Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK TENAGA LISTRIK

TRANSFORMATOR TANPA BEBAN

Kelas LT-2C

KELOMPOK 5 :

1. Niescha Pramadhita 3.31.14.2.20


2. Prayudi Surya Ajie 3.31.14.2.21
3. Udik Prasetiyo 3.31.14.2.22

Dosen Pembimbing :

Bp. SUGIJONO, S.T.,M.M

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2017
JOB 6
TRANSFORMATOR TANPA BEBAN

I. Tujuan
Setelah melaksanakan praktek ini mahasiswa dapat :
a) Menentukan besarnya rugi inti / rugi besi.
b) Menjelaskan rugi besi dan rugi histeris dan rugi arus pusar (eddy current).
c) Menentukan konstanta Ro dan Xo.

II. Pendahuluan
Transformator atau lebih dikenal dengan nama transformer atau trafo sejatinya adalah
suatu peralatan listrik yang mengubah daya listrik AC pada satu level tegangan yang satu ke
level tegangan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik tanpa merubah frekuensinya.
Tranformator biasa digunakan untuk mentransformasikan tegangan (menaikkan atau
menurunkan tegangan AC). Selain itu, transformator juga dapat digunakan untuk sampling
tegangan, sampling arus, dan juga mentransformasi impedansi. Transformator terdiri dari
dua atau lebih kumparan yang membungkus inti besi feromagnetik. Kumparan-kumparan
tersebut biasanya satu sama lain tidak dihubungkan secara langsung. Kumparan yang satu
dihubungkan dengan sumber listrik AC (kumparan primer) dan kumparan yang lain
mensuplai listrik ke beban (kumparan sekunder).

III. Dasar Teori


Transformator dalam keadaan tidak berbeban (beban nol) akan mengambil arus dari
jala-jala. Arus itu terdiri atas arus yang bersifat resistif berupa rugi inti dan arus yang
bersifat induktif untuk membangkitkan fluksi magnet.
Rugi inti trafo dapat dibedakan atas rugi histerisis dan rugi arus pusar.
Rugi histerisis disebabkan oleh terjadinya gesekan antara molekul-molekul logam inti
dalam usaha menyesuaikan diri dengan perubahan arah fluksi magnet.

Ph = Kh . f . Bm . X

Keterangan :
Ph = rugi histerisis (Watt)
Kh = konstanta yang tergantung bahan dan dimensi inti
f = frekuensi (hertz)
Bm = kerapatam fluksi maksimum
X = factor steinmetz tergantung macam bahan (1,6 s/d 2,0)
Rugi arus pusar disebabkan oleh adanya aliran arus induksi dalam logam inti.

Pe = Ke .f 2. Bm2
Keterangan :
Pe = rugi arus pusar (watt)
Ke = konstanta yang tergantung bahan dan dimensi inti
Bm = kerapatan fluksi maksimum
f = frekuensi (hertz)

Dengan melaksanakan percobaan 2 frekuensi yang berlainan , dapat diperoleh pemisahan


rugi inti menjadi rugi histeresis dan rugi arus pusar.

Gambar 6.1. Konstanta Transformator Ro dan Xo


Rangkaian pengganti transformator tanpa beban adalah sebagai berikut :

Gambar 6.2. Rangkaian Percobaan Trafo Tanpa Beban

Daya masuk : P = V1 . Io . cos 


Arus resistif berupa rugi inti : Ihe = Io cos 
Arus induktif pembangkit fluksi : Ix = Io sin 
Ro = V1 / Ihe
Xo = V1/ Ix

IV. Peralatan
 ACPS 220 V 1 buah
 Transformator 2 buah
 Multimeter Analog 1 buah
 Multimeter Digital 1 buah
 Wattmeter 1 buah
 Tang Meter 1 buah
 Kabel Jumper 20 buah
V. Gambar Rangkaian

VACPS Trafo 1 fasa


Gambar 6.3 Trafo 2 belitan tanpa beban

Gambar 6.4 Trafo Auto trafo tanpa beban


VI. Langkah Kerja
a. Percobaan Trafo 2 belitan tanpa beban.
1. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu
merangkai peralatan seperti pada gambar rangkaian.
2. Mengatur ACPS sebesar 220 V.
3. Mengukur besarnya arus I dan daya P.
4. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel.
b. Percobaan Trafo Auto tanpa beban.
1. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak;
2. Mengetes kutub (pole) auto trafo untuk menentukan kutub positif “+” dan negatif“-“
pada keluaran trafo (TR) dengan cara sebagai berikut :

Gambar 6.5 tes Kutub / Pole 1

Tabel 6.1 Tes Polaritas 1

V1 V2 V3 Ket
100 25 75 V3 = V1 - V2
Gambar 6.6 tes Kutub / Pole 2

Tabel 6.2 Tes Polaritas 2

V1 V2 V3 Ket
100 25 75 V3 = V1 – V2

3. Setelah melaksanakan tes pole, lalu memilih posisi pole seperti tes pole ke-2, tanda
”+” berada diatas dan ”-” dibawah, sehingga rangkaian trafo auto seperti pada
gambar rangkaian untuk percobaan trafo auto.
4. Mengatur ACPS sebesar 220 V.
5. Mengukur besarnya daya dan arus.
6. Mencatat hasil pengamatan pada tabel.

VII. Hasil Pecobaan


Tabel 6.3
Trafo Frekuensi Tegangan Daya Arus
NT 50 VA 220 50 Hz 220 V 46 W 0,51 A
V/48 V

Tabel 6.4
Trafo Frekuensi Tegangan Daya Arus
NT 50 VA 220 50 Hz 220 V 6W 0,28 A
V/48 V

Tabel 6.5
Trafo Frekuensi Tegangan Daya Arus
NT 50 VA 220 50 Hz 220 V 2W 0,015 A
V/48 V

VIII. Analisa Data


Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pada suatu
transformator terdapat rugi-rugi pada saat trafo diberi arus listrik. Rugi-rugi tersebut
adalah rugi histerisis dan rugi arus pusat.
Kerugian histerisis disebabkan oleh gesekan molekul yang melawan aliran gaya magnet
di dalam inti besi. Gesekan molekul dalam inti besi ini menimbulkan panas. Panas yang
timbul ini menunjukan kerugian energi, karena sebagian kecil energi listrik tidak
dipindahkan , tetapi diubah bentuk menjadi energi panas.
Dan dari hasil tabel, arus table 6.3 dan 6.4 terlihat hampir sama, hal ini dikarenakan
karena jenis trafo yang sama yang digunakan selama praktik. Pada gambar rangkaian
autotrafo tanpa beban dan trafo 2 belitan tanpa beban konfigurasinya masing masing
berbeda yang mengakibatkan nilai dari daya dan arus kedua rangkaian tersebut berbeda.
Pengukuran menggunakan wattmeter pembacaanya juga kurang presisi, hal tersebut
dikarenakan factor human error yang disebabkan peralatan yang digunakan masih berupa
analog. Sebelum melakukan percobaan auto trafo, polaritas trafo harus dicari terlebih
dahulu.

IX. Pertanyaan dan Tugas


Pertanyaan :
1) Tentukan dan jelaskan rugi inti, rugi histerisis, dan rugi arus pusar!
2) Tentukan dan jelaskan konstanta Ro dan Xo!
3) Jelaskan hubungan rugi inti dengan volume inti trafo dan daya VA trafo!
4) Jelaskan perbedaan rugi inti dari trafo 2 belitan dengan auto trafo!
5) Berikan kesimpulan!

Jawaban :
1) Rugi inti pada trafo dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Rugi histerisis yaitu disebabkan oleh terjadinya gesekan antara molekul molekul
logam inti dalam usaha menyesuaikan diri dengan perubahan arah fluksi magnet.
b. Rugi arus pusar adalah aliran arus induksi dalam logam inti yang dipengaruhi oleh
factor konstanta bahan dimensi inti ( Ke) , kerapatan fluksi maksimum (Bm) dan
frekuensi (Hz).

2) Konstanta R0 dan X0 :
R0 adalah ketika tegangan primer per arus resistif yang berupa rugi inti X0 adalah
ketika tegangan yang mengalir pada trafo primer per arus induktif pembangkit fluksi

3) Hubungan rugi inti dengan volume inti trafo dan daya VA trafo:
Ihe = Io cos q
Ihe = 18,76 x 0.85
= 15.945
Ro = V1/Ihe
= 220/15.95
=13,79 

4) Perbedaan rugi inti dari trafo 2 belitan dengan auto trafo:


Arus yang mengalir pada rangkaian trafo auto tanpa beban jauh lebih besar daripada
yang dihasilkan pada rangkaian trafo 2 belitan.

X. Kesimpulan
1. Tranformator dalam keadaan tidak berbeban dalam keadaan tidak berbeban
mengambil arus dari jala-jala.
2. Arus jala-jala terdiri dari arus resistif (rugi inti) dan arus induktif (fluks magnet).
3. Trafo Tanpa beban, berarti dalam rangkaian sisi + dan + ada yang dihubungkan jadi
TT + dihubungkan dengan TR +. Ini untuk trafo tanpa beban.
4. Sebelumnya kita harus mencari polaritas trafo terlebih dahulu menggunakan rangkaian
uji polaritas.