Anda di halaman 1dari 24

MC SUSUNAN ACARA NIKAH ADAT MELAYU

1. SAMBUTAN TUAN RUMAH


Bismillahirrahmanirrahim…..
Seiring balam dengan merebah,
Bubut dan balam serta merpati
Seiring salam beserta sembah
Sambutlah salam dari kami

Assalamu’alaikum wr.wb
Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan, dan tuan-tuan. Kaum kerabat handai
taulan, para jemputan majelis yang kami muliakan.
Kecil tak disebut nama
Besar tak dihimbau gelar
Yang pejabat dengan kuasanya
Yang Alim ulama dengan kitabnya
Yang cerdik pandai dengan ilmunya
Yang tua-tua dengan pusakanya

Pada saat yang berbahagia ini, izinkan saya yang mewakili atas nama tuan rumah
Bapak/ Tuan Oly Hamzah, SE beserta keluarga untuk mengucapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya atas kedatangan Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan dan
tuan-tuan dengan hati yang suci, muka yang jernih, kami tunggu dengan dada yang
lapang.
Hendaklah panas disiang hari,
Jangan berlarut sampai petang,
Sangatlah cemas dihati kami
Takutkan encik, puan dan tuan tak mau datang

Karena menjadi suatu kehormatan bagi kami kehadiran jemputan majelis sekalian.
Tanpa kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan, dan tuan-tuan acara
yang kami adakan pada hari ini tidaklah berarti sama sekali.
Berbalik ke pangkal kaji, adapun maksud dan tujuan ahli bait menjemput encik-encik,
puan-puan dan tuan-tuan untuk hadir meraikan serangkaian acara pernikahan anak
kami :
Putri MaY Sora, S.Pd dengan Meta Ayoki Utami, Amd,Kom yang diselenggarakan
tanggal Rabu, 5 Januari 2017, Pukul 20 .00.Wib

Dengan demikian, kepada bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan dan tuan-tuan


jemputan majelis yang kami muliakan, tidak lain harapan kami, kiranya sudi
memberikan do’a restu kepada anak kami tersebut. Semoga atas do’a restu yang
diberikan dapat memperkuat do’a kami kepada Tuhan YME serta anak kami kelak akan
hidup rukun, damai dan mendapat keturunan yang sholeh, beriman, senantiasa
bertaqwa kepada Tuhan YME dan menjadi keluarga syang saqinah, mawaddah,
warahmah serta mengabdi kepada kedua orangtuanya dan berguna bagi bangsa dan
Negara.
Buatlah kebun di pulau dedap
Supaya puas makan semangka
Kepada hadirin kami berharap
Memberikan restu beserta do’a

Sebagaimana pantun melayu mengatakan :

Sudah lama membuat tudung,


Baru sekarang siap digunakan
Sudah lama niat terkandung
Baru sekarang disampaikan

Bapak-bapak, ibu-ibu, beserta hadirin para jemputan yang kami hormati..

Jika lancang kuning berlayar perlahan


Menuju ke batam kemudi diarahkan
Kalaulah tak sopan kami melayani encik, tuan dan puan
Ampun dan maaf kami harapkan

Mungkin kami dah salah adat


Mungkin kami dah salah letak
Yang tua tidak dituakan
Yang patut tidak dipatutkan
Yang dahulu terkemudiankan
Dari jauh kami menjunjung duli
Dari dekat kami mengangkat sembah
Disusun jari yang sepuluh
memohon maaf beserta ampun

Bak kata orang-orang tua :


Tak ada gading yang tak retak,
Tak ada kayu yang tak berbongkol,
Tak ada sungai yang tak bersampah,
Lain lubuk lain ikannya
Lain padang lain belalangnya
Rambut mungkin sama hitamnya
Namun pendapat belumlah tentu sama

Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan dan tuan-tuan jemputan majelis yang


kami muliakan.
Nampaknya runding sudah mufakat
Yang diagak sudah berjumpa
Yang diminta sudah diberi
Yang kesat sudah dilicinkan
Yang bengkok sudah diluruskan
Yang koyak sudah ditambal
Leganya dihati kami
Senanglah dikira-kira

Bak kata orang tua-tua :


Anak menangis karena lada
Maklumlah lada warananya merah
Anak menangis menantu gagah
Mertua tersenyum terkakah-kakah

Bapak-bapak, ibu-ibu dan hadirin yang berbahagia


Sampailah ucap dengan pinta,
Ibarat berjalan sudah sampai ke pulau
Orang berdaulat mengungkung hidup
Orang tua punca amanah
Orang ramai pemberi restu

Maka sekali lagi saya atas nama shohibul bait memohon maaf yang setulus-tulusnya
Jika terdapat silap dan terlupa,
Entah kami salah usut,
Salah tepak menyongsongkan,
Salah tempat mendudukkan,

