Anda di halaman 1dari 80

NOTULEN

PENGGALANGAN KOMITMENT AKREDITASI


PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN

Proses awal akreditasi adalah penggalangan komitment yang diikuti oleh semua komponen petugas di fasilitas
kesehatan tringkat dasar dalam hal ini puskesmas. Dalam penggalangan komitment ini semua komponen
puskesmas wajib siap dan sanggup melaksanakan seluruh proses akreditasi. Sampai kemudian akhir nya lulus
akreditasi

Penggalangan komitment dilaksanakan dipimpin oleh kepala puskesmas bugul kidul, dr. Emmi Wijayanti
melibatkan semua komponen kepegawaian di puskesmas antara lain staf administrasi, paramedis baik di induk
maupun di pustu, medis baik dokter umum ataupun dokter gigi, petugas laboratorium, petugas gizi, petugas
obat dan caraka serta CS

Nara sumber untuk kegiatan penggalangan komitment akreditasi adalah dari dinas kesehatan yaitu
pendamping akreditasi terdiri dari pokja I bu Ika Anggriani, Pokja II bu Nuzulyati, dan pokja III, masing masing
memberikan gambaran umum tentang akreditasi dan proses yang akan di jalani. Memerlukan waktu yang
sangat panjang karena proses akreditasi terdiri dari 6 proses. sehingga memerlukan komitment tingkat tinggi
dan semangat sehingga akreditasi bisa berjalan sampai akhirnya nanti lulus dalam akreditasi

Ketua Pelaksanaan akreditasi adalah drg. Lanny Aryani, membangun komitment untuk akreditasi tanpa
terkecuali, masing-masing orang sanggup dan mau melaksanakan akreditasi, dan masing-masing menanda
tangani komitment untuk menjalani proses persiapan akreditasi, penanda tanganan masing masing pegawai di
saksikan oleh ke 3 pendamping akreditasi dinas kesehatan kota pasuruan. Sehingga ketua akreditasi membagi
semua pegawai-pegawai Puskesmas Bugulkidul dalam 3 pokja yaitu pokja i, pokja ii dan pokja iii masing masing
diketuai oleh Pokja I adalah ibu Solicha, ketua pokja II adalah drg. lanny Aryani, Pokja III adalah dr. Ika Septa L

Pokja I adalah Pokja Admen tetntang pengadministrasian dan management didalamnya terdapat anggota-
anggota pegawai administrasi dan caraka

pokja II adalah pokja UKM tentang program yang berjalan di puskesmas Bugulkidul terdiri dari teman-teman
pemegang program

Pokja III adalah pokja UKP terdiri dari klinis pelayanan dalam gedung terdiri dari paramedis, medis, analis
laboratorium dan obat serta gizi

saran :

pertemuan dilaksanakan setelah pemberian konsumsi atau konsumsi diberikan setelah kegiatan selesai
berjalan, sehingga penggalangan komitment berjalan tertib
Pasuruan, 18 Maret 2016
Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
PEMAHAMAN STANDART DAN INSTRUMENT AKREDITASI
PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN

Pelaksanaan kegiatan pengenalan dan pemahaman standard dan elemen penilaian akreditasi di pandu oleh tim
puskesmas dari dinas kesehatan kota pasuruan. Terdiri dari Pokja I adalah ibu Ika Anggriani, SKM pokja II adala
Nuzulyati, Ners dan pokja III adalah dr. Emmi wijayanti

Pelaksanaan kegiatan pengenalan dan pemahaman standard dan elemen penilaian akreditasi terbagi menjadi 3
dengan pokja masing-masing, dimana pokja I diketuai oleh ibu Sholicha, Pokja II diketuai oleh drg. Lanny Aryani
diketuai oleh dr. Ika Septa L. Seluruh pegawai puskesmas Bugul kidul terbagi habis dalam 3 pokja tersebut sesua
kompetensi serta tupoksi nya

Pokja I adalah administrasi dan management puskesmas terdiri dari 3 bab yaitu bab l, bab ll dan bab lll mempun
antara lain adalah bab l terdiri dari perencanaan sesuai kebutuhan masyarakat, akses dan pelaksanaan kegiatan
dan evaluasi kinerja puskesmas sedangkan bab ll terdiri dari tata kelola sarana puskesmas, dan kegiatan pengelo
puskesmas , adapun bab lll terdiri dari peningkatan mutu dan kinerja puskesmas

Pokja ll adalah usaha kesehatan masyarakat terdiri dari 3 bab juga yaitu bab IV, bab V dan Bab VI . Masing masin
mempunyai esensi yang kesemuannya berorientasi dari program-program upaya kesehatan puskesmas. Bab IV
iesensi yaitu perencanaan kegiatan upaya puskesmas, Akses masyarakat dan sasaran terhadap upaya puskesma
pelaksanaan upaya puskesmas. Bab V mempunyai esensi kepemiminan dan managemen upaya kesehatan oleh
terdiri dari tanggung jawab pengelolaan upaya, pengorganisasian upaya, dan akuntabilitas pengelolaan dan pela
upaya

Pokja III mempunyai dasar tentang pelayanan dalam gedung di puskesmas , Dimana bab VII adalah layanan klin
beorientasi pada pasien mulai pendaftaran pengkajian awal pelaksanaan layanan klinis, rujukan atau tidak lanju
pemulangan pasien. Sedangkan bab VIII beresensi tentang manajemen penunjang layanan klinis terdiri dari lab
obat, sumber daya manusia, pelayanan radio diagnostik, manajemen informasi, lingkungan dan sarana dan nut
tentang peningkatan mutu dan keselamatan pasien terdiri dari kebijakan mutu dan keselamatan pasien, indikato
klinis, rencana peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien

Pelaksanaan kegiatan berbentuk diskusi antaara pendamping akreditasi dengan masing -masing petugas keseha
pokja dengan memperhatikan dan menguraikan masing-masing elemen penilaian akreditasi

Pasuruan, 27 April 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
MAHAMAN STANDART DAN INSTRUMENT AKREDITASI
PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN

an pemahaman standard dan elemen penilaian akreditasi di pandu oleh tim akreditasi
a pasuruan. Terdiri dari Pokja I adalah ibu Ika Anggriani, SKM pokja II adalah ibu
dr. Emmi wijayanti

an pemahaman standard dan elemen penilaian akreditasi terbagi menjadi 3 sesuai


na pokja I diketuai oleh ibu Sholicha, Pokja II diketuai oleh drg. Lanny Aryani dan pokja III
h pegawai puskesmas Bugul kidul terbagi habis dalam 3 pokja tersebut sesuai dengan

agement puskesmas terdiri dari 3 bab yaitu bab l, bab ll dan bab lll mempunyai esensi
perencanaan sesuai kebutuhan masyarakat, akses dan pelaksanaan kegiatan puskesmas
angkan bab ll terdiri dari tata kelola sarana puskesmas, dan kegiatan pengelolaan
ari peningkatan mutu dan kinerja puskesmas

syarakat terdiri dari 3 bab juga yaitu bab IV, bab V dan Bab VI . Masing masing bab
ya berorientasi dari program-program upaya kesehatan puskesmas. Bab IV mempunya
upaya puskesmas, Akses masyarakat dan sasaran terhadap upaya puskesmas serta
b V mempunyai esensi kepemiminan dan managemen upaya kesehatan oleh puskesmas
laan upaya, pengorganisasian upaya, dan akuntabilitas pengelolaan dan pelaksanaan

pelayanan dalam gedung di puskesmas , Dimana bab VII adalah layanan klinis
aftaran pengkajian awal pelaksanaan layanan klinis, rujukan atau tidak lanjut serta
b VIII beresensi tentang manajemen penunjang layanan klinis terdiri dari laboratorium,
nan radio diagnostik, manajemen informasi, lingkungan dan sarana dan nutrisi. Bab IX
lamatan pasien terdiri dari kebijakan mutu dan keselamatan pasien, indikator mutu
inis dan keselamatan pasien

kusi antaara pendamping akreditasi dengan masing -masing petugas kesehatan sesuai
menguraikan masing-masing elemen penilaian akreditasi

Pasuruan, 27 April 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
PENINGKATAN KAPASITAS SDM KADER PIN POLIO
PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN

Dilakukan pertemuan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM kader untuk
pelaksanaan PIN polio 2016 di buka oleh kepala puskesmas Bugul Kidul
Materi diberikan oleh pemegang program sekaligus koordinator yaitu ibu Narulita Ardi
didampingi dokter Puskesmas dr. Ika Septa L

Indonesia telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara anggota WHO . Untuk
mempertahankan keberhasilan tersebut, dan sebagai bagian melaksanakan komitmen
mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu memperkuat pelaksanaan program imunisasi
rutin polio dan kegiatan imunisasi tambahan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status
imunisasi polio sebelumnya. Tujuan PIN Polio antara lain mengurangi resiko penularan virus
polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap
penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal serta merata pada
balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.

Penyakit Polio merupakan penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Polio.
Secara klinis penyakit polio adalah anak dibawah umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu
akut. Penyebaran penyakit ini melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi.
Kelumpuhan dimulai dengan gejala demam,nyeri otot dan kelumpuhan pada minggu pertama
sakit. kemudian bisa terjadi karena kelumpuhan otot pernafasan

Berdasarkan Analisa para ahli didapat data yang menunjukkan cakupan imunisasi Polio dosis
ke empat nasional telah melebihi 90% namun tidak merata diseluruh provinsi dan
Kabupaten/Kota. Dengan demikian para ahli merekomendasikan agar dilaksanakan PIN Polio
dengan sasaran balita (anak usia 0-59 bulan) untuk memberikan perlindungan optimal bagi
seluruh anak terhadap virus polio.

Perserta Pertemuan dan pelatihan peningkatan kapasitas SDM Kader PIN polio adalah 3 kader
di masing masing posyandu sehingga berjumlah 132 kader
materi berkisar tentang pelaksanaan PIN Polio pada bulan Maret yang dilaksanakan oleh
petugas kesehatan dan kader sesuai posyandu masing-masing
pelaksanaan pertemuan dan pelatihan berupa penyajian materi dan diskusi tanya jawab

Pasuruan, 08 Maret 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul
dr. Emmi Wijayanti
NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
PELATIHAN MOTIVATOR ASI
DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Jam : 08.00 - 13.15


Pertemuan Pelatihan Motivator ASI Eksklusif yang diselenggarakan di ruang pertemuan Puskesmas Bugul Kidul
dengan pembukaan dan pengarahan dari ibu kepala Puskesmas Bugul Kidul yang berisikkan tentang besarnya
peran ibu-ibu kader sebagai garda terdepan dalam hal urusan kesehatan promotf dan prefentif dalam hal ini
dalam memotivasi ASI Eksklusif. Yang tersebar di masyarakat dan paling dekat dengan ibu-ibu kader kesehatan.
Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan capaian pemberian ASI Eksklusif di masyarakat.

Materi diberikan secara pemaparan, diskusi, tanya jawab dan praktek. Adapun salah satu materi yang
disampaikan adalah Pentingnya Menyusui, Cara Kerja Menyusui, Cara Menyusui yang benar, Alasan Bayi
Menolak Menyusu, ASI Tidak Cukup, Meningkatkan Produksi ASI dan Relaksasi dan Bagaimana
mempertahankan menyusui.

Pengetahuan peserta mengalami peningkatan dilihat dari hasil pre test (42.5) dan post tes (57.6) yang
dilakukan. Walaupun hasil belum memuaskan, diharapkan motivator ASI terus belajar dan mampu melaksanakan
tugas dengan baik.

Jam 08.00 - 09.00 Pembukaan oleh Kepala Puskesmas


Jam 09.00 - 12.00 Materi I oleh Khusnul Khorida
Jam 12.00 - 13.00 Materi II oleh Candra Kusumandari

Jam 13.00 - 13.15 Penutupan

PERMASALAHAN
1. Materi terlalu banyak sehingga bisa dianggarkan untuk pelatihan lebih dari satu hari.
2. Diharapkan peserta focus ke pelatihan dengan tidak membawa anak.

SARAN
Pemisahkan materi yang diinginkan oleh ibu-ibu kader bisa dilakukan pada tahun depan dengan penganggaran
yang berbeda

Pasuruan, 24 Oktober 2016


Pelaksana,

Khusnul Khorida
NIP. 19661225 198903 2 012
NOTULEN
PELATIHAN DETEKSI IBU HAMIL RESIKO TINGGI OLEH KADER
DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Jam : 08.00 - 13.15


Pertemuan Pelatihan Deteksi Dini Bumil Resti oleh Kader yang diselenggarakan di ruang pertemuan puskesmas
Bugul Kidul dengan pembukaan dan pengarahan dari ibu kepala puskesmas bugul kidul yang berisikkan tentang
besarnya peran ibu-ibu kader sebagai garda terdepan dalam hal urusan kesehatan promotf dan prefentif dalam
hal ini dalam memndeteksi dini ibu hamil yang beresiko tinggi. Yang tersebar di masyarakat dan paling dekat
dengan ibu-ibu kader kesehatan. Hal tersebut bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta
menurunkan kemungkinan ibu hami dengan resiko tinggi

Materi Pertama berlangsung 3 jam diisi dengan pemaparan dan diskusi menerangkan kembali tentang kriteria
-kriteria ibu hamil risti antara lain sesuai dengan kriteria yang ada di buku KIA dan mengaplikasi kan ke
masyarakat secara langsung, Pendeteksi dinian ini dapat dilaksanakan bersama dengan keluarga sehingga
dapat ikut memberikan pengetahuan tentang waspada yang harus dilaksanakan oleh keluarga dan penindak
lanjutan berikutnya . dengan harapan dapat menyumbang capaian keselamatan ibu hamil dan bayi baru lahir.

Materi kedua berlangsung selama 1 jam dilaksanakan pemaparan dan diskusi langsung berisi tentang deteksi
dini Ca Cervix oleh kader di masyarakat, merupakan hal baru yang di dapat oleh ibu-ibu kader, menjelaskan
mengenai gejala awal ca Cervix antara lain keputihan yang berkepanjangan, perdarahan saat melakukan
hubungan sexual . Dijelaskan pula mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya ca Cervix, seperti
merokok, berhubungan sexual dini, berganti ganti pasangan, infeksi yang berlangsung sering dan terus menerus

Jam 08.00 - 09.00 Pembukaan oleh Kepala Puskesmas

Jam 09.00 - 12.00 Materi I oleh dr. Ika Septa Lestari

Jam 12.00 - 13.00 Materi II oleh Lailie Zulfia

Jam 13.00 - 13.15 Penutupan

PERMASALAHAN
- Pertemuan berjalan panjang sehingga terdapat 1 kader ada yang ijin sementara untuk keperluan penting
- Peserta antusias untuk materi deteksi dini Ca Cervix sehingga meminta waktu tersendiri dalam menerangkan
dan memaparkan tentang penyakit itu

SARAN
Pemisahkan materi yang diinginkan oleh ibu-ibu kader bisa dilakukan pada tahun depan dengan penganggaran
yang berbeda

Pasuruan, 27 September 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika Septa Lestari


NIP. 19830924 201001 2 021
NOTULEN
PELATIHAN KADER TIWISADA DI SD / MI PE

Hari / Tanggal : 14 November 2016 Hari / Tanggal


Jam : 08.00 - 12.00 Jam
Tempat : SDN TAPAAN II Tempat

UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan
meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga meningkatkan perilaku hidup
menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang menciptakan lingkungan yang
harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia Berkulitas. Tujuan UKS adalah harmonis dan optimal dalam r
menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap menciptakan lingkungan kehid
dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri dan membentuk perilaku mas
Untuk materi awal yang diberikan adalah tentang upaya pertolongan pertama (P3K) dan upaya
pencegahan penyakit serta pemanfaatan atau kegunaan tanaman obat keluarga (TOGA) oleh pencegahan penyakit serta pe
dr. Ika Septa Lestari dan Rizka, Amd kep. dr. Ika Septa Lestari dan Rizk
Selanjutnya tentang gizi yang disampaikan Bu Candra Kusumandari dengan menyampaikan
pengetahuan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pengetahuan mengenal gizi, sumber energi, zat pengaturpengetahuan 10 Tanda Umum
dan zat pembangun, pengukuran status gizi serta praktek pengukuran antropometri hingga kiat-kiat dan zat pembangun, penguku
bagaimana memilih jajanan yang sehat dan aman. bagaimana memilih jajanan y
Untuk membuat kegiatan lebih menarik, para peserta juga memperoleh berbagai materi pendukung Untuk membuat kegiatan lebi
seperti poster, kartu-kartu, leaflet dan dinamika kelompok seperti poster, kartu-kartu, lea
Selanjutnya materi tentang kesehatan lingkungan oleh Fitryah Ulfa, dengan cara pencegahan
demam berdarah melalui 4M (Menguras bak mandi, Mengubur barang bekas, Menutup tempat sampah, demam berdarah melalui 4M
Memantau jentik) dan mempraktekkan cara CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) Memantau jentik) dan mempr
Materi terakhir tentang Kesehatan gigi yang disampaikan oleh drg. Lanny yaitu
mempraktekkan cara gosok gigi yang benar. mempraktekkan cara gosok g
Setelah itu membentuk kelompok kerja (Pokja) tersebut antara lain : Pokja Kantin, Pokja UKS,
Pokja Rumah sehat, Pokja TOGA, Pokja Kamar Mandi. Setiap Pokja bertugas melakukan pengamatan Pokja Rumah sehat, Pokja TO
sesuai dengan pokjanya sesuai dengan pokjanya

Permasalahan Permasalahan
- ruang pertemuan sekolah yang digunakan untuk pelatihan tidak mempunyai LCD dan layar -
sehingga pemateri menggunakan alat peraga saja dalam pemberian materi
- peserta pelatihan terdapat anak-anak yang masih di kelas kecil sehingga kurang bisa mengerti -
dan tidak dapat mensosialisasikan ke teman-temannya
- Sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai untuk mempraktekan hasil pelatihan -
kader tiwisada seperti wastafel dan air mengalir pada cuci tangan pakai sabun, atau obat dan
alat untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan penyakit sehingga tindak -
lanjut dan pelaksanaan hasil pelatihan tidak dapat optimal
- peserta pelatihan sangat gaduh dan saat jalannya pelatihan terdapat anak-anak yang melihat
ke dalam bergerombol sehingga semakin ramai dan tidak kondusif

Diskusi dan Pemecahan Masalah Diskusi dan Pemecahan Ma


- Pengupayaan membawa perlengkapan pemberian materi dari puskesmas seperti LCD, -
Layar dan laptop
- Peserta pelatihan diharapkan adalah siswa dengan kelas besar sehingga mampu bertindak -
menjadi kader kesehatan di sekolahnya dan mensosialisasikan untuk teman-teman dan
lingkungan sekolahnya
- Usulan untuk sekolah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan promosi dilingkungan -
sekolah sesuai kemampuan dan urutan prioritas pemberian materi pelatihan pada saat jam
pelajaran dimulai

Pasuruan, 14 November 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika Septa Lestari


