Anda di halaman 1dari 35

Lesson – 1

Introduction Pengenalan
Because magnetization of certain metals Karena proses pengisian maknet dari logam
is possible, it is possible to reveal tertentu adalah mungkin, ada kemungkinan untuk
discontinuities by using a medium (iron mengungkapkan discontinuities (cacat) dengan
powder) having magnetic attraction. menggunakan media (serbuk besi) yang memiliki
daya tarik magnet.
The medium is applied to the surface of
the test object after or during induction Media diaplikasikan pada permukaan objek uji setelah
of a magnetic field. atau selama induksi dari medan maknet.
The sketch below shows a build-up of Sketsa di bawah ini menunjukkan suatu bentukan dari
the magnetic particle medium over the media partikel magnetic diatas bagian yang
discontinuity in magnetized part. dimagnetisasi.

Magnetic particle testing is a relatively Pengujian partikel magnetik adalah metode


easy and simple test method that can be pengujian yang relatif mudah dan
applied at various stages of manufacture sederhana yang dapat diterapkan di
and processing operations. berbagai tahapan proses produksi dan
operasi.
The objective of magnetic particle testing
Tujuan dari pengujian partikel magnetik
is to insure product reliability by
adalah untuk memastikan reliabilitas
providing a means of:
A. Obtaining a visual image of an
(keandalan) produk dengan cara:
indication on the surface of a A. Mendapatkan gambar visual dari suatu
material. indikasi pada permukaan suatu bahan.
B. Disclosing the nature of B. Mengungkapkan sifat discontinuities
discontinuities without impairing the (cacat) tanpa merusak bahan.
material. C. Pemisahan bahan yang dapat diterima
C. Separating acceptable and dan tidak dapat diterima sesuai
unacceptable material in accordance dengan standar yang ditentukan.
with predetermined standards.

1
Theory of magnetization Teori magnetisasi
An object is magnetized when part or all Suatu obyek (bahan) dimagnetisasi jika
of its magnetic domains have their north sebagian atau semua domain magnetiknya
and south poles oriented as in the sketch memiliki kutub utara dan kutub selatan yang
below. searah seperti sketsa di bawah ini.

The ability of a magnet to attract or Kemampuan sebuah magnet untuk menarik


repel is concentrated at the local areas atau menolak dikonsentrasikan di area lokal
called poles. The north and south poles yang disebut kutub. Kutub utara dan kutub
exhibit attraction and repulsion as shown selatan menunjukkan attraction (tarikan)
in the sketch below. dan repulsion (tolakan) seperti pada sketsa
di bawah ini.

With all of the magnetic domains lined Dengan semua domain magnetik yang
up, the magnetic bar develops a total berjajar, batang magnet membentuk jumlah
force equal to the sum of all of the gaya (kekuatan) yang sama dengan jumlah
magnetic domains. dari semua domain magnetik.
These are the magnetic lines of force Ini adalah garis gaya (kekuatan) magnet
which form a closed loop or circuit. yang membentuk lingkaran atau sirkuit.
All of the lines of force make up the Semua garis gaya membentuk medan
magnetic field. magnet.

The force that attracts other Kekuatan (gaya) yang menarik bahan-bahan
magnetizeable materials to the magnetic lain yang dapat menjadi magnet ke kutub
poles is known as magnetic flux. magnet dikenal sebagai aliran magnet.
Magnetic flux is made up of all of the Aliran magnet dibentuk dari semua garis
lines of force.

2
The horseshoe magnet will attract other gaya.
magnetizeable material only where the Magnet tapal kuda akan menarik bahan lain
lines of force leave or enter the magnet. yang dapat menjadi magnet hanya jika garis
gaya meninggalkan atau masuk ke magnet.

If a magnet is bent into a complete loop Jika sebuah magnet dibengkokkan menjadi
as shown below, the magnetic field is lingkaran lengkap seperti yang ditunjukkan
entirely within, thus no external force. di bawah ini, medan magnet sepenuhnya
ada didalam, sehingga tidak ada kekuatan
However, a crack in the circular magnet (gaya) diluar.
will disrupt the flow of lines of force and Namun, suatu retak pada edaran magnet
create a flux leakage. akan mengganggu arus garis gaya dan
membuat kebocoran aliran.

Leakage fields (flux leakage) are actually Kebocoran bidang (kebocoran aliran)
magnetic lines of force that leave the sebenarnya adalah garis gaya magnet yang
part and pass through air from one pole meninggalkan bagian dan lewat melalui
to the other of opposite polarity. udara dari satu kutub ke kutub lain yang
berlawanan.

3
Whenever the leakage field is forced out Setiap kali terjadi kebocoran aliran pada
of the part, iron particles would be benda, partikel besi akan ditarik
attracted showing an indication of a menunjukkan adanya indikasi cacat.
discontinuity.
Even some subsurface discontinuities Bahkan beberapa cacat di bawah permukaan
may be detected if the leakage field is dapat dideteksi jika medan kebocoran cukup
strong enough as shown below. kuat seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Vector field Medan vektor


When two magnetizing forces are Jika dua gaya magnet dikenakan bersamaan pada
imposed simultaneously in the same benda yang sama, objek tersebut tidak
part, the object is not magnetized in two bermagnet pada dua arah pada waktu yang sama.
directions at the same time. Medan vector yang dibentuk adalah resultan
A vector field is formed which is the arah dan kekuatan dari dua bidang yang
resultant direction and strength of the dikenakan.
two imposed fields.
Digambarkan di bawah ini, di mana Fa adalah
This is illustrated below, where Fa is the gaya magnet pertama, Fb adalah gaya kedua, dan
first magnetizing force, Fb is the second
Fa + b sama dengan resultan gaya magnet.
force, and Fa+b equals the resultant
magnetizing force.