Begitupun juga jika ada kata-kata saya

Meninggi melambung menyapu awan


Atau kebawah merendah memecak bumi,
Helat selesai hatipun senang
Ampun dan maaf kami diberi

Akhirul kalam kami bermadah :


Galah bergalah dalam jerami
Supaya itik turun ke rawa
Tingalkan yang salah kepada kami
Supaya yang baik saja yang tuan bawa

Merebah seiring dengan balam


Anak seorang berulang mandi
Sembah bersusun dengan salam
Disini kata saya sudahi

Wabillahi taufiq wal hidayah


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
2. ACARA AKAD NIKAH

A. KATA PEMBUKA

Assalamu’alaikum wr.wb
alhamdulillahirabbil’alamiin, wal’akibatulil muttaqin, washolatu wassalaamu’ala asyrofil
ambiya i wal mursalin, sayyidinna muhammadin, wa’alaa alihi wa ash haa bihii
rosulillahi ajma’in. amma ba’du )

Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan jemputan majelis yang kami muliakan :

Yang kecil tidak disebut nama


Yang besar tidak dihimbau gelar
Yang raja dengan daulatnya
Yang datuk dengan tuahnya
Yang penghulu dengan hulunya
Yang alim berkitabullah
Yang cerdik penyambung lidah
Yang berani pelapis dada
Yang tua pembawa petuah
Yang muda dengan takahnya
Yang jauh kami jemput dengan surat
Yang dekat kami jemput dengan tepak

Kini yang dijemput sudahlah tiba


Yang dipesan sudah datang
Yang dihimbau sudah bersahut
Yang gayung sudah bersambut
Yang dari bukit datang menurun
Yang dari lurah datang mendaki
Yang dari laut datang berlayar
Yang dari hulu datang berdayung
Yang dari hilir datang bergalah
Yang lumpuh datang berdukung
Yang buta datang bertuntun
Yang renta datang bertongkat

Karena itulah Encik-encik, Puan-puan, dan Tuan-tuan kami jemput, kami silahkan
meringankan langkah berhimpun pepat di majelis ini :
Yang duduk bersanding lutut
Yang tegak bersanding bahu
Atas nama yang punya helat
Atas nama yang punya hajat
Atas nama kaum kerabat

Yang jauh atau yang dekat


Yang dilaut atau yang didarat

Kedatangan Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan

Kami sambut dengan muka jernih


Kami terima dengan hati suci
Kami nanti dengan dada lapang
Kami tunggu dengan kasih saying

Kami sambut dengan adat


Kami nanti dengan lembaga
Kami junjung atas kepala

Untuk itu atas nama keluarga Tuan Oly Hamzah, SE beserta isteri, Tuan Ismail,SE
MM dan Istri dan keluarga Tuan Meta Ayoki Utami, Amd, Kom beserta isteri,
Puan___________________, saya menyampaikan tahniah beserta ucapan setinggi-
tinggi terimakasih, atas kerelaan hati Enci-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan untuk hadir
memenuhi jemputan kami berhimpun pepat kita disini. Semoga Allah swt membalas
budi baik Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan yang budiman…

Namun dalam pada itu jika kami menyambut kedatangan Encik-encik, Puan-puan dan
Tuan-tuan :

Entah terdapat salah dengan silih


Entah salah adab dengan cakap
Entah salah letak dengan tegak

Dimana :

Yang patut tidak dipatutkan


Yang tua tidak dituakan
Yang alim ulama tidak dimuliakan
Yang beradat lupa diadatkan
Yang dahulu terkemudiankan

Mohonlah kami diberi ampun


Mohonlah kami diberi maaf
Kalau hutang kan kami pikul
Kalau beban kan kami tanggung
Kalau salah kan kami timbang
Kalau janggal kan kami bilas

Supaya salah tak berkepanjangan


Supaya sesat tidak melarat
Supaya aib tidak menimpa
Supaya malu tidak tersimbah
Supaya hilang syak wasangka
Supaya menjauh tuduh dan tomah
Supaya helat tidak menyalah

Telah dibidalkan oleh orang tua-tua :

Tak ada tebu yang tak beruas


Tak ada kayu yang tak berbongkol
Tak ada sungai yang tak bersampah
Tak ada gading yang tak retak
Tak ada manusia yang tak mengandung khilaf

B. ACARA INTI
Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan beserta jemputan yang kami muliakan,
Kabar sudah bendang ke langit
Berita sudah merebak ke bumi
Iyang-iyang sudah mengiyang
Isik-isik sudah berbunyi
Pesan bersambung sudah tiba
Hajat dikandung sudahlah nyata

Seperti kata orang tua-tua :

Sudah lama langsatnya condong


Baru kini batangnya rebah
Sudah lama niat dikandung
Barulah kini disampaikan Allah