NIP. 19830924 201001 2 021
NOTULEN
PELATIHAN KADER TIWISADA DI SD / MI PELATIHAN

Hari / Tanggal : 15 November 2016 Hari / Tanggal


: 08.00 - 12.00 Jam
: MI R SHIBYAN Tempat

UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan UKS bertujuan meningkatkan
meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga meningkatkan perilaku hidup bersih dan s
menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang menciptakan lingkungan yang sehat, sehi
harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia Berkulitas. Tujuan UKS adalah harmonis dan optimal dalam rangka pemb
menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap menciptakan lingkungan kehidupan sekol
dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri dan membentuk perilaku masyarakat sek
Untuk materi awal yang diberikan adalah tentang upaya pertolongan pertama (P3K) dan upaya Untuk materi awal yang diber
pencegahan penyakit serta pemanfaatan atau kegunaan tanaman obat keluarga (TOGA) oleh pencegahan penyakit serta pemanfaatan
dr. Ika Septa Lestari dan Rizka, Amd kep. Rizka, Amd kep.
Selanjutnya tentang gizi yang disampaikan Bu khusnul Khorida dengan menyampaikan Selanjutnya tentang gizi yang
pengetahuan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pengetahuan mengenal gizi, sumber energi, zat pengaturpengetahuan 10 Tanda Umum Anak Berg
dan zat pembangun, pengukuran status gizi serta praktek pengukuran antropometri hingga kiat-kiat dan zat pembangun, pengukuran status g
bagaimana memilih jajanan yang sehat dan aman. bagaimana memilih jajanan yang sehat d
Untuk membuat kegiatan lebih menarik, para peserta juga memperoleh berbagai materi pendukung Untuk membuat kegiatan lebih menarik, p
seperti poster, kartu-kartu, leaflet dan dinamika kelompok seperti poster, kartu-kartu, leaflet dan dina
Selanjutnya materi tentang kesehatan lingkungan oleh Fitryah Ulfa, dengan cara pencegahan Selanjutnya materi tentang k
demam berdarah melalui 4M (Menguras bak mandi, Mengubur barang bekas, Menutup tempat sampah, demam berdarah melalui 4M (Menguras b
Memantau jentik) dan mempraktekkan cara CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) Memantau jentik) dan mempraktekkan ca
Materi terakhir tentang Kesehatan gigi yang disampaikan oleh Narsiyam, Amd Kesgi yaitu Materi terakhir tentang Keseh
mempraktekkan cara gosok gigi yang benar. mempraktekkan cara gosok gigi yang ben
Setelah itu membentuk kelompok kerja (Pokja) tersebut antara lain : Pokja Kantin, Pokja UKS, Setelah itu membentuk kelom
Pokja Rumah sehat, Pokja TOGA, Pokja Kamar Mandi. Setiap Pokja bertugas melakukan pengamatan Pokja Rumah sehat, Pokja TOGA, Pokja
sesuai dengan pokjanya sesuai dengan pokjanya

Permasalahan Permasalahan
peserta pelatihan sangat gaduh dan saat jalannya pelatihan terdapat anak-anak yang melihat - Jumlah peserta kurang dari 4
ke dalam bergerombol sehingga semakin ramai dan tidak kondusif - ruang pertemuan sekolah yan
peserta pelatihan terdapat anak-anak yang masih di kelas kecil sehingga kurang bisa mengerti sehingga pemateri mengguna
dan tidak dapat mensosialisasikan ke teman-temannya - Sarana dan prasarana sekola
ruang pertemuan sekolah yang digunakan untuk pelatihan tidak mempunyai LCD dan layar kader tiwisada seperti wastafe
sehingga pemateri menggunakan alat peraga saja dalam pemberian materi alat untuk memberikan pertolo
Sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai untuk mempraktekan hasil pelatihan lanjut dan pelaksanaan hasil p
kader tiwisada seperti wastafel dan air mengalir pada cuci tangan pakai sabun, atau obat dan - peserta pelatihan sangat gadu
alat untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan penyakit sehingga tindak ke dalam bergerombol sehing
lanjut dan pelaksanaan hasil pelatihan tidak dapat optimal

Diskusi dan Pemecahan Masalah Diskusi dan Pemecahan Masalah


Pengupayaan membawa perlengkapan pemberian materi dari puskesmas seperti LCD, - Pengupayaan membawa perl

Layar dan laptop Layar dan laptop


Peserta pelatihan diharapkan adalah siswa dengan kelas besar sehingga mampu bertindak - Peserta pelatihan diharapkan
menjadi kader kesehatan di sekolahnya dan mensosialisasikan untuk teman-teman dan menjadi kader kesehatan di s
lingkungan sekolahnya lingkungan sekolahnya
Usulan untuk sekolah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan promosi dilingkungan - Usulan untuk sekolah dalam m
sekolah sesuai kemampuan dan urutan prioritas pemberian materi pelatihan pada saat jam sekolah sesuai kemampuan d
pelajaran dimulai pelajaran dimulai

Pasuruan, 15 November 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika Septa Lestari


NIP. 19830924 201001 2 021
NOTULEN NOTU
PELATIHAN KADER TIWISADA DI SD / MI PELATIHAN KADER T

: 16 November 2016 Hari / Tanggal : 17 November 2016


: 08.00 - 12.00 Jam : 08.00 - 12.00
: SDN BLANDONGAN Tempat : SD AL KAUTSAR

UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan UKS bertujuan meningkatkan mutu pendi
ngkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta d
iptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memu
onis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia Berkulitas. Tujuan UKS adalah harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan ma
iptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang seh
membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang se
Untuk materi awal yang diberikan adalah tentang upaya pertolongan pertama (P3K) dan upaya Untuk materi awal yang diberikan adalah
egahan penyakit serta pemanfaatan atau kegunaan tanaman obat keluarga (TOGA) oleh pencegahan penyakit serta pemanfaatan atau keguna
Rizka, Amd kep.
Selanjutnya tentang gizi yang disampaikan Bu Candra Kusumandari dengan menyampaikan Selanjutnya tentang gizi yang disampaika
etahuan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pengetahuan mengenal gizi, sumber energi, zat pengaturpengetahuan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pen
at pembangun, pengukuran status gizi serta praktek pengukuran antropometri hingga kiat-kiat dan zat pembangun, pengukuran status gizi serta pra
mana memilih jajanan yang sehat dan aman. bagaimana memilih jajanan yang sehat dan aman.
membuat kegiatan lebih menarik, para peserta juga memperoleh berbagai materi pendukung Untuk membuat kegiatan lebih menarik, para peserta
ti poster, kartu-kartu, leaflet dan dinamika kelompok seperti poster, kartu-kartu, leaflet dan dinamika kelom
Selanjutnya materi tentang kesehatan lingkungan oleh Fitriyah, dengan cara pencegahan Selanjutnya materi tentang kesehatan lin
m berdarah melalui 4M (Menguras bak mandi, Mengubur barang bekas, Menutup tempat sampah, demam berdarah melalui 4M (Menguras bak mandi, M
antau jentik) dan mempraktekkan cara CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) Memantau jentik) dan mempraktekkan cara CTPS (C
Materi terakhir tentang Kesehatan gigi yang disampaikan oleh drg. Lanny yaitu Materi terakhir tentang Kesehatan gigi ya
praktekkan cara gosok gigi yang benar. mempraktekkan cara gosok gigi yang benar.
Setelah itu membentuk kelompok kerja (Pokja) tersebut antara lain : Pokja Kantin, Pokja UKS, Setelah itu membentuk kelompok kerja (P
Rumah sehat, Pokja TOGA, Pokja Kamar Mandi. Setiap Pokja bertugas melakukan pengamatan Pokja Rumah sehat, Pokja TOGA, Pokja Kamar Man
ai dengan pokjanya sesuai dengan pokjanya

Permasalahan
Jumlah peserta kurang dari 40 siswa - ruang pertemuan sekolah yang digunakan
ruang pertemuan sekolah yang digunakan untuk pelatihan tidak mempunyai LCD dan layar sehingga pemateri menggunakan alat per
sehingga pemateri menggunakan alat peraga saja dalam pemberian materi - Sarana dan prasarana sekolah yang kura
Sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai untuk mempraktekan hasil pelatihan kader tiwisada seperti wastafel dan air me
kader tiwisada seperti wastafel dan air mengalir pada cuci tangan pakai sabun, atau obat dan alat untuk memberikan pertolongan perta
alat untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan penyakit sehingga tindak lanjut dan pelaksanaan hasil pelatihan tid
lanjut dan pelaksanaan hasil pelatihan tidak dapat optimal - peserta pelatihan terdapat anak-anak yan
peserta pelatihan sangat gaduh dan saat jalannya pelatihan terdapat anak-anak yang melihat dan tidak dapat mensosialisasikan ke
ke dalam bergerombol sehingga semakin ramai dan tidak kondusif - peserta pelatihan sangat gaduh dan saat
ke dalam bergerombol sehingga semakin

usi dan Pemecahan Masalah Diskusi dan Pemecahan Masalah


Pengupayaan membawa perlengkapan pemberian materi dari puskesmas seperti LCD, - Pengupayaan membawa perlengkapan p

Layar dan laptop Layar dan laptop


Peserta pelatihan diharapkan adalah siswa dengan kelas besar sehingga mampu bertindak - Peserta pelatihan diharapkan adalah sisw
menjadi kader kesehatan di sekolahnya dan mensosialisasikan untuk teman-teman dan menjadi kader kesehatan di sekolahnya d
lingkungan sekolahnya lingkungan sekolahnya
Usulan untuk sekolah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan promosi dilingkungan - Usulan untuk sekolah dalam memenuhi k
sekolah sesuai kemampuan dan urutan prioritas pemberian materi pelatihan pada saat jam sekolah sesuai kemampuan dan urutan p
pelajaran dimulai pelajaran dimulai

Pasuruan, 16 November 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika Septa Lestari


NIP. 19830924 201001 2 021
NOTULEN NOTULEN
PELATIHAN KADER TIWISADA DI SD / MI PELATIHAN KADER TIWISADA

: 17 November 2016 Hari / Tanggal : 07 November 2016


: 08.00 - 12.00 Jam : 08.00 - 12.00
: SD AL KAUTSAR Tempat : SDN KEPEL

bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan pr
rilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat keseh
kungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pe
imal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia Berkulitas. Tujuan UKS adalah harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indon
kungan kehidupan sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat, meningk
perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan ma
materi awal yang diberikan adalah tentang upaya pertolongan pertama (P3K) dan upaya Untuk materi awal yang diberikan adalah tentang upa
yakit serta pemanfaatan atau kegunaan tanaman obat keluarga (TOGA) oleh pencegahan penyakit serta pemanfaatan atau kegunaan tanaman
Rizka, Amd kep.
jutnya tentang gizi yang disampaikan Bu khusnul Khorida dengan menyampaikan Selanjutnya tentang gizi yang disampaikan Bu khusnu
Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pengetahuan mengenal gizi, sumber energi, zat pengaturpengetahuan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pengetahuan m
un, pengukuran status gizi serta praktek pengukuran antropometri hingga kiat-kiat dan zat pembangun, pengukuran status gizi serta praktek penguk
lih jajanan yang sehat dan aman. bagaimana memilih jajanan yang sehat dan aman.
egiatan lebih menarik, para peserta juga memperoleh berbagai materi pendukung Untuk membuat kegiatan lebih menarik, para peserta juga memp
rtu-kartu, leaflet dan dinamika kelompok seperti poster, kartu-kartu, leaflet dan dinamika kelompok
jutnya materi tentang kesehatan lingkungan oleh Fitriyah, dengan cara pencegahan Selanjutnya materi tentang kesehatan lingkungan ole
melalui 4M (Menguras bak mandi, Mengubur barang bekas, Menutup tempat sampah, demam berdarah melalui 4M (Menguras bak mandi, Mengubur ba
dan mempraktekkan cara CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) Memantau jentik) dan mempraktekkan cara CTPS (Cuci Tangan P
i terakhir tentang Kesehatan gigi yang disampaikan oleh Narsiyam, Amd Kesgi yaitu Materi terakhir tentang Kesehatan gigi yang disampai
cara gosok gigi yang benar. mempraktekkan cara gosok gigi yang benar.
ah itu membentuk kelompok kerja (Pokja) tersebut antara lain : Pokja Kantin, Pokja UKS, Setelah itu membentuk kelompok kerja (Pokja) terseb
hat, Pokja TOGA, Pokja Kamar Mandi. Setiap Pokja bertugas melakukan pengamatan Pokja Rumah sehat, Pokja TOGA, Pokja Kamar Mandi. Setiap P
sesuai dengan pokjanya

Permasalahan
pertemuan sekolah yang digunakan untuk pelatihan tidak mempunyai LCD dan layar - ruang pertemuan sekolah yang digunakan untuk pela
gga pemateri menggunakan alat peraga saja dalam pemberian materi sehingga pemateri menggunakan alat peraga saja da
na dan prasarana sekolah yang kurang memadai untuk mempraktekan hasil pelatihan - peserta pelatihan terdapat anak-anak yang masih di k
tiwisada seperti wastafel dan air mengalir pada cuci tangan pakai sabun, atau obat dan dan tidak dapat mensosialisasikan ke teman-te
ntuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan penyakit sehingga tindak - Sarana dan prasarana sekolah yang kurang memada
dan pelaksanaan hasil pelatihan tidak dapat optimal kader tiwisada seperti wastafel dan air mengalir pada
ta pelatihan terdapat anak-anak yang masih di kelas kecil sehingga kurang bisa mengerti alat untuk memberikan pertolongan pertama pada ke
idak dapat mensosialisasikan ke teman-temannya lanjut dan pelaksanaan hasil pelatihan tidak dapat op
ta pelatihan sangat gaduh dan saat jalannya pelatihan terdapat anak-anak yang melihat - peserta pelatihan sangat gaduh dan saat jalannya pe
lam bergerombol sehingga semakin ramai dan tidak kondusif ke dalam bergerombol sehingga semakin ramai dan t

mecahan Masalah Diskusi dan Pemecahan Masalah


upayaan membawa perlengkapan pemberian materi dari puskesmas seperti LCD, - Pengupayaan membawa perlengkapan pemberian m

Layar dan laptop


ta pelatihan diharapkan adalah siswa dengan kelas besar sehingga mampu bertindak - Peserta pelatihan diharapkan adalah siswa dengan k
adi kader kesehatan di sekolahnya dan mensosialisasikan untuk teman-teman dan menjadi kader kesehatan di sekolahnya dan mensosi
lingkungan sekolahnya
n untuk sekolah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan promosi dilingkungan - Usulan untuk sekolah dalam memenuhi kebutuhan ke
ah sesuai kemampuan dan urutan prioritas pemberian materi pelatihan pada saat jam sekolah sesuai kemampuan dan urutan prioritas pem
pelajaran dimulai

Pasuruan, 17 November 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika Septa Lestari


NIP. 19830924 201001 2 021
NOTULEN
PELATIHAN KADER TIWISADA DI SD / MI

UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan
ngkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Selain itu juga
iptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang
onis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia Berkulitas. Tujuan UKS adalah
iptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap
membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat dan mandiri
Untuk materi awal yang diberikan adalah tentang upaya pertolongan pertama (P3K) dan upaya
egahan penyakit serta pemanfaatan atau kegunaan tanaman obat keluarga (TOGA) oleh

Selanjutnya tentang gizi yang disampaikan Bu khusnul Khorida dengan menyampaikan


etahuan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pengetahuan mengenal gizi, sumber energi, zat pengatur
at pembangun, pengukuran status gizi serta praktek pengukuran antropometri hingga kiat-kiat
mana memilih jajanan yang sehat dan aman.
membuat kegiatan lebih menarik, para peserta juga memperoleh berbagai materi pendukung
ti poster, kartu-kartu, leaflet dan dinamika kelompok
Selanjutnya materi tentang kesehatan lingkungan oleh Fitriyah, dengan cara pencegahan
m berdarah melalui 4M (Menguras bak mandi, Mengubur barang bekas, Menutup tempat sampah,
antau jentik) dan mempraktekkan cara CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)
Materi terakhir tentang Kesehatan gigi yang disampaikan oleh Narsiyam, Amd Kesgi yaitu

Setelah itu membentuk kelompok kerja (Pokja) tersebut antara lain : Pokja Kantin, Pokja UKS,
Rumah sehat, Pokja TOGA, Pokja Kamar Mandi. Setiap Pokja bertugas melakukan pengamatan

ruang pertemuan sekolah yang digunakan untuk pelatihan tidak mempunyai LCD dan layar
sehingga pemateri menggunakan alat peraga saja dalam pemberian materi
peserta pelatihan terdapat anak-anak yang masih di kelas kecil sehingga kurang bisa mengerti
dan tidak dapat mensosialisasikan ke teman-temannya
Sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai untuk mempraktekan hasil pelatihan
kader tiwisada seperti wastafel dan air mengalir pada cuci tangan pakai sabun, atau obat dan
alat untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan penyakit sehingga tindak
lanjut dan pelaksanaan hasil pelatihan tidak dapat optimal
peserta pelatihan sangat gaduh dan saat jalannya pelatihan terdapat anak-anak yang melihat
ke dalam bergerombol sehingga semakin ramai dan tidak kondusif

Pengupayaan membawa perlengkapan pemberian materi dari puskesmas seperti LCD,

Peserta pelatihan diharapkan adalah siswa dengan kelas besar sehingga mampu bertindak
menjadi kader kesehatan di sekolahnya dan mensosialisasikan untuk teman-teman dan
Usulan untuk sekolah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan promosi dilingkungan
sekolah sesuai kemampuan dan urutan prioritas pemberian materi pelatihan pada saat jam

Pasuruan, 07 November 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika Septa Lestari


NIP. 19830924 201001 2 021
PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI
UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN

Hari / Tanggal : 07 November 2016


Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
Pendampingan implememtasi dokumen akreditasi dilaksanakan oleh 3 orang pendamping dari dinas
kesehatan yaitu ibu Ika anggriani untuk pokja 1 ibu Nuzulyati untuk pokja 2 dan dr. Emmi Wijayanti untuk
pokja 3 dihadiri oleh selruh karyawan dan karyawati upt. Puskesmas Bugul Kidul dengan masing-masing
membawa dokumen yang di perlukan sesuai instrument dan standard akreditasi. Karena kelengkapan
dokumen sudah dilaksanakan dan masih belum memenuhi seluruh instrumen dan standard akreditasi
maka selain melihat implementasi maka juga dilakukan pemenuhan kelengkapan dokumen juga

Pokja 1 didampingi oleh ibu Ika anggriani : mencakup perencanaan tingkat puskesmas profil dan
kegiatan keadministrasian puskesmas selama 1 tahun. Diawali dengan mencocokan dokumen dan
keadaaan riil dari puskesmas. Pokja 1 adalah pokja utama yang menggerakan arah dan tujuan dari
puskesmas. Mulai survey masyarakat indeks kepuasan, termasuk indikator mutu disemua usaha
kesehatan di puskesmas. termasuk juga perencanaan kegiatan masing-masing berserta
penganggarannya.
Untuk pokja 1 terdapat banyak kekurang terutama di dalam kelengkapan dokumennya sehingga sangat
mempengaruhi implementasi dokumen dan secara garis besar belum berjalan semua sistem di
puskesmas. Masih berupa potongan-potongan mozaik yang belum tepat benar. Terbaca bahwa petugas
kesehatan cuma memenuhi elemen penilaian akreditasi. untuk hari pertama di dampingi bab I akreditasi
yang memuat perencanaan puskesmas dan belum dijalankan sesuai standard. Apa-apa yang dilakukan
puskesmas hanya mengutamakan yang berhubungan dengan penganggaran. sedangkan yang tidak ada
penganggaran tidak dilakkukan pembukuan atau pendokumentasian. struktur organisasi masih belum
sesuai dan tiap-tiap orangnya tidak memahami kedudukannya dakam struktur organisasi tersebut

Pokja 2 didampingi oleh ibu Nuzulyati : terdapat banyak kekurang terutama di dalam kelengkapan
dokumennya sehingga sangat mempengaruhi implementasi dokumen dan secara garis besar belum
berjalan semua sistem, pembagian program essensial dan pengembangan sesuai struktur belum jelas
terbagi terutama yang melibatkan lintas sektor. Survey kebutuhan masyarakat terhadap puskemas masih
terpecah-pecah dilaksanakan sehingga tetap belum memperoleh gambaran keinginan masyarakat
terhadap pelayanan dan program puskesmas. pelaksanaan atau implementasi program sudah
dilaksnakan tapi pembukuannya dan pendokumentasiannya sangat minimal sehingga memulai lagi dari
awal dan membukukannya bahkan melakukan kilas balik terhadap kegiatan program

dengan terputus-putusnya pelaksanaan program sesuai dengan bab 4 pada pokja 2 membuat masing-
masing petugas membuat pendokumentaian lagi. Mulai survey pada masing-masing program dan
pelaksanaan kegiatan program, evaluasi dan peningkatan mutunya. Ibu nuzul mengusulkan untuk
mendaftar rekan lintas sektor yang terlibat dengan puskesmas saat pelaksanaan setiap kegiatan. Yaitu
antara lain 6 kelurahan, 33 sekolah, kecamatan, 20 TK/PAUD, 3 pondok pesantren, K3S, PKK
kecamatan, polres . Masing-masing menuliskan peran dan porsi kedudukan mitra lintas sektor dalam
pelaksanaan dan pencapaian program kesehatan puskesmas

