Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ikke Agustin Puspaningrum

NIU : 421988
Resume Chapter 9 Behavioral and Organizational Issues in Management
Accounting and Control Systems

Management Accounting and Control Systems


Sistem manajemen biaya adalah sistem pengukuran kinerja pusat pada inti entitas yang
lebih besar yang dikenal sebagai management accounting and control system (MACS).
 Pengertian “Control”
Secara umum, management accounting and control system (MACS) menghasilkan dan
menggunakan informasi yang membantu pengambilan keputusan dengan cara menilai apakah
sebuah organisasi telah mencapa tujuannya. Istilah control dalam akuntansi manajemen dan
pengendalian mengacu pada seperangkat prosedur, alat, ukuran kinerja, sistem, dan insentif
yang digunakan oleh organisasi untuk memandu dan memotivasi semua karyawan untuk
mencapai tujuan organisasi. Sebuah sistem terkendali jika berada di jalan untuk mencapai
tujuan strategisnya, dan sebaliknya, dianggap tidak terkendali. Proses pengendalian
organisasi terdiri dari empat tahap, yaitu; plan, do, check, dan act.
Karakteristik MACS yang Dirancang dengan Baik
 Pertimbangan Teknis
Faktor teknis terbagi dalam dua kategori: (1) relevansi informasi yang dihasilkan
dan (2) ruang lingkup sistem. Relevansi informasi diukur dengan empat
karakteristik, yaitu: (1) accurate; (2) timely; (3) consistent; dan (4) flexible.
 Pertimbangan Perilaku
Empat karakteristik perilaku yang menjadi pertimbangan dalam mendesain MACS,
yaitu: (1) Menanamkan kode etik perilaku organisasi ke dalam desain MACS; (2)
Menggunakan gabungan pengukuran kinerja kualitatif dan kuantitatif jangka pendek dan
jangka panjang (pendekatan Balanced Scorecard); (3) Memberdayakan karyawan untuk
terlibat dalam pengambilan keputusan dan desain MACS; dan (4) Mengembangkan sistem
insentif yang tepat untuk memberi penghargaan atas kinerja.
Model Motivasi Sumber Daya Manusia
Pandangan manajemen yang paling kontemporer adalah model motivasi sumber daya
manusia (HRMM). Berdasarkan prakarsa untuk meningkatkan kualitas hidup kerja dan
pengaruh kuat dari praktik manajemen Jepang, HRMM memperkenalkan tanggung jawab
karyawan tingkat tinggi dan partisipasi dalam keputusan di lingkungan kerja. Asumsi utama
HRMM adalah bahwa organisasi beroperasi di bawah sistem kepercayaan tentang nilai,
tujuan, dan arahan organisasi mereka; orang menemukan pekerjaan menyenangkan; dan
bahwa orang berkeinginan untuk berpartisipasi dalam mengembangkan tujuan, membuat
keputusan, dan mencapai tujuan di lingkungan kerja mereka.
Kode Perilaku Etis Organisasi dan Desain MACS
Model keputusan untuk menyelesaikan masalah etika adalah:
1. Tentukan Fakta-Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Bagaimana
2. Tentukan Masalah Etika
3. Identifikasi Prinsip, Aturan, Nilai Utama
4. Tentukan Alternatifnya
5. Membandingkan nilai dan alternatif
Tugas dan Metode Pengendalian Hasil
Kontrol tugas adalah proses menemukan cara untuk mengendalikan perilaku manusia
sehingga pekerjaan diselesaikan dengan cara yang telah ditentukan. Kontrol tugas dapat
dipisahkan menjadi dua kategori: pengendalian preventif dan pemantauan. Dalam
pengendalian preventif, kebanyakan, kebijaksanaan diambil dari melakukan tugas karena
ketepatan yang dibutuhkan atau sifat materi yang terlibat. Pemantauan mengacu pada
pemeriksaan pekerjaan atau perilaku karyawan saat mereka melakukan suatu tugas. Agar
kontrol hasil menjadi efektif, organisasi harus menetapkan tujuannya dengan jelas,
mengkomunikasikannya kepada anggota organisasi yang sesuai, dan merancang ukuran
kinerja yang sesuai dengan tujuan.
Menggunakan Gabungan/Campuran Pengukuran Kinerja: Pendekatan Balanced
Scorecard
Bahkan dalam sistem kontrol terbaik, karyawan sering berusaha untuk terlibat dalam
perilaku non-goal-congruent dan dalam buku ini menggambarkan hal ini dalam konteks
penganggaran. Sehubungan dengan pengukuran kinerja, dysfunctional behavior mengacu
pada karyawan yang secara sadar memanipulasi atau memalsukan ukuran kinerja. Bentuk lain
dari dysfunctional behavior adalah merapikan, suatu bentuk manajemen laba yang terjadi
ketika individu mempercepat atau menunda arus data yang telah direncanakan sebelumnya
tanpa mengubah aktivitas organisasi. Pengembangan dan penggunaan jenis tindakan
pengukuran yang tepat terkait langsung dengan karakteristik perilaku kedua, yang melibatkan
penggunaan gabungan ukuran kinerja kualitatif dan kuantitatif jangka pendek dan jangka
panjang. Inilah pendekatan Balanced Scorecard.
Memberdayakan Karyawan untuk Terlibat dalam Desain MACS
Memberdayakan karyawan dalam desain MACS memerlukan dua elemen penting:
memungkinkan karyawan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan memastikan
bahwa karyawan memahami informasi yang mereka gunakan dan hasilkan.
Aspek Perilaku Desain MACS
Apakah mengembangkan anggaran keluarga, anggaran untuk perusahaan kecil, atau anggaran
Bagi perusahaan multinasional besar, penting untuk menyadari bahwa cara-cara di mana
Orang-orang berinteraksi dengan anggaran pada dasarnya sama. Bagian ini menyajikan dua
masalah perilaku terkait dalam penganggaran:
1. Merancang proses anggaran
2. Mempengaruhi proses anggaran
Mengembangkan Sistem Insentif yang Tepat untuk Menghasilkan Kinerja
Organisasi menggunakan antara intrinsic dan extrinsic rewards untuk memotivasi
karyawan. Intrinsic rewards adalah hal-hal yang berasal dari dalam individu dan
mencerminkan kepuasan dari melakukan pekerjaan dan dari peluang pertumbuhan yang
diberikan pekerjaan itu. Berdasarkan kinerja yang dinilai, extrinsic rewards adalah imbalan
yang diberikan seseorang kepada orang lain untuk mengenali pekerjaan dengan baik. Imbalan
intrinsik dan ekstrinsik digunakan oleh organisasi untuk memotivasi karyawan.