Anda di halaman 1dari 15

IC DIGITAL

( Gerbang Logika)

1.1. Pendahuluan
Gerbang logika dasar adalah blok dasar yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan
logika - logika dasar. Sebuah gerbang logika memiliki satu atau lebih terminal input dan satu
terminal output,Terminal input dan output gerbang logika didisain hanya dalam dua kondisi
yaitu bernilai high (1) atau low (0). IC gerbang logika dasar disusun dengan menggunakan
transistor yang sudah dikemas dalam bentuk IC TTL (Transistor - Transistor Logic). IC TTL
diberi kode standar dengan angka 74XX, dimana XX merupakan kode jenis gerbang logika
didalam IC. Sebagai contoh IC TTL dengan kode 7408 yang berisi gerbang logika AND dan
kode 7402 berisi gerbang logika NOR.

1.2. Dasar Teori


Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri
dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang
diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bahan
utama yang membentuk sebuah Integrated Circuit (IC) adalah Bahan Semikonduktor. Silicon
merupakan bahan semikonduktor yang paling sering digunakan dalam Teknologi Fabrikasi
Integrated Circuit (IC). Dalam bahasa Indonesia, Integrated Circuit atau IC ini sering
diterjemahkan menjadi Sirkuit Terpadu.
A. Sejarah IC Digital
Teknologi Integrated Circuit (IC) atau Sirkuit Terpadu ini pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1958 oleh Jack Kilby yang bekerja untuk Texas Instrument, setengah tahun kemudian
Robert Noyce berhasil melakukan fabrikasi IC dengan sistem interkoneksi pada sebuah Chip
Silikon. Integrated Circuit (IC) merupakan salah satu perkembangan Teknologi yang paling
signifikan pada abad ke 20.
Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat itu umumnya memakai Tabung Vakum
sebagai komponen utama yang kemudian digantikan oleh Transistor yang memiliki ukuran
yang lebih kecil. Tetapi untuk merangkai sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan
kompleks, memerlukan komponen Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran
perangkat Elektronika yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok untuk dapat
dibawa berpergian (portable).
Teknologi IC (Integrated Circuit) memungkinkan seorang perancang Rangkaian Elektronika
untuk membuat sebuah peralatan Elektronika yang lebih kecil, lebih ringan dengan harga
yang lebih terjangkau. Konsumsi daya listrik sebuah IC juga lebih rendah dibanding dengan
Transistor. Oleh karena itu, IC (Integrated Circuit) telah menjadi komponen Utama pada
hampir semua peralatan Elektronika yang kita gunakan saat ini.
Tanpa adanya Teknologi IC (Integrated Circuit) mungkin saat ini kita tidak dapat menikmati
peralatan Elektronika Portable seperti Handphone, Laptop, MP3 Player, Tablet PC, Konsol
Game Portable, Kamera Digital dan peralatan Elektronika yang bentuknya kecil dan dapat
dibawa bepergian kemana-mana.
Dibawah ini adalah gambar IC (Integrated Circuit) dan Simbolnya :

B. Aplikasi dan Fungsi IC (Integrated Circuit)

Berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya, IC (Integrated Circuit) dapat dibedakan menjadi IC


Linear, IC Digital dan juga gabungan dari keduanya.

IC Linear

IC Linear atau disebut juga dengan IC Analog adalah IC yang pada umumnya berfungsi
sebagai :

 Penguat Daya (Power Amplifier)


 Penguat Sinyal (Signal Amplifier)
 Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)
 Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)
 Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)
 Voltage Comparator
 Multiplier
 Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
 Regulator Tegangan (Voltage Regulator)

IC Digital

IC Digital pada dasarnya adalah rangkaian switching yang tegangan Input dan Outputnya
hanya memiliki 2 (dua) level yaitu “Tinggi” dan “Rendah” atau dalam kode binary
dilambangkan dengan “1” dan “0”.

IC Digital pada umumnya berfungsi sebagai :

 Flip-flop
 Gerbang Logika (Logic Gates)
 Timer
 Calculator
 Clock
 Microprocessor (Mikroprosesor)
 Microcontroller
IC gerbang logika dasar didalamnya minimal terdiri dari empat buah fungsi gerdang logika
yang dapat dioperasikan masing– masing atau dibuat sebuah rangkaian kombinasi. Kaki IC
gerbang logika dasar memiliki 14 buah pin, dimana pin no.14 berfungsi sebagai input VCC (+)
dan pin no.7 berfungsi sebagai input GND(-), sedangkan pin yang lainnya berfungsi sebagai
pin terminal input dan pin terminal output.

Gambar 2. IC gerbang logika dan diagram gerbang logika pada IC

Gerbang logika dasar pada sebuah IC memiliki kondisi output yang dapat dijadikan
acuan, acuan tersebut umumnya dibuat dalam sebuah tabel yang disebut dengan tabel
kebenaran. Input dan output IC gerbang logika hanya mempunyai dua kondisi, yaitu high (1)
dan low (0), kondisi input high dilakukan dengan cara menghubungkan terminal input (A atau
B) ke 5V, sedangkan kondisi input low dilakukan dengan cara menghubung terminal input (A
atau B) ke GND.