Sebagaimana yang tertera dalam jemputan kami bahwa pada malam ini, hari Rabu,
tanggal,5 bulan Januari ,tahun 2017 kita bersama-sama akan menyaksikan detik-detik
yang sangat membahagiakan yaitu insya Allah akan dilangsungkan akad nikah :

Puan_ Putri May Sora, S.Pd binti Ismail,SE.MM


dengan
Tuan Meta Ayoki Utami, Amd.Kom binti Amiruddin Almarhum
Malam larut pasanglah tanglung
Supaya mudah orang terjaga
Garam di laut asam di gunung
Bertemu juga dalam belanga

Kalau berkayuh membawa galah


Cepatlah sampan tiba di pantai
Kalaulah sudah kehendak Allah
Niat terkabul hajat pun sampai

Akad nikah wajib hukumnya


Ijab dan Kabul menjadi intinya
Supaya perkawinan sah adanya
Bersuami isteri halal keduanya

- Maka dengan segala takzim, kami persilakan kepada yang amat berhormat
Bapak/Tuan Ismail,SE.MM. yang akan menjadi wali calon pengantin perempuan untuk
duduk menempati tempat yang telah disediakan.

- Berikutnya dengan hormat dan takzim kami persilakan kepada


Bapak/Tuan_________________ ___________(jika pejabat sebutkan jabatannya/ jika
saudara sebutkan hubungan persaudaraannya) dan
Bapak/Tuan_____________________
(jika pejabat sebutkan jabatannya/ jika saudara sebutkan hubungan persaudaraannya)
selaku saksi untuk duduk ditempat yang telah disediakan.

- Dan selanjutnya dengan hormat dan takzim, kami persilakan Tuan Kadi
KUA___________________________(Sebutkan wilayah kerja) Bapak/Tuan untuk
menempati tempat yang telah disediakan, sekaligus yang akan memimpin acara akad
nikah yang khidmat ini nantinya.

- Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan beserta jemputan majelis yang kami


muliakan, agar keberkahan Allah swt menyertai kita sepanjang acara ini, marilah kita
mulakan acara ini terlebih dahulu dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an
(surat Ar Rum ayat 21-23) oleh Yuni Mira Lestari dan saritilawah
oleh_______________

- Hadirin dan jemputan majelis yang kami hormati, sebelum corong (melayu :
microphone) di serahkan kepada Tuan Kadi untuk memimpin proses akad nikah,
terlebih dahulu kami harapkan kepada Tuan_______________ dan
Puan_____________ untuk menjumpai puteri tercinta ke dalam kamar, untuk bertanya
kesediaaan dan kesiapan ananda untuk dinikahkan.
(posisi calon pengantin laki-laki sebelumnya sudah berada di barisan depan tetamu
keluarga calon mempelai laki-laki, sedangkan posisi pengantin perempuan berada
dikamar pengantin. Untuk sebagian acara, terkadang ada disertakan kata-kata
ungkapan hati calon pengantin perempuan kepada orang tua)
Ketika kedua orang tua sudah kembali dari kamar bertanya kepada anak
perempuannya, maka biasanya Sang ayah didampingi sang Ibu langsung
menyampaikan kesediaan dan kesiapan anaknya untuk menikah. Dan sang ayah
kembali duduk ditempat semula.

- Selanjutnya corong diserahkan kepada Tuan Kadi,


Bapak______________________ __________sekaligus memimpin prosesi pernikahan.
Beberapa acara yang dipimpin oleh Tuan Kadi atau Kepala KUA :
Pengantar dari Tuan Kadi selaku Kepala KUA diwilayah tempat calon pengantin tinggal

 Khotbah nikah
 Ijab Kabul
 Do’a
 Pembacaan sigkat takhlik oleh suami
 Penandatanganan berita acara
 Penyerahan buku nikah oleh Tuan Kadi/Kepala KUA
 Penyerahan mahar/ mas kawin oleh suami kepada isteri di kamar pengantin

(Acara prosesi pernikahan selesai, corong dikembalikan ke pembawa acara adat)


Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan serta jemputan yang kami hormati
Seperti kata orang tua-tua :

Lebatlah batang padi jerami


Lebat bersemai di dalam bakul
Amatlah senang di hati kami
Hajat sampai niat terkabul

Banyak batang perkara batang


Batang Putat dahannya pandak
Banyak hutang Perkara Hutang
Hutang adat dengan syarak

Hutang syarak sudah selesai


Sudah berjawab ijab dan qabul
Telah terrsurat di Kitab suci
Usai Diturutkan sunnah Rasul

Kini tinggal hutang adat


Adat disarung tidak berjahit
Adat kelindan tidak bersimpul
Adat berjarum tidak berbenang
Yang terbawa burung lalu
Yang tumbuh tidak bertanam
Yang kembang tidak berkuntum
Yang bertunas tidak berpucuk

