Anda di halaman 1dari 20

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. METODE PENELITIAN

1. Paradigma Penelitian

Pendidikan kesehatan merupakan upaya agar masyarakat berprilaku atau

mengadopsi perilaku kesehatan dengan cara persuasi, bujukan, imbauan,

ajakan, memberikan informasi, memberikan kesadaran dan sebagainya, melalui

kegiatan yang disebut pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan. Memang

dampak yang timbul dari cara ini lama dibandingkan dengan cara koersi. Namun

demikian, bila perilaku tersebut berhasil diadopsi masyarakat, maka akan

langgeng, bahkan selama hidup dilakukan. (Notoadmodjo, 2012). Dengan

memberikan pendidikan kesehatan terhadap pasien stroke, secara langsung

akan menambah informasi dan kesadaran tentang bahayanya penyakit stroke,

diharapkan juga nanti bisa meningkatkan pengetahuan serta membentuk suatu

sikap antisipasi terhadap penyakit stroke.

2. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian merupakan hasil akhir dari suatu tahap keputusan

yang dibuat oleh peneliti berhubungan dengan bagaimana suatu penelitian bisa

diterapkan (Nursalam,2013).

Dalam rancangan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian

pre-eksperiment dengan rancanagan one group pretest posttest. Menurut

Notoatmodjo (2014). Dalam buku Metodologi Penelitian Kesehatan, rancangan

ini juga tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak sudah

58
dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan –

perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Bentuk rancangan

ini adalah sebagai berikut

Pretest Perlakuan Posttest

01 X 02

Gambar 3.1 Rancangan penelitian One Group Pretest Posttest


(sumber. Notoatmodjo,2013)

Kelemahan dari rancangan ini antara lain tidak ada jaminan bahwa

perubahan yang terjadi pada variabel dependen karena intervensi atau

perlakuan. Tetapi rancangan ini tidak terhindar dari berbagai macam kelemahan

terhadap validitas, misalnya sejarah, testing, maturasi dan instrument. Untuk

mengatasi hal tersebut peneliti melakukan evaluasi (posttest) setelah intervensi

pada hari yang sama. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan agar agar mudah

dilaksanakan, waktu yang lebih efisien dan hasil penelitian dapat diperoleh

dengan cepat.

Kerangka Konsep penelitian adalah suatu uraian dan visualisasi

hubungan atau kaitan antara konsep suatu terhadap konsep yang lainnya, atau

antara variable yang satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin

diteliti. (Notoatmdjo,2014). Berdasarkan teori yang sudah digambarkan pada

tinjauan pustaka, yang termasuk variabel independen pendidikan keehatan

dengan metode diskusi kelompok, serta variabel dependen yaitu pengetahuan

dan sikap pasien stroke.

59
Pengetahuan

Pendidikan Pasien Stroke


Kesehatan
Sikap

Metode Diskusi
Kelompok

Gambar 3.2 Kerangka konsep penelitian

3. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatau jawaban sementara dari pernyataan penelitian.

Biasanya hipotesis ini dirumuskan dalam bentuk hubungan antara dua variabel,

variabel bebas dan variabel terikat. Hipotesis berfungsi untuk menentukan

kearah pembuktian, artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang harus

dibuktikan. Kalau hipotesis itu sudah terbukti maka menjadi thesis.Lebih dari itu

rumusan hipotesis itu sudah akan tercermin variabel – variabel yang akan

dihipotesiskan. Oleh karena itu, hipotesis seyogyanya : spesifik, konkret dan

observable (dapat diamati/diukur). (Notoatmodjo, 2014). Adapun hipotesis dalam

penelitian ini sebagai berikut:

Ha : Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode diskusi kelompok

terhadap pengetahuan dan sikap pasien stroke di Puskesmas Pataruman

60
Ho : Tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode diskusi

kelompok terhadap pengetahuan dan sikap pasien stroke di Puskesmas

Pataruman

4. Variabel Peneitian

Menurut Soeparto, Putra & Haryanto (2000, dalam Nursalam, 2013).

Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap

suatu (benda, manusia dan lain-lain).

Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang

dimaksud, atau tetntang apa yang diukur oleh variabel yang bersangkutan

(Notoatmodjo, 2014). Sedangkan definisi konseptual menggambarkan sesuatu

berdasarkan kriteria konseptual atau hipotetik dan bukan pada ciri-ciri yang dapat

diamati.(Nursalam, 2013).

Definisi Hasil
No Variabel operasional Alat ukur ukuran Skala

ukur

1 Variabel pendidikan SAP

Independen : kesehatan

Pendidikan merupakan

Kesehatan upaya agar

masyarakat

berprilaku atau

mengadopsi

perilaku

kesehatan

61
dengan cara

persuasi,

bujukan,

imbauan,

ajakan,

memberikan

informasi,

memberikan

kesadaran dan

sebagainya,

2 Variabel Pengetahuan Kuesioner Skala

Dependen : adalah Guttman

Pengetahuan merupakan hasi

“tahu” dan ini

terjadi setelah

orang

mengadakan

penginderaan

terhadap suatu

objek tertentu.

Penginderaan

terhadap obyek

terjadi melalui

panca indra

62
manusia yakni

penglihatan,

pendengaran,

penciuman, rada

dan raba dengan

sendiri.

3 Variabel Sikap adalah Kuesioner Skala

Dependen : suatu bentuk Likert

Sikap evaluasi atau

reaksi

perasaan.

Sikap

seseorang

terhadap

suatu objek

adalah

perasaan

mendukung

atau

memihak

(favorable)

maupun

perasaan

tidak

63
mendukung

atau tidak

memihak

(unfavorable)

pada objek

tersebut.

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Menurut Notoatmodjo (2014). Dalam buku Metodologi Penelitian

Keseshatan. Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian atau objek

yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adaah pasien stroke yang berusia 45

tahun keatas yang berkunjung ke Puskesmas Pataruman pada bulan januari

hingga desember 2017.

2. Sampel

Menurut Notoatmodjo (2014). Dalam buku Metodologi Penelitian

Keseshatan. Sampel penelitian adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili

seluruh populasi. Teknik pengumpulan sampel yang dilakukan dalam penelititian

ini adalah Accidental Sampling. Pengambilan sampel secara aksidental

(accidental) ini dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang

kebetulan atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian

(Notoatmodjo,2014)

64
Penentuan besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan

dengan menggunakan rumus slovin pengambilan sampel menurut (Nursalam,

2013)

𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑑)²

Keterangan : 𝑛 = Besar sampel

𝑁 = Besar populasi

d = Tingkat signifikansi (0,1)

Dari hasil rumus diatas maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah :

183
𝑛=
1 + 183 (0,1)²

183
𝑛=
1 + 183 (0,01)

183
𝑛=
1 + 1,83

183
𝑛=
2,83

𝑛 = 64,6

𝑛 = 65 orang

Jadi jumlah sampel dari jumlah populasi sebanyak 183 orang dalam

penelitian ini sebanyak 65 responden. Teknik pengambilan sampel

menggunakan Non Random (Non Probality) sampling yaitu pengambilan sampel

bukan secara acak atau non random merupakan pengambilan sampel yang tidak

didasarkan atas kemungkinan yang dapat diperhitungkan, tetapi semata-mata

hanya berdasarkan kepada segi-segi kepraktisan belaka. Adapun teknik yang

dipilih dari non random sampling ini adalah accidental sampling Pengambilan

65
sampel secara aksidental (accidental) ini dilakukan dengan mengambil kasus

atau responden yang kebetulan atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan

konteks penelitian (Notoatmodjo, 2014).

Adapun kriteria sampel yang harus diambil memiliki kriteria sebagai

berikut :

a. Kriteria Inklusi

Menurut Notoatmodjo (2014). Dalam buku Metodologi Penelitian

Kesehatan. Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri – ciri yang perlu

dipenihi oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel,

adapun kriteria inkusi dari penelitian ini :

1) Bersedia menjadi responden

2) Responden adalah pasien stroke yang berkunjung ke Puskesmas

Pataruman

3) Responden bisa baca dan tulis

4) Mau mengikuti pendidikan kesehatan

b. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah ciri – ciri anggota populasi yang tidak dapat

diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2014). Kriteria eksklusi dalam

penelitian ini diantaranya :

