Anda di halaman 1dari 28

Tanggal Praktikum : 22 November 2017

Tanggal Pengumpulan : 27 Desember 2017


Nama Asisten :Rosalina Ilmi Amalia
LAPORAN PRAKTIKUM
PENILAIAN SENSORI PANGAN
Uji Perbandingan Jamak

Kelompok 4A
Disusun Oleh :
Shafira Aulia Rahmah 240210150067

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS TEKONOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN
JATINANGOR
2017
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

I. TUJUAN
Praktikum pengujian perbandingan jamak dilakukan dengan tujuan sebagai
berikut :
 Mengetahui cara pengujian perbandingan jamak mulai dari persiapan,
penyajian, tabulasi data dan mengambil kesimpulan didasarkan pengujian
statistik
 Memberikan skala numerik pada masing-masing parameter sampel sesuai
dengan kesan yang diperoleh dari kriteria yang telah diberikan.
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

II. TEORI DASAR


Uji perbandingan jamak disebut juga multiple comparison. Uji ini pada
prinsipnya hampir sama dengan uji perbandingan pasangan. Jika pada uji
perbandingan pasangan hanya dua contoh yang disajikan maka pada uji
perbandingan jamak banyak contoh, yaitu tiga atau lebih contoh disuguhkan secara
bersamaan. Contoh pembanding dapat pula diberikan. Dalam pelaksanaannya
panelis diminta memberikan skor berdasarkan skala kelebihan, yaitu lebih baik atau
lebih buruk dan masing-masing contoh diberi skor. Pada umumnya, satu contoh
dijadikan sebagai kontrol dan contoh yang lain dievaluasi seberapa berbeda masing-
masing contoh dengan kontrol. Pada uji ini, panelis disajikan satu buah contoh baku
sebagai kontrol dan kemudian contoh dinilai dengan menggunakan skala yang
menunjukkan tingkat perbedaan sampai amat sangat berbeda. Data yang diperoleh
kemudian dianalisis dengan menggunakan anova (Setyaningsih, dkk., 2010).
Dalam uji perbandingan jamak digunakan tiga atau lebih contoh pembanding
yang mempunyai sifat hampir sama atau kalaupun berbeda kecil sekali. Misalnya
contoh pembanding itu berbeda pada tingkat bau atau ketajaman sama. Dapat pula
contoh-contoh baku tersebut tidak perlu dikenal sebelumnya karena disuguhkan
kesamaan dengan yang akan diuji.
Panelis diminta menunjukkan satu contoh dari contoh yang disuguhkan untuk
diminta menetapkan yang paling berbeda. Contoh B yang sangat berbeda dari suatu
kelompok A dianggap bukan kelompok A. Uji perbandingan jamak tidak cocok
untuk uji cicip karena terlalu banyak sampel disajikan sekaligus tetapi baik untuk
uji aroma dan uji penglihatan atau warna (Sofiah, 2008).
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

III. ALAT DAN BAHAN


3.1. Alat
 Sendok
 Gelas
 Piring
 Pisau
3.2. Bahan
Sampel Susu Murni
Kode Sampel
814 Ovaltine
404 Frisian Flag
730 Greenfields
115 Indomilk
546 Ultra
R Diamond
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

IV. PROSEDUR KERJA


1. Mengisi data yang berisis nama panelis, tanggal uji dan jenis bahan pada
format pengujian.
2. Membandingkan masing-masing contoh dengan pembanding (R) sesuai
skala perbandingan dan skala numerik.
Sangat lebih baik 7
Lebih baik 6
Agak lebih baik 5
Sama 4
Agak lebih buruk 3
Lebih buruk 2
Sangat lebih buruk 1
3. Memberi angka pada kolom bau, warna, kekentalan, rasa dan after taste
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

V. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


Pengujian pembanding digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan
sifat sensorik atau organoleptik antara dua sampel. Meskipun dapat saja disajikan
sejumlah sampel, tetapi selalu ada dua sampel yang dipertentangkan. Uji ini juga
digunakan untuk menilai pengaruh beberapa macam perlakuan modifikasi proses
atau bahan dalam pengolahan pangan suatu industri, atau untuk mengetahui adanya
perbedaan atau persamaan antara dua produk dari komoditi yang sama
(Kartika,1988).
Praktikum kali ini dilakukan uji perbandingan jamak. Pengujian ini dilakukan
dengan melakukan pengamatan meggunakan indera pencicip, pembau dan peraba
pada seluruh sampel yang telah disediakan kemudian panelis membandingkan
sampel dengan pembanding berdasarkan tingkat bau, warna, kerenyahan, rasa dan
after taste. Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah susu dengan berbagai
merk.

5.1 Bau
Aroma melibatkan bau, rasa, tekstur, temperatur dan nilai pH. Aroma atau
bau suatu makanan banyak menentukan kelezatan makanan tersebut. Pada
umumnya bau yang diterima oleh hidung dan otak lebih banyak merupakan
berbagai ramuan atau campuran empat bau utama yaitu harum, asam, tengik, dan
hangus (Winarno, 2002). Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh data sebagai
berikut.
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Perbandingan Jamak Parameter Bau Susu
Bau
NPM
KODE
115 546 814 404 730
51 5 3 4 4 5
52 5 3 5 4 4
53 6 4 3 6 5
54 4 2 3 3 3
55 2 2 6 5 3
56 3 3 6 4 4
57 4 3 2 5 5
58 2 1 3 2 2
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Bau
NPM
KODE
115 546 814 404 730
59 6 4 3 5 3
60 5 2 1 3 4
61 5 3 3 5 3
62 4 5 5 5 3
63 4 4 2 3 3
65 3 3 3 5 3
66 3 4 5 3 2
67 5 3 5 4 4
Jumlah 61 46 55 62 51
rata2 3,8125 2,875 3,4375 3,875 3,1875
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Data hasil pengamatan harus ditransformasikan agar dapat dilakukan


