Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH TEKNIK TENAGA LISTRIK

DAYA DAN TORSI

DOSEN
Ir. YULIAN TARUNA, M.Si
NIP. 19580705 198903 1 019

OLEH :

EFA OCTAVIA JAWAK DBD 115 008


XANDRO ARIESDEWA DBD 115 019
AYU LUSI NATALLIA DBD 115 022
YOHANNES BOY S. BATUBARA DBD 115 027
A.D. JOSAFAT GULTOM DBD 115 033
REGITA CAHYANI BUTAR BUTAR DBD 115 038
TANTAU PANDINUAN DBD 115 040
DIKY DBD 115 049
LIA KLARITA DBD 115 058
ANDREYAN ADITYA SEPTIAN N. DBD 115 061
MARDENI DBD 115 067

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENSDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Adapun tujuan penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi salah
satu tugas kelompok dari mata kuliah “Teknik Tenaga Listrik”. Semoga dengan
diberikannya tugas ini kami dapat meningkatkan pemahaman tentang Daya dan
Torsi. Pembelajaran dan dapat meningkatkan kualitas belajar kami.
Makalah ini tentu tidak akan berhasil tanpa adanya bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Terima kasih kami ucapkan kepada dosen Mata
Kuliah yang telah memberikan tugas kepada kami dan semua pihak yang telah
membantu memberikan saran serta masukan untuk menyempurnakan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat
membangun agar makalah kami menjadi lebih baik dan berguna di masa yang
akan datang.

Palangkaraya, 20 November 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
I PENDAHULUAN ................................................................................................1
1.1 Latar Belakang................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................2
1.3 Tujuan .............................................................................................................2
1.4 Manfaat ...........................................................................................................2
II PEMBAHASAN .................................................................................................3
2.1 Pengertian Daya Listrik .................................................................................3
2.2 Pengertian Torsi Motor DC ............................................................................5
2.3 Hubungan Antara Daya dan Torsi ..................................................................5
2.4 Perhitungan Daya dan Torsi ...........................................................................6
2.5 Pengaplikasian Daya Listrik ...........................................................................8
2.6 Pengaplikasian Torsi .....................................................................................8
II PENUTUP .........................................................................................................10
3.1 Kesimpulan ...................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................11

iii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Teknik Tenaga Listrik ialah ilmu yang mempelajari konsep dasar
elistrikan dan pemakatan alat yang asas kerjanya berdasarkan aliran lektron
dalam konduktor (arus listrik). Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul
dari adanya muatan listrik. Sedangkan pengertian listrik dapat diartikan
sebagai berikut. Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu,
seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan
gaya di antaranya.
Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik
timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Sumber arus listrik menghasilkan keluaran berupa arus listrik dan arus
elektron. Arus listrik mengalir (dalam konduktor) dari kutub positif ke kutub
negative. Arus elektron-elektron mengalir (dalam konduktor) dari kutub
negatif ke kutub positif.
Energi listrik merupakan energi yang mudah dikonversikan,
dibangkitkan, didistribusikan dengan proses yang efisien, efektif, ekonomis
dibandingkan dengan energi yang lain. Energi listrik didapat dari merubah
bentuk energi lainnya, seperti gerak, panas, kimia dan nuklir. PLTA, PLTU,
PLTD adalah penghasil listrik dengan merubah energi gerak menjadi energi
listrik. Alat yang digunakan di sini adalah generator. Daya listrik adalah
besarnya usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan dalam 1 sekon.
Terjadinya gaya torsi pada motor listrik disebabkan oleh hasil interaksi dua
garis medan magnet. Kedua hal tersebut merupakan gaya yang berperan
penting untuk menjalankan pembangkit listrik yang diterapkan pada mesin
generator.

1
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat ditarik beberap rumusan
masalah sebagai berikut :
1. Apa itu daya listrik ?
2. Apa itu torsi motor dc ?
3. Bagaiman pengaplikasian daya pada pembangkit listrik ?
4. Bagaimana pengaplikasian torsi pada pembangkit listrik ?

1.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat diketahui beberapa tujuan
penulisan makalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian daya listrik
2. Mengetahui pengertian torsi motor dc
3. Mengetahui pengaplikasian daya pada pembangkit listrik
4. Mengetahui pengaplikasian torsi pada pembangkit listrik

1.4 MANFAAT
Adapaun manfaat daripada makalah ini ialah untuk menambah wawasan
pembaca dan penulis mengenai daya dan torsi motor dc yang diterapkan pada
dunia tenaga listrik.