Pokja 3 didampingi oleh dr. Emmi Wijayanti : masing-masing penanggung jawab bab mempersiapkan
dokumen masing-masing sehingga dapat di cocokan untuk dilihat kelengkapannya dan
pengim[plementasiannya. Meliputi pelayanan dalam gedung dari loket ke masing-masing poli, elemen
penunjamg layanan klinis, sampai pada saat pulang pasien baik yang one day care atau pasien rawat
jalan biasa. Semua harus terstandard dan mempunyai acuan serttaa pedoman sehingga dlm
melaksanakan pelauyanan kesehatan pokok yang termaktub dalam ban 7 tidak terlalu jauh menyimpang
Belum ada survey kebutuhan pelayanan kesehatan perseorangan sehingga keinginan masyarakat yang
menunjukan bahwa jenis pelayanan harus jelas dan terukur belum bisa di laksanakan. Pendamping
mengusulkan untuk membuat survey kebutuhan masyarakat dahulu sehingga bisa dijadikan acuan untuk
melaksanakan pelayanan kesehatan perseorangan sesuai dengan keinginan masyarakat. Sehingga
dengan demikian layanan yang tersedia bisa bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat dan tidak
sia-sia. Dengan adanya implementasi maka ketahuan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan
perorangan upt. puskesmas bugulkidul belum memenuhi dan sesuai dengan keinginan masyrakat.
Anjuran terbentuknya forum masyarakat peduli puskesmas mohon bisa di pikirkan untuk mendukung
puskesmas lebih baik

Pasuruan, 07 November 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012

PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI


UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN

Hari / Tanggal : 08 November 2016


Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
Pendampingan implememtasi dokumen akreditasi hari ke 2 dilaksanakan oleh 3 orang pendamping dari dinas
kesehatan yaitu ibu Ika anggriani untuk pokja 1 ibu Nuzulyati untuk pokja 2 dan dr. Emmi Wijayanti untuk pokja 3
dihadiri oleh seluruh karyawan dan karyawati upt. Puskesmas Bugul Kidul dengan masing-masing membawa
dokumen yang di perlukan sesuai instrument dan standard akreditasi. Karena kelengkapan dokumen sudah
dilaksanakan dan masih belum memenuhi seluruh instrumen dan standard akreditasi maka selain melihat
implementasi maka juga dilakukan pemenuhan kelengkapan dokumen yang mulai dilengkapi satu per satu

Pokja 1 didampingi oleh ibu Ika anggriani : implementasi penyelenggaraan pelayanan puskesmas mulai dari
analisa kebutuhan masyarakat, akses dan pelaksanaan kegiatan serta evaluasi mencakup perencanaan tingkat
puskesmas profil dan kegiatan keadministrasian puskesmas selama 1 tahun. Diawali dengan mencocokan dokumen
dan keadaaan riil dari puskesmas. Pokja 1 adalah pokja utama yang menggerakan arah dan tujuan dari puskesmas.
Mulai survey masyarakat indeks kepuasan, termasuk indikator mutu disemua usaha kesehatan di puskesmas.
termasuk juga perencanaan kegiatan masing-masing berserta penganggarannya. Untuk pokja 1 terdapat banyak
kekurang terutama di dalam kelengkapan dokumennya sehingga sangat mempengaruhi implementasi dokumen dan
secara garis besar belum berjalan semua sistem di puskesmas. Masih berupa potongan-potongan mozaik yang
belum tepat benar. Terbaca bahwa petugas kesehatan cuma memenuhi elemen penilaian akreditasi. untuk hari
pertama di dampingi bab I akreditasi yang memuat perencanaan puskesmas dan belum dijalankan sesuai standard.
Apa-apa yang dilakukan puskesmas hanya mengutamakan yang berhubungan dengan penganggaran. sedangkan
yang tidak ada penganggaran tidak dilakkukan pembukuan atau pendokumentasian. struktur organisasi masih belum
sesuai dan tiap-tiap orangnya tidak memahami kedudukannya dakam struktur organisasi tersebut telah diperbaiki
serta di rencanakan di sosialisasikan kepada setiap petugas
Pokja 2 didampingi oleh ibu Nuzulyati : pelaksanaan program sesuai dengan bab 4 yang terdiri dari upaya
kesehatan masyrarakat yang beorientasi sasaran (UKBMS) dilakukan analisa, pembentukan akses, dan evaluasi
pada pokja 2 membuat masing-masing petugas membuat pendokumentasian lagi. Mulai survey pada masing-masing
program dan pelaksanaan kegiatan program, evaluasi dan peningkatan mutunya. Ibu nuzul mengusulkan untuk
mendaftar rekan lintas sektor yang terlibat dengan puskesmas saat pelaksanaan setiap kegiatan. Yaitu antara lain 6
kelurahan, 33 sekolah, kecamatan, 20 TK/PAUD, 3 pondok pesantren, K3S, PKK kecamatan, polres mulai
direncanakan di inventaris dan di optimalisasi . Masing-masing menuliskan peran dan porsi kedudukan mitra lintas
sektor dalam pelaksanaan dan pencapaian program kesehatan puskesmas terdapat banyak kekurang terutama di
dalam kelengkapan dokumennya sehingga sangat mempengaruhi implementasi dokumen dan secara garis besar
belum berjalan semua sistem, pembagian program essensial dan pengembangan sesuai struktur belum jelas terbagi
terutama yang melibatkan lintas sektor. Survey kebutuhan masyarakat terhadap puskemas masih terpecah-pecah
dilaksanakan sehingga tetap belum memperoleh gambaran keinginan masyarakat terhadap pelayanan dan program
puskesmas. pelaksanaan atau implementasi program sudah dilaksnakan tapi pembukuannya dan
pendokumentasiannya sangat minimal sehingga memulai lagi dari awal dan membukukannya bahkan melakukan
kilas balik terhadap kegiatan program. Beberapa kesulitan yaitu saat kilas balik memerlukan peran lintas sektor
sehingga memakai data yang ada dengan dokumentasi yang telah dilakukan

Pokja 3 didampingi oleh dr. Emmi Wijayanti : Belum ada survey kebutuhan pelayanan kesehatan perseorangan
sehingga keinginan masyarakat yang menunjukan bahwa jenis pelayanan harus jelas dan terukur belum bisa di
laksanakan. Pendamping mengusulkan untuk membuat survey kebutuhan masyarakat dahulu sehingga bisa
dijadikan acuan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan perseorangan sesuai dengan keinginan masyarakat.
Sehingga dengan demikian layanan yang tersedia bisa bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat dan tidak sia-
sia. Dengan adanya implementasi maka ketahuan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan perorangan upt.
puskesmas bugulkidul belum memenuhi dan sesuai dengan keinginan masyrakat. Anjuran terbentuknya forum
masyarakat peduli puskesmas mohon bisa di pikirkan untuk mendukung puskesmas lebih baik masing-masing
penanggung jawab bab mempersiapkan dokumen masing-masing sehingga dapat di cocokan untuk dilihat
kelengkapannya dan pengim[plementasiannya. Meliputi pelayanan dalam gedung dari loket ke masing-masing poli,
elemen penunjamg layanan klinis, sampai pada saat pulang pasien baik yang one day care atau pasien rawat jalan
biasa. Semua harus terstandard dan mempunyai acuan serttaa pedoman sehingga dlm melaksanakan pelauyanan
kesehatan pokok yang termaktub dalam ban 7 tidak terlalu jauh menyimpang yang terpenting sesuai dengan
kebutuhan masyarakat

Usulan dan masukan : membuat survey masyarakat untuk pengguna pelayanan kesehatan di UKM atau UKP yang
melibatkan pokja 2 dan 3 dalam 1 form dan menggunakan pertemuan yang telah rutin di masyarakat seperti
pengajian, pertemuan rutin kader, pertemuan linsek di kecamatan atau petemuan RT/RW

Pasuruan, 08 November 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012

PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI


UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN

Hari / Tanggal : 14 November 2016


Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
Proses ke 2 Pendampingan implememtasi dokumen akreditasi dilaksanakan oleh 3 orang pendamping dari dinas
kesehatan yaitu ibu Ika anggriani untuk pokja 1 ibu Nuzulyati untuk pokja 2 dan dr. Emmi Wijayanti untuk pokja 3
dihadiri oleh selruh karyawan dan karyawati upt. Puskesmas Bugul Kidul dengan masing-masing membawa dokumen
yang di perlukan sesuai instrument dan standard akreditasi. Karena kelengkapan dokumen sudah dilaksanakan dan
masih belum memenuhi seluruh instrumen dan standard akreditasi maka selain melihat implementasi maka juga
dilakukan pemenuhan kelengkapan dokumen. Pelaksanaan sampai melewati jam makan siang

Pokja 1 didampingi oleh ibu Ika anggriani : pada proses kedua pendampingan dilaksanakan terutama untuk pokja
1 adalah bab ke 2 yaitu tentang kepemimpinan dan managemen puskesmas mencakup perencanaan tingkat
puskesmas profil dan kegiatan keadministrasian puskesmas selama 1 tahun. Diawali dengan mencocokan dokumen
dan keadaaan riil dari puskesmas. Pokja 1 adalah pokja utama yang menggerakan arah dan tujuan dari puskesmas.
Mulai survey masyarakat indeks kepuasan, termasuk indikator mutu disemua usaha kesehatan di puskesmas.
termasuk juga perencanaan kegiatan masing-masing berserta penganggarannya. untuk bab 2 mengulas semua
tentang perencanaan, penggerakan pelaksanaan, serta evaluasi pada persyaratan puskesmas sendiri, persyaratan
ketenagaan, pengelolaan puskesmas, hak dan kewajiban pengguna puskesmas, kontrak dengan pihak ke 3 serta
pemeliharan sarana dan prasarana

Untuk pokja 1 sudah ada beberapa tentang pengadministrasian terdapat banyak kekurang terutama di dalam
kelengkapan dokumennya sehingga sangat mempengaruhi implementasi dokumen dan secara garis besar belum
berjalan semua sistem di puskesmas. Masih berupa potongan-potongan mozaik yang belum tepat benar. Terbaca
bahwa petugas kesehatan cuma memenuhi elemen penilaian akreditasi. untuk hari pertama di dampingi bab I
akreditasi yang memuat perencanaan puskesmas dan belum dijalankan sesuai standard. Apa-apa yang dilakukan
puskesmas hanya mengutamakan yang berhubungan dengan penganggaran. sedangkan yang tidak ada
penganggaran tidak dilakkukan pembukuan atau pendokumentasian. Untuk kepegawaian masih belum sincron cara
mengevaluasinya, kontrakpihak ke 3 pada pengadaan makanan ibu bersalin di puskesmas, serta sarana dan
prasarana yang sangat ketat dan masuk ke simda

Pokja 2 didampingi oleh ibu Nuzulyati : untuk kepemimpinan dan managemen upaya kesehatan masyarakat yang
melibatkan semua program puskesmas terdapat banyak kekurang terutama di dalam kelengkapan dokumennya
sehingga sangat mempengaruhi implementasi dokumen dan secara garis besar belum berjalan semua sistem,
pembagian program essensial dan pengembangan sesuai struktur belum jelas terbagi terutama yang melibatkan
lintas sektor. Survey kebutuhan masyarakat terhadap puskemas masih terpecah-pecah dilaksanakan sehingga tetap
belum memperoleh gambaran keinginan masyarakat terhadap pelayanan dan program puskesmas. pelaksanaan
atau implementasi program sudah dilaksnakan tapi pembukuannya dan pendokumentasiannya sangat minimal
sehingga memulai lagi dari awal dan membukukannya bahkan melakukan kilas balik terhadap kegiatan program

Koordinasi pelaksanaan program sesuai dengan bab 5 pada pokja 2 membuat masing-masing petugas membuat
pendokumentaian lagi. Mulai survey pada masing-masing program dan pelaksanaan kegiatan program, evaluasi dan
peningkatan mutunya. Meliputi banyak hal yang harus di betulkan dalam pendokumentasian damn pelaksanaaannya
yaitu setiap program harus ada pengelolanya, perencanaan kegiatannyapengorganisasian UKM , koordinasi dan
komunikasi, kebijakan dari pkm tentang masing-masing program beserta prosedurnya, serta hak dan kewajiban
sasaran UKM

Pokja 3 didampingi oleh dr. Emmi Wijayanti : memasuki bab 8 yaitu managemen unsur penunjang layanan klinis
maka masing-masing penanggung jawab bab mempersiapkan dokumen masing-masing sehingga dapat di cocokan
untuk dilihat kelengkapannya dan pengim[plementasiannya. Meliputi pelayanan dalam gedung dari loket ke masing-
masing poli, elemen penunjamg layanan klinis, sampai pada saat pulang pasien baik yang one day care atau pasien
rawat jalan biasa. Semua harus terstandard dan mempunyai acuan serttaa pedoman sehingga dlm melaksanakan
pelauyanan kesehatan pokok yang termaktub dalam bab 8 tidak terlalu jauh menyimpang . Unsur penunjang upt.
puskesmas bugulkidul terdiri dari obat, laboratorium, klinik gizi, klinik sanitasi, IPAL dan kesling

survey kebutuhan pelayanan kesehatan perseorangan sehingga keinginan masyarakat yang menunjukan bahwa jenis
pelayanan harus jelas dan terukur belum bisa di laksanakan. Pendamping mengusulkan untuk membuat survey
kebutuhan masyarakat dahulu sehingga bisa dijadikan acuan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan
perseorangan sesuai dengan keinginan masyarakat. Sehingga dengan demikian layanan yang tersedia bisa
bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat dan tidak sia-sia. Dengan adanya implementasi maka ketahuan
bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan perorangan upt. puskesmas bugulkidul belum memenuhi dan sesuai
dengan keinginan masyrakat. Anjuran terbentuknya forum masyarakat peduli puskesmas mohon bisa di pikirkan
untuk mendukung puskesmas lebih baik pelayanan klinisnya
Pasuruan, 14 November 2016
Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI
UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN

Hari / Tanggal : 15 November 2016


Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
Hari ke dua Proses ke 2 Pendampingan implememtasi dokumen akreditasi dilaksanakan oleh 3 orang pendamping
dari dinas kesehatan yaitu ibu Ika anggriani untuk pokja 1 ibu Nuzulyati untuk pokja 2 dan dr. Emmi Wijayanti untuk
pokja 3 dihadiri oleh selruh karyawan dan karyawati upt. Puskesmas Bugul Kidul dengan masing-masing membawa
dokumen yang di perlukan sesuai instrument dan standard akreditasi. Evaluasi hasil pertemuan hari pertama kemarin

Pokja 1 didampingi oleh ibu Ika anggriani : Untuk pokja 1 sudah ada beberapa tentang pengadministrasian
terdapat banyak kekurang terutama di dalam kelengkapan dokumennya sehingga sangat mempengaruhi
implementasi dokumen dan secara garis besar belum berjalan semua sistem di puskesmas. Masih berupa potongan-
potongan mozaik yang belum tepat benar. Terbaca bahwa petugas kesehatan cuma memenuhi elemen penilaian
akreditasi. untuk hari pertama di dampingi bab I akreditasi yang memuat perencanaan puskesmas dan belum
dijalankan sesuai standard. Apa-apa yang dilakukan puskesmas hanya mengutamakan yang berhubungan dengan
penganggaran. sedangkan yang tidak ada penganggaran tidak dilakkukan pembukuan atau pendokumentasian.
Untuk kepegawaian masih belum sincron cara mengevaluasinya, kontrakpihak ke 3 pada pengadaan makanan ibu
bersalin di puskesmas, serta sarana dan prasarana yang sangat ketat dan masuk ke simda pada hari ke dua proses
kedua pendampingan dilaksanakan terutama untuk pokja 1 adalah bab ke 2 yaitu tentang kepemimpinan dan
managemen puskesmas mencakup perencanaan tingkat puskesmas profil dan kegiatan keadministrasian
puskesmas selama 1 tahun. Diawali dengan mencocokan dokumen dan keadaaan riil dari puskesmas. Pokja 1
adalah pokja utama yang menggerakan arah dan tujuan dari puskesmas. Mulai survey masyarakat indeks kepuasan,
termasuk indikator mutu disemua usaha kesehatan di puskesmas. termasuk juga perencanaan kegiatan masing-
masing berserta penganggarannya. untuk bab 2 mengulas semua tentang perencanaan, penggerakan pelaksanaan,
serta evaluasi pada persyaratan puskesmas sendiri, persyaratan ketenagaan, pengelolaan puskesmas, hak dan
kewajiban pengguna puskesmas, kontrak dengan pihak ke 3 antara lain penyediaan bahan habis pakai PMT, Bahan
laboratorium,alat kesehatan dan alat kantor serta pemeliharan sarana dan prasarana

Pokja 2 didampingi oleh ibu Nuzulyati : untuk kepemimpinan dan managemen upaya kesehatan masyarakat yang
melibatkan semua program puskesmas terdapat banyak kekurang terutama di dalam kelengkapan dokumennya
sehingga sangat mempengaruhi implementasi dokumen dan secara garis besar belum berjalan semua sistem,
pembagian program essensial dan pengembangan sesuai struktur belum jelas terbagi terutama yang melibatkan
lintas sektor. Survey kebutuhan masyarakat terhadap puskemas masih terpecah-pecah dilaksanakan sehingga tetap
belum memperoleh gambaran keinginan masyarakat terhadap pelayanan dan program puskesmas. pelaksanaan
atau implementasi program sudah dilaksnakan tapi pembukuannya dan pendokumentasiannya sangat minimal
sehingga memulai lagi dari awal dan membukukannya bahkan melakukan kilas balik terhadap kegiatan program,
Koordinasi pelaksanaan program sesuai dengan bab 5 pada pokja 2 membuat masing-masing petugas membuat
pendokumentaian lagi. Mulai survey pada masing-masing program dan pelaksanaan kegiatan program, evaluasi dan
peningkatan mutunya. Meliputi banyak hal yang harus di betulkan dalam pendokumentasian damn pelaksanaaannya
yaitu setiap program harus ada pengelolanya, perencanaan kegiatannyapengorganisasian UKM , koordinasi dan
komunikasi, kebijakan dari pkm tentang masing-masing program beserta prosedurnya, serta hak dan kewajiban
sasaran UKM
Pokja 3 didampingi oleh dr. Emmi Wijayanti : hari ke dua untuk bab 8 yaitu managemen unsur penunjang layanan
klinis maka masing-masing penanggung jawab bab mempersiapkan dokumen masing-masing sehingga dapat di
cocokan untuk dilihat kelengkapannya dan pengim[plementasiannya. Meliputi pelayanan dalam gedung dari loket ke
masing-masing poli, elemen penunjamg layanan klinis, sampai pada saat pulang pasien baik yang one day care atau
pasien rawat jalan biasa. Semua harus terstandard dan mempunyai acuan serttaa pedoman sehingga dlm
melaksanakan pelauyanan kesehatan pokok yang termaktub dalam bab 8 tidak terlalu jauh menyimpang . Unsur
penunjang upt. puskesmas bugulkidul terdiri dari obat, laboratorium, klinik gizi, klinik sanitasi, IPAL dan kesling.
survey kebutuhan pelayanan kesehatan perseorangan sehingga keinginan masyarakat yang menunjukan bahwa jenis
pelayanan harus jelas dan terukur belum bisa di laksanakan. Pendamping mengusulkan untuk membuat survey
kebutuhan masyarakat dahulu sehingga bisa dijadikan acuan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan
perseorangan sesuai dengan keinginan masyarakat. Sehingga dengan demikian layanan yang tersedia bisa
bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat dan tidak sia-sia. Dengan adanya implementasi maka ketahuan
bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan perorangan upt. puskesmas bugulkidul belum memenuhi dan sesuai
dengan keinginan masyrakat. Anjuran terbentuknya forum masyarakat peduli puskesmas mohon bisa di pikirkan
untuk mendukung puskesmas lebih baik pelayanan klinisnya

