Anda di halaman 1dari 6

Analisis Kritis Jurnal

Nama/NIM

Tanggal

Judul :

Bibliografi Penulis :

1. Latar Belakang (singkat, padat dan jelas; umum ke khusus)


2. Tujuan penulisan
Setelah membaca dan menganalisis jurnal yang ditulis oleh………………. (tahun),
kamidapatkan beberapa tujuan yang dapat diambil manfaatnya:
a. Pembaca dapat……………………………
b. P e m b a c a m a m p u … … … … … …
c. Dll
3. Bahan dan Metode
a.Jenis penelitian
b.Alat dan Bahan penelitian
c . C a r a k e r j a d . An al is is da t a
4. Fakta-fakta unik
Beberapa fakta unik yang ditemukan selama menganalisis jurnal
tentang……………..,namun agar mendapatkan kesamaan visi batasan operasional dari
“fakta unik” adalah halyang belum diketahui penulis terkait……………. Hal unik tersebut
adalah:
5. Pertanyaan yang timbul
Setelah melakukan analisis terhadap jurnal, menterjemahkan dan me ncari hal-
hal yang belum saya ketahui sebelumnya, saya mengajukan beberapa pertanyaan yang
tidak sayatemukan jawabannya pada jurnal ini, yakni:
6. Konsep baru yang ditemukan
Banyak konsep baru yang saya dapatkan selama menganalisis jurnal ini, yaitu
7. Refleksi diri tentang makalah
ANALISIS KRITIS ARTIKEL 1
Oleh
Rusnia J Robo (NIM.201210070311105)
Malang, 5 Desember 2012

1. Bibliografi
Putra, A., K., I. 2011. Upaya Meningkatkan Apresiasi Sastra Murid Kelas
V SD Negeri 4 Sesetan Denpasar Pada Bacaan Cerita
Melalui Lokakarya Membaca.Jurnal Santiaji Pendidikan, (2011):121-130 .

2.Tujuan Penulisnya
Penulisan ini bertujuan meningkatkan apresiasi murid pada bacaan cerita yaitu
melalui Loka Karya Membaca (Reading Workshop). Yang dianggap bisa meningkatkan
tanggapan seorang siswa terhadap emotif pada isi sebua cerita, serta seorang siswa dapat
menyimak dan meberikan sebuah tanggapan sesuai dengan apa yang dia dengarkan.
khususnya menyangkut apresiasi sastra dipermasalahkan pengamat pendidikan dan sastrawan
karena dirasakan tidak memenuhi harapan (Suharianto, dalam Dadan, 1998).