2
BAB II PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN DAYA LISTRIK


Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical
Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah
sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan menghasilkan
daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya
listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi
dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Semakin tinggi nilai Watt-nya
semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.
Jika dalam waktu t sekon sumber tegangan telah melakukan usaha
sebesar W, maka daya alat tersebut adalah
P = W/t
Dimana :
W = usaha (joule)
t = waktu (sekon)
P = daya (joule/sekon) atau watt
Dimana hal ini berarti 1 Watt = 1 Joule/sekon.
Dikarenakan W = V.I.t, maka:
P = V.I.t
t
P = V.I
Atau
P = I².R
P = V²
R
Pada persamaan tadi dapat dilihat bahwa satuan daya listrik adalah watt.
Satu watt adalah daya yang sangat kecil. Daya yang lebih besar, seperti daya

3
generator listrik, biasa dinyatakan dalam kilowatt (kW) atau megawatt (MW),
dimana
1 kW = 1000 W
1 MW = 1000 kW = 1000. 000 W

Sedangkan berdasarkan konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik


adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau
lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik.
Berdasarkan definisi tersebut, perumusan daya listrik adalah seperti dibawah
ini :

P=E/t

Dimana :

P = Daya Listrik

E = Energi dengan satuan Joule

t = waktu dengan satuan detik

Dalam rumus perhitungan, Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan


huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan
Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt
adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule / detik)

Hukum Ohm :

V=IxR

Jadi, jika yang diketahui hanya Arus Listrik (I) dan Hambatan (R) saja.

P=VxI

P = (I x R) x I

4
P = I2R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik

Sedangkan penjabaran rumus jika diketahui hanya Tegangan (V) dan


Hambatan (R) saja.

P=VxI

P = V x (V / R)

P = V2 / R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik

2.2 PENGERTIAN TORSI MOTOR DC


Konsep torsi dalam fisika, juga disebut momen, diawali dari
kerja Archimedes dalam lever. Informalnya, torsi dapat dipikir sebagai gaya
rotasional. Analog rotational dari gaya, masa, dan percepatan adalah
torsi, momen inertia dan percepatan angular. Gaya yang bekerja pada lever,
dikalikan dengan jarak dari titik tengah lever, adalah torsi. Contohnya, gaya
dari tiga newton bekerja sepanjang dua meter dari titik tengah mengeluarkan
torsi yang sama dengan satu newton bekerja sepanjang enam meter dari titik
tengah. Ini menandakan bahwa gaya dalam sebuah sudut pada sudut yang
tepat kepada lever lurus. Lebih umumnya, seseorang dapat mendefinisikan
torsi sebagai perkalian silang:
T=rxF

Dimana :
r adalah vektor dari axis putaran ke titik di mana gaya bekerja
F adalah vektor gaya.

2.3 HUBUNGAN ANTARA DAYA DAN TORSI


Hubungan antara Daya Motor dengan Torsi (t) yang dihasilkan adalah
sebagai berikut :
P = M / t , Daya merupakan Torsi pesatuan waktu

5
M = F.L (Nm)
P=F.L/t
v (kecepatan) = L / t
Jarak tempuh satu putaran motor adalah (L) :
L= 2 . r . p
Sehingga kecepatan (v) putaran motor untuk menempuh jarak (L) adalah :
v=n.2.r.p
Dengan memperhitungkan gaya yang bekerja pada poros motor sebagai
pengaruh untuk Torsi, maka daya motor menjadi (P) :
P=n.2.r.p.F
Sehingga didapat hubungan antara daya (P) dengan Torsi (t) serta
kecepatann motor (n) sebagai berikut :
P = 2 . p . n . T(Nm/menit)
Dikarenakan perhitungan untuk Daya (P) menggunakan satuan Watt (W),
maka perhitungan untuk daya tersebut dibagi dengan nilai 1000 untuk
menjadikannya kesatuan kilo (k) dan 60 detik untuk menjadikan kedalam
bentuk watt (W) karena putaran motor (n) masih dalam satuan menit sehingga
persamaan menjadi :
P = 2 . p . n . T / ( 60 . 1000)
P = n . T / 9545 (kW)