Adat yang datang kemudian


Yang diseret jalan panjang
Yang bertenggek sampan lalu
Yang berlabuh tidak bersauh

Hutang tak boleh di anjak-anjak


Hutang tak boleh dialih-alih
Bila dianjak dia layu
Bila dialih dia mati

Ibu dan bapak patut di sembah


Jasanya banyak kasih tak sudah
Memelihara anak bersusah payah
Jika melawan dimurkai Allah

- Maka selanjutnya kita ikuti sejenak acara bersimpuh atau menyembah di


hadapan kedua orang tua oleh kedua mempelai, di iringi rebana marhaban
dari____________ yang dipandu dan dituntun oleh__________________
( Menyembah, bersimpuh atau sungkeman merupakan bukti bakti kepada orang tua.
Ibu dan bapak yang telah melahirkan, membesarkan, merawat serta menjadikan
ananda menjadi insan yang budiman, mengenal Allah dan sesama dalam ajaran-ajaran,
nasehat dan contoh laku yang yang diterapkan dalam keseharian)

- Untuk itu dengan hormat dan takzim dipersilakan kepada Tuan Ismail beserta
Puan Ir. Sariani, SE, MM selaku orangtua mempelai perempuan dan kepada
Tuan__________________ dan Puan______________________ selaku orangtua
mempelai laki-laki, beserta kaum keluarga, kerabat kedua belah pihak yang patut-patut
untuk menempatkan diri di depan pelaminan.

- Selanjutnya kami persilakan kepada Mak Andam (atau orang yang dipercaya)
___________ menjemput mempelai perempuan untuk bersama-sama dengan
mempelai lelaki melakukan acara bersimpuh atau menyembah orangtua ini.

- Dimuliakan oleh mempelai lelaki kepada orangtua kandungnya dan diikuti oleh
mempelai perempuan kepada orangtua kandungnya ( jika salah satu orang tua
kandung atau keduanya sudah tiada atau berhalangan hadir, maka digantikan oleh wali
)
Ibu dan bapak, bunda dan ayah, papa dan mama yang kami cintai
Kiranya doa restu sepenuh hati kami dapati
Agar kami mendapat berkah dan rahmat ilahi
Dalam mengarungi biduk mahligai ini

Terima kasih tiada terkira sudah membesarkan dan menghantarkan kami


Menjadikan pertemuan kami ini penuh arti
Tak akan mampu kami membalas semua budi
Hanya doa tulus menjadi persembahan kami
Kiranya Allah berkenan menjadikan orangtua kami
Sebagai ahli surga dan kami sebagai mata air bagi mereka

Berbilang waktu berganti, kasih mu bunda tak akan sirna


Berbilang musim berlalu,jasa mu ayah tak akan punah
Masa kecil kami dibuat penuh bahagia
Masa dewasa kami pun demikian juga
Belajar merasa cukup dengan segenap syukur
Agar setiap kurang tak tersebut, tak terukur

- Dilanjutkan mempelai laki-laki kepada orangtua kandung perempuan dan


mempelai perempuan kepada orangtua kandung mempelai laki-laki

Ibu dan bapak, bunda dan ayah, mama dan papa kami tercinta
Kesetiaan yang diajarkan adalah cerminan bagi kami dalam melangkah
Agar tetap mencintai dalam keadaan marah
Agar tetap menjaga damai dalam bertikai
Menjaga kasih sayang dalam suka dan duka
Hingga ajal memisahkan, Insha Allah…

- Kemudian dilanjutkan bersimpuh kepada pihak keluarga, kepada kakek, nenek,


pak cik, makcik, paman, bibi, om, tante, ( biasanya urutan sesuai permintaan dari tuan
rumah berurutan dari yg lebih tua )

- Dilanjutkan menyalami para saksi, kerabat dan jemputan yang menghadiri acara
pernikahan….
Biasanya dalam acara ini ada syair yang didendangkan selama acara berlangsung.
Salah satu contoh syairnya adalah :

Wahai segala kaum kerabat


Ke ibu bapak tunjukkan minat
Kepada mereka berlaku hormat
Supaya sejahtera dunia dan akhirat

Janganlah durhaka kepada ibu bapak


Laknatnya besar Tuhan pun murka
Sepanjang hayat akan terhina
Apabila mati masuk neraka

Ibu dan bapak kita muliakan


Budinya banyak tak terbalaskan
Karenanya wajib berlaku sopan
Sakit dan senang kita peliharakan

Ibu dan bapak jangan disakiti


Kepada keduanya kita berbakti
Supaya selamat hidup dan mati
Do’anya makbul Allah rahmati