4
Magnetic materials. Bahan magnet.
If an object is placed in a magnetic field Jika objek ditempatkan pada medan magnet,
a force is exerted on it and it is said to gaya (kekuatan) magnet masuk dan obyek
become magetized. itu dikatakan menjadi magnet.
The intensity of magnetization depends Intensitas proses magnetisasi (pengisian
upon the susceptibility of the material to magnet) tergantung pada susceptibility
become magnetized. (kelemahan) bahan untuk menjadi magnet.
Diamagnetic metals – have a small Logam Diamagnetic – memiliki
and negative susceptibility to kelemahan kecil dan negatif untuk proses
magnetization (slightly repelled). pengisian magnet (sedikit ditolak).
Copper, silver and gold are examples of Tembaga, perak dan emas adalah contoh
diamagnetic materials. bahan diamagnetic.
Paramagnetic metals – have a small Logam Paramagnetic – memiliki
and positive susceptibility to kelemahan kecil dan positif untuk proses
magnetization (slightly attracted). pengisian magnet (sedikit tertarik).
Magnesium, molybdenum, lithium and Magnesium, Molibdenum, Lithium dan
tantalum are examples.
tantalum adalah contoh-contohnya
Logam Ferro-Magnetic – memiliki
Ferromagnetic metals – have a large
kelemahan besar dan positif untuk proses
and positive susceptibility to
magnetization.
pengisian magnet.
They have a strong attraction and are Mereka memiliki daya tarik yang kuat dan
able to retain their magnetization after dapat mempertahankan magnetisasinya
the magnetizing field has been removed. setelah medan magnet dilepas.
Iron, cobalt, and nickel are examples of Besi, kobalt dan nikel adalah contoh dari
ferromagnetic metals. logam-logam ferromagnetic.

Logam feromagnetic
Ferromagnetic materials are the only adalah satu-satunya logam yang umumnya
metals commonly inspected with the diperiksa dengan metode pengujian partikel
magnetic particle testing method. magnetic.

Aliran magnet –jumlah garis gaya magnet


Magnetic flux – the total number of yang ada di sirkuit magnetik disebut aliran
magnetic lines of force existing in magnet.
magnetic circuit is called magnetic flux. Garis gaya didalam suatu sirkuit magnetik
The lines of force in a magnetic circuit selalu tertutup rapat, maka dari itu, sirkuit
are always closed loops, therefore, a magnetik selalu tertutup seperti yang
magnetic circuit is always closed as ditunjukkan di bawah ini.
shown below.
Density aliran – atau induksi biasanya
Flux density – or induction is usually
ditujukan dalam satuan "Gauss" dan
designated in “gauss” units and refers to
merujuk kepada flux (aliran)-per-unit area
the flux-per-unit area at right angles to
the direction of the flux
pada sudut tegak lurus (90⁰) ke arah aliran.

5
Right-hand rule vs left-hand rule. Kaidah tangan-kanan dan tangan-
kiri.
To find the direction of an electrically Untuk menemukan arah suatu medan
induced magnetic field, place your thumb magnet yang diinduksi dengan listrik,
on the conductor in the direction of tempatkan ibu jari anda pada konduktor ke
“current flow” and your finger will then arah "aliran arus" dan jari anda kemudian
point in the direction of the lines of akan menunjuk ke arah garis gaya.
force. Suatu putaran medan magnet dihasilkan
A circular magnetic field is produced in seperti sketsa di bawah ini.
the sketch below.

The General Dynamics Handbook uses Buku Panduan Dinamika Umum


the “current flow” theory which utilizes menggunakan teori "aliran arus" yang
the right-hand rule. In this older memanfaatkan kaidah tangan kanan.
convention electricity is considered to Dalam konvensi lama, listrik ditemukan
flow from + to -. mengalir dari + ke -.
If the more commonly accepted Yang umum lebih diterima adalah teori
“electron flow” theory were used, it "aliran elektron" yang menggunakan kaidah
would be necessary to use the left-hand tangan kiri. Teori "aliran elektron"
rule. The “electron flow” theory considers
menemukan aliran listrik dari - ke +.
electricity to flow from – to +.

Important Penting
The two methods of determining the flow Kedua metode penentuan aliran listrik
of electricity should not become seharusnya tidak membingungkan.
confusing.
They both result in a magnetic field Keduanya menghasilkan arah aliran medan
flowing in the same direction. magnet yang sama.

6
The sketch below shows how a magnetic Sketsa di bawah ini menunjukkan
field is produced utilizing a coil. bagaimana medan magnet dihasilkan
The field is circular around the cable but
menggunakan coil.
produces a longitudinal field in the Medan melingkari sekitar kabel tetapi
specimen. menghasilkan medan longitudinal pada
specimen.
Menggunakan gambar "A" di bawah ini, coba
Using figure “A” below, try the right- kaidah tangan kanan (aliran arus dari + ke -)
hand rule (current flow + to -) to
untuk menunjukkan arah medan magnet
demonstrate the direction of the
dengan teori "aliran arus".
magnetic field with the “current flow”
theory.
Current flow theory right-hand rule + to Teori aliran arus kaidah tangan kanan + ke -.
-.

Also, try the left-hand rule on figure “B” Juga, coba kaidah tangan kiri pada gbr "B" di
below to demonstrate that the “electron bawah ini untuk menunjukkan bahwa teori
flow” theory (- to "aliran elektron" (- ke +) akan menghasilkan
+) will produce a magnetic field in the medan magnet dengan arah yang sama.
same direction.
Electron flow theory left-hand rule – to Teori aliran elektron kaidah tangan kiri - ke +.
+.

The following properties of a metal can Sifat logam berikut dapat menentukan
determine how effective the magnetic bagaimana metode partikel magnetik akan
particle method will be in evaluating a efektif dalam mengevaluasi suatu barang
part. (spesimen).

7
These properties will be discussed in Sifat-sifat ini akan dibahas secara detil dalam
greater detail in the next lesson pelajaran berikutnya
1. Permeability – this refers to the 1. Permeabilitas – ini merujuk kepada
ease with which a magnetic flux is kemudahan aliran magnet pada artikel
established in the article being yang diperiksa.
inspected. 2. Reluktansi – ini adalah kebalikan
dari bahan magnet untuk membuat
2. Reluctance – this is the oposition of aliran magnet. Bahan dengan
a magnetic material to establisment permeabilitas tinggi akan memiliki
of a magnetic flux. A material with reluktansi (keengganan) rendah.
high permeability will have a low 3. Sisa magnet – ini merujuk kepada
reluctance. jumlah daya tarik magnet yang tersisa
3. Residual magnetism – this refers
setelah kekuatan magnet dilepas.
to the amount of magnetism retained
after the magnetizing forced is
4. Retensivitas - merujuk kepada
removed.
4. Retentivity – refers to the ability of kemampuan material untuk untuk
the material to retain a certain menahan sisa magnet tertentu.
amount residual magnetism. 5. Gaya koersif - merujuk kepada
5. Coercive force – refers to the magnetisasi terbalik yang diperlukan
reverse magnetizing for necessary to untuk menghapus sisa magnet dari
remove the residual magnetism from barang (specimen).
the part.
Contoh: Jika sepotong baja karbon tinggi
For example: If a piece of high carbon yang ditempatkan dalam medan magnet. Ia
steel were placed in a magnetizing field. akan memperlihatkan sebagai berikut:
It would exhibit the following:
A. Ia akan memiliki permeabilitas rendah
A. It would have a low permeability karena sulit dimagnetisasi.
because it would be hard magnetize. B. Ia akan sangat enggan untuk menerima
B. It would be highly reluctant to aliran magnet karena tingginya
accept a magnetic flux because of the kandungan karbon
high carbon content. C. Ia akan memiliki sisa medan magnet
C. It would have a high residual
tinggi. Baja karbon tinggi enggan
magnetic field. The high carbon
(sulit)untuk menerima aliran magnet
steel is reluctant to accept a magnetic
tetapi juga enggan (sulit) untuk
flux but is also reluctant to give it up
once it has been accepted.
menghilangkannya setelah diterima
D. It would be highly retentive of the (menjadi magnet).
magnetic field that it has accepted. D. Ia akan sangat kuat medan magnetnya
E. It would take a high coercive force yang telah diterima.
to remove the residual magnetism E. Ia memerlukan kekuatan (gaya) paksaan
from the high carbon steel part yang kuat untuk menghapus sisa magnet
dari barang baja karbon tinggi

