Anda di halaman 1dari 17

1

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA COPY KE ………. DARI ………. COPY


MARKAS BESAR MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA RI
JAKARTA ............. FEBRUARI ........... 2018

Rencana Operasi : Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam


berlalu lintas untuk mendukung kebijakan Promoter Kapolri
guna terciptanya Kamseltibcarlantas.

Nomor : R/Renops/ /II/HUK.7.1/2018

Penunjukan : Dokumen :

1. Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab


Undang - Undang Hukum Acara Pidana;

2. Undang - Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian


Negara Republik Indonesia;

3. Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu


Lintas dan Angkutan Jalan;

4. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia


Nomor 9 Tahun 2011 tentang Manajemen Operasi
Kepolisian;

5. Keputusan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Nomor :


Kep/94/VI/2017, tanggal 22 Juni 2017 tentang Rencana
Kerja Korps Lalu Lintas Polri T.A. 2018;

6. Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/95/I/2018 tanggal


12 Januari 2018, tentang jadwal Rencana pelaksanaan
Operasi Kepolisian Terpusat Bidang Lantas Tahun 2018
yang diseragamkan pelaksanaannya;

7. Perkiraan Intelijen Khusus Badan Intelijen Keamanan Polri


Nomor: R/Kirsus- /II/2018/Roanalis tanggal ….. Februari
2018 tentang Perkembangan Situasi Kamseltibcarlantas
Lalu Lintas dalam rangka Operasi “KESELAMATAN -
2018”.

Daerah waktu : WIB, WIT dan WITA

Sandi Operasi : “KESELAMATAN - 2018“


I. SITUASI .....

RAHASIA
2

I. SITUASI

1. Umum

a. Undang - Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan
jalan mengamanatkan tentang Kamseltibcarlantas, Polri bersama Stake
Holder telah menyusun Rencana Umum Nasional Keselamatan ( RUNK)
Tahun 2015 - 2035 sebagai tindak lanjut dari program Decade of Action for
Road Safety 2011 - 2020 (DOA) atau Dekade Keselamatan Jalan yang
telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) yang
bertujuan untuk mengurangi korban meninggal dunia pada Tahun 2020
sebesar 50% para penyelenggara LLAJ mampu membangun dan
menyelenggarakan sistem yang terpadu yang tertuang dalam Rencana
Umum Nasional Keselamatan (RUNK) melalui 5 pilar yaitu :

1) manajemen Keselamatan Jalan;


2) jalan yang berkeselamatan;
3) kendaraan yang berkeselamatan;
4) perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan;
5) penanganan korban pasca kecelakaan.

b. program Nawacita Presiden RI adalah menghadirkan kembali Negara untuk


melindungi segenap Bangsa. Dari salah satu Nawacita Presiden RI
dijabarkan dengan 11 (sebelas) Program Prioritas Kapolri yaitu Promoter
(Profesional, Modern dan Terpercaya). Program ke - 11 (sebelas) Quick
Wins Polri di dalam pelaksanaan tugas Kepolisian diimplementasikan
dengan kehadiran anggota Polri di tengah - tengah masyarakat, dimana
Korlantas Polri menjabarkan Program ke - 11 point ke - 6 (enam) yaitu
Polisi sebagai penggerak Revolusi Mental dan pelopor tertib sosial di
ruang publik;

c. sebagai salah satu indikator terciptanya Revolusi Mental adalah kondisi lalu
lintas yang tertib dan lancar. Lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan
sangatlah penting dalam menunjang kehidupan suatu Negara. Lalu lintas
juga merupakan cerminan suatu Negara. Apabila lalu lintas nya tertib maka
Negara tersebut pun dapat dikatakan tertib. Melihat dari hal tersebut,
Negara Indonesia perlu pembenahan baik dari mentalitas, sudut pandang,
maupun kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas.Polri khususnya
Polantas bersama Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk
meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UU No. 22
Tahun 2009 Tentang LLAJ.Oleh karena itu, dianggap perlu dilakukan
Operasi Kepolisian bidang lalu lintas untuk mewujudkan Negara yang tertib
dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya. Operasi tersebut adalah
operasi “Keselamatan - 2018”
2. Khusus …..

