Anda di halaman 1dari 4

SOP PENGUNAAN ALAT BANTU JALAN KRUK

A. Pengertian Kruk

Kruk yaitu tongkat atau alat bantu untuk berjalan, biasanya

digunakan secara berpasangan yang di ciptakan untuk

mengatur keseimbangan pada saat akan berjalan.(Suratun

dkk, 2008).

B. Indikasi Penggunaan kruk

1. Pasca amputasi kaki

2. Hemiparese

3. Paraparese

4. Fraktur pada ekstremitas bawah

5. Terpasang gibs

6. Pasca pemasangan gibs (Suratun dkk, 2008)

C. Kontra Indikasi

1. Penderita demam dengan suhu tubuh lebih dari 37,5o C.

2. Penderita dalam keadaan bedrest.

D. Manfaat Penggunaan Kruk

1. Memelihara dan mengembalikan fungsi otot.

2. Mencegah kelainan bentuk, seperti kaki menjadi bengkok.

3. Memelihara dan meningkatkan kekuatan otot.


4. Mencegah komplikasi, seperti otot mengecil dan kekakuan sendi. (Suratun

dkk, 2008)

E. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kruk

1. Perawat atau keluarga harus memperhatikan ketika klien akan menggunakan

kruk.

2. Monitor klien saat memeriksa penggunaan kruk dan observasi untuk beberapa

saat sampai problem hilang.

3. Perhatikan kondisi klien saat mulai berjalan.

4. Sebelum digunakan, cek dahulu kruk untuk persiapan.

5. Perhatikan lingkungan sekitar. (Suratun dkk, 2008)

F. Tujuan Penggunaan Kruk

1. Meningkatkan kekuatan otot,

2. Pergerakan sendi dan kemampuan mobilisasi

3. Menurunkan resiko komplikasi dari mobilisasi

4. Menurunkan ketergantungan pasien dan orang lain

5. Meningkatkan rasa percaya diri klien (Suratun dkk, 2008)

G. Fungsi Kruk

1. Sebagai alat bantu berjalan.

2. Mengatur atau memberi keseimbangan waktu berjalan.

3. Membantu menyokong sebagian berat badan klien


F. Tekhnik penggunaan kruk Pastikan panjang kruk sudah tepat

1. Bantu klien mengambil posisi segitiga, posisi dasar berdiri menggunakan

kruk sebelum mulai berjalan.

2. Ajarkan klien tentang salah satu dari empat cara berjalan dengan kruk

3. Perubahan empat titik atau cara berjalan empat titik memberi kestabilan pada

klien, tetapi memerlukan panahanan berat badan pada kedua tungkai.

Masing-masing tungkai digerakkan secara bergantian dengan masing-masing

kruk, sehingga sepanjang waktu terdapat tiga titik dukungan pada lantai

4. Perubahan tiga titik atau cara berjalan tiga titik mengharuskan klien menahan

semua beratbadan pada satu kaki. Berat badan dibebankan pada kaki yang

sehat, kemudian pada kedua krukdan selanjutnya urutan tersebut diulang.

Kaki yang sakit tidak menyentuh lantai selama fase dini berjalan tiga titik.

Secara bertahap klien menyentuh lantai dan semua beban berat badan

bertumpu pada

5. Cara berjalan dua titik memerlukan sedikitnya pembebanan berat badan

sebagian pada masing-masing kaki. Kruk sebelah kiri dan kaki kanan maju

bersama-sama. Kruk sebelah kanan dan kaki kiri maju bersama-sama.

6. Cara jalan mengayun ke kruk ( swing to gait), klien yang mengalami paralisi

tungkai dan pinggul dapat menggunakan cara jalan mengayun ini.

Penggunaan cara ini dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan

atrofi otot yang tidak terpakai. Minta klien untuk menggerakkan kedua kruk

kedepan secara bersamaan.pindahkan berat badan kelengan dan mengayun

melewati kruk.
7. Cara jalan mengayun melewati kruk ( swing throughgait)

8. Cara jalan ini sangat memerlukan ketrampilan,kekuatan dan koordinasi klien.

Minta klien untuk menggerakkan kedua kruk kedepan secara bersamaan.

Pindahkan berat badan ke lengan dan mengayun melewati kruk.

9. Ajarkan klien menaiki dan menuruni tangga