3.Fakta-fakta Unik
Beberapa fakta unik yang muncul pada artikel ini adalah :
a) Ternyata pembelajaran sastra itu tidak hanya terfokus pada sejarah dan teori sastra tetapi
harus mengarah pada apresiasi karya sastra .
b) Karya sastra sendiri memilki pengertian kegiatan menggauli cipta sastra dengan
sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan kritis dan kepekaan
perasaan yang baik terhadap karya sastra.
c) Kegiatan pengapresiasi karya sastra sendiri berkaitan dengan latihan mempertajam
perasaan,penalaran, daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya dan
lingkungan hidup (Depdikbud 1994:10).
d) pembelajaran sastra di SD harus memberikan pengalaman pada murid yang akan
berkonstribusi pada 4 (empat) tujuan yaitu :
(1)pencarian kesenangan pada buku (discovering delight in books).
(2)menginterpretasi bacaan sastra (interpreting literature).
(3) mengembangkan kesadaran bersastra (literary awarness).
(4) mengembangkan apresiasi (developing apreciation).
e) Pada kegiatan ini dilakukan 2 siklus yang mempunyai metode dan tujuan yang berbeda, dan
tiap siklus itu meteodenya sangat menarik.
f) Untuk siklus 1 :hanya melibatkan siswa dalam menagapi jenis karya yang di bacanya.
g) Untuk siklus 2 : sangat menarik yakni guru dan siswa bertanya jawab antara pelaku dan
peristiwa dalam cerita, guru bersama murid membaca dalam hati, dan siswa dituntut
memebuat jurnal dialog.
h) Triangulasi dilakukan dengan teknik triangulasi metodologis dengan
mengacu pada penggunaan teknik wawancara, pengamatan, dan analiais hasil
tulisan siswa.
i) Dari hasil penelitian ini ternyata survei membuktikan mereka mampu menuangkan
pengalamanya sesuai dengan cerita tersebut.
j) Guru selaku praktisi berdiskusi sangat membantu dalam meningkatkan pembelajaran
apresiasi pada bacaan cerita.
k) Lokakarya membaca yang diperkenalkan pertama kali oleh Nancie
Atwell (1987) adalah suatu pendekatan whole language yang mengintegrasikan
pengajaran mini, membaca dalam hati dan tanggapan tertulis terhadap bacaan
dalam bentuk jurnal dialog.
l) Dibutukan waktu yang konsisten untuk membaca terutama membaca dalam hati, karena ada
keyakinan bahwa anakanak belajar membaca harus bergaul langsung dengan bacaan bukan
lewat teori.
m) membaca yang menguntungkan para siswa adalah membaca dengan cara
alamiah dan bahan otentik, bukan penggalan atau sinopsis cerita.
n) Belajar mengadakan pemilihan buku secara pribadi sesuai dengan minatnya atau siswa
diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memilih sendiri bacaannya akan menumbuhkan
perkembangan pengetahuan sastra dan meningkatkan kefasihan membaca serta kebiasaan
membaca
o) Peran guru sangat penting sebab apabila guru benar-benar sadar keadaan baca muridnya
maka dengan demikian guru bisa memahami karakter muridnya sebagai pembaca.
p) Kemampuan guru dalam mengamati murid-muridnya membaca dalam hati,
akan memberikan asesmen yang akan bisa mendorong guru untuk mengambil
keputusan yang tepat.
2. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat dimunculkan.
a) Bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta seseorang terhadap apresiasi sastra ?
b) Apakah ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi apresiasi seseorang terhadap
sastra?
c) Apakah yang dimaksud dengan teknik triangulasi metodologis ?
d) Bagaimana cara menggunakan teknik triangulasi metodologis ?
e) Bagaimana cara agar seoarang guru bisa pekah terhadap muridnya ?
f) Apakah trik yang harus dilakukan seoarang guru untuk meningkatkan kualitas muridnya
dalam mengapresiasikan sebuah karya ?
g) Jelaskan apakah yang dimaksud dengan apresiasi sastra ?

3. Konsep atau Prinsip yang ada relevansinya Pengantar Pendidikan


a) Pada siklus penerapannya dimana guru menjadi pengarah bagi peserta didiknya ini sangat
berkaitan dengan mata kulia pengantar pendidikan yakni (pada bab III tentang landasan
dan asas pendidikan , masuk pada satu kesatuan asas pendidikan yakni Tut Wuri
Handayani yang artinya guru sebagai pamong yang mengarahkan dari belakang).
b) Dalam belajar siswa deberi peluang untuk memilih buku bacaanya secara pribadi berkaitan
dengan pengantar pendidikan ( asas juga dimana guru memberikan kebebasan
muridnya dalam belajar.dan hakikat manusia dan pengembangannya yakni
mempunyai rasa kebebasan bab I.)