2.4 PERHITUNGAN DAYA DAN TORSI


Dalam aplikasi motor DC dalam kehidupan sehari-hari dan dalam dunia
industri diperlukan perhitungan untuk mengetahui arus, tegangan, ggl, gaya
medan magnet dan masih banyak perhitungan lainnya. Berikut ini adalah
contoh-contoh perhitungan pada motor DC dalam bentuk soal-soal dan
penyelesaiannya :
1. Sebuah motor DC mempunyai kerapatan medan magnet 0,8 T. Di
bawah pengaruh medan magnet terdapat 400 kawat penghantar dengan arus
10A. Jika panjang penghantar seluruhnya 150 mm, tentukan gaya yang ada
pada armature.

6
Diketahui :
B = 0,8 T
I = 10A
ℓ = 150 mm = 0,155 m
z = 400
Jawab :
F = B.I.ℓ.z
= 0,8 (Vs/m 2 ). 10 A. 0,15 m.400
= 480 (Ws/m) = 480 N.
2. Tentukan nilai torsi motor dan kecepatan saat :
a. s = 400 V dan Eo = 380 V
b. Es = 350 V dan Eo = 380 V
Jawab:
a. Arus armature adalah :
I = (Es – Eo)/R = (400-380)/0.01 = 2000 A
Daya ke motor armature adalah :
P = Eo.I = 380 x 2000 = 760kW
Kecepatan motor adalah :
n = (380 V / 500 V) x 300 r/min = 228 r/min
Torsi motor adalah :
T = 9.55 P/n
= (9.55 x 760 000)/228
= 47.8 kN.m
b. Karena Eo = 380 V, kecepatan motor masih 228 r/min. Arus armature
adalah :
I = (Es-Eo)/R = (350-380)/0.01
= -3000A
Arusnya negatif dan mengalir berbalik, akibatnya torsi motor juga berbalik.
Daya dikembalikan ke generator dan hambatan 10 mΩ :
P = Eo.I = 380 x 3000 = 1140kW
Braking torque yang dikembangkan oleh motor :

7
T = 9.55 P/n
= (9.55 X 1 140 000)/228
= 47.8 kN.m
Kecepatan dari motor dan dihubungkan ke beban mekanis akan cepat jatuh
dibawah pengaruh electromechanical braking torque.

2.5 PENGAPLIKASIAN DAYA LISTRIK


Untuk komponen turbin pada sistem PLTA ini, pengujian data dibatasi
antara nilai pitch angle 50 - 250 dikarenakan nilai pitch angle di luar itu
menyebabkan torsi bernilai negatif (-) sehingga daya mekanik juga bernilai
negatif. Hal ini mengakibatkan efisiensi akan semakin bertambah ke arah
negatif. Kondisi ini tidak sesuai dengan kondisi aktual (efisiensi mencapai
lebih dari 100% ke arah negatif). Penyebab lain ialah, nilai pitch angle di luar
kisaran angka di atas menyebabkan kecepatan putaran rotor generator lebih
kecil daripada synchronous speed generator. Hal ini menyebabkan mesin
induksi tidak dapat beroperasi sebagai generator karena slip yang dihasilkan
rotor bernilai positif(+).

2.6 PENGAPLIKASIAN TORSI


Permasalahan pertama yang timbul dari pembangunan pembangkit listrik
ini adalah penentuan generator yang akan digunakan. Generator serempak
(synchronous generator), generator tak-serempak(asynchronous generator),
rotor sangkar maupun rotor belitan ataupun generator magnet permanen yang
juga sedang berkembang sebagai solusi untuk pembangkitan listrik pada
putaran turbin yang rendah tanpa harus menggunakan gear box.
Penggunaan generator serempak memudahkan kita untuk mengatur
tegangan dan frekuensi keluaran generator dengan cara mengatur2 arus
medan dari generator. Sayangnya penggunaan generator serempak jarang di-
aplikasikan karena biayanya yang mahal, membutuhkan arus penguat dan
membutuhkan sistem kontrol yang rumit.

8
Generator tak-serempak sering digunakan untuk sistem turbin angin dan
sistem mikrohidro, baik untuk sistem fixed-speed maupun sistem variable
speed. Keuntungan dari sistem fixed-speed menggunakan generator tak-
serempak adalah murah, sistemnya sederhana dan kokoh (robast). Sistem ini
beroperasi pada kecepatan yang konstan, sehingga turbin hanya memperoleh
daya maksimum pada satu nilai kecepatan angin. Sistem ini cocok untuk
diterapkan pada mikrohidro yang kecepatan aliran airnya bisa diatur secara
mekanik. Kelemahan dari sistem ini adalah generator memerlukan daya
reaktif untuk bisa menghasilkan listrik sehingga harus dipasang kapasitor
bank atau dihubungkan dengan grid. Sistem ini rentan terhadap pulsating
power menuju grid dan rentan terhadap perubahan mekanis secara tiba-tiba.
Pada sistem variable speed pertama, menggunakan generator induksi
rotor belitan. Karakteristik kerja generator induksi diatur dengan mengubah-
ubah nilai resistansi rotor, sehingga torsi maksimum selalu didapatkan pada
kecepatan putar turbin berapa pun. Sistem ini lebih aman terhadap perubahan
beban mekanis secara tiba-tiba, terjadi reduksi pulsating power menuju grid
dan memungkinkan memperoleh daya maksimum pada beberapa kecepatan
angin yang berbeda. Sayangnya jangkauan kecepatan yang bisa dikendalikan
masih terbatas. Pada sistem variable speed yang kedua menggunakan
rangkaian elektronika daya untuk mengatur nilai resistansi rotor. Sistem ini
memungkinkan memperbaiki jangkauan kecepatan yang bisa dikendalikan
sistem pertama.
Rangkaian elektronika daya yang digunakan adalah penyearah (rectifier)
dan konverter dc-ac (inverter). Dengan rangkaian ini memungkinkan untuk
mengatur daya reaktif yang diperlukan generator agar menghasilkan torka
maksimum pada kecepatan angin yang berubah-ubah.

9
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah :
1. Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical
Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah
sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan
menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya
akan menyerap daya listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah
tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik.
Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang
dikonsumsinya.
2. Torsi dalam fisika, juga disebut momen, diawali dari
kerja Archimedes dalam lever. Informalnya, torsi dapat dipikir
sebagai gaya rotasional. Analog rotational dari gaya, masa,
dan percepatan adalah torsi, momen inertia dan percepatan
angular. Gaya yang bekerja pada lever, dikalikan dengan jarak dari titik
tengah lever, adalah torsi.
3. Pengaplikasian daya listrik pada pembangkit listrik tergantung pada nilai
pitch angle. Hal ini mengakibatkan efisiensi akan semakin bertambah ke
arah negatif. Kondisi ini tidak sesuai dengan kondisi aktual (efisiensi
mencapai lebih dari 100% ke arah negatif)
4. Generator tak-serempak sering digunakan untuk sistem turbin angin dan
sistem mikrohidro, baik untuk sistem fixed-speed maupun sistem variable
speed. Keuntungan dari sistem fixed-speed menggunakan generator tak-
serempak adalah murah, sistemnya sederhana dan kokoh (robast). Sistem
ini beroperasi pada kecepatan yang konstan, sehingga turbin hanya
memperoleh daya maksimum pada satu nilai kecepatan angin.

10
DAFTAR PUSTAKA

Alan Isaacs. 1994. Kamus Lengkap Fisika, terjemahan Danusantoso. Jakarta:


Erlangga.

Anonim. 2009. Jurnal Teknik Tenaga Listrik.


htttp://agilwalk.blogspot.co.id/2009/12/jurnal-teknik-tenaga-listrik.html.
Diakses pada tanggal 20 November 2017.

Anonim. 2009. Makalah Torsi. htttp://dokumen.tips/document/makalah-torsi.html.


Diakses pada tanggal 20 November 2017.

Anonim. 2011. Torsi. htttp://fisikazone.com/torsi/. Diakses pada tanggal 20


November 2017.

Anonim. 2009. Makalah Tranduser, Gaya, Beban, Torsi.


htttp://id.scribd.com/document/318702725/Makalah-Transuder-Gaya-
Beban-Torsi. Diakses pada tanggal 20 November 2017.

Esvandiari. 2006. Smart Fisika SMA. Jakarta: Puspa Swara.

Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit


Erlangga.

Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit


Erlangga

Haryadi Bambang. 2009. Fisika SMA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.

Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta :


Penebit Erlangga

Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan),
Jakarta : Penerbit Erlangga

11