RAHASIA
3

2. Khusus

a. Data Lalu Lintas Tahun 2016 dan Tahun 2017 dapat digambarkan sebagai
berikut :

1) Trend Pelanggaran Lalu Lintas :

TAHUN
NO URAIAN TREND (%)
2016 2017

1 TEGURAN 291.175 833.067 186%

JUMLAH 291.175 833.067 186%

TAHUN
NO URAIAN TREND (%)
2016 2017

1 RANMOR R-2 122.201 686.258 462%

2 RANMOR R-4 29.617 172.361 482%

JUMLAH 151.818 858.619 466%

Sumber : Korlantas Polri

2) Trend Kecelakaan Lalu Lintas :

TAHUN
NO URAIAN TREND (%)
2016 2017

1 JUMLAH LAKA 5.818 3.646 -37%

2 KORBAN MD 1.123 703 -37%

3 KORBAN LB 1.571 732 -53%

4 KORBAN LR 6.416 4.333 -32%

Sumber : Korlantas Polri

b. Operasi “Simpatik - 2017” yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 Maret


s.d. 21 Maret 2017, dengan data sebagai berikut :

1) Pelanggaran Lalu Lintas

a) Jumlah pelanggaran sebesar 833.067 kali, berupa :


- teguran : 833.067 kali

b) Jenis …..

RAHASIA
4

b) Jenis kendaraan terlibat pelanggaran sebesar 151.818 kali


berupa:
(1) Roda 2 : 686.528 kali;
(2) Roda 4 atau lebih : 172.361 kali.

2) Kecelakaan Lalu Lintas

a) Data Kecelakaan :
(1) jumlah kejadian : 3.646 kasus;
(2) korban MD : 703 orang;
(3) korban luka berat : 732 orang;
(4) korban luka ringan : 4.333 orang;

b) Jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan:


(1) Roda 2 : 661 unit;
(2) Roda 4 lebih : 285 unit

II. TUGAS POKOK

Satgas Pusat bersama Satgas Polda dan Satgas Polres dengan didukung instansi
terkait, menyelenggarakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi operasi
“Keselamatan - 2018”. Operasi dilaksanakan selama 21 (dua puluh satu) hari,
terhitung mulai tanggal 1 Maret s.d. 21 Maret 2018 di seluruh wilayah NKRI dalam
bentuk operasi kepolisian bidang lalu lintas yang mengedepankan kegiatan preemtif
dan preventif disertai penegakan hukum secara selektif prioritas untuk mewujudkan
kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UULAJ. Polantas sebagai
penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik berusaha
mewujudkan Kamseltibcarlantas.

III. PELAKSANAAN

1. Konsep Umum Operasi

Operasi “Keselamatan - 2018” adalah bersifat terbuka yang dilaksanakan oleh


fungsi lalu lintas dengan didukung fungsi Operasional Kepolisian lainnya yang
dilaksanakan secara Sumpatik dengan mengutamakan tindakan preemtif dan
preventif diikuti tindakan penegakan hukum.

2. Tujuan dan Sasaran Operasi

a. Tujuan Operasi

1) Meningkatnya ....

RAHASIA
5

1) Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap


Undang - Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan
Jalan, dengan harapan terciptanya perubahan mindset berlalu lintas
menjadi tertib (revolusi mental);

2) Terciptanya keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas


(Kamseltibcarlantas).

b. Sasaran Operasi

Segala bentuk pelanggaran terhadap Undang - Undang No. 22 Tahun 2009


tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang kasat mata dan berpotensi
menyebabkan ketidaktertiban lalu lintas.

c. Target Operasi

1) Mabes Polri (Korlantas Polri)

a) Orang
(1) pengemudi kendaraan yang menggunakan bahu jalan Tol;
(2) pengemudi kendaraan yang tidak memiliki SIM;
(3) pengemudi kendaraan yang melanggar marka jalan Tol;
(4) pengemudi kendaraan pribadi yang menggunakan rotator.

b) Benda
(1) kendaraan bermotor roda 4 yang dioperasikan mengangkut
penumpang umum (taxi gelap) di jalan Tol;
(2) kendaraan yang tidak dilengkapi STNK;
(3) kendaraan pribadi yang menggunakan rotator;
(4) kendaran bermotor plat nomor tidak standar di jalan Tol;
(5) kendaraan bak terbuka yang mengangkut orang di jalan Tol;
(6) kendaraan bermotor yang melebihi batas kecepatan di jalan
Tol.

c) Lokasi / Tempat
(1) jalan Tol;
(2) kawasan atau penggal jalan Tol yang rawan pelanggaran,
kecelakaan dan kemacetan lalu lintas;
(3) rest area di jalan Tol;
(4) lajur kiri atau bahu jalan Tol yang diperuntukkan untuk
kendaraan darurat.
d) Kegiatan
(1) mengemudi kendaraan di bahu jalan Tol;
(2) mengemudi …..

RAHASIA
6

(2) mengemudi kendaraan melebihi batas kecepatan di jalan


Tol;
(3) berhenti di sembarang tempat dan pada tempat terlarang;
(4) mengemudi kendaraan tidak menggunakan sabuk
keselamatan;
(5) menggunakan handphone (HP) saat mengemudi;
(6) derek Liar;
(7) pengawalan perorangan dan rombongan yang tidak sesuai
ketentuan perundang-undangan;
(8) kendaraan Truck melebihi kapasitas angkut.

2) Polda
Target operasi setiap Polda terhadap orang, barang dan kegiatan
yang melanggar Undang - Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu
Lintas Angkutan Jalan yang kasat mata, seperti pelanggaran melawan
arah, tidak memakai helm, menggunakan handphone, berboncengan
lebih dari 1 (satu) dan berkendaraan belum cukup umur. Metode
dalam melaksanakan Operasi Keselamatan disesuaikan dengan
karakteristik wilayah masing - masing dengan mengedepankan
preemtif, preventif serta penegakan hukum secara selektif prioritas.

3. Cara Bertindak

a. melaksanakan operasi dengan Hunting System (bergerak) untuk


menemukan pelanggar yang akan diberikan teguran dan tindakan bila
diperlukan;

b. melaksanakan operasi dengan Stationer System (tetap) untuk


menyelanggarakan penggelaran operasi dengan mempertimbangkan lokasi
yang lebar dan mudah dilihat pandangan mata serta penerangan yang
cukup serta kelangkapan seperti plang operasi bertuliskan : Operasi
“Keselamatan - 2018” selama 21 hari dari tanggal 1 - 21 Maret 2018
dengan prioritas pada tindakan Simpatik;

c. metode Simpatik yang dilakukan disesuaikan dengan inovasi dan


karakteristik polda masing - masing.

4. Daerah Operasi
Operasi Kepolisian Terpusat “Keselamatan - 2018 ”dilaksanakan di seluruh
wilayah Polda dan Polres/Polresta.

5. Pentahapan …..

RAHASIA
7

5. Pentahapan Operasi

a. Tahap Persiapan

1) melaksanakan rapat koordinasi internal;

2) menginventarisir dan menyusun data awal Operasi meliputi:


a) data dan anatomi pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi saat
Operasi Simpatik 2016 dan 2017;
b) data dan anatomi lokasi rawan pelanggaran lalu lintas pada jalan
tol dan jalan utama lainnya;
c) data dan anatomi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas pada jalan
tol dan jalan umum lainnya;

3) analisa dan evaluasi data awal untuk ketajaman penentuan sasaran


secara selektif prioritas;

4) mempersiapkan piranti lunak dan piranti keras serta organisasi satuan


tugas Operasi, termasuk penyiapan Posko Operasi;

5) penyiapan personel, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan;

6) melaksanakan rapat koordinasi antar fungsi Kepolisian dan lintas


sektoral;

7) melaksanakan pengecekan kesiapan akhir dalam rangka pelaksanaan


Operasi;

b. Tahap Sosialisasi

1) melaksanakan kegiatan penerangan dan penyuluhan guna memberi


himbauan kepada masyarakat dalam bentuk pemasangan spanduk
dan papan himbauan serta ekspos ke media cetak dan elektronika;

2) melaksanakan koordinasi antar fungsi Kepolisian dan lintas sektoral


dalam upaya mendapat dukungan sesuai dengan tugas, fungsi dan
perannya masing - masing;

c. Tahap Pelaksanaan

1) pengerahan Satgas Operasi

a) melaksanakan …..

RAHASIA
8

a) melaksanakan kegiatan pembinaan, penyuluhan, sosialisasi.


membagikan brosur, leaflet, stiker dan pemasangan spanduk atau
baliho terkait Kamseltibcarlantas;

b) melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli


lalu lintas;

c) melaksanakan kegiatan penindakan terhadap pelanggaran lalu


lintas;

d) melaksanakan bantuan dan tindakan kepolisian;

e) melaksanakan kegiatan penindakan terhadap pelanggaran lalu


lintas;

f) melaksanakan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang


dilakukan oleh Polantas.

2) Pengerahan Satuan Tugas Operasi

a) dipimpin oleh Kakorlantas Polri selaku Kaopspus dan dibantu oleh


Dirkamsel Korlantas Polri selaku Wakaopspus serta didukung
unsur staf Operasi, yaitu :

(1) Kabagops Korlantas Polri selaku Kasetopspus;


(2) Kabag TIK Korlantas Polri selaku Kapusdataopspus.

b) Satgasops 1

dipimpin oleh Wadirsosbud Baintelkam Polri dengan tugas deteksi


dini sebagai berikut :

(1) melaksanakan kegiatan Intelijen berupa lidik, pengamanan


dan penggalangan dengan langkah - langkah deteksi,
identifikasi, penilaian dan penajaman Target Operasi;
(2) membuat Kirpat atau Kirsus berupa perkiraan Sitkamtibmas
yang dapat digunakan untuk menentukan kebijakan dan
kelancaran Operasi.

c) Satgasops 2

dipimpin oleh Kasubdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri dengan


tugas preemtif, terdiri dari Subsatgas:
(1) Subsatgas …..

RAHASIA
9

(1) Subsatgas Binluh

Dipimpin oleh Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel


Korlantas Polri dengan tugas:

(a) pembinaan dan penyuluhan serta sosialisasi kepada


seluruh komponen masyarakat serta para pengguna
jalan;
(b) melakukan kerjasama dengan instansi terkait untuk
meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat
terhadap hukum atau peraturan lalu lintas.

(2) Subsatgas Dikmas

dipimpin oleh Kasi Dikpen Subdit Dikmas Ditkamsel


Korlantas Polri dengan tugas:

(a) melaksanakan pendidikan lalu lintas (safety riding)


terhadap masyarakat terorganisir maupun masyarakat
umum lainnya;
(b) melaksanakan pemasangan spanduk, membagikan brosur,
leafleat dan stiker yang berisikan himbauan tertib berlalu
lintas;
(c) sosialisasi terhadap Undang - Undang Nomor 22 Tahun
2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
(d) kampanye slogan keselamatan lalu lintas ”Bersatu
Keselamatan Nomor 1”.

d) Satgasops 3

dipimpin oleh Kasubditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri


dengan tugas Preventif yang terdiri dari Subsatgas :

(1) Subsatgas Pengaturan dan Penjagaan dipimpin oleh Kasi


PJR Subditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri dengan
tugas:

(a) melaksanakan kegiatan pengaturan dan penjagaan lalu


lintas;
(b) melaksanakan pengawasan terhadap para pengguna jalan
untuk mencegah dan memperkecil peluang terjadinya
pelanggaran yang dapat menimbulkan kemacetan dan
kecelakaan lalu lintas;
(c) melaksanakan …..

RAHASIA
10

(c) melaksanakan penindakan terhadap para pengguna


jalan yang melanggar lalu lintas.

(2) Subsatgas Patroli dan Pengawalan dipimpin oleh Kasi Wal


Subditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri dengan tugas:

(a) melaksanakan patroli dengan sasaran gangguan


Kamseltibcar lalu lintas pada lokasi rawan pelanggaran,
kemacetan dan kecelakaan;
(b) melaksanakan pengawalan lalu lintas baik terhadap
orang maupun benda dalam rangka melindungi
keselamatan jiwa manusia dan barang atau benda
sesuai kebutuhan dan permintaan, antara lain
pengawalan :
- VIP / VVIP;
- Pelayanan Masyarakat;
- Kemitraan;
(c) Menindaklanjuti pengaduan maupun laporan informasi dari
masyarakat yang berkaitan dengan pelanggaran, kemacetan
dan kecelakaan lalu lintas;

e) Satgasops 4

dipimpin oleh Kasubdit Tatib Ditgakkum Korlantas Polri dengan


tugas penegakan hukum lalu lintas yang terdiri dari Subsatgas :

(1) Subsatgas Penindakan dan Penertiban dipimpin oleh


Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri dengan tugas:

(a) melaksanakan penindakan terhadap anggota Polri yang


melakukan pelanggaran lalu lintas;
(b) melaksanakan penegakan hukum terhadap anggota
Polantas yang melakukan pungli di unit - unit atau Pos
pelayanan publik, di jalan Tol dan jalan umum.

(2) Subsatgas Penindakan dan Pelanggaran dipimpin oleh


Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri dengan tugas :

(a) melaksanakan penegakan hukum terhadap pengemudi


Ranmor yang melanggar lalu lintas;
(b) melaksanakan penegakan hukum kasus kecelakaan lalu
lintas berupa olah TKP dan penyelidikan serta mencari
keterangan saksi atau korban.
f) Satgas .....

RAHASIA
11

f) Satgasops 5

dipimpin oleh Kabagrenmin Korlantas Polri dengan tugas Bantuan


Operasi, sebagai berikut :

(1) menyampaikan informasi kegiatan Operasi secara ”on air”


dan informasi situasi lalu lintas;
(2) melaksanakan kegiatan dokumentasi, peliputan dan press
release atau publikasi serta kegiatan kehumasan lainnya
(Public Relation);
(3) memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi personel
Operasi dan tindakan pertolongan dan evakuasi korban
kecelakaan lalu lintas;
(4) penggelaran sarana prasarana Alkom dan teknologi
informasi untuk mendukung kelancaran Operasi;
(5) memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi personel
Operasi dan tindakan pertolongan serta evakuasi korban.

d. Tahap Konsolidasi

1) melaksanakan wash up atau kaji ulang terhadap pelaksanaan Operasi


yang meliputi :
a) analisa dan evaluasi pelaksanaan Operasi secara keseluruhan;
b) merumuskan cara bertindak yang efektif dan efisien untuk
pelaksanaan Operasi di masa mendatang.
2) menyiapkan dan menyusun laporan akhir pelaksanaan Operasi.
Struktur Organisasi dan Penjabaran Tugas (terlampir).

IV. PENGENDALIAN

1. Instruksi dan Koordinasi

a. hari “H” jam “J“ pelaksanaan Operasi akan ditetapkan/ diberitahukan


kemudian;
b. operasi mengedepankan tindakan penegakan hukum lalu lintas dalam
rangka memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan
masyarakat, oleh karena itu agar menghindari tindakan over acting dan
perilaku anggota Polri yang dapat menimbulkan antipati masyarakat;
c. adanya perbedaan di lapangan sedang ada pelaksanaan Operasi
Keselamatan Tahun 2018 dengan sebelum dilaksanakan Operasi dan
pasca Operasi;
d. seluruh petugas pelaksana Operasi menggunakan Pakaian Dinas
Lapangan (PDL) Sus serta memakai Pita warna Biru Putih pada bahu
lengan kiri selama pelaksanaan operasi KESELAMATAN Tahun 2018
berlangsung;
e. penentuan …..

RAHASIA
12

e. penentuan dan pengendalian kebijakan Operasi berada pada Kapolri


selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi dan sehari - hari
dilaksanakan oleh Asops Kapolri selaku Karendalopspus;
f. pengendalian Satuan Tugas Operasi Tingkat Pusat dilaksanakan oleh
Kakorlantas Polri selaku Kaopspus, untuk Satuan Tugas Operasi Daerah
oleh masing - masing Kasatwil;
g. supervisi Operasi oleh pimpinan Polri atau pejabat yang ditunjuk guna
menjamin terselenggaranya Operasi sesuai Rencana Operasi yang telah
ditetapkan.

2. Sistem Pelaporan

a. Satgaspus dan Satgasda melaporkan hasil pelaksanaan Operasi kepada


Kapolri selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi melalui Asops
Kapolri selaku Karendalopspus berdasarkan sistem pelaporan yang
ditentukan;
b. Posko Operasi Rendalopspus bertempat di Birodalops Sops Polri yang
berkedudukan di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia,
Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagai berikut :

1) telepon : 021 - 7251559 dan 021 - 7218154;


2) faksmile : 021 - 7210141 dan 021 - 7210140;
3) email :
pusdalopspolri@gmail.com;
siagaops-pusdalopspolri@yahoo.co.id;

c. Posko Operasi bertempat di Korlantas Polri yang berkedudukan di Markas


Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jalan M.T. Haryono Kav 37-
38, Jakarta Selatan, dengan nomor :
1) telepon : 021-7984246, 021-7971639 dan 021-7989702;
2) email :
bagops.korlantaspolri@gmail.com;
opskorlantas@ymail.com;
opskorlantas.polri@ymail.com.

3. Jaringan Komunikasi.

Jaring komunikasi menggunakan sarana komunikasi Polri yang tersedia seperti


voice data video / teleconference / NTMC, telepon, teleks, faksimile, HT, SSB
dan E-mail (internet).

V. ADMINISTRASI …..

RAHASIA
13

V. ADMINISTRASI, PERSONEL, SARANA PRASARANA DAN ANGGARAN

1. Administrasi

a. administrasi Operasi menggunakan administrasi umum dan petunjuk


Operasi Kepolisian yang sudah ada;
b. kebutuhan Operasi di luar yang telah dialokasikan agar diajukan terlebih
dahulu kepada Kapolri selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi untuk
mendapatkan persetujuannya.

2. Personel

Jumlah personel Operasi ’’ Keselamatan - 2018 ” sebanyak 23.606 orang,


terdiri atas :

a. Personel Operasi dari Mabes Polri sebanyak 350 orang, terdiri atas :

1) Unsur Pimpinan 2 orang, terdiri dari :


a) Penanggung Jawab Bijakops (PJKO) : 1 orang;
b) Wakil PJKO : 1 orang;

2) Unsur Staf Pimpinan sebanyak 29 orang, terdiri dari :


a) Karendalopspus : 1 orang;
b) Kasminops : 1 orang;
- Staf Minops : 12 Orang
c) Kaslogops : 1 orang;
- Staf Logops : 2 Orang
d) Kasdataops : 1 orang;
(1) Poskoops : 9 Orang
(2) Anevops : 2 Orang
e) Staf Operasi :
(1) Minops : 9 orang;
(2) Anevops : 2 orang;
(3) Poskoops : 6 orang;

3) Unsur Pelaksana Tingkat Pusat sebanyak 221 orang, terdiri dari:

a) Pimpinan sebanyak 2 orang :


(1) Kaopspus : 1 orang;
(2) Wakaopspus : 1 orang;

b) Kasetopspus 1 orang, didukung oleh :


(1) Setops : 5 orang;
(2) Minops : 10 orang;
(3) Anevops : 13 orang;
c) Kapusdataopspus…..
RAHASIA
14

c) Kapusdataopspus 1 orang, didukung oleh :


(1) Poskoops : 33 orang;
(2) Dataops : 5 orang;

d) Satgaspus sebanyak 152 orang, terdiri dari :


(1) Satgaspus 1 :
(a) Kasatgas : 1 orang;
(b) Subsatgas Intelijen : 6 orang;

(2) Satgaspus 2 :
(a) Kasatgas : 1 orang;
(b) Subsatgas Binluh : 5 orang;
(c) Subsatgas Dikmas : 14 orang;

(3) Satgaspus 3 :
(a) Kasatgas : 1 orang;
(b) Subsatgas Turjag : 37 orang;
- Korlantas : 33 orang;
- Ditsabhara : 4 orang;
(c) Subsatgas Patwal : 14 orang;
- Korlantas : 10 orang;
- Ditsabhara : 4 orang;

(4) Satgaspus 4 :
(a) Kasatgas : 1 orang;
(b) Subsatgas Daktib : 17 orang;
- Korlantas : 11orang;
- Divpropam : 6 orang.
(c) Subsatgas Dakgar : 123 orang;
- Korlantas : 139 orang;
- Korbrimob : 12 orang.

(5) Satgasops 5 :
(a) Kasatgas : 1 orang;
(b) Korlantas :
- Katim : 1 orang;
- NTMC : 27 orang;
- Dokumentasi : 2 orang;
- Kesehatan : 3 orang;
- Sarpras : 5 orang.

b. Jumlah …..

RAHASIA
15

b. Jumlah personel Operasi dari Polda Jajaran sebanyak 23.156 orang, terdiri
atas :

1) Polda Aceh : 771 orang;


2) Polda Sumut : 976 orang;
3) Polda Riau : 730 orang;
4) Polda Kepri : 301 orang;
5) Polda Sumbar : 618 orang;
6) Polda Sumsel : 373 orang;
7) Polda Bengkulu : 227 orang;
8) Polda Jambi : 160 orang;
9) Polda Lampung : 703 orang;
10) Polda Kep. Babel : 208 orang;
11) Polda Metro Jaya : 2.700 orang;
12) Polda Jabar : 3.321 orang;
13) Polda Banten : 300 orang;
14) Polda Jateng : 2.730 orang;
15) Polda DIY : 900 orang;
16) Polda Jatim : 3.029 orang;
17) Polda Bali : 365 orang;
18) Polda NTT : 536 orang;
19) Polda NTB : 465 orang;
20) Polda Sultra : 312 orang;
21) Polda Sulut : 268 orang;
22) Polda Sulsel : 580 orang;
23) Polda Sulteng : 221 orang;
24) Polda Gorontalo : 193 orang;
25) Polda Kalbar : 602 orang;
26) Polda Kaltim : 546 orang;
27) Polda Kalsel : 298 orang;
28) Polda Kalteng : 266 orang;
29) Polda Papua : 279 orang;
30) Polda Maluku : 241 orang;
31) Polda Malut : 214 orang;
32) Polda Papua Barat : 145 orang;
33) Polda Sulbar : 110 orang.
3. Sarana Prasarana
a. Mabes Polri

1) sarana prasarana
Menggunakan sarana prasarana yang telah ada di Polri berupa
fasilitas akses komunikasi voice data video, teleconference, internet,
faksimile, HT dan telepon.

2) Peralatan …..
RAHASIA
16

2) Peralatan
a) Rd 2 (Motor Besar) : 25 unit;
b) Rd 4 : 30 unit;
c) Rd 6 : 4 unit;
d) Mobil Derek : 2 unit;
e) Ambulans : 2 unit;
f) Mobil Unit Penerangan : 2 unit;

b. Polda
Menggunakan sarana prasarana dan peralatan atau peralatan organik
masing - masing Polda disesuaikan dengan kebutuhan Operasi dan hakikat
ancaman yang dihadapi.

4. Anggaran

a. dukungan anggaran operasi untuk Mabes Polri menggunakan DIPA


Korlantas Polri T.A. 2018;
b. anggaran operasi untuk Polda dan Polres menggunakan DIPA masing -
masing Polda dan Polres T.A. 2018.

VI. PENUTUP

Demikian Rencana Operasi “KESELAMATAN - 2018” ini dibuat untuk dijadikan


sebagai pedoman dalam pelaksanaan Operasi dan dijabarkan sesuai dengan
karakteristik wilayah Polda maupun Polres masing - masing.

Jakarta, Februari 2018

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


SELAKU
PENANGGUNG JAWAB KEBIJAKAN OPERASI

Prof. H. MUHAMMAD TITO KARNAVIAN, Ph.D


Lampiran : JENDERAL POLISI
“A” Struktur Organisasi Mabes Polri.
“B” Struktur Organisasi Polda. Paraf :
“C” Penjabaran Tugas.
“D” Kirsus Intelejen. 1. Konseptor / Kakorlantas Polri : ..…..
2. Kasetum : ….…
3. Wakapolri : …….

RAHASIA
17

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


MARKAS BESAR

RENCANA OPERASI KEPOLISIAN


“KESELAMATAN - 2018”

MENINGKATKAN KESADARAN DAN KEPATUHAN MASYARAKAT


DALAM BERLALU LINTAS UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN
PROMOTER KAPOLRI GUNA TERCIPTANYA KAMSELTIBCARLANTAS
NOMOR : R / RENOPS / ………. / II / HUK.7.1 / 2018

Jakarta, Februari 2018

RAHASIA