Anda di halaman 1dari 47

PEDOMAN TEKNIS

PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN


MENENGAH

DIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI II


DITJEN PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
TAHUN 2017
DAFTAR ISI

1.1. Latar Belakang.................................................................................................................................4

1.2. Maksud dan Tujuan.........................................................................................................................5

1.3. Ruang Lingkup................................................................................................................................5

2.1. Pengertian........................................................................................................................................6

2.2. Prinsip-prinsip Pembangunan Sentra IKM......................................................................................7

3.1. Ketentuan........................................................................................................................................9

3.2. Persyaratan......................................................................................................................................9

3.3. Kriteria..........................................................................................................................................10

4.1. Penyusunan Pola Pengembangan Sentra........................................................................................11

4.2. Penyusunan Detail Engineering Design (DED).............................................................................12

4.3. Penyusunan dokumen lingkungan.................................................................................................13

5.1. Pembangunan Sarana Produksi(Mempertimbangkan PERMENPU).............................................14

5.2. Pengadaan Mesin dan Peralatan.....................................................Error! Bookmark not defined.

6.1. Pengelolaan Sentra IKM.................................................................Error! Bookmark not defined.

6.2. Pembinaan Sentra IKM...................................................................Error! Bookmark not defined.

6.3. Pembagian Tugas Pembinaan..........................................................Error! Bookmark not defined.

7.1. Pemantauan dan Evaluasi...............................................................Error! Bookmark not defined.

7.2. Mekanisme Pelaporan.....................................................................Error! Bookmark not defined.


Daftar Lampiran

1. Outline Pola Pengembagan Sentra IKM.


2. SOP Fasilitasi Perencanaan Pengembangan Sentra IKM.
3. SOP Fasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Fisik Pembangunan Sentra IKM.
4. Surat Pernyataan Kesediaan Kepala Daerah membentuk kelembagaan pengelolaan Sentra
IKM.
5. Surat Pernyataan Kesediaan Kepala daerahmenyusun AMDAL/UKL-UPL.
6. Surat Penyataan Kepala Daerahmenyediakan minimal 10 IKM yang sudah ada atau IKM
yang baru berdiri untuk direlokasi ke Sentra IKM.
7. Surat Pernyataan Kesediaan Kepala Daerah menyediakan infrastruktur penunjang Sentra
IKM.
8. Surat Pernyataan Kesediaan Kepala Daerah menyediakan biaya operasional kelembagaan
dan keberlanjutan.
9. Outline DED, RAB Pembangunan Sentra
10. Outline Feasibility Study Pembangunan Sentra
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian pasal 14 mengamanatkan


agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melakukan percepatan penyebaran dan
pemerataan industri ke seluruh wilayah Indonesia, yang dilaksanakan melalui Pengembangan
Perwilayahan Industri (PPI), pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI),
pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI), pembangunan Kawasan Industri (KI)
serta pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (Sentra IKM).
Pengembangan Sentra IKM dilakukan terhadap Sentra IKM yang telah ada melalui berbagai
kegiatan pembinaan dan revitalisasi, dan melaksanakan pembangunan Sentra IKM yang baru
dengan perencanaan yang cermat dan pengelolaan yang tertata serta professional.
Sentra IKM yang saat ini ada di berbagai daerah merupakan Sentra IKM yang tumbuh
dan berkembang secara alamiah berdasarkan potensi sumber daya alam dan kemampuan
sumberdaya manusia serta peluang pasar yang ada pada masing masing daerah.
Berkumpulnya industri kecil dan menengah dalam Sentra IKM dapat memberikan nilai
tambah bagi IKM misalnya memudahkan pembinaan, meningkatkan mutu, produktivitas dan
daya saingnya melalui pengadaan fasilitas pendukung yang memadai serta pembinaan yang
efektif.
Untuk melaksanakan amanat Undang-Undang No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian
…. dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan
Industri Nasional (RIPIN) secara efektif, Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan
Industri (Ditjen PPI) Kementerian Perindustrian memprogramkan pembangunan Sentra
IKM, sehingga diharapkan di setiap kabupaten/ kota minimal terdapat satu Sentra IKM
yang dibina pemerintah yang dan dikelola secara profesional. Melalui pengelolaan Sentra
IKM yang profesional diharapkan pembinaan, peningkatan mutu, efisiensi dan daya saing
IKM dapat dilakukan secara optimal, serta mampu serta mampu berperan signifikan dalam
penguatan struktur industri nasional, pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan
kerja.
Agar pembangunan Sentra IKM dapat terlaksana sesuai prinsip, kriteria serta kaidah
dan pertimbangan teknis yang diperlukan, maka Ditjen PPI menyusun Pedoman Teknis
Pembangunan Sentra IKM.
B. Maksud dan Tujuan
Pedoman Teknis Pembangunan Sentra IKM dimaksudkan untuk dapat dijadikan
sebagai acuan dan panduan bagi Aparatur Pemerintah, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan
pihak-pihak yang berkepentingan dalam melaksanakan pembangunan Sentra IKM.
Tujuannya adalah agar Sentra IKM yang dibangun dapat berjalan dengan baik, didukung
dengan infrastruktur yang memadai, serta dikelola secara efektif dan efisien.

C. Ruang Lingkup
Pedoman Teknis Pembangunan Sentra IKM ini akan akan menjelaskan hal-hal:
1. Konsepsi pembangunan Sentra IKM meliputi pengertian, prinsip-prinsip pembangunan
Sentra IKM, tujuan pembangunan Sentra IKM dan komponen minimal yang harus ada
dalam Sentra IKM.
2. Ketentuan, persyaratan dan kriteria IKM yang masuk kedalam Sentra IKM
3. Perencanaan pembangunan Sentra IKM meliputi penyusunan Pola Pengembangan Sentra
IKM, Detail Engineering Design (DED) dan penyusunan Dokumen Lingkungan.
4. Pembangunan fisik Sentra IKM meliputi pembangunan sarana dan prasarana utama,
pendukung serta pengadaan mesin dan peralatan yang digunakan bersama
5. Pengelolaan dan pembinaan Sentra IKM meliputi bentuk kelembagaan , tugas dan fungsi
lembaga pengelolann, serta aspek pembinaan yang dilakukan pemerintah baik terharap
pengelola Sentra IKM maupun terhadap IKM dalam Sentra IKM.
6. Pembiayaan dan mekanisme fasilitasi pembangunan Sentra IKM
7. Pemantauan evaluasi (monev) pelaksanaan pembangunan Sentra IKM, pelaksanaan
pembinaan serta kegiatan dan capaian program pembangunan Sentra IKM.
BAB II
KONSEPSI PEMBANGUNAN SENTRA IKM

Seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan Sentra IKM harus
memiliki pemahaman yang sama tentang konsepsi pembangunan Sentra IKM. Konsepsi
pembangunan Sentra IKM ini meliputi pengertian, prinsip-prinsip pembangunan Sentra IKM,
tujuan pembangunan Sentra IKM serta sarana dan prasaranan minimal yang harus ada dalam
Sentra IKM sehingga pelaksanaan pembangunan Sentra IKM terlaksana secara efektif dan
berkualitas.
A. Pengertian
Pengertian beberapa istilah yang terdapat dalam pedoman teknis pembangunan Sentra
IKM adalah sebagai berikut:
1. Sentra IKM adalah sekolompok industri kecil dan menengah yang berada pada suatu
lokasi yang menghasilkan produk sejenis, menggunakan bahan baku sejenis, dan/atau
mengerjakan proses produksi yang sama.
2. Pembangunan sentra adalah kegiatan membangun sentra ikm yang baru yang berdasarkan
perencanaan yang cermat dan merupakan lokasi pemusatan sekelompok IKM yang
menghasilkan produk sejenis dan/atau beberapa jenis produk, berlokasi di Kawasan
Peruntukan Industri (KPI) atau di wilayah yang direncanakan menjadi KPI, terpisah dari
tempat tinggal, dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang memadai, serta
dikelola oleh suatu suatu lembaga pengelola yang profesional. Sentra baru ini disebut
dengan sentra IKM by design/baru/. . .
3. Pengelola Sentra IKM adalah lembaga yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah untuk
mengelola Sentra IKM secara profesional, efektif, efisien, berwawasan lingkungan dan
berkelanjutan.
4. Kawasan Peruntukan Industri (KPI) adalah bentangan lahan yang diperuntukkan bagi
kegiatan industri yang terdapat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
kabupaten/kota yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Daerah.
5. Industri Kecil adalah industri yang mempekerjakan tenaga kerja paling banyak 19
(sembilan belas) orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi kurang dari
Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat
usaha.
6. Industri Menengah adalah industri yang mempekerjakan tenaga kerja paling banyak 19
(sembilan belas) orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi paling sedikit
Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau mempekerjakan paling sedikit 20 (dua
puluh) orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi paling banyak Rp.
15.000.000.000,00 (lima belas milyar rupiah).
7. Pola Pengembangan Sentra IKM adalah dokumen rencana induk pembangunan Sentra
IKM yang menjadi acuan bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan
kegiatan pembangunan Sentra IKM.
8. Site Plan atau rencana tapak adalah gambar dua dimensi yang menunjukan detail dari
rencana yang akan dilakukan terhadap sebuak kavling tanah, baik menyangkut rencana
jalan, utilitas air bersih, listrik, dan air kotor, fasilitas umum serta fasilitas sosial.
9. Detail Engineering Design (DED) adalah rancangan teknik datail yang digunakan
sebagai dasar pelaksanaan pembangunan Sentra IKM yang berisi gambar teknis dari jenis
pekerjaan , volume pekerjaan (BoQ), estimasi biaya (RAB), Rencana Kerja dan Syarat
(RKS)
10. Unit Pelayanan Teknis (UPT) IKM adalah suatu unit kerja yang dikelola secara
profesional dengan prinsip nirlaba yang mempunyai tugas dan fungsi memberikan
pelayanan kepada IKM dalam rangka pembinaan dan pengembangan IKM, termasuk
pencetakan pelaku usaha atau wirausaha baru.
11. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) adalah organisasi yang melaksanakan kegiatan
teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu pada Dinas atau Badan
Daerah. Tugas Teknis Operasional adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis
tertentu yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Tugas Teknis
Penunjang adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis tertentu dalam rangka
mendukung pelaksanaan tugas organisasi induknya.

