Anda di halaman 1dari 2

ANALISA UKURAN TUBING TERHADAP LAJU PRODUKSI PADA SUMUR TN AA-144

AS ARIFURNA

Teknik Perminyakan STT Migas Balikpapan

ABSTRAK

Penentuan ukuran tubing yang optimum pada lapangan


terhadap pola aliran yang terjadi. Parameter aliran
minyak adalah tahapan yang penting karena besar laju
alir produksi ke permukaan di tentukan oleh ukuran divariasikan dengan selang harga yang cukup luas.
tubingnya.selain berpengaruh pada laju produksi
penentuan ukuran tubing juga akan akan mencegah dari Keempat bilangan tak berdimensi tersebut merupakan
dampak dampak negatif. Misalnya saja jika ukuran tubing parameter-parameter yang digunakan untuk menentukan
terlalu besar maka laju produksi bisa mencapai erotion liquid hold up dan faktor gesekan. Berdasarkan hasil
rate,sebaliknya jika tubing produksi terlalu kecil maka laju
pengukuiran tersebut dikembangkan korelasi-korelasi
produksi bisa dibawah unloading rate.Dalam
mengevaluasi penggunaan tubing yang tepat salah satu liquid hold up dan faktor gesekan.
metode yang biasa digunakan adalah analisa sistem nodal.
Dimana pada sistem nodal tersebut akan PERHITUNGAN
mengkombinasikan antara kurva IPR Dan TPR sehingga
Dari data lapangan didapatkan data sebagai berikut:
didapatkan ukuran tubing yang tepat.
Kedalaman 8000 ft,pressure test 1200 psi,pressue
TEORI reservoir 2000 psi,Q.test 1000,Pwh 500 dan API 30.
Dengan menggunakan perhitungan laju produksi terlebih
Nodal Analysis adalah suatu sistem pendekatan untuk
mengevaluasi dan mengoptimisasikan sistem produksi dahulu dan kemudian menentukan pengaruh ukuran
minyak dan gas secara keseluruhan. Dalam analisa ini tubing terhadap laju produksi dengan menggunakan
sistem produksi dibagi menjadi beberapa bagian (titik), korelasi Hgedorn Brown maka akan didapat hasil sebagai
mulai dari tekanan reservoir hingga tekanan separator.
berikut
Titik penyelesaian dapat diambil pada titik manapun
dalam sistem produksi. Pertimbangan dalam pemilihan
titik penyelesaian yang tepat tergantung titik mana yang
paling berpengaruh dalam optimisasi sistem produksi.

Pipa produksi atau yang lebih dikenal dengan nama


tubing merupakan sebuah pipa tegak lurus dalam sumur
produksi yang dipasang setelah pemasangan kepala sumur
yang bertujuan untuk mengalirkan fluida dari reservoir ke
surface facility.Sumur TN AA-144 merupakan lapangan
atau reservoir dua fasa. Data yang telah didapat untuk
mengetahui laju optimum merupakan data uji produksi
untuk mengetahui potensi produksi dari sumur
tersebut.Setelah mengetahui potensi sumur,kita bisa
menggunakan data tersebut untuk membuat kurva IPR dan
TPR.Kombinasi dari kedua kurva didapat laju optimum.

Pada paper ini digunakan korelasi Hagedorn and


Brown pada kasus di sumur TN AA-144. Hagedorn dan
Brown menurunkan korelasi kehilangan tekanan aliran
dalam pipa vertical pada tahun 1965, berdasarkan hasil
penelitian yang menggunakan sumur percobaan. Pada
pengukuran tersebut, tidak dilakukan pengamatan Tabel 1.hasil perhitungan IPR dan TPR
Grafik 1.Analisa sistem nodal sumur TN AA-144

PEMBAHASAN KESIMPULAN

Dari data tersebut pertama kita mendapatkan laju alir Dari hasil pembahasan yang telash dilakukan maka
maksimal sebesar 1689,19 stb/day yaitu dengan akan didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
menggunakan persamaan Vogel.Kemudian menentukan
ukuran tubing dan mencari tekanan masing masing untuk 1. Mengacu pada korelasi Hagedorn Brown maka akan
setiap laju alir maka akan didapatkan hasil dimana tubing didapatkan hasil ukuran tubing paling optimal yaitu
dengan ukuran 2,375 inc akan dicapai laju produksi ukuran 3,5 inch.
sebesar 500 stb/day,tubing 2,875 sebesar 700 stb/day dan
tubing 3,5 sebesar 850 stb/day.Dimana tubing ukuran 3,5 2. Semakin besar ukuran tubing maka Pwf semakin
inch.merupakan laju alir paling optimum.Kemudian menurun, teteapi akan didapatkan laju alir produksi yang
untuk laju alir kritical kita mendapatkan hasil 1126,126 semakin besar.
stb/day, yang artinya range paling aman untuk
memproduksikan sumur.

Referensi

Ahmed,Tarek.2006.ReservoirEngineering
Handbook.Amerika:Elsevier

Hagedorn, A. R, dan Brown, K. E.1965.Experimental Study Of


Pressure Gradient Occuring During Continues Two-Phase Flow
in Small Diameter Vertical Conduits. Tulsa: The University

Boyun, G., William, C.L., and Ali, G. (2007). Petroleum


Production Engineering. Lafayette LA : Elsevier Science &
Technology Books

Anda mungkin juga menyukai