8
Lesson – 2

Circular magnetization Magnetisasi melingkar


A circular magnetic field is induced into a Medan magnet melingkar diinduksi ke dalam
specimen by : spesimen dengan :
Direct induction of a circular field into an Induksi langsung medan melingkar ke dalam
ariticle. This is accomplished by passing artikel. Ini dengan mengalirkan arus melalui
a current through the article as shown in artikel seperti ditunjukkan pada head shot di
the head shot below. bawah.

Direct induction using prods Induksi langsung menggunakan


prods
Prod magnetization is used where the Magnetisasi prod digunakan dimana ukuran
size or location of an article does not atau lokasi artikel tidak memungkinkan
permit the use of a head shot or central menggunakan head shot atau central conductor.
conductor.
Current flow and circular field Distribusi aliran arus dan medan melingkar
distributions are shown below. ditunjukkan di bawah.

Indirect induction of a circular field.


Induksi tidak langsung medan
melingkar
This is accomplished by placing a Ini dengan menempatkan konduktor berarus ke
current-carrying conductor into the dalam spesimen.
specimen.

9
This method is known as the central Metode ini dikenal sebagai teknik central
conductor technique and is illustrated conductor dan digambarkan di bawah.
below

Circular magnetic field in a Medan magnet melingkar dalam


nonmagnetic material. material bukan magnet.
In a nonmagnetic material the lines of Dalam material bukan magnet, garis gaya
force will not stay in the material. tidak akan tinggal di dalam material.
Sebagai contoh, ketika batang tembaga
For example, when a copper bar is used, digunakan, medan magnet dibentuk
the magnetic field is established around melingkari batang seperti ditunjukkan di
the bar as shown below. bawah.

Circular magnetic field in a Medan magnet melingkar dalam


ferromagnetic material. material feromagnetlk.
In a ferromagnetic material the lines of Dalam material feromagnetlk garis gaya
force are established within the material. dibentuk di dalam material. Besi adalah
Iron is permeable and readily conducts permeable dan siap melakukan medan
the magnetic field as shown below. magnet seperti ditunjukkan di bawah

10
In both ferromagnetic and nonmagnetic Dalam material ferro-maknetik dan
materials, the lines of force are at right nonmagnetik, garis gaya tegak lurus (90°)
angles (90˚) to the direction of electric terhadap arah aliran arus listrik.
current flow.
Iron particles will not be attracted to a Partikel (serbuk) besi tidak akan tertarik
magnetized part except where a flux (nempel) pada benda bermagnet kecuali
leakage exists. adanya aliran kebocoran.
A crack in the part as shown below Retak pada barang seperti ditunjukkan di
would cause a typical indication. bawah menyebabkan indikasi sejenis.

Circular magnetization will detect Magnetisasi melingkar akan


discontinuities that are between 45 mendeteksi cacat antara 45 dan 90
and 90 degrees to the lines of force. derajat terhadap garis gaya.

A crack that runs parallel to the lines of Retak yang sejajar terhadap garis gaya tidak
force will not attract particles because no akan menarik partikel (serbuk) sebab tidak
poles or flux leakage exists at the crack ada kutub atau tidak ada aliran kebocoran
(see below). pada retakan (lihat di bawah).

The circular magnetization created Magnetisasi melingkar yang


with prods will also only detect diciptakan dengan prod juga akan
discontinuities that are essentially hanya mendeteksi cacat yang tegak lurus
perpendicular to the lines of force. dengan garis gaya.

11
Longitudinal magnetization Magnetisasi memanjang
A longitudinal magnetic field is induced Medan magnet memanjang diinduksi ke
into a specimen by: dalam spesimen dengan:
Coil (solenoid) – when the length of Coil (solenoid) – Jika panjang spesimen
the specimen is several times its beberapa kali diameter atau garis
diameter or cross section, the specimen tengahnya, spesimen dapat berhasil
can be succesfully magnetized by placing dimagnetisasi dengan menempatkan
it lengthwise in the field of the coil (see seluruh panjangnya dalam medan coil (lihat
below). di bawah).

Yoke – a yoke may be used to Yoke – yoke dapat digunakan untuk


magnetize a specimen longitudinally as magnetisasi memanjang spesimen seperti
shown below. ditunjukkan di bawah.

The yoke is essentially a temporary Yoke esensinya adalah magnet tapal kuda
horseshoe magnet. It is made of soft, (U) sementara. Dibuat dari besi lunak
low retentivity iron, which is magnetized dengan retensivitas rendah, yang
by a small coil wound around its dimagnetisasi dengan coil yang dililitkan
horizontal bar.
pada sekitar batang horisontalnya.

12
Note: both illustrations above use the older convention (+ to – using the right-hand rule) to
demonstrate current flow.

When copper wire is wound into a coil, Ketika kawat tembaga dibentuk coil, garis
the lines of flux around each turn of the aliran disekitar setiap putaran coil
coil combine with those of each of the berkombinasi dengan putaran yang lain di
other turns in the coil. dalam coil.
This increases the flux density in the Ini menambah density aliran dengan arah
longitudinal direction. memanjang.
The flux density is the greatest at the Density aliran terbesar ada pada permukaan
surface of the copper wire; kawat tembaga; oleh karena itu, density
therefore, flux density will be greatest at
aliran akan sangat besar di permukaan coil
the inside surface of the coil.
bagian dalam.
Parts being magnetized should be placed
Benda yang dimagnetisasi harus
near the inside surface of the coil as
shown below. ditempatkan dekat dengan permukaan coil
sebelah dalam seperti ditunjukkan di bawah.