B. Prinsip-prinsip Pembangunan Sentra IKM


Pembangunan Sentra IKM dilaksanakan dengan pendekatan yang menyeluruh dan
komprehensif serta mengintegrasikan semua sumber daya yang tersedia dengan
memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Ramah lingkungan
Pembangunan Sentra IKM perlu memperhatikan pengendalian dan pengelolaan
lingkungan hidup sesuai dengan peraturan terkait lingkungan hidup yang berlaku.
2. Pemanfaatan potensi sumber daya lokal
Pemanfaatan potensi sumber daya lokal meliputi pemberdayaan sumber daya alam,
sumber daya manusia serta kearifan lokal dalam rangka meningkatkan perekonomian
daerah.
3. Efisien dan efektif
Pembangunan Sentra IKM harus memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas baik
dalam perencanaan, pembangunan, pengelolaan, pembinaan dan pengawasan, sehingga
mampu mendorong terciptanya Sentra IKM yang berdaya saing dan berkelanjutan.
4. Profesional
Sentra IKM harus dikelola secara profesional dengan ciri pengelola yang bertanggung
jawab, mementingkan kepentingan publik, mempunyai integritas, obyektif dan
independen, serta mengikuti Standard Operating Procedure (SOP).
BAB III
KETENTUAN DAN PERSYARATAN

A. Ketentuan
Pembangunan Sentra IKM harus mengacu pada ketentuan Perundang-Undangan dan
peraturan yang secara subtansi merupakan arahan yang diamanatkan untuk dijalankan, yang
meliputi:
1. UU No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, khususnya pasal 14 a.1 UU No. 3 tahun 2014
yang mengamanatkan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melakukan
percepatan penyebaran dan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah
Indonesia melalui perwilayahan Industri.
2. UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang antara lain mengamanatkan
bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban untuk mengembangkan potensi daerah yang
sesuai dengan kondisi daerah, kearifan lokal, potensi wilayah dan potensi unggulan daerah
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3. PP No. 26 tahun 2008 tentang RTRW Nasional yang antara lain menyedisebutkan bahwa
penataan Wilayah Peruntukan Industri harus berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yaitu:
dapat dimanfaatkan untuk kegiatan industri, tidak menganggu kelestarian fungsi
lingkungan hidup dan tidak mengubah lahan produktif.
4. PP No 14 Tahun 2015 tentang RIPIN yang mengamanatkan bahwa Pengembangan Sentra
Industri Kecil dan Industri Menengah (Sentra IKM) dilakukan pada setiap wilayah
kabupaten/kota (minimal sebanyak satu sentra IKM, terutama di luar Pulau Jawa) yang
dapat berada di dalam atau di luar kawasan industri. Bagi kabupaten/kota yang tidak
memungkinkan dibangun kawasan industri karena tidak layak secara teknis dan ekonomis,
maka pembangunan industri dilakukan melalui pengembangan/pembangunan Sentra IKM.

B. Persyaratan
Pembangunan Sentra IKM harus memenuhi persyaratan yaituyaitu:
1. Industri yang dikembangkan di dalam Sentra IKM harus merupakan bagian dari Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) atau Rencana Pembangunan Industri
kabupaten/kota (RPIK), sehingga menjadi bagian dari program peningkatan
perekonomian dan daya saing daerah yang berkelanjutan, melalui APBD, melalui APBD.
2. Terdapat minimal 10 IKM yang sudah ada/eksisting yang membuat surat pernyataan
bersedia masuk kedalam sentra IKM yang dibangun. Apabila hal tersebut tidak terpenuhi,
harus dilengkapi dengan surat pernyataan kesediaan kepala daerah untuk memenuhi
ketentuan minimal 10 IKM yang masuk ke dalam Sentra IKM, paling lambat pada
pelaporan triwulan pertama program.
3. Minimal tersedia lahan seluas 5000 (lima ribu) m2 dimiliki oleh Pemerintah Daerah yang
dibuktikan dengan dokumen legalitas kepemilikan lahan oleh Pemda. Lahan tersebut
berada dalam satu hamparan di lokasi KPI atau lokasi yang direncanakan menjadikan
lahan tersebut layak untuk pembangunan fisik Sentra IKM.

C. Kriteria
Pembangunan Sentra IKM harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Jenis industri yang diutamakan masuk ke dalam Sentra IKM adalah industri yang:
a. Mendukung industri prioritas nasional, dan/atau
b. Mendukung industri besar atau Kawasan Industri, dan/atau
c. Berpotensi mencemari lingkungan hidup yang berdampak luas, dan/atau
d. Merupakan IKM unggulan daerah atau Kompetinsi Inti Daerah (KIID) atau menjadi
prioritas pembangunan industri di daerah.
2. Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Sentra IKM harus memenuhi kriteria guna
tercapainya efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pembangunnan Sentra IKM, yaitu
tersedianya akses jalan, air bersih, energi listrik, serta daya dukung infrastruktur yang
disediakan oleh Pemerintah Daerah.
3. Perencanaan sarana dan fasilitas pendukung yang dibangun di dalam Sentra IKM
merupakan satu kesatuan terpadu dan saling bersinergi secara optimal.
BAB IV
PERENCANAAN PEMBANGUNAN SENTRA IKM

Pembangunan Sentra IKM dapat dilaksanakan apabila seluruh persyaratan


sebagaimana tercantum dalam bab III butir B telah terpenuhi. Perencanaan pembangunan
Sentra IKM dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota atau provinsi) atau
dapat difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Pengembangan
Perwilayahan Industri (Ditjen PPI). Untuk dapat difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian,
maka Bupati/Walikota mengajukan proposal kepada Menteri Perindustrian RI dengan
melampirkan surat pernyataan dari Bupati/Walikota tentang kesiapan menyediakan lahan
untuk pembangunan sentra IKM dan kelengkapan lainnya sesuai dengan mekanisme yang
dapat dilihat pada lampiran…...
Perencanaan pembangunan Sentra IKM meliputi: penyusunan Pola Pengembangan
Sentra IKM, penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan penyusunan Dokumen
Lingkungan.

A. Penyusunan Pola Pengembangan Sentra


Pola Pengembangan Sentra IKM merupakan rencana induk pembangunan Sentra IKM,
yang meliputi: rencana strategis (renstra) pengembangan IKM, tahapan pengembangan
(road map) Sentra IKM, pola kelembagaan, business plan, dan site plan . Pola
Pengembangan Sentra IKM disusun secara sistematis dengan memperhatikan prinsip-prinsip
sebagai berikut:
1. Keselarasan dengan pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri dan/atau
potensi daerah.
2. Jenis dan jumlah IKM yang akan dikembangkan dalam Sentra IKM.
3. Infrastuktur utama dan pendukung aktivitas di dalam Sentra IKM.
4. Kelembagaan pengelola Sentra IKM.
5. Tata kelola Sentra IKM yang efektif, efisien, transparan dan dapat
dipertanggungjawabkan
Secara garis besar outline dokumen Pola Pengembangan Sentra IKM, terdiri dari :
1. Pendahuluan
2. Tinjauan Kebijakan
3. Gambaran Umum Wilayah
4. Analisis Pengembangan Sentra IKM
5. Analisis Kelembagaan
6. Analisis Kelayakan Sentra IKM
7. Rencana dan dan Strategis Pengembangan Sentra IKM
8. Site Plan (termasuk tahapan pengembangan)
9. Kesimpulan dan Rekomendasi
Rincian masing-masing bab dalam dokumen Pola Pengembangan Sentra IKM dapat
dilihat dalam lampiran ....