perhitungan data sampel menggunakan statistik. Transformasi data ini bertujuan
untuk menyeragamkan data. Berikut merupakan data hasil transformasi:
Tabel 2. Data Hasil Transformasi Uji Perbandingan Jamak Bau Susu
Bau
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total rata2 total2
51 2,35 1,87 2,12 2,12 2,35 10,80 2,16 116,72
52 2,35 1,87 2,35 2,12 2,12 10,80 2,16 116,72
53 2,55 2,12 1,87 2,55 2,35 11,44 2,29 130,79
54 2,12 1,58 1,87 1,87 1,87 9,31 1,86 86,77
55 1,58 1,58 2,55 2,35 1,87 9,93 1,99 98,56
56 1,87 1,87 2,55 2,12 2,12 10,53 2,11 110,96
57 2,12 1,87 1,58 2,35 2,35 10,26 2,05 105,34
58 1,58 1,22 1,87 1,58 1,58 7,84 1,57 61,45
59 2,55 2,12 1,87 2,35 1,87 10,76 2,15 115,73
60 2,35 1,58 1,22 1,87 2,12 9,14 1,83 83,60
61 2,35 1,87 1,87 2,35 1,87 10,30 2,06 106,15
62 2,12 2,35 2,35 2,35 1,87 11,03 2,21 121,61
63 2,12 2,12 1,58 1,87 1,87 9,57 1,91 91,50
65 1,87 1,87 1,87 2,35 1,87 9,83 1,97 96,60
66 1,87 2,12 2,35 1,87 1,58 9,79 1,96 95,83
67 2,35 1,87 2,35 2,12 2,12 10,80 2,16 116,72
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Bau
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total rata2 total2
Jumlah 34,09 29,89 32,21 34,17 31,78 162,14 32,43 1655,06
rata2 2,13 1,87 2,01 2,14 1,99
2
jumlah 1161,79 893,68 1037,69 1167,62 1009,90 5270,69
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Data yang telah ditransformasi kemudian dilakukan analisis statistik
menggunakan tabel sidik ragam dan Uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil
perhitungan statistik susu pada parameter bau dapat dilihat pada perhitungan
dibawah ini.

(∑ X)2 (162,14)2
𝐅𝐊 = (∑ panelis x ∑ sampel )
= =328,63
(16x5)

1665,06
𝐉𝐊 𝐏𝐚𝐧𝐞𝐥𝐢𝐬 = – FK
5
= 2,39

5270,69
𝐉𝐊 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐞𝐥 = FK
16
= 0,79

𝐉𝐊 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 = (2,352 + … + 2,122 ) − FK = 7,37

𝐉𝐊 𝐆𝐚𝐥𝐚𝐭 = JK Total − (JK Panelis + JK Sampel)

= 7,37 − (2,39 + 0,79) = 4,20


Berikut merupakan tabel sidik ragam untuk uji perbandingan jamak terhadap
bau susu:
Tabel 3. Sidik Ragam Uji Perbandingan Jamak Parameter Bau Susu
SR DB JK KT Fh F05
Panelis 15 2,39 0,16 2,28 1,84
Sampel 4 0,79 0,20 2,83 2,53
Galat 60 4,20 0,07
Total 79 7,37
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Kesimpulan:
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Fpanelis 0.5 > Fhit : tidak signifikan, artinya ada keragaman diantara panelis atau
panelis tidak homogen, persepsinya tidak sama.
Fsampel 0.5 > Fhit : tidak signifikan, artinya ada keragaman diantara sampel yang diuji
atau sampel yang diuji tidak homogen.
Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada tabel sidik ragam menunjukan
bahwa nilai Fhitung sampel lebih besar dari Ftabel. Nilai tersebut menunjukkan
bahwa terdapat keragaman diantara panelis, panelis menyatakan kelima sampel
yang diuji berbeda nyata. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan uji
lanjutan untuk mengetahui perbedaan kelima sampel tersebut. Uji lanjutan tersebut
berupa uji Duncan taraf 5%.
Rata-rata sampel hasil data transformasi disusun dari yang terendah hingga
tertinggi:
404
Kode 546 730 814 115
Frisian
Sampel Ultra Greenfields Ovaltine Indomilk
Flag
Rata-rata 1,87 1,99 2,01 2,13 2,14

𝐾𝑇𝐺𝑎𝑙𝑎𝑡 0,07
Sx = √∑ 𝑝𝑎𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 = √ 16 = 0,066
SSR dari tabel Duncan
LSR = Sx xSSR = 0,066 x SSR
Lakukan pengurangan pada setiap rata-rata perlakuan, apabila selisih lebih kecil
daripada rata-rata perlakuan maka beri garis.
SSR 2,83 2,98 3,08 3,14
LSR 0,19 0,20 0,20 0,21

Kode
546 730 814 115 404
sampel
rata-rata 1,87 1,99 2,01 2,13 2,14 Selisih
a 1,93
1,93
b 1,82
1,80

Tabel 4. Perbandingan Jamak Bau Susu


Nama Sampel Kode Sampel Rata-rata Mutu
Ultra 546 2,875 b
Greenfields 730 3,1875 ab
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Nama Sampel Kode Sampel Rata-rata Mutu


