Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

Chairul Tanjung : Orang Terkaya Ke-Enam Di Indonesia

Disusun Oleh :

Linda Novita Putri


201510410311064
Farmasi B

PROGAM STUDI S1 FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

MALANG

2018
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat dan
karunia-Nyalah makalah tentang entrepreneur ini dapat terselesaikan dengan baik. Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas kewirausahaan.
Dalam penyelesaian makalah ini ada beberapa kesuliatan, terutama disebabkan oleh
kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik. Hal itu karena bantuan dari semua pihak dalam pencarian data dan
informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, cetak maupun elektronik yang tidak
dapat disebutkan satu persatu. Kami sadar sebagi seorang mahasiswa yang masih banyak
kekurangannya. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang
bersifat membangun guna penulisan makalah yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Malang, 3 Maret 2018

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Di dalam berwirausaha ada beberapa aspek yang menentukan berhasil tidaknya suatu
usaha yang dijalankan. Diantaranya aspek modal, pengelolaan maupun pemasaran. Modal bisa
didapat dari berbagai cara misalnya dengan modal yang kita punya sendiri ataupun dengan
pinjaman. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu kemitraan atau hubungan sosial yang baik
dalam berwirausaha. Karena terkadang dalam berwirausaha kita tidak dapat memulainya
sendiri baik karena kekurangan uang, sumber daya, maupun kreatifitas. Sehingga kemitraan itu
sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu aspek yang penting dalam berwirausaha.
Sedangkan mengenai pengelolaan atau manajemen dan pemasaran akan lebih baik bila
kita menguasainya lebih jauh sebagai seorang wirausahawan, karena aspek pengelolaan dan
pemasaran merupakan aspek yang memegang peranan penting. Menjadi seorang wirausahawan
tidaklah mudah. Dibutuhkan banyak skill , modal, dan manajemen yang baik. Tentunya
keberhasilan wirausaha dari para pakarnya akan sangat membantu bagi mereka yang ingin
memulai suatu usaha. Dimulai dengan pengenalan bagaimana rahasia dibalik kesuksesan
seorang wirausahawan. Kisah Chairul Tanjung sangat menginspirasi saya untuk menjadi orang
yang sukses melalui perjuangan yang tidak mudah. Karena itulah saya melakukan pembahasan
ini dalam bentuk makalah mengenai bagaimana menjadi seseorang pengusaha yang suskses

1.2.RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kisah chairul tanjung dalam mencapai kesuksesannya ?
2. Bagaimana kiat sukses dari chairul tanjung dalam berwirausaha ?
3. Bagaimana kata bijak dari chairul tanjung untuk mencapai kesuksesan ?

1.3.TUJUAN
1. Untuk menjelaskan awal mula perjuangan seorang chairul tanjung hingga mencapai
kesuksesannya
2. Untuk menjelaskan kiat sukses dari chairul tanjung dalam berwirausaha
3. Untuk memahami kata bijak seorang chairul tanjung untuk mencapai kesuksesan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. KISAH CHAIRUL TANJUNG

Latar Belakang Chairul Tanjung


Chairul Tanjung lahir dari seorang ayah bernama Abdul Ghafar Tanjung kelahiran
Sibolga, yang saat itu berprofesi sebagai seorang wartawan pada masa orde lama yang
menerbitkan surat kabar beroplah minim. Ia dilahirkan pada tanggal 16 Juni 1962 oleh ibunya,
Halimah yang berasal dari daerah Cibadak, Jawa Barat yang hanyalah seorang ibu rumah
tangga biasa.
Masa kecilnya dihabiskan bersekolah di SD dan SMP Van Lith, Jakarta pada tahun 1975.
Ia pun melanjutkan studi ke SMA Negeri 1 Boedi Oetomo pada tahun 1981 dan berhasil lulus
sebagai mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun 1987.
Tidak sampai disitu, a berhasil mengambil gelar MBA nya dari Executive Institut Pendidikan
dan Pembinaan Manjemen (IPPM) pada tahun 1993.
Saat usia SMP, Bapaknya ( Abdul Gafar Tanjung ) yang saat itu telah mempunyai
percetakan, koran, transportasi dll gulung tikar dan dinyatakan pailit oleh pemerintah karena
idealismenya yang bertentangan dengan pemerintah yang berkuasa saat itu ( Soeharto). Sang
ayah adalah Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Ranting Sawah Besar. Semua koran
bapaknya dibredel. Semua aset dijual hingga tak memiliki rumah satu pun.
Mungkin demi gengsi, di awal-awal, Bapaknya menyewa sebuah losmen di kawasan
Kramat Raya, Jakarta untuk tinggal mereka sekeluarga. Hanya satu kamar, dengan kamar
mandi di luar yang kemudian dihuni 8 orang. Kedua orang tua Chairul, dan 6 orang anaknya,
termasuk Chairul sendiri.
Tidak kuat terus-menerus membayar sewa losmen, mereka kemudian memutuskan
pindah ke daerah Gang Abu, Batutulis. Salah satu kantong kemiskinan di Jakarta waktu itu.
Rumah tersebut adalah rumah nenek Chairul, dari ibundanya, Halimah. Saat usia SMP, Chairul
sudah menyadari bagaimana kesulitan orang tuanya, bahkan untuk makan sehari-hari. Dan
Ibunya adalah sosok yang sangat tabah menjalani kerasnya kehidupan.
Chairul Tanjung sempat berdagang kecil-kecilan untuk membayar uang kuliahnya karena
kondisi finansial yang tidak menguntungkan pada saat itu. Demi membiayai kebutuhan
kuliahnya, ia pernah berdagang buku-buku kuliah, fotokopi hingga jasa pembuatan kaos.
Ia juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen,
Jakarta Pusat walaupun pada akhirnya mengalami kebangkrutan. Dalam kondisinya yang
kurang menguntungkan, ia tetap gigih dalam bekerja dan menyelesaikan bangku kuliahnya,
bahkan ia mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun
1984-1985.

Jatuh Bangun Kisah Si Anak Singkong


Kegagalannya dalam membangun bisnis toko peralatan kedokteran dan laboratorium
lantas tidak membuatnya patah semangat. Ia mencoba membuka usaha kontraktor walaupun ia
tetap mengalami kebangkrutan sehingga membuatnya harus bekerja di perusahaan baja dan
sempat pindah ke perusahaan rotan.
Setelah lulus kuliah dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun
1987, Chairul Tanjung bersama dengan tiga rekannya memulai sebuah bisnis pembuatan sepatu
anak-anak ekspor yang diberi nama PT Pariarti Shindutama dengan bermodalkan uang sebesar
Rp150 juta yang dipinjam dari Bank Exim.
Setelah 3 bulan awal dimulainya pabrik tersebut dilalui dengan terlunta-lunta dengan
tanpa pesanan. Disaat pabrik terancam bangkrut, datanglah pesanan sendal dari luar negeri
sejumlah 12.000 pasang dengan estimasi 6.000 pasang dikirim awal. Dan berubahlah pabrik
tersebut dari pabrik sepatu menjadi pabrik sendal. Saat melihat hasil kerja pabrik tersebut,
pihak pemesan merasa tertarik dan langsung melakukan pesanan kembali bahkan mencapai
angka 240.000 pasang padahal yang awalnya 12.000 pasang tadi masih 6.000 pasang yang
dikirim. Mulailah pabrik tersebut berkembang.
Namun sangat disayangkan, kerja sama mereka mendapat jalan buntu oleh karena
perbedaan visi dalam hal ekspansi usaha sehingga membuat Chairul Tanjung memutuskan
untuk memisahkan diri dari rekan-rekannya tersebut dan mendirikan bisnis sendiri.

Si Anak Singkong Mulai Menapaki Tangga Kesuksesan


Chairul Tanjung adalah sosok yang mau berkawan dengan siapapun, bahkan dengan
petugas pengantar surat pun dianggapnya penting. Kegemarannya dalam berjejaring dengan
berbagai kalangan membuat perkembangan usahanya semakin lancar.
Ia membangun relasi dengan berbagai perusahaan, baik yang sudah ternama bahkan
dengan perusahaan yang tidak terkenal sekalipun. Ia mengarahkan bisnisnya ke konglomerasi
(perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama
lain) dengan mereposisikan dirinya kepada tiga bisnis inti, yaitu Keuangan, Properti dan
Multimedia.
Chairul Tanjung yang pernah didaulat untuk menjadi Pelaksana Tugas Menteri
Kehutanan Indonesia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada masa Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono, menamankan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan
konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang
membawahi beberapa sub-holding, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti
Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).
Oleh karena perkembangan bisnisnya, Chairul Tanjung, Si Anak Singkong lebih senang
mengakuisisi perusahaan dibandingkan membangun bisnis karena ia tidak memiliki waktu lagi
untuk membangun dari nol sehingga ia memilih untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan.
Sejumlah perusahaan telah ia akuisisi dan tentu saja sudah menjadi milik Si Anak Singkong
ini.

Perusahaan Chairul Tanjung, Si Anak Singkong


Keuletannya dalam menapaki tangga kesuksesan melalui proses kristalisasi keringat dan
jatuh bangun semakin membuahkan hasil. Bisnis suami dari Anita Ratnasari Tanjung ini
semakin berkembang dan mengakuisisi berbagai perusahaan.
Saat ini, Mantan Menko perekonomian pada zaman Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono ini memiliki sejumlah perusahaan di bidang keuangan, di antaranya Asuransi
Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital
Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance.
Perusahaannya, CT Corp yang telah diresmikan perubahannya dari Para Group pada
tanggal 1 Desember 2011 juga membawahi beberapa anak perusahaan, seperti Para Bandung
Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo.
Oleh karena peresmian perubahan nama tersebut, otomatis tiga perusahaan sub–holding
Chairul Tanjung yang bernama Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo
(media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti) berubah menjadi Mega Corp, Trans
Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup,
hiburan dan sumber daya alam.
CT Corp juga memiliki Bandung Supermall yang diluncurkan sebagai Central Business
District pada tahun 1999 dengan luas 3 hektar dan menghabiskan dana Rp99 miliar. Dalam
usaha mengembangkan sayapnya di dunia penyiaran dan multimedia, perusahaan Chairul
Tanjung memiliki Trans TV, Trans7, Mahagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle dan
Trans Studio.
Selain itu, dalam bidang bisnis dan investasi, perusahaan Chairul Tanjung membeli
sebagian besar saham Carrefour Indonesia sebesar 40% melalui penandatanganan
Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.

Buah Pemikiran Si Anak Singkong adalah Embrio Kesuksesannya


Perkembangan bisnisnya yang semakin menanjak tidak lepas dari usahanya berjejaring
dengan berbagai kalangan, bahkan seperti yang ia tandaskan, berteman dengan petugas kantor
pos sekalipun ia anggap sebagai suatu usaha berjejaring yang menjadi bagian dalam
perkembangan bisnisnya.
Melalui kepiawaiannya dalam berjejaring dengan berbagai kalangan tersebut
membuatnya berhasil dalam menemukan mitra-mitra kerja yang handal. Dalam melakukan
kerjasama, Chairul Tanjung tidak enggan untuk melakukan transaksi dengan perusahaan kecil
sekalipun. Dalam benak Si Anak Singkong, perusahaan lokal pun dapat menjadi perusahaan
yang mampu bersinergi dengan berbagai perusahaan multinasional.
Kemauan, tekad dan daya juang yang keras dalam membangun kepercayaan, ia maknai
sejalan dengan pembangunan integritas dirinya. Menurutnya, membangun sebuah bisnis
tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kesabaran dan pantang menyerah dalam dunia
usaha adalah satu kunci utama dalam meraih keberhasilan. Ia berdedikasi untuk menjadi
panutan para generasi muda sehingga ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu
Kewirausahaan Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 18 April 2015.

Membagikan Kisah Hidup Melalui Buah Tulisan Si Anak Singkong


Kisah hidupnya yang inspiratif dan memotivasi melalui berbagai terpaan hidup serta
ganasnya ombak persaingan bisnis akhirnya dibukukan melalui buah tulisan yang diterbitkan
oleh Penerbit Buku Kompas dan disusun oleh wartawan Kompas, Tjahja Gunawan Adireja.
Buku yang berjudul Chairul Tanjung Si Anak Singkong diluncurkan tepat pada usia Chairul
Tanjung setengah abad.
Buku Biografi tentang kisah hidupnya mengalami pahitnya hidup dalam meniti tangga
keberhasilan membuktikan bahwa entrepreneurship dapat dilahirkan dan bukan diturunkan,
tutur Jakoeb Oetama, Pendiri dan Pemimpin Umum Harian Kompas dalam tulisannya di bagian
pengantar buku biografi tersebut. Jakoeb Oetama mengagumi sosok Chairul Tanjung sebagai
perintis bisnis yang memperoleh kesuksesan melalui kerja keras, kerja tuntas, komitmen dan
juga ambisi.

2.2. KIAT SUKSES CHAIRUL TANJUNG


Pengusaha nasional, Chairul Tanjung membagikan tips untuk mendapatkan kesuksesan
menjalankan usaha di berbagai bidang. Tak kurang dari lima jenis usaha mulai dari jasa
keuangan, ritel, properti, media hingga fashion dijalankannya dengan kapasitas multinasional.

Berani Bermimpi Besar


Menjadi seorang pengusaha sukses membutuhkan mimpi besar. Manfaat dari mimpi
tersebut berguna dalam proses menuju sukses karena setiap prosesnya pasti menemui hambatan
sehingga memerlukan motivasi untuk tetap bertahan dalam keadaan sulit. Tips sukses bisnis
ala Chairul Tanjung sama seperti pada waktu muda beliau ingin menjadi seorang yang sukses
sebelum umur 30 tahun. Berbekal kerja keras dan mimpi besar tersebut Ia mampu menjadi
orang terkaya di Indonesia. Jangan takut bermimpi besar karena jika merasa takut bermimpi
maka tidak ada langkah pertama untuk memulai satu usaha.

Kerja Keras
Seorang Cahirul Tanjung merupakan sosok orang yang pulang terakhir dari kantor. Bisa
dibayangkan dalam bekerja beliau sudah berani total mengerahkan kemampuan terbaiknya.
Bahkan harus bisa menjalani rapat dari pagi hingga subuh, sangat menarik dimana seorang
pengusaha berani mencurahkan semua waktu dan kekuatan untuk mendapatkan kesukesan.

Kerja Cerdas
Tidak hanya bekerja keras saja, seorang pengusaha harus bisa kerja cerdas dimana setiap
perencanaan harus diambil dengan mengatur strategi sehingga hasilnya dapat maksimal, tepat
sasaran, dan bermanfaat bagi orang banyak. Akal dan pikiran harus tetap fokus dalam
menjalankan tips bisnis dari beliau ini. Jika fokus terus dijalankan maka setiap hambatan akan
terselesaikan dengan cepat dan tepat.

Kerja Ikhlas
Beberapa pengusaha sukses mungkin merasa lupa bahwa semua usaha yang Ia lakukan
harus dilandasi dengan rasa ikhlas. Ketika sudah berusaha dengan maksimal maka serahkan
semua hasilnya kepada Tuhan. Jangan pernah menyalahkan Tuhan jika gagal dan selalu
bersyukur jika usaha yang dilakukan berhasil. Satu hal penting dalam meraih kesuksesan bisnis
ala Chairul Tanjung adalah terus mengupayakan maksimal jangan memikirkan hasilnya karena
Tuhan sudah menentukannya.

Prefeksionis Dan Detail


Memperhatikan kesempurnaan dalam hasil kerja adalah tips sukses bisnis ala Chairul
Tanjung yang bisa dilakukan para calon pengusaha. Seorang Chairul Tanjung adalah sosok
detail man dimana setiap karyawan diajarkan bagaimana membuat sesuatu dengan sangat detail
sehingga hasil output sangat berkelas.

Jangan Malas
Tips ala Chairul Tanjung selanjutnya adalah hindari rasa malas karena hanya akan
berdampak buruk pada diri sendiri. Kebiasaan sering menunda sesuatu bisa jadi satu hambatan
yang besar jika tidak dihilangkan. Kemajuan perusahaan atau usaha akan semain terlihat jika
setiap pekerjaan dikerjakan dengan semangat, hati sendang, dan tidak mengeluh.

Kesuksesan Merupakan Hak Setiap Orang


Chairul Tanjung mengatakan bahwa kesuksesan adalah hak setiap orang, tidak melihat
latar belakang seseorang. Dari kutipan tersebut dapat dilihat bahwa untuk jadi sukses tidak
memerlukan latar belakang bagus melainkan kerja keras dan niat tinggi. Ingin bertahan dalam
keadaan sulit atau keluar dari zona nyaman adalah kunci dari seorang pengusaha sukses. Tips
sukses usaha ala Chairul Tanjung ini akan terlihat hasilnya jika dilakukan dengan sungguh-
sungguh dan kemauan tinggi.

Berbuat Baik
Tidak suka menghamburkan uang adalah sifat dari seorang Chairul Tanjung. Anda bisa
meniru kebiasaan baik tersebut dengan memberikan sebagian harta kepada orang miskin.
Semakin banyak memberik maka kesuksesan akan semakin cepat Anda raih, itulah satu tips
sukses yang di berikan oleh pebisnis sukses Chairul Tanjung.

Berteman Dengan Banyak Teman


Satu tips sukses selanjutnya ala Chairul Tanjung yang saat ini masih kurang dipahami
dimana banyak teman akan memberi relasi dalam segala hal. Setiap pengusaha sukses harus
memiliki relasi atau teman sebanyak mungkin untuk memberikan dampak baik bagi
perusahaan. Dalam berbisnis kita harus baik dengan semua orang dan memperlakukannya
seperti saudara.

Melihat Ke Depan
Gagasan dan ide dalam dunia bisnis sangat penting untuk kemajuan perusahaan atau
usaha. Tips sukses bisnis yang di berikan oleh Chairul Tanjung, kita harus memperhatikan
langkah kedepan seperti apa. Memprediksi resiko dan keuntungan sangat dibutuhkan seorang
pengusaha.

2.3. KATA BIJAK CHAIRUL TANJUNG


Keberhasilan Si Anak Singkong lantas tidak membuatnya menjadi pribadi yang serakah
dan tidak mau berbagi ilmu dengan sesama terutama dengan para generasi muda. Ia memotivasi
para generasi muda melalui kata-kata motivasi yang dapat membangkitkan semangat dan api
perjuangan dalam meniti tangga kesuksesan serta mengarungi lautan tantangan dunia usaha
dan bisnis. Berikut ini beberapa kata-kata bijak dari Chairul Tanjung, Si Anak Singkong yang
dapat membangkitkan motivasi.
1. Anda semua akan dapat berdiri di sini menggantikan saya apabila bekerja keras. Dan
dibutuhkan kemampuan entrepreneur dan manajerial yang baik. Tidak lagi semata-
mata modal.
2. Bekerjalah 2/3 kali lebih banyak dari orang lain, karena usaha tidak pernah
membohongi hasil.
3. Berpikir positif adalah salah satu cara terbaik ketika tidak punya pilihan.
4. Gagal itu makanan sehari-hari. Itu biasa, yang penting bagaimana menyikapinya.
Evaluasi, bangkit! Gagal lagi? Bangkit lagi!
5. Ibuku adalah kunci sukses saya.
6. Zaman dulu: “Banyak anak, banyak rejeki”. Zaman sekarang: “Banyak koneksi,
banyak rejeki”.
7. Jujur dan kepercayaan adalah modal awal dan paling dasar dari seorang pengusaha.
8. Keberhasilan manusia ditentukan oleh dirinya SENDIRI. Dengan pilihan yang
BENAR, ia akan bersinar.
9. Kebijaksanaan sejak dari hati dan pikiran, tidak hanya dari ucapan.
10. Kehormatan kita adalah kepribadian kita. Saat kepribadian saja tidak punya, tak akan
mungkin punya kehormatan.
11. Kemenangan bukanlah prioritas utama dalam suatu perlombaan, tapi juga dapat
menjadi pengalaman dan motivasi diri.
12. Kerja keras dan kerja cerdas dapat memastikan keberhasilan, namun giving atau
sedekah dapat memudahkannya.
13. Kesuksesan bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan untuk masa depan.
14. Lama memang, tapi itu caranya. Semua harus dilewati seperti anak tangga. Satu-
persatu, jangan lompat-lompat karena kalau melompat kemungkinan terpelesetnya
tinggi.
15. Memperjuangkan ideologi harus realistis, bukan harga mati.
16. Memutuskan jadi pengusaha bukan berarti tidak berprestasi di bidang akademis.
17. Menjadi pejabat, pohonnya memang tinggi, tapi buahnya tidak ada. Enak jadi
pengusaha.
18. Modal utama pengusaha adalah jangan cengeng, jangan mudah menyerah.
19. Selain kerja keras, hal lain yang harus diingat adalah kerja ikhlas. Setelah itu, baru
menyerahkan segala hasil kerja keras kepada Tuhan.
20. Setinggi-tingginya jabatan apapun dalam pekerjaan tetap saja kita adalah pegawai.
Tapi sekecil-kecilnya usaha kita, tetap saja itu BOS.
21. Tanpa kerja keras ini semua omong kosong.
22. Untuk SUKSES, Kamu perlu mempercayai Dirimu Sendiri, terutama disaat tidak ada
Seorangpun yang Percaya Padamu.
BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Chairul Tanjung meyakini bahwa keberanian dan optimisme dalam memandang masa
depan menjadi kunci pembuka jalan untuk meraih kesuksesan. Selain itu, bangunan jejaring
juga harus menjadi perhatian. Unsur kesuksesan, menurutnya, selebihnya bersumber dari kerja
keras dan menjaga kepercayaan. Sandi Uno menganggap bahwa hidup harus memiliki target.
Tanpa target, pencapaian yang ingin diraih akan sulit terwujud.
Menurut Chairul Tanjung, kegagalan dan kesalahan merupakan hal biasa yang harus bisa
diterima. Tapi Ia optimis bahwa kegigihan dalam upaya untuk terus berani mencoba adalah
kunci menuju kesuksesan. Apabila terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan
kegagalan (trial and error), maka hal itu akan mengantarkan seseorang pada puncak
kesuksesan.
Menurut Chairul Tanjung, untuk meraih kesuksesan tersebut sesorang harus memiliki
kompetensi, kapasitas dan percaya terhadap diri sendiri. Untuk mendapatkannya seseorang
senantiasa harus memiliki karakter dan komitmen yang kuat, integritas yang tinggi, tekun, dan
selalu bekerja keras. Chairul Tanjung juga menegaskan bahwa selain bekerja keras hal lain
yang harus diingat adalah kerja ikhlas