Jenis-jenis Gerbang Logika Dasar dan Simbolnya

Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk sebuah Sistem Elektronika
Digital, yaitu :

1. Gerbang AND
2. Gerbang OR
3. Gerbang NOT
4. Gerbang NAND
5. Gerbang NOR
6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
7. Gerbang X-NOR (Exlusive NOR)

Tabel yang berisikan kombinasi-kombinasi Variabel Input (Masukan) yang menghasilkan


Output (Keluaran) Logis disebut dengan “Tabel Kebenaran” atau “Truth Table”.

Input dan Output pada Gerbang Logika hanya memiliki 2 level. Kedua Level tersebut
pada umumnya dapat dilambangkan dengan :
 HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)
 TRUE (benar) dan FALSE (salah)
 ON (Hidup) dan OFF (Mati)
 1 dan 0

Contoh Penerapannya ke dalam Rangkaian Elektronika yang memakai Transistor TTL


(Transistor-transistor Logic), maka 0V dalam Rangkaian akan diasumsikan sebagai “LOW”
atau “0” sedangkan 5V akan diasumsikan sebagai “HIGH” atau “1”.

Berikut ini adalah Penjelasan singkat mengenai 7 jenis Gerbang Logika Dasar beserta
Simbol dan Tabel Kebenarannya.

1. Gerbang AND (AND Gate)

Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1
Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua
masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika
salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan Operasi Gerbang
Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai tanda sama sekali. Contohnya : Z =
X.Y atau Z = XY.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND (AND Gate)

2. Gerbang OR (OR Gate)

Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1


Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari
Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0,
maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X +
Y.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR (OR Gate)

3. Gerbang NOT (NOT Gate)

Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1
Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena
menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau
Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka
Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya dilambangkan
dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT (NOT Gate)

4. Gerbang NAND (NAND Gate)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi
dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output)
Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua
Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka
akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND (NAND Gate)

5. Gerbang NOR (NOR Gate)

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari
Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output)
Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari
Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua
Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR (NOR Gate)

6. Gerbang X-OR (X-OR Gate)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1
Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika
semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika
Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR (X-Gate)

7. Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)

Seperti Gerbang X-OR, Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran
(Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari
Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan
menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika
yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)


Rangkaian dari gerbang logika dasar dari yang sederhana hingga rangkaian yang
komplek dapat diuraikan menggunakan operasi –operasi aljabar bolean. Ada istilah yang
sering digunakan dalam aljabar bolean yaitu variabel, variabel adalah simbol yang digunakan
untuk mewakili nilai gerbang logika. Setiap variabel memiliki nilai 0 atau 1, penulisan nilai
kebalikan sebuah variabel diberi tanda 74 XX AND OR NAND NOR NOT EX-OR EX-NOR
dengan bar yang ditulis diatas variabel tersebut. Sebagai contoh variabel A nilai kebalikannya
adalah Ā, sehingga apabila nilai A = 1 nilai kebalikannya Ā = 0. Variabel Ā dibaca dengan A
not atau A bar.

Berikut adalah hukum-hukum yang digunakanpada aljabar bolean.

 Commutative Laws
1. A+B = B+A
Aljabar bolean diatas apabila diilustrasikan menggunakan gerbang logika, yaitu dengan
menggunakan gerbang logika OR. Berikut aplikasi dari aljabar bolean diatas.

2. A . B = B . A
Aljabar bolean diatas apabila diilustrasikan menggunakan gerbang logika, yaitu dengan
menggunakan gerbang logika AND. Berikut aplikasi dari aljabar bolean diatas.

 Associative Laws
1. A + ( B + C ) = ( A + B ) + C
Aljabar bolen diatas apabila diilustrasikan menggunakan gerbang logika, yaitu dengan
menggunakan dua buah gerbang logika OR. Berikut aplikasi dari aljabar bolean diatas.

2. A(BC) = (AB)C
Aljabar bolen diatas apabila diilustrasikan menggunakan gerbang logika, yaitu dengan
menggunakan dua buah gerbang logika AND. Berikut aplikasi dari aljabr bolean diatas.

Berikut adalah ketentuan–ketentuan dasar dalam aljabar bolean.


1. A + 0 = A
2. A + 1 = 1
3. A . 0 = 0
4. A . 1 = A
5. A + A = A
6. A + Ā = 1
7. A . A = A
8. A . Ā= 0
9. Ǡ = A
10. A + AB = A
11. A + ĀB = A + B
12. (A + B)(A + C) = A + BC

IC gerbang logika didalamnya terdapat empat buah gerbang logika yang dapat
digunakan secara sendiri-sendiri atau digabung menjadi sebuah rangkaian, bahkan dapat
dibuat sebuah rangkaian dari beberapa IC gerbang logika yang berbeda jenisnya.