B. Penyusunan Detail Engineering Design (DED)


Sesuai persyaratan pembangunan Sentra IKM, pada bab III bagian B butir 3, luas
lahan yang tersedia untuk membangun Sentra IKM adalah minimal 5000m2. Berdasarkan
Site Plan yang telah tertuang dalam dokumen Pola Pengembangan Sentra IKMPola
Penggunaan Lahan (Site Plan), akan disusun Detail Engineering Design Sentra IKM untuk
keperluan konstruksi semua bangunan yang akan dibangun di dalam Sentra IKM yang terdiri
dari:
1. Berdasarkan gambar bestek, dibuat Rencana Anggaran Biaya (RAB), yaitu perhitungan
volume masing-masing satuan pekerjaan konstruksi, daftar volume pekerjaan, (Bill of
Quantity), serta Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang mencakup persyaratan
mutu dan kuantitas material bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan
material, dan persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh pelaksana konstruksi. RKS ini
akan menjadi persyaratan yang harus dipenuhi penyedia??? dalam memenuhi
persyaratan dokumen pengadaan.
2. Gambar perancangan Sentra IKM, ukuran A3;
3. Gambar rencana teknis, ukuran A1;
4. Buku Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Bill of Quantity (BoQ), ukuran A4. RAB
merupakan perhitungan volume masing-masing satuan pekerjaan konstruksi
5. Buku Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis (RKS Teknis) serta Rencana Kerja dan
Syarat-Syarat Administrasi (RKS Administrasi), ukuran A4. Dokumen RKS dimaksud
mencakup persyaratan mutu dan kuantitas material bangunan, dimensi material
bangunan, prosedur pemasangan material, dan persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh
pelaksana konstruksi dalam memenuhi persyaratan dokumen pengadaan.
6. Gambar pelengkap berupa gambar perspektif (bird eye view), ukuran A3.
Dalam penyusunan DED harus memperhatikan proyeksi kebutuhan fasilitas fisik
untuk 5 tahun yang akan datiang, dengan dilengkapi antara lain kebutuhan jaringan listrik,
air bersih, dan fasilitas pendukung produksi yang memadai.
.
Penyusunan DED Sentra IKM dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui dana
APBD atau Dana Alokasi Khusus (DAK). Dalam hal penyusunan DED dilakukan oleh
Pemerintah Daerah maka dalam pelaksanaannya harus berkoordinasi dengan Pemerintah.
Kementerian Perindustrian dapat memfasilitasi penyusunan DED bagi daerah yang telah
memiliki dokumen Pola Pengembangan Sentra IKM, dan dalam pelaksanaannya harus
melibatkan atau berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah.
Dokumen DED Sentra IKM harus memperoleh pengesahan dari Pemerintah Daerah.
Dokumen Penyusunan DED Sentra IKM dapat yang menggunakan anggaran
DAKDAK, yang dilaksanakan pada tahun anggaran yang sama dengan pelaksanaan
pembangunannya. Namun demikian hal ini tidak direkomendasikan karena akan mengurangi
waktu pelaksanaan pembangunan fisik Sentra IKM pada tahun tersebutKementerian
Perindustrian dapat memfasilitasi penyusunan DED bagi daerah yang telah melakukan kajian
pola pengembangan Sentra IKM. .

C.
Penyusunan Dokumen Lingkungan
Penyusunan Dokumen Lingkungan Sentra IKM adalah kegiatan menuangkan kajian
dampak lingkungan ke dalam dokumen yang dilakukan oleh pemrakarsa, yaitu instansi
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan
pembangunan Sentra IKM. Dokumen lingkungan terdiri dari AMDAL dan/atau UKL–UPL.
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012
tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup, dengan luas lahan lebih dari 5 (lima) Ha untuk Kota atau luas
lahan lebih besar dari 10 Ha untuk Kabupaten wajib memiliki AMDAL. Untuk luas lahan
yang kurang dari 5 Ha di Kota atau kurang dari 10 Ha di Kabupaten wajib menyusun
dokumen UKL-UPL.
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UKL-UPL) adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang
tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) adalah kajian mengenai
dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup
yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau
kegiatan.
Penyusunan dokumen AMDAL dan UKL-UPL mengacu pada Peraturan Menteri
Negara Lingkungan Hidup No 16 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup.
Bagi industri yang berada di dalam Sentra IKM tidak berkewajiban menyusun
dokumen AMDAL atau dokumen UKL-UPL, namun masing-masing IKM tetap bertanggung
jawab untuk mengendalikan limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri masing-masing.
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-
UPL) adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak
berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
Penyusunan Dokumen (UPL/UKL dan AMDAL???) Sentra IKM adalah kegiatan
menuangkan kajian dampak lingkungan ke dalam dokumen AMDAL yang dilakukan oleh
pemrakarsa, yaitu instansi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan kegiatan pembangunan Sentra IKM
BAB V

PEMBANGUNAN FISIK SENTRA IKM

Pembangunan fisik Sentra IKM dilakukan setelah penyusunan dokumen Pola


Pengembangan Sentra IKM, dokumen Detail Engineering Design (DED) dan dokumen
lingkungan. Pembangunan fisik yang meliputi sarana dan prasarana Sentra IKM tersebut
harus memperhatikan fungsi, kebutuhan dan persyaratan teknis sesuai dengan karaksteristik
dan jenis industrinya. Pembangunan sarana dan prasarana Sentra IKM harus memperhatikan
fungsi –fungsi dan aktivitas yang dilakukan didalam Sentra IKM sesuai dengan kebutuhan
dan karasteristik jenis industri yang berada dalam Sentra IKM. Sarana dan prasarana minimal
yang harus ada dalam Sentra IKM melniputi Sarana gedung / ruangan produksi, sarana
penunjang produksi yang digunakan bersama, mesin dan peralatan yang menunjang produksi
serta sarana pembinaan.

A. Pembangunan Sarana Produksi


1. Gedung Produksi
Pembangunan Sentra IKM diprioritaskan untuk gedung produksi dimana masing-
masing IKM mendapatkan 1 (satu) unit tempat untuk produksi, baik yang dibangun terpisah
satu sama lain ataupun dibangun dalam satu bangunan besar yang dipisah oleh sekat-sekat.
Desain, tata letak dan spesifikasi gedung produksi disesuaikan dengan jenis industri,
teknologi proses dan kapasitas produksi dengan memperhatikan alur proses yang efektif dan
efisien, penjaminan mutu, keamanan dan keselamatan kerja, kenyamanan lingkungan kerja
serta memenuhi standar teknis sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai contoh, khusus untuk
industri pangan, desain dan karakteristik gedung produksi harus memenuhi persyaratan Cara
Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), misalnya lantai terbuat dari bahan yang kedap
air, tahan bahan kimia dan mudah dibersihkan; pertemuan antara dinding dan lantai tidak
membentuk sudut siku-siku; serta dilengkapi dengan fasilitas kebersihan dan sanitasi pekerja.
2. Mesin dan Peralatan Produksi
Mesin dan peralatan produksi merupakan sarana yang penting dalam meningkatkan
produksi dan kualitas produk sesuai dengn perkembangan teknologi. Jenis mesin dan
peralatan produksi yang dapat difasilitasi berupa mesin dan peralatan yang dipakai bersama
atau digunakan oleh masing-masing IKM. Pengadaan mesin dan peralatan produksi dapat
menggunakan anggaran Pemerintah, Pemerintah Daerah atau DAK. Pengadaaan mesin dan
peralatan yang menggunakan DAK tidak direkomendasikan untuk peralatan yang habis
pakai.

B. Pembangunan Sarana Penunjang Sentra IKM


1. Gedung Unit Pelayanan Teknis (UPT) IKM
Gedung UPT IKM merupakan gedung tempat pelayanan teknis untuk mendukung
proses produksi di dalam Sentra IKM. Luas dan desain gedung UPT ini disesuaikan dengan
jumlah dan ukuran mesin dan peralatan yang berada di dalam gedung UPT serta fungsi
lainnya. Gedung UPT dapat terdiri atas ruang konsultasi dan ruang layanan teknis yang berisi
mesin dan peralatan untuk digunakan secara bersama oleh IKM. Sebagai contoh fasilitas dan
alat yang dapat digunakan bersama adalah Computer Numerical Control (CNC), Cold
Storage¸ mesin pengering, saw mill, dan unit pengemasan.
2. Kantor Pengelola Sentra IKM
Kantor Pengelola Sentra IKM merupakan pusat pengelolaan Sentra IKM, yang di
dalamnya dapat berupa ruang kerja, ruang pertemuan, ruang pelatihan, dan/atau ruang
lainnya. Kantor pengelola dapat dilengkapi dengan perlengkapan penunjang aktivitas kantor
pengelola seperti peralatan dan perlengkapan perkantoran, ruang rapat dan meubelair.
3. Gudang
Gudang merupakan tempat penyimpanan bahan baku, bahan penolong dan/atau
produk jadi untuk digunakan bersama oleh IKM. Luas dan desain gudang disesuaikan dengan
jenis industri dan karakteristik bahan yang disimpan, dengan mempertimbangkan kapasitas
produksi, efisiensi ruang, peluang terjadinya kontaminasi silang, pergerakan alat transportasi
dari dan ke dalam gudang, kemudahan transportasi material yang ada di dalam gudang,
ketersediaan lahan dan pembiayaan.
Jika diperlukan, di dalam gudang dapat disediakan mesin/peralatan untuk penanganan
awal bahan. Untuk beberapa jenis industri atau produk tertentu, gudang dapat dilengkapi
dengan fasilitas pendingin (cooling unit).
4. Instalasi Pengolahan Air Bersih
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih dilaksanakan untuk mendukung proses
produksi sesuai persyaratan. Unit ini dibangun apabila Sentra IKM tidak mendapat pasokan
air dari PDAM setempat. Tempat pengambilan air baku harus memadai dan mendapat ijin
pengambilan/pemakaiannya atau Surat Ijin Pengambilan Air (SIPA) dari Pemerintah Daerah
setempat. Khusus untuk Sentra IKM yang berlokasi di lahan gambut dan tidak mendapatkan
pasokan air dari PDAM setempat, maka penyediaan air bersih dapat berupa Instalasi
Pengolahan Air Gambut (IPAG).
5. Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL)
IPAL merupakan unit pengolahan air limbah dari aktivitas industri di dalam Sentra
IKM untuk digunakan bersama. Limbah cair yang dibuang ke badan air harus memenuhi
persyaratan baku mutu air sesuai dengan peraturan perundangan-undangan berlaku.
Pengoperasian IPAL dikendalikan oleh pengelola Sentra IKM.
6. Gedung Promosi

Pembangunan Sarana Pembinaan IKM???


Pembangunan Sarana Penunjang Sentra???
Gedung Produksi dan atau Mesin/ Peralatan Sentra IKM
dan karakyang dibutuhkan merupakan bangunan tempat pelaksanaan proses produksi
mulai dari bahan baku sampai menjadi produk jadi.???
(Luas area untuk bangunan harus mengikuti ketentuan Koefisien Dasar Bangunan (KDB)
yaitu perbandingan luas lantai dasar dengan luas lahan, dan koefisien luas bangunan
(KLB), sesuai dengan Perda setempat. Sedangkan untuk gedung dan bangunan produksi
harus memenuhi standar teknis sesuai ketentuan yang berlaku.)
Desain, luas dan karakteristik dari gedung produksi disesuaikan dengan jenis industri,
teknologi proses produksi, dan kapasitas produksi, dengan memperhatikan alur proses
produksi yang efektif,efisien serta penjaminan mutu, keamanan dan keselamatan kerja
serta kenyamanan lingkungan kerja. Sebagai contoh, khusus untuk industri pangan, desain
dan karakteristik gedung produksi harus memenuhi persyaratan Cara Produksi Pangan
Olahan yang Baik (CPPOB).
Gedung Produksi dilengkapi dengan sambungan jaringan listrik, air bersih, dan fasilitas
pendukung produksi. (semua, bukan hanya gd produksi…???)
Belum menjelaskan tentang mesin/peralatan sesuai judul di atas
Gedung Unit Pelayanan Teknis (UPT) IKM
Gedung UPT IKM merupakan gedung tempat pelayanan teknis untuk mendukung proses
produksi di dalam Sentra IKM. Gedung UPT berisi mesin dan peralatan untuk digunakan
secara bersama oleh IKM. Luas dan desain Gedung UPT ini disesuaikan dengan kebutuhan
sesuai dengan jumlah mesin dan peralatan bersama yang berada di dalam Gedung UPT,
yang desainnya terintegrasi dengan sarana dan prasarana penunjang yang berada di
dalamnya.???
Kantor Pengelola Sentra IKM
Kantor Pengelola Sentra IKM merupakan pusat pengelolaan Sentra IKM, yang di
dalamnya dapat berupa ruang kerja, ruang pertemuan, ruang pelatihan, dan/ atau ruang
lainnya.
Gudang
Gudang merupakan tempat penyimpanan bahan baku, bahan penolong dan/ atau produk
jadi untuk digunakan bersama oleh IKM. Luas dan desain gudang disesuaikan dengan jenis
industri dan karakteristik bahan yang disimpan, dengan mempertimbangkan kapasitas
produksi, efisiensi ruang, alat transportasi dari dan ke dalam gudang, kemudahan
transportasi material yang ada di dalam Gudang, ketersediaan lahan dan pembiayaan.
Jika diperlukan, didalam gudang dapat disediakan mesin/peralatan untuk penanganan awal
bahan. Untuk beberapa jenis industri atau produk tertentu, gudang dapat dilengkapi dengan
fasilitas pendingin (cold storage).
Instalasi Pengolahan Air Bersih
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih dilaksanakan untuk mendukung proses
produksi sesuai persyaratan. Unit ini dibangun apabila Sentra IKM tidak mendapat
pasokan air dari PDAM setempat. Tempat pengambilan air baku harus memadai dan
mendapat ijin pengambilan/ pemakaiannya atau Surat Ijin Pengambilan Air (SIPA) dari
Pemerintah Daerah setempat.
Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL)
IPAL merupakan unit pengolahan air limbah dari aktivitas industri di dalam Sentra IKM
untuk digunakan bersama. Limbah cair yang dibuang ke badan air harus memenuhi
persyaratan baku mutu air sesuai dengan peraturan perundangan-undangan berlaku.
Pembangunan IPAL, dilengkapi surat Kepala Daerah Kabupaten/Kota yang menjelaskan
adanya kelembagaan??? dan dukungan APBD dalam operasionalnya.
Gedung Promosi
Gedung Promosi merupakan tempat untuk memajang, memamerkan dan menjual
produk yang dihasilkan oleh IKM. Gedung promosi dapat dilengkapi dengan perlengkapan
penunjang seperti peralatan dan perlengkapan promosi, ruang rapat/temu bisnis dan
meubelair.
7. Infrastruktur Fisik Lainnya
Pembangunan infrastruktur lainnya dilakukan untuk mendukung kegiatan dalam
Sentra IKM antara lain berupa:
a. Jalan lingkungan
b. Jalan lingkungan adalah jalan umum yang berfungsi melayani mobilisasi orang dan
barang di dalam Sentra IKM. Spesifikasi jalan lingkungan menyesuaikan jenis
kendaraan yang beroperasi dan aktivitas industri yang berlangsung.
c. Pos jaga
1. Pos jaga adalah bangunan tempat mengawasi kegiatan keluar masuk kendaraan, orang
dan barang di dalam Sentra IKM.
d.
e. Area parkir
f. Area parkir yang dibangun di dalam Sentra IKM difungsikan untuk melayani tenant dan
pengunjung, baik untuk kendaraan bermotor maupun tidak bermotor.
g. Pagar Keliling
h. Pagar keliling merupakan pagar yang membatasi wilayah Sentra IKM kepemilikan lahan
oleh Pemerintah Daerah, yang berada dalam kekuasaan Pengelola Sentra, dengan wilayah
lainnya di luar Sentra. Pagar ini juga merupakan sarana fisik untuk pengamanan sarana
dan prasarana yang ada di dalam area Sentra IKM. Pagar yang dibangun harus sesuai
dengan kaidah teknis untuk memenuhi standard teknis keamanan lingkungan yaitu
memperhatikan aturan tentang Garis Sempadan Jalan (GSJ) serta standar teknis pekerjaan
konstruksi seperti SNI dan standar lainnya , seperti SNI, yang berlaku umum di
Indonesia. Pembangunan pagar keliling juga mempertimbangkan aspek estetika yang
terintegrasi dengan konsep bangunan Sentra IKM.
i. Ruang Genset
j. Merupakan tempat untuk menyimpan genset yang berfungsi menjaga genset baik dari
aspek keamanan dan kerusakan, agar dapat berfungsi dengan baik.
k. Papan NamaPenanda Identitas Sentra IKM
l. Penanda identitas Sentra IKM dibuat untuk menjelaskan nama Sentra IKM, jenis
industri dan SKPD penanggung jawabnya. Penanda identitas Sentra IKM dapat berupa
papan nama atau gapura atau prasasti.
BAB VI
PENGELOLAAN DAN PEMBINAAN

Pengelolaan dan pembinaan Sentra IKM harus dilakukan dengan pendekatan


menyeluruh dan komperhensif serta mengintegrasikan semua sumberdaya Sentra yang
tersedia dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagaimana tercantum dalam bab 2 yaitu :
efektif, efisien, memanfaatkan sumber daya lokal, dan berkelanjutan serta berorientasi jangka
panjang, sehingga tujuan dibangunnya Sentra IKM dan masuknya IKM kedalam Sentra IKM
dapat tercapai. Sentra IKM yang dibangun dengan perencanaan (by design) dicirikan dengan
adanya pengelola sentra yang professional, yang merupakan pembeda yang nyata dengan sen
tra tradisional yang berkembang dengan sendirinya di masyarakat.
A. Pengelolaan Sentra IKM
Pengelolaan Sentra IKM harus dilakukan secara professional agar Sentra IKM berjalan
efektif dan efisien sesuai prinsip tata kelola yang transparan dan dapat
dipertanggungjawabkan. Pengelolaan Sentra IKM dilakukan oleh suatu lembaga Pengelola
Sentra untuk menata, mengatur dan menjalankan fungsi manajemen Sentra IKM. Tugas dan
fungsi Pengelola Sentra IKM antara lain adalah:
1. Pengelolaan sarana dan prasarana di dalam Sentra IKM (jalan, jaringan penerangan
umum, drainase, IPAL, kebersihan dan kenyamanan lingkungan)
2. Pengelolaan fasilitas bersama di dalam sentra
3. Pengembangan bisnis, promosi, kemitraan dan jejaring usaha
4. Pengamanan Iingkungan Sentra IKM
5. Pelaporan, penataan administrasi dan keuangan
Pengelola Sentra IKM merupakan pembina, bukan pesaing IKM, sehingga program
dan kegiatan yang dijalankan oleh Pengelola Sentra IKM sifatnya untuk meningkatkan dan
mengembangkan IKM.
1. Bentuk Lembaga Pengelola Sentra IKM
Pemerintah Daerah menetapkan bentuk kelembagaan yang sesuai dengan
kebijakan Pemerintah Daerah maupun kebijakan Pemerintah Pusat. Pada dasarnya,
bentuk lembaga Pengelola Sentra, dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan
masing-masing daerah. Ada beberapa bentuk kelembagaan yang dapat dipilih oleh
Pemerintah Daerah untuk mengelola Sentra IKM yaitu Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah
(UPTD).

a. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

BUMD adalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah


Daerah dengan tujuan antara lain: 1) Memberikan sumbangsih pada
perekonomian nasional dan penerimaan kas negara; 2) Mencari keuntungan dan
memberikan bantuan dan perlindungan pada usaha kecil.
Adapun fungsi BUMD antara lain: 1) Sebagai pelaksana kebijakan
Pemerintah Daerah dalam bidang ekonomi dan pembangunan; 2) Pemupukan
dana bagi pembiayaan pembangunan; 3) Penyusun kebijakan teknis administratif
di bidang investasi, promosi, kerja sama investasi dan pelayanan perijinan
terpadu.
Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah,
bentuk hukum BUMD terdiri dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan
Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).
Perumda adalah BUMD yang seluruh modalnya dimiliki oleh satu
Pemerintah Daerah dan tidak terbagi atas saham. Perumda dapat membentuk anak
perusahaan dan/atau memiliki saham pada perusahaan lain. Pendirian Perumda
ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah. Kelembagaan Perumda
terdiri atas: 1) Kepala daerah selaku wakil daerah sebagai pemilik modal; 2)
Direksi; dan 3) Dewan Pengawas.
Perseroda adalah BUMD yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya
terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki
oleh Pemerintah Daerah. Pendirian Perseroda ditetapkan dengan Perda dan
selanjutnya pembentukan badan hukumnya dilakukan berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan mengenai perseroan terbatas. Kelembagaan
Perseroda terdiri atas: 1) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS); 2) Direksi; dan
3) Komisaris. Sedangkan pengelolaan Perseroda tunduk pada Undang-Undang
No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pelaksanaannya.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk pendirian BUMD yaitu sebagai


berikut:
1) pengajuan inisiatif dari Bupati dan /atau DPRD;
2) studi kebutuhan daerah mencakup aspek-aspek pelayanan umum, kebutuhan
masyarakat dan rencana usaha dengan memperhatikan potensi, situasi, kondisi
dan karakteristik daerah;
3) studi kelayakan bidang usaha BUMD yang akan didirikan;
4) konsultasi publik; dan
5) penyusunan rancangan Peraturan Daerah .

Khusus BUMD dalam bentuk Perseroda, selain harus sesuai dengan langkah di
atas, juga harus dilengkapi dengan akta notaris, pengesahan dan pendaftaran
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah Satuan Kerja Perangkat


Daerah (SKPD) atau Unit Kerja pada SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah
yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa
penyediaan barang/jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan,
dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan
produktivitas. Berbeda dengan SKPD pada umumnya, pola pengelolaan BLUD
memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik
bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menjadi BLUD ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi yang
meliputi persyaratan substantif, teknis dan administratif. Persyaratan substantif
dipenuhi apabila SKPD atau Unit Kerja dimaksud memberikan pelayanan
langsung kepada masyarakat. Persyaratan teknis terpenuhi apabila SKPD atau
Unit Kerja dimaksud kinerjanya layak dikelola dan ditingkatkan pencapaiannya
melalui BLUD; serta memiliki kinerja keuangan yang sehat. Sedangkan
persyaratan administratif yang menentukan dapat tidaknya SKPD atau Unit Kerja
dimaksud menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan - BLUD (PPK-BLUD)
meliputi: 1) Surat pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja
pelayanan, keuangan, dan manfaat bagi masyarakat; 2) Pola tata kelola; 3)
Rencana strategi bisnis; 4) Standar pelayanan minimal; 5) Laporan keuangan
pokok atau prognosa/proyeksi laporan keuangan; dan 6) Laporan audit terakhir
atau pernyataan bersedia untuk diaudit secara independen

c. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)

UPTD adalah organisasi yang melaksanakan kegiatan teknis operasional


dan/atau penunjang. Kegiatan teknis operasional yaitu untuk melaksanakan
kegiatan teknis tertentu yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan
masyarakat, sedangkan kegiatan teknis penunjang dilaksanakan dalam rangka
yaitu melaksanakan kegiatan teknis tertentu dalam rangka untuk mendukung
pelaksanaan tugas organisasi induknya. UPTD ini merupakan unit non profit dan
biaya operasionalnya dibiaya oleh APBD. UPTD ditetapkan dengan peraturan
Kepala Daerah setelah dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur sebagai
perwakilan Pemerintah Pusat di daerah. Pada saat konsultasi tersebut harus
dilampirkan hasil kajian akademis perlunya pembentukan UPTD ini dan hasil
analisis rasio belanja pegawai.
Dasar hukum pembentukkan UPTD adalah Permendagri nomor 12 Tahun
2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit
Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Kriteria pembentukan UPTD meliputi:

1) melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang


tertentu dari Urusan Pemerintahan yang bersifat pelaksanaan dan menjadi
tanggung jawab dari Dinas/Badan instansi induknya;
2) penyediaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh masyarakat dan/atau
oleh Perangkat Daerah lain yang berlangsung secara terus menerus;
3) memberikan kontribusi dan manfaat langsung dan nyata kepada masyarakat
dan penyelenggaraan pemerintahan;
4) tersedianya sumber daya yang meliputi pegawai, pembiayaan, sarana dan
prasarana;
5) tersedianya jabatan fungsional teknis sesuai dengan tugas dan fungsi UPTD
yang bersangkutan;
6) memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melaksanakan Tugas
Teknis Operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu; dan

Dalam menjalankan tugas professional dalam fungsi-fungsi organisasi


UPTD, secara umum pengelola berkewajiban untuk:
1) merencanakan dan melaksanakan program yang sesuai dengan fungsi pada
jabatan yang diemban
2) meningkatkan kinerja dan mengembangkan kemampuannya untuk dapat
mengantisipasi berbagai perubahan sesuai dinamika lingkungan organisasi
internal maupun eksternal Sentra IKM.

2. Tugas dan Fungsi Pengelola Sentra IKM


Tugas dan fungsi Pengelola Sentra IKM sesuai dengan bentuk Lembaga Pengelola Sentra
IKM yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota, serta struktur organisasi yang dirancang.
Struktur organisasi yang dirancang minimal mencakup aspek teknis, bisnis, dan tata kelola
untuk mencapai peran yang diharapkan dari Pengelola Sentra IKM.

Tugas dan fungsi tersebut meliputi:

a. Fungsi pengelolaan fasilitas bersama di dalam Sentra IKM, dengan tugas antara lain:
1) membuat sistem dan prosedur penggunaan aset bersama yang ada di dalam sentra
seperti: pengaturan ruang/peralatan produksi, gudang, ruang pamer, ruang rapat
bersama, serta penggunaan listrik dan air
2) membuat jadwal penggunaan fasilitas
3) membuat perencanaan perawatan fasilitas Sentra IKM
4) merekam data jumlah, spesifikasi dan kondisi fasilitas serta penggunaan fasilitas
dalam Sentra IKM
5) mengevaluasi dan membuat rencana tindaklanjut untuk menjaga kelayakan fasilitas,
meningkatkan efektifitas, pengunaan fasilitas yang ada, serta kebutuhan untuk
pengembangan fasilitas dalam Sentra IKM, seiring dengan perkembangan
kebutuhan.
b. Fungsi pelayanan kemitraan dan jejaring usaha, dengan tugas antara lain:
1) menginformasikan berbagai peluang kemitraan yang dapat dimanfaatkan oleh IKM,
seperti kemitraan dengan lembaga pendidikan, lembaga riset, Corporate Social
Responsibillity (CSR), lembaga perkreditan/perbankan, dan lain-lain.
2) membantu akses dan jejaring ke sumber/pemasok bahan baku, untuk mendapatkan
pasokan bahan yang berkualitas, kontinyu/lebih murah dengan pembelian kolektif
dan lebih banyak.
3) bantuan pengurusan HAKI

c. Fungsi pengelolaan lingkungan, pemeliharaan kebersihan dan keamanan Sentra IKM


dengan tugas antara lain:
1) melaksanakan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan dokumen Amdal
2) merencanakan kegiatan untuk penanganan dan pencegahan penumpukan sampah di
dalam Sentra IKM bersama-sama dengan tenant IKM seperti: menjalankan
program pemilahan sampah dan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
3) merencanakan kegiatan pemeliharaan kebersihan dan keindahan lingkungan seperti:
pemeliharaan kebersihan ruangan dan bekerjasama dengan tenant IKM untuk
memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
4) merencanakan kegiatan untuk pencegahan banjir seperti membuat daerah resapan,
membuat dan memelihara biopori, drainase, penyediaan peralatan dan membuat
prosedur penanganan banjir.
5) merencanakan/menjalankan sistem pengamanan dari bahaya kebakaran seperti
membuat prosedur, penyediaan peralatan penanganan kebakaran.
6) merencanakan/menjalankan sistem pengamanan lingkungan Sentra IKM seperti
pengamanan dari pencurian/pengrusakan/penggunaan fasilitas oleh pihak yang
tidak bertanggung jawab/tidak berhak.
7) membuat/menjalankan peraturan keluar/masuk barang dan orang di Sentra IKM
seperti: wajib lapor bagi tamu, kartu identitas/tanda pengenal, pengaturan portal,
buka/tutup pintu gerbang Sentra IKM.

d. Fungsi promosi Sentra IKM, dengan tugas antara lain:


1) membuat dan menjalankan program untuk mempromosikan produk IKM
2) mengelola fasilitas dan pemanfataan gallery dan ruang pamer

e. Fungsi lain yang penting diperhatikan untuk berjalannya Sentra IKM sesuai yang
diharapkan adalah dibuat dan dijalankannya tata tertib sentra, dengan tugas antara lain:
1) hak dan kewajiban masing-masing pihak
2) ketentuan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Sentra IKM
3) ketentuan penerapan Peraturan Perundang-Undangan terkait
4) ketentuan lain yang diterapkan pengelola Sentra
5)
Untuk menjalankan fungsi-fungsi di atas disusun organisasi Pengelola Sentra IKM dengan
struktur yang disesuaikan dengan bentuk Lembaga Sentra IKM yang ditetapkan. Struktur
organisasi yang dirancang harus memperlihatkan hierarki (jenjang) dan jalur
pertanggungjawaban yang jelas dan rentang kendali fungsi organisasi yang efektif dan
efisien.

3. SDM Pengelola Sentra IKM


Pengelola Sentra IKM merupakan modal utama dan sumber daya penggerak organisasi
untuk tercapainya visi, misi dan tujuan pembangunan Sentra IKM. Untuk mendukung hal
tersebut, diperlukan kualifikasi Pengelola Sentra IKM yang sesuai dengan bentuk lembaga
Pengelola Sentra IKM yang ditetapkan Kepala Daerah.
SDM Pengelola Sentra IKM wajib memiliki kualifikasi yang antara lain meliputi:
professional di bidangnya, memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi yang
diembannya, sehat jasmani, rohani serta memenuhi kualifikasi lainnya yang
dipersyaratkan oleh Pemerintah Daerah.

B.Pembinaan Sentra IKM


Pembinaan Sentra IKM bertujuan untuk mendorong kinerja pengelola dan tenant Sentra
IKM, sehingga dapat berjalan secara professional dan berkesinambungan. Pembinaan Sentra
IKM dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, lembaga masyarakat, atau pemangku
kepentingan lainnya.
1. Pembinaan terhadap Pengelola Sentra IKM
Pembinaan terhadap Pengelola Sentra IKM diarahkan untuk meningkatkan
kompetensi dan profesionalisme dalam mengelola Sentra IKM. Bentuk pembinaan
disesuaikan dengan kebutuhan dan dapat dilakukan melalui pendampingan,
pendidikan, pelatihan dan studi banding di bidang:
a. manajemen SDM: pelatihan pengelolaan SDM/staf yang bekerja untuk
menjalankan tugas dan fungsi Sentra IKM secara efektif
b. manajemen data, dokumentasi, informasi dan komunikasi melalui workshop dan
pelatihan untuk penyiapan data, penyusunan laporan, e-monev, dan e-marketing
c. manajemen asset: pelatihan manajemen asset
d. manajemen kinerja: pelatihan perencanaan dan pengukuran kinerja Sentra IKM
(Self Assesment)
e. manajemen administrasi dan keuangan: pelatihan pengelolaan administrasi dan
keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.
f. Manajemen kemitraan/kerjasa untuk membangun jejaring bisnis, teknologi dan
informasi.
2. Pembinaan terhadap tenant IKM
Pembinaan terhadap tenant IKM dapat dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah
Daerah dan/atau pihak lainnya. Pembinaan teknis terhadap tenant IKM disesuaikan
dengan kebutuhan untuk meningkatkan mutu, produktivitas, profitabilitas, dan
inovasi sehingga IKM menjadi lebih kuat, mandiri dan berdaya saing. Pembinaan
terhadap tenant IKM juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan sinergi dalam
menjalankan aktivitas maupun memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pengelola
Sentra IKM.
Bidang pembinaan terhadap tenant IKM meliputi aspek teknis, pemasaran dan
manajemen seperti yang dirinci pada tabel ….

Tabel. Bentuk pembinaan terhadap tenant IKM

Aspek
No Tujuan Contoh
Pembinaan

Aspek Teknis
1 Peningkatan mutu/ agar seluruh tenant Pembinaan dan sosialisasi
pemenuhan standar dapat memenuhi berbagai
peraturan dan peraturan/ketentuan/standard
persyaratan mutu yang mutu seperti: SNI produk,
ditentukan pasar GMP/CPPOB, HACCP,
pengendalian mutu produk,
sertifikasi halal, penggunaan
kemasan, label kemasan
2 Efisiensi dan agar seluruh tenant Pembinaan dan sosialisasi:
efektivitas sumber melakukan Pelaksanaan program 3R
daya penghematan/efisiensi (Reduce-Reuse-Recycle),
terhadap penggunaan manajemen air dan manajemen
sumber daya (air, energi;
energi, bahan baku) Peraturan dalam penggunaan
fasilitas Sentra IKM yang
efektif dan efisien, hemat air,
hemat energi, dll

3 Produktivitas agar seluruh tenant IKM Pelatihan teknologi baru,


dapat meningkatkan diseminasi teknologi, studi
produktifitas melalui banding ke tempat dengan
pengembangan teknologi yang lebih baru
teknologi dan inovasi
Aspek Pemasaran

1 Pembentukan agar seluruh tenant IKM Membangun branding produk


jejaring dapat memperluas dan company image, HAKI,
jaringan usaha, mengikuti expo/pameran,
pemasaran dan membangun jejaring internal
distribusi IKM sejenis, membangun
jejaring external IKM,
pelatihan expor,

2 Promosi memperkenalkan Pelatihan e-commerce,


produk IKM ke pasar pelatihan sosial media,

Aspek Manajemen

1 Orientasi bisnis membangun dan Pembinaan, entrepreuneurship


mewujudkan visi-misi dan pelayanan prima (customer
bersama dibangunnya focus and customer
Sentra IKM satisfaction)
2 Tanggung jawab Agar seluruh tenant Sosialisasi UKL-UPL,
lingkungan bersama IKM dapat menjaga Pembinaan implementasi TPS,
keamanan dan Waskat (Pengawasan melekat)
kebersihan di terhadap pelanggaran/
lingkungan masing- indipliner ketentuan
masing yang menjadi pengamanan dan kebersihan
tanggung jawabnya lingkungan, mencegah
terjadinya banjir, Manajemen
K3L
3 Legal/peraturan agar IKM yang ada di Pembinaan, sosialisasi
dalam Sentra IKM dapat ketentuan dan peraturan yang
memenuhi seluruh berlaku, memberikan
ketentuan yang berlaku penghargaan terhadap IKM
yang disiplin dalam memenuhi
ketentuan, dll
4 Kerjasama antar agar penggunaan Pengaturan jadwal penggunaan
tenant yang ada di sarana-prasarana dan peralatan bersama, sinergitas
dalam sentra layanan yang ada di dalam kegiatan, inovasi dan
dalam Sentra dapat pengembangan produk ), dll
dimanfaatkan bersama
secara proporsional dan
terjalin sinergitas antar
tenant
BAB VII

PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN

A. Pemantauan dan Evaluasi

Pemantauan dan evaluasi atau monitoring-evaluasi (monev) pengelolaan dan


pembinaan Sentra IKM merupakan kegiatan untuk memonitor progress atau capaian
program pembangunan, pengelolaan dan pembinaan Sentra IKM yang dilakukan.
Dalam pelaksanaan pembangunan Sentra IKM, Pemerintah melakukan pemantauan
dan evaluasi atau monitoring-evaluasi (monev) untuk 1) memastikan pelaksanaan
pembangunan Sentra IKM tepat waktu dan tepat sasaranserta mengetahui permasalahan yang
ada, 2) memberikan masukan terhadap kebijakan pembangunan Sentra IKM dan 3)
memastikan pengelolaan dan pembinaan sentra berjalan efektif, efisien dan berkelanjutan,
sesuai dengan target outcome, output, sasaran serta indikator kinerja kegiatan yang telah
ditetapkan.
Aspek yang dipantau dan di evaluasi meliputi:
1. Monev selama proses pembangunan:
a. Kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan pembangunan dengan usulan kegiatan
yang ada dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA).
b. Kesesuaian antara pemanfaatan anggaran dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan
di lapangan.
c. Realisasi waktu pelaksanaan, lokasi, sasaran dan realisasi pelaksanaan kegiatan.
2. Monev pengelolaan Sentra IKM :
a. Kesuaian pemanfaatan fungsi sarana prasarana (bangunan Sentra IKM tidak boleh
berubah fungnsi menjadi hunian atau fungsi lainnya yang tidak sesuai dengan
usulan rencana kegiatan) serta fasilitas yang ada didalam Sentra IKM dengan
peruntukkannya
b. Kinerja Sentra IKM diukur melalui indikator: Pendapatan Negara Bukan Pajak
(PNBP), omzet IKM, jumlah Tenaga Kerja, kenaikan aset/investasi, ada tidaknya
inovasi produk/proses/pengelolaan, jumlah kerjasama, diversifikasi produk,
peningkatan mutu SDM/jumlah pelatihan serta utilitas alat/fasilitas.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan pemantauan dan evauasi secara berkala
untuk mengetahui perkembangan Sentra IKM. Untuk memenuhi kebutuhan data dan
informasi yang dibutuhkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah, Pengelola Sentra IKM wajib
membuat laporan sesuai form isian (Lampiran…) pada Pedoman Teknis dan E-monev yang
disediakan Pemerintah melalui website Kemenperin cq Direktorat Jenderal Pengembangan
Perwilayahan Industri.

B. Pelaporan
Pengelola Sentra IKM wajib menyampaikan laporan kinerja Sentra IKM kepada
Pemerintah Daerah setiap 6 (enam) bulan sekali. Selanjutnya Pemerintah Daerah wajib
menyampaikan pelaporan mengenai perkembangan Sentra IKM disampaikan melalui e-
monev dan/atau secara tertulis kepada Kementerian Perindustrian c.q Direktorat Jenderal
Pengembangan Perwilayahan Industri dengan batas waktu penyampaian laporan paling
lambat 14 hari (hari kerja) dari diterimanya laporan tersebut.

BAB VIII
PENUTUP
Pembangunan Sentra IKM ini merupakan instrumen dalam meningkatkan nilai tambah
produk dan daya saing IKM. Dan mempercepat penyebaran dan pemerataan pembangunan
industri ke seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan Sentra IKM
diharapkan dapat memberikan dampak berganda/multiplayer effect pada pembangunan,
perekonomian, kemandirian dan daya saing daerah.
Keberhasilan pembangunan Sentra IKM memerlukan dukungan dan komitmen semua
pihak secara konsisten dan berkesinambungan baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah
Daerah, dunia usaha dan instansi terkait lainnya. Pedoman Teknis ini diharapkan menjadi
acuan bagi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pembangunan Sentra
IKM yang efisien, berwawasan lingkungan, sesuai dengan tata ruang dan mendorong
pengembangan wilayah industri.
SOP Fasilitasi Rencana Pembangunan Sentra IKM
SOP Fasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Fisik Pembangunan Sentra IKM
Contoh Surat
Pernyataan Kesediaan Kepala Daerah membentuk kelembagaan Sentra IKM.

BUPATI/WALIKOTA/...

SURAT PERNYATAAN
Nomor : ... / ... / ...-... / 2017

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : NAMA LENGKAP
Jabatan : BUPATI/WALIKOTA/...

Sehubungan dengan didapatnya Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pembangunan


Sarana Industri Tahun Anggaran 2017 sebesar RP. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar
Rupiah), yang akan dipergunakan untuk pembangunan Sentra ... di Kabupaten/Kota ...,
maka dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa bersedia akan
membentuk kelembagaan pengelolaan Sentra ... yang disahkan oleh Instansi
terkait/notaris.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
semestinya.

... , Tanggal Bulan 2017


BUPATI/WALIKOTA/...

NAMA TERANG
Contoh Surat
Pernyataan Kesediaan Kepala Daerah menyusun AMDAL/UKL-UPL

BUPATI/WALIKOTA/...

SURAT PERNYATAAN
Nomor : ... / ... / ...-... / 2017

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : NAMA LENGKAP
Jabatan : BUPATI/WALIKOTA/...

Sehubungan dengan didapatnya Dana Alokasi Khusus (DAK) budang Pembangunan


Sarana Industri Tahun Anggaran 2017 sebesar RP. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar
Rupiah), yang dipergunakan untuk pembangunan Sentra ... di Kabupaten/Kota ... maka
dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa bersedia menyusun
AMDAL/UKL-UPL dalam Pembangunan Sentra IKM dimaksud.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
semestinya.

... , Tanggal Bulan 2017


BUPATI/WALIKOTA/...

NAMA TERANG
Contoh Surat
Pernyataan Kesediaan Kepala Daerah menyediakan 10 IKM yang baru berdiri untuk
direlokasi ke Sentra IKM.

BUPATI/WALIKOTA/...

SURAT PERNYATAAN
Nomor : ... / ... / ...-... / 2017

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : NAMA LENGKAP
Jabatan : BUPATI/WALIKOTA/...

Sehubungan dengan didapatnya Dana Alokasi Khusus (DAK) budang Pembangunan


Sarana Industri Tahun Anggaran 2017 sebesar RP. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar
Rupiah), yang dipergunakan untuk pembangunan Sentra ... di Kabupaten/Kota ... maka
dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa telah tersedia minimal 10 IKM
yang sudah ada atau IKM yang baru berdiri, untuk direlokasi ke sentra IKM ... yang baru
secara bertahap dan disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan
semestinya.

... , Tanggal Bulan 2017


BUPATI/WALIKOTA/...

NAMA TERANG
Contoh Surat
Pernyataan Kesediaan Kepala Daerah menyediakan infrastruktur penunjang Sentra
IKM.

BUPATI/WALIKOTA/...

SURAT PERNYATAAN
Nomor : ... / ... / ...-... / 2017

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : NAMA LENGKAP
Jabatan : BUPATI/WALIKOTA/...

Sehubungan dengan didapatnya Dana Alokasi Khusus (DAK) budang Pembangunan


Sarana Industri Tahun Anggaran 2017 sebesar RP. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar
Rupiah), yang dipergunakan untuk pembangunan Sentra ... di Kabupaten/Kota ... maka
dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa akan menyediakan
infrastruktur penunjang Sentra IKM ... (Jalan, Listrik, dan Air) dimaksud.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan
semestinya.

... , Tanggal Bulan 2017


BUPATI/WALIKOTA/...

NAMA TERANG
Contoh Surat Pernyataan
Kesediaan Kepala Daerah menyediakan biaya operasional kelembagaan dan
keberlanjutan Sentra IKM.

BUPATI/WALIKOTA/...

SURAT PERNYATAAN
Nomor : ... / ... / ...-... / 2017

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : NAMA LENGKAP
Jabatan : BUPATI/WALIKOTA/...

Sehubungan dengan didapatnya Dana Alokasi Khusus (DAK) budang Pembangunan


Sarana Industri Tahun Anggaran 2017 sebesar RP. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar
Rupiah), yang dipergunakan untuk pembangunan Sentra KIKM di Kabupaten/Kota ...
maka dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa bersedia menyediakan
biaya operasional kelembagaan dan keberlanjutan Sentra ... dimaksud.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan
semestinya.

... , Tanggal Bulan 2017


BUPATI/WALIKOTA/...

NAMA TERANG
Lampiran 9. Borang Monitoring Persiapan Pembangunan Sentra IKM
N Kriteria Monitoring Indikator Kendala/Solusi
o Capaian
Ya Tida
k
1 Pengadaan lahan
 Luas minimal 5000 m2
 Dimiliki oleh Pemerintah Daerah
 Dilengkapi dengan dokumen legalitas
kepemilikan
 Secara topografi layak untuk pembangunan
fisik
2 Lokasi yang direncanakan:
 Ada akses jalan
 Dekat dengan SDM
 Dekat dengan SDA
 Dekat dengan pasar
 Tersedia air bersih
 Tersedia energi listrik
 Tersedia daya dukung infrastruktur
 Tersedianya drainase
 Adanya Pengolahan limbah
 Berkesesuaian dengan RTRW
3 Memperhatikan Pola Pengembangan
4 Adanya Penyusunan DED
 Design Tataletak
 Petunjuk design Fisik
 Gambar Rancangan
 Detail Rancangan
 Gambar Konstruksi Gedung
 Sarana dan Prasarana
 RAB
 Dokumen Rencana Kerja
5 Adanya penyusunan dokumen lingkungan
 AMDAL
 UKL/UPL
6 Penyiapan Pengelolaan lingkungan
7 Memanfaatkan potensi
 Sumber Daya Alam
 Sumber Daya Manusia
 Kearifan Lokal
8 Menyiapkan segala Perijinan
 Pembangunan sentra/IMB
 Ijin Usah Industri
9 Menyiapkan Industri yang dikembangkan sesuai
RPJMD atau RPIK
10 Menyiapkan minimal ada 10 IKM
11 Menyiapkan Jumlah IKM yang sesuai dengan
ketersediaan lahan
12 Menyiapkan Jenis – jenis industri yang:
 Berpotensi mencemari lingkungan.
 Merupakan industri unggulan daerah.
 Mendukung industri dalam kawasan
industri.
 Mendukung industri prioritas nasional

Lampiran 10. Borang Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Sentra IKM


No Kriteria Monitoring Indikator Capaian Kendala dan Solusi
Belum Sudah
(Capaian%) (100%)
1 Pematangan lahan
2 Pembangunan fisik gedung produksi
(IKM)
3 Pembangunan gedung untuk
pelayanan tehnis
4 Pembangunan kantor pengelola
Sentra
5 Pembangunan Gudang
6 Pembangunan Instalasi Air Bersih
7 Pembangunan Pengolahan Air
Limbah
8 Pembangunan Kantor
Promosi/Ruang Pamer
9 Pembangunan sarana dan prasarana
 Akses jalan lingkungan
 Papan Nama
 Pos Jaga
 Pagar keliling
 Tempat genset
 Sambungan energi listrik/tilp
 Drainase
10 Pengadaan mesin
11 Realisasi waktu pembangunan
12 Kesesuaian pelaksanaan
Pembangunan dengan RKA
13 Kesesuaian pemanfaatan anggaran
dengan RKA
Lampiran 11. Borang Monitoring Pelaksanaan Pengelolaan Sentra IKM
No Kriteria Monitoring Indikator Capaian Kendala dan Solusi
Belum Sudah
(Capaian%) (100%)
1 Melakukan pengaturan fasilitas
listrik, air dan gas
2 Mengatur fasilitas produksi yang
dipergunakan bersama
3 Melakukan pengelolaan limbah
secara terintegrasi
4 Menjaga kenyamanan lingkungan
5 Menjaga keamanan
6 Mengatur Optimasi SDM pengelola
7 Membuka dan memanfaatkan akses
bahan baku
8 Mengatur dalam penyediaan bahan
baku bersama
9 Membantu akses-akses perizinan
(Barcode, PIRT, MD)
10 Membantu akses permodalan
11 Membantu sertifikasi produk/proses
12 Membantu dalam pengurusan HKI
13 Mengembangkan inovasi proses
14 Mengembangkan inovasi produksi
15 Mengembangkan inovasi pelayanan
16 Membantu promosi
17 Membantu strategi pemasaran
18 Membantu jejaring
19 Menjamin tidak adanya IKM yang
berubah fungsi jadi hunian
Lampiran 12. Borang Monitoring PembinaanPengelola Sentra IKM
N Kriteria Monitoring Indikator Capaian Kendala dan Solusi
o Belum Sudah
(Capaian%) (100%)
1 Pembinaan managemen
organisasi/UPTD
2 Pembinaan Manajemen Data,
Dokumentasi, Informasi dan
Komunikasi
3 Pembinaan Manajemen asset
4 Pembinaan Manajemen Kinerja/
Produktivitas SDM
5 Pembinaan Manajemen Keuangan/
PNBP
6 Pembinaan Manajemen Inovasi dan
Teknologi Tepat Guna
7 Pembinaan Manajemen Kemitraan/
Kerjasama Jejaring Bisnis/Promosi
8 Pembinaan Manajemen Keamanan dan
Kesehatan dan Keselamatan (K3)
9 Pembinaan Pengelolaan TPS3R
(Reduce,ReUse, Recycle)
10 Pembinaan managemen
proses/produksi
11 Pembinaan tugas pelayanan
Lampiran 13. Borang Monitoring Pembinaan Sentra IKM
N Kriteria Monitoring Indikator Capaian Kendala dan
o Kondis Semester Semester Solusi
i awal I II
1 Kenaikan omzet
2 Kenaikan PNPB
3 Kenaikan jumlah tenaga kerja
4 Kenaikan aset/investasi
5 Kenaikan jumlah kerjasama/jejaring
6 Adanya diversifikasi produk
7 Peningkatan mutu SDM
8 Peningkatan jumlah pelatihan
9 Adanya inovasi
produk/proses/pengelolaan/pelayanan
10 Peningkatan kapasitas produksi
11 Peningkatan utilitas/fasilitas
Lampiran 4. DED dan RAB

PERHITUNGANVOLUMEPEKEJAAN PEMBANGUNAN SENTRA IKM

Nam
a
Kabupaten : Paket :
L1:Lebar1
Dime
No JenisPekerjaan / GambarSketsa L L L T P Jm Volum keterang
1 2 r l

Dibuat Oleh : Mengetahui


Diverifikasi
Oleh :
Tenaga Ahli KonsultanManajemenTeknis Tim Pelaksana
Kabupaten/Kota
Kabupaten /Kota
N UraianPeke Volume Satua HargaSatuanPe Jumlah(Rp. )
o.
1 rjaan
2 3 n4 kerjaan
6 8
PERSIAP
ANDAN

SubJumlah I
PEKERJAANTANAH
1 GALIANTANAH
2 URUGANTANAH
3
SubJumlah
II PEKERJAANPASANGAN
1 PASANGANDINDING
SubJumlah
I
SubJumlah

JUMLAHI+II+III+IV......D
CONTOH SITE PLAN SENTRA IKM