Ovaltine 814 3,4375 ab
Indomilk 115 3,8125 a
Frisian Flag 404 3,875 a
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Hasil uji perbandingan jamak terhadap bau menunjukkan bahwa sampel yang
memiliki huruf mutu yang sama bersifat sama atau memiliki bau yang tidak berbeda
nyata. Susu Frisian Flag dan Susu Indomilk memiliki bau yang sama, meskipun bau
Susu Frisian Flag yang lebih mirip dengan R (standar) yaitu Susu Diamond. Susu
Ovaltine dan Susu Greenfields memiliki bau yang hampir mirip dengan ketiga
produk lainnya. Bau Susu Ultra hampir mendekati produk Susu Ovaltine dan Susu
Greenfields namun panelis menganggap bau Susu Ultra paling jauh dengan bau
Susu Standar (Diamond).
Bau pada susu coklat, yaitu bau khas coklat. Bau pada susu merupakan sifat
organoleptik yang perlu diperhatikan, karena kualitas dari susu pertama kali dapat
dideteksi dari baunya. Apakah susu tersebut sudah tengik atau masih layak
dikonsumsi.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi sensori penciuman manusia
terhadap aroma. Menurut Meilgaard et al. (1999), aroma produk terdeteksi ketika
volatil yang memasuki rongga hidung dan dirasakan oleh sistem penciuman, dan
jumlah senyawa volatil yang lepas dari suatu produk dipengaruhi oleh suhu dan
sifat senyawa. Molekul berbau harus ditrasmisikan oleh gas yang dapat berupa
atmosfer, uap air atau gas industri, dan intensitas bau yang dirasakan ditentukan
oleh proporsi gas tersebut yang datang ke dalam kontak dengan reseptor penciuman
pengamat (Laing, 1983).

5.2 Warna
Warna merupakan atribut utama pada penampakan produk pangan dan
merupakan karakteristik yang penting pada kualitasnya. Beberapa alasan mengenai
keutamaannya adalah warna digunakan sebagai standar dari suatu produk,
penggunaannya sebagai penentu kualitas, warna juga digunakan sebagai indikator
kerusakan biologis dan/atau fisikokimia, dan penggunaan warna untuk
memprediksi karakteristik parameter kualitas lainnya (Clysdale, 1998).
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Tabel 5. Hasil Pengamatan Uji Perbandingan Jamak Parameter Warna Susu


Warna
NPM
KODE
115 546 814 404 730
51 4 4 3 5 4
52 4 3 2 4 5
53 6 3 2 6 5
54 6 3 2 6 4
55 2 3 1 5 7
56 5 3 3 6 2
57 3 5 2 3 5
58 5 3 2 3 2
59 6 3 2 3 3
60 3 5 2 3 4
61 5 4 2 3 3
62 7 3 6 4 2
63 5 2 3 6 5
65 4 3 4 4 4
66 4 3 2 5 3
67 4 3 2 4 5
Jumlah 69 49 37 65 59
Rata 2 4,3125 3,0625 2,3125 4,0625 3,6875
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Data hasil pengamatan harus ditransformasikan agar dapat dilakukan
perhitungan data sampel menggunakan statistik. Transformasi data ini bertujuan
untuk menyeragamkan data. Berikut merupakan data hasil transformasi:
Tabel 6. Data Hasil Transformasi Uji Perbandingan Jamak Warna Susu
Warna
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total Rata2 total2
51 2,12 2,12 1,87 2,35 2,12 10,58 2,12 111,94
52 2,12 1,87 1,58 2,12 2,35 10,04 2,01 100,80
53 2,55 1,87 1,58 2,55 2,35 10,90 2,18 118,73
54 2,55 1,87 1,58 2,55 2,12 10,67 2,13 113,90
55 1,58 1,87 1,22 2,35 2,74 9,76 1,95 95,27
56 2,35 1,87 1,87 2,55 1,58 10,22 2,04 104,40
57 1,87 2,35 1,58 1,87 2,35 10,01 2,00 100,26
58 2,35 1,87 1,58 1,87 1,58 9,25 1,85 85,55
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Warna
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total Rata2 total2
59 2,55 1,87 1,58 1,87 1,87 9,74 1,95 94,93
60 1,87 2,35 1,58 1,87 2,12 9,79 1,96 95,83
61 2,35 2,12 1,58 1,87 1,87 9,79 1,96 95,83
62 2,74 1,87 2,55 2,12 1,58 10,86 2,17 117,97
63 2,35 1,58 1,87 2,55 2,35 10,69 2,14 114,32
65 2,12 1,87 2,12 2,12 2,12 10,36 2,07 107,25
66 2,12 1,87 1,58 2,35 1,87 9,79 1,96 95,83
67 2,12 1,87 1,58 2,12 2,35 10,04 2,01 100,80
Jumlah 35,70 31,09 27,32 35,07 33,31 162,49 32,50 1653,59
Rata 2 2,23 1,94 1,71 2,19 2,08
jumlah 2 1274,30 966,79 746,35 1230,12 1109,28 5326,85
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Data yang telah ditransformasi kemudian dilakukan analisis statistik
menggunakan tabel sidik ragam dan Uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil
perhitungan statistik susu pada parameter warna dapat dilihat pada perhitungan
dibawah ini.

(∑ X)2 (162,49)2
𝐅𝐊 = (∑ panelis x ∑ sampel )
= =330,03
(16x5)

1653,59
𝐉𝐊 𝐏𝐚𝐧𝐞𝐥𝐢𝐬 = – FK
5
= 0,68

5326,85
𝐉𝐊 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐞𝐥 = − FK
16
= 2,89

𝐉𝐊 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 = (2,122 + … + 2,352 ) − FK = 8,97

𝐉𝐊 𝐆𝐚𝐥𝐚𝐭 = JK Total − (JK Panelis + JK Sampel)

= 8,97 − (0,68 + 2,89) = 5,39


Berikut merupakan tabel sidik ragam untuk uji perbandingan jamak terhadap
warna susu:
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Tabel 7. Sidik Ragam Uji Perbandingan Jamak Parameter Warna Susu


