Anda di halaman 1dari 3

Kuliah Pengenalan Teknik Kimia

BAB 3 Penyelesaian Masalah Engineering

Strategi Penyelesaian Masalah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Insinyur kimia menggunakan proses kimia utk
menghasilkan berbagai produk yg berguna. Keberhasilan rancangan dan pengoperasian proses ini
membutuhkan insinyur kimia utk memecahkan berbagai masalah yang berbeda-beda jenisnya.
Kuhususnya, berbagai jenis masalah yang harus dipecahkan awalnya kurang jelas, ini berarti bahwa
keraguan yang besar dan persoalan yang samar. Masalah yang ditemukan oleh Insinyur TK juga
mempunyai banyak kemungkinan penyelesaian. Sebagai contoh masalah yang dikemukakan pada
awal kuliah ini ( Perusahaan yg membuang HCl yg akan mengalami kebangkrutan ) bisa diselesaikan g
banyak cara.

Sekarang , kita kembali ke masalah pada awal kuliah ini. Tahapan-tahapan penyelesaian masalah
sebaiknya mengikuti langkah-langkah berikut :

1. Definisi masalah
2. Menyusun kemungkinan penyelesaian
3. Mengevaluasi dan mengurutkan kemungkinan penyelesaian
4. Mengembangkan rencana secara rinci utk penyelesaian yang lebih menarik
5. Evaluasi ulang rencana
6. Implementasi rencana
7. Check hasil

Marilah kita menerangkan langkah-langkah yang akan dipakai dlm memecahkan pada awal kuliah ini:

1. Definisi masalah
Kita mencari cara agar pabrik kita dapat terus beroperasi tanpa tergantung pada
perusahaan yang telah membuang limbah asam dari pabrik kita. Dari data
perusahaan, kita tahu bahwa rata-rata laju alir asam yang dibuang adalah 11.600
liter/jam dan kadar HCl rata-rata mempunyai konsentrasi 0,014M
2. Daftar kemungkinan penyelesaian:
Kita perlu menjaga pikiran yang terbuka dan jangan membuang gagasan(ide) terlalu cepat,
Suatu waktu, strategi yang tampak tidak layak (menjadi gagasan yang pertama dibuang),
ternyata akan menjadi lebih baik daripada gagasan yang pertama dipikirkan atau menjadi
batu loncatan gagasan yang lebih baik. Utk masalah asam ini, inilah daftar penyelesaiannya :
a. Mengubah proses dengan proses yang tdk menghasilkan asam
b. Menyewa perusahaan lainnya utk membawa asam
c. Membuat penampungan raksasa yang dapat menampung hingga 10 tahun
d. Mengeluarkan limbah ke kolam evaporasi yang dibangun di lingkungan pabrik
e. Membuang limbah ke dalam danau berikutnya di sekitar pabrik tanpa pengolahan
f. Mengolah asam dan membuangnya ke dalam danau.
3. Evaluasi dan mengurutkan kemungkinan penyelesaian masalah :
a. Mengubah proses dengan proses yang tidak menghasilkan asam : Ini dimungkinkan,
tetapi pilihan proses belum diketahui atau sangat mahal. Untuk operasi kita, mari
katakan bahwa tidak ada proses pilihan lain yang diketahui. Sbg catatan, bahwa satu
diantara unsur penting dalam merancang proses yg modern adalah meminimalisasikan
dan dimana memungkinkan, mengeleminasi aliran limbah
b. Menyewa perusahaan lain untuk membawa limbah : Perusahaan lain yg mengolah dan
membuang asam seperti halnya pabrik kita telah mengerjakannya. Dan tambahan pula
biaya transportasi dan biayanya menjadi dibebankan kepada keuntungan perusahaan. Ini
nampaknya akan lebih murah kalau dikerjakan oleh kita sendiri. Untuk analisa ini,
katakanlah bahwa tidak banyak perusahaan yang dikenali.
c. Membangun tangki untuk penyimpanan sampai 10 tahun: Dibutuhkan volume tangki
11.600 L/jam x 24jami/hari x 365 hari/thn x 10 thn = 1 milyar liter
Perkirakan berapa banyak tangki yang diperlukan. Kalau tangki silinder berdiameter 10 m
dan tinggi 5 meter, maka volume 1 tangki :
Volume = /4 x D2H = 393 m3
Kalau diketahui 1000 L adalah 1 m3, kita akan mendapatkan 2587 tanki yang
diperlukan. Kita dapat memperkirakan perkiraan biaya pembangunan dan perawatan tanki
sebanyak ini, tapi instuisi kita mengatakan bahwa ini harga ygm mahal menjadi penghalang.
Lagi pula kita masih harus membuat lagi setelah 10 tahun beroperasi, sebagaimana
bangunan masih lebih banyak tanki. Demikian, penyimpanan limbah bukan solusi yang dapat
diterima dan tidak cocok dengan perspektif lingkungan.
d. Membuang limbah ke kolam evaporasi : Kolam evaporasi digunakan untuk mengentalkan
larutan limbah. Kita perlu kontruksi kolam, yang menjamin tidak ada asam yang bocor ke
air tanah. Tanah yang disediakan juga harus besar. Jika tempatnya terpisah dari pabrik,
akan mengeluarkan ongkos transportasi. Apabila temperatur mendekati atau dibawah
titik beku, laju evaporasi akan rendah dan tak dpt diprediksi selama beberapa waktu, dan
kolam perlu akumulasi selama 6 bulan limbah(50 jta liter) dan menguapkan dua kali
setahun rata-rata (23.300L) selama bulan-bulan yang panas. Studi tentang kecepatan
penguapan dan proses menyarankan bahwa kontruksi kolam lahan yang cukup besar ini
sangat mahal. Lagi pula Badan Kementrian Lingkungan mensyaratkan studi utk menjamin
bahwa jumlah asam yang ikut teruapkan bersama air ke udara tidak melebihi batas
ambang yang ditetapkan. Akhirnya, kita perlu membuang asam konsentrat hasil proses
penguapan
e. Membuang asam ke danau : Apabila asam dibuang langsung ke danau tanpa
pengolahan, maka danau akan mengalami perubahan keasaman, ini akan membunuh
kehidupan tanaman dan ikan. Sebagaimana akibatnya adalah bertentangan dg perasaan
kita tentang pertanggungjawaban lingkungan dan akan melanggar aturan dari
Departemen Lingkungan Hidup (Enviromental Protection Agency) USA dan standar
kualitas air, akibatnya akan kena denda berat dan tuntutan hukum. Oleh karena itu
rencana membuang lumbah langsung ke danau tidak dapat diterima.
f. Membuang limbah yang telah diolah ke danau
Kasus seperti di atas, tetapi memerlukan pengolahan limbah terlebih dahulu, misalnya
penambahan basa supaya aliran asam menjadi netral (netralisasi). Disamping itu perlu
pertimbangan temperatur akhir buangan ke danau, apabila limah lebih panas daripada
air danau. Jadi proses perlu juga pendinginan untuk mencapai temperatur yang
diinginkan. Salah satu kelebihan rencana ini adalah biaya pengoperasiannya lebih murah
dibandingkan dengan harus bayar fee kepada perusahaan pembuang limbah dan dapat
menutupi kerugian biaya fasilitas bangunan baru.
4. Mengembangkan rencana yang rinci dari penyelesaian masalah yang terbaik
Analisa berbagai pilihan (spt yang telah digambarkan di atas) dilaporkan singkat. Analisa lebih
dalam dan seksama umumnya harus diadakan. Andaikata bahwa analisa pendahuluan
menyarankan bahwa pilihan (f) adalah yang terbaik. Reaksi asam basa yang terjadi adalah
HCl + NaOH  H2O + NaCl
NaCl adalah termasuk golongan garam. Penambahan garam ini ke danau akan
mengakibatkan peningkatan salinitas danau. Diketahui bahwa garam termasuk golongan
padatan yang larut (disolved solid), kita mempunyai sedikit pekerjaan rumah utk
menemukan batas maksimum kelarutan padatan yang ditetapkan undang-undang. Contoh di
negara bagian Utah, aturan dlm dokumen Standar Kualitas Air Negara Bagian, bab R317 dari
Utah Administration Code, diperoleh kelarutan padatan yang diperbolehkan untuk aplikasi
pertanian adalah 1200 mg/L atau sama dengan 1,2 g/L. Berat atom NaCl adalah 23+35,5=
58,5 g/gmol. Maka batas ambang dalam satuan mol adlah
(1.2 g/L)/ (58,5 g/gmol) = 0,02 gmol/L
Apabila kita merencanakan mentralisasi asam yang mempunyai konsentrasi rata=rata 0,014
gmol/L, dan reaksi netralisasi akan menghasilkan satu mol garam per mol asam, jadi rata-rata
garam yang terbentuk tidak lebih besar dari 0,014 gmol/L.
Kita telah mempunyai konsep proses yang akan dikembangkan, selanjutnya kita
menggambarkan proses tsb dengan blok diagram atau diagram alir. Diasumsikan limbah HCl
ditampung dari pabrik dalm sebuah tangki. Hal ini adalah suatu yang tepat karena limbah HCl
keluar dari pabrik tidak tetap laju alirnya. NaOH ditampung pada tanki yang lainnya. Reaktor
diperlukan sebagai tempat reaksi Netralisasi.

HCl from
Manufacturing HCl Tank
Process

To Disposal

NaOH Tank

Neutralization
reactor

TUGAS : BUAT Kesimpulan dari Kode Etik Insinyur TK