Masukan dari ke 3 pendamping : untuk implementasi hendaknya pokja 1,2,3 menjadi satu kesatuan utuh sistem
puskesmas tidak terpisah-pisah sehingga tidak ada missing link yang tidak ada penanggung jawabnya

Pasuruan, 15 November 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012

PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI


UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN

Hari / Tanggal : 21 November 2016


Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
pada Proses ke 3 hari pertama untuk pendampingan implementasi akreditasi tetap dengan 3 pendamping dinas
kesehatan kota pasuruan yaitu ibu Ika Anggriani untuk pokja I, ibu nuzulyati utnuk pendamping pokja 2 akreditasi
puskesmas dan dr. Emmi wijayanti untuk pendamping pokja 3 akreditasi dilaksanakan mulai dengan evaluasi
langsung implementasi dengan melaksanakan share kesulitan setiap-setiap pokja

Pendampingan pokja I oleh ibu Ika Anggriani : mulai masuk pada implementasi dokumen akreditasi bab 3
mencakup peningkatan mutu puskesmas, dengan kata-kata yang tinggi dan pemahaman yang tertata yaitu perbaikan
mutu dan kinerja puskesmas konsisten dengan tata nilai, visi, misi dan tujuan puskesmas, penanggung jawab upaya
puskesmas dan pelaksana

dalam hal ini evaluasi dan peningkatan mutu puskesmas yang harus selalu stabil dan berkesinambungan
dilaksanakan

Pendampingan pokja II oleh ibu nuzulyati : bab 6 berhubungan dengan perbaikan kinerja masing-masing UKM
Puskesmas secara konsisten dengan tata nilai, visi, misidan tujuan puskesmas, penanggung jawab upaya puskesmas
dilaksanakan oleh kepala puskesmas, penganggung jawab UKM dan pelaksanan ditunjukan dalam sifat
kepemimpinan
banyak hal yang dipersyaratkan belum dpat di penuhi untuk UKM sehingga terus menerus dilakukan evaluasi dan
perbaikan yang mencakup semua program

Pendampingan pokja III oleh dr. Emmi Wijayanti : bab 9 seperti bola bergulir mulai mutu merupakan tanggung
jawab semua tenaga yang bekerja di pelayanan klinis, perlunya pemahaman dan pendefinisian tentang mutu layanan
klinis dan sasaran keselamatan pasien yang dapat diukur dan dievaluasi dengan tepat serta evaluasi dan
dikomunikasikan dengan dengan baik

pemahaman indikator mutu layanan klinis serta keselamatan pasien belum di mengerti dengan benar oleh petugas
layanan klinis karena mencakup semua unti layanan

Pasuruan, 21 November 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012

PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI


UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN
Hari / Tanggal : 22 November 2016
Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
pada Proses ke 3 hari kedua untuk pendampingan implementasi akreditasi tetap dengan 3 pendamping dinas
kesehatan kota pasuruan yaitu ibu Ika Anggriani untuk pokja I, ibu nuzulyati utnuk pendamping pokja 2 akreditasi
puskesmas dan dr. Emmi wijayanti untuk pendamping pokja 3 akreditasi dilaksanakan mulai dengan evaluasi
langsung implementasi dengan melaksanakan share kesulitan setiap-setiap pokja

Implementasi dokumen akreditasi untuk pokja 1 masih perlu dilengkapi renstra PKM, PTP puskesmas, PKP
puskesmas

implementasi dokumen akreditasi untuk pokja 2 masih memerlukan pengorganisasian masing-masing program

implementasi dokumen akreditasi untuk pokja 3 masih memerlukan aspirasi dari masyarakat tentang penyediaan
jenis pelayanan kesehatan

saran dan masukan dari pendamping : pelaksanaan standard akreditasi secara menyeluruh dan pendekatan
sistem bukan perorangan atau program, melibatkan mitra lintas sektor palam melaksanakan upaya kesehatan oleh
puskesmas, peningkatan mutu puskesmas secara berkesinambungan membentuk tim mutu akreditasi dan audit
interna secara independen yang fungsional dalam melaksanakan tugas. Perbaikan pada ruang disesuaikan dengan
standard dan instrument akreditasi. Upaya keselamatan pasien dan indikator mutu klinis yang berkesinambungan
merupakan tanggung jawab semua. Sosialisasi tentang pelayanan puskesmas dilaksanakan dengan berbagai cara

Pasuruan, 22 November 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI
UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN

Hari / Tanggal : 28 November 2016


Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
pada Proses ke 4 hari Pertama untuk pendampingan implementasi akreditasi tetap dengan 3 pendamping dinas
kesehatan kota pasuruan yaitu ibu Ika Anggriani untuk pokja I, ibu nuzulyati utnuk pendamping pokja 2 akreditasi
puskesmas dan dr. Emmi wijayanti untuk pendamping pokja 3 akreditasi dilaksanakan mulai dengan evaluasi
langsung implementasi dengan melaksanakan share kesulitan setiap-setiap pokja dan persiapan self assesment

Pokja 1 didampingi oleh ibu Ika anggriani : sistem di puskesmas mencakup perencanaan tingkat puskesmas profil
dan kegiatan keadministrasian puskesmas selama 1 tahun. Diawali dengan mencocokan dokumen dan keadaaan riil
dari puskesmas. Pokja 1 adalah pokja utama yang menggerakan arah dan tujuan dari puskesmas. Mulai survey
masyarakat indeks kepuasan, termasuk indikator mutu disemua usaha kesehatan di puskesmas. termasuk juga
perencanaan kegiatan masing-masing berserta penganggarannya. Belum terlaksana implementasinya dengan
sempurna

Pokja 2 didampingi oleh ibu Nuzulyati : implementasi pokja 2 Survey kebutuhan masyarakat terhadap puskemas
masih terpecah-pecah dilaksanakan sehingga tetap belum memperoleh gambaran keinginan masyarakat terhadap
pelayanan dan program puskesmas. pelaksanaan atau implementasi program sudah dilaksnakan tapi
pembukuannya dan pendokumentasiannya sangat minimal sehingga memulai lagi dari awal dan membukukannya
bahkan melakukan kilas balik terhadap kegiatan program terdapat banyak kekurang terutama di dalam kelengkapan
dokumennya sehingga sangat mempengaruhi implementasi dokumen dan secara garis besar belum berjalan semua
sistem, pembagian program essensial dan pengembangan sesuai struktur belum jelas terbagi terutama yang
melibatkan lintas sektor.

Pokja 3 didampingi oleh dr. Emmi Wijayanti : masing-masing penanggung jawab bab mempersiapkan dokumen
masing-masing sehingga dapat di cocokan untuk dilihat kelengkapannya dan pengim[plementasiannya. Meliputi
pelayanan dalam gedung dari loket ke masing-masing poli, elemen penunjamg layanan klinis, sampai pada saat
pulang pasien baik yang one day care atau pasien rawat jalan biasa. Semua harus terstandard dan mempunyai
acuan serttaa pedoman sehingga dlm melaksanakan pelauyanan kesehatan pokok yang termaktub tidak terlalu jauh
menyimpang seperti bola bergulir mulai mutu merupakan tanggung jawab semua tenaga yang bekerja di pelayanan
klinis, perlunya pemahaman dan pendefinisian tentang mutu layanan klinis dan sasaran keselamatan pasien yang
dapat diukur dan dievaluasi dengan tepat serta evaluasi dan dikomunikasikan dengan dengan baik

hasil diatas yang masih banyak memerlukan perbaikan harus dilakukan self assesment kembali pada pokja 1, 2, 3
Pasuruan, 28 November 2016
Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012

PENDAMPINGAN KEGIATAN IMPLEMENTASI TENAGA KESEHATAN AKREDITASI


UPT. PUSKESMAS BUGULKIDUL
KOTA PASURUAN

Hari / Tanggal : 29 November 2016


Jam : 10.00 - 15.00
Tempat : RUANG PERTEMUAN UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses :
pada Proses ke 4 hari kedua untuk pendampingan implementasi akreditasi tetap dengan 3 pendamping dinas
kesehatan kota pasuruan yaitu ibu Ika Anggriani untuk pokja I, ibu nuzulyati utnuk pendamping pokja 2 akreditasi
puskesmas dan dr. Emmi wijayanti untuk pendamping pokja 3 akreditasi dilaksanakan mulai dengan evaluasi
langsung implementasi dengan melaksanakan share kesulitan setiap-setiap pokja dan persiapan self assesment

Pelaksanaan kegiatan self assesment standard dan elemen penilaian akreditasi terbagi menjadi 3 sesuai dengan
pokja masing-masing, dimana pokja I diketuai oleh ibu Sholicha yang sekarang mulai dilakukan bantuan oleh bapak
Rizka , Pokja II diketuai oleh drg. Lanny Aryani dan pokja III diketuai oleh dr. Ika Septa L. Seluruh pegawai
puskesmas Bugul kidul terbagi habis dalam 3 pokja tersebut sesuai dengan kompetensi serta tupoksi nya
hasil dari self assesment sendiri terbagi sesuai bab yang sudah ada dalam standard dan elemen penilaian akreditasi
yaitu antara lain :

Pokja Essensi Ti hasil self


assesmen
t
Pokja I
bab I Penyeleng 31,55 %
garaan
Pelayanan
Puskesma
s

bab ll Kepemimpi 28,85%


nan dan
Manageme
n
Puskesma
s

bab lll Peningkata 20,45%


n Mutu
Puskesma
s

Pokja II
bab IV Upaya 46,75%
Kesehatan
Masyaraka
t
Berorienta
si sasaran

Bab V Kepemimpi 44,65%


nan dan
manageme
n upaya
kesehatan
masyaraka
t

bab VI Sasaran 32,55%


Kinerja
upaya
kesehatan
masyaraka
t

Pokja III
bab VII Layanan 29,20%
Klinis
Berorienta
si Pasien

Bab VIII Manageme 23,50%


n
Penunjang
layanan
klinis
Bab IX Peningkata 10,05%
n mutu
klinis dan
keselamat
an pasien

hasil self assesment kembali pada akhir dari implementasi tahun 2016 masih menunjukan hasil yang sama bahkan
lebih rendah dari pada hasil sebelumnya hal ini dikarenakan ada beberpaa salah pengertian dan pemahaman
terhadap instrument dan standard akreditasi

proses implementasi dan self assesment akan selalu diulang sampai menghasilkan hasil yang baik dan siap untuk di
akreditasi

Pasuruan, 29 November 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN HARI I
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI
PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Proses pendampingan sampai pada penyusunan dokumen akreditasi Puskesmas Bugul Kidul tiap pokja
sesuai dengan pendamping masing masing

Pendekatan perpokja sesuai dengan self assesment masing masing bab sehingga berkesan seperti orang
membangun rumah maka tidak seluruh bagian yang di perbaiki tetpi yang benar-benar perlu
pendampingan pembuatan dokumen da kelngkapannya yang dibuat dan dilengkapi

Self assesment tertinggi pada pokja I adalah pada bab I yaitu penyelenggaraan pelayanan puskesmas
dimana secara keadministrasian ebih lengkap dibanding bab yang lain pada pokja I

Self assesment tertinggi pada pokja 2 adalah bab IV yaitu Upaya Kesehatan Masyarakat berorientasi
sasaran, Dimana nafas dari bab IV pokja 2 adalahsurvey yang dilakukan untuk masyrakat terutama yang
menjadi sasaran program kesehatan

Sedangkan self assesment teringgi pada pokja 3 adalah bab VII, Pelayanan Klinis berorientasi pada pasien
yang merupakan pelayanan dalam gedung. Melibatkan pasien mulai pasien datang sampai pasien itu
pulang baik yang rawat jalan rujukan maupun kontrol ulang

untuk penyusunan dokumen yang demikian detail maka setiap EP akan di lihat satu per satu dan di penuhi
persyaratannya. Dapat dilihat dengan melihat instrument masing-masing mengacu pada materi telusur,
orang yang di telusur, dokumen yang ditelusur, .serta dokumen eksternal pada puskesmas. Perhatian
terhadap dasar hukum termasuk salah satu yang penting dan utama dalam areditasi

Proses : Pendampingan untuk pokja 1 dengan self assesment seperti tercantum di bawah :

hasil self
Pokja Essensi Tiap Bab assesment

Pokja I
Penyelenggaraan
bab I Pelayanan 31+C34,55 %
Puskesmas

Kepemimpinan dan
bab ll Managemen 28,85%
Puskesmas

Peningkatan Mutu
bab lll 20,45%
Puskesmas

Pendampingan pokja 1 dilakukan oleh ibu Ika Anggriani , SKM


Pembuatan kelengkapan dokumen ini meliputi pembuatan Perencanaan
Puskesmas terdiri dari RUK dan PRK puksemsas 1 tahun kedepan untuk seluruh
penyelenggaraan pelayanan puskesmas yang mengacu pada PKP puskesmas dan
Renstra di dinas Kesehatan yang di break down ke masing-masing Puskesmas

hasil self
Pokja Essensi Tiap Bab assesment

Pokja II

Upaya Kesehatan
bab IV Masyarakat 46,75%
Berorientasi sasaran

Kepemimpinan dan
managemen upaya
Bab V 44,65%
kesehatan
masyarakat

Sasaran Kinerja
bab VI upaya kesehatan 32,55%
masyarakat
Pendampingan dilaksanakan oleh ibu Nuzul, S.Ners

Pemenuhan dokumen pada pokja kedua tidak dapat dilaksanakan secara perbab
tetapi menyeluruh masing-masing program mengenrjakan karena essensi tiap-tiap
bab berlaku untuk semua program kegiatan yang ada di puskesmas

hasil self
Pokja Essensi Tiap Bab assesment

Pokja III

Layanan Klinis
bab VII 29,20%
Berorientasi Pasien

Managemen
Bab VIII Penunjang layanan 23,50%
klinis

Peningkatan mutu
Bab IX klinis dan 10,05%
keselamatan pasien
Pendampingan dokumen untuk pokja 3 dilaksanakan oleh dr. Emmi wijayanti

Pendampingan dokumen pada pokja 3 melihat pada elemen profesi yang terlibat
dalam pelayanan kesehatann dipuskesmas bugulkidul melibatkan berbagai profesi
baik dokter, perawat, bidan, analisa laboratorium, obat dan teman-admin

menyangkut kode etik masing-masing profesi serta standard yang telah di


tetapkan sesuai perundang-undangan yang mengikat pada masing-masing profesi

Pasuruan, 03 Oktober 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN HARI II
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI PE
PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Pendampingan masing-masing pokja kembali dilaksanakan pada hari ke dua Setelah berkumpul se
menginstruksikan Per
Puskesmas Bugul Kid
Kembali untuk diingatkan dalam penyusunan dokumen yang demikian detail maka setiap EP akan di lihat luar gedung
Untuk puskesm
pendampingan
satu per satu dan di penuhi persyaratannya. Dapat dilihat dengan melihat instrument masing-masing keadministrasian keu
akreditasi mulai dari
masih tidak terdokum
mengacu pada materi telusur, orang yang di telusur, dokumen yang ditelusur, .serta dokumen eksternal SOP. Sedangkan kun
pada puskesmas. Perhatian terhadap dasar hukum termasuk salah satu yang penting dan utama dalam
areditasi
Pendamping dari Din
ada dikota pasuruan

Banyak perbaikan dan pelengkapan dokumen yang harus dikerjakan sehingga belum ada kemajuan dalam Salah satu unsur pen
self assesment masing-masing bab pada akreditasi adalah bagaimana m
dokumentasi dalam s
dokumen merupakan
kegiatan, serta bagian
Permasalahan dengan saling berkaitannya rogram UKM dan UKP maka perlu pertemuan lintas program dokumentasi
Dokumen yang yangba
dimak
bahkan lintas Profesi untuk menyamakan persepsi penertian dan kebutuhan masing-masing EP personilmaupun
dokumen internalbagi
da
perencanaanbersama
membakukan sistem
tersebut berupa Kebi
disusunberdasarkan
Pendampingan kelengkapan dokumen masih bersifat pecah-pecah belum menyatu sehingga kadang berlaku
Kerangka Acuan Kegi
dalam memahami kebutuhan persyaratan EP dokumen akreditasi sangat perlu dilaksanakan pelan-pelan
dan detail

Kesulitan dalam mengatur personil pada masing-masing pokja membuat tumpang tindih tugas, tapi dapat Sebagai dasar pelaks
dilakukan pemecahan dimana setiap orang yang beratnggung jawab pada pokja itulah yang bertugas dasar hukum dan lata
SK/ Kebijakan
mengumpulkan semua yang di perlukan dalam pemenuhan instrument dan standard akreditasi mengacu pada progra
kegiatan, bukti pelaks
Tingkat Pertama perl
dilaksanakan) dan do
kesimpulan ke 3 pendamping akreditasi bahwa sesuai SA maka perlu kelengkapan dokumen, perlu kerja Kebijakan
pelatihan, adalah Perk
sertifikat
sama masing-masing pokja alam melengkapi dokumen untuk persyaratan akreditasi, keterkaitan pokja 1, merupakan garis
Penyusunan Surat Kebes
pokja 2 an pokja 3 merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisah-pisah dan merupakan pelayanan wajibdilaksanakan
Undang-undang, Pera ol
wajib puksesmas tersebut, disusun
Kepala Daerah, ped
Perat
memberikan
ditetapkanolehkejelasa
Keme
kegiatan dalam gedu
dan Dinas Kesehatan
Perlu lanjutan pendampingan kelengkapan dokumen SOP

Standar Operasional
mengenai berbagai p
dilakukanm dimana d

Pasuruan, 04 Oktober 2016 Format SOP sebagai b


Kepala Puskesmas Bugul Kidul
Manual Mutu
dr. Emmi Wijayanti
Manual mutu adalah
NIP. 19730828 200604 2 012 luar tentang sistem m
Rencana 5 Tahun Pus
organisasi.
Sejalan dengan renca
menyusun rencana k
Rencana lima tahuna
sesuai dengan target
Puskesmas bedasarka
Dalam menyusun
upaya untuk ren
meningk
seluruh jajaran karya
analisis pencapaian k
penghambat kinerja,
dalam kegiatan dan r

Perencanaan Tahuna

Perencanaan Puskesm
Puskesmas baik dalam
Pedoman/panduan P
(UKM) maupun Upay
maupun pengemban
baik pemerintah pusa

Pedoman/ panduan a
yang harus dilakukan
kegiatan. Panduan ad
pedoman mengatur b
Pedoman/ panduand
SOP.Mengingat sanga
Pendampingan kelen
FKTPmenyusun/mem
NOTULEN HARI I NO
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI PENDAMPINGAN PENY
PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN PUSKESMAS BUG