SR DB JK KT Fh F05
Panelis 15 0,68 0,05 0,51 1,84
Sampel 4 2,89 0,72 8,06 2,53
Galat 60 5,39 0,09
Total 79 8,97
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Kesimpulan:
Fpanelis 0.5 < Fhit : signifikan, artinya tidak ada keragaman diantara panelis atau
panelis homogen, persepsinya sama.
Fsampel 0.5 > Fhit : tidak signifikan, artinya ada keragaman diantara sampel yang diuji
atau sampel yang diuji tidak homogen.
Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada tabel sidik ragam menunjukan
bahwa nilai Fhitung sampel lebih besar dari Ftabel. Nilai tersebut menunjukkan
bahwa terdapat keragaman diantara panelis, panelis menyatakan kelima sampel
yang diuji berbeda nyata. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan uji
lanjutan untuk mengetahui perbedaan kelima sampel tersebut. Uji lanjutan tersebut
berupa uji Duncan taraf 5%.
Rata-rata sampel hasil data transformasi disusun dari yang terendah hingga
tertinggi:
404
Kode 814 546 730 115
Frisian
Sampel Ovaltine Ultra Greenfields Indomilk
Flag
Rata-rata 1,71 1,94 2,08 2,19 2,23

𝐾𝑇𝐺𝑎𝑙𝑎𝑡 0,09
Sx = √∑ 𝑝𝑎𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 = √ 16 = 0,075
SSR dari tabel Duncan
LSR = Sx xSSR = 0,075 x SSR
Lakukan pengurangan pada setiap rata-rata perlakuan, apabila selisih lebih kecil
daripada rata-rata perlakuan maka beri garis.
SSR 2,83 2,98 3,08 3,14
LSR 0,21 0,22 0,23 0,24
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Kode
814 546 730 404 115
sampel
rata-rata 1,71 1,94 2,08 2,19 2,23 Selisih
a 2,00
1,96
b 1,86
1,73
 c

Tabel 8. Perbandingan Jamak Warna Susu


Nama Sampel Kode Sampel Rata-rata Mutu
Ovaltine 814 2,3125 c
Ultra 546 3,0625 b
Greenfields 730 3,6875 ab
Frisian Flag 404 4,0625 a
Indomilk 115 4,3125 a
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Hasil uji perbandingan jamak terhadap warna menunjukkan bahwa sampel


yang memiliki huruf mutu yang sama bersifat sama atau memiliki warna yang tidak
berbeda nyata. Susu Frisian Flag dan Susu Indomilk memiliki warna yang sama,
meskipun warna Susu Indomilk yang lebih mirip dengan warna Susu Standar
(Diamond). Warna Susu Greenfields memiliki warna yang hampir mirip dengan
ketiga produk lainnya. Warna Susu Ultra hampir mendekati produk Susu
Greenfields. Susu Ovaltine memiliki nilai yang berbeda sendiri dibandingkan
keempat produk lainnya, artinya susu Ovaltine dari segi warna sangat berbeda
dengan susu standar yaitu Susu Diamond.
Warna merupakan salah satu faktor sensori yang dipakai oleh manusia untuk
menilai suatu produk atau keadaan lingkungan. Warna dalam makanan dapat
berasal dari warna alami makanan itu sendiri atau dari bahan pewarna yang
ditambahkan ke dalam makanan tersebut, baik untuk mewarnai makanan yang
tadinya tidak berwarna, untuk meningkatkan warna makanan supaya lebih menarik,
atau supaya warna makanan kembali seperti warna aslinya (Koswara, 2006).
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

5.3 Kekentalan
Kekentalan susu diamati untuk menentukkan susu mana yang memiliki
kekentalan yang hampir sama dengan R (Standar) oleh 16 panelis. Berikut hasil
pengamatan pada kekentalan lima sampel susu yang disajikan.
Tabel 9. Hasil Pengamatan Uji Perbandingan Jamak Kekentalan Susu
Kekentalan
NPM
KODE
115 546 814 404 730
51 4 3 4 4 4
52 4 3 4 4 4
53 6 5 6 7 4
54 5 3 3 5 4
55 4 3 5 5 6
56 6 4 6 5 3
57 4 3 6 5 3
58 4 4 5 5 5
59 6 4 3 3 3
60 5 3 6 5 4
61 5 4 3 5 4
62 6 4 4 6 6
63 4 4 4 5 4
65 4 3 3 5 3
66 3 3 3 5 4
67 4 3 4 4 4
Jumlah 70 53 65 74 61
rata2 4,375 3,3125 4,0625 4,625 3,8125
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Data hasil pengamatan harus ditransformasikan agar dapat dilakukan
perhitungan data sampel menggunakan statistik. Transformasi data ini bertujuan
untuk menyeragamkan data. Berikut merupakan data hasil transformasi:
Tabel 10. Data Hasil Transformasi Uji Perbandingan Jamak Kekentalan Susu

Kekentalan
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total rata2 total2
51 2,12 1,87 2,12 2,12 2,12 10,36 2,07 107,25
52 2,12 1,87 2,12 2,12 2,12 10,36 2,07 107,25
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Kekentalan
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total rata2 total2
53 2,55 2,35 2,55 2,74 2,12 12,30 2,46 151,39
54 2,35 1,87 1,87 2,35 2,12 10,55 2,11 111,37
55 2,12 1,87 2,35 2,35 2,55 11,23 2,25 126,16
56 2,55 2,12 2,55 2,35 1,87 11,44 2,29 130,79
57 2,12 1,87 2,55 2,35 1,87 10,76 2,15 115,73
58 2,12 2,12 2,35 2,35 2,35 11,28 2,26 127,20
59 2,55 2,12 1,87 1,87 1,87 10,28 2,06 105,75
60 2,35 1,87 2,55 2,35 2,12 11,23 2,25 126,16
61 2,35 2,12 1,87 2,35 2,12 10,80 2,16 116,72
62 2,55 2,12 2,12 2,55 2,55 11,89 2,38 141,40
63 2,12 2,12 2,12 2,35 2,12 10,83 2,17 117,30
65 2,12 1,87 1,87 2,35 1,87 10,08 2,02 101,59
66 1,87 1,87 1,87 2,35 2,12 10,08 2,02 101,59
67 2,12 1,87 2,12 2,12 2,12 10,36 2,07 107,25
Jumlah 36,08 31,91 34,85 36,97 34,02 173,83 34,77 1894,89
rata2 2,25 1,99 2,18 2,31 2,13
2
jumlah 1301,41 1018,29 1214,47 1367,15 1157,32 6058,63
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Data yang telah ditransformasi kemudian dilakukan analisis statistik
menggunakan tabel sidik ragam dan Uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil
perhitungan statistik susu pada parameter kekentalan dapat dilihat pada perhitungan
dibawah ini.

(∑ X)2 (173,83)2
𝐅𝐊 = (∑ panelis x ∑ sampel )
= =377,71
(16x5)

1894,89
𝐉𝐊 𝐏𝐚𝐧𝐞𝐥𝐢𝐬 = – FK
5
= 1,27

6058,63
𝐉𝐊 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐞𝐥 = − FK
16
= 0,96

𝐉𝐊 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 = (2,122 + … + 2,122 ) − FK = 4,29


Shafira Aulia Rahmah
240210150067

𝐉𝐊 𝐆𝐚𝐥𝐚𝐭 = JK Total − (JK Panelis + JK Sampel)


= 4,29 − (1,27 + 0,96) = 2,06
Berikut merupakan tabel sidik ragam untuk uji perbandingan jamak terhadap
kekentalan susu:
Tabel 11. Sidik Ragam Uji Perbandingan Jamak Kekentalan Susu
SR DB JK KT Fh F05
Panelis 15 1,27 0,08 2,46 1,84
Sampel 4 0,96 0,24 6,95 2,53
Galat 60 2,06 0,03
Total 79 4,29
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Kesimpulan:
Fpanelis 0.5 > Fhit : tidak signifikan, artinya ada keragaman diantara panelis atau
panelis tidak homogen, persepsinya tidak sama.
Fsampel 0.5 > Fhit : tidak signifikan, artinya tidak ada keragaman diantara sampel yang
diuji atau sampel yang diuji homogen.
Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada tabel sidik ragam menunjukan
bahwa nilai Fhitung sampel lebih besar dari Ftabel. Nilai tersebut menunjukkan
bahwa terdapat keragaman diantara panelis, panelis menyatakan kelima sampel
yang diuji berbeda nyata. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan uji
lanjutan untuk mengetahui perbedaan kelima sampel tersebut. Uji lanjutan tersebut
berupa uji Duncan taraf 5%.
Rata-rata sampel hasil data transformasi disusun dari yang terendah hingga
tertinggi:
404
Kode 546 730 814 115
Frisian
Sampel Ultra Greenfields Ovaltine Indomilk
Flag
Rata-rata 1,99 2,13 2,18 2,25 2,31

𝐾𝑇𝐺𝑎𝑙𝑎𝑡 0,03
Sx = √∑ 𝑝𝑎𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 = √ 16 = 0,046
SSR dari tabel Duncan
LSR = Sx xSSR = 0,046 x SSR
Lakukan pengurangan pada setiap rata-rata perlakuan, apabila selisih lebih kecil
daripada rata-rata perlakuan maka beri garis.
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

SSR 2,83 2,98 3,08 3,14


0,13 0,14 0,14 0,15
LSR

Kode
546 730 814 115 404
sampel
rata-rata 1,99 2,13 2,18 2,25 2,31 Selisih
a 2,17
b 2,11
2,04
c 1,99

Tabel 12. Perbandingan Jamak Kekentalan Susu


Nama Sampel Kode Sampel Rata-rata Mutu
Ultra 546 3,3125 c
Greenfields 730 3,8125 bc
Ovaltine 814 4,0625 ab
Indomilk 115 4,375 ab
Frisian Flag 404 4,625 a
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Hasil uji perbandingan jamak terhadap kekentalan menunjukkan bahwa


sampel yang memiliki huruf mutu yang sama bersifat sama atau memiliki
kekentalan yang tidak berbeda nyata. Susu Frisian Flag memiliki kekentalan yang
paling mirip dengan kekentalan Susu Standar (Diamond). Kekentalan Susu
Indomilk dan Susu Ovaltine memiliki kekentalan yang hampir mirip dengan Susu
Frisian Flag. Kekentalan Susu Greenfileds hampir mendekati produk Susu Ovaltine
dan Susu Indomilk. Sedangkan Susu Ultra memiliki nilai yang berbeda sendiri
dibandingkan keempat produk lainnya, artinya susu Ultra dari segi kekentalan
sangat berbeda dengan susu standar yaitu Susu Diamond.
Kekentalan pada produk susu diakibatkan oleh komponen terlarut
didalamnya. Viskositas atau kekentalan merupakan sifat fisik susu yang
dipengaruhi oleh komposisi susu, nilai protein, lemak susu, laktosa, dan mineral.
Perbedaan viskositas susu cair disebabkan juga oleh perbedaan berat jenisnya.
Semakin tinggi viskositas susu, maka semakin banyak jumlah padatan di dalam
susu yang akan meningkatkan berat jenis susu (Susilorini, 2006). Kekentalan susu
sangat menentukan kualitas dari produk dan juga mempengaruhi penerimaan
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

konsumen terhadap suatu produk. Oleh karena itu, kekentalan merupakan salah satu
mutu organoleptik yang paling penting.

5.4 Rasa
Rasa merupakan campuran dari tanggapan cicip dan bau. Menurut Winarno
(2002) rasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu senyawa kimia, suhu,
konsentrasi, dan interaksi dengan komponen rasa yang lain. Cita rasa dari bahan
pangan sesungguhnya terdiri dari tiga komponen yaitu: bau, rasa, dan ransangan
mulut (Rampengan et al., 1985). Berikut adalah data hasil uji hedonik dari 16
panelis terhadap rasa susu.
Tabel 13. Hasil Pengamatan Uji Perbandingan Jamak Rasa Susu

Rasa
NPM
KODE
115 546 814 404 730
51 3 6 2 6 5
52 3 6 2 6 5
53 6 2 2 5 4
54 3 4 5 4 4
55 2 3 2 6 4
56 3 3 3 4 2
57 3 6 1 2 4
58 5 1 3 3 3
59 6 4 3 5 2
60 3 5 2 3 4
61 3 3 1 3 1
62 5 3 5 6 4
63 3 2 1 2 3
65 4 3 3 3 3
66 3 2 5 2 3
67 3 6 2 6 5
Jumlah 55 53 40 60 51
rata2 3,4375 3,3125 2,5 3,75 3,1875
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

Data hasil pengamatan harus ditransformasikan agar dapat dilakukan


perhitungan data sampel menggunakan statistik. Transformasi data ini bertujuan
untuk menyeragamkan data. Berikut merupakan data hasil transformasi:
Tabel 14. Data Hasil Transformasi Uji Perbandingan Jamak Rasa Susu
Rasa
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total rata2 total2
51 1,87 2,55 1,58 2,55 2,35 10,90 2,18 118,73
52 1,87 2,55 1,58 2,55 2,35 10,90 2,18 118,73
53 2,55 1,58 1,58 2,35 2,12 10,18 2,04 103,60
54 1,87 2,12 2,35 2,12 2,12 10,58 2,12 111,94
55 1,58 1,87 1,58 2,55 2,12 9,70 1,94 94,17
56 1,87 1,87 1,87 2,12 1,58 9,31 1,86 86,77
57 1,87 2,55 1,22 1,58 2,12 9,35 1,87 87,38
58 2,35 1,22 1,87 1,87 1,87 9,18 1,84 84,32
59 2,55 2,12 1,87 2,35 1,58 10,47 2,09 109,58
60 1,87 2,35 1,58 1,87 2,12 9,79 1,96 95,83
61 1,87 1,87 1,22 1,87 1,22 8,06 1,61 65,00
62 2,35 1,87 2,35 2,55 2,12 11,23 2,25 126,16
63 1,87 1,58 1,22 1,58 1,87 8,13 1,63 66,08
65 2,12 1,87 1,87 1,87 1,87 9,60 1,92 92,25
66 1,87 1,58 2,35 1,58 1,87 9,25 1,85 85,55
67 1,87 2,55 1,58 2,55 2,35 10,90 2,18 118,73
Jumlah 32,20 32,11 27,68 33,91 31,63 157,53 31,51 1564,78
rata2 2,01 2,01 1,73 2,12 1,98
jumlah 2 1036,85 1030,94 766,18 1149,71 1000,70 4984,38
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Data yang telah ditransformasi kemudian dilakukan analisis statistik
menggunakan tabel sidik ragam dan Uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil
perhitungan statistik susu pada parameter rasa dapat dilihat pada perhitungan
dibawah ini.

(∑ X)2 (157,53)2
𝐅𝐊 = (∑ panelis x ∑ sampel )
= =310,195
(16x5)

1546,78
𝐉𝐊 𝐏𝐚𝐧𝐞𝐥𝐢𝐬 = – FK
5
= 2,76
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

4984,38
𝐉𝐊 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐞𝐥 = − FK
16
= 1,33

𝐉𝐊 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 = (1,87 + … + 2,352 ) − FK = 10,81

𝐉𝐊 𝐆𝐚𝐥𝐚𝐭 = JK Total − (JK Panelis + JK Sampel)

= 10,81 − (2,76 + 1,33) = 6,71


Berikut merupakan tabel sidik ragam untuk uji perbandingan jamak terhadap
rasa susu:
Tabel 15. Sidik Ragam Uji Perbandingan Jamak Rasa Susu
SR DB JK KT Fh F05
Panelis 15 2,76 0,18 1,64 1,84
Sampel 4 1,33 0,33 2,97 2,53
Galat 60 6,71 0,11
Total 79 10,81
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Kesimpulan:
Fpanelis 0.5 < Fhit : signifikan, artinya tidak ada keragaman diantara panelis atau
panelis homogen, persepsinya sama.
Fsampel 0.5 > Fhit : tidak signifikan, artinya tidak ada keragaman diantara sampel yang
diuji atau sampel yang diuji homogen.
Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada tabel sidik ragam menunjukan
bahwa nilai Fhitung sampel lebih besar dari Ftabel. Nilai tersebut menunjukkan
bahwa terdapat keragaman diantara panelis, panelis menyatakan kelima sampel
yang diuji berbeda nyata. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan uji
lanjutan untuk mengetahui perbedaan kelima sampel tersebut. Uji lanjutan tersebut
berupa uji Duncan taraf 5%.
Rata-rata sampel hasil data transformasi disusun dari yang terendah hingga
tertinggi:
404
Kode 814 730 546 115
Frisian
Sampel Ovaltine Greenfields Ultra Indomilk
Flag
1,98 2,01 2,01 2,12
Rata-rata 1,73
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

𝐾𝑇𝐺𝑎𝑙𝑎𝑡 0,11
Sx = √∑ 𝑝𝑎𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 = √ 16 = 0,083
SSR dari tabel Duncan
LSR = Sx xSSR = 0,083 x SSR
Lakukan pengurangan pada setiap rata-rata perlakuan, apabila selisih lebih kecil
daripada rata-rata perlakuan maka beri garis.
SSR 2,83 2,98 3,08 3,14
LSR 0,24 0,25 0,26 0,26

Kode
814 730 546 115 404
sampel
rata-rata 1,73 1,98 2,01 2,01 2,12 Selisih
a 1,86
1,75
1,76
1,74
 b

Tabel 16. Perbandingan Jamak Rasa Susu


Nama Sampel Kode Sampel Rata-rata Mutu
Ovaltine 814 2,5 b
Greenfields 730 3,1875 a
Ultra 546 3,3125 a
Indomilk 115 3,4375 a
Frisian Flag 404 3,75 a
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Hasil uji perbandingan jamak terhadap kekentalan menunjukkan bahwa


sampel yang memiliki huruf mutu yang sama bersifat sama atau memiliki rasa yang
tidak berbeda nyata. Susu Frisian Flag, Susu Indomilk, Susu Ultra, dan Susu
Greenfields memiliki rasa yang sama. Namun Susu Frisian Flag yang memiliki rasa
yang paling mirip atau mendekati dengan rasa Susu Standar (Diamond). Sedangkan
Susu Ovaltine memiliki nilai yang berbeda sendiri dibandingkan keempat produk
lainnya, artinya Susu Ovaltine dari segi rasa sangat berbeda dengan susu standar
yaitu Susu Diamond.
Rasa susu dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan yang
terlibat dalam produksi susu, termasuk genetika sapi, kondisi fisik dan fisiologis
sapi, jenis pakan yang dikonsumsi oleh sapi, lingkungan di sekitar sapi dan daerah
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

pemerahan, serta perubahan biologi, kimia dan enzimatik dalam susu selama
produksi dan distribusi (Franklin, 1951 dikutip oleh He, 2012). Menurut Al-Attabi
et al. (2009), komposisi rasa pada susu adalah kompleks, setidaknya 400 senyawa
volatil telah dilaporkan ada pada susu. Senyawa tersebut berasal dari kelas yang
berbeda: asam, lakton, keton, furan, senyawa mengandung N (misalnya pirazin),
senyawa sulfur, karbonil, alkohol, ester, serta hidrokarbon alifatik dan aromatik.

5.5 After Taste


After taste adalah kesan yang masih dapat dirasakan atau ditimbulkan
kemudian setelah rangsangan diberikan, karena beberapa jenis makanan masih
menyisakan kesan walaupun makanan itu sudah ditelan. After taste ini
menggambarkan kesan yang lama dapat dirasakan, walaupun rangsangan sudah
tidak diberikan.
Tabel 17. Hasil Pengamatan Uji Perbandingan Jamak After Taste Susu

After Taste
NPM
KODE
115 546 814 404 730
51 3 3 2 5 5
52 3 3 2 5 5
53 4 3 2 3 3
54 4 4 4 4 4
55 3 3 1 5 6
56 3 3 5 3 2
57 5 3 4 3 4
58 4 1 3 4 3
59 4 3 3 3 3
60 3 5 1 5 4
61 4 4 2 3 1
62 6 2 3 3 4
63 3 4 2 4 2
65 4 3 3 5 3
66 3 2 4 2 3
67 3 3 2 5 5
Jumlah 56 46 41 57 52
rata2 3,5 2,875 2,5625 3,5625 3,25
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)


Data hasil pengamatan harus ditransformasikan agar dapat dilakukan
perhitungan data sampel menggunakan statistik. Transformasi data ini bertujuan
untuk menyeragamkan data. Berikut merupakan data hasil transformasi:
Tabel 18. Data Hasil Transformasi Uji Perbandingan Jamak After Taste Susu
After Taste
NPM
KODE
115 546 814 404 730 total rata2 total2
51 1,87 1,87 1,58 2,35 2,35 10,01 2,00 100,26
52 1,87 1,87 1,58 2,35 2,35 10,01 2,00 100,26
53 2,12 1,87 1,58 1,87 1,87 9,31 1,86 86,77
54 2,12 2,12 2,12 2,12 2,12 10,61 2,12 112,50
55 1,87 1,87 1,22 2,35 2,55 9,86 1,97 97,24
56 1,87 1,87 2,35 1,87 1,58 9,54 1,91 90,99
57 2,35 1,87 2,12 1,87 2,12 10,33 2,07 106,70
58 2,12 1,22 1,87 2,12 1,87 9,21 1,84 84,81
59 2,12 1,87 1,87 1,87 1,87 9,60 1,92 92,25
60 1,87 2,35 1,22 2,35 2,12 9,91 1,98 98,15
61 2,12 2,12 1,58 1,87 1,22 8,92 1,78 79,55
62 2,55 1,58 1,87 1,87 2,12 9,99 2,00 99,87
63 1,87 2,12 1,58 2,12 1,58 9,28 1,86 86,04
65 2,12 1,87 1,87 2,35 1,87 10,08 2,02 101,59
66 1,87 1,58 2,12 1,58 1,87 9,03 1,81 81,46
67 1,87 1,87 1,58 2,35 2,35 10,01 2,00 100,26
Jumlah 32,59 29,93 28,13 33,24 31,81 155,70 31,14 1518,71
rata2 2,04 1,87 1,76 2,08 1,99
jumlah 2 1062,06 896,02 791,23 1104,99 1011,98 4866,28
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Data yang telah ditransformasi kemudian dilakukan analisis statistik
menggunakan tabel sidik ragam dan Uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil
perhitungan statistik susu pada parameter after taste dapat dilihat pada perhitungan
dibawah ini.

(∑ X)2 (155,70)2
𝐅𝐊 = (∑ panelis x ∑ sampel )
= = 303,05
(16x5)

1518,71
𝐉𝐊 𝐏𝐚𝐧𝐞𝐥𝐢𝐬 = – FK
5
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

= 0,69

4866,28
𝐉𝐊 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐞𝐥 = − FK
16
= 1,09

𝐉𝐊 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 = (1,87 + … + 2,352 ) − FK = 6,95

𝐉𝐊 𝐆𝐚𝐥𝐚𝐭 = JK Total − (JK Panelis + JK Sampel)


= 6,95 − (0,69 + 1,09) = 5,16
Berikut merupakan tabel sidik ragam untuk uji perbandingan jamak terhadap
after taste susu:
Tabel 19. Sidik Ragam Uji Perbandingan Jamak After Taste Susu
SR DB JK KT Fh F05
Panelis 15 0,69 0,05 0,54 1,84
Sampel 4 1,09 0,27 3,17 2,53
Galat 60 5,16 0,09
Total 79 6,95
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Kesimpulan:
Fpanelis 0.5 < Fhit : signifikan, artinya tidak ada keragaman diantara panelis atau
panelis homogen, persepsinya sama.
Fsampel 0.5 > Fhit : tidak signifikan, artinya tidak ada keragaman diantara sampel yang
diuji atau sampel yang diuji homogen.
Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada tabel sidik ragam menunjukan
bahwa nilai Fhitung sampel lebih besar dari Ftabel. Nilai tersebut menunjukkan
bahwa terdapat keragaman diantara panelis, panelis menyatakan kelima sampel
yang diuji berbeda nyata. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan uji
lanjutan untuk mengetahui perbedaan kelima sampel tersebut. Uji lanjutan tersebut
berupa uji Duncan taraf 5%.
Rata-rata sampel hasil data transformasi disusun dari yang terendah hingga
tertinggi:
404
Kode 814 546 730 115
Frisian
Sampel Ovaltine Ultra Greenfields Indomilk
Flag
1,87 1,99 2,04 2,08
Rata-rata 1,76
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

𝐾𝑇𝐺𝑎𝑙𝑎𝑡 0,09
Sx = √∑ 𝑝𝑎𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 = √ 16 = 0,07
SSR dari tabel Duncan
LSR = Sx xSSR = 0,07 x SSR
Lakukan pengurangan pada setiap rata-rata perlakuan, apabila selisih lebih kecil
daripada rata-rata perlakuan maka beri garis.
SSR 2,83 2,98 3,08 3,14
LSR 0,21 0,22 0,23 0,23

Kode
814 546 730 115 404
sampel
rata-rata 1,76 1,87 1,99 2,04 2,08 Selisih
a 1,85
1,81
1,77
b 1,66

Tabel 16. Perbandingan Jamak After Taste Susu


Nama Sampel Kode Sampel Rata-rata Mutu
Ovaltine 814 2,5625 b
Ultra 546 2,875 ab
Greenfields 730 3,25 a
Indomilk 115 3,5 a
Frisian Flag 404 3,5625 a
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Hasil uji perbandingan jamak terhadap after taste menunjukkan bahwa


sampel yang memiliki huruf mutu yang sama bersifat sama atau memiliki
kekentalan yang tidak berbeda nyata. Susu Frisian Flag, Susu Indomilk, dan Susu
Greenfields memiliki after taste yang sama. Namun susu Frisian flag yang paling
mirip atau mendekati dengan after taste Susu Standar (Diamond). After taste Susu
Ultra hampir mirip dengan Susu Frisian Flag, Susu Indomilk, dan Susu Greenfields.
After taste yang paling berbeda dengan Susu Standar (Diamond) dibandingkan
keempat sampel lainnya adalah susu Ovaltine.
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

VI. KESIMPULAN
Berdasarkan uji perbandingan jamak, didapatkan kesimpulan:
1. Uji perbandingan jamak pada aspek penilaian seperti bau, warna,
kekentalan, rasa, dan after taste memiliki nilai Fh sampel > F 0,5.
2. Berdasarkan hasil uji perbandingan jamak yang di lakukan terhadap semua
parameter yang diuji, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nyata
antara semua sampel yang disajikan.
3. Berdasarkan uji lanjutan yaitu uji Duncan pada taraf 5%, didapat bahwa
bau susu yang paling sama atau mendekati dengan R menurut panelis
dibandingkan sampel yang lainnya adalah Susu Frisian Flag
4. Berdasarkan uji lanjutan yaitu uji Duncan pada taraf 5%, didapat bahwa
setiap sampel berbeda nyata dalam warna sampel.
5. Sampel Susu Indomilk memiliki tingkat warna paling mirip atau
mendekati dengan R menurut panelis dibanding sampel yang lainnya.
6. Berdasarkan uji lanjutan yaitu uji Duncan pada taraf 5%, didapat bahwa
setiap sampel berbeda nyata dalam kekentalan sampel.
7. Sampel Susu Frisian Flag memiliki tingkat kekentalan yang paling mirip
dengan R menurut panelis dibandingkan sampel lainnya.
8. Berdasarkan uji lanjutan yaitu uji Duncan pada taraf 5%, didapat bahwa
setiap sampel berbeda nyata dalam rasa sampel.
9. Sampel Susu Frisian Flag memiliki tingkat rasa yang paling mirip dengan
R menurut panelis dibandingkan sampel lainnya.
10. Berdasarkan uji lanjutan yaitu uji Duncan pada taraf 5%, didapat bahwa
setiap sampel berbeda nyata dalam after taste sampel.
11. Sampel Susu Frisian Flag memiliki tingkat after taste yang paling mirip
dengan R menurut panelis dibandingkan sampel lainnya.
12. Menurut hasil pengamatan, empat dari lima parameter yang diuji
menyatakan bahwa Susu Frisian Flag yang paling mirip atau mendekati
karakteristik dari Standar (Susu Diamond).
Shafira Aulia Rahmah
240210150067

DAFTAR PUSTAKA

Clysdale, FM. 1998. Color: Origin, Stability, Measurement, and Quality. di dalam.
Food Storage Stability. Ed. Irwin A Taub dan RP Singh. CRC Press, New
York.
Koswara, S. 2006. Pewarna Pangan. Available online at:
http://tekpan.unimus.ac.id/ (Diakses 17 Desember 2017).
Laing, D.G., 1983. Natural Sniffing Gives Optimum Odor Perception for Humans.
Perception Vol. 12(1): 99.
Meilgaard, M., G. V. Civille and B. T. Carr. 1999. Sensory Evaluation Techniques.
Third Edition. CRC Press, New York.
Rampengan, V.J. dkk. 1985. Dasar-Dasar Pengawasan Mutu Pangan. Badan
Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur, Ujung
Pandang.
Setyaningsih, Dwi., Anton Apriyantono., dan Maya Puspita Sari. 2010. Analisis
Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press. Bogor.
Sofiah, B.D dan Tjutju S.A. 2008. Buku Ajar Kuliah Penilaian Indera. Jurusan
Teknologi Industri Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian,
Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
Susilorini, T. 2006. Produk Olahan Susu. Penebar Swadaya, Jakarta
Winarno FG. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia, Jakarta.