Selanjutnya pada Mak Andam_______________ kiranya dapat menuntun kembali


kedua mempelai kembali duduk di pelaminan.
Bapak- bapak, Ibu-ibu, Encik-encik serta Puan-puan dan Tuan-tuan yang kami hormati.
Selesailah sudah seluruh rangkaian acara bersimpuh ataupun menyembah kedua
orangtua oleh kedua mempelai yang berbahagia.
Acara menyembah selesai sudah
Ibu dan bapak memberi berkah
Semoga keduanya hidup bertuah
Sampai mati baru berpisah

Untuk menyempurnakan acara kita pada hari ini sesuai dengan adat sepadan dengan
lembaga, maka akan dilakukan UPACARA TEPUK TEPUNG TAWAR

Dimana berlabuh, disana berhenti


Dimana tersakat, disana singgah
Kepada yang jauh disusun jari
Kepada yang dekat diangkat sembah
Hajat majelis sudah dipaparkan
Sudah didengar orang banyak
Terang bersuluh matahari
Gelap bersuluh pelita

Orang tua-tua kita mengatakan :

Yang disebut Tepuk tepung tawar


Menawar segala yang berbisa
Menolak segala bencana
Mendinding segala bala
Menepis segala bahaya

Encik-encik, Tuan-tuan dan Puan-puan beserta jemputan yang kami muliakan…


Maka dengan penuh harap, dengan hati yang ikhlas dan dengan segala kerendahan
hati kami jemput dan mohon kesudian Puan dan Tuan untuk melakukan Tepuk Tepung
Tawar kepada kedua pengantin.
Penepukan dan perenjisan tepung tawar pertama, dengan segala takzim dan
hormatnya kami jemput dan persilakan kepada yang amat berhormat orangtua dari
mempelai perempuan, kepada Tuan dan Puan Ismail kami persilakan.
Dilanjutkan dengan menjemput Tuan dan Puan ..........................................selaku
orangtua dari mempelai laki-laki.

Kami persilakan pula selanjutnya kepada Tuan dan Puan Oly Hamzah,SE dan Istri
adalah Om dan Tante

Selanjutnya...

1. Ketua RW........
2. Ketua RT.........
3. Tante Helen
4. Om dan Tante Keluarga Laki-laki
5. ..................................................................
6. ......................................................................
7. ..................................................................
8. ...........................................................................
9. ............................................................................
10. .....................................................................................
11. ......................................................................................
12. ..........................................................................................
13. ......................................................................................

Dan seterusnya. Untuk urutan biasanya ada daftar dari tuan rumah. Biasanya
menyertakan anggota keluarga, tokoh masyarakat, alim ulama, kolega atau kerabat dan
handai taulan.
Tarkhir kami persilakan kepada Tuan__________________________ untuk melakukan
Tepuk tepung tawar sekaligus kami mohon pula unutk kesediaannya membacakan
do’a.

Bapak-BAPAK, Ibu-ibu, Encik-encik dan Puan-puan serta Tuan-tuan berikut hadirin jemputan yang kami
muliakan….

Tepung tawar menurut adat


Intinya do’a memohon rahmat
Kepada Allah hati bertobat
Supaya sentosa dunia akhirat

Tepung tawar kita lakukan


Bersuami isteri seiring jalan
Sampai mati berkasih-kasihan
Beranak cucu hidup berkekalan

Tepung tawar banyak maknanya


Do’a dan restu ada didalamnya
Semoga bahagia rumah tangganya
Di ridhai Allah selama-lamanya

Orang tua-tua mengatakan, sebaik-baiknya kerja diawali dengan do’a dan ditutup pula dengan do’a,
agar selalu mendapat ridho Allah swt…
Sedangkan adat mengatakan :
Supaya kerja tidak menyalah
Sembahkan do’a kepada Allah
Supaya niat mudah tercapai
Dan hajat tak terbengkalai
Do’a di baca menjadi simpai

Tepung tawar berberas kunyit


Supaya menjauh segala penyakit
Berlapang dada di dalam sempit
Mensyukuri nikmat meski sedikit
Tepung tawar berbunga rampai
Supaya niat semuanya sampai
Dikasihi oleh sahabat dan handai
Berumah tangga rukun dan damai

Tepung tawar berberas basuh


Supaya hidup tidak bermusuh
Mana yang buruk akan menjauh
Berumah tangga takkan bergaduh
Tepung tawar adat sejati
Mohon rahmat Ilahi Rabbi
Supaya sejahtera suami isteri
Kalau berpisah bercerai mati

Tepung tawar mengandung inai


Balak dan bala tidakkkan sampai
Niat terkabul, hajat tercapai
Sehingga mati barulah bercerai

