Anda di halaman 1dari 36

1.

Berapa besar massa atom nuklida induk harus melebihi nuklida anak bila
(a) elektron dipancarkan
(b) positron dipancarkan
(c) elektron ditangkap

Solusi :

(a) elektron dipancarkan

Jika dinyatakan dalam massa atom nilai Q adalah

Q = [M(Z) – M(Z + 1]c2

M(Z) = Mp + meZ

M(Z+1) = Md + me(Z+ 1)

Peluruhan beta negatif akan terjadi bilamana massa inti induk lebih besar dari
massa inti anak.

(b) positron dipancarkan

Jika dinyatakan dalam massa atom nilai Q adalah

Q = [M(Z) – M(Z – 1)-2me]c2

M(Z) = Mp + meZ
M(Z-1) = Md + me(Z- !)

Peluruhan beta positif akan terjadi bilamana massa inti induk lebih besar dari
massa inti anak.di tambah dengan 2 kali massa diam elektron.

(c) elektron ditangkap

Jika dinyatakan dalam massa atom nilai Q adalah

Q = [M(Z) – M(Z – 1)]c2 (6.11)

Peluruhan tangkapan elektron akan terjadi bilamana massa inti induk lebih
besar dari massa inti anak.

2. Tentukanlah inti mana diantara inti-inti berikut ini yang akan meluruh dengan (a)
Beta negatif, (b) Beta positif dan (c) Tangkapan elektron : Co60, O15, Na22, P32, A37,
Cu64.

Solusi :
2.1 Co6

1
(a) Beta negatif
27 Co 60  28 Ni 60  1 e 0

Massa Co 60 = 59,933820 u
27
60
Massa 28 Ni = 59,930789 u
m = 0, 003031 u

(b) Beta positif


27 Co 60  26 Fe 60  1 e 0
Massa Co 60 = 59,933820 u
27
60
Massa 26 Fe = 59,934078 u
m = -0, 000258 u

(c) Tangkapan elektron


27 Co 60  1 e 0  26 Fe 60

Massa 27Co 60 = 59,933820 u


60
Massa 26 Fe = 59,934078 u
m = -0, 000258 u

Kesimpulan :
(1) Peluruhan β- dapat terjadi
(2) Peluruhan β+ tidak dapat terjadi
(3) EC tidak dapat terjadi

2.2 O15
(a) Beta negatif
8 O15 9 F 15  1 e 0

15
Massa 8 O = 15,003065 u
Massa 9 F 15 = ?
m = ?

(b) Beta positif


8 O15  7 N 15  1 e 0
Massa 8 O15 = 15,003065 u
Massa 7 N 15 = 15,000109 u
m = 2,956 x 10-3 u > 1,0972 x 10-3 u ( 2 x massa diam elektron)

(c) Tangkapan elektron


8 O15  1 e 7 N 15

2
Massa 8 Co 15 = 15,003065 u
Massa 7 N 15 = 15,000109 u
m = 2,956 x 10-3 u > 1,0972 x 10-3 u ( 2 x massa diam elektron)

Kesimpulan :
(1) Peluruhan β- ?
(2) Peluruhan β+ dapat terjadi
(3) EC dapat terjadi

2.3 Na22

(a) Beta negatif


11 Na 22 12 Mg 22  1 e 0

Massa Na 22 = 21.994435 u
11
22
Massa 12 Mg = 21.999574 u
m = - 0,00514 u

(b) Beta positif


11 Na 22 10 Ne 22  1 e 0
Massa Na 22 = 21.994435 u
11
22
Massa 10 Ne = 21.991384 u
m = 3,051 x 10-3 u > 1,0972 x 10-3 u ( 2 x massa diam elektron)

(c) Tangkapan elektron

11 Na 22  1 e 0 10 Ne 22
Massa 11 Na 22 = 21.994435 u
22
Massa 10 Ne = 21.991384 u
m = 3,051 x 10-3 u> 1,0972 x 10-3 u ( 2 x massa diam elektron)

Kesimpulan :
(1) Peluruhan β- tidak dapat terjadi
(2) Peluruhan β+ dapat terjadi
(3) EC dapat terjadi

2.4 P32

(a) Beta negatif


15 P 32 16 S 32  1 e 0

3
Massa 15 P 32 = 31,973907 u
Massa 16 S 32 = 31.972072u
m = 0,001836 u

(b) Beta positif


15 P 32 14 Si 32  1 e 0
Massa 15 P 32 = 31,973907 u
Massa 14 Si 32 = 31,974148 u
m = - 0,000241 u

(c) Tangkapan elektron

15 P 32  11 e14 Si 32
Massa 15 P 32 = 31,973907 u
Massa 14 Si 32 = 31,974148 u
m = - 0,000241 u

Kesimpulan :
(1) Peluruhan β- dapat terjadi
(2) Peluruhan β+ tidak dapat terjadi
(3) EC tidak dapat terjadi
12
3. Hitung energi maksimum elektron yang dipancarkan dalam peluruhan 5 B.

Solusi :

E maks  moc 2  K maks  M p  M d

5 B 12  6 C 12  1 e 0

Massa 5B12 = 12.014353 u


Massa 5B12 = 12,000000 u
m = 0,014353 u
Emaks = 0,014353 u x 931,5 Mev/u = 13,3698195 Mev
Kmaks = 13,3698195 Mev – 0,511 Mev = 12,8588195 Mev

80
4. Inti 35 Br dapat mengalami peluruhan beta negatif, beta positif dan tangkapan
elektron. Apakah nuklida anak pada masing-masing kasus dan berapa energi
yang dipancarkannya.

4
Solusi :

(a) 35 Br 80  36 Kr 80  1 e 0

Q = [79.918528 u-79.916375 u] x 931,5 Mev/u = 2,000862 Mev

(b) 35 Br 80  34 Se 80  1 e 0

Q = [79.918528 u-79.91652 u] x 931,5 Mev/u = 1.870452 Mev

(c) 35 Br 80  1 e 34 Se 80

Q = [79.918528 u-79.91652 u] x 931,5 Mev/u = 1.870452 Mev

7
5. Nuklida 47 Be tak mantap dan meluruh menjadi 3 Li melalui penangkapan
elektron. Mengapa nuklida ini tidak meluruh melalui pemancaran positron.
Solusi :
Penangkapan elektron
4 Be 7  1 e 3 Li 7
Massa 4Be7 = 7.016930
Massa 3Li7 = 7.016004
m = 0,000925 u < 1,0972 x 10-3 u
Penangkapan positron
4 Be 7  3 Li 7  1 e
1. Mengapa terjadi peluruhan gamma, apakah yang disebut dengan inti yang
tereksitasi dan tingkat energi dalam inti.
Solusi :
Jika sebuah inti meluruh dengan sebuah partikel seperti alfa atau beta, biasanya
inti anak yang terbentuk berada dalam keadaan eksitasi. Kemudian inti akan
bertransisi dari tingkat energi yang lebih tinggi, Ei, ke tingkat energi yang lebih
rendah,Ef dengan melepaskan kelebihan energi sebesar E = Ei-Ef, melalui tiga
cara berikut : (1) emisi sinar gamma (), (2) konversi internal dan (3) produksi
pasangan internal. Dalam hal ini emisi sinar gamma lebih sering terjadi