Setelah berkumpul semua yang bertugas di puskesmas Bugul Kidul para pendamping Pelaksanaan Pendampingan Kelengkapan d
menginstruksikan Pertama harus melaksanakan inventarisasi dokumen yang ada di UPT. petugas kesehatan UPT. Puskesmas Bugul K
Puskesmas Bugul Kidul, mulai keadministrasian management puskesmas dampai pada kegiatan datangnya bertahap karena kegiatan setela
luar
Untukgedung puskesmaskali
pendampingan . Sejauh ini maka
ini di berikan yangtentang
materi teradministrasi
standarddengan baik adalah
dan format semuakegiataan
Dokumen inventarisasi dokumenhari
Untuk pendampingan yangkeada
duadimulai
UPT. Pudi
keadministrasian keuangan beserta kegiatan yang didanai saja sedangkan untuk kegiatan lain management puskesmas
akreditasi mulai dari dokumen internal puskesmas sesuai hirarki seperti Kerangka Acuan, SK, Dokumen akreditasi mulai dari dokumen dampai pada kegin
masih tidak terdokumentasi
SOP. Sedangkan kuntuk hasildengan
kegiatanbaik
format sesuai dengan kebutuhan teradministrasi
Acuan, SK, SOP. dengan baik adalah
Sedangkan kuntuk kegiata
hasil k
yang didanai
mulai keadaansaja sedangkan
dokumen untukdan
minimal kegiata
bany
sehingga
sehingga mencari
memerlukan satu komitment
per satu kekurangan
tingkat ti
Pendamping dari Dinas Kesehatan merujuk pada peraturan tentang tata Naskah Daerah yang Pendamping nya
parabaik dari
melalui
petugas Dinas
tetptextbook Kesehatan
maupun
melaksanakan merujuk
downlo
tugas ruti
ada dikota pasuruan ada
hari menjalankan pelayanan kesehatan sin
dikota pasuruan. Terdapat ketidak
naskah kota SOP yang berbeda dengan tun
Salah satu unsur penting dan sangat vital yang menentukan keberhasilanakreditasi FKTP Sehingga diputuskan
Mulai dirancang tempatuntuk tetap
untuk membua
dokumen a
adalah bagaimana mengatur sistem pengdokumentasian dokumen.Pengaturan sistem sesuai
tindak lanjut yang penting dan sangatmem
anjuran bagian organisasi juga vita
dokumentasi dalam satu dalam proses implementasiakreditasi FKTP dianggap penting karena adalah bagaimana mengatur sistem pengd
dokumen merupakan acuan kerja, buktipelaksanaan dan penerapan kebijakan, program dan dokumentasi dalam satu dalam proses imp
kegiatan, serta bagian darisalah satu persyaratan Akreditasi FKTP. Dengan adanya sistem dokumen merupakan acuan kerja, buktipe
dokumentasi
Dokumen yang dimaksud dalam Akreditasi FKTP secara garis besar dibagiatas dua bagian yaitu kegiatan,
yangbaik dalam suatu institusi/organisasi diharapkan fungsi-fungsi setiap Pedomanserta bagian darisalah
dan Panduan satu persy
untuk pembuatan
personilmaupun bagian-bagian dari organisasi dapat berjalan sesuai dengan
dokumen internal dan eksternal. Dokumen tersebutdigunakan untuk membangun dan dokumentasi
Puskesmas secara garis besar dibagiinstitu
yangbaik dalam suatu atas d
perencanaanbersama dalam upaya mewujudkan kinerja yang optimal
membakukan sistem manajemen mutu dansistem manajemen pelayanan. Regulasi internal personilmaupun
Dokumen tersebut bagian-bagian dari organi
digunakan untuk memb
tersebut berupa Kebijakan,Pedoman, Standar operasional prosedur (SOP) dan dokumen lain perencanaanbersama
dansistem manajemendalam upayaRegulas
pelayanan. mewuj
disusunberdasarkan peraturan perundangan dan pedoman-pedoman (regulasi) eksternalyang Standar operasional prosedur (SOP) dan do
berlaku
Kerangka Acuan Kegiatan perundangan
Masing-masing dan pedoman-pedoman
Pokja Mulai bekerja untuk (reg
di SK kan oleh kepala Puskesmas.
dokumennya sebelum nantinya di cetak da Hal ini m
Admen, UKM dan UKP muali menginventa
berupa berbagi waktu dengan pelayanan s
kedalam SK kepala Puskesmas

Sebagai dasar pelaksanaan kegiatan maka setiap apa yang dilakukan puskesmas harus ada Hambatan Pokja I
dasar hukum dan latar belakang yang bisa mengacu pada visi dan misi pemerintah kota atau
SK/ Kebijakan Dokumen yang meliputi semua unsur kegia
mengacu pada program pemerintah kota sehingga pembangunan kesehatan selaras dengan mengusulkan acuan dan pedomannya mas
kegiatan, bukti pelaksanaan kegiatan dan pelayanan, Puskesmas dan FasilitasKesehatan puskesmas yang masuk dalam pokja I meru
Tingkat Pertama perlu menyiapkan rekam implementasi (bukti tertuliskegiatan yang penganggaran puskesmas sehingga seringk
dilaksanakan) dan dokumen-dokumen pendukung lain, seperti fotocopy ijazah, sertifikat rutin puskesmas
Kebijakan
pelatihan, adalah Peraturan/Surat
sertifikat Keputusan yang ditetapkan olehKepala FKTP yang
kalibrasi, dan sebagainya Hambatan Pokja II
merupakan garis besar yang bersifat
Penyusunan Surat Keputusan tersebut mengikat dan
harus didasarkan padaperaturan perundangan, baik Keterlibatan lintas sektor dan pelaksanaan
wajibdilaksanakan oleh penanggung jawab maupun
Undang-undang, Peraturan Pemerintah,Peraturan Presiden, pelaksana. Berdasarkankebijakan
Peraturan Daerah, Peraturan perlu konsultasi pendamping berulang dan
tersebut, disusun
Kepala Daerah, pedoman/panduan
PeraturanMenteri dandan standar operasionalprosedur
pedoman-pedoman (SOP) yang
teknis yang berlaku seperti yang
memberikan kejelasan langkah-langkah dalampelaksanaan kegiatan di Puskesmas baik untuk
ditetapkanoleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Dinas KesehatanProvinsi,
kegiatan dalam gedung (UKP)
dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kotadan kegiatan luar gedung (UKM)
SOP Hambatan Pokja III

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah serangkaian instruksi tertulis yangdibakukan Penerima Pelayanan Kesehatan yaitu Pasie
mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi,bagaimana dan kapan harus hal inovasi dan tujuan UKP
dilakukanm dimana dan oleh siapa dilakukan(Permenpan No. 035 tahun 2012)

Format SOP sebagai berikut


Manual Mutu
Manual mutu adalah dokumen yang memberi informasi yang konsisten kedalam maupun ke
luar tentang sistem manajemen mutu. Manual mutu disusun,ditetapkan, dan dipelihara oleh
Rencana 5 Tahun Puskesmas
organisasi.
Sejalan dengan rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmasperlu
menyusun rencana kinerja lima tahunan dalam memberikan pelayanankepada masyarakat
Rencana lima tahunan
sesuai dengan tersebut
target kinerja yangharus sesuai dengan
ditetapkan visi, misi, tugasKabupaten/Kota.
oleh DinasKesehatan pokok danfungsi
Puskesmas bedasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat akanpelayanan kesehatan sebagai
Dalam menyusun
upaya untuk rencana lima
meningkatkan tahunan,
derajat Kepala Puskesmas
kesehatanmasyarakat bersama
secara optimal.
seluruh jajaran karyawan yang bertugas di Puskesmas melakukan analisis situasi yangmeliputi
analisis pencapaian kinerja, mencari faktor-faktor yang menjadipendorong maupun
penghambat kinerja, sehingga dapat menyusun programkerja lima tahunan yang dijabatkan
dalam kegiatan dan rencana anggaran.

Perencanaan Tahunan Puskesmas

Perencanaan Puskesmas mencakup semua kegiatan upaya Puskesmas yangdilakukan di


Puskesmas baik dalam
Pedoman/panduan menjalankan fungsi penyelenggaraan UpayaKesehatan Masyarakat
Puskesmas
(UKM) maupun Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)tingkat pertama, UKM baik esensial,
maupun pengembangan sebagai rencanaTahunan Puskesmas yang dibiayai oleh pemerintah,
baik pemerintah pusatmaupun daerah serta sumber dana lain

Pedoman/ panduan adalah: kumpulan ketentuan dasar yang memberi arahlangkah-langkah


yang harus dilakukan. Pedoman merupakan dasar untukmenentukan dan melaksanakan
kegiatan. Panduan adalah petunjuk dalammelakukan kegiatan, sehingga dapat diartikan
pedoman mengatur beberapahal, sedangkan panduan hanya mengatur 1 (satu) kegiatan.
Pedoman/ panduandapat diterapkan dengan baik dan benar melalui penerapan
SOP.Mengingat sangat bervariasinya
Pendampingan kelengkapan dokumen bentuk dan isipada
dilanjutkan pedoman/panduan
hari kedua maka
FKTPmenyusun/membuat sistematika buku pedoman/ panduan sesuai kebutuhan

Pasuruan, 21 Oktober 2016

Kepala Puskesmas Bugul Kidul


dr. Emmi Wijayanti
NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN HARI I NOTULEN HARI I
ENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMENTA
PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASU

pingan Kelengkapan dokumen akreditasi hari kedua dihadiri oleh 44 Kelanjutan dari pendampingan Kelengkapan Dokumen Akredita
PT. Puskesmas Bugul Kidul mulai dari kepala puskesmas sampai CS yang Pendampingan Kelengkapan dokumen akreditasi hari pertama j
karena kegiatan setelah pelayanan kesehatan ttp melaksanakan kesehatan UPT. Puskesmas Bugul Kidul mulai dari kepala puskes
nnhari
yangkeada
duadimulai
UPT. Puskesmas
di betulkan Bugul Kidul,
tentang mulai dan
standard keadministrasian
format semua melaksanakan inventarisasi
mulai di betulkan dokumendan
tentang standard yang ada disemua
format UPT. Puskesm
Dokume
mas dampai pada kegiatan luar gedung puskesmas
mulai dari dokumen internal puskesmas sesuai hirarki . Sejauh
sepertiiniKerangka
maka yang keadministrasian
dokumen internal puskesmas sesuai hirarki seperti pada
management puskesmas dampai kegiata
Kerangka Ac
an baik adalah kegiataan keadministrasian keuangan beserta
angkan kuntuk hasil kegiatan format sesuai dengan kebutuhan. Bekerja kegiatan Sejauh ini maka yang teradministrasi dengan baik
untuk hasil kegiatan format sesuai dengan kebutuhan. Bekerja adalah kegiatam
angkan
men untukdan
minimal kegiatan
banyaklain masih yang
kegiatan tidak tidak
terdokumentasi dengan
terdokumentasi baik berat
dangat beserta kegiatan
minimal dan banyak yangkegiatan
didanaiyang
saja sedangkan untuk kegiatan
tidak terdokumentasi dangatlai
nu komitment
per satu kekurangannya
tingkat tinggidan
padamencari
masing-informasi tentangditambah
masing petugas kelengkapan lagi dengan
komitmentbaiktingkat
sehingga mencari
tinggi satu per masing
pada masing- satu kekurangannya
petugas ditamba dan
as Kesehatan
book maupun
elaksanakan merujuk
tugas rutinpada
downloading peraturan
bahkan
mereka tentang
petugastata
mencontoh
sebagai Naskah yang
puskesmas
kesehatan Daerah yang
lain. setiap Pendamping
melaksanakandari
kelengkapan nya Dinas
baik
tugas Kesehatan
melalui
rutin merujuk
berbagai
mereka sebagai pada
carapetugas peraturan
dan harus selalutent
kesehatan me
ya
Terdapat
ayanan ketidak sincronan antara bagian organosasi t6entang tata
kesehatan ada dikota
puskesmas pasuruan.
baik tentangKonsultasi
jenis dengan
program bagian
maupun organisasi
jenis
pelayanan kesehatan baik secara luar gedung maupun dalam ge telah
layanan
g berbeda dengan tuntunan dan standarisasi dokumen akreditasi. kesehatan dan mengacu pada format tersebut Terdapat ketidak
untuk
pat tetap
untuk membuat
dokumen dokumen
akreditasi SOP sesuai
sehingga dapattata naskah kota
dikendalikan Pasuruan
merupakan organisasi tentang
Mulai dirancang tata naskah
tempat untuk kota SOP yang
dokumen berbeda
akreditasi dengan
sehingga dapt
n organisasi juga membuat tata naskah SOP sesuai standard
enting dan sangat vital yang menentukan keberhasilanakreditasi FKTP akreditasi dokumen akreditasi. Sehingga diputuskan untuk tetap
tindak lanjut yang penting dan sangat vital yang menentukan ke membua
engatur sistem pengdokumentasian dokumen.Pengaturan sistem naskah kota Pasuruan
adalah bagaimana sesuai anjuran
mengatur bagian organisasi juga
sistem pengdokumentasian mem
dokum
atu dalam proses implementasiakreditasi FKTP dianggap penting karena standard
dokumentasiakreditasi
dalam satu dalam proses implementasiakreditasi F
n acuan kerja, buktipelaksanaan dan penerapan kebijakan, program dan dokumen merupakan acuan kerja, buktipelaksanaan dan penera
nandarisalah satu persyaratan
untuk pembuatan DokumenAkreditasi FKTP. Dengan
yang dimaksud dalamadanya sistem
Akreditasi kegiatan,
Pedomanserta bagian darisalah
dan Panduan satu persyaratan
yang digunakan AkreditasiDoku
untuk pembuatan FKT
ik dalam suatu institusi/organisasi diharapkan fungsi-fungsi
aris besar dibagi atas dua bagian yaitu dokumen internal dan eksternal.setiap dokumentasi yangbaik dalam suatu institusi/organisasi
Akreditasi Puskesmas berupa buku atau textbook menyesuaika diharapk
an-bagianuntuk
gunakan dari organisasi
membangun dapat
danberjalan sesuai sistem
membakukan denganmanajemen mutu personilmaupun bagian-bagian
masing-masing program di kasiedari organisasi
dinas kesehatandapat berjalanter
. Dokumen se
a dalam upaya mewujudkan kinerja yang optimal
en pelayanan. Regulasi internal tersebut berupa Kebijakan,Pedoman, perencanaanbersama dalam upaya mewujudkan
membangun dan membakukan sistem manajemen mutu dansis kinerja yang op
prosedur (SOP) dan dokumen lain disusunberdasarkan peraturan sehingga diharapkan sama dengan seluruh puskesmas di kota pa
doman-pedoman
Mulai bekerja untuk (regulasi) eksternal
melengkapi danyang berlaku dan
membetulkan hal tersebut harus
msing-masing tersebut
Hambatan berupa
PokjaKebijakan,Pedoman,
I Standar operasional prose
Puskesmas. Hal ini mengakibatkan semua komponen puksesmas
m nantinya di cetak dan mulai di atur dalam ruang akreditasi. Hambatan mulai disusunberdasarkan peraturan perundangan dan pedoman-ped
P muali menginventarisasi pedoman masing-masing
u dengan pelayanan sangat dirasakan pada masing-masing pokja untuk masuk berlaku dan hal tersebut harus di SK kan oleh kepala Puskesmas
uskesmas komponen puksesmas mulai Admen, UKM dan UKP muali meng
masing-masing untuk masuk kedalam SK kepala Puskesmas

Dokumen yang meliputi semua unsur kegiatan di puskesmas me


uti semua unsur kegiatan di puskesmas mengharuskan semua pihak mengusulkan
Hambatan Pokja acuan
II dan pedomannya masuk dalam kebijakan p
dan pedomannya masuk dalam kebijakan puskesmas. Petugas di puskesmas yang masuk dalam pokja I merupakan petugas yang
uk dalam pokja I merupakan petugas yang bergerak di bidang penganggaran puskesmas sehingga seringkali waktu dan kesemp
smas sehingga seringkali waktu dan kesempatan teralihkan untuk kegiatan rutin puskesmas. Untuk itu tidak boleh terlewat 1 kegiatan pun
dibukukan dan terinventaris menjadi kegiatan puskesmas. Dan
Mulai
belummenyusun
mebukukan survey yang
seluruh dilakukan
kegiatan dimasyarakat
secara yangterjadw
rinci urut dan natin
ktor dan pelaksanaan survey kebutuhan masyarakat merupakan hal yang makakemauan
Hambatan masyarakat
Pokja
kegiatan di III tentang pelayanan UKM luar gedung
pokja satu sangat berat menunggu masukan d dari
damping berulang dan terus menerus Keterlibatan
pokja I lintas sektor dan pelaksanaan survey kebutuhan ma
perlu konsultasi pendamping berulang dan terus menerus. sert
lintas sektor kita sehingga betul-betul apa yang diberikan oleh p
dan permintaan dari masyarakat. Yang menjadi masalah adalah
puskesmas dan
Merapikan Bugul kidul sehingga
mengatur kembalimemerlukan aspirasi
jenis pelayanan darigedun
dalam masy
padahal
puskesmasdaribugulkidul
masyarakat tidak menggambarkan
mempengaruhi tentangyang
semua dokumen klinikdiP
kegiatan
sekali halyang
yangberjalan
di rubah dan ditambahkan. sekaligus perubahan
Poli. Penerima Pelayanan Kesehatan yaitu Pasien dan Masyaraka
Kesehatan yaitu Pasien dan Masyarakat menjadi orientasi utama dalam dalam hal inovasi dan tujuan UKP yaitu klinik PINK
n UKP

Pasuruan, 22 Oktober 2016 Pasuruan, 24 Oktob


Kepala Puskesmas Bugul Kidul Kepala Puskesmas Bu
dr. Emmi Wijayanti dr. Emmi Wijay
NIP. 19730828 200604 2 012 NIP. 19730828 2006
TULEN HARI I NOTULEN HARI II
SUNAN DOKUMENTASI AKREDITASI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMENTASI AKREDITASI
GULKIDUL KOTA PASURUAN PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN

an Dokumen Akreditasi Maka Pelaksanaan Pendampingan Kelengkapan dokumen akreditasi dilaksanakan oleh tim dinas kesehat
editasi hari pertama juga dihadiri oleh 44 petugas pasuruan Pokja I oleh Ika Anggriani, SKM pokja II oleh ibu Nuzulyati, S. Ners dan pokj
lai dari kepala puskesmas sampai CS ttp dr. Emmi Wijayanti. Untuk pendam[pingan kali ini diberikan kisi-kisi dan PR untuk ma
gormat
ada disemua
UPT. Puskesmas Bugul Kidul,
Dokumen akreditasi mulai
mulai dari masing pokja
Pertemuan dan dilaksanakan
sudah mulai terbagi secara
menjadimandiri. Diusahakan
masing-masing dikerjakan
pokja terus menerus
dengan pendamping m
dampai pada kegiatan luar gedung puskesmas
i seperti Kerangka Acuan, SK, SOP. Sedangkan . berkesinambungan
masing. Pendamping membuka waktu untuk konsultasi secara bebas tidakprogress.
sehingga semangat mengerjakannya berlangsung dan terbatas w
an baik adalah
kebutuhan. kegiataan
Bekerja mulaikeadministrasian
keadaan dokumen keuangan Pertemuan dihadiri oleh 44
sehingga masing-masing orang
pokja bisapetugas di UPT.
konsultasi puskesmas Bugul Kidul
sewaktu-waktu
kan untuk kegiatan
erdokumentasi lainberat
dangat masih tidak terdokumentasi
sehingga memerlukan
tu kekurangannya
sing petugas ditambahdan mencari
lagi parainformasi
petugas tentang
tetap
kapetugas
pada peraturan
dan harus selalutentang tata
menyesuaikan
kesehatan yang setiap hariNaskah Daerah
dengan yang
kondisi
menjalankan di mulai mencari penyelesaian hambatan yang terjadi di masing-masing pokja
agian
upun organisasi
jenis telah
layanan
ung maupun dalam gedung dilaksanakan oleh pihak dinas
ebut Terdapat ketidak sincronan antara bagian
ang berbeda
kreditasi dengan
sehingga tuntunan
dapat dan standarisasi
dikendalikan merupakan Hambatan Pokja I
untuk tetap membuat dokumen
l yang menentukan keberhasilanakreditasi SOP sesuaiFKTP
tata
an organisasi juga
okumentasian membuat tata naskah
dokumen.Pengaturan SOP sesuai
sistem
plementasiakreditasi FKTP dianggap penting karena
laksanaan dan penerapan kebijakan, program dan
aratan AkreditasiDokumen
ntuk pembuatan FKTP. Denganyang adanya
dimaksud sistem
dalam Dokumen yang meliputi semua unsur kegiatan di puskesmas mengharuskan semua p
si/organisasi diharapkan fungsi-fungsi
extbook menyesuaikan dengan yang dipakai di setiap mengusulkan acuan dan pedomannya masuk dalam kebijakan puskesmas. Petugas d
sasi dapat
ehatan berjalantersebut
. Dokumen sesuai dengan
digunakan untuk puskesmas yang masuk dalam pokja I merupakan petugas yang bergerak di bidang
udkan kinerja
najemen mutuyang optimal
dansistem manajemen pelayanan. penganggaran puskesmas sehingga seringkali waktu dan kesempatan teralihkan untu
h puskesmas di kota pasuruan. Regulasi internal rutin puskesmas. Untuk itu tidak boleh terlewat 1 kegiatan pun di seluruh pokja haru
dar operasional prosedur (SOP) dan dokumen lain dibukukan dan: mulai
Penyelesaian terinventaris
mendatamenjadi kegiatan puskesmas.
masing-masing program (UKM Dandan
karen masing-masing
jenis-jenis layanan
an dan pedoman-pedoman (regulasi) eksternal yang belum mebukukan seluruh kegiatan
sehingga bisa di susun dengan baik secara rinci urut dan terjadwal sesuai waktu pela
leh kepala Puskesmas. Hal ini mengakibatkan semua maka kegiatan di pokja satu sangat berat menunggu masukan dari pokja yang lain se
dan UKP muali menginventarisasi pedoman pokja I
epala Puskesmas