1) Menolak menjadi responden

2) Pada saat dilakukan penelitian pasien stroke dalam kondisi yang tidak

memungkinkan misalnya dalam kondisi yang sangat lemah

3) Responden tidak bisa baca tulis

66
C. Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan

proses pengumpulan katakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu

penelitian.(Nursamalam, 2013)

1. Teknik Pengumpulan Data

a. Data Primer

Data primer dalam penelitian ini merupakan data yang didapatkan

langsung dari responden melalui kuesoiner dengan memberikan angket

pada pasien stroke yang berkunjung ke Puskesmas Pataruman, yaitu

responden yang langsung bertemu dengan peneliti, dan bersedia menjadi

responden serta memenuhi kriteria inklusi yang sudah ditetapkan oleh

peneiti.

b. Data Sekunder

Data sekunder dari penelitian ini adalah data prevalensi kejadian stroke

yang di dapatkan di Puskesmas Pataruman.

2. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat – alat yang akan digunakan untuk

pengumpulan data. Instrumen penelitian ini dapat berupa : kuesioner (daftar

pertanyaan), formulir observasi, formulir – formulir lain yang berkaitan

dengan pencatatan data dan sebagainya (Notoatmodjo, 2014)

Kuesioner disini diartikan sebagai daftar pertanyaan yang sudah

tersusun dengan baik, sudah matang, dimana responden (dalam hal angket)

dan interviewee (dalam hal wawancara) tinggal memberikan jawaban atau

dengan memberikan tanda – tanda tertentu. Dengan demikian kuesioner

sering juga disebut daftar pernyataan (formulir).(Notoatmodjo, 2014).

67
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan berupa kuesioner

tentang penyakit stroke dan lembar pernyataan sikap responden yang dibuat

oleh peneliti sendiri, Instrumen terbagi menjadi tiga bagian : Bagian pertama

berisi tentang demografi responden yang meliputi nomor responden, tanggal

pengisian, jenis kelamin, penidikan terakhir, usia dan lamanya menderita

penyakit stroke. Bagian kedua berisi tentang item – item yang berisi 15

pertanyaan yang meliputi pengertian stroke, penyebab stroke, tanda dan

gejala stroke, pencegahan stroke, penatalaksanaan stroke dimana

instrumen merupakan modifikasi dari buku Nursalam (2013). Jenis kuesioner

berbentuk pilihan ganda (Multiple choice) dimana masing – masing item

disediakan lebih dari dua kemungkinan jawaban. Untuk pengetahuan peneliti

menggunakan skala guttman diman hanya satu yang benar diantara pilihan

– pilihan tersebut. Dan bagian yang terakhir berisi 4 pernyataan dan pilihan

ganda (multiple choice), yang nanti akan dipilih oleh responden, instrumen

merupakan modifikasi dari Wawan dan Dewi (2010),. Untuk pengukuran

sikap, peneliti menggunakan skala likert dimana tidak ada yang benar atau

salah.

3. Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Kuesioner dapat digunakan sebagai alat ukur yang perlu di uji

validitas dan reliabilitas. Maka dari itu perlu dilakukan uji coba dilapangan.

Hasil – hasil uji coba ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana alat ukur

(kuesioner) yang telah dibuat oleh peneliti memiliki validitas dan reliabilitas,

yang sebelumnya nanti akan di uji coba. Tujuan uji coba ini adaah untuk

mengetahui apakah kusionernya nanti bisa digunakan atau tidak

68
a. Uji validitas

Menurut Notoatmodjo (2014). Dalam buku Metodologi Penelitian

Kesehatan. Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu

benar – benar mengukur apa yang diukur. Demikian pula dalam penelitian

ini, apabila suatu kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap

responden terhadap storke maka akan menghasikan sesuai dengan

pengetahuan dan sikap yang dimiliki oleh responden

Untuk uji validitas peneliti menggunakan rumus pearson product

moment (Riyanto, 2011).