Tepung tawar tepung sejati


Tepung anak si raja pati
Sial dibuang untung dicari
Mohon kepada Ilahi Rabbi

Tetak serunting buatkan golek


Hendak menuba sungai Buiman
Seorang tampan seorang molek
Laksana bunga kembang setaman
Hendak menuba sungai Buiman
Singgah bermalam di Rotan getah
Semoga pengantin dikuatkan iman
Rumah tangganya dilimpahi berkah

Dari lubuk menahan diri


Dalam rindu terkata sudah
Memberi tepuk kemurahan hati
Mohonkan ridho pada Allah
Bila Nuri terbang ke Barat
Tiada pandang hujan dan kilat
Dua hati saling mengikat
Sehidup semati dunia akhirat

Orang berlayar ke pulau Rupat


Membawa Kundur berkati-kati
Tepung tawar memberi berkat
Do’a dan syukur pada Illahi

( jumlah pantun bisa didisesuaikan sesuai kebutuhan)

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Encik-Encik, Tuan-tuan dan Puan-puan serta jemputan yang berbahagia…
Demikianlah Upacara Tepuk Tepung Tawar dalam rangkaian acara pernikahan
Puan__________binti_________ dengan Tuan_________ bin________ pada hari ini.

Umpama berlayar sudah sampai ke pulau


Umpama berjalan sudah sampai ke batas
Umpama unut sudah sampai ke bakal
Umpama sungai sudah sampai ke guguknya

Yang ruas sudah sampai ke bukunya


Yang terasa-rasa sudah dirasa
Yang termimpi-mimpi sudah terjadi
Yang terbayang-bayang sudah terpandang

Yang helat sudah dekat ke ujungnya


Yang pertemuan sudah dekat sudah selesai
Yang adat sudah diisi
Yang lembaga sudah dituang
Yang hutang sudah dibayar
Yang piutang sudah diterima

Orang membelat di tepi pantai


Banyaklah dapat ikan tembakaul
Yang kami hajat sudah tercapai
Yang kami minta sudah terkabul
Elok datang tampak muka
Elok pergi nampak belakang
Elok jalan berlapang dada
Elok tinggal berkasih sayang

Tepung tawar sudah di renjis


Sudah dibilas pula dengan do’a
Maka lengkaplah do’a restu majelis
Kepada kedua mempelai yang berbahagia

Dan sekali lagi kami atas nama seluruh keluarga menyampaikan :

Permohonan maaf atas segala salah dan silih


Permohonan ampun atas segala khilaf dan janggal
Atas segala kekurangan yang terjadi selama melaksanakan acara ini.

Maklumlah,
Didalam berhelat banyaklah cacat
Didalam bekerja banyak kurangnya
Didalam berbuat banyak yang janggal
Didalam menyambut banyak yang tak patut

Yang Raja tak tersapa


Yang Datuk tidak terjenguk
Yang Penghulu tidak diberi tahu
Yang Ulama tidak dikemukakan
Yang Tua tidak di didahulukan

Yang dahulu terkemudiankan


Yang ditengah diketepikan
Yang dijemput tidak disambut
Yang diundang tidak dipandang

Maka semua salah janggalnya


Terpikullah dibahu kami

Di Kuala Daek airnya tenang


Disana biduk banyak berhenti
Mana yang baik bawalah pulang
Mana yang buruk kita sudahi

Encik-encik, Puan-puan dan Tuan-tuan serta jemputan majelis yang kami muliakan…

Putih didalam putih diluar


Pepat didalam pepat diluar
Putihnya dapat disudahi
Pepatnya dapat diduduki
Terimakasih atas kehadiran bapak, ibu, encik, tuan dan puan serta jemputan majelis yang kami
muliakan, kiranya besok berkenan kembali hadir dalam acara resepsi atau peresmian nikahnya anak
Kami Putri May Sora, S.Pd dan Meta Ayuki Utami, Amd.Kom
Kecil tak disebut nama
Besar tak di himbau gelar
Sambutlah sembah salam kami

Wassalamu’alaikum wr.wb

- Acara tepuk tepung tawar selesai, biasanya dilanjutkan dengan hiburan adat seperti gondang
berogung, dendang, dan lain sebagainya.
MC Pernikahan

Putri May Sora, S.Pd Binti Ismail, SE,MM

Meta Ayoki Utami, Amd.Kom Bin, Amiruddin (Alm)

Batu kecubung warna ungu


Ditatah berlian batu bermutu
Adat Melayu menyambut tetamu
Hamparkan tikar lebar ,dibuka pintu

Orang laut menjala udang


Petang hari pasang pelita
Yang ditunggu sudahpun datang
Yang dinanti sudahpun tiba

Harum baunya sibunga rampai


Ditumbuk putri yang cantik jelita
Yang dinanti kini telah sampai
Kita akan segera memulai acara

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Bismillahirrahmanirrahim…..
Seiring balam dengan merebah,
Bubut dan balam serta merpati
Seiring salam beserta sembah
Sambutlah salam dari kami