atan di puskesmas mengharuskan semua pihak Hambatan Pokja II


suk dalam kebijakan puskesmas. Petugas di Mulai menyusun survey yang dilakukan dimasyarakat yang natinya diharapkan memu
upakan petugas yang bergerak di bidang kemauan masyarakat tentang pelayanan UKM luar gedung dari UPT. Puskesmas Bugu
kali waktu dan kesempatan teralihkan untuk kegiatan Keterlibatan lintas sektor dan pelaksanaan survey kebutuhan masyarakat merupakan
rlewat 1 kegiatan pun di seluruh pokja harus sudah perlu konsultasi pendamping berulang dan terus menerus. serta meliobatkan secara
tan puskesmas. Dan karen masing-masing pokja lintas sektor kita sehingga betul-betul apa yang
amasyarakat yangterjadwal
rinci urut dan natinya diharapkan memunculkan
sesuai waktu pelaksanaan Penyelesaian : muali mendata mitra-mitra lintasdiberikan oleh
sektor dan puskesmas
peran mewakilime
masing-masing, a
KM luar gedung dari UPT. Puskesmas Bugul Kidul , dan permintaan
kemungkinan dari masyarakat.
aspirasi masyarakat Yang menjadi
terhadap masalah
pelayanan adalah adanya Klinik Pink ya
puskesmas
menunggu masukan dari pokja yang lain selain dari Hambatan Pokja III
survey kebutuhan masyarakat merupakan hal yang puskesmas Bugul kidul sehingga memerlukan aspirasi dari masyarakat tentang hal ter
n terus menerus. serta meliobatkan secara Riil Mitra padahal dari masyarakat tidak menggambarkan tentang klinik PINK karena sudah me
yang diberikan oleh puskesmas mewakili aspirasi kegiatan yang berjalan
enjadi masalah adalah adanya Klinik Pink yang ada di
kan aspirasi
layanan darigedung
dalam masyarakat
yang tentang haloleh
diberikan tersebut Merapikan dan mengatur kembali jenis pelayanan dalam gedung yang diberikan oleh
arkan
mua tentangyang
dokumen klinikdiPINK karena sudah
persiapkan sehinggamerupakan
banyak puskesmas bugulkidul mempengaruhi semua dokumen yang di persiapkan sehingga b
sekaligus perubahan setting ruang pada tiap-tiap sekali hal yang di rubah dan ditambahkan. sekaligus perubahan setting ruang pada ti
Pasien dan Masyarakat menjadi orientasi utama Poli. Penerima Pelayanan Kesehatan yaitu Pasien dan Masyarakat menjadi orientasi u
nik PINK dalam hal inovasi
Penyelesaian danmembuat
: mulai tujuan UKP yaitumedis
rekam klinik dan
PINKpelayanan kesehatan utama termas

Pasuruan, 24 Oktober 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul Pasuruan, 25 Oktober 2016
Kepala Puskesmas Bugul Kidul
dr. Emmi Wijayanti
NIP. 19730828 200604 2 012 dr. Emmi Wijayanti
NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN HARI II
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMENTASI AKREDITASI
PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN

Kelengkapan dokumen akreditasi dilaksanakan oleh tim dinas kesehatan kota


I oleh Ika Anggriani, SKM pokja II oleh ibu Nuzulyati, S. Ners dan pokja III oleh
anti. Untuk pendam[pingan kali ini diberikan kisi-kisi dan PR untuk masing-
an
ah dilaksanakan
mulai terbagi secara
menjadimandiri. Diusahakan
masing-masing dikerjakan
pokja terus menerus
dengan pendamping dan
masing-
gan sehingga semangat mengerjakannya berlangsung dan progress.
mping membuka waktu untuk konsultasi secara bebas tidak terbatas waktu
adiri oleh 44
g-masing orang
pokja bisapetugas di UPT.
konsultasi puskesmas Bugul Kidul
sewaktu-waktu

penyelesaian hambatan yang terjadi di masing-masing pokja

meliputi semua unsur kegiatan di puskesmas mengharuskan semua pihak


cuan dan pedomannya masuk dalam kebijakan puskesmas. Petugas di
g masuk dalam pokja I merupakan petugas yang bergerak di bidang
puskesmas sehingga seringkali waktu dan kesempatan teralihkan untuk kegiatan
s. Untuk itu tidak boleh terlewat 1 kegiatan pun di seluruh pokja harus sudah
terinventaris
mulai mendata menjadi kegiatan puskesmas.
masing-masing program (UKM Dandan
karen masing-masing
jenis-jenis pokja
layanan (UKP)
kan seluruh kegiatan
susun dengan baik secara rinci urut dan terjadwal sesuai waktu pelaksanaan
di pokja satu sangat berat menunggu masukan dari pokja yang lain selain dari

a II
n survey yang dilakukan dimasyarakat yang natinya diharapkan memunculkan
arakat tentang pelayanan UKM luar gedung dari UPT. Puskesmas Bugul Kidul ,
tas sektor dan pelaksanaan survey kebutuhan masyarakat merupakan hal yang
pendamping berulang dan terus menerus. serta meliobatkan secara Riil Mitra
a sehingga
muali betul-betul
mendata apa yang
mitra-mitra lintasdiberikan oleh
sektor dan puskesmas
peran mewakilimenilai
masing-masing, aspirasi
nspirasi
dari masyarakat.
masyarakat Yang menjadi
terhadap masalah
pelayanan adalah adanya Klinik Pink yang ada di
puskesmas
a III
ul kidul sehingga memerlukan aspirasi dari masyarakat tentang hal tersebut
asyarakat tidak menggambarkan tentang klinik PINK karena sudah merupakan
erjalan

mengatur kembali jenis pelayanan dalam gedung yang diberikan oleh


ulkidul mempengaruhi semua dokumen yang di persiapkan sehingga banyak
di rubah dan ditambahkan. sekaligus perubahan setting ruang pada tiap-tiap
Pelayanan Kesehatan yaitu Pasien dan Masyarakat menjadi orientasi utama
si danmembuat
mulai tujuan UKP yaitumedis
rekam klinik dan
PINKpelayanan kesehatan utama termasuk loket

Pasuruan, 25 Oktober 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul
dr. Emmi Wijayanti
NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
PENDAMPINGAN KELAS IBU HAMIL
BULAN NOVEMBER 2016

Hari/ Tanggal : Sabtu, 12 November 2016


Tempat : Blandongan Rt 03 Rw VI
Jam : 08.00-13.00

Pelaksanaan pendampingan kelas ibu hamil dilaksanakan di rumah Bu Dewi Mariatul dengan jumlah peserta
10 orang ibu hamil. Kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular
dan akte kelahiran. Kelas ibu hamil ini difasilitasi oleh dokter, bidan dan perawat kelurahan dengan menggunakan
paket kelas ibu hamil yaitu Buku KIA, Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu
Hamil, dan Buku Senam Ibu Hamil. Dimana materi pendampingan sebagai berikut :
Jam 08.00 - 08.30 Pembukaan
Jam 08.30 - 09.00 Pre test
Jam 09.00 - 09.30 Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan III
Jam 09.30 - 11.30 Materi Pertemuan IV

* Perawatan bayi agar tumbang optimal * Perawatan Metode Kanguru pada BBLR
* Tanda bayi lahir sehat * Pengertian ASI eksklusif dan sukses menyusui
* Perawatan bayi baru lahir * Pemberian imunisasi pada bayi
* Pelayanan kesehatan neonatus * Hal2 yang harus dihindari dalam merawat bayi baru lahir
* Tanda bahaya baru lahir * Mitos yang berkembang di masyarakat
* Cacat bawaan * Akte kelahiran

Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan IV


Jam 11.30 - 12.00 Istirahat
Jam 12.00 - 12.15 Post test
Jam 12.15 - 13.00 Pendampingan Senam Hamil

Permasalahan
- Sebagian ibu hamil tidak datang tepat waktu
- Dalam sesi tanya jawab hanya 2 ibu hamil yang mau bertanya
- Hasil pelaksanaan post test hanya 50% yang nilainya bagus

Saran Perbaikan
- Mengadakan sosialisasi tentang manfaat kelas ibu hamil di masyarakat
- Memberi motivasi pada ibu hamil agar aktif bertanya tentang apa saja yang belum dimengerti

Pasuruan, 12 November 2015


Pelapor
Maf'ula, Amd Keb
NRPTT. 13.404.87866
NOTULEN
PENDAMPINGAN KELAS IBU HAMIL
BULAN NOVEMBER 2016

Hari/ Tanggal : Senin, 14 November 2016


Tempat : Kepel Rt 03 Rw IV
Jam : 08.00-13.00

Pelaksanaan pendampingan kelas ibu hamil dilaksanakan di rumah Bu Nuraini dengan jumlah peserta
10 orang ibu hamil. Kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular
dan akte kelahiran. Kelas ibu hamil ini difasilitasi oleh dokter, bidan dan perawat kelurahan dengan menggunakan
paket kelas ibu hamil yaitu Buku KIA, Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu
Hamil, dan Buku Senam Ibu Hamil. Dimana materi pendampingan sebagai berikut :
Jam 08.00 - 08.30 Pembukaan
Jam 08.30 - 09.00 Pre test
Jam 09.00 - 09.30 Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan III
Jam 09.30 - 11.30 Materi Pertemuan IV

* Tanda bayi lahir sehat * Pengertian ASI eksklusif


* Perawatan bayi baru lahir * Imunisasi
* Tanda bahaya BBL * Mitos
* Cacat bawaan * Akta kelahiran
* Perawatan metode kanguru
Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan IV

Jam 11.30 - 12.00 Istirahat


Jam 12.00 - 12.15 Post test
Jam 12.15 - 13.00 Pendampingan Senam Hamil

Permasalahan
- Fasilitas yang digunakan untuk senam hamil kurang lengkap
- Ibu hamil mengeluh capek saat pelaksanaan kelas

Saran Perbaikan
- Meminta ibu hamil membawa bantal tiap pertemuan kelas dan berkolaborasi dengan KIA untuk pengadaan
alas senam hamil
- Memberikan suasana dan sikap senyaman mungkin pada ibu hamil agar ibu tidak bosan dan nyaman saat
kelas berlangsung
- Meminjami ibu hamil buku KIA agar materi tersampaikan secara maksimal

Pasuruan, 14 November 2015


Pelapor

Sri Ayu Yuniarsih, Amd Keb


NRPTT. 13.404.8157812
NOTULEN
PENDAMPINGAN KELAS IBU HAMIL
BULAN NOVEMBER 2016

Hari/ Tanggal : Rabu, 16 November 2016


Tempat : Bugul Kidul Rt 03 Rw III
Jam : 08.00-13.00

Pelaksanaan pendampingan kelas ibu hamil dilaksanakan di rumah Bu Alimudiin dengan jumlah peserta
10 orang ibu hamil. Kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular
dan akte kelahiran. Kelas ibu hamil ini difasilitasi oleh dokter, bidan dan perawat kelurahan dengan menggunakan
paket kelas ibu hamil yaitu Buku KIA, Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu
Hamil, dan Buku Senam Ibu Hamil. Dimana materi pendampingan sebagai berikut :
Jam 08.00 - 08.30 Pembukaan
Jam 08.30 - 09.00 Pre test
Jam 09.00 - 09.30 Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan III
Jam 09.30 - 11.30 Materi Pertemuan IV
* Perawatan bayi baru lahir agar tumbuh kembang optimal
* Tanda bahaya bayi baru lahir * Menjaga bayi agar sehat
* Perawatan bayi baru lahir * Hal-hal yang harus dihindari dalam merawat bayi
* pelayanan kesehatan neonatus (PMK) baru lahir
* Posisi pelekatan menyusui yang benar * Mitos
* Pemberian imunisasi * Akte kelahiran
Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan IV
Jam 11.30 - 12.00 Istirahat
Jam 12.00 - 12.15 Post test
Jam 12.15 - 13.00 Pendampingan Senam Hamil

Permasalahan
- Ibu hamil tidak hadir tepat waktu
- Kelengkapan senam hamil juga masih kurang

Saran Perbaikan
- Ibu hamil diharapkan bisa hadir tepat waktu agar pelaksanaan kelas ibu hamil bisa berjalan secara lancar
dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan
- Melengkapi perlengkapan yang di perlukan untuk pelaksanaan kelas ibu hamil
pelaksanaan kelas ibu hamil berikutnya

Pasuruan, 16 November 2015


Pelapor

Wulan Januarsih Iriani, Amd Keb


NIK. 28.059
NOTULEN
PENDAMPINGAN KELAS IBU HAMIL
BULAN NOVEMBER 2016

Hari/ Tanggal : Selasa, 15 November 2016


Tempat : Krampyangan Rt 04 Rw II
Jam : 08.00-13.00

Pelaksanaan pendampingan kelas ibu hamil dilaksanakan di rumah Bu Tutiana (kader) dengan jumlah peserta
10 orang ibu hamil. Kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular
dan akte kelahiran. Kelas ibu hamil ini difasilitasi oleh dokter, bidan dan perawat kelurahan dengan menggunakan
paket kelas ibu hamil yaitu Buku KIA, Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu
Hamil, dan Buku Senam Ibu Hamil. Dimana materi pendampingan sebagai berikut :
Jam 08.00 - 08.30 Pembukaan
Jam 08.30 - 09.00 Pre test
Jam 09.00 - 09.30 Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan III
Jam 09.30 - 11.30 Materi Pertemuan IV
- Tanda bayi lahir sehat - Pengertian ASI Eksklusif dan sukses menyusui
- Perawatan bayi baru lahir - Pemberian imunisasi pada bayi
- Pelayanan kesehatan neonatus - Hal-hal yang harus dihindari dan mitos
- Tanda bahaya pada bayi baru lahir - Akta kelahiran
- Cacat bawaan - Senam ibu hamil
- Perawatan Metode Kanguru
Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan IV
Jam 11.30 - 12.00 Istirahat
Jam 12.00 - 12.15 Post test
Jam 12.15 - 13.00 Pendampingan Senam Hamil

Kesimpulan
Dari hasil pertemuan ke 4, peserta aktif bertanya dan menjawab bila ditanya tim penyaji, peserta cukup mengerti
dan senang mengenai penjelasan yang disampaikan

Permasalahan
Peserta datang tidak tepat waktu sehingga pertemuan sedikit terlambat dan acaranya bertambah siang

Evaluasi
Hasil pertemuan kelas ibu hamil yang ke 3 cukup baik karena peserta tertarik dengan materi yang disampaikan

Pasuruan, 15 November 2015


Pelapor
Atik Suryaningsih, Amd Keb
NRPTT. 13.404.87857
NOTULEN
PENDAMPINGAN KELAS IBU HAMIL
BULAN NOVEMBER 2016

Hari/ Tanggal : Sabtu, 12 November 2016


Tempat : Bakalan Rt 09 Rw I
Jam : 08.00-13.00

Pelaksanaan pendampingan kelas ibu hamil dilaksanakan di rumah Bu Evi dengan jumlah peserta
10 orang ibu hamil. Kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular
dan akte kelahiran. Kelas ibu hamil ini difasilitasi oleh dokter, bidan dan perawat kelurahan dengan menggunakan
paket kelas ibu hamil yaitu Buku KIA, Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu
Hamil, dan Buku Senam Ibu Hamil. Dimana materi pendampingan sebagai berikut :
Jam 08.00 - 08.30 Pembukaan
Jam 08.30 - 09.00 Pre test
Jam 09.00 - 09.30 Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan III
Jam 09.30 - 11.30 Materi Pertemuan IV
- Perawatan bayi baru lahir agar tumbuh kembang optimal
- Tanda bayi lahir sehat
- Perawatan bayi baru lahir
- Pelayanan kesehatan neonatus (6 jam- 28 hari)
- Tanda bahaya pada bayi baru lahir
- Cacata bawaan
- Perawatan Metode kanguru (PMK)
- Posisi dan pelekatan menyusui yang benar
- Pemberian imunisasi
- Menjaga bayi agar sehat
- Hal-hal yang harus dihindari dalam merawat bayi baru lahir
- Mitos
- Akte kelahiran
Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan IV
Jam 11.30 - 12.00 Istirahat
Jam 12.00 - 12.15 Post test
Jam 12.15 - 13.00 Pendampingan Senam Hamil

Permasalahan
Peserta yang hadir sebagian besar memakai rok sehingga kegiatan senam hamil berlangsung kurang
maksimal

Evaluasi
Proses kegiatan kelas ibu hamil berjalan dengan lancar dan peserta pro aktif mendengarkan pemaparan
materi dan aktif bertanya bila ada yang belum dimengerti

Pasuruan, 12 November 2015


Pelapor

Yuanita Dwisetya S.
NRPTT. 13.404.8157811
NOTULEN
PENDAMPINGAN KELAS IBU HAMIL
BULAN NOVEMBER 2016

Hari/ Tanggal : Senin, 14 November 2016


Tempat : Tapaan Rt 02 Rw I
Jam : 08.00-13.00

Pelaksanaan pendampingan kelas ibu hamil dilaksanakan di Rumah Bu Nurjannah dengan jumlah peserta
10 orang ibu hamil. Kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular
dan akte kelahiran. Kelas ibu hamil ini difasilitasi oleh dokter, bidan dan perawat kelurahan dengan menggunakan
paket kelas ibu hamil yaitu Buku KIA, Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator Kelas Ibu
Hamil, dan Buku Senam Ibu Hamil. Dimana materi pendampingan sebagai berikut :
Jam 08.00 - 08.30 Pembukaan
Jam 08.30 - 09.00 Pre test
Jam 09.00 - 09.30 Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan III
Jam 09.30 - 11.30 Materi Pertemuan IV

* Tanda bayi lahir sehat * Perawatan metode kanguru


* Perawatan bayi baru lahir * Cara pemberian ASI Eksklusif
* Pelayanan kesehatan neonatus * Pemberian imunisasi pada bayi
* Tanda bahaya pd bayi baru lahir & cacat bawaan * Hal-hal yang harus dihindari dan
mitos - mitos
Tanya Jawab tentang materi pada pertemuan IV
Jam 11.30 - 12.00 Istirahat
Jam 12.00 - 12.15 Post test
Jam 12.15 - 13.00 Pendampingan Senam Hamil

Permasalahan
- Pada sesi senam hamil tidak sedikit ibu hamil yang malu untuk melakukan senam hamil
- Terdapat 1 orang ibu hamil yang belum mendapatkan layanan ANC terpadu (ibu hamil ANC di BPM saja)

Saran Perbaikan
- Memberikan informasi dengan bahasa yang mudah di mengerti oleh ibu hamil sehingga segala informasi
yang disampaikan dapat dimengerti oleh ibu hamil dan membuat ibu hamil lebih tenang dalam menjalani
tiap periode kehamilannya
- Memotivasi pada seluruh ibu hamil agar melakukan ANC di Puskesmas guna mendapatkan layanan ANC
terpadu yang meliputi layanan laboratorium dan poli gigi
- Dalam penyampaian materi dalam kelas ibu hamil, hendaklah nakes menggunakan bahasa yang mudah
di mengerti, buang istilah-istilah medis dan gunakan komunikasi dua arah
Pasuruan, 14 November 2015
Pelapor

Riska Martasari
NIK. 28.073
NOTULEN
PERTEMUAN SOSIALISASI JAMPERSAL UNTUK KADER P
DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

TANGGAL : 25 Agustus 2016 TANGGAL


JAM : 08.00 s/d 14.00 JAM
NARASUMBER : dr. Emmi Wijayanti NARASUMBER
dr. Ika Septa Lestari
Laili Zulfia, Amd Keb

Pelaksanaan Pertemuan Sosialisasi Jampersal pada hari ini dilaksanakan dengan sasaran 39 kader dari Kelurahan Pelaksanaan Pertemua
Blandongan Bakalan
JAMPERSAL, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya JAMPERSAL digunakan untuk membiayai JAMPERSAL, berbeda
persalinan, mulai tahun ini , JAMPERSAL digunakan untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya persalinan, mulai tahun
keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke keterlambatan penanga
fasilitas kesehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). fasilitas kesehatan mela

Sehubungan dengan keadaan khusus di kota Pasuruan yang tidak memungkinkan penyerapan jampersal seperti Sehubungan dengan ke
juknis maka hanya kbisa melakukan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kader yaitu sosialisasi jampersal untuk juknis maka hanya kbis
kader saja kader saja

Serta pemanfaatan anggaran terbatas pada pemberian transport bagi kader yang mengantarkan ibu bersalin ke Serta pemanfaatan ang
puskesmas puskesmas
Sedangkan ibu hamil yang mendapat layanan, adalah ibu hamil yang berdomisili di daerah dengan akses Sedangkan ibu hamil ya
sulit, dengan usia kehamilan 2 hari sebelum melahiran dan 3 hari sesudah melahirkan. sulit, dengan usia keham

Permasalahan : 1. pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 apakah boleh untuk mengantar ibu Permasalahan :
bersalin luar wilayah ke puskesmas bugulkidul

2. Untuk mengantar ibu hamil yang sakit apakah berlaku


3. Untuk ibu hamil yang berkartu kepesertaan BPJS apakah bisa di pergunakan
4. Jampersal apakah berlaku untuk persalinan keluarga ibu bersalin yang tidak mampu?