1.3. Metodologi Percobaan


Alat dan Bahan

 Project Board

 Tegangan 5V

 Kabel penghubung

 LED

 Jumper
 IC (NAND, OR, NOT)

3.2 Prosedur Kerja


1. Identifikasi dua IC yang digunakan.
2. Buatlah dua rangkaian dengan dua input yang telah diidentifikasi dalam bentuk
gambar dan table kebenarannya.
3. Rangkaian yang telah digambar dibuat dalam project board.
4. IC dan LED dipasang dalam project board.
5. Kabel penghubung disambungkan ke IC dan LED sesuai rangkaian yang telah
dibuat.
6. Kabel penghubung dari ground dan kaki 14 (+) disambungkan pada tegangan.
7. Amati LED.
8. Validasi dengan table kebenaran yang telah dibuat.
1.4. Data Pengamatan
Pada saat praktikum kita disuruh terlebih dahulu membuat IC dengan rangkaian
gerbang logika NAND. Pertama kita membuat rangkaian dan tabel kebenarannya dalam
kertas. Ketika merangkai IC pertama dengan kabel penghubung dan mencoba input 0 dan 0
sampai input 1 dan 1. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapat hasil bahwa IC
pertama dalam tabel kebenaran beserta gambar saat IC berhasil menyala :

A B X
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0

Nand 1.1 Nand 0.1

Nand 0.0 Nand 1.0


Pada saat praktikum kita disuruh terlebih dahulu membuat IC dengan rangkaian
gerbang logika AND. Pertama kita membuat rangkaian dan tabel kebenarannya dalam kertas.
Ketika merangkai IC pertama dengan kabel penghubung dan mencoba input 0 dan 0 sampai
input 1 dan 1. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapat hasil bahwa IC pertama
dalam tabel kebenaran beserta gambar saat IC berhasil menyala :

A B X
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1

And 1.1 And 0.1

And 0.0 And 1.0


Setelah IC pertama berhasil kita disuruh membuat dua IC (NAND dan AND) tapi
dalam dua input. Sebelum merangkai kita terlebih dahulu membuat gambar rangkain dan
tabel kebenarannya seperti brikut:

A B C X
1 1 1 0
1 1 0 1
1 0 0 1

Nand dan And 1.1.1 Nand dan And 1.1.0

Nand dan And 1.0.0


1.5. Pembahasan
Pada praktikum kali ini, praktikan membuat suatu rangkaian yang telah diketahui jenis
IC gerbang logikanya, namun diperlukan percobaan untuk membuktikan bahwa tabel logika
yang diujikan sesuai dengan IC yang diajukan. Sebaiknya sebelum praktikum usahakan
terlebih dahulu mengecek atau menggunakan alat yaitu papan rangkaian elektronik digital
agar praktikan dapat mengetahui sebebrapa besar faktor error pada alat uji coba. Karena
belm tentu semua alat uji coba benar dan tidak ada faktor error, faktor error merupakan fakto
kesalahan pada alat uji. IC pertama yang kita uji jenis gerbang logika NAND, namun sebelum
merangkainya dalam project board kita harus membuat dulu tabel kebenarannya dalam kertas
selembar. Tujuan kita membuat tabelnya dulu dalam kertas selembar adalah untuk
memudahkan praktikan mengetahui pada saat uji coba langsung dalam project board lampu
akan menyala pada saat bernilai berapa. Berikut hasiltabel kebenaran dari IC gerbang logika
NAND :

A B X=A.B
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0

Dapat diketahui pada gambar diatas lampu LED akan menyala apabila salah satu input
bernilai 0 dan tidak menyala apabila kedua input bernilai 1.
Setelah berhasil pada pengujian yang pertama kita meguji lagi tapi dengan gabungan
dua IC (NAND dan AND). Sama seperti pengerjaan IC NAND, hal pertama yang kita lakukan
dulu adalah membuat tabel kebenarannya dalam kertas selembar. Berikut hasil tabel
kebenaran dari IC gerbang logika (NAND dan AND) :

A B C X
1 1 1 0
1 1 0 1
1 0 0 1

Berdasarkan tabel diatas lampu LED akan menyala apabila kedua inputan bernila 0
dan nilai inputan yang lainnya tidak akan menyala.
Pengujian yang terakhir adalah jenis gabungan IC (AND). Pengerjaanya sama
membuat dulu tabel kebenaran dan setelah itu mecobanya dalam project board.Berikut hasil
tabel kebenaran dari IC gerbang logika (AND) :
A B X
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1
1.6. Kesimpulan
Hasil dari praktikum ini dapat kita ketahui :
1. Pada pengujian pertama jenis IC gerbang logika NAND lampu akan menyala
sesuai dengan tabel kebenaran.
2. Pada pengujian pertama jenis IC gerbang logika AND lampu akan menyala
sesuai dengan tabel kebenaran.
3. Pada pengujian kedua jenis gabungan IC gerbang logika (NAND dan AND)
lampu akan menyala sesuai dengan tabel kebenaran.