c) Pada pembahasan ini siswa diajak untuk berpikir kritis dalam memecahkan suatu
masalah,yakni menyampaikan kembali apa yang dia dengarkan dan memberikan tanggapan
sesuai dengan apa yang dia dengarkan.ini berkaitan dengan pengantar pendidikan( bab II
pengertian dan unsur-unsur pendidikan pada poin c .tentang pendidikan sebagai proses
penyiapan warga negara dimana mereka dilatih untuk berpikir kritis dan memebekali
mereka dalam memecahkan suatu masalah).
d) Dan untuk siklus ke 2 guru dan murid diajak bersama-sama membaca sebuah cerita dalam
hati dan bertanya jawab sesuai dengan apa yang dibaca.berkaitan dengan pengantar
pendidikan (bab II juga yaitu interaksi edukatif antara peserta didik dengan pendidik,
dimana hubungan timbal balik anatara keduanya).
4. Refleksi Diri
Analisis kritis artikel saya yang pertama yaitu “Upaya Meningkatkan Apresiasi Sastra Murid
Kelas V SD Negeri 4 Sesetan Denpasar Pada Bacaan Cerita “ karya I Ketut Adnyana Putra
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja yang disajikan dalam bentuk jurnal, dalam
menganalisis jurnal ini ada beberapa pengalaman yanga saya peroleh diantaranya :
a) saya baru mengetahui kalau ternyata seorang guru bukan hanya mengajar tapi bisa berbaur
dengan muridnya dimana pada jurnal ini murid dan guru di ajak buat membaca bersama
dalam hati,dari sini khususnya saya betapa indahnya menjadi seorang guru bisa memahami
,mencoba ,dan merasakan apa yang dirasakan oleh anak muridnya walaupun dalam ikatan
status dan aturan yang berbeda.
b) Betapa indahnya menjadi seoarang guru yang bisa memeahami keadaan muridnya,dari
analisis ini saya sering merenungkan apa yang harus saya siapkan kelak nanti agar kehadiran
ku sebagai guru dan orang tua bagi mereka benar-benar bisa dirasakan anak didikku
(bercucurlah air mata ku waktu di kamar kos dengan bertepatan turunya hujan di siang hari).
c) Disaat saya membuat jurnal ini saya memutuskan buat sendiri ,apakah saya egois ? dalam arti
ada teman yang mengajak tapi saya menolaknya”sehingga sering muncul perasaan takut dan
malu ,apabila kelak temanku yang mengaja itu lebih baik dari punyaku”.tapi itu saya lakukan
untuk menguju sebatas manakah kemapuan belajar mandiri ku.
d) Dikala banyak tugas yang menghampiri saya mulai bingngun harus memulai darimana ,saya
mencoba membuat program penyelesaian tugas saya dari waktu pendek,menegah,dan
panjang dan jurnal ini masuk pada jangka menegah,namun itu masih membuat saya
kebinggunan apa yang harus saya lakukan ?.
e) Saat mengerjakan tugas analisis jurnal ini selalu muncul kendala diaman tuntutan organisasi,
tuntutan linkungan dimana teman saya yang kos bersamaku dan aku mempunyai cara belajar
yang berbeda,dia terbiasa belajar sambil dengarin lagu sedangkan aku sebaliknya itu
membuat saya tidak fokus dalam menganalisis jurnal ini ,dari sisnilah pentingnya peranan
adaptasi.
f) Kendala tiada berhenti dalam mengerjakan tugas ini dari awal mencari jurnal kendalanya
susah mendapatkan jurnal yang sesuai tapi saya terus mencoba dan alhamdulilah dua hari
penugasan saya berhasil mendapatkan dengan bantuan kakak tingkat yang memeberitahu cara
saya bagaimana cara mendowload jurnal yaitu (jurnal issn pdf judul jurnal).
g) Namun sesulit apapun tugas itu saya yakin bisa mengerjakan sebab dengan mengingat orang
tua ku kata malas dan tidak bisa yang ada dalam kamus kehidupan ku seolah tidak ada.
h) Saat sudah selesai kendala yang sering muncul bagi saya adalah ngeprint sebab saya tidak
memilki flas disk , namun saya tetap berusaha dengan meminjam flash disk teman kos saya.
i) Dikala aku kehabisan ide aku hanya memilih berwudhu dan shalat untuk berdoa dan
memohon petunjuk yang kuasa tapi itu tidak terlepas juga dari usaha saya.
j) Dari semua kendala yang muncul saya mencoba menikmati,sabar,dan
menghadapinya,sehingga jurnal ini bisa terselesaikan.