5. Persalinan yang dari bidan swasta apakah bisa mendapatkan uang transport bagi kader
yang mengantar

Diskusi: pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 dapat digunakan untuk mengantar ibu Diskusi:
bersalin diluar wilayah puskesmas bugulkidul akan tetapi kader pengantar harus kader yang
ada SK kelurahan sesuai wilayah puskesmas Bugul kidul

uang transport kader untuk ibu bersalin dari jampersal 2016 khusus untuk ibu bersalin bukan
untuk ibu hamil yang sakit atau melakukan pemeriksan kehamilan

Jampersal 2016 bisa di pergunakan untuk ibu bersalin dengan semua kartu kepersertaaan
karena uang transport tersebut untuk kader yang mengantar bersalin bukan untuk ibu
bersalinnya bahkan biaya persalinannya

Untuk jampersal 2016 khusus untuk mobilisasi ibu bersalin bukan untuk biaya persalinan
sehingga untuk ibu bersalin tidak mampu maka tidak dapat dicairkan untuk persalinannya
sebagai solusi maka dianjurkan untuk mengurus SKTM dari pemerintah

Karena pengadministrasian keuangan maka untuk jampersal 2016 masih di peruntukan


puskesmas Bugul Kidul sehingga memudahkan
Pasuruan, 25 Agustus 2016
Pelapor

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
PERTEMUAN SOSIALISASI JAMPERSAL UNTUK KADER PERTEMU
DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

: 26 Agustus 2016 TANGGAL


: 08.00 s/d 14.00 JAM
NARASUMBER : dr. Emmi Wijayanti NARASUMBER
dr. Ika Septa Lestari
Laili Zulfia, Amd Keb

Pelaksanaan Pertemuan Sosialisasi Jampersal pada hari ini dilaksanakan dengan sasaran 49 kader dari Kelurahan Pelaksanaan Pertemuan Sosialisas
Bakalan Bugul Kidul
JAMPERSAL, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya JAMPERSAL digunakan untuk membiayai JAMPERSAL, berbeda dengan tahu
persalinan, mulai tahun ini , JAMPERSAL digunakan untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya persalinan, mulai tahun ini , JAMPE
keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke keterlambatan penanganan pada ib
fasilitas kesehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). fasilitas kesehatan melalui penyedia

Sehubungan dengan keadaan khusus di kota Pasuruan yang tidak memungkinkan penyerapan jampersal seperti Sehubungan dengan keadaan khus
juknis maka hanya kbisa melakukan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kader yaitu sosialisasi jampersal untuk juknis maka hanya kbisa melakukan
kader saja kader saja

Serta pemanfaatan anggaran terbatas pada pemberian transport bagi kader yang mengantarkan ibu bersalin ke Serta pemanfaatan anggaran terba
puskesmas puskesmas
Sedangkan ibu hamil yang mendapat layanan, adalah ibu hamil yang berdomisili di daerah dengan akses Sedangkan ibu hamil yang mendap
sulit, dengan usia kehamilan 2 hari sebelum melahiran dan 3 hari sesudah melahirkan. sulit, dengan usia kehamilan 2 hari

Permasalahan : 1. pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 apakah boleh untuk mengantar ibu Permasalahan :
bersalin luar wilayah ke puskesmas bugulkidul

2. Untuk mengantar ibu hamil yang sakit apakah berlaku


3. Untuk ibu hamil yang berkartu kepesertaan BPJS apakah bisa di pergunakan
4. Jampersal apakah berlaku untuk persalinan keluarga ibu bersalin yang tidak mampu?

5. Persalinan yang dari bidan swasta apakah bisa mendapatkan uang transport bagi kader
yang mengantar

pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 dapat digunakan untuk mengantar ibu Diskusi:
bersalin diluar wilayah puskesmas bugulkidul akan tetapi kader pengantar harus kader yang
ada SK kelurahan sesuai wilayah puskesmas Bugul kidul

uang transport kader untuk ibu bersalin dari jampersal 2016 khusus untuk ibu bersalin bukan
untuk ibu hamil yang sakit atau melakukan pemeriksan kehamilan

Jampersal 2016 bisa di pergunakan untuk ibu bersalin dengan semua kartu kepersertaaan
karena uang transport tersebut untuk kader yang mengantar bersalin bukan untuk ibu
bersalinnya bahkan biaya persalinannya

Untuk jampersal 2016 khusus untuk mobilisasi ibu bersalin bukan untuk biaya persalinan
sehingga untuk ibu bersalin tidak mampu maka tidak dapat dicairkan untuk persalinannya
sebagai solusi maka dianjurkan untuk mengurus SKTM dari pemerintah

Karena pengadministrasian keuangan maka untuk jampersal 2016 masih di peruntukan


puskesmas Bugul Kidul sehingga memudahkan
titik utama dalam sosialisasi ini adalah bahwa dana jampersal diutamakan pada sosialisasi
jampersal bagi kader serta mobilisasi ibu bersalin dan uang transport bagi kader

Pasuruan, 26 Agustus 2016


Pelapor

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
PERTEMUAN SOSIALISASI JAMPERSAL UNTUK KADER PERTEMUAN SOSIA
DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL DI UPT P

: 27 Agustus 2016 TANGGAL : 29 Agustus 2016


: 08.00 s/d 14.00 JAM : 08.00 s/d 14.00
: dr. Emmi Wijayanti NARASUMBER : dr. Emmi Wijayanti
dr. Ika Septa Lestari dr. Ika Septa Lestari
Laili Zulfia, Amd Keb Laili Zulfia, Amd Keb

n Pertemuan Sosialisasi Jampersal pada hari ini dilaksanakan dengan sasaran 50 kader dari Kelurahan Pelaksanaan Pertemuan Sosialisasi Jampersal
Krampyangan dan Kelurahan Tapaan
AL, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya JAMPERSAL digunakan untuk membiayai JAMPERSAL, berbeda dengan tahun-tahun seb
mulai tahun ini , JAMPERSAL digunakan untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya persalinan, mulai tahun ini , JAMPERSAL digun
an penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu
ehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). fasilitas kesehatan melalui penyediaan Rumah

n dengan keadaan khusus di kota Pasuruan yang tidak memungkinkan penyerapan jampersal seperti Sehubungan dengan keadaan khusus di kota P
a hanya kbisa melakukan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kader yaitu sosialisasi jampersal untuk juknis maka hanya kbisa melakukan pelaksana
kader saja

nfaatan anggaran terbatas pada pemberian transport bagi kader yang mengantarkan ibu bersalin ke Serta pemanfaatan anggaran terbatas pada pem
puskesmas
ibu hamil yang mendapat layanan, adalah ibu hamil yang berdomisili di daerah dengan akses Sedangkan ibu hamil yang mendapat layanan,
n usia kehamilan 2 hari sebelum melahiran dan 3 hari sesudah melahirkan. sulit, dengan usia kehamilan 2 hari sebelum me

1. pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 apakah boleh untuk mengantar ibu Permasalahan : 1. pemberlakuan uang t
bersalin luar wilayah ke puskesmas bugulkidul bersalin luar wilayah ke

2. Untuk mengantar ibu hamil yang sakit apakah berlaku 2. Untuk mengantar ibu
3. Untuk ibu hamil yang berkartu kepesertaan BPJS apakah bisa di pergunakan 3. Untuk ibu hamil yang
4. Jampersal apakah berlaku untuk persalinan keluarga ibu bersalin yang tidak mampu? 4. Jampersal apakah be

5. Persalinan yang dari bidan swasta apakah bisa mendapatkan uang transport bagi kader 5. Persalinan yang dari
yang mengantar yang mengantar

pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 dapat digunakan untuk mengantar ibu Diskusi: pemberlakuan uang tran
bersalin diluar wilayah puskesmas bugulkidul akan tetapi kader pengantar harus kader yang bersalin diluar wilayah p
ada SK kelurahan sesuai wilayah puskesmas Bugul kidul ada SK kelurahan sesu

uang transport kader untuk ibu bersalin dari jampersal 2016 khusus untuk ibu bersalin bukan uang transport kader un
untuk ibu hamil yang sakit atau melakukan pemeriksan kehamilan untuk ibu hamil yang sa

Jampersal 2016 bisa di pergunakan untuk ibu bersalin dengan semua kartu kepersertaaan Jampersal 2016 bisa di
karena uang transport tersebut untuk kader yang mengantar bersalin bukan untuk ibu karena uang transport t
bersalinnya bahkan biaya persalinannya bersalinnya bahkan biay

Untuk jampersal 2016 khusus untuk mobilisasi ibu bersalin bukan untuk biaya persalinan Untuk jampersal 2016 k
sehingga untuk ibu bersalin tidak mampu maka tidak dapat dicairkan untuk persalinannya sehingga untuk ibu bers
sebagai solusi maka dianjurkan untuk mengurus SKTM dari pemerintah sebagai solusi maka dia

Karena pengadministrasian keuangan maka untuk jampersal 2016 masih di peruntukan Karena pengadministra
puskesmas Bugul Kidul sehingga memudahkan puskesmas Bugul Kidul
Dana jampersal 2016 berbeda dengan tahun sebelumnya sehingga perlu adanya penekanan Ketidak pahaman masy
dan sosialisasi bagi kader jampersal

Pasuruan, 27 Agustus 2016


Pelapor

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN NOTU
ERTEMUAN SOSIALISASI JAMPERSAL UNTUK KADER PERTEMUAN SOSIALISASI J
DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL DI UPT PUSKESM

: 29 Agustus 2016 TANGGAL : 30 Agustus 2016


: 08.00 s/d 14.00 JAM : 08.00 s/d 14.00
: dr. Emmi Wijayanti NARASUMBER : dr. Emmi Wijayanti
dr. Ika Septa Lestari dr. Ika Septa Lestari
Laili Zulfia, Amd Keb Laili Zulfia, Amd Keb

n Sosialisasi Jampersal pada hari ini dilaksanakan dengan sasaran 55 kader dari Kelurahan Pelaksanaan Pertemuan Sosialisasi Jampersal pada hari in
rahan Tapaan Kepel
dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya JAMPERSAL digunakan untuk membiayai JAMPERSAL, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. J
ini , JAMPERSAL digunakan untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya persalinan, mulai tahun ini , JAMPERSAL digunakan untuk
nan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nif
alui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). fasilitas kesehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kela

eadaan khusus di kota Pasuruan yang tidak memungkinkan penyerapan jampersal seperti Sehubungan dengan keadaan khusus di kota Pasuruan yan
a melakukan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kader yaitu sosialisasi jampersal untuk juknis maka hanya kbisa melakukan pelaksanaan kegiatan
kader saja

garan terbatas pada pemberian transport bagi kader yang mengantarkan ibu bersalin ke Serta pemanfaatan anggaran terbatas pada pemberian tran
puskesmas
ang mendapat layanan, adalah ibu hamil yang berdomisili di daerah dengan akses Sedangkan ibu hamil yang mendapat layanan, adalah ibu h
milan 2 hari sebelum melahiran dan 3 hari sesudah melahirkan. sulit, dengan usia kehamilan 2 hari sebelum melahiran dan

1. pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 apakah boleh untuk mengantar ibu Permasalahan : 1. pemberlakuan uang transport kad
bersalin luar wilayah ke puskesmas bugulkidul bersalin luar wilayah ke puskesmas

2. Untuk mengantar ibu hamil yang sakit apakah berlaku 2. Untuk mengantar ibu hamil yang
3. Untuk ibu hamil yang berkartu kepesertaan BPJS apakah bisa di pergunakan 3. Untuk ibu hamil yang berkartu ke
4. Jampersal apakah berlaku untuk persalinan keluarga ibu bersalin yang tidak mampu? 4. Jampersal apakah berlaku untuk

5. Persalinan yang dari bidan swasta apakah bisa mendapatkan uang transport bagi kader 5. Persalinan yang dari bidan swast
yang mengantar yang mengantar

pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 dapat digunakan untuk mengantar ibu Diskusi: pemberlakuan uang transport kader
bersalin diluar wilayah puskesmas bugulkidul akan tetapi kader pengantar harus kader yang bersalin diluar wilayah puskesmas b
ada SK kelurahan sesuai wilayah puskesmas Bugul kidul ada SK kelurahan sesuai wilayah p

uang transport kader untuk ibu bersalin dari jampersal 2016 khusus untuk ibu bersalin bukan uang transport kader untuk ibu bers
untuk ibu hamil yang sakit atau melakukan pemeriksan kehamilan untuk ibu hamil yang sakit atau mel

Jampersal 2016 bisa di pergunakan untuk ibu bersalin dengan semua kartu kepersertaaan Jampersal 2016 bisa di pergunakan
karena uang transport tersebut untuk kader yang mengantar bersalin bukan untuk ibu karena uang transport tersebut untu
bersalinnya bahkan biaya persalinannya bersalinnya bahkan biaya persalina

Untuk jampersal 2016 khusus untuk mobilisasi ibu bersalin bukan untuk biaya persalinan Untuk jampersal 2016 khusus untu
sehingga untuk ibu bersalin tidak mampu maka tidak dapat dicairkan untuk persalinannya sehingga untuk ibu bersalin tidak m
sebagai solusi maka dianjurkan untuk mengurus SKTM dari pemerintah sebagai solusi maka dianjurkan unt

Karena pengadministrasian keuangan maka untuk jampersal 2016 masih di peruntukan Karena pengadministrasian keuang
puskesmas Bugul Kidul sehingga memudahkan puskesmas Bugul Kidul sehingga m
Ketidak pahaman masyarakat memerlukan sosialisasi yang benar tentang penggunaan Penggunaan jampersal adalah untu
jampersal

Pasuruan, 29 Agustus 2016


Pelapor

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
PERTEMUAN SOSIALISASI JAMPERSAL UNTUK KADER
DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

sanaan Pertemuan Sosialisasi Jampersal pada hari ini dilaksanakan dengan sasaran 35 kader dari Kelurahan

PERSAL, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya JAMPERSAL digunakan untuk membiayai
linan, mulai tahun ini , JAMPERSAL digunakan untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya
ambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah sulit akses ke
as kesehatan melalui penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

bungan dengan keadaan khusus di kota Pasuruan yang tidak memungkinkan penyerapan jampersal seperti
maka hanya kbisa melakukan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kader yaitu sosialisasi jampersal untuk
saja

pemanfaatan anggaran terbatas pada pemberian transport bagi kader yang mengantarkan ibu bersalin ke
esmas
ngkan ibu hamil yang mendapat layanan, adalah ibu hamil yang berdomisili di daerah dengan akses
dengan usia kehamilan 2 hari sebelum melahiran dan 3 hari sesudah melahirkan.

1. pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 apakah boleh untuk mengantar ibu
bersalin luar wilayah ke puskesmas bugulkidul

2. Untuk mengantar ibu hamil yang sakit apakah berlaku


3. Untuk ibu hamil yang berkartu kepesertaan BPJS apakah bisa di pergunakan
4. Jampersal apakah berlaku untuk persalinan keluarga ibu bersalin yang tidak mampu?

