Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

ANALISIS PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah


Analisis Strategi Pembelajaran Tematik Terpadu

Dosen Pengampu :
Dr. Hj. MUKNI’AH, M.Pd.I
Dr. H. ABD. MUHITH, M.Pd.I

Oleh :
ACH. NUR FUAD AL-FAJRI 0849417001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada kurikulum yang telah lalu, pembelajaran pada sekolah tingkat
dasar tiap mata pelajaran dilakukan secara terpisah, hal tersebut ditengarai
menjadi penghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Hal tersebut menjadi
salah satu motivasi diperbaharuinya kurikulum pendidikan kita yang
mengedepankan konsep penggabungan beberapa mata pelajaran sesuai
dengan tema, atau biasa dikenal dengan istilah pembelajaran tematik
terpadu.
Pada dasarnya pembelajaran terpadu dikembangkan untuk
menciptakan pembelajaran yang di dalamnya siswa sendiri aktif secara
mental membangun pengetahuannya yang dilandasi oleh struktur kognitif
yang telah dimilikinya. Pendidik lebih berperan sebagai fasilitator dan
mediator pembelajaran.
Akan tetapi, setelah sekian tahun metode pembelajaran tersebut
berjalan, masih ada saja pendidik atau calon pendidik yang masih belum
memahami apa itu pembelajaran tematik terpadu. Berawal dari masalah
tersebut maka makalah ini disusun.

B. Rumusan Masalah
Makalah ini disusun dengan landasan beberapa masalah, yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran tematik terpadu?
2. Bagaimana karakteristik pembelajaran tematik terpadu?
3. Apa saja fungsi dan tujuan pembelajaran tematik terpadu?
4. Bagaimana prinsip-prinsip pembelajaran tematik terpadu?
5. Apa saja yang menjadi ruang lingkup pembelajaran tematik terpadu?
6. Apa saja kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik terpadu?
C. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan :
1. Mengetahui pengertian pembelajaran tematik terpadu.
2. Memahami karakteristik pembelajaran tematik terpadu.
3. Mengetahui fungsi dan tujuan pembelajaran tematik terpadu.
4. Memahami prinsip-prinsip pembelajaran tematik terpadu.
5. Mengetahui ruang lingkup pembelajaran tematik terpadu.
6. Mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran tematik terpadu.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu


Dalam pelaksanaan kurikulum 2013, pembelajaran untuk
tingkat SD/MI sederajat melaksanakan pembelajaran tematik terpadu.
Sebagaimana tercantum dalam salinan lampiran Permendikbud No. 65 tahun
2013 tentang standar proses bahwa pembelajaran tematik terpadu di
SD/MI/SDLB/Paket A disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa.
Menurut Trianto (2010: 70), pembelajaran tematik adalah
pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa
mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang
bermakna kepada siswa. Tema yang diberikan merupakan pokok pikiran
atau gagasan pokok yang menjadi topic pembelajaran.
Hakiim (2009: 212) menyatakan pembelajaran tematik merupakan
suatu model dan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai
mata pelajaran atau sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi,
keterampilan, dan sikap ke dalam suatu tema tertentu, dengan
mengkondisikan para siswa agar dapat memperoleh pengalaman belajar
yang lebih optimal, menarik dan bermakna.
Suryosubroto (2009: 133) pembelajaran tematik dapat diartikan
suatu kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan materi beberapa mata
pelajaran dalam satu tema/topic pembahasan. Sedangkan Depdiknas (2006:
5) menyatakan bahwa pembelajaran tematik termasuk dalam satu tipe/jenis
daripada model pembelajaran terpadu, yang mana dalam mengaitkan
beberapa mata pelajaran tersebut, digunakanlah suatu tema sehingga dapat
memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat penulis simpulkan bahwa
pembelajaran tematik merupakan model dan atau strategi pembelajaran yang
termasuk salah satu tipe atau jenis daripada model pembelajaran terpadu.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai
mata pelajaran atau sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area
isi/materi, keterampilan, dan sikap ke dalam suatu tema tertentu sehingga
dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

B. Karakteristik Pembelajaran Tematik Terpadu


Suatu pembelajaran dapat dikatakan sebagai pembelajaran tematik
terpadu apabila memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Karakteristik
tersebut menurut Depdiknas (dalam Trianto, 2010: 91) adalah (a) berpusat
pada siswa, (b) memberikan pengalaman langsung, (c) pemisahan mata
pelajaran tidak begitu jelas, (d) menyajikan konsep dari berbagai mata
pelajaran, (e) bersifat fleksibel, (f) menggunakan prinsip belajar sambil
bermain dan menyenangkan.
Sehubungan dengan hal tersebut diungkapkan pula oleh Depdikbud
(dalam Trianto, 2010: 93-94) bahwa pembelajaran tematik sebagai bagian
dari pembelajaran terpadu memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri,
yaitu: (a) holistik, (b) bermakna, (c) otentik, dan (d) aktif.