2. Bilamana terjadi efek fotolistrik, efek Compton dan produksi pasangan,


dimanakah terjadinya interaksi ini dan berapakah energi yang harus disediakan
oleh sinar gamma agar interaksi ini dapat terjadi.
Solusi :
Ada banyak proses yang sinar gamma berinteraksi dengan materi dan kehilangan
energinya. Untungnya, semua proses ini tidak memberikan kontribusi pada tingkat
yang sama untuk energi foton yang berbeda. Sinar gamma yang dipancarkan
dalam peluruhan nuklir biasanya memiliki energi mulai dari sebagian kecil dari
Mev sampai beberapa Mev. Dalam rentang ini, tiga proses utama dimana foton
kehilangan energi mereka dengan interaksi dengan materi adalah: (a) Efek

5
Fotolistrik (EF), (b) Efek Compton atau Hamburan Compton (HC), dan (c)
Produksi Pasangan (PP). Ketiga proses ini dominan pada range energi yang
berbeda : efek fotolistrik, dari 0,01 Mev sampai 0,5 Mev, hamburan Compton,
dari 0,1 Mev sampai 10 Mev, dan produksi pasangan mulai dari 1,02 Mev dan
meningkat dengan meningkatnya energi sinar gamma. Ketiga proses independen
satu sama lain dan dapat ditulis

 I  EF    Ix
 I  HC     Ix
 I  PP     Ix
dimana  ,  , dan  masing-masing adalah koefisien absorpsi untuk efek
fotolistrik, hamburan Compton, dan produksi pasangan. Jika ketiga proses ini
dijumlahkan diperoleh

I   I  EF   I  HC   I  PP

          Ix

3. Apakah yang disebut dengan konversi internal dan produksi pasangan internal,
apakah bedanya dengan efek fotolistrik dan produksi pasangan.
Solusi :
Dalam spektrum sinar beta yang kontinyu ditemukan adanya spectrum garis.
Elektron yang monoenergetik ini disebut electron konversi dan proses yang
menghasilkan electron tersebut disebut konversi internal. Konversi internal
berlangsung dua tahap. Tahap pertama sinar gamma dipancarkan, tahap kedua
sinar gamma berinteraksi dengan electron orbital, yang kemudian terpancar.
Bilamana sinar gamma memiliki energi lebih besar dari 1,02 Mev, interaksi
dengan bahan adalah berupa produksi pasangan. Harga 1.02 ini sama dengan dua
kali massa diam electron (2m0c2). Ternyata jika inti yang tereksitasi memiliki
energi >2m0c2, inti akan melakukan deeksitasi dengan menghasilkan sepasang
elektron-positron. Proses ini disebut dengan produksi pasangan internal. Energi
total yang tersedia untuk terjadinya transisi ini adalah
E 0  2m 0 c 2  K   K  

4. Apakah yang disebut dengan isomer, berikan contohnya.


Solusi :

Kebanyakan inti tereksitasi memiliki usia paroh yang pendek terhadap peluruhan
gamma, tetapi beberapa tetap tereksitasi selama beberapa jam. Inti tereksitasi yang
berumur panjang disebut isomer dari inti yang sama dalam keadaan dasar. Inti
87 *
tereksitasi 38 Sr memiliki umur paroh 2,8 jam sehingga bisa disebut isomer dari
87
38 Sr .

5. Berapakah energi yang tersedia pada


(a) Emisi sinar gamma

6
(b) Konversi internal
(c) Produksi pasangan internal

Solusi :

(a) Emisi sinar gamma

Energi sinar gamma yang dipancarkan diberikan oleh hubungan,

h  E  E i  E f (7.1)

Jika Ef adalah tingkat dasar maka tidak ada sinar gamma yang
dipancarkan,sedangkan jika tidak, inti akan memancarkan satu foton atau lebih
seperti dapat dilihat pada Gambar 7.1

XA
Z
XA
Z

b1

a1 a2 b3

b2
Ei

1 2

Ei Ei
 3
Ef Ef

Gambar 7.1 Tingkat energi inti.

(b) Konversi internal

Dalam spectrum sinar beta yang kontinyu ditemukan adanya spectrum garis.
Elektron yang monoenergetik ini disebut electron konversi dan proses yang
menghasilkan electron tersebut disebut konversi internal. Konversi internal
berlangsung dua tahap. Tahap pertama sinar gamma dipancarkan, tahap kedua
sinar gamma berinteraksi dengan electron orbital, yang kemudian terpancar
dengan energi kinetic

K e  E  I B (7.7)

Dimana IB adalah energi ikat electron.

7
(c) Produksi pasangan internal

Bilamana sinar gamma memiliki energi lebih besar dari 1,02 Mev, interaksi
dengan bahan adalah berupa produksi pasangan. Harga 1.02 ini sama dengan dua
kali massa diam electron (2m0c2). Ternyata jika inti yang tereksitasi memiliki
energi >2m0c2, inti akan melakukan deeksitasi dengan menghasilkan sepasang
elektron-positron. Proses ini disebut dengan produksi pasangan internal. Energi
total yang tersedia untuk terjadinya transisi ini adalah
E 0  2 m0 c 2  K   K   (7.8)

6. Sinar gamma dengan energi yang berbeda dijatuhkan pada timah hitam. Dengan
menggunakan suatu spektrometer magnetik diperoleh salah satu grup elektron
yang dipancarkan memiliki nilai Br sebesar 1020 gauss-cm. Jika energi ikat kulit
K dari timah hitam adalah 89,1 kev berapakah energi sinar gamma.

Solusi :

Ke = h - IB dan h = Ke + IB
2
mv 2
q 1 1 q 
qvB  , v Br dan K mv 2  m  Br 
r m 2 2 m 
2
1  1,6 x1016 C 
K  9,1x1031 kg  31
1020x104 x102 Tm   91463 ev  91,463 kev
2  9,1x10 kg 

1. Tentukanlah besaran-besaran radiologi beserta satuannya yang banyak digunakan


dalam bidang proteksi radiasi.

Solusi :

Beasaran dan Satuan Radiologi

ICRU (International Commission on Radiological Units and Measurements)


menentukan besaran-besaran radiologi beserta satuannya yang banyak digunakan
dalam bidang proteksi radiasi.

Pemaparan (exposure)

Pemaparan (X) adalah perbandingan jumlah muatan listrik semua ion dari satu tanda
yang ditimbulkan dalam udara (Δ Q), bila semua elektron yang dikeluarkan oleh foton
dalam elemen volume udara dengan massa Δ m, seluruhnya berhenti dalam udara
Q
X  (8.12)
m

Satuan : Roentgen (R) : 1 R = 2,58 x 10-4 C/kg

Kecepatan Pemaparan (exposure rate)

8
Kecepatan pemaparan (ER) ialah besar pemaparan per satuan waktu.
X
ER  (8.13)
t
Satuannya ER = R/jam

Dosis serap (absorbed dose)

Dosis serap (D) ialah perbandingan energi yang diberikan oleh radiasi pengion kepada
materi (Δ ED) dalam elemen volume yang mempunyai massa Δ m.