Which of the discontinuities on the Cacat-cacat yang mana pada permukaan


surface of the bar on the right would be batang di sebelah kanan akan terdeteksi jika
detected if it were inspected in the coil diinspeksi dengan coil di sebelah kiri?
on the left?

13
Lesson – 3

Alternating current (AC) is the most Arus bolak-balik (AC) adalah paling
widely used power source for conducting banyak digunakan sebagai sumber untuk
magnetic testing. melakukan pengujian magnetik.
AC can be readily converted to the low AC dapat dikonversi menggunakan voltase
voltages used in magnetic particle rendah dalam inspeksi partikel magnetik
inspection by the use of transformers. dengan menggunakan transformer.
AC has little penetrating power and AC mempunyai penetrasi kecil (dangkal) dan
provides the best detection of surface sangat baik untuk mendeteksi cacat-cacat
discontinuities. It is not effective for permukaan. AC tidak efektif untuk di bawah
sub surface permukaan.
Since AC is continuosly reversing Karena AC terus menerus arahnya bolak-
direction, the magnetic field has a balik, medan magnetnya mempunyai
tendency to agitate or make the iron kecenderungan bergetar atau membuat
particles more mobile, this causes the partikel (serbuk besi) lebih mobile, ini
iron particles to be more responsive to menyebabkan partikel besi lebih peka
the flux leakage. terhadap kebocoran aliran.
Current reversal is illustrated below. Arus bolak-balik digambarkan di bawah.

Direct current (DC) - single phase AC Arus searah (DC) – satu phase AC
can be rectified to produce halfwave dapat direktifikasi menjadi halfwave
alternating current (HWAC), commonly alternating current (HWAC), umumnya
called halfwave direct current (HWDC). disebut half wave direct current (HWDC)
HWDC means that the reverse polarity or HWDC maksudnya adalah polaritas
negative portion of the sine curve is terbalik atau bagian negatif pada kurva
eliminated as below dihilangkan seperti di bawah

14
With HWDC there are intervals of Dengan HWDC ada interval pulsa individu
individual pulses of direct current and dari arus searah dan juga interval ketika
also intervals when no current is flowing. tidak ada arus mengalir.

Hysteresis loop Diagram-Histeresis


The permeability of a material can be Permeabilitas material dapat ditentukan
determined by increasing the dengan meningkatkan kekuatan magnet
magnetizing force (electric current (kekuatan arus elektrik) sampai material
strength) until the material reaches its mencapai titik jenuh nya.
saturation point.
Each type of material has a point of Setiap jenis material mempunyai satu
maximum flux density (saturation). titik maksimum densitas fluks
(kejenuhan).
If we place a piece of steel in a coil, Jika kita tempatkan potongan baja di
through which alternating current is dalam coil, dialiri arus bolak-balik, kita
flowing, we can plot the relation between dapat menggambar hubungan antara
magnetizing current “H” and the flux arus magnetasi "H" dan densitas fluks
density “B”. "B".
The result is a hysteresis loop as shown Hasil adalah suatu diagram-histeresis
below. seperti ditunjukkan di bawah.

At each increase of the force “H” there is Pada setiap menambah kekuatan "H"
an increase in flux density “B” until the ada peningkatan densitas fluks "B"
saturation point is reached. sampai titik jenuh dicapai.
The dashed line above (points 0 – a) Garis putus di atas (titik 0 - a)
shows the maximum flux density and is menunjukkan maksimum densitas fluks
often referred to as the virgin curve. dan sering disebut kurva virgin.
As the magnetic force is increased, the Jika kekuatan maknetis ditingkatkan,
flux in the material increases quite fluks dalam material meningkat dengan
rapidly at first, then more slowly until it cepat pada mulanya, kemudian lebih
reaches a point beyond which any pelan sampai menjangkau titik yang
increase in the magnetizing force does setiap penambahan kekuatan magnet
not increase the flux density (point a). tidak meningkatkan densitas (titik a).

15
As the magnetizing force is reduced Ketika kekuatan magnet dikurangi ke
to zero (from point a to b), the flux nol (dari titik a ke b), densitas fluks
density slowly drops until the perlahan turun sampai kekuatan magnet
magnetizing force (current) is zero (see (arus) ke nol (lihat di bawah).
below).
The ability of the steel to retain a certain Kemampuan baja menahan sisa magnet
amount of residual magnetism is called jumlah tertentu disebut retentivitas,
retentivity, as shown between points 0 seperti ditunjukkan antara titik 0 dan b.
and b

When the magnetizing force is reversed, Ketika kekuatan magnet dibalik, biasa
as always happens with AC, the flux terjadi dengan AC, densitas fluks
density is reduced to zero at point c as dikurangi ke nol pada titik c seperti
shown below. ditunjukkan di bawah.

Coercive force is the reverse Kekuatan koersif adalah kekuatan


magnetizing force required to remove magnet terbalik yang diperlukan untuk
residual magnetism from the material as menghilangkan sisa magnet dari
shown above. material seperti ditunjukkan di atas.
Hardened steel would require a Baja keras akan memerlukan kekuatan
stronger reverse magnetizing force to magnet terbalik lebih kuat untuk

16
remove the residual magnetism. menghilangkan sisa magnet.
As the reverse magnetizing force is Ketika kekuatan magnet terbalik
increased beyond point c, the flux ditingkatkan di titik c, densitas fluks
density increases to the saturation point meningkat ke titik jenuh di arah
in the reverse direction shown in point d sebaliknya ditunjukkan di titik d di
below. bawah.
Point e below shows the residual Titik e di bawah menunjukkan sisa
magnetic field in the reverse direction medan magnit arah kebalikan.

The force required to remove this Kekuatan diperlukan untuk


residual field is shown between points 0 menghilangkan sisa medan ini
and f and is again called coersive force ditunjukkan antara titik 0 dan f dan lagi
(see below). disebut kekuatan koersif (lihat di
bawah).

The hysteresis loop is completed as the Diagram-Histeresis telah lengkap,


magnetizing force is again increased to a kekuatan magnet ditingkatkan lagi ke
maximum flux density at point A. densitas fluks maksimum di titik a.