C. Fungsi dan Tujuan Pembelajaran Tematik Terpadu


Pembelajaran tematik berfungsi untuk memberikan kemudahan
bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang
tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena
materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata dan bermakna bagi
peserta didik. Tujuan pembelajaran tematik adalah:
1. Mudah memusatkan perhatian pada suatu tema atau topik tertentu.
2. Mempelajarai pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi
muatan pembelajaran dalam tema sama.
3. Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam.
4. Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik.
5. Lebih semangat belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi
nyata.
6. Lebih merasakan manfaat dan makna belajar.
7. Guru dapat menghemat waktu.
8. Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan
dengan mengangkat nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.
(Unifa, 2014: 16).

D. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Tematik Terpadu


Pembelajaran tematik terpadu memiliki prinsip-prinsip sebagai
berikut:
1. Peserta didik mencari tahu, bukan diberi tahu.
2. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan kompetensi melalui
tema yang paling dekat dengan kehidupan peserta didik.
3. Terdapat tema yang menjadi pemersatu sejumlah kompetensi dasar
yang berkaitan dengan berbagai konsep, keterampilan dan sikap.
4. Sumber belajar tidak terbatas pada buku.
5. Peserta didik dapat bekerja secara mandiri maupun berkelompok sesuai
dengan karakteristik kegiatan yang dilakukan.
6. Guru harus merencanakan dan melaksanakan pembelajaran agar dapat
mengakomodasi peserta didik yang memiliki perbedaan tingkat
kecerdasan, pengalaman, dan ketertarikan terhadap suatu topik.
7. Kompetensi Dasar mata pelajaran yang tidak dapat dipadukan dapat
diajarkan tersendiri.
8. Memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik (direct
experiences) dari hal-hal yang konkret menuju ke abstrak.
9. Kegiatan pembelajaran tematik yang dirancang dalam silabus bukan
merupakan urutan kegiatan pembelajaran, melainkan bentuk kegiatan
pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar guru dapat melakukan
penyesuaikan.

E. Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik Terpadu


Ruang lingkup pembelajaran tematik meliputi semua KD
(Kompetensi Dasar) dari semua mata pelajaran kecuali agama. Mata
pelajaran yang dimaksud adalah: Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika,
IPA, IPS, Penjasorkes dan Seni Budaya dan Prakarya

F. Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Tematik Terpadu


Pembelajaran tematik terpadu dalam penerapannya memiliki
beberapa kelebihan. Adapun kelebihan pembelajaran tematik terpadu menurut
Depdikbud (dalam Trianto, 2010: 88) antara lain sebagai berikut:
1. Pengalaman dan kegiatan belajar siswa relevan dengan tingkat
perkembangannya.
2. Kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.
3. Kegiatan belajar bermakna bagi siswa, sehingga hasilnya dapat
bertahan lama.
4. Keterampilan berpikir siswa berkembang dalam proses pembelajaran
terpadu.
5. Kegiatan belajar mengajar bersifat pragmatis sesuai lingkungan siswa.
6. Keterampilan sosial siswa berkembang dalam proses pembelajaran
terpadu, keterampilan sosial ini antara lain: kerja sama, komunikasi, dan
mau mendengarkan pendapat orang lain.
Selain kelebihan yang dimiliki, menurut Indrawati (dalam Trianto,
2010: 90), pembelajaran tematik juga memiliki keterbatasan atau
kekurangan, terutama dalam pelaksanaannya, yaitu pada perencaan dan
pelaksanaan evaluasi yang lebih banyak menuntut guru untuk melakukan
evaluasi proses, dan tidak hanya evaluasi dampak pembelajaran langsung
saja.
BAB III
KESIMPULAN

Setiap kurikulum pastilah mempunyai celah yang harus selalu diperbaiki,


tak terkecuali Kurikulum 2013 dengan pembelajaran tematik terpadunya. Semuai
elemen mulai dari para pembuat konsep kurikulum hingga para praktisi lapangan
haruslah berjuang bersama. Kurikulum tidak boleh kaku sehingga para praktisi,
yang dalam hal ini pendidik, bias menyesuaikan penerapan kurikulum dengan
kondisi yang ada.