS (centimeter gram

Page 4
sekon) untuk koofisien viskositas adalah dyn.s/cm 2 = poise (P).
Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100
P. Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang Ilmuwan
Perancis, almahrum Jean Louis Marie Poiseuille. 1 poise = 1 dyne .
s/cm = 10-1 N.s/m .
6. Hipotesa
Pasta gigi yang baik adalah pasta gigi yang mempunyai sifat fisik
sesuai dengan SNI 12 - 3524 -1994. Berdasarkan teori, konsentrasi
gliserin pada pembuatan pasta gigi yang ideal adalah pada konsentrasi
60%. Penambahan gliserin akan menjaga kadar air pasta gigi sehingga
viskositas pasta gigi akan stabil. Diperkirakan peningkatan kadar
gliserin akan menahan lebih banyak kelembaban dalam pasta gigi
sehingga viskositas akan menurun.
7. Metode Penelitian
Proses Cangkang kerang dibersihkan sampai benar-benar bersih
kemudian dikeringkan. Kemudian cangkang kerang dihaluskan dengan
lumpang porselen dan disaring dengan penyaring ukuran 800 mesh.
Kemudian timbang 100 gram tepung cangkang kerang yang sudah
disaring lalu campurkan ke dalam masing-masing variabel konsentrasi
gliserin.
Kemudian aduk hingga homogen. Kemudian tambahkan
100 gram MgC03 secara bertahap, aduk hingga homogen. Tambahkan
minyak pepermint sebanyak 0,6000 gram, aduk hingga homogen.
Kemudian terakhir, tambahkan 1,0000 gram ekstrak daun sirih lalu
aduk hingga homogen dan terbentuklah gel pasta gigi berwarna hijau
seulas.
Pasta gigi diukur dengan menggunakan viskometer Brookfield model
LVDVI+, dengan spindle 4, kecepatan 0,3 rpm. Kemudian catat data
hasil pengukuran.
Pengukuran Viskositas
Masukkan sampel ke dalam beker gelas 250 ml atau sampai
menutup sensor pada spindle. KemLVDVI+ disambungkan ke sumber

Page 5
listrik. Tekan tombol On, kemudian pada layar akan muncul
autozeroing visco. Tekan tombol apa saja, kemudian akan muncul
autozeroing visco untuk kedua kalinya kemudian tekan tombol start
dan viskometer siap digunakan. Pilih spindle nomor 4 dan pasang
spindle. Kemudian celupkan ke dalam sampel. Set kecepatan 0,3 rpm.
Kemudian tekan tombol start, tunggu sampai benar-benar stabil lalu
baca dan catat hasilnya. Setelah digunakan tekan tombol Off untuk
mematikan alat.udian kabel Viskmoter Brookfield
8. Metode Analisa Data
Menggunakan regresi linier
9. Pembahasan
Konsentrasi 55% - 65% bukanlah konsentrasi yang ideal
terhadap pembuatan pasta gigi cangkang kerang darah. Penambahan
gliserin akan menyebabkan pasta gigi menjadi encer dan pengurangan
gliserin akan menyebabkan kekentalan pada pasta gigi.
pH yang dihasilkan pada pembuatan pasta gigi cangkang kerang
darah ini termasuk kategori basa. Ini disebabkan karena giliserin ysng
bersifat basa bereaksi dengan CaCC>3 dari cangkang kerang dan
MgCC>3 yang ditambahkan. Penurunan konsentrasi gliserin tidak
linear terhadap viskositas. Waktu pembuatan pasta gigi cangkang
kerang darah yang dibutuhkan lama, karena menggunakan metode
pengadukan secara manual. Hubungan antara konsentrasi gliserin
dengan viskositas berkorelasi positif karena nilai R2 = 0.902.
Jika tanpa konsentrasi gliserin 45%, penurunan konsentrasi
gliserin linier terhadap viskositas dengan R2 = 0,983. Konsentrasi
gliserin 45% menghasilkanviskositas pasta gigi di luar batas
pengukuran alat instrument, sehingga tidak disertakan dalam
perhitungan persamaan linier.
10. Kesimpulan
Konsentrasi gliserin 50% merupakan konsentrasi yang paling
ideal karena menghasilkan bentuk yang sesuai dengan SNI 12-3524-
1994 dan pasta gigi yang sudah beredar dipasaran. pH yang dihasilkan

Page 6
dari pasta gigi cangkang kerang darah sebesar 10,4. Merupakan pH
tertinggi yang didapat jika dibandingkan dengan produk pasta gigi
yang sudah beredar dipasaran.