E D
D (8.14)
m

Satuannya : rad : 1 rad = 100 erg/g = 10-2 J/kg

Linear Energy Transfer (LET)

Linear Energy Transfer partikel bermuatan dalam materi ialah perbandingan energi
rata-rata yang diberikan setempat pada materi oleh partikel bermuatan dengan energi
tertentu (dE) yang melalui jarak dl
dE
LET  (8.15)
dl
Satuan : LET :erg/cm

Dosis ekivalen (DE)

Sejumlah energi serap yang sama dari berbagai macam radiasi akan menimbulkan
efek yang berbeda. Karenanya untuk pengukuran digunakan terminology Relative
Biological Effectiveness (RBE) yang didefinisikn sebagai

Dosis serap sinar x (250 kV) yang menimbulkan efek biologi tertentu
RBE =
Dosis jenis radiasi yang menimbulkan efek biologi yang sama

Efek biologi suatu macam radiasi jadinya tergantung pada dosis serap dan RBE.
Satuan radiologi yang baru didefiniikan ialah Roentgen Equivalent Man (REM),
sebagai dosis serap radiasi yang secara biologi ekivalen dengan dosis serap satu rad
radiasi sinar x.

DE (rem) = D (rad) x RBE (8.16)

Faktor RBE biasanya digunakan dalam bidang radiobiology, sedang dalam bidang
proteksi radiasi digunakan factor-faktor modifikasi, ialah Quality Factor (QF) yang
tergantung pada LET, dan Faktor Distribusi (DF), factor efek biologi distribusi zat
radioaktif yang non uniform di dalam tubuh

DE = D x QF x DF (8.17)

Satuan DE dalam rem , D dalam rad.

9
Hubungan antara Roentgen dan Rad

Menurut Bragg Gray, energy radiasi diterima materi sebesar



Energi yang diterima = W .J (8.18)



   = koefisien absorbs massa
 
W = energy pembentukan satu pasang ion
J = jumlah pasang ion per gram massa

Bila diambil harga W di udara = 34 ev/pasang ion, maka didapat

D di udara = 0.877  rad

D = dosis serap
 = pemaparan dalam satuan Roentgen

Dosis Maksimum Yang Diperkenankan

Manusia mendapatkan pemaparan radiasi secara kontinyu dari sumber radiasi alamiah
dan sinar kosmis. Dosis rata-rata yang diterima dari radiasi alamiah ini diperkirakan
100 milirem per tahun, meskipun pada beberapa tempat radiasi alamiahnya
(background radiation) ada yang 10-30 kali lebih besar. Pemaparan radiasi yang
besar dapat menimbulkan berbagai kerusakan dalam tubuh manusia seperti skin
erythema, catarract, rambut gugur dan tumbuh tumor.
ICRP (International Commission on Radiological Protection) mendefinisikan
Maximum Permissible Dose (MPD) , yaitu dosis maksimum yang diperkenankan
untuk perseorangan sebagai dosis radiasi akumulasi selama jangka waktu yang lama
tidak mungkin memberikan kerusakan somatik maupun genetik.
Pada tahun 1965 ICRP memberikan rekomendasi pada limit dosis radiasi yang boleh
diterima oleh dua kategori orang, yaitu a. Pekerja radiasi, b. Umum

Tabel MPD untuk Pekerja radiasi dan Umum

Organ atau Jaringan Pekerja Radiasi Umum

Gonad, sumsum tulang merah,


seluruh tubuh 5 Rem/tahun 0,5 Rem/tahun
Kulit, tulang,dan thyroid 30 Rem/tahun 3 Rem/tahun
Tangan, lengan, kaki, betis 75 Rem/tahun 7,5 Rem/tahun
Organ lain 15 Rem/tahun 1,5 Rem/tahun
Tiroid anak sampai umur 16 tahun 1,5 Rem/tahun

10
2. Koefisien absorbsi linier dari sinar gamma berenergi 1 Mev dalam timbal adalah
78 m-1. Carilah tebal timbal yang diperlukan untuk mereduksi radiasi menjadi
setengahnya berkas sinar gamma.

Solusi :

0,693 0,693
x1    8,885 x 10  3 m  8,9 mm
2  78 m 1

3. Koefisien absorbsi linier dari sinar x berenergi 50 kev dalam udara pada
permukaan laut adalah 5 x 10 -3 m-1. Dengan berapa banyak intensitas berkas sinar
x seperti itu tereduksi jika melalui (a) udara 0,5 m, (b) melalui udara 5 m.

Solusi :

I  I 0 e  x
I 3 1
(a)  e  x  e 5 x10 x 0,5  2.5 x10 3  0,9975
I0 e
I0-I = 1 – 0,9975 = 0,25 %

I 3 1
(b)  e  x  e 5 x10 x 5  25 x10 3  0,9753
I0 e

I0-I = 1 – 0,9753 = 2,5 %

4. Koefisien absorbsi massa dari sinar x 0,5 Ǻ dalam timbal dan dalam besi
berturutan adalah 53 cm2/g dan 14 cm2/g. Berapa tebal perisai besi supaya
menimbulkan perlindungan yang sama dari sinar x seperti timbal yang tebalnya 1
cm. Kerapatan besi 8 g/cm3 dan timbal 11,3 g/cm3.

Solusi :


   53

1  53 cm 2 /g x11,3 g/cm 3  583 cm 1

 2  14 cm 2 /g x 8 g/cm 3  112 cm 1

I
ln  ln e  x   1 x1    2 x 2
I0

583 x1 = 112 x2

11
583
x2   5,2 cm
112

5. Koefisien absorbsi massa tembaga untuk sinar x 80 kev adalah 53 cm 2/g dan
kerapatan tembaga 8,9 g/cm3.
(a) Carilah intensitas relatif berkas sinar x setelah berkas itu menembus selaput
tembaga setebal 1 mm.
(b) Berapa tebal tembaga yang diperlukan untuk mereduksi intensita berkas
menjadi setengahnya.
Solusi :

I
 e  x
I0

(a) μ  ρμ m  8,9 g/cm 3 x 53 cm 2 /g  471,7


I 1
 e  μx  e  471,7 x 0,1  47,17  3,27x 10 21
I0 e
0,693 3
(b) x 1/2  471,7  1,469 x 10 cm  1,5 x 10 mm
-2

e 230 = 7,7 x 1099 = batas error e

1. Sebuah berkas deutreon ditembakkan pada Si29 yang menyebabkan terjadinya


reaksi nuklir. Berikan simbul, nomor massa, dan nomor atom dari inti rekoil jika
dipancarkan (a) sebuah proton, atau (b) sebuah neutron.

Solusi :
(a) sebuah proton
29
14 Si 12H 14
30
X 11H
14 Si 30

(b) sebuah neutron


29
14 Si 12H 15
30
X  01n
15 P 30

2. Lengkapi reaksi berikut :


C13(d, α)
C13(d, t)
C13(d, p)
C13(d, n)
Solusi :
C (d, α)B11
13 13
6 C 12H 11
5 X  2 He
4

12
C13(d, t)C12
13
6 C  12H 126X 13H
C13(d, p)C14 13
6 C 12H 146X 11H
C13(d, n)N14
13
6 C 12H 147X  01n

3. (a) Tentukan manakah reaksi yang exoergic dan endoergic dari reaksi berikut ini.
(b) Hitung nilai Q nya
14
6C  p, n  147 N , C  p, n  157 N ,
15
6
14
7 N  p, n  148 O
7 N  p, n  8 O , 7 N  p, n  8 O , N  p, n  178 O
15 15 16 16 17
7

Solusi :

Reaksi X p n Y Q KET.

14
6 C  p, n  147 N 14.003242 1.007825 1.008665 14.003074 -0.6260 endoergic

15
6 C  p, n  157 N 15.010599 1.007825 1.008665 15.000109 8.9890 exoergic

14
7 N  p, n  148 O 14.003074 1.007825 1.008665 14.008597 -5.9271 endoergic

15
7 N  p, n  158 O 15.000109 1.007825 1.008665 15.003065 -3.5360 Endoergic

16
7 N  p, n  168 O 16.006099 1.007825 1.008665 15.994915 9.6354 Exoergic

17
7 N  p, n  178 O 17.008449 1.007825 1.008665 16.999131 7.8973 Exoergic

4. Sebuah partikel alfa dengan energi kinetik 3,5 MeV menumbuk sebuah inti 10B
yang berada dalam keadaan diam. Akibat reaksi dihasilkan proton yang bergerak
dalam arah yang sama dengan arah partikel semula.
a. Tulis persamaan reaksi di atas.
b. Berapa nilai Q reaksi ini
c. Hitung energi kinetik proton

Solusi :

a. Tulis persamaan reaksi di atas.


10
5 B  24He13
6 C 1 H
1

b. Berapa nilai Q reaksi ini

Kx = 3,5 Mev

 
Q   M X  mx    M Y  m y  c 2   10.012938 u  4.002603 u   13.003355 u  1.007825 u  
x 931.5Mev/u  4.361 x 10 -3 u x 931.5 Mev/u  4.0622715 Mev

13
c. Hitung energi kinetik proton

 my   m  2
Q  K y 1    K x 1  x   (m x m y K x K y )1 / 2 cos
 MY   MY  MY
 1.007825 u   4.002603 u  2
4.0623  K y 1    3.51   x
 13.003355 u   13.003355 u  13.003355 u
(4.002603 u x 1.007825 u x 3.5 x K y )1/2 cos 00
Sehingga
4.0623  1.0775 Ky - 2.4227 - 0.578 Ky
atau
1.0775 Ky - 0.578 Ky  6.485  0

Misalkan Ky  x , sehingga
1.0775 x 2 - 0.578 x  6.485  0

Penyelesaiannya adalah

- b  b 2 - 4ac
x12 
2a

0.578  0.3341  27.95


x12 
2.155

0.578  5.318
x1   2.736
2.155
0.578  5.318
x2   2.1996 (Tidak dipakai)
2.155

Sehingga Ky= x12 = (2.736)2 = 7.486 Mev

5. Dalam banyak kasus neutron cepat dihasilkan dalam laboratorium dengan reaksi
H3(d,n)He4.
(a) Hitunglah nilai Q dari reaksi
(b) Berapakah energi dari neutron jika tritium ditembaki dengan deuteron 4 Mev
pada berbagai sudut. (0, 45, 60)

Solusi :

(a) Hitunglah nilai Q dari reaksi H3(d,n)He4


3
1 H 12H  24He 01n

 
Q   M X  mx    M Y  m y  c 2    3.016050 u  2.014102u    4.002603u  1.008665u  
x 931.5Mev/u  0.018884u x 931.5 Mev/u  17.590446 Mev

14
(b) Berapakah energi dari neutron jika tritium ditembaki dengan deuteron 4 Mev
pada berbagai sudut.
 my   m  2
Q  K y 1    K x 1  x   (m x m y K x K y )1 / 2 cos
 MY   MY  MY
(1) Untuk  = 0
Persamaan yang diperoleh

1,252 x 2  1,4245 x  19,5772  0

- b  b 2 - 4ac
x12 
2a
1,4245  10,0036
x 12 
2,504

1,4245  10,0036
x1   4,5639
2,504

1,4245  10,0036
x2   3,426 (Tidak dipakai)
2,504

Sehingga Ky= x12 = (4,5639)2 = 20,83 Mev

6. Nilai Q dari reaksi Li7(p,n)Be7 adalah -1,645 MeV.


a. Berapa energi ambang untuk reaksi ini.
b. Berapa energi neutron pada energi ambang.

Solusi :
a. Berapa energi ambang untuk reaksi Li7(p,n)Be7.
7
3 Li 11H  47 Be  01n

 mx   1.007825 u 
 K x  min  Q1    1.645 Mev  1    1.8813 Mev
 MX   7.016004 u 

b. Berapa energi neutron pada energi ambang.

mx m y 1.007825 u x 1.008665 u
Ky   K x  min  1.8813 Mev x  0.02969 Mev
m y  MY 
2
 1.008665 u  7.016930 u  2

7. Nilai Q dari reaksi H3(p,n)He3 adalah -0,764 MeV.


a. Berapa energi ambang untuk reaksi ini.
b. Berapa energi neutron pada energi ambang.

15
Solusi :
a. Berapa energi ambang untuk reaksi H3(p,n)He3 ini.
3
1 H 11H  23He 01n

  mx 1.007825 u 
 K x  min  Q1 
  0.764 Mev  1    1.019294 Mev
  MX 3.016050 u 
b. Berapa energi neutron pada energi ambang.

mx m y 1.007825 u x 1.008665 u
Ky   K x  min  1.019294 Mev x  0.06397 Mev
m y  MY 
2
 1.008665 u  3.016029 2

8. Carilah energi kinetik minimum dalam sistem laboratorium yang harus dimiliki
proton untuk memulai reaksi N15(p,n)O15

Solusi :
15
7 N 11H 158O  01n

 
Q   M X  mx    M Y  m y  c 2    15.000109 u  1.007825 u    15.003065 u  1.008665 u  
x 931.5 Mev/u  - 3,536 Mev
 mx   1.007825 u 
 K x  min  Q1    3.536 Mev  1    3.774 Mev
 MX   15.000109 u 

9. Partikel alfa 5 MeV menumbuk O 16 yang berada dalam keadaan diam. Carilah
kelajuan pusat massa sistem dan energi kinetik partikel relatif terhadap pusat
massa.

Solusi :

2
Kx  12 mvx
dan
2K x 2 x5 x1.6 x10 19 x106
vx    2.393652 x1014  1.547 x 107 m/s
mx 4.002603 x 1.67x10-27
mx  4.002603 u  4.002603 u
V    x1.547 x10 
7
x 1.547 x 107
mx  M X  4.002603 u  15.994915 u  19.997518
 3.1 x 106 m/s

Energi kinetik partikel relatif terhadap pusat massa

K cm  12 mx (v  V ) 2  12 x 4.002603u (1.547 - 0.31) x 107 x 1.6604 x 1027


5.08475 x 10-13 J
 5.08475 x 10-13 J  19
 3.178 x 106 ev  3.178 Mev
1.6 x10 J / ev

16
10. Kerapatan aluminium adalah 2,7 gm/cm 3 dan penampang untuk neutron yang
berenergi 0,02 MeV adalah 4,5 b.Berapa fraksi neutron yang akan melewati
lembaran aluminium setebal 1 mm.

Solusi :
N  N 0 e  nx
N A 2700 kg/m 3 x6.023x1026 partikel / kmol
n   6.023 x 1028 partikel/m3
M 27kg / kilomol

nx  6.023 x 10 26 x 4.5 x 1028 x 103  0.0276035


N
 e nx  e 0.0276035  0.973
N0
Fraksi yang belum berinteraksi = 0.973 = 97.3 %

11. Hitunglah lintasan bebas rata-rata neutron yang berenergi 1 MeV di dalam grafit
( σ = 2,6 b, ρ = 2.250 kg/m3).

Solusi :

N A 2250 kg/m3 x6.023x1026 partikel / kmol


n   1.129 x 1029 partikel/m3
M 12kg / kilomol

Lintasan bebas rata-rata neutron


1 1 1
    0.34 x101  0.034 m  3.4 cm
n 1.129x10 x 2.6 x10
29  28
2.9354x10

12. Hitunglah lintasan bebas rata-rata neutron thermal dalam air ( σ = 0,33 b, ρ =
1.000 kg/m3).

Solusi :

N A 1000 kg/m3 x 6.023x1026 partikel / kmol


n   3.346 x 1028 partikel/m3
M 18kg / kilomol

1 1 1
    0.9056 m  90.56 cm
n 3.346 x10 x0.33 x10
29  28
1.10418

13. Tebal lempeng penyerap besarnya sama dengan jalan bebas rata-rata untuk berkas
partikel tertentu. Berapa persentase partikel yang keluar dari lempengan tersebut.

Solusi :

1
x 
n

17
dan
N0
N  N 0e nx  N 0 e n (1 / n )  N 0 e 1 
e
Persentase partikel yang keluar dari lempengan tersebut

N 1
  0.3678  36.8%
N0 e

14. Penampang penangkapan 59Co untuk neutron termal adalah 37 b. (a) Berapa
persentase berkas neutron termal yang menembus lempengan 59Co setebal 1 mm.
Massa jenis 59Co adalah 8,9 x 103 kgm-3, (b) Berapa lintasan bebas rata-rata
neutron termal dalam 59Co.

Solusi :

(a) Persentase berkas neutron termal yang menembus lempengan 59Co setebal 1
mm
N A 8900 kg/m 3 x6.023x1026 partikel / kmol
n   9.08 x 1028 partikel/m 3
M 59kg / kilomol
N  28 28 3
 e  nx  e  37 x10 x 9.08 x10 x10  e  0.336  0.715
N0
(b) Lintasan bebas rata-rata neutron termal dalam 59Co.
1 1 1
    2.98x103 m  3 mm
n 9.08 x10 x37 x10
28 28
1.10418
PERTANYAAN DAN SOAL-SOAL
20 56
1. Carilah energi ikat per nukleon dalam 10 Ne dan 26 Fe .

Solusi :
20
10 Ne
Massa total neutron = 10 x 1.008665 u = 10.08665 u
Massa total proton = 10 x 1.007825 u = 10.07825 u
Jumlah massa neutron dan proton = 20.1649 u
20
Massa 10 Ne = 19.992439 u
Energi ikat

E B  Zm(11H )  Nm n  m( ZAX c 2 
E B  10(1.007825u )  10 x1.008665uNmn  19.992439 x931.5  160.650216 Mev

20
Energi ikat per nukleon dalam 10 Ne
Eb 160.650216
  8.0325108 Mev/nukleon
A 20

56
26 Fe
Massa total neutron = 30 x 1.008665 u = 30.25995 u

18
Massa total proton = 26 x 1.007825 u = 26.20345 u
Jumlah massa neutron dan proton = 56.4634 u
56
Massa 26 Fe = 55.934939 u
Energi ikat

E B  Zm(11H )  Nm n  m( ZAX c 2 
E B   26(1.007825u )  30 x1.008665uNmn  55.934939u  x931.5  492.261422 Mev

56
Energi ikat per nukleon dalam 26 Fe
Eb 492.261422
  8.7903825 Mev/nukleon
A 56

79 197
2. Carilah energi ikat per nukleon dalam 35 Br dan 79 Au .

Solusi :
79
35 Br
Massa total neutron = 44 x 1.008665 u = 44.38126 u
Massa total proton = 35 x 1.007825 u = 35. 273875u
Jumlah massa neutron dan proton = 79.655135 u
79
Massa 35 Br = 78.918336 u
Energi ikat

E B  Zm(11H )  Nm n  m( ZAX c 2 
E B   35(1.007825u )  44 x1.008665uNmn  78.918336u  x931.5  686.328269 Mev

79
Energi ikat per nukleon dalam 35 Br
Eb 686.328269 u
  8.687699 Mev/nukleon
A 79

197
79 Au
Massa total neutron = 118 x 1.008665 u = 119.02247 u
Massa total proton = 79 x 1.007825 u = 79.618175 u
Jumlah massa neutron dan proton = 198.640645 u

Massa 197
79 Au = 196.966543 u
Energi ikat

E B  Zm(11H )  Nm n  m( ZAX c 2 
E B   79(1.007825u )  118 x1.008665uNmn  196.966543u  x931.5  1559.42601 Mev

19
197
Energi ikat per nukleon dalam 79 Au
Eb 1559.42601
  7.91586807 Mev/nukleon
A 197

3. Cari energi yang diperlukan untuk menyingkirkan neutron dari 24 He , kemudian


energi untuk menyingkirkan sebuah proton dan akhirnya untuk memisahkan
neutron dan proton. Bandingkan energi total dengan energi ikat 24 He .

Solusi :
4
2 He 32 He 01 n E B1
3
2 He 21 H  11 H E B2
2
1 H H  n
1
1
1
0 E B3
EB1 : He He n
4 3 1
2 2 E B1
0
3
Massa 2 He = 3.016029 u
Massa 01 n = 1.008665 u
Jumlah = 4.024694 u

Massa 42 He = 4.002603 u
E B1    3.016029 u  1.008665 u   4.002603 u  x931.5Mev/u
 0.022091 x 931.5 Mev/u  20.5777665 Mev

EB2 : 32 He 21 H  11 H E B2

Massa 21 H = 2.014102 u
Massa 11 H = 1.007825 u
Jumlah = 4.024694 u

Massa 32 He = 3.016029 u

E B2    2.014102 u  1.007825 u   3.016029 u u  x 931.5Mev/u


 0.005898 x 931.5 Mev/u  5.493987 Mev

EB3 1 H 1 H  0 n
2 1 1

Massa 11 H = 1.007825 u
1
Massa 0 n = 1.008665
Jumlah = 2.01649
2
Massa 1 H = 2.014102 u

E B3    1.007825 u  1.008665   2.014102 u  x 931.5Mev/u


 0.002388 x 931.5 Mev/u  2.224422 Mev

20
EB = EB1 + EB2 + EB3 = 20.5777665 Mev + 5.493987 Mev + 2.224422 Mev
= 28.2717535
4
Bandingkan energi total dengan energi ikat 2 He !

20
4. Energi ikat 10 Ne ialah 160,64 MeV. Carilah massa atomiknya.

Solusi :

Rumus energi ikat semi empiris


Z ( Z  1) ( A  2Z ) 2 a
Eb  a1 A  a 2 A 2 / 3  a3 1/ 3
 a 4 (,0) 35/ 4
A A A
20
Massa Semi Empiris dari 10 Ne

M ( Z , A)  Zm(11H )  Nmn  E B ( Z , A) / c 2
160,64 MeV
M ( Z , A)  10 x1.007825u  10 x1.008665u 
931.5
 20.1649 u  0.172453032 u  19.99244697 u

40
5. Gunakan rumus energi ikat semi empiris untuk menghitung energi ikat 20 Ca .
Berapa persentase penyimpangan antara hasil ini dengan energi ikat sebenarnya.
40
Massa atomik 20 Ca ialah 39,96371 u.

Solusi :
40
Energi ikat semi empiris 20 Ca
A = 40
Z = 20
Kumpulan koefisien yang cocok dengan data ialah sebagai berikut

a1 = 14 MeV a2 = 13 MeV a3 = 0,60 MeV

a4 = 19 MeV a5 = 34 MeV

Z ( Z  1) ( A  2Z ) 2 a
Eb  Ev  Es  Ec  Ea  E p  a1 A  a2 A2 / 3  a3 1/ 3
   E   a 4  (,0) 35/ 4
A A A
Z ( Z  1) ( A  2Z ) 2
a
Eb  a1 A  a 2 A 2 / 3  a3 1/ 3
 a4 (,0) 35/ 4
A A A
Ev  a1 A  14 Mev x 40  560 Mev
E s  a 2 A 2 / 3  13 x 40 2/3  152.0489224 Mev
Z ( Z  1) 20(20  1)
E c  a3 1/ 3
 0.60 x  66.66760443 Mev
A 401/3
E a  a4
( A  2Z ) 2 (40  40) 2
 19 x 0
A 40

21
a5 34
Ep 
3/ 4
  3 / 4  2.13763683 Mev
A 40
40
Energi ikat semi empiris 20 Ca

Eb  Ev  Es  Ec  Ea  E p
 560 Mev   152.0489224 Mev  66.66760443 Mev  0  2.13763683Mev  343.42111 Mev
40
Energi ikat 20 Ca

E B  Zm(11H )  Nm n  m( ZAX c 2 
E B   20 x1.007825u  20 x1.008665u  39.96371u  x931.5Mev / u  341.0055132 Mev
Persentase penyimpangan antara energi ikat semi empiris dengan energi ikat
sebenarnya

343.42111 u  341.0055132 u 2.4155968 u


x 100%  x 100 %  0.71%
341.0055132 u 341.0055132 u

1. Hitunglah energi dari neutron yang dihasilkan dari reaksi berikut, jika energi
deuteron yang datang adalah nol :
H3(d,n)He4, Be9(d,n)B10, C12(d,n)N13

Solusi :

(a) H3(d,n)He4
3
1 H  12H  24He 01n

Q    3.016050u  2.014102u   4.002603u  1.008665u  x931.5  0.018884 u x 931.5 Mev/u


 17.590446 Mev

Ky  a  a2  b

Dimana
mx m y K x K x  M Y  mx   M Y Q
b
a
M Y  my 
cos  dan
M Y  my 
Kx = 0, sehingga a = 0 , a2 = 0
dan

MYQ 4.002603 u x 17.6 Mev 70.4458128


b
 M Y  my  4.002603 u  1.008665 u 5.011268  14.05748262 Mev
 

Ky  a  a2  b  b
Sehingga

Ky  b  14.0574826 Mev

22
(b) Be9(d,n)B10
9
4 Be  12H 105 B  01n

Q    9.012182u  2.014102u    10.012938u  1.008665  x931.5  0.004681u x931.5 Mev/u


 4.3603515Mev

Ky  a  a2  b

Dimana
mx m y K x K x  M Y  mx   M Y Q
b
a
M Y  my 
cos  dan
M Y  my 
Kx = 0, sehingga a = 0 , a2 = 0
dan

MYQ 10.012938 u x 4.3603515 Mev Mev


b   3.96 Mev
 M Y  my  10.012938 u  1.008665 u
Ky  a  a2  b  b
Sehingga

Ky  b  3.96 Mev

(c) C12(d,n)N13 12
6 C  12H 13
7 N 0 n
1

Q    12.000000u  2.014102u    13.005739u  1.008665  x931.5  -0.000302u x931.5Mev/u


 - 0.281313Mev
Reaksi ini memerlukan energi ambang sebesar
 
 K x  min  Q1  mx   0.281313Mev 1  2.014102 u   0.328 Mev
 MX   12.000000 u 
(9.53)

Jika energi partikel datang sama dengan energi ambang, partikel hasil akan
dipancarkan pada sudut  = 0 dengan energi
mx m y  2.014102x1.008665u 
Ky   K x  min  0.328Mev  0.0475 Mev
m y  MY 
2 2
 13.005739u  1.008665u  

2. Li7 ditembak oleh proton berenergi 3 MeV. Berapa energi dari neutron yang
dipancarkan dalam arah : (a) 450, (b) 900 dan (c) 1350 terhadap arah proton datang.

23
Solusi :

Energi dari neutron yang dipancarkan dalam arah

(a) 450 terhadap arah proton datang.


7
3 Li 11H  47 Be 01n

Q    7.016004u  1.007825u    7.016930u  1.008665  x931.5  -0.001766u x 931.5 Mev/u


 - 1.645029Mev
Ky  a  a2  b

Dimana
mx m y K x
a cos   = 450
M Y  my 
dan
K x  M Y  mx   M Y Q
b
M Y  my 
mx m y K x 1.007825ux1.008665ux3Mev
a cos   cos 450  0.15386312
M Y  my  7.016928u  1.008665u
a2 = 0.023674

K x  M Y  m x   M Y Q 3 x (7.016928u  1.007825u )  7.016928 x1.645


b   0.80876
 M Y  my   7.016928u  1.008665u 
Ky  a  a2  b

K y1  0.15386312  0.023674  0.80876


Sehingga

Ky1 = 1.137 Mev

K y 2  0.15386312 0.023674  0.80876  0.7585 tidak dipakai

(b) 900 terhadap arah proton datang.


7
3 Li 11H  47 Be 01n

Q    7.016004u  1.007825u    7.016930u  1.008665  x931.5  -0.001766u x 931.5 Mev/u


 - 1.645029Mev
Ky  a  a2  b

Dimana

24
mx m y K x
a cos   = 900
M Y  my 
dan
K x  M Y  mx   M Y Q
b
M Y  my 
mx m y K x 1.007825ux1.008665ux3Mev
a cos  cos 900  0
M Y  my  7.016928u  1.008665u
a2 = 0

K x  M Y  mx   M Y Q 3x (7.016928u  1.007825u )  7.016928 x1.645


b   0.80876
 M Y  my   7.016928u  1.008665u 
Ky  a  a2  b  b

Ky = 0.80876 Mev

(c) 1350 terhadap arah proton datang.


7
3 Li 11H  47 Be 01n

Q    7.016004u  1.007825u    7.016930u  1.008665  x931.5  -0.001766u x 931.5 Mev/u


 - 1.645029Mev
Ky  a  a2  b

Dimana
mx m y K x
a cos   = 1350
M Y  my 
dan
K x  M Y  mx   M Y Q
b
M Y  my 
mx m y K x 1.007825ux1.008665ux3Mev
a cos  cos1350  0.1538
M Y  my  7.016928u  1.008665u
a2 = 0.0237

K x  M Y  mx   M Y Q 3x (7.016928u  1.007825u )  7.016928 x1.645


b   0.80876
 M Y  my   7.016928u  1.008665u 
Ky  a  a2  b

K y1  0.15386312  0.023674  0.80876  0.7586

Ky1 = 0.575 Mev

25
K y 2  0.15386312  0.023674  0.80876  1.066241 (tidak dipakai)

3. Hitunglah energi dari berkas deuteron yang diperlukan untuk menghasilkan


neutron berenergi 20 MeV yang searah dengan arah datang, dengan menembak
triton yang berada dalam keadaan diam.

Solusi :

4. Dalam reaksi a  9Be12 C  n , tentukan energi neutron maksimum dan


minimum jika energi partikel α adalah (a) 7 MeV, (b) 1 MeV

Solusi :

5. Hitunglah energi yang dilepaskan (nilai Q) dari reaksi fissi berikut ini:

(a) 235U  n 90 Kr  144Ba  ? ,


(b) 239 Pu    92 Sr  ? 3n ,
(c) 252 Cf 106 Nb  ? 4n

Solusi :

(a) U  n90 Kr 144Ba  2n


235

(b) 239
Pu   92Sr 144Ba  3n

(c) 252
Cf 106 Nb 142Nd  4n

Ky  a  a2  b

Dimana
mx m y K x K x  M Y  mx   M Y Q
b
a
M Y  my 
cos  dan
M Y  my 
Kx = 0, sehingga a = 0 , a2 = 0
dan

MYQ 10.012938 u x 4.3603515 Mev Mev


b   3.96 Mev
 M Y  my  10.012938 u  1.008665 u

26
Ky  a  a2  b  b
Sehingga

Ky  b  3.96 Mev

Jika energi datang hampir nol atau Kx  0, maka

MYQ
Ky  Untuk Q  0
M Y  my
Ini berarti bahwa Ky bernilai sama untuk semua sudut , atau reaksi bersifat isotropic.
Jika Q > 0 dan MY > mx, yang biasanya terjadi, hanya 1 dari 2 solusi untuk K y yang
dapat dipakai yaitu yang bernilai positif, karena yang bernilai negatif tidak sesuai
untuk situasi fisis dan persamaan menjadi

Ky  a  a2  b
Dalam kasus ini Ky tergantung pada sudut . Ky memiliki nilai maksimum untuk  =
0, minimum untuk  = 1800, dan untuk  = 900, Ky = b, atau

K x  M Y  mx   M Y Q
Ky 
M Y  my  (9.27)

Sehingga Ky bernilai tunggal. Ky dapat bernilai ganda untuk kondisi tertentu.

1. Jelaskan sumber energi untuk matahari dan bintang-bintang yang sama dengan
matahari.
Solusi :
Fusi dari 4 proton membentuk 4He (dalam beberapa langkah) adalah sumber
energi untuk matahari dan bintang-bintang yang sama dengan matahari. Langkah
berikutnya setelah bahan bakar hidrogen telah habis, adalah fusi helium. Reaksi
yang paling sederhana 4He + 4He  4Be, tidak teramati sebab 4Be pecah menjadi
4
dua He lagi hampir secepat pembentukan 4Be (10-10 s). Sebaliknya yang terjadi
adalah reaksi yang lebih kompleks
34He12C

2. Jelaskan proses dasar fusi di matahari dan sebagian besar bintang


Solusi :
Proses dasar fusi di matahari dan sebagian besar bintang adalah fusi hidrogen
menjadi helium. Hidrogen sejauh ini merupakan bahan yang paling melimpah di
jagat raya, lebih dari 90% atom dijagat raya adalah hidrogen dan kurang dari 1%
sisanya adalah helium. Helium dibentuk pada masa awal yang merupakan evolusi

27
jagat raya dan bukan sebagai hasil dari proses bintang kemudian. Semua reaksi
dari siklus fusi haruslah reaksi dua benda (dua partikel pada keadaan awal) sebab
tumbukan simultan dari tiga partikel adalah tidak mungkin. Langkah pertama dari
proses fusi haruslah kombinasi dari dua proton membentuk hanya sistem dua inti
yang stabil :
1
H 1H  2 H  e    (Q = 1,44 MeV)

3. Jelaskan proses lengkap siklus proton-proton


Solusi :
Proses lengkap ditunjukkan secara skematik pada Gambar 12.1, dan dikenal
sebagai siklus proton-proton. Reaksi bersihnya adalah konversi dari empat proton
menjadi helium
41H  4He  2e   2
Untuk menemukan total nilai Q, kita harus ingat bahwa kita telah membahas reaksi
dengan partikel nuklir. Mari menambahkan empat elektron untuk setiap sisi dari
proses ini, memberikan empat atom H netral di sebelah kiri, dan atom He netral di
sebelah kanan

dengan dua elektron tambahan untuk memusnahkan positron. Proses net demikian
41H 4He, dengan nilai Q adalah 26,7 MeV. Energi dikonversi ke radiasi matahari
per siklus sedikit kurang, untuk neutrino muncul langsung dari inti tanpa memberikan
kontribusi bagi pemanasan fotosfer, wilayah luar matahari di mana energi yang
dilepaskan dalam reaksi nuklir diubah menjadi cahaya. Sebuah altenatife untuk
3
He adalah menemukan sebuah partikel a:

28
3
He  4He7 Be  

diikuti oleh
7
Be  e  7Li  

dan
7
Li  p 24He

atau mungkin dengan urutan


7
Bei  p  8 B  
8
B  8 Be  e   
8
Be 2 4 He

Reaksi bersih dengan nilai bersih Q adalah sama untuk tiga jalur yang mungkin
ini.

4. Jelaskan tentang siklus karbon atau siklus CNO


Solusi :
Jika selain hidrogen dan helium ada unsur yang lebih berat hadir dalam interior
bintang, sebuah seri yang berbeda dari reaksi fusi dapat terjadi. Salah satu seri
tersebut adalah siklus karbon atau siklus CNO
12
C 1H 13N  

13
N 13C  e   

13
C 1H 14N  

14
N 1H 15O  

15
O15N  e   

15
N 1H 12C  4He

Siklus ini dapat dilihat seperti Gambar 12.2.

29
5. Apa syaratnya agar Reaktor fusi memiliki keuntungan energi bersih
Solusi :
Reaktor fusi akan memiliki keuntungan energi bersih jika energi yang dilepaskan
dalam reaksi fusi melebihi kerugian radiasi dan investasi energi awal dalam
pemanasan plasma untuk suhu operasi. Jika kita beroperasi pada suhu di atas 4
keV, bahkan pada 10 keV, keuntungan fusi D-T lebih besar dari kerugian radiasi,
dan kita dapat mengabaikan kerugian energi radiasi. Energi yang dilepaskan per
satuan volume dari reaksi fusi dalam plasma adalah
E f  14 n 2 v Q (12.14)
di mana kita mengasumsikan bahwa kepadatan D dan T masing-masing sama
dengan n (sehingga total n sama dengan ne), Q adalah energi yang dilepaskan per
reaksi (17,6 MeV untuk DT), dan  adalah lamanya waktu plasma dibatasi
sehingga reaksi dapat terjadi. Perhatikan bahwa Persamaan (12.35) adalah bentuk:
reaksi per satuan waktu (laju reaksi) per satuan volume kali energi yang
1
dibebaskan per waktu reaksi selama reaksi berlangsung.
neutron cepat
Fisi cepat dalam
1. Jelaskan daur238sebuah neutron cepat dalam sebuah reaktor
U

Solusi : cepat
neutron
Perlambatan (1-P )
Daur hidup sebuah neutron cepat dalamf sebuah proses yang menghasilkan fisi
neutron bocor
 Pt   p f Pt Pf
neutron neutron
Absorpsi  Pf (1-p) tersedia
resonansi diserap oleh untuk siklus
 Pf p neutron U238. Fisi
termal
Perlambatan  Pf p(1-Pt)
termal/difusi neutron  Pf p Pt
 Pf pPt bocor neutron
neutron termal diserap 30
 Pf p Pt (1-f)
Absorps dalam U235
i neutron
diserap
dalam U238,
dll

2. Jelaskan fungsi dari masing-masing komponen reaktor.

Solusi :
Semua jenis reaktor memiliki elemen pokok yang sama :
(a) bahan bakar atau material yang dapat berfisi,
(b) moderator, untuk membuat neutron menjadi neutron termal (kecuali reaktor
yang menggunakan neutron cepat),
(c) reflektor, yang mengelilingi teras reaktor, untuk mereduksi kebocoran neutron
yang juga mereduksi ukuran kritis dari reaktor,
(d) sungkup atau bejana untuk menjaga pecahan fisi yang radioaktif
meninggalkan reaktor,
(e) dinding, untuk menjaga nruron dan sinar  yang membahayakan tubuh terhaap
operator reaktor,
(f) pendingin, untuk menghilangkan panas dari inti reaktor,
(g) sistem kendali, yang digunakan oleh operator untuk menjaga tingkat daya
daya agar tetap normal selama operasi, dan
(h) berbagai sistem darurat untuk menjaga operasi dari kegagalan sistem kontrol
dan pendingin.

3. Sebuah reaktor termal beroperasi pada level daya 500 megawatts. Pada laju
berapakah U235 dikosumsi untuk fisi.

Solusi :

Reaksi fisi : 92 U  0 n36 Kr  56 Ba  0 n


235 1 90 144 2

Energi yang dihasilkan untuk setiap fisi

Q    235.058137 u  1.008665 u    89.9317635 u  143.94343 u  1.008665  x931.5


 0.174279 u x 931.5 Mev/u   162.340992 Mev
= 162. 3 x 106 ev x 1.6 x 10-19 J/ev = 2.6 x 10-11 watt- sec. Untuk 1 gram U235
10  3
mengandung inti sebanyak =  27
 2.56 x10 3 x10 3 x10 27
235 x1.6604 x10
= 2.56 x 1021
Energi yang dihasilkan = 2.6 x 10-11 x 2.56 x 1021 = 6.656 x 1010 watt-sec
= 6.656 x 104 x106 watt-sec = 6.656 x 104 x (1/86400) MWD = 0.8 MWD

31
Untuk menghasilkan 500 MW perhari diperlukan U 235 sebanyak = (500 MW/0.8
MWD) x 1 gram = 625 gram/hari

4. Di dalam suatu reaktor homogen yang mengandung U 235 dilarutkan dalam air.
Berapakah ratio minimum atom U235 terhadap molekul air sehingga sistem dalam
keadaan kritis. Anggaplah ukuran sistem takhingga.

Solusi :

Sistem dalam keadaan kritis dengan anggapan ukuran sistem takhingga.

5. Jika efisiensi untuk konversi kalor ke listrik hanya 5 % berapakah laju fisi U 235
untuk menghasilkan daya 500 MW.

Solusi :

Untuk menghasilkan 500 MW kalor perhari diperlukan U 235 sebanyak = (500


MW/0.8 MWD) x 1 gram = 625 gram/hari
Jika efisiensi untuk konversi kalor ke listrik hanya 5 %, laju fisi U 235 untuk
menghasilkan daya 500 MW = (100/5) x 625 gram/hari = 12.500 gram/hari = 12.5
kg/hari.

Atau :
Energi yang dihasilkan = 2.6 x 10-11 x 2.56 x 1021 = 6.656 x 1010 watt-sec
= 6.656 x 104 x106 watt-sec = 6.656 x 104 x (1/86400) MWD = 0.8 MWD
Jika efisiensi untuk konversi kalor ke listrik hanya 5 %, maka daya listrik yang
dihasilkan = 0.05 x 0.8 MWD = 0.04 MWD

Untuk menghasilkan 500 MW listrik perhari diperlukan U235 sebanyak = (500


MW/0.04 MWD) x 1 gram = 12.500 gram/hari = 12.5 kg/hari

1. Reaksi berikut ini ada yang tidak mungkin terjadi. Tentukan reaksi yang dapat
terjadi dan yang tidak mungkin terjadi.
a. 0      
b.    p  n   0
c.    p     p      0

Solusi :

(a) Λ0  π  π
B: 1 0 0

Bilangan Barion tidak kekal, jadi tidak dapat terjadi

32
(b)    p  n  0

B: 1 1

Bilangan Barion kekal, jadi dapat terjadi

(c)    p    p    0

B: 1 1 (kekal)

Q : +1 +1 +1 +1 -1 (tidak kekal)

Karena muatan tidak kekal jadi tidak dapat terjadi

2. Isikan partikel yang hilang dalam masing-masing peluruhan berikut :


a.     0  e  ?
b.  0   0   0  ?
c.         ?

Solusi :

(a)   0  e ?     0  e  e
Le 0 0 -1 1
Q -1 0 -1 0

(b) 0   0  0  ? 0   0  0  0
Q 0 0 0 0

(c)      ?       0
Q 0 +1 -1 0

3. Hitunglah nilai Q dari peluruhan berikut :


 
a.      
b.  0    
c.  0      
d.    p   0
e.  0  0  

Solusi :

33
(a)      
 

Q = 140 Mev – [106 Mev + 0] = 34 Mev

(b)  0    
Q = 135 Mev – [0 Mev + 0] = 135 Mev

(c)  0      

Q = 498 Mev – [140 Mev + 140 Mev] = 218 Mev

(d)    p   0
Q = 1189 Mev – [938.3 Mev + 135 Mev] = 115.7 Mev

(e)  0  0  
Q = 1192 Mev – [1116 Mev + 0] = 76 Mev

4. Hitunglah energi kinetik ambang bagi keempat reaksi berikut. Dalam tiap
kasus, partikel pertama bergerak, sedangkan yang kedua diam.
a. p  p  n      0   
b.    p   0   0
c. p  n  p      
d.    p  p  p  n

Solusi :

(a) p  p  n      0   

Q = [938.3 Mev + 938.3 Mev]– [939.6 Mev + 1189 Mev + 498 Mev
+140 Mev ] = - 890 Mev

massa total
K ambang    Q 
2 x massa sasaran

K ambang   890
[938.3 Mev + 938.3 Mev  939.6 Mev + 1189 Mev + 498 Mev + 140 Mev ] 
2 x 938.3
= 2201.1 Mev

(b)    p   0   0

Q = [140 Mev + 938.3 Mev]– [1192 Mev + 498 Mev ] = - 611.7 Mev

34
massa total
K ambang    Q 
2 x massa sasaran

K ambang   811.7 
140 Mev + 938.3 Mev  1192 Mev + 498 Mev   902.4 Mev
2 x 938.3

(c) p  n  p      

Q = [938.3 Mev + 939.6]– [938.3 Mev + 1197 Mev +494 Mev ] = - 751.4 Mev

massa total
K ambang    Q 
2 x massa sasaran

K ambang   751.4
 938.3 Mev + 939.6 Mev  938.3 Mev + 1197 Mev  494 Mev   1802.2 Mev
2 x 939.6

(d)    p  p  p  n

Q = [140 Mev + 938.3]– [938.3 Mev + 938.3 Mev +939.6 Mev ] = - 1737.9 Mev

massa total
K ambang    Q 
2 x massa sasaran

K ambang  1737.9 
140 Mev + 938.3 Mev  938.3 Mev + 938.3 Mev  939.6 Mev   3606.7 Mev
2 x 938.3

5. Meson - bertumbukan dengan proton, dan hasilnya ialah sebuah neutron dan
sebuah partikel lain. Apakah partikel lain tersebut?

Solusi :

  p  n ?    p  n  

B 1 1

L

Q -1 +1 0 0

35
36