5. Persalinan yang dari bidan swasta apakah bisa mendapatkan uang transport bagi kader
yang mengantar

pemberlakuan uang transport kader jampersal 2016 dapat digunakan untuk mengantar ibu
bersalin diluar wilayah puskesmas bugulkidul akan tetapi kader pengantar harus kader yang
ada SK kelurahan sesuai wilayah puskesmas Bugul kidul

uang transport kader untuk ibu bersalin dari jampersal 2016 khusus untuk ibu bersalin bukan
untuk ibu hamil yang sakit atau melakukan pemeriksan kehamilan

Jampersal 2016 bisa di pergunakan untuk ibu bersalin dengan semua kartu kepersertaaan
karena uang transport tersebut untuk kader yang mengantar bersalin bukan untuk ibu
bersalinnya bahkan biaya persalinannya

Untuk jampersal 2016 khusus untuk mobilisasi ibu bersalin bukan untuk biaya persalinan
sehingga untuk ibu bersalin tidak mampu maka tidak dapat dicairkan untuk persalinannya
sebagai solusi maka dianjurkan untuk mengurus SKTM dari pemerintah

Karena pengadministrasian keuangan maka untuk jampersal 2016 masih di peruntukan


puskesmas Bugul Kidul sehingga memudahkan
Penggunaan jampersal adalah untuk ibu bersalin yang mempunyai semua kartu kepersertaan

Pasuruan, 30 Agustus 2016


Pelapor

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012
NOTULEN
SOSIALISASI POSBINDU DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL SO

TANGGAL : 19 Oktober 2016 TANGGAL

JAM : 08.00 s/d 14.00 JAM

NARASUMBER : dr. Ika Septa Lestari NARASUMBER

dian dilanjutkan Cicik Yulia Widiyanti, Amd Kep

1 Hasil 1

Utama yang Kegiatan Sosialisasi Posbindu pada hari ini dilaksanakan dan dihadiri oleh 40 kader dari 2 kelurahan yaitu

syarakat dan kelurahan Krampyangan dan kelurahan Kepel.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memotivasi masyarakat

i dapat dicerna untuk berperan serta dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM Utama yang

dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik, serta menurunkan angka kesakitan PTM di masyarakat dan

menurunkan komplikasi akibat PTM. Susunan Acara sebagai berikut :

08.00 - 09.00 Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Bugul Kidul

09.00 - 10.00 Pre test untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang Posbindu

10.00 - 12.00 Materi Tentang Penyakit Tidak Menular

12.00 - 13.30 Materi Tentang Tata Laksana Posbindu

13.00 - 14.00 Post Test dan Tanya Jawab

2 Saran 2

● Diharapkan kegiatan bindu bisa berjalan sesuai jadwal


● Sasaran bindu di harapkan tidak mengalami penurunan
● Bagi yang mempunyai faktor resiko diharapkan melakukan pemeriksaan rutin

Pasuruan, 19 Oktober 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika septa Lestari


NIP. 19830924 200604 2 021
NOTULEN
SOSIALISASI POSBINDU DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL SOSIAL

TANGGAL : 20 Oktober 2016 TANGGAL

: 08.00 s/d 14.00 JAM

NARASUMBER : dr. Ika Septa Lestari NARASUMBER

Cicik Yulia Widiyanti, Amd Kep

Hasil 1 Hasil

Kegiatan Sosialisasi Posbindu pada hari ini dilaksanakan dan dihadiri oleh 20 kader dari 1 kelurahan yaitu Kegiatan Sosialisa

kelurahan Blandongan kelurahan Bugul K

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memotivasi masyarakat Kegiatan ini bertuj

untuk berperan serta dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM Utama yang untuk berperan se

dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik, serta menurunkan angka kesakitan PTM di masyarakat dan dilaksanakan seca

menurunkan komplikasi akibat PTM. Susunan Acara sebagai berikut : menurunkan komp

08.00 - 09.00 Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Bugul Kidul

09.00 - 10.00 Pre test untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang Posbindu

10.00 - 12.00 Materi Tentang Penyakit Tidak Menular

12.00 - 13.30 Materi Tentang Tata Laksana Posbindu

13.00 - 14.00 Post Test dan Tanya Jawab

Saran 2 Saran

● Diharapkan kegiatan bindu bisa berjalan sesuai jadwal ● Diharapkan kegi


● Sasaran bindu di harapkan tidak mengalami penurunan ● Sasaran bindu d
● Bagi yang mempunyai faktor resiko diharapkan melakukan pemeriksaan rutin ● Bagi yang memp

Pasuruan, 20 Oktober 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika septa Lestari


NIP. 19830924 200604 2 021
NOTULEN
SOSIALISASI POSBINDU DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL SOSIALISASI P

: 21 Oktober 2016 TANGGAL

: 08.00 s/d 14.00 JAM

: dr. Ika Septa Lestari NARASUMBER

Cicik Yulia Widiyanti, Amd Kep

1 Hasil

giatan Sosialisasi Posbindu pada hari ini dilaksanakan dan dihadiri oleh 20 kader dari 1 kelurahan yaitu Kegiatan Sosialisasi Posbind

urahan Bugul Kidul kelurahan Bakalan dan Tapa

giatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memotivasi masyarakat Kegiatan ini bertujuan untuk

tuk berperan serta dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM Utama yang untuk berperan serta dalam m

aksanakan secara terpadu, rutin dan periodik, serta menurunkan angka kesakitan PTM di masyarakat dan dilaksanakan secara terpadu

enurunkan komplikasi akibat PTM. Susunan Acara sebagai berikut : menurunkan komplikasi akiba

08.00 - 09.00 Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Bugul Kidul 08.00 - 09.00

09.00 - 10.00 Pre test untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang Posbindu 09.00 - 10.00

10.00 - 12.00 Materi Tentang Penyakit Tidak Menular 10.00 - 12.00

12.00 - 13.30 Materi Tentang Tata Laksana Posbindu 12.00 - 13.30

13.00 - 14.00 Post Test dan Tanya Jawab 13.00 - 14.00

2 Saran

Diharapkan kegiatan bindu bisa berjalan sesuai jadwal ● Diharapkan kegiatan bindu
Sasaran bindu di harapkan tidak mengalami penurunan ● Sasaran bindu di harapkan
Bagi yang mempunyai faktor resiko diharapkan melakukan pemeriksaan rutin ● Bagi yang mempunyai fakt

Pasuruan, 21 Oktober 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika septa Lestari


NIP. 19830924 200604 2 021
NOTULEN
SOSIALISASI POSBINDU DI UPT PUSKESMAS BUGUL KIDUL

: 22 Oktober 2016

: 08.00 s/d 14.00

: dr. Ika Septa Lestari

Cicik Yulia Widiyanti, Amd Kep

Kegiatan Sosialisasi Posbindu pada hari ini dilaksanakan dan dihadiri oleh 40 kader dari 2 kelurahan yaitu

kelurahan Bakalan dan Tapaan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memotivasi masyarakat

untuk berperan serta dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM Utama yang

dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik, serta menurunkan angka kesakitan PTM di masyarakat dan

menurunkan komplikasi akibat PTM. Susunan Acara sebagai berikut :

08.00 - 09.00 Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Bugul Kidul

09.00 - 10.00 Pre test untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang Posbindu

10.00 - 12.00 Materi Tentang Penyakit Tidak Menular

12.00 - 13.30 Materi Tentang Tata Laksana Posbindu

13.00 - 14.00 Post Test dan Tanya Jawab

● Diharapkan kegiatan bindu bisa berjalan sesuai jadwal


● Sasaran bindu di harapkan tidak mengalami penurunan
● Bagi yang mempunyai faktor resiko diharapkan melakukan pemeriksaan rutin

Pasuruan, 22 Oktober 2016


Dokter Koordinator

dr. Ika septa Lestari


NIP. 19830924 200604 2 021
NOTULEN
KEGIATAN PERTEMUAN POPULASI KUNCI IMS, HIV DAN AIDS KEGIATAN PER
DI PUSKESMAS BUGUL KIDUL

Sasaran : Populasi Kunci (Komunitas Waria) Sasaran :


Tujuan : - Menemukan kasus IMS, HIV / AIDS secara dini Tujuan :
- Mencegah terjadinya penularan IMS, HIV / AIDS
- Memberikan edukasi seks yang sehat

Hasil Kegiatan :
* Jumlah sasaran yang hadir 20 orang, yang terdiri dari waria 18 orang, pria pekerja seks 1 orangHasil Kegiatan :
dan bayi 1 orang *
* Pelaksanaan kegiatan di awali dengan menggali informasi/ anamnesa dari sasaran sesuai
dengan format IMS yang telah tersedia, serta peserta ditawarkan test HIV dengan menandata- *
ngani informed consent dengan hasil 17 orang setuju untuk di test HIV dan yang 3 menolak
* Memberikan pengarahan bahwa akan dilakukan pemeriksaan IMS yang diambil dari anus
* Bersama tim skrining yang terdiri dari dokter, perawat dan analis laborat melakukan pemerik-
saan spesimen IMS dan HIV dengan hasil :
- Jumlah sasaran dengan HIV positif 2 orang *
- Jumlah sasaran dengan Syphillis positif 4 orang *
- Jumlah sasaran dengan GO positif 2 orang
- Jumlah sasaran dengan Urethritis Non GO 18 orang *
* Menyampaikan hasil pemeriksaan pada masing-masing peserta secara personal dan
memberikan therapy pengobatannya *
* Memberikan Health Edukasi pada seluruh peserta tentang IMS, HIV / AIDS serta mewajibkan
penggunaan kondom setiap kali beraktivitas seks *
* Membagikan kondom gratis pada seluruh peserta skrining
* Menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan IMS, HIV secara rutin dengan kesadaran sendiri *
* Mengajak seluruh peserta skrining untuk menduplikasi segala ilmu dengan diberikan pada *
teman-teman komunitasnya serta mengajak untuk skrining kesehatan di Puskesmas Bugul *
Kidul

Pasuruan, 13 Juli 2016


Pelapor,

Fera Indriani
NIP. 19820418 200604 2 021
NOTULEN
KEGIATAN PERTEMUAN POPULASI KUNCI IMS, HIV DAN AIDS KEGIATAN PERTEMUAN P
DI PUSKESMAS BUGUL KIDUL DI PUSKE

Populasi Kunci (Komunitas Waria) Sasaran : Populasi Kunci (Komunitas War


- Menemukan kasus IMS, HIV / AIDS secara dini Tujuan : - Mobile Klinik IMS
- Mencegah terjadinya penularan IMS, HIV / AIDS - Mencegah terjadinya penular
- Memberikan edukasi seks yang sehat - Memberikan edukasi seks ya
- Melakukan tatalaksana therapy dan Konsultasi edukasi bagi populasi kunci - Melakukan tatalaksana therap
Jam 08.00 - 13.30
Hasil Kegiatan : Hasil Kegiatan :
Jumlah sasaran yang hadir 20 orang, yang terdiri dari waria 18 orang, * Jumlah sasaran yang hadir 20 o
pria pekerja seks 2 orang pria pekerja seks 2 orang
Pelaksanaan kegiatan di awali dengan memberikan penyuluhan tentang HIV AIDs * Tujuan Mobile Klinik IMS ini ada
pengobatannya, penularannya serta kemungkinan yang terjadi begitu terkena HIV - Menemukan kasus baru IMS,
perubahan perilaku juga termasuk dalam materi yang disampaikan - mencegah terjadinya penulara
dengan format IMS yang telah tersedia, serta peserta ditawarkan test HIV dengan menandata- - Memonitoring kondisi kesehat
ngani informed consent dengan hasil 17 orang setuju untuk di test HIV dan yang 3 menolak - menjadi tempat edukasi bagi p
Memberikan pengarahan bahwa akan dilakukan pemeriksaan IMS yang diambil dari anus * Pelaksanaan Mobile Klinik IMS d
Bersama tim skrining yang terdiri dari dokter, perawat dan analis laborat melakukan pemerik- status kunjungan ponci. Konseli
saan spesimen IMS dan HIV terhadap ponci tentang jenis pem
mengevaluasi pasien yang ditemukan terdahulu mulai kemajuan penyakit, pengobatannya * Proses pemeriksaan dilakukan s
perubahan prilaku positif yang terjadi, evaluasi terhadap pasangannya, bilan sample melalui anus dan u
Menyampaikan hasil pemeriksaan pada masing-masing peserta secara personal dan * Selama menunggu hasil pemeri
memberikan therapy pengobatannya dokter untuk mendapat informas
Memberikan Health Edukasi pada seluruh peserta tentang IMS, HIV / AIDS serta mewajibkan * Setelah menerima hasil (ponci d
penggunaan kondom setiap kali beraktivitas seks kondisi masing-masing serta dib
Membagikan kondom gratis pada seluruh peserta skrining Permasalahan
Menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan IMS, HIV secara rutin dengan kesadaran sendiri * Sebagian kecil waria masih malu
Mengajak seluruh peserta skrining untuk menduplikasi segala ilmu dengan diberikan pada sehingga nakes harus menungg
teman-teman komunitasnya serta mengajak untuk skrining kesehatan di Puskesmas Bugul * Personal hygiene waria sebagia
Kidul * Waria melakukan skrining keseh
Saran
* Berikan edukasi melalui konselin
Pasuruan, 09 Agustus 2016 sehat
Pelapor, * Tingkatkan promosi tentang Klin
nya bagi siapa saja yang berkun

Fera Indriani
NIP. 19820418 200604 2 021
NOTULEN NOTULE
KEGIATAN PERTEMUAN POPULASI KUNCI IMS, HIV DAN AIDS KEGIATAN PERTEMUAN POPULAS
DI PUSKESMAS BUGUL KIDUL DI PUSKESMAS BU

Populasi Kunci (Komunitas Waria dan Ibu Rumah Tangga Resiko Tinggi) Tujuan : - Mobile Klinik IMS
- Mobile Klinik IMS - Mencegah terjadinya penularan IMS, HIV
- Mencegah terjadinya penularan IMS, HIV / AIDS - Memberikan edukasi seks yang sehat
- Memberikan edukasi seks yang sehat - Melakukan tatalaksana therapy dan Kons
- Melakukan tatalaksana therapy dan Konsultasi edukasi bagi populasi kunci Sasaran : Populasi Kunci (Komunitas Waria dan Ibu R
08.00 - 13.30 Jam : 08.00 - 14.00
Hasil Kegiatan :
Jumlah sasaran yang hadir 20 orang, yang terdiri dari waria 18 orang, * Jumlah sasaran yang hadir 20 orang, yang t
pria pekerja seks 2 orang seks 2 orang
Tujuan Mobile Klinik IMS ini adalah * Tujuan Mobile Klinik IMS ini adalah
- Menemukan kasus baru IMS, HIV / AIDS secara dini - Menemukan kasus baru IMS, HIV / AIDS
- mencegah terjadinya penularan IMS,HIV/AIDS - mencegah terjadinya penularan IMS,HIV/A
- Memonitoring kondisi kesehatan Ponci - Memonitoring kondisi kesehatan Ponci
- menjadi tempat edukasi bagi ponci waria - menjadi tempat edukasi bagi ponci waria
Pelaksanaan Mobile Klinik IMS diawali dengan anamnesa atas keluhan guna menentukan * Pelaksanaan Mobile Klinik IMS diawali deng
status kunjungan ponci. Konseling dilakukan guna memberikan informasi dan edukasi status kunjungan ponci. Konseling dilakukan
terhadap ponci tentang jenis pemeriksaan yang akan dijalani oleh ponci terhadap ponci tentang jenis pemeriksaan y
Proses pemeriksaan dilakukan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dengan pengam- * Proses pemeriksaan dilakukan sesuai deng
bilan sample melalui anus dan uretra (IMS) dan darah vena (HIV & Syphilis) bilan sample melalui anus dan uretra (IMS)
Selama menunggu hasil pemeriksaan, ponci diberikan kesempatan untuk interactive dengan * Selama menunggu hasil pemeriksaan, ponc
dokter untuk mendapat informasi tentang pola hidup yang sehat dalam dunia seksual waria dokter untuk mendapat informasi tentang po
Setelah menerima hasil (ponci di konseling pasca test) dan diberikan therapy sesuai dengan * Setelah menerima hasil (ponci di konseling
kondisi masing-masing serta diberikan jadwal kunjungan ulang kondisi masing-masing serta diberikan jadw
Permasalahan
Sebagian kecil waria masih malu / ragu untuk mengungkapkan aktivitas seksualitasnya * Waria melakukan skrining kesehatannya jika
sehingga nakes harus menunggu lama dalam memperoleh anamnesa yang diperlukan * Sebagian kecil waria masih malu / ragu untu
Personal hygiene waria sebagian besar masih kurang sehingga nakes harus menunggu lama dala
Waria melakukan skrining kesehatannya jika ada Mobile Klinik IMS saja * Personal hygiene waria sebagian besar mas
* Untuk wanita pekerja seks hanya 2 orang sa
Berikan edukasi melalui konseling / brosur atau leaflet tentang PHBS dan pola seks yang
Saran
Tingkatkan promosi tentang Klinik Pink (IMS) guna mendapatkan layanan yang ada di dalam * Tingkatkan promosi tentang Klinik Pink (IMS
nya bagi siapa saja yang berkunjung nya bagi siapa saja yang berkunjung
* Berikan edukasi melalui konseling / brosur a
sehat
Pasuruan, 24 September 2016
Pelapor,
Fera Indriani
NIP. 19820418 200604 2 021
NOTULEN
N PERTEMUAN POPULASI KUNCI IMS, HIV DAN AIDS
DI PUSKESMAS BUGUL KIDUL

ah terjadinya penularan IMS, HIV / AIDS


rikan edukasi seks yang sehat
kan tatalaksana therapy dan Konsultasi edukasi bagi populasi kunci
Kunci (Komunitas Waria dan Ibu Rumah Tangga Resiko Tinggi)

saran yang hadir 20 orang, yang terdiri dari waria 18 orang dan wanita pekerja

bile Klinik IMS ini adalah


ukan kasus baru IMS, HIV / AIDS secara dini
ah terjadinya penularan IMS,HIV/AIDS
oring kondisi kesehatan Ponci
tempat edukasi bagi ponci waria
an Mobile Klinik IMS diawali dengan anamnesa atas keluhan guna menentukan
jungan ponci. Konseling dilakukan guna memberikan informasi dan edukasi
ponci tentang jenis pemeriksaan yang akan dijalani oleh ponci
meriksaan dilakukan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dengan pengam-
ple melalui anus dan uretra (IMS) dan darah vena (HIV & Syphilis)
enunggu hasil pemeriksaan, ponci diberikan kesempatan untuk interactive dengan
uk mendapat informasi tentang pola hidup yang sehat dalam dunia seksual waria
enerima hasil (ponci di konseling pasca test) dan diberikan therapy sesuai dengan
asing-masing serta diberikan jadwal kunjungan ulang

akukan skrining kesehatannya jika ada Mobile Klinik IMS saja


kecil waria masih malu / ragu untuk mengungkapkan aktivitas seksualitasnya
nakes harus menunggu lama dalam memperoleh anamnesa yang diperlukan
hygiene waria sebagian besar masih kurang
ita pekerja seks hanya 2 orang saja yang hadir dan kurang kooperatif

n promosi tentang Klinik Pink (IMS) guna mendapatkan layanan yang ada di dalam
iapa saja yang berkunjung
dukasi melalui konseling / brosur atau leaflet tentang PHBS dan pola seks yang

Pasuruan, 13 Oktober 2016


Pelapor,
Fera Indriani
NIP. 19820418 200604 2 021
LAPORAN NOTULEN HASIL KEGIATAN SELF ASSESMENT AKREDITASI
PUSKESMAS BUGULKIDUL KOTA PASURUAN

Proses :

Pelaksanaan kegiatan self assesment standard dan elemen penilaian akreditasi di pandu oleh tim akreditasi puskesmas
dari dinas kesehatan kota pasuruan. Terdiri dari Pokja I adalah ibu Ika Anggriani, SKM pokja II adalah ibu Nuzulyati, Ners
dan pokja III adalah dr. Emmi wijayanti

Pelaksanaan kegiatan self assesment standard dan elemen penilaian akreditasi terbagi menjadi 3 sesuai dengan pokja
masing-masing, dimana pokja I diketuai oleh ibu Sholicha yang sekarang mulai dilakukan bantuan oleh bapak Rizka ,
Pokja II diketuai oleh drg. Lanny Aryani dan pokja III diketuai oleh dr. Ika Septa L. Seluruh pegawai puskesmas Bugul
kidul terbagi habis dalam 3 pokja tersebut sesuai dengan kompetensi serta tupoksi nya

hasil dari self assesment sendiri terbagi sesuai bab yang sudah ada dalam standard dan elemen penilaian akreditasi
yaitu antara lain :

hasil self
Pokja Essensi Tiap Bab assesmen
t

Pokja I

bab I Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas 31,55 %

bab ll Kepemimpinan dan Managemen Puskesmas 28,85%

bab lll Peningkatan Mutu Puskesmas 20,45%

Pokja II

bab IV Upaya Kesehatan Masyarakat Berorientasi sasaran 46,75%

Bab V Kepemimpinan dan managemen upaya kesehatan 44,65%


masyarakat

bab VI Sasaran Kinerja upaya kesehatan masyarakat 32,55%

Pokja III

bab VII Layanan Klinis Berorientasi Pasien 29,20%

Bab VIII Managemen Penunjang layanan klinis 23,50%

Bab IX Peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien 10,05%


dengan hasil self assesment tersebut di harapkan puskesmas bisa melengkapi dan mengkomplitkan semua dokumen
sesuai dengan standard dan elemen penilaian akreditasi puskesmas dalam bentuk POA atau rekapan yang mudah di
baca standard dan elemen akreditasi yang belum dan sudah sehingga tindak lanjut untuk kelengkapan nya lebih mudah
dan tidak ada yang terlewat. Sehingga memenuhi penilaian sehingga puskesmas masuk kedalam puskesmas yang
terakreditasi

Pasuruan, 01 Juni 2016


Kepala Puskesmas Bugul Kidul

dr. Emmi Wijayanti


NIP. 19730828 200604 2 012