Anda di halaman 1dari 6

Varietas Mangga

Mangga merupakan tanaman buah tahunan (parennial plants) berupa pohon


berbatang keras yang tergolong kedalam famili Anarcadiaceae. Mangga
diperkirakan berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke
wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia.Kata mangga sendiri
berasal dari bahasa Tamil, yaitu mangas atau man-kay. Dalam bahasa botani,
mangga disebut Mangifera indica L. yang berarti tanaman mangga berasal dari
India (Rohmaningtyas, 2010). Menurut Safitri (2012), dalam taksonomi tanaman
mangga diklasifikasikan sebagai berikut, Kingdom: Plantae; Diviso:
Spermatophyta; Kelas: Dicotyledoneae; Ordo: Sapindales; Famili: Anacardiaceae;
Genus: Mangifera; Spesies: Mangifera indica L.
Menurut Martulis (1994), varietas mangga bermacam-macam, tetapi yang
akan diperkenalkan hanya beberapa jenis saja, terutama yang sudah dikenal sebagai
buah meja, yakni :
 Mangga Arumanis
Mangga jenis arumanis merupakan mangga asal kota Probolinggo. Tinggi
pohon mencapai ±9 meter, berdaun lebat, berbuah sedang dan teratur, frekuensi
kerontokan buah sedikit/rendah. Malai bunga berwarna kuning, tangkai hijau
kekuningan dan merupakan bunga majemuk. Musim berbunga antara Juli dan
Agustus, musim panen antara September, Oktober dan November. Karakter dari
buah yang telah tua ialah berwarna hijau tua dan dilapisi lilin, mencapai berat 450
gram, berbentuk jorong, pangkal buah bulat, pucuk buah runcing. Kulit tipis, halus,
berbintik-bintik putih kehijauan. Daging buah tebal, kuning dan berserat sedikit.
Air buah banyak, beraroma harum dan rasanya manis sekali. Biji berbentuk tipis,
berukuran panjang ±13 cm dan berserat pendek. Produksi dari jenis ini ialah 40-
50kg/pohon/tahun.

 Mangga Gadung
Mangga jenis gadung merupakan mangga asal kota Pasuruan. Bentuk buah
tidak terlalu panjang seperti mangga arumanis, mempunyai lengkungan, kulit tipis,
warna hijau tua sampai hijau kebiru-biruan, buah yang siap dipetik diselimuti
lapisan lilin yang lebih tebal dibandingan dengan varietas arumanis, dagingnya
putih kekuningan, tidak berserat, tidak berair dan aroma yang kurang menyengat.
 Mangga garifta merah
Merupakan buang mangga yang memiliki warna kulit buah berwarna merah
pada pangkal dan merah kekuningan pada ujungnya. Permukaan kulit buat halus,
memiliki bitnik warna hijau, bentuk buah jorong, pangkal buah sedikit lekuk dan
pucuk lancip.
 Mangga gedong gincu
Merupakan buah mangga yang memiliki kulit berwarna orange, namun ketika
masak berwarna orange kemerahan. Permukaan buah halus, bentuk buah bulan
dengan ukuran 7-10 cm.
 Mangga arumanis
Merupakan buah mangga yang berwarna kulit hijau, bentuk buah jorong
berparuh sedikit dan pucuknya runcing.

Sifat botani
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya
termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang
mencapai 20 meter atau lebih. Namun umumnya mangga yang di budidaya ketinggian
nya sekitar 5 sampai 10 meter atau bahkan bisa kurang. Kulit batang mangga berwarna
coklat kelabu sampai kehitaman kulit batang bagian luar pecah-pecah atau seperti
memiliki alur-alur. Broto (2003) memilihkan bentuk tajuk pohon mangga menjadi lima
macam, yakni bulat, jorong ke atas, jorong ke samping, piramida lancip dan piramida
tumpul, pohon mangga bertajuk rimbun dan lebarnya bias mencapai 10 meter.
Gambar . Pohon mangga

Daun mangga terletak di sepanjang ranting, bergantian dan jaraknya tidak


teratur, serta memiliki tangkai dengan bentuk jorong meruncing, kaku pada kedua
permukaannya halus, bagian atas berwarna hijau kekuningan daun mangga tergolong
daun tunggal karena pada tangkai daunnya hanya terdapat satu helai daun saja. Daun
mangga berbentuk lanceolatus (lanset), daging daunnya papyraceus (seperti kertas),
tepi daunnya integer (rata), ujung daun acuminatus (meruncing), pangkal daun acutus
(runcing), petulangan daun penninervis (menyirip), permukaan daun scaber (kasap),
dan duduk daun folio sparsa (tersebar) (Tjitrosoepomo, 1985).

Gambar . daun mangga Gambar . daun mangga muda


Buah mangga termasuk kelompok buah batu berdaging, bentuk buah mangga
sangat bervariasi ukuran nya dan bentuk sangat bermacam-macam tergantung varietas
mangga tersebut. Panjang buah pada umum nya berkisar antara 2,5-3,0 cm. Bentuknya
ada yang bulat, bulat telur, bulat memanjang, dan ada yang pipih. Wama buah
bermacam-macam, tergantung varietasnya. Variasinya ada yang hijau, kuning, merah
atau campuran masingmasing wama itu. Daging buah mangga ada yang tebal dan
tipis,berserat dan tidak berserat, berair dan tidak berair, ada yang manis dan ada juga
yang rasanya seperti terpentin (Pracaya, 2005).

Gambar . buah mangga


Bunga mangga dapat melakukan penyerbukan sendiri karena tepung sari yang
jatuh pada tampuk berasal dari pohon itu sendiri. Hal ini menyebabkan mangga disebut
tanaman berumah satu. Bunga mangga terdiri dari beberapa bagian dasar bunga,
kelopak, daun bunga, benang sari dan kepala putik. Bunga mangga dalam keadaan
normal, adalah bunga majemuk yang tumbuh dari tunas ujung. Tunas yang asalnya
bukan dari tunas ujung tidak menghasilkan bunga, tetapi menghasilkan ranting daun
biasa.
Gambar . bunga mangga

Syarat tumbuh
Tanaman mangga mempunyai daya adaptasi yang tinggi, baik didataran
rendah maupun dataran tinggi, dengan keadaan volume curahhujan sedikit atau banyak.
Tetapi untuk memperoleh produksi manggayang tinggi membutuhkan temperatur,
curah hujan, keadaan awan danangin yang sesuai untuk syarat pertumbuhan tanaman
mangga (Rohmaningtyas, 2010). Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah
gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat
keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5,5-7,5. Jika pH di bawah 5,5 sebaiknya
dikapur dengan dolomit (BPP Teknologi, 2010).
Tanaman mangga dapat tumbuh sampai pada ketinggian tempatlebih kurang
1.300 m dari permukaan laut. Jika kita ingin mengusahakantanaman mangga dengan
produksi optimal, sebaiknya mangga ditanampada suatu areal yang memiliki
ketinggian maksimal 500 m di ataspermukaan laut (Rohmaningtyas, 2010). Temperatur
untuk pertumbuhan optimum tanaman mangga 24 – 27. Pada suhu tersebut
memungkinkan pertumbuhan vegetatif dengan hasil yang baik. Temperatur yang
rendah akan menyebabkan kerusakan bagi tanaman tanaman mangga muda (BPP
Teknologi, 2010)

Perbanyakan
Okulasi adalah pembiakan tanaman dengan cara vegetatif yang melibatkan
penyatuan bagian-bagian tanaman dengan jalan regenerasi, yang berhasil mencapai
penyatuan fisik dan tumbuh menjadi satu tanaman tunggal dimana batang atas yang
digunakan terdiri atas satu mata tunas (Sugianto, 2005). Banyak cara okulasi yang bisa
dilakukan, diantaranya adalah okulasi huruf T, cara Forkert, cara okulasi Forkert yang
disempurnakan, okulasi Segiempat, okulasi Jendela, okulasi Haji Ali atau okulasi
Stempel. Salah satu cara okulasi yang mudah diokulasi untuk tanaman mangga adalah
okulasi segiempat. Kelebihan dalam okulasi segiempat ini adalah satu-satunya cara
okulasi yang mudah dilakukan pada tanaman mangga, karena kulit tanaman mangga
yang sulit dikelupas, maka cara yang sangat mudah dilakukan adalah okulasi
segiempat. Cara okulasi segiempat adalah dengan membentuk irisan okulasi segiempat
kemudian kulit batang pokok dibuang, membuat irisan yang berbentuk segiempat atau
bujur sangkar pada batang pokok di tempat yang telah kita tentukan.

Dapus
Martulis, Ir. 1994. Berkebun Mangga. Karya Anda : Surabaya
Pracaya, 2005. Bertanam Mangga: Penerbit Penebar Swadaya.
Rohmaningtyas, D. 2010. Perbanyakan tanaman mangga dengan teknik okulasi di
kebun benih tanaman pangan dan hortikultura Tejomantri Wonorejo. Polokarto
Sukoharjo. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Safitri, A.A. 2012. Studi pembuatan fruit leather mangga-rosella. Skripsi. Universitas
Hasanuddin.
Tjitrosoepomo, G. 1985. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.