Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KOTA BENGKULU

DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU


UPTD PUSKESMAS JALAN GEDANG
JL. Pangeran Natadirja KM. 7 Kota Bengkulu Kode Pos 38225
Telepon (0736) 347930

KERANGKA ACUAN
MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA

I. LATAR BELAKANG
Dalam upaya mencapai visi dan misi Kementrian Kesehatan, ditetapkanlah strategi
untuk mencapainya yaitu dengan pemberdayaan masyarakat, swasta, dan masyarkat madani
dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global. Kegiatan yang
dilakukan adalah dengan strategi yang berbasis model pendekatan dan kebersamaan yaitu
berupaya memfasilitasi percepatan dan pencapaian peningkatan derajat kesehatan bagi
seluruh penduduk dengan mengembangkan kesiap-siagaan di tingkat kelurahan/RW.
Pengembangan RW siaga sudah dirancangkan sejak tahun 2006 sesuai dengan
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 564 Menkes/SKVIII/2006 tentang pedoman
pelaksanaan RW siaga. Dalam pelaksanannya masih diperlukan penyempurnaan dan
pemantapan komponen-komponen yang ada, sehingga menjadi RW siaga aktif, dimana
standard pelayanan minimal (SPM) cakupan RW siaga aktif 80%,. Sesuai dengan
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1529/MENKES/SK/X/2010
mengenai pedoman umum pengembangan RW dan keluarga siaga aktif, slah satu upaya
yang masih perlu dilaksanakan adalah melaksanakan pembinaan Survei Mawas Diri/
Musyawarah Masyarakat Desa (SMD/MMD).
SMD merupakan kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengajian masalah
kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan
Kepala Kelurahan dan petugas kesehatan (petugas puskesmas), bidan kelurahan). Hal ini
dilaksanakan untuk mengetahui masalah apa yang terjadi disuatu wilayah. Sedangkan MMD
adalah pertemuan perwakilan warga kelurahan beserta tokoh masyarakat dan petugas untuk
membahas hasil survey mawas diri dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan
yang diperoleh dari hasil SMD, kegiatan pembinaan SMD/MMD ini dilakukan dalam upaya
meningkatkan cakupan RW siaga aktif.

II. TUJUAN
1. Tujuan umum
Mengetahui masalah apa yang ada di wilayah kelurahan Jalan Gedang dan potensi apa
yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2. Tujuan khusus
a. Memberikan informasi mengenai tata cara pelaksanaan SMD/MMD.
b. Memberi informasi mengenai RW siaga
III. SASARAN
Sasaran dari kegiatan MMD :
1. Lurah Kelurahan
2. Staf Lurah
3. RT/RW.
4. Ketua PKK
5. Kader Posyandu
6. Tokoh masyarakat dan tokoh agama
7. LSM
8. Bidan Kelurahan dan petugas Gizi
9. LPM kelurahan Pengusaha

IV. JADWAL TEMPAT PELAKSANAAN


Tanggal : 2017
Tempat :

V. RUANG LINGKUP
1. Pembukaan
2. Pembahasan mengenai permasalahan kesehatan di kelurahan Stadion
3. Rencana tindak lanjut

VI. METODE PELAKSANAAN


Metode pelaksanaan dalam kegiatan pertemuan.

VII. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pelaporan dibuat setelah kegiatan dilaksanakan.
VIII. HASIL
1. Kurangnya PARTISIPASI masyarakat UNTUK BERKUNJUNG KE POSYANDU
2. Belum adanya posyandu dengan status mandiri.
3. Kurangnya sarana yang menunjang kegiatan di posyandu
4. Kurangnya penyuluhan yang di lakukan oleh kader di posyandu
5. Balita yang datang ke posyandu hanya sebatas imunisasi.
6. Belum semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke tempat pelayanan
kesehatan.
7. Masih ditemukan kasus diare
8. Terjadinya peningkatan kasus DBD
9. Terjadinya peningkatan kasus campak.
10. Terjadinya peningkatan kasus TB Paru.
Maka kesepakatan yang dibuat pada saat melakukan MMD di Kelurahan Stadion adalah
sebagai berikut:
1. Sehari sebelum pelaksanaan posyandu RT/RW menginformasikan waktu
pelaksanaan posyandu di RT/RW masing-masing.
2. Tempat posyandu dipindahkan setiap bulan disetiap RT.
3. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan melakukan jumat bersih.
4. Mobile.