Rumus pearson product moment

𝑛(∑ 𝑋𝑌) − (∑ 𝑋). (∑ 𝑌)


𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑛. ∑ 𝑋² − (∑ 𝑋)²}. {𝑛. ∑ 𝑌² − (∑ 𝑌)²}

Keterangan :

𝑟𝑥𝑦 = Koefisien validitas

N = Banyaknya subjek

X = Nilai pembanding

Y = Nilai dari instrument yang akan dicari validitasnya

Keputusan uji (Riyanto, 2011) :

Bila r hitung (r pearson) e” r table ; artinya pertanyaan tersebut valid

Bila r hitung (r pearson) < r table ; artinya pertanyaan tersebut tidak valid

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas ialah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan .Demikian juga kuesioner

sebagai alat ukur untuk gejala - gejala sosia (nonfisik) harus mempunyai

69
reliabilitas yang tinggi, untuk itu sebelum digunakan untuk penelitian harus

dites (diuji coba) sekurang – kurangnya dua kali. (Notoatmodjo, 2014).

Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan teknik Alfa

Cronbach yaitu :

𝑘 ∑ 𝜎2
𝑟𝑖 = [ ] [1 − 𝑏]
𝑘−1 2
𝜎
𝑡

Keterangan :

ri = Reliabilitas instrument

k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑ 𝜎2 = Jumlah varians butir


𝑏
2
𝜎 = Varians total
𝑡

Ketentuan hasi uji Alfa Cronbach (Riyanto, 2011) yaitu :

1) Bila nilai Cronbach’s Alfa lebih e’’ konstanta (0,6), maka pertanyaan

reliabel

2) Bila nilai Cronbach’s Alfa < konstanta (0,6), maka pertanyaan tidak

reliable

D. Prosedur penelitian

Prosedur penilitian merupakan langkah – langkah penelitian yang

memudahkan peneliti menyelesaikan penelitiannya, adapun prosedur penelitian

ini atau langkah – langkahnya adalah :

1. Tahapan Persiapan

a. Pemilihan lokasi penelitian

70
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan bahan penelitian dengan

meakukan kajian literatur dan observasi lapangan untuk mengetahui

fenomena tentang kasus stroke yang terjadi untuk diajukan sebagai

bahan peneitian, sebelumnya mendapat persetujuan dulu dari LPPM.

b. Melakukan studi pendahuluan

Judul yang telah disetujui oleh LPPM kemudian dikonsulkan ke

pembimbing, selanjutnya dilakukan studi pendahuluan ke Puskesmas

Pataruman untuk memperoleh data untuk peneitian.

c. Melakukan studi kepustakaan

Studi kepustakaan berguna untuk menunjang data – data yang diperlukan

didalam penelitian

d. Menyusu proposal penelitian

Prposal disusun dengan arahan pembimbing, menyerahkan instrument

serta melakukan konsultasi terhadap pembimbing.

e. Mengurus perizinan

Perizinan berupa menyerahkan surat izin yang sudah ditandatangani oleh

Kepala Program Akademi S1 kepada kelapa Puskesmas Pataruman.

f. Seminar proposal penelitian

Proposal yang telah diajukan dan disetujui dan diseminarkan didepan

penguji

2. Tahap pelaksanaan

a. Melakukan penyiapan berupa tempat dan alat – alat untuk meakukan

penelitian yang terdiri dari :

1) Menyiapkan tempat yang memadai untuk melakukan pendidikan

kesehatan

71
2) Menyiapkan sound system jika responden dalam jumah yang banyak

3) Menyiapkan kuesioner dan leafet

b. Memilih responden sesuai dengan kriteria inklusi, tetapi jika ada

kuesioner yang tidak sesuai dengan kriteria inklusi tetap diberikan

pendidikan kesehatan tetapi tidak dibagikan kuesioner

c. Melakukan inform concent ke responden

d. Peaksanaan Pre Test

1) Membagikan kuesioner terhadap responden sebelum dilakukan

pendidikan kesehatan

2) Mengumpulkan kuesioner yang sudah dijawab oleh reponden

e. Pelaksanaan pendidikan kesehatan

Menjelaskan mengenai pengertian stroke, penyebab stroke, tanda dan

gejala stroke, pencegahan stroke dan penatalaksanaan stroke

f. Pembagian leaflet terhadap responden

g. Pelaksanaan Post Test

1) Menyerahkan kuesioner terhadap responden yang sebelumnya

diberika pretest dan mengikuti pendidikan kesehatan

2) Mengumpulkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden

setelah dilakukan pendidikan kesehatan

h. Menyusun hasil lembar kuesioner pre test dan post test yang telah diisi

responden

i. Mengolah hasil kuesioner pre test dan post test dari semua responden

j. Menarik kesimpulan ada atau tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan

dengan metode diskusi kelompok terhadap pengetahuan dan sikap

pasien stroke di puskesmas pataruman bandung barat.