17
As shown on the previous page, a Ditunjukkan pada halaman sebelumnya,
hysteresis loop is formed with every diagram-histeresis dibentuk dengan
complete cycle of 60 CPS current. setiap siklus lengkap dari arus 60 CPS.
A hysteresis loop could also be used to Diagram-histeresis juga digunakan untuk
describe the magnetization or menguraikan magnetisasi atau de-
demagnetization with DC where the magnetisasi dengan DC dimana arus
current is either manually or dibalik secara manual atau otomatis
automatically reversed between straight antara polaritas lurus (+) dan polaritas
(+) polarity and reverse (-) polarity. kebalikan (-)
A wide hysteresis loop indicates a Diagram-histeresis yang lebar menandai
material that is difficult to magnetize suatu material yang sulit untuk
(one with a high reluctance). dimagnetisasi (dengan reluctance tinggi)
The hysteresis loop gets its name from Diagram-Histeresis mendapatkan nama
the lag between the applied magnetizing nya dari laju antara aplikasi kekuatan
force and the actual flux density in the magnet dan densitas fluks aktuil dalam
part. material.
This lag is shown between points 0 and F Laju ini ditunjukkan antara titik 0 dan F
below di bawah.

The distance between points 0 and F Jarak antara titik 0 dan F di atas akan
above will depend on the coercive force tergantung pada kekuatan koersif yang
needed to overcome the reluctance of diperlukan untuk mengalahkan
the steel. reluctance baja.
A hard steel would have the following Baja keras mempunyai kualitas berikut
qualities and would produce a wide dan akan menghasilkan diagram-
hysteresis loop. histeresis yang lebar
1. Low permeability – hard to 1. Permeability rendah – sulit untuk
magnetize. dimagnitisasi.
2. High retentivity – retains a strong 2. Retentivity tinggi – menahan sisa
residual magnetic field. medan magnet yang kuat.

18
3. High coercive force – requires a high 3. Coercive force tinggi –
reverse magnetizing force to remove memerlukan kekuatan magnetisasi
the residual magnetism. terbalik yang tinggi untuk
menghilangkan sisa magnet
4. High reluctance – high resistance 4. Reluctance tinggi – resistensi
to magnetizing force. tinggi untuk kekuatan magnetisasi
5. High residual magnetism – retains 5. High residual magnetism –
a strong residual magneting field. menahan sisa medan magnet yang
kuat

A thin hysteresis loop indicates a Diagram-histeresis yang tipis menandai


material of low retentivity. suatu material retentivitas rendah.
The loop below shows the qualities of a
Diagram di bawah menunjukkan kualitas
soft material such as low carbon steel.
suatu material lunak seperti baja karbon
rendah
The coercive force is low because the Kekuatan koersif rendah sebab material
material retains only a weak residual menahan hanya sisa medan magnet
magnetic field. yang lemah

A soft or low carbon steel would have Baja lunak atau baja karbon rendah
the following qualities. akan mempunyai kualitas yang berikut.
1. High permeability – easy to 1. Permeability tinggi – mudah untuk
magnetize. dimagnetisasi
2. Low retentivity – retains a weak 2. Retentivity rendah – menahan sisa
residual magneting field. medan magnet yang lemah
3. Low coercive force – requires a 3. Coerciive force rendah –
low reverse magnetizing force to memerlukan kekuatan magnetis
remove the residual magnetism. terbalik rendah untuk menghilangkan
sisa magnet
4. Low reluctance – low resistance to 4. Reluctance rendah – resistensi
magnetizing force. rendah kekuatan magnetisasi.
5. Low residual magnetism – retains 5. Residual magnetism rendah –
a weak residual magnetic field. menahan sisa medan magnet yang
lemah

19
Lesson – 4

Direct current field distribution Distribusi medan DC


Solid nonmagnetic conductor Konduktor nonmagnetis (pejal)
When direct current is passed directly Ketika arus searah (DC) dilewatkan
through a solid nonmagnetic conductor, langsung melalui konduktor nonmagnetis
such as a copper bar, the following can (pejal) seperti batang tembaga, berikut
be observed : dapat diamati :

A. The magnetic field strength varies A. Kekuatan medan magnet bervariasi


from zero at the center to a dari nol di pusat ke maksimum di
maximum at the surface (as shown permukaan (seperti ditunjukkan pada
on page 2). halaman 2).
B. The field strength outside the B. Kekuatan medan di luar konduktor
conductor diminishes with the berkurang dengan jarak dari pusat
distance from the central conductor’s konduktor (misal. medan pada dua
center (e.g. the field at two times the kali radius dari pusat adalah separuh
radius from the center is half the field medan di permukaan seperti
at the surface as shown above). ditunjukkan di atas).

Solid magneting conductor Konduktor magnetis (pejal)


Distribution of a direct current magnetic Distribusi medan magnet arus searah di
field within a magnetic article can be dalam magnetis artikel dapat
illustrated graphically as shown below. digambarkan dengan nyata di bawah.

20
The flux density increases evenly from Densitas fluks meningkat rata dari nol
zero until it reaches strength at the sampai mencapai kekuatan pada
surface. permukaan.
Because of the permeability of steel, the Oleh karena permeabilitas baja,
field strength is great within a magnetic kekuatan medan besar di dalam
conductor as compared to a konduktor magnetis dibandingkan
nonmagnetic conductor. dengan konduktor nonmagnetis.
The flux density drops rapidly just Densitas fluks menurun dengan cepat di
outside the surface of the steel bar luar permukaan batang baja
shown above. ditunjukkan di atas.
The field strength outside a solid Kekuatan medan di luar konduktor
conductor is the same with either (pejal) adalah sama dengan konduktor
magnetic or nonmagnetic conductor. magnetis atau nonmagnetis

Hollow magnetic conductor Konduktor magnet berongga


Permeability is again a factor in Permeabilitas lagi sebagai faktor di
determining field strength. dalam menentukan kekuatan medan.
If the outer diameter and current flow Jika diameter luar dan aliran arus sama,
are identical, when comparing solid and ketika membandingkan konduktor pejal
hollow conductor, the field strength will dan berongga, kekuatan medan akan
be the same. sama.

21
Hollow nonmagnetic conductor Konduktor nonmagnetic berongga
In both magnetic and nonmagnetic Di dalam konduktor berongga yang
hollow conductors, the field strength is magnetis dan nonmagnetic, kekuatan
zero at the inner surface and increases medan adalah nol di permukaan bagian
to maximum at the outer surface. dalam dan meningkat ke maksimum di
permukaan luar

22
As with both solid and hollow, and Seperti dengan pejal dan berongga,
magnetic and nonmagnetic, the field dan magnetis dan nonmagnetis,
strength outside the conductor kekuatan medan di luar konduktor
diminishes with the distance from the berkurang dengan jarak dari pusat
central conductor’s center. konduktor
However, the difference between the Bagaimanapun, perbedaan antara
permeability of magnetic and permeabilitas material magnetis dan
nonmagnetic materials affects the field nonmagnetis mempengaruhi kekuatan
strength within the conductor. medan di dalam konduktor
Because of the low permeability of a Oleh karena permeabilitas rendah dari
nonmagnetic conductor, the field konduktor nonmagnetis, kekuatan
strength is relatively low. medan relatif rendah.
(see above and compare to page 3.) (lihat di atas dan bandingkan dengan
halaman 3.)

As shown below, direct current flowing Ditunjukkan di bawah, arus searah


through a central conductor will produce mengalir melalui pusat konduktor akan
a maximum field on the inside surface of menghasilkan medan maksimum pada
the tube being inspected. permukaan dalam pipa yang diinspeksi

23
Since the magnetizing force is from the Karena kekuatan magnetisasi dari
field external to the central conductor, it medan luar pusat konduktor, ini jelas
is obvious (by comparing previous (dengan membandingkan sket
sketches) that either a magnetic or sebelumnya) bahwa baik batang
nonmagnetic bar could be used for a magnetis atau nonmagnetic dapat
central conductor. digunakan untuk pusat konduktor
However, a material such as copper is Bagaimanapun, material seperti
often recommended as a central tembaga sering direkomendasikan
conductor because there is less heat sebagai pusat konduktor sebab lebih
build-up due to better conductivity. sedikit panas karena konduktivitasnya
lebih baik.

Alternating current field distribution Distribusi medan arus bolak-balik


Up to this point, all field distributions Sampai disini, semua distribusi medan
have assumed the use of dirrect current diasumsikan menggunakan arus searah
(DC). (DC).
Alternating current (AC) tends to flow Arus bolak-balik (AC) cenderung untuk
near the surface of a conductor. This mengalir dekat permukaan konduktor.
phenomenon is known as “skin effect”. Peristiwa ini dikenal sebagai "skin
effect".
It is shown below that AC provides a Ditunjukkan di bawah bahwa AC
concentrated flux density near the menyediakan konsentrasi densitas fluks
surface which provides for good dekat permukaan yang baik untuk
detection of surface discontinuities. mendeteksi cacat permukaan

24
It is also shown above that DC provides Juga ditunjukkan di atas bahwa DC
the best conditions for locating menyediakan kondisi terbaik untuk
subsurface discontinuities because of the melokalisasi cacat di bawah permukaan
distribution of the flux density. karena distribusi densitas fluks nya
The field strength outside the conductor Kekuatan medan di luar konduktor
is comparable for both AC and DC. adalah sama untuk AC dan DC
As with DC, both conductivity and Seperti dengan DC, konduktivitas dan
permeability affect the field strength and permeabilitas mempengaruhi kekuatan
distribution. medan dan distribusinya

Sensitivity of methods. Kepekaan metoda.


It is well established that the AC method Ini dibentuk dengan baik bahwa metoda
is best suited for finding surface defects.AC terbaik untuk menemukan cacat
permukaan
However, the chart below illustrates the Bagaimanapun, tabel di bawah
ability of various currents using both wet menggambarkan kemampuan berbagai
and dry magnetic particles in locating arus menggunakan partikel magnetis
subsurface discontinuities basah dan kering dalam melokalisasi
cacat di bawah permukaan

25
26
Lesson – 5

Current requirements (circular Persyaratn arus (magnetisasi


magnetization) melingkar)
The amount of current will vary with the Jumlah arus akan berbeda sesuai bentuk
shape and permeability of the material dan permeabilitas material yang diuji.
being tested.
A test specimen with a typical indication Spesimen dengan indikasi sejenis adalah
is a good method to assure that only metoda yang baik untuk meyakinkan
enough current is used to show the bahwa arus yang cukup digunakan untuk
indication. menunjukan indikasi.
Too much current will burn the part or Terlalu besar arus akan membakar
may cause heavy accumulations of iron benda uji atau dapat menyebabkan
particles. akumulasi partikel besi
Too little current may not provide Terlalu kecil arus tidak akan
sifficient flux leakage to attract the iron menyediakan kebocoran fluks yang
particles. cukup untuk menarik partikel besi
The following rule is used to determine Aturan berikut digunakan untuk
the current needed : menentukan arus yang diperlukan
800-1000 amperes per inch of article 800-1000 ampere per inci ketebalan
thickness or diameter. artikel atau diameter.
To use this rule on articles of greater Untuk menggunakan aturan ini pada
thickness, just multiply the 800 and artikel dengan ketebalan lebih besar,
1000 by the number of inches of article tinggal mengalikan 800 dan 1000
thichness. dengan jumlah ketebalan artikel (inci)
What amperage would be used on the Berapa ampere akan digunakan pada
following part ? benda yang berikut ?
Steel bar 10 x 3 x 2 inches thick Batang baja 10 x 3 x 2 inci tebal
Answer : 1600 to 2000 AMPS Jawab : 1600 sampai 2000 AMPS
What amperage range is required to Berapa ampere diperlukan untuk
circularly magnetize the bar shown in the magnetisasi melingkar pada batang
head shot below ? ditunjukkan pada head shot di bawah ?

Answer : Jawab :
800 – 1000 for first shot 800 – 1000 untuk inspeksi pertama
2000 – 2500 for second shot 2000 – 2500 untuk inspeksi kedua

27
The rule of using 800-1000 amperes Peraturan penggunaan 800-1000 ampere
per inch of thickness also applies to per inci ketebalan berlaku juga untuk
circular magnetization with a central magnetisasi melingkar dengan pusat
conductor. konduktor
Article thickness is taken from the Ketebalan artikel diambil dari diameter
outside diameter of the article. luar artikel.
What would the ampere ranges be for Berapa ampere cakupan untuk ke tiga
the three parts shown on the central benda ditunjukkan pada pusat konduktor
conductor below? di bawah?

Answer : Jawab :
800 – 1000 for 1-inch nut 800 – 1000 untuk baut 1 inci
1600 – 2000 for 2-inch ring 1600 – 2000 untuk ring 2 inci
2400 – 3000 for 3-inch spacer 2400 – 3000 untuk spacer 3 inci

28
Current requirements (longitudinal Persyaratan arus (magnetisasi
magnetization) memanjang)
When a coil is used to produce Jika coil digunakan untuk menghasilkan
longitudinal magnetization, the effective magnetisasi memanjang, medan efektif
field it creates is determined by the ditentukan oleh produk besarnya ampere
product of the number of amperes and dan jumlah lilitan pada coil.
the number of turns in the coil.
For example, a current of 800 amperes Contoh, arus 800 ampere melalui lima
through a five-turn coil creates a lilitan coil menciptakan kekuatan
magnetizing force of 4000 ampere turns. magnetisasi 4000 lilitan amper.
The amount of current needed for Besarnya arus diperlukan untuk
longitudinal magnetization with a coil is magnetisasi memanjang dengan coil
controlled by the formula: dikendalikan dengan rumus :

NI = 45,000 NI = 45,000
L/D Ratio Rasio L/D
I = current in amperes I = arus dalam ampere
N = number of turns in coil N = jumlah lilitan pada coil
L = length of article L = panjang artikel
D = diameter or thickness of article D = diameter atau tebal artikel

The figure 45,000 is a constant for all Nilai 45,000 adalah konstan untuk
computations. semua perhitungan.
L/D is the length to diameter, or L/D adalah panjang terhadap diameter,
thickness, ratio of the part. atau tebal, perbandingan dari benda.
NI is the ampere-turns. NI adalah ampere-lilitan.

When the number of ampere-turns is Jika jumlah ampere-lilitan ditemukan


found using the above formula, the next menggunakan rumus di atas, langkah
step is to divide the ampere-turns by the berikutnya membagi ampere-lilitan
number of turns in the coil. This will jumlah lilitan pada coil. Ini akan
determine the magnetizing current menentukan arus magnetisasi yang
needed. Most coils typically have three diperlukan. Kebanyakan coil mempunyai
to five turns. tiga sampai lima lilitan.

What magnetizing current would be Berapa arus magnetisasi yang diperlukan


needed for a part 16 inches long with a untuk panjang 16 inci dengan diameter 2
diameter of 2 inches, using a five-turn inci, menggunakan lima-lilitan coil ?
coil?
Answer : 1125 Amperes Jawab : 1125 Ampere

29
When using the formula NI = 45,000 Jika menggunakan rumus NI= 45,000
L/D ratio Rasio L/D
The following assumptions are made: Asumsi berikut dibuat:
1. An article greater than 18 inches 1. Artikel lebih besar dari 18 inci
requires more than one coil shot. memerlukan lebih dari satu coil shot
2. The cross section of the article is not 2. Penampang artikel tidak lebih besar
greater then one-tenth the area of seper-sepuluh dari area bukaan coil
the coil opening.
3. The article has an L/D ratio of 3. Artikel mempunyai rasio L/D antara 2
between 2 and 15. dan 15.
4. The article is placed against the 4. Artikel ditempatkan di dinding dalam
inside wall of the coil, and not in the coil, dan bukan di tengah di mana
center where the flux density is zero densitas fluks adalah nol.

Prod magnetization Magnetisasi dengan prod


Prods are current-carrying conductors Prod adalah konduktor berarus
(usually copper) which are used to (umumnya tembaga) yang digunakan
magnetize localized areas as shown untuk magnetisasi area lokal seperti
below. ditunjukkan di bawah.
Caution : the use of prods may be Perhatian : penggunaan prod mungkin
restricted for some applications due to dilarang untuk beberapa aplikasi karena
the possibility of burns at the point of kemungkinan membakar titik kontrak.
contact.

30
Prod magnetization creates a circular Magnetisasi prod menghasilkan medan
magnetic field in the part. magnet melingkar pada benda.
In the sketch above can you use the left- Pada sket di atas dapatkah anda
hand rule to determine if the current is menggunakan kaidah tangan kiri untuk
flowing from A to B or from B to A? menentukan jika arus mengalir dari A ke
B atau dari B ke A ?

A guideline for determining how much Petunjuk untuk menentukan berapa arus
direct current and what prod spacing are searah dan jarak prod terbaik untuk
best for any given testing problem is pengujian, ditunjukkan di bawah.
shown below.

Section thickness, inches


Prod spacing, inches
Under ¾ inch ¾ inch and over
2 to 4 200 to 300 amperes 300 to 400 amperes
Over 4 to less than 6 300 to 400 amperes 400 to 600 amperes
6 to 8 400 to 600 amperes 600 to 800 amperes

When halfwave direct current (HWDC) is Jika halfwave arus searah ( HWDC)
used, the field strength per ampere is digunakan, Kekuatan medan per
about the same as with direct current ampere kira-kira sama dengan arus
(DC) at typical prod spacings (6 to 8 searah (DC) pada jarak prod (6 sampai
inhes) 8 inci)
However, since HWDC consumes less Bagaimanapun, karena HWDC
power and produces lower heating mengkonsumsi lebih sedikit tenaga
effects at the prod contact points, it is dan menghasilkan efek panas rendah
often recommended. HWDC also titik kontak prod, hal ini sering
produces better powder mobility than direkomendasikan. HWDC juga
DC. menghasilkan mobilitas serbuk lebih
baik dibanding DC.

31
The prods should be placed on the part Prod harus ditempatkan pada bahan
so that the resultant circular field is at sehingga resultan medan melingkar pada
90 degrees to the suspected 90 derajat terhadap cacat yang dicurigai
discontinuities.

Demagnetization Demagnetisasi
A residual magnetic field may not be Medan sisa magnet bisa tidak
desirable in the part for several reasons: diinginkan pada bahan dengan
beberapa alasan :
1. Residual fields will affect magnetic 1. Medan sisa akan mempengaruhi
compasses or create problems with kompas magnet atau menimbulkan
delicate instrument. masalah pada instrumen
2. Residual fields in the rotating parts 2. Medan sisa pada alat berputar akan
will attract metal particles, causing menarik partikel metal,
excessive wear or binding. menyebabkan pengausan berlebih
3. Parts are also demagnetized so that 3. Bahan di demagnetisasi sehingga
all magnetic particles can be removed semua partikel magnetis dapat
for further processing. dihilangkan untuk proses
selanjutnya
4. Residual fields can cause “ARC 4. Medan sisa dapat menyebabkan "
BLOW” which deflects the molten ARC BLOW" yang membelokkan
metal during DC welding operations. cairan metal selama operasi
pengelasan DC.

Review of residual magnetism Tinjauan ulang sisa magnet


1. The residual field is in the same 1. Medan sisa arahnya sama seperti
direction as the magnetic field. medan magnetisasi
2. The residual field is weaker than the 2. Medan sisa lebih lemah dari medan
magnetizing field. magnetisasi.
3. The original magnetizing force causes 3. Kekuatan magnetisasi awal

32
the residual field. menyebabkan medan sisa.
4. When an article has been magnetized 4. Ketika artikel telah dimagnetisasi
in more than one direction, the lebih dari satu arah, medan kedua
second field applied completely yang diaplikasikan sepenuhnya
overcomes the first field. However, mengalahkan medan pertama.
this is only true if the second field is Bagaimanapun, ini benar jika
stronger than the first. medan kedua lebih kuat dari yang
pertama.
When the second field applied is not Jika medan kedua tidak lebih kuat dari
stronger than the first field, then a medan pertama, akan menghasilkan
combination circular-longitudinal residual sisa medan kombinasi melingkar-
field will result. memanjang

Sulit dikatakan apakah batang yang


It is difficult to tell whether a circularly
magnetized bar is demagnetized
dimagnetisasi melingkar sudah
because the flux lines do not normally didemagnetisasi sebab garis fluks tidak
leave the bar. meninggalkan batang
Pada sisi lain, mudah dikatakan jika
On the other hand, it is easy to tell if a
longitudinally magnetized bar is still batang yang dimagnetisasi memanjang
magnetized or demagnetized. masih bermagnet atau tidak
bermagnet.
Therefore, it is often recommended that Oleh karena itu, sering
a circularly magnetized part be direkomendasikan bahwa bahan yang
longitudinally magnetized and then go dimagnetisasi melingkar, dimagnetisasi
through the demagnetized procedure memanjang dan kemudian ke prosedue
demagnetisasi

33
Demagnetizing a part that has been Demagnetisasi bahan yang telah
longitudinally magnetized dimagnetisasi memanjang
Each time the magnetizing field is Setiap medan magnet dikurangi dan
reduced and reversed, the residual field dibalik, sisa medan dikurangi
is reduced.
Reversing the magnetic field Membalik medan magnet
1. Reversing the part in the magnetic 1. Membalikkan bahan di dalam
field. medan magnet.
2. Reversing the current through the 2. Membalikkan arus melalui coil.
coil.
3. Reversing the coil (turn the coil 180o) 3. membalikkan coil (putar coil 180˚)

Reducing the magnetic field Mengurangi medan magnet


1. Reduce the magnetizing current. 1. Mengurangi arus magnetisasi.
2. Move the part away from the coil. 2. Lewatkan bahan melalui coil.
3. Move the coil away from the part. 3. Lewatkan coil melalui bahan

Any method of demagnetization will Setiap metoda demagnetisasi akan


combine one of the methods to reduce mengkombinasikan satu metoda untuk
the magnetizing field with one of the mengurangi medan magnet dengan
methods to reverse the magnetizing satu metoda untuk membalikkan
field. medan magnet

Demagnetization is defined as : Demagnetisasi digambarkan


sebagai:
The removal of residual magnetism by Menghilangkan sisa magnet dengan
simultaneously or alternatively reducing serempak atau secara berurutan
the strength and reversing the direction mengurangi kekuatan dan
of a magnetic field. membalikkan arah medan magnet.

Demagnetization procedures Prosedur demagnetisasi


1. Alternating current coil method : 1. Metoda coil arus bolak-balik:
Alternating current is electrical Arus bolak-balik adalah aliran arus
current flowing through a wire, first elektrik melalui kawat, pertama
in one direction, then in the opposite dalam satu arah, kemudian di arah
direction. kebalikan.
Each time the current reverses Setiap arah arus terbalik, medan
direction, the magnetic field of the magnet pada coil terbalik. (ini
coil reverses. (this meets one of the memenuhi satu dari dua
two requirements for persyaratan untuk demagnetisasi)
demagnetization.)
To complete the demagnetization Untuk melengkapi proses
process, the part is placed in the demagnetisasi, barang ditempatkan
reversing magnetic field as shown dalam medan magnet terbalik
below, and the current is slowly seperti ditunjukkan di bawah, dan
reduced which reduces the strength arus pelan-pelan dikurangi yang
of the magnetic field. mengurangi kekuatan medan
magnet.
A rheostat is often used to reduce the Rheostat sering digunakan untuk
current through the coil. mengurangi arus melalui coil.

34
Reducing the magnetizing field in an AC Mengurangi medan magnet di dalam
coil demagnetizer can also be done by coil AC demagnetizer dapat juga
slowly moving the article away from the dilakukan dengan pelan-pelan artikel
coil. dilewatkan coil.

2. Demagnetization using direct 2. Demagnetisasi menggunakan


current arus searah
With DC the current is not Dengan DC arus tidaklah secara
automatically reversed, it is therefore otomatis dibalikkan, perlu
necessary to have some mechanical mempunyai beberapa alat mekanis
means to reverse the current. untuk membalikkan arus
Because DC is more penetrating than Sebab DC lebih menembus
AC, it is used on large parts. dibanding AC, ini digunakan pada
barang-barang yang besar.
The maximum degree of Derajat maksimum demagnetisasi
demagnetization can be obtained dapat diperoleh dengan DC ketika
with DC when the field is reversed at medan dibalik pada frekwensi satu
a frequency of one reversal per pembalikan per detik.
second.
In DC demagnetization, the Dalam demagnetisasi DC, pertama
magnetizing field should be reduced medan magnet harus dikurangi,
first, then reversed. kemudian dibalik
A rule of thumb for demagnetizing Aturan untuk demagnetisasi besi
soft iron : at least 10 reversals, but lunak : sedikitnya 10 pembalikan,
not over 30. tetapi tidak lebih 30.
When an article is demagnetized, the Ketika artikel di demagnetisasi,
earth’s field will leave a smaller medan bumi akan meninggalkan
amount of residual magnetism in the sedikit sisa magnet pada artikel jika
article if the demagnetizing field is medan demagnetisasi juga di arah
also in a north-south direction. utara-selatan
Where complete demagnetization is Dimana demagnetisasi lengkap
required, the demagnetization field diperlukan, medan demagnetisasi
must be placed in an east-west harus ditempatkan ke arah timur-
direction (the coil opening facing east barat (pintu coil menghadap timur
and west). dan barat).

35