Assalamu’alaikum wr.wb
Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan, dan tuan-tuan. Kaum kerabat handai
taulan, para jemputan yang kami muliakan.
Kecil tak disebut nama
Besar tak dihimbau gelar
Yang pejabat dengan kuasanya
Yang Alim ulama dengan kitabnya
Yang cerdik pandai dengan ilmunya
Yang tua-tua dengan pusakanya

Pada saat yang berbahagia ini, izinkan saya yang mewakili atas nama tuan rumah
Bapak/ Tuan Oly Hamzah, SE beserta keluarga untuk mengucapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya atas kedatangan Bapak-bapak, ibu-ibu, encik-encik, puan-puan dan
tuan-tuan dengan hati yang suci, muka yang jernih,

Alhamdulillah......... alhamdulillahirambil’alamin wassalatu.....................

Yang kami hormati, Bapak Oly Hamza,SE dan Istri Bpk. Ismail,SE,MM
beserta Istri beserta keluarga Seluruh.
Yang kami hormati, Rombongan Mempelai Pria
Yang kami hormati, para alim ulama dan tokoh masyarakat Perumahan
Riau Indah Lestari
Yang Kami hormati, seluruh undangan yang hadir di majelis ini
Yang kami hormati dan yang berbahagia pada hari ini, Mempelai Pria dan
Mempelai Wanita

Alhamdulilahirabbal alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT,


yang senantiasa melimpahkan kasih sayang kepada hamba-hambanya
yang beriman untuk mendapat ridho dan barokah-Nya. Serta memberikan
nikmat sehat wal’afiat sehingga kita dapat berkumpul bersama ditempat
yang bahagia ini/ dikediaman Bpk. Seri Muhammad.

Sungguh kebahagiaan bagi kita karena pada hari ini, Jumat, 5 Januari
2017, bapak ibu hadirin senantiasa dapat menghadiri prosesi pernikahan
Antara Putri May Sora, S.Pd Binti Ismail, SE,MM
dan Meta Ayoki Utami, Amd.Kom Bin, Amiruddin (Alm)
yang insya Allah akan segera diselenggarakan akad nikah sesaat lagi.

Tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada baginda besar nabi
Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang insya
allah mendapatkan syafaat dan rahmat dari Allah SWT.
Buah pisang di bawa pulang
Batangnya jangan lupa ditebang
kami ucapkan selamat datang
para tamu yang tersayang

Atas nama keluarga besar kedua mempelai, tiada kata lain yang dapat
kami haturkan selain ucapan selamat datang dan rasa berterimakasih, atas
kehadiran bapak ibu dan hadirin sekalian pada hari ini.

Adapun susunan Acara pada hari ini ialah :


1. Pembukaan
2. Pembacaan Qalam Ilahi
3. Serah Terima Calon Mempelai
4. Prosesi Akad Nikah
5. Sungkeman / Salam-Salaman
6. Tepung Tawar
7. Pembacaan Do’a
8. Penutup
______________________________________________________
Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah.
Kita masuki acara yang pertama yaitu Pembukaan. Untuk Membuka acara
ini, Marilah kita bersama-sama mengucapkan lafaz BASMALLAH.
Bismillahirrahmanirrahim.
__________________________________________________________
Selanjutnya, untuk mengawali acara ini... dengan khusu’ dan tawadu, mari
kita renungkan Firman-Firman Allah yang akan dikumandangkan oleh Adik
kita................................................................... dan Saritilawah KHALIDA
ATIKAH.

Maha benar ALLAH dengan segala firman-Nya


Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah.
Manakala menyimak kumandang Qalam ilahi, hati terasa sejuk, jiwa
terbujuk untuk senantiasa menjauh dari kenistaan.
Semoga baik yang membaca dan bagi kita yang mendengarkan, mendapat
limpahan Rahmad dari Allah SWT. Amin
_______________________________________________________
Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah.
Acara Selanjutnya, Serah Terima Calon Mempelai.

Melewati semak terasa letih


Ditambah dengan membawa peti
Mari kita simak sekapur sirih
Pertanda penyerahan mempelai laki-laki

Untuk sambutan dari pihak mempelai laki-laki ini akan disampaikan oleh
Bpk...............................................
Kepada Bpk............................................ kami persilahkan.
Terima Kasih.

Hadirin yang dirahmati Allah.


Sekapur sirih sebelah pinang
Diikat tali batang jerami
Sekapur sirih yang disampaikan akan dikenang
Tanda ikatan silaturrahmi

Lampu mati hidupkan pelita


Awas terkena barang yang ada
Kini kita dengar sambutan pihak mempelai wanita
Tanda menerima apa adanya

Selanjutnya, Keluarga besar calon mempelai wanita ingin pula


menyongsong kehadiran calon mempelai pria dengan ungkapan perasaan
tulus dan ikhlas. Sambutan ini akan disampaikan oleh BPK
......................................................
Kepada BPK............................. kami persilahkan.
Terima Kasih.
___
Kemudian, penyerahan secara simbolis barang hantaran oleh wakil dari
pihak mempelai laki-laki kepada wakil pihak mempelai wanita.
Kepadanya dipersilahkan.

Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah.


Demikianlah sambutan Serah Terima Calon Mempelai dan penyerahan
barang hantaran yang telah disampaikan oleh pihak mempelai pria dan
mempelai wanita.
Membelah rotan ditengah hutan
Memasang tenda daun keladi
Barang hantaran telah disampaikan
Tanda ikatan cinta dan kasih abadi
________________________________________________________
Kami persilahkan kepada mempelai wanita untuk keluar.
AKAD NIKAH
Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah.
Kini Tiba waktu yang ditunggu, detik-detik yang dinanti, jalinan kasih yang
telah dirajut saatnya diikat dalam simpul tali pernikahan. Janji yang terukir,
ikrar yang terucap, sudah waktunya dipahat dalam akad.

Untuk Acara Akad Nikah ini, kami serahkan sepenuhnya kepada petugas
dari Kantor Urusan Agama yang akan dipimpin oleh
BPK.................................... Kepada BPK................. Kami Persilahkan.

Beberapa acara yang dipimpin oleh Tuan Kadi atau Kepala KUA :
Pengantar dari Tuan Kadi selaku Kepala KUA diwilayah tempat calon
pengantin tinggal

 Khotbah nikah
 Ijab Kabul
 Do’a
 Pembacaan sigkat takhlik oleh suami
 Penandatanganan berita acara
 Penyerahan buku nikah oleh Tuan Kadi/Kepala KUA
 Penyerahan mahar/ mas kawin oleh suami kepada isteri di kamar
pengantin

____________________________________________________________
Tiga kali tiga sama dengan sembilan
Lima kali lima sama dengan dua puluh lima
Dua insan telah dinikahkan
Semoga sakinah, mawaddah, warahmah

Alhamdulillah wa syukurillah, dengan mengucapkan syukur kehadirat


ALLAH Prosesi akad nikah telah selesai dan berjalan lancar.
Cinta kasih telah disatukan dalam satu akad nikah yang suci dan islami.
Jalinan kasih semoga kekal selama-lamanya sampai maut memisahkan.
____________________________________________________________
Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah
Selanjutnya adalah Sungkeman / Salam-salaman memohon do’a restu dan
permohonan maaf kepada orang tua dan keluarga yang hadir disini. Mari
kita mengiringinya dengan salawat. Kepada kedua Mempelai dipersilahkan
untuk sungkeman dengan Orang Tua dan Keluarga.

____________________________________________________________
Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah
Acara selanjutnya, yaitu Tepuk tepung tawar

Tertunduk malu puteri dipingit


Wajahnya sendu bernasib malang
Bertangkup bumi dengan langit
Adat Melayu tak akan hilang

Sejatinya, Tepuk Tepung Tawar adalah adat Melayu untuk meminta


petuah, doa, dan restu dari orang-orang yang dituakan dalam keluarga
kepada pasangan pengantin yang baru saja mengikat janji sehidup semati
dalam ijab kabul.
Untuk Nama beserta pasangan yang kami sebut, diharapkan untuk dapat
memberikan Tepuk tepung tawar:
1. ___________________________
2. ___________________________
3. ___________________________
4. ___________________________
5. ___________________________
6. ___________________________
7. ___________________________
8._____________________________
9_________________________________
Bapak / ibu / hadirin yang dirahmati Allah
Untuk Menghantarkan perjalanan pengantin agar anginnya tenang,
badainya tak tampak dan kapalnya tak karam, dan kita semua mendapat
berkah dan rahmat dari Allah SWT, kita iringi akhir dari acara ini dengan
pembacaan do’a yang akan dibacakan oleh BPK.....................................
Kepada BPK. .............................. kami persilahkan.

Dengan Berakhirnya Pembacaan Do’a, maka berakhirlah rangkaian acara


pada hari ini. Semoga apa yang dipersembahkan semuanya berkenan di
hati
____________________________________________________________
Bunga mawar tumbuh di taman,
taruh setangkai dalam jambangan.
Terima kasih kami ucapkan,
kepada rombongan dan tamu undangan
Mari lah kita menutup Acara ini dengan mengucapkan Hamdalah.
ALHAMDULILLAHIRABBIL’ALAMIN.

Hari Ini bertabur kasih


Lengkap dengan lapes belacan
Cukup sekian dan terima kasih
Jika ada salah sudilah dimaafkan

Wabillahihitaufik walhidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh