Anda di halaman 1dari 3

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan diafragma mengalami kontraksi sehingga

memicu terjadinya cegukan, di antaranya:

 Minuman bersoda

 Minuman panas

 Minuman beralkohol

 Makanan pedas

 Rokok

 Perut kembung

 Perubahan suhu yang terjadi tiba-tiba

 Makan terlalu banyak

 Makan terlalu cepat

 Menelan makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin

Selain hal-hal di atas, cegukan juga bisa dipicu oleh keadaan emosi kita, misalnya
perasaan gembira, perasaan sedih, atau stres.

Saat yang Tepat Memeriksakan Diri ke Dokter


Temui dokter jika Anda sering sekali mengalami cegukan atau cegukan yang dialami
berlangsung lebih dari dua hari. Kondisi ini bisa saja terjadi akibat adanya:

 Gangguan metabolisme (misalnya karena hipoglikemia, hiperglikemia, atau diabetes).


 Gangguan saraf vagus (misalnya dalam kasus meningitis, faringitis, dan penyakit gondok).
 Gangguan sistem saraf (misalnya karena cedera berat pada otak, radang jaringan otak atau
ensefalitis, tumor, dan stroke).
 Gangguan pernapasan (misalnya pada penyakit pleuritis, pneumonia, dan asma).
 Gangguan pencernaan (misalnya karena obstruksi usus, radang usus, dan penyakit refluks
gastroesofagus (GERD)).
 Reaksi psikologi (misalnya stres, gembira, sedih, takut, atau syok).
Selain akibat kondisi-kondisi tersebut, cegukan yang berlangsung lama juga bisa terjadi akibat
efek samping penggunaan obat-obatan, misalnya:

 Obat-obatan kemoterapi (obat yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker).


 Obat pereda nyeri golongan opioid (misalnya metadon dan morfin).

 Benzodiazepine (kelompok obat penenang untuk mengatasi serangan cemas).

 Anastesi (obat yang menimbulkan efek mati rasa atau hilang kesadaran yang biasanya diberikan
sebelum menjalani prosedur operasi).

 Methyldopa (obat yang biasanya diresepkan pada pengobatan hipertensi).

 Barbiturate (salah satu jenis obat penenang yang kadang-kadang diberikan untuk mengatasi
kejang).

 Kortikosteroid (obat untuk mengatasi pembengkakan dan radang).

Diagnosis Cegukan
Pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui penyebab cegukan yang berlangsung
lama. Pertama-tama, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan saraf untuk mengukur
refleks, koordinasi dan keseimbangan umum, kemampuan merasakan sentuhan, tonus dan
kekuatan otot, serta daya penglihatan pasien.

Jika dokter mencurigai cegukan pasien disebabkan oleh suatu gangguan kesehatan, maka
pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan. Salah satunya adalah tes darah untuk mendeteksi tanda-
tanda infeksi, penyakit ginjal, atau diabetes. Selain tes darah, dokter mungkin akan menyarankan
untuk dilakukannya:

 Endoskopi. Pemeriksaan dengan menggunakan alat berbentuk selang berukuran kecil yang
dilengkapi lampu dan kamera ini dilakukan jika cegukan diduga berkaitan dengan gangguan
pencernaan, misalnya penyakit asam lambung atau refluks gastroesofagus (GERD)
 Pemindaian dengan CT scan, MRI scan, atau X-ray. Metode ini dilakukan untuk memastikan
apakah ada gangguan pada diafragma, saraf frenikus, dan saraf vagus yang disebabkan oleh
kelainan anatomi.

Pengobatan Cegukan
Pada kasus cegukan yang berlangsung lama, dokter perlu mengatasi masalah yang mendasari
agar cegukan bisa berhenti. Contohnya, jika cegukan merupakan komplikasi dari penyakit asma
berdasarkan hasil diagnosis, maka penanganan penyakit asma akan menjadi prioritas utama
dokter. Secara alami, cegukan akan reda setelah asma berhasil dikendalikan. Jika cegukan timbul
akibat reaksi dari suatu obat yang digunakan, maka dokter perlu menyesuaikan dosis obat
tersebut atau bahkan menggantinya dengan obat lain yang tidak menyebabkan efek samping
cegukan.
Apabila cegukan bukan disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau reaksi obat-obatan, maka
cegukan tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya tanpa perlu mendapatkan penanganan
medis. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menghentikan cegukan lebih
cepat, di antaranya:

 Membungkuk ke arah depan sehingga dada Anda terasa seperti tertekan.

 Tarik kedua lutut hingga menyentuh dada.

 Bernapas di dalam kantong yang terbuat dari kertas.

 Mengecap cuka.

 Menelan gula pasir.

 Menggigit lemon.

 Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.

 Minum air dingin secara perlahan-lahan.

Pengobatan Cegukan yang Tidak Diketahui Penyebabnya


Jika cegukan yang berlangsung lama tidak diketahui penyebabnya, meski pemeriksaan telah
dilakukan, maka terdapat kemungkinan bahwa dokter akan meresepkan obat untuk
menghentikannya. Beberapa jenis obat cegukan yang mungkin tersedia adalah gabapentin,
metoclopramide, baclofen, haloperidol, dan chlorpromazine.

Pastikan untuk selalu mematuhi aturan pakai yang disarankan oleh dokter untuk menghindari
efek samping yang tidak diinginkan. Jika cegukan kembali terjadi setelah dosis dikurangi atau
setelah masa penggunaan obat selesai, temui dokter kembali.