72
3. Tahap akhir

a. Menyusun laporan hasil penelitian

b. Mempresentasikan hasil penelitian

c. Memperbaiki hasil peneitian berdasarkan saran dan masukan dari penguji

d. Mengkonsulkan kepada pembimbing terkait hal – hal yang sudak direvisi

e. Pendokumentasian hasi penelitian

E. Pengolahan Dan Analisa Data

1. Pengolahan data

a. Editing atau seleksi data

Memeriksa data yang telah dikumpulkan yang menjadi perhitungan

banyaknya lembar daftar pertanyaan (kuesioner), kelengkapan identitas

dan kelengkapan jumah jawaban

b. Cooding

Untuk mempermudah pengolahan data variabel pengetahuan diberi kode,

1 = benar dan 0 = salah sedangkan variabel sikap diberi kode, 4 = sangat

setuju, 3 = setuju, 2 = tidak setuju dan 1 = sangat tidak setuju pada

jawaban yang teah diisi oleh responden

c. Entry

Memasukan data yang telah diberi kode ke dalam SPSS

d. Cleaning

Melakukan pengecekan terhadap data yang telah di entry

73
e. Tabulating

Pemindahan data dari master tabe kedalam table distribusi frekuensi

menggunakan computer agar lebih mudah di jumlahkan, disusun dan

ditata untuk disajikan dan di analisis (Riyanto, 2011)

f. Scoring

1) Untuk scoring variabel pengetahuan ada beberapa kategori :

a) kategori baik, jika jawaban responden benar 76 – 100%

b) Kategori cukup, jika jawaban responden 56 – 75%

c) Kategori kurang jika jawaban responen < 56%

2) Untuk variabel sikap dicari nilai tertinggi dibagi jumlah pertanyan

2. Analisa Data

Menganalisi data tidak sekadar mendeskripsikan dan

menginterprestasikan data yang telah diolah, keluaran akhir dari analisi data

kita harus memperoleh makna atau arti dari hasi penelitian tersebut

(Notoatmodjo, 2014).

a. Analisa Univariate

Analisis univariate bertujuan untuk menjeaskan atau mendeskripsikan

karakteristik setiap variabel penelitian, bentuk analisis univariate

tergantung dari jenis datanya. Pada umumnya dalam anaisi ini hanya

menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase disetiap variabel

(Notoatmodjo, 2014). Dalam penelitian ini rumus yang digunakan untuk

mengukur tingkat pengetahuan :

𝑎
𝑝= 𝑥 100%
𝑏

74
Keterangan :

P = Persentase

a = Jumlah jawaban yang benar\

b = Jumlah pertanyaan

Hasil perhitungan persentase kemudian dikelompokan dalam standar

objektif. Nursalam (2013) yaitu :

1) kategori baik, jika jawaban responden benar 76 – 100%

2) Kategori cukup, jika jawaban responden 56 – 75%

3) Kategori kurang jika jawaban responen < 56%

b. Analisis Bevariate

Apabila telah dilakukan analisis univariate tersebut kemudian hasilnya

akan diketahui karakteristik atau distribusi setiap variabel dan dapat

dilanjutkan dengan analisis bivariate, dalam analisis bivariate ini dilakukan

beberapa tahap, antara lain :

1) Analisis proporsi atau persentase, dengan membandingkan distribusi

siang antara dua variabel yang bersangkutan

2) Analisis dari hasil uji statistic (chai square test, Z test, t test dan

sebagainya)

3) Analisis keeratan hubungan antara dua variabel tersebut, dengan

melihat nilai Odd Ratio (OR). Besar kecilnya nilai OR menunjukan

besarnya keeratan hubungan antara dua variabel yang di uji

F. Etika Penelitian

Menurut Milton (1999, dalam Notoatmojo 2012), ada 4 prinsip etika penelitian :

1. Menghormati harkat dan martabat manusia

75
Menghormati harkat dan martabat manusia Sebagai ungkapan

peneliