Anda di halaman 1dari 5

BAB III

TAHAPAN PROSES DAN DESKRIPSI PROSES

3.1 Tahapan Proses dan Blog Diagram


3.1.1 Tahapan Proses
Pembuatan Asam Sitrat dari Tepung Gandum menggunakan proses
fermentasi menggunakan jamur Aspergillus niger. Proses pembuatan Asam Sitrat
terdiri atas lima tahapan proses yaitu :
1. Tahap Persiapan Bahan Baku
2. Tahap Hidrolisis Pati
3. Tahap Pembentukan Asam Sitrat
4. Tahap Pemurnian
5. Tahap Pembentukan Kristal

3.1.2 Blok Diagram


Diagram alir proses pembuatan Asam Sitrat menggunakan proses
hidrolisis dengan bantuan enzim alfa amylase dan glukoamilase, sedangkan proses
fermentasi mengunakan jamur aspergillus niger, dapat dilihat pada Gambar 3.1
BLOK DIAGRAM PRA RANCANGAN PABRIK ASAM SITRAT DARI TEPUNG GANDUM
Nutrient
Aspergilus udara
Tepung Gandum niger
air Mixsing

sterilisasi
Air Mixing Enzim
Culture Tank
glukoamilase
Larutan tepung
C6H12O6(l) + 3/2 O2(g) Aspergillus niger C6H8O7(l) + H2O(l)
Enzim alfa Hidrolisis Liquifikasi Hidrolisis Sakarifikasi glukosa
Maltosa Fermentasi
amilase T= 90-95 oC T= 60-66 oC
dekstri T= 30 0C
t = 2 jam t = 3 jam
alfa amilase gluko amilase
Asam sitrat,
(C6H10O5)n(l) + n H2O(l) n C12H22O11(l) C12H22O11(l) + H2O(l) 2C6H12O6(l) biomassa
air

Rotary Vacum Filter biomassa

Asam sitrat,
air

Evaporator
Air
T= 120 0C

Larutan pekat
asam sitrat

Kristalisasi
T= 20 0C

Drayer
T= 95 0C

Keterangan;
Persiapan Bahan Baku Vibrating Screen
80 Mesh
Tahap Hidrolisis Pati
Tahap Fermentasi Asam sitrat
kristal
Pemisahan
Pembentukan Kristal Packing pemasaran

Gambar 3.1 Blok Diagram Pembuatan Asam Sitrat dari Tepung Gandum
3.2 Deskripsi Proses dan Flow Sheet
3.2.1 Deskripsi Proses
3.2.1.1 Persiapan Bahan Baku
Proses pencampuran dalam tanki berpengaduk tepung gandum dicampur
dengan air 30 % dari umpan. Kemudian larutan tepung dialirkan secara gravitasi
ke tanki hidrolisis.
3.2.1.2 Proses Hidrolisis Pati
Setelah proses pencampuran, larutan pati dihidrolisi dengan bantuan enzim
alfa amylase untuk mengubah pati menjadi dektrin maltose didalam reaktor
hidrolisis. Reaksi hidrolisis liquifikasi yang terjadi didalam reaktor sebagai
berikut:

alfa amilase
(C6H10O5)n(s) + n H2O(l) n C12H22O11(l)

Selajutnya untuk mendapatkan glukosa yang akan diubah menjadi asam sitrat
maka dektrin maltose dihidrolisis dengan bantuan enzim glukoamilase dimana
proses hidrolisis ini disebut hidrolisis sakrifikasi, setelah itu larutan glukosa
terbentuk dialirkan ke fementor. reaksi yang terjadi didalam reaktor adalah:

gluko amilase
C12H22O11(l) + H2O(l) 2C6H12O6(l)

3.2.1.3 Tahap Proses Pembentukan Asam Sitrat

Proses fermentasi dilakukan dalam fermentor yang dilengkapi dengan


pengaduk dan cyclone udara. Peralatan dan bahan-bahan yang digunakan pada
proses fermentasi harus dalam keadaan steril. Sebelum proses fermentasi
dilakukan sterilisasi Fermentor, udara dan sterilisasi media. Sterilisasi peralatan
dilakukan sebelum dan sesudah peralatan fermentasi digunakan, Proses sterilisasi
dilakukan dengan jalan pemanasan alat dan bahan mengunakan steam pada
temperatur 121 0C selama 20 menit. Proses fermentasi asam sitrat ini terdiri dua
tahap, yaitu:

1. Tahap Pengembang biak Bakteri


Pengembangan biak aspergillus niger dalam culture tank, jamur akan
berkembang biak dengan perlahan sambil menyesuaikan diri pada larutan
media yang terdiri dari H2O (90 %), K2HPO4 (0,052 %), MgSO4 (0.33 %),
Urea (0,65 %), KCl (0.1 %), MnSO4 (0,013%), ZnSO4 (0,0065 %). Proses
pengembang biakan dikerjakan melalui beberapa tahapan proses yaitu
sterilisasi tangki kosong, sterilisasi filter udara dan sterilisasi media.
Sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan steam pada suhu 121oC
selama 20 menit sambil dilakukan pengadukan.
Tank didinginkan dengan air cooling sampai mencapai 31oC. Proses
pengembang biakan dilakukan pada suhu 32 oC. Bakteri yang digunakan
adalah bakteri aerob sehingga dalam perkembang biakan nya dibutuhkan
udara. Proses ini berlangsung selama 15 jam. Apabila perkembang biakan
jamur yang diinginkan telah tercapai maka jamur siap ditransfer ke
fermentor.
2. Tahap Pembentukan Produk (Asam Sitrat)
Pembentukan asam sitrat ini dilakukan fermentasi didalam fementor,
dengan mengatur pH dan suhu optimum serta bahan tambahan seperti
ammonia. Reaksi fermentasi ini dapat dilihat sebagai berikut:
C6H12O6(l) + 3/2 O2(g) Aspergillus niger C6H8O7(l) + H2O(l)

3.2.1.4 Tahap Pemurnian

Proses fermentasi mengahasilkan Asam Sitrat dan biomassa. Asam Sitrat


merupakan produk utama. Biomassa yang terbentuk dipisahkan dari larutan Asam
Sitrat menggunkan Rotary vacuum Filter. Selanjutnya larutan asam sitrat
dikristalkan.

3.2.1.5 Tahap Pengkristalisasi Asam Sitrat

Larutan asam sitrat dialirkan kedalam evaporator untuk pemekatan larutan


dengan suhu 120 0C. Setelah larutan pekat asam sitrat 85 % diumpakan ke
kristalisasi dilakukan dengan pendinginan larutan asam sitrat sampai suhu 20 0C,
sehingga diperoleh asam sitrat monohidrat. Kemudian asam sitrat monohidrat
dikeringkan dalam rotary dryer dengan udara pemanasan 95 0C. Asam sitrat
yang sudah mengkristal dibawa ke ball mill sampai ukuran ± 80 mesh, kemudian
diayak menggunakan vibrating screen, setelah itu asam sitrat Kristal lolos
memalui ayakan dibawa untuk proses packing dan dipasarkan.