KARAKTERISASI YUNASFI
NANOSTRUKT PUSAT TEKNOLOGI BAHAN INDUSTRI NUKLIR (PTBIN) – BATAN
UR KARBON KAWASAN PUSPIPTEK SERPONG,TANGERANG. E - MAIL :
DARI GRAFIT YUNASFI@GMAIL.COM MASUK TANGGAL : 14-06-2012,
HASIL REVISI TANGGAL : 05-11-2012, DITERIMA UNTUK
MILLING DITERBITKAN TANGGAL : 19-11-2012

Prosedur percobaan milling

KARAKTERISTIK Ari Putra Guci1), Hafrijal Syandri2), dan Azrita2)


MORFOLOGI 1)Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu
IKAN GABUS Kelautan, Universitas Bung Hatta, Padang 25133
(CHANNA 2)Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas
STRIATA Bung Hatta, Padang 25133 e-mail : Ariputragucci@gmail.com
BLKR)

BERDASARKAN Juarnal ini lebih membahas ke Biologi


TRUSS 1. Pendahuluan
MORFOMETRI Dua paragraf pertama tentang ikan gabus
K PADA 2. Metode penelitian
HABITAT
Deskripsi karakter truss morfometrik ikan gabus
PERAIRAN YANG
BERBEDA

TAKARAN DAN Sukanto


KRITERIA Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, Jember Indonesia
PASTA GIGI
YANG TEPAT 1. Pendahuluan
UNTUK
Upaya meningkatkan kesehatan gigi pada usia dini sangat
DIGUNAKAN
penting karena merupakan salah satu unsur penting sebagai penunjang
PADA ANAK
untuk mendukung kesehatan umum. Contohnya, apabila gigi sakit
USIA DINI
maka anak sulit atau tidak mau makan, berarti asupan gizi kurang atau
terganggu selanjutnya dapat mengganggu pertumbuhan dan
perkembangannya. Salah satu cara meningkatkan kesehatan gigi

Page 7
adalah memelihara kebersihan gigi dan mulut. Pemeliharaan kesehatan
gigi anak melibatkan interaksi antara anak, orang tua dan dokter gigi.
Orang tua sangat berperan dalam membentuk perilaku anak. Orang tua
sebagian besar beranggapan bahwa geligi anak tidak penting, karena
hanya bersifat sementara dan akan diganti oleh geligi tetap, sehingga
mereka tidak memperhatikan mengenai kebersihan geliginya. Kondisi
gigi anak akan mempengaruhi dan menentukan kondisi gigi dewasa.
Salah satu tujuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut adalah
untuk mencegah terbentuknya plak. Plak merupakan lapisan lengket
yang melekat erat pada gigi yang mengandung bakteri dan sisa
makanan. Plak dapat dihilangkan dengan metode mekanis ataupun
kimia. Metode menghilangkan plak secara mekanis merupakan metode
yang efektif dalam mengendalikan plak. Metode tersebut antara
lain salah satunya adalah menggosok gigi.
Pengunaan pasta gigi pada waktu menggosok gigi merupakan
penunjang yang penting walaupun menggosok gigi tidak selalu harus
menggunakan pasta gigi. Fungsi pasta gigi yang digunakan pada saat
menggosok gigi adalah untuk membantu menghilangkan plak,
memoles permukaan gigi, memperkuat gigi, menghilangkan atau
mengurangi bau mulut, memberikan rasa segar pada mulut serta
memelihara kesehatan gusi.
Produsen pasta gigi telah menawarkan promosi gencar melalui
media cetak maupun elektronik. Berbagai macam nama dagang
dengan keunggulan yang ditonjolkan masing-masing, mulai dari
mengandalkan merk, kemasan yang menarik, harga rendah, dan
berkualitas. Pada prinsipnya semua promosi produk pasta gigi semua
mengaku yang terbaik. Hal tersebut mengharuskan konsumen terutama
para orang tua harus hati-hati dan teliti dalam memilih pasta gigi yang
tepat untuk anak, utamanya anak usia dini, karena pada usia anak-anak
tersebut belum bisa memelihara kesehatan gigi dan mulutnya secara
mandiri. Kehati-hatian tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa ada
beberapa komponen pasta gigi yang tidak boleh tertelan dalam jumlah
yang melampaui batas toleransi tubuh, karena dapat mengakibatkan
efek samping negatif, contohnya adalah komponen Fluoride dan
Sodium lauril sulfat.
Pemilihan pasta gigi untuk anak ada beberapa yang perlu
diketahui, khususnya oleh orang tua diantaranya adalah komposisi
pasta gigi dan usia anak. Pertimbangan kriteria pemilihan pasta gigi
yang diperlukan untuk anak, variasi produk pasta gigi yang terdapat di

Page 8
pasaran dan efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan pasta
gigi tersebut. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk
mengetahui pedoman dalam memilih dan menyesuaikan beberapa
produk pasta gigi yang ada di pasaran dengan kebutuhan perawatan
kesehatan gigi dan mulut anak usia dini. Manfaatnya adalah agar dapat
dijadikan pedoman dalam memilih dan menyesuaikan beberapa
produk
pasta gigi yang ada di pasaran dengan kebutuhan perawatan kesehatan
gigi dan mulut anak.

PERBANDINGAN Noorman Adhi Tridhar


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Tugas Akhir Sarjana Teknik
PRODUKSI
Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pasundan
KOLAGEN Bandung 2016
DARI SISIK
DAN TULANG 1. Abstrak
IKAN GURAMI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan
(OSPHRONEM perlakuan yang tepat pada ekstraksi kolagen dari sisik dan
US tulang ikan gurami, memanfaatkan limbah sisik dan tulang
GOURAMY) ikan gurami menjadi produk yang mempunyai nilai
SECARA ekonomis tinggi dan juga untuk mengurang pencemaran
KIMIA DAN terhadap lingkungan.
ENZIMATIS Rancangan perlakuan yang dilakukan terdiri dari dua
faktor, yaitu faktor ekstraksi menggunakan enzim (A) terdiri
dari tiga taraf, yaitu a1= 1%, a2= 1,5%, dan a3= 2%, dan
faktor ekstraksi kimia dengan asam asetat (B) terdiri dari
tiga taraf, yaitu b1= 0,25 M, b2= 0,5M, dan b3= 0,75 M.
Analisis kimia yang dilakukan adalah dengan
membandingkan nilai analisis berdasarkan parameter yang
ditentukan berturut turut yaitu kadar abu, kadar protein, nilai
pH, kadar air serta rendemen.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstraksi
enzimatis adalah ekstraksi yang terbaik dibandingkan
dengan ekstraksi kimia dengan mengacu kepada standar
nasional Indonesia. Parameter yang ditentukan adalah
analisis kadar protein, kadar air, nilai pH, dengan nilai
masing masing 12,43%, 7,14%, dan nilai pH 6,5, sedangkan
rendemen yang terbaik adalah ekstraksi kimia menggunakan
asam asetat dengan nilai 4,27 %.
2. Pendahuluan
Industri pengolahan ikan semakin pesat dengan

Page 9
bertambahnya jumlah produksi ikan di Indonesia khususnya
perikanan budidaya.
Sisik dan tulang ikan merupakan salah satu sumber
alternatif dalam pembuatan kolagen. Penelitian ini lebih
difokuskan pada ikan air tawar yaitu gurami. Sisik dan
tulang yang digunakan berasal dari ikan gurami karena sisik
dari ikan gurami mempunyai jumlah yang lebih banyak pada
permukaan badan ikan daripada ikan tawar yang lain. Selain
itu sisik dan tulang ikan gurami mempunyai komposisi
kimia yang tinggi yaitu protein dibandingkan dengan sisik
ikan lainnya. Berdasarkan penelitian Nagai et al., (2004),
komponen yang terdapat pada sisik ikan antara lain 70% air,
27% protein, 1% lemak, dan 2% abu. Senyawa organik
terdiri dari 40-90% pada sisik ikan dan selebihnya
merupakan kolagen. Komposisi pada tulang ikan yaitu kadar
air sebesar 7,03 %, kadar abu sebesar 0,93 %, kadar lemak
sebesar 1,63 %, dan kadar protein sebsar 84,85 % (Harris,
2008).
derivat dari ikan, dan diekstrak dari sisik ikan maka tidak
perlu ada kekhawatiran terhadap penyakit-penyakit mamalia
seperti penyakit sapi gila maupun virus flu burung (Hartati,
2010).
Pembuatan kolagen dapat dilakukan melalui proses
ekstraksi dan ada dua cara ekstraksi yang dapat dilakukan,
yaitu ekstraksi konvensional menggunakan solvent serta
ekstraksi enzimatis menggunakan enzim protease (Hartati,
2010).
Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode
ekstraksi maserasi yaitu salah satu metode ekstraksi dingin.
Ekstraksi maserasi dilakukan dengan cara merendam selama
beberapa waktu, umumnya 24 jam dengan menggunakan
satu atau campuran pelarut. Maserasi bertujuan untuk
menarik zat-zat berkhasiat yang tahan pemanasan maupun
yang tidak tahan pemanasan.Secara teknologi maserasi
termasuk ekstraksi dengan prinsip metode pencapaian
konsentrasi pada keseimbangan.Maserasi dilakukan dengan
beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur
ruangan atau kamar (Departemen Kesehatan RI, 2000).
Pada proses ekstraksi enzimatis enzim yang digunakan
adalah enzim protease, karena enzim protease adalah enzim
yang berfungsi untuk memecah protein dengan cara

Page 10
menghidrolisa ikatan peptida yang menghubungkanasam-
asam amino dalam rantai polipeptida. Enzim protease
memecah protein dengan cara merusak asam amino yang
berada di ujung rantai dan dengan merusak ikatan peptida
yang ada di dalam protein (Hartati, 2010). Asam asetat
digunakan untuk merubah materi kimia yang ada didalam
sisik dan tulang ikan dimana pilinan heliks rantai kolagen
akan terurai dari yang berbentuk heliks tiga rantai menjadi
rantai yang sederhana (Simanjuntak, 2013).
Menurut Nurhayati (2013), mengenai ekstraksi dan
karakterisasi kolagen larut asam darikulit ikan nila
(oreochromis niloticus)menjelaskan bahwa asam amino
glisin mempunyai nilai yang dominan baik pada kolagen
dengan perlakuan 0,5 M dan 1,5 M yaitu berturut-turut
sebesar 5,32 dan 2,66 %w/w dari total asam amino.
Tingginya konsentrasi asam asetat yang digunakan saat
ekstraksi ternyata berpengaruh terhadap proporsi asam
amino. Asam amino pada kolagen dengan perlakuan asam
1,5 M memiliki proporsi yang lebih rendah dibanding 0,5 M.
Hal itu terjadi karena penggunaan asam dengan
konsentrasiyang lebih tinggi dapat memicu terjadinya
subtitusi ion negatif pada garam dengan ion positif pada
asam lebih cepat, sehingga dapat memutuskan struktur
protein.
3. Metodelogi Penelitian
Menurut Kasim (2013), tentang penelitian mengenai
ekstraksi kolagen tulang rawan ikan pari (Himantura
gerrardi) dan kulit ikan tuna (Thunnus sp) menggunakan
variasi jenis larutan asam diketahui bahwa penelitian ini
bertujuan untuk menentukan jenis asam yang efektif
menghasilkan kolagen. Metode penelitian meliputi
perlakuan awal yaitu pembersihan, perendaman masing-
masing 3 x 24 jam dalam tiga larutan asam yaitu, asam
asetat 0,5 N; asam sitrat 0,5 N dan asam klorida 0,5 N
dilanjutkan dengan ekstraksi dan elektroforesis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa rendemen kolagen basah
yang diperoleh pada masing-masing pelarut pengekstraksi
asam asetat, asam sitrat, dan asam klorida sebesar 0,1 %
pada ikan pari sedangkan pada ikan tuna 1,2 %, 0,7 % dan
0,2 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua pelarut
asam yang dipakai memiliki efektifitas yang sama pada ikan

Page 11
pari sedangkan pada ikan tuna paling tinggi diperoleh pada
penggunaan pelarut asam asetat.
4. Hipotesa Penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di
atas, maka hipotesis yang dapat diajukan sebagai berikut :
1. Diduga bahwa konsentrasi enzim protease dan konsentrasi
asam asetat berpengaruh terhadap karakteristik serbuk
kolagen dari sisik dan tulang ikan gurami.
2. Diduga bahwa ekstraksi kimia dan ekstraksi enzimatis
berpengaruh terhadap karakteritik serbuk kolagen dari sisik
dan tulang ikan gurami.
5. BAHAN , ALAT DAN METODE PENELITIAN
Bahan – Bahan
Bahan baku utama yang digunakan adalah sisik dan
tulang dari ikan gurami (Osphronemus gouramy). Sisik dan
tulang didapatkan dari hasil samping proses fillet ikan
gurami dengan bobot ikan gurami sekitar 1,5- 2 kilogram.
Sisik dan tulang ikan tidak hancur atau masih dalam keadaan
utuh dan baik. Bahan baku utama didapatkan dari
penangkaran ikan gurami di daerah Munjul Leles Kabupaten
Cianjur.
Bahan kimia yang digunakan untuk analisis adalah
NaOH , CH3COOH , NaCl, dan enzim protease didapatkan
dari CV. Niaga Inti Yogyakarta yang berasal dari negara
Cina.
Alat – alat
Alat-alat yang diperlukan meliputi: pisau, freezer,kain
kasa 100 mesh, spatula, beaker glass 1000 dan 500 ml,
alumunium foil, timbangan analitik, mesin freeze-dryer
(EyelaFreeze Dryer Sistem).
6. Metode Penelitian
Pelaksanaan penelitian dalam pembuatan kolagen dari
sisik dan tulang ikan gurami adalah sebagai berikut :
Penelitian dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama
dilakukan untuk menentukan konsentrasi enzim protease dan
asam asetat terbaik dan tahap ke dua dilakukan untuk
menentukan ekstraksi yang terbaik antara menggunakan
enzim dan asam asetat.
Penelitian tahap ke dua dilakukan untuk menenetukan
kolagen terbaik dengan menggunakan dua cara ekstraksi.
Ekstraksi pertama menggunakan ekstraksi enzimatis dengan

Page 12
konsentrasi enzim terbaik pada penelitian pertama dan
ekstraksi kedua menggunakan asam asetat dengan
konsentrasi terbaik pada penelitian pertama dengan beberapa
parameter yaitu kadar protein, nilai pH, kadar air serta
rendemen.

7. Hasil dan Pembahasan


Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui perbandingan hasil antara produk kolagen
ekstraksi secara enzimatis dan produk kolagen ekstraksi
secara kimia dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian
dilakukan dua ulangan dengan konsentrasi berbeda.
Konsentrasi asam asetat yang digunakan adalah 0,25 M, 0,5
M, dan 0,75 M, sementara konsentrasi enzim protease yang
digunakan adalah 1 %, 1,5%, dan 2%, selanjutnya semua di
uji kadar abu untuk menentukan konsentrasi terbaik antara
ekstraksi kimia dengan ekstraksi enzimatis.
Analisis Kadar Abu
Abu adalah zat anorganik sisa hasil pembakaran suatu
bahan organik. Kadar abu merupakan campuran dari
komponen anorganik atau mineral yang terdapat pada suatu
bahan pangan. Bahan pangan terdiri dari 96% bahan
anorganik dan air, sedangkan sisanya merupakan unsur-
unsur mineral. Kadar abu tersebut dapat menunjukan total
mineral dalam suatu bahan pangan. Bahan-bahan organik
dalam proses pembakaran akan terbakar tetapi komponen
anorganiknya tidak, karena itulah disebut sebagai kadar abu.
Produk perikanan memiliki kadar abu yang berbeda-beda
(Winarno, 1992).
Kadar abu yang dihasilkan dari konsentrasi tertinggi
mempunyai nilai abu yang terendah, dikarenakan pada saat
ekstraksi enzimatis dan ekstraksi kimia konsentrasi tertingi
tersebut banyak mengekstrak protein sehingga yang paling
banyak terekstrak adalah kadar protein, sedangkan kadar abu
yang ada didalam bahan pangan tersebut tidak ikut masuk
kedalam produk kolagen (Purnomo, 1991).
Kadar abu yang didapatkan dapat menunjukan total
mineral dalam suatu bahan pangan, apabila dalam suatu
bahan pangan memiliki total mineral yang tinggi maka
kualitas bahan pangan tersebut tidak baik, dan sebaliknya
apabila memiliki nilai kadar abu yang sedikit maka bahan

Page 13
pangan tersebut aman untuk digunakan. Semakin tinggi
konsentrasi yang digunakan maka nilai kadar abu akan
semakin kecil, karena konsentrasi tersebut berpengaruh
terhadap kadar abu.
Abu dan mineral dalam bahan pangan umumnya
berasal dari bahan pangan itu sendiri, tetapi ada beberapa
mineral yang ditambahkan ke dalam bahan pangan, secara
disengaja maupun tidak disengaja. Kadar abu suatu bahan
ditetapkan pula secara gravimetri. Analisis gravimetri
merupakan bagian analisis kuantitatif untuk menentukan
jumlah zat berdasarkan pada penimbangan dari hasil reaksi
setelah bahan/analit yang dihasilkan diperlakukan terhadap
pereaksi tertentu (Puspitasari, 1991).
Kadar abu berhubungan dengan mineral suatu bahan.
Mineral yang terdapat dalam suatu bahan dapat merupakan
dua macam garam yaitu garam organik dan anorganik.
Garam organik diantaranya adalah asam malat, aksalat,
asetat, pektat sedangkan anorganik antara lain dalam bentuk
garam posfat, karbonat, sulfat, nitrat ( Sudarmadji, 2010 ).
Menurut Togatorof (2015), faktor paparan pada suhu yang
tinggi menyebabkan kandungan mineral dalam bahan
pangan akan berkurang.
Kolagen kering yang dihasilkan mengandung mineral
karena sebelum proses pengeringan tidak dilakukan
pemisahanmineral, mineral yang terkandung di dalam
kolagen ketika diabukan tidak akan hilang tetapi ikut
menjadi abu sehingga akan menyumbang kadar abu
(Astawan dan Aviana, 2002).
Analisis Kadar Air
Air merupakan salah satu unsur yang penting didalam
makanan. Kadar air merupakan komponen yang sangat
penting dalam bahan pangan karena dapat mempengaruhi
penampakan, tekstur, dan cita rasa. Semakin tinggi kadar air
dalam bahan pangan maka tekstur bahan semakin lembek,
dan juga sebaliknya jika kadar air dalam bahan pangan
sedikit makan akan semakin keras ( Winarno, 2004 ).
Kadar air didalam kolagen akan berpengaruh terhadap
daya simpan, karena kadar air erat kaitannya dengan
aktivitas metabolisme yang terjadi selama kolagen tersebut
disimpan seperti aktivitas enzim, aktivitas mikroba dan
aktivitas kimiawi, yaitu terjadinya ketengikan dan reaksi-

Page 14
reaksi non enzimatik sehingga menimbulkan perubahan
sifat-sifat organoleptik dan nilai mutunya. Semakin tinggi
kadar air didalam kolagen maka daya umur simpan kolagen
akan sebentar, namun sebaliknya apabila kadar air rendah
maka umur simpan kolagen akan semakin lama.
Menurut Ulfah (2011), menyatakan bahwa
perendaman ceker ayam dalam larutan asam asetat
konsentrasi tinggi menghasilkan kolagen dengan kadar air
tertinggi, sedangkan menurut Astawan dan Aviana (2002),
enzim dapat menurunkan kadar air dari kolagen, disebabkan
oleh struktur kolagen yang semakin terbuka dengan adanya
ikatan yang lemah akibatnya menghasilkan gelatin dengan
struktur yang lemah, sehingga daya ikat air pada gelatin juga
kurang kuat. Daya ikat air yang lemah pada gelatin akan
membuat air mudah menguap pada saat pengeringan
sehingga kadar air gelatin kering lebih rendah, sehingga nilai
kadar air ekstraksi enzimatis dengan nilai ekstraksi kimia
akan berbeda.
Analisis kadar air dilakukan untuk mengetahui
kandungan air pada kolagen kering dimana kandungan air
didalam kolagen akan berpengaruh terhadap umur simpan
kolagen tersebut, dimana pengeringan adalah mengeluarkan
kandungan air didalam suatu bahan pangan dan aman dari
aktifitas mikrobiologis ( Wirakartakususmah, 1992).
Produk kolagen tersebut dikeringkan dengan proses
pengeringan beku. Pengeringan beku dilakukan untuk
menjaga kandungan yang ada di dalam kolagen, terutama
kandungan proteinnya. Kolagen basah apabila dilakukan
pengeringan panas maka protein yang terkandung di dalam
kolagen akan mengalami kerusakan. Keuntungan
pengeringan beku adalah tidak menyebabkan permukaan
yang keriput, lebih porus, warna normal, mutu flavor dan
nilai gizi lebih dapat dipertahankan.
Kadar air gelatin akan berpengaruh terhadap daya
simpan, karena erat kaitannya dengan aktivitas metabolisme
yang terjadi selama gelatin tersebut disimpan seperti
aktivitas enzim, aktivitas mikroba dan aktivitas kimiawi,
yaitu terjadinya ketengikan dan reaksi-reaksi non enzimatik
sehingga menimbulkan perubahan sifat-sifat organoleptik
dan nilai mutunya ( Ulfah, 2011).

Page 15
PENGARUH SITI MAHMUDAH
SUBSTITUSI PROGRAM STUDI S1 GIZI
TEPUNG FAKULTAS ILMU KESEHATAN
TULANG UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
IKAN LELE
2013
(CLARIAS 1. Pendahuluan
BATRACHUS) Tepung tulang ikan merupakan bahan hasil penggilingan tulang ikan
TERHADAP setelah mengalami pengeringan kurang lebih 24 jam. Produk ini
KADAR mempunyai kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi sehingga
KALSIUM, berpotensi untuk mencukupi asupan kalsium. Tepung tulang ikan
KEKERASAN, memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi yaitu 12,8 mg/100
DAN DAYA gram pada ikan manyung dan 15,2 mg/100 gram dalam ikan mata
TERIMA besar (Iwansyah, dkk., 2008).
BISKUIT Jenis ikan yang berpotensi untuk dimanfaatkan tulangnya
berdasarkan ketersediaannya adalah ikan lele. Hasil survey tahun
2012, di Boyolali banyak masyarakat yang memiliki Usaha Kecil
Menengah (UKM) dengan memproduksi ikan lele untuk dijadikan
abon ikan lele dan keripik ikan lele. Ikan lele merupakan ikan yang
cukup diminati oleh masyarakat dan produksi olahannya saat ini terus
meningkat. Pengolahan tulang ikan lele yang sudah menjadi tepung
dapat dimanfaatkan menjadi biskuit. Biskuit dengan penggunaan
tepung tulang ikan lele belum pernah dilakukan sebelumnya.
2. Hasil Penelitian Utama
( buka jurnal 8 tepung ikan lele )

SKILLS & On the Design tab of the ribbon, check out the Themes, Colors,
ABILITIES and Fonts galleries to get a custom look with just a click.
Need another experience, education, or reference entry? You
got it. Just click in the sample entries below and then click the
plus sign that appears.
Looking for a matching cover letter? All you had to do was
ask! On the Insert tab, select Cover Page.

EXPERIENCE [JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

[JOB TITLE, COMPANY NAME]

Page 16
[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

EDUCATION [SCHOOL NAME—LOCATION—DEGREE]


You might want to include your GPA here and a brief summary of relevant
coursework, awards, and honors.

COMMUNICATION You delivered that big presentation to rave reviews. Don’t be


shy about it now! This is the place to show how well you work
and play with others.

LEADERSHIP Are you president of your fraternity, head of the condo board,
or a team lead for your favorite charity? You’re a natural leader
—tell it like it is!

REFERENCES [REFERENCE NAME]


[Title, Company]
[Contact Information]

OBJECTIVE Check out the few quick tips below to help you get started. To
replace any tip text with your own, just click it and start typing.

SKILLS & On the Design tab of the ribbon, check out the Themes, Colors,
ABILITIES and Fonts galleries to get a custom look with just a click.
Need another experience, education, or reference entry? You
got it. Just click in the sample entries below and then click the
plus sign that appears.
Looking for a matching cover letter? All you had to do was
ask! On the Insert tab, select Cover Page.

EXPERIENCE [JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

[JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]

Page 17
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

EDUCATION [SCHOOL NAME—LOCATION—DEGREE]


You might want to include your GPA here and a brief summary of relevant
coursework, awards, and honors.

COMMUNICATION You delivered that big presentation to rave reviews. Don’t be


shy about it now! This is the place to show how well you work
and play with others.

LEADERSHIP Are you president of your fraternity, head of the condo board,
or a team lead for your favorite charity? You’re a natural leader
—tell it like it is!

REFERENCES [REFERENCE NAME]


[Title, Company]
[Contact Information]

OBJECTIVE Check out the few quick tips below to help you get started. To
replace any tip text with your own, just click it and start typing.

SKILLS & On the Design tab of the ribbon, check out the Themes, Colors,
ABILITIES and Fonts galleries to get a custom look with just a click.
Need another experience, education, or reference entry? You
got it. Just click in the sample entries below and then click the
plus sign that appears.
Looking for a matching cover letter? All you had to do was
ask! On the Insert tab, select Cover Page.

EXPERIENCE [JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

[JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most

Page 18
stellar accomplishments.

EDUCATION [SCHOOL NAME—LOCATION—DEGREE]


You might want to include your GPA here and a brief summary of relevant
coursework, awards, and honors.

COMMUNICATION You delivered that big presentation to rave reviews. Don’t be


shy about it now! This is the place to show how well you work
and play with others.

LEADERSHIP Are you president of your fraternity, head of the condo board,
or a team lead for your favorite charity? You’re a natural leader
—tell it like it is!

REFERENCES [REFERENCE NAME]


[Title, Company]
[Contact Information]

OBJECTIVE Check out the few quick tips below to help you get started. To
replace any tip text with your own, just click it and start typing.

SKILLS & On the Design tab of the ribbon, check out the Themes, Colors,
ABILITIES and Fonts galleries to get a custom look with just a click.
Need another experience, education, or reference entry? You
got it. Just click in the sample entries below and then click the
plus sign that appears.
Looking for a matching cover letter? All you had to do was
ask! On the Insert tab, select Cover Page.

EXPERIENCE [JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

[JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

Page 19
EDUCATION [SCHOOL NAME—LOCATION—DEGREE]
You might want to include your GPA here and a brief summary of relevant
coursework, awards, and honors.

COMMUNICATION You delivered that big presentation to rave reviews. Don’t be


shy about it now! This is the place to show how well you work
and play with others.

LEADERSHIP Are you president of your fraternity, head of the condo board,
or a team lead for your favorite charity? You’re a natural leader
—tell it like it is!

REFERENCES [REFERENCE NAME]


[Title, Company]
[Contact Information]

OBJECTIVE Check out the few quick tips below to help you get started. To
replace any tip text with your own, just click it and start typing.

SKILLS & On the Design tab of the ribbon, check out the Themes, Colors,
ABILITIES and Fonts galleries to get a custom look with just a click.
Need another experience, education, or reference entry? You
got it. Just click in the sample entries below and then click the
plus sign that appears.
Looking for a matching cover letter? All you had to do was
ask! On the Insert tab, select Cover Page.

EXPERIENCE [JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

[JOB TITLE, COMPANY NAME]


[Dates From – To]
This is the place for a brief summary of your key responsibilities and most
stellar accomplishments.

EDUCATION [SCHOOL NAME—LOCATION—DEGREE]

Page 20
You might want to include your GPA here and a brief summary of relevant
coursework, awards, and honors.

COMMUNICATION You delivered that big presentation to rave reviews. Don’t be


shy about it now! This is the place to show how well you work
and play with others.

LEADERSHIP Are you president of your fraternity, head of the condo board,
or a team lead for your favorite charity? You’re a natural leader
—tell it like it is!

REFERENCES [REFERENCE NAME]


[Title, Company]
[Contact Information]

Page 21