Anda di halaman 1dari 2

 Nitrogen Dioksida (NO2)

Nitrogen dioksida adalah kelompok zat yang terdapat di atmosfer yang merupakan
campuran dari gas nitrogen dan oksigen. Nitrogen dioksida memiliki warna coklat kemerahan dan
berbau tajam. Pembentukan NO2 mencakup reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara sehingga
membentuk NO kemudian reaksi selanjutnya antara nitrogen monoksida bereaksi dengan oksigen
lain membentuk nitrogen dioksida (melalui oksidasi) dengan reaksi sebagai berikut :

N + O2 2NO

2NO + O2 2NO2

(Rahmatika, 2015)
Nitrogen dioksida digunakan sebagai indikator kelompok NOx (Nitrogen Oksida) yang lebih
besar. Nitrogen oksida (NOx) terdiri dari nitrit oksida(NO) dan nitrogen dioksida (NO2). Nitrogen
oksida lainnya termasuk nitrous acid (HNO2) dan nitric acid (HNO3). Nitrogen oksida beraksi dengan
senyawa yang mudah menguap membentuk Ozon (O3). Nitrogen dioksida terbentuk dari emisi pada
permukaan bumi yang terkait dengan pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan,
pembangkit listrik, sumber industry, dan peralatan off-road. NO2 juga terkait dengan beberapa
efek yang merugikan system pernapasan. Ketika NOx bereaksi dengan ammonia, uap lembab, dan
senyawa lain akan menghasilkan partikel kecil. Partikel kecil tersebut akan masuk secara mendalam
ke bagian sensitif pada paru-paru. (US.EPA, 2011)

1.1.1. Belerang Dioksida (SO2)


Sulfur dioksida (SO2) adalah salah satu kelompok dari gas yang sangat reaktif dikenal sebagai
SOx. Gas yang sangat reaktif mempunyai potensi yang tinggi untuk mengalami perubahan komposisi
pada kondisi tekanan tertentu, suhu, atau bersentuhan dengan bahan kimia lain. Sebagai contoh
saat sulfur dioksida dilepaskan di atmosfir dilarutkan dalam uap air membentuk hujan asam (IDEM,
2014). Sulfur dioksida tidak berwarna, tidak mudah terbakar dan memiliki bau yang tajam yang
mudah di deteksi hidung manusia. Sulfur dioksida dipancarkan dari sumber stasioner, pembangkit
listrik, dan kilang minyak yang membakar bahan bakar fosil. Emisi natural, sebagian besar dalam
bentuk hydrogen sulfida yang terbebas dari pembusukan bahan organik. (Oklahoma. DEQ, 2011)

OZON (O3)
Ozon adalah gas yang tidak berwarna yang dapat menguntungkan atau merugikan,
tergantung dimana ozon tersebut berada. Ozon yang terletak pada stratosphere menguntungkan
karena dapat melindungi bumi dari sinar ultraviolet matahari sedangkan ozon yang dapat dihirup
pada permukaan bumi membahayakan kesehatan manusia.(US.EPA, 2015). Ozon pada permukaan
bumi tidak dipancarkan secara langsung, melainkan terbentuk dari pendahulunya ( sebagian besar
nitrogen oksida dan senyawa yang mudah menguap (VOCs)) dalam proses fotokimia kompleks
dibawah kondisi kuatnya sinar matahari dan suhu panas. Karena itulah ozon digambarkan sebagai
pencemar sekunder. Pendahulu ozon berasal dari tingkat atrophogenik atau buatan manusia seperti
transportasi, pertanian dan industri.

Sumber : https://www.greenfacts.org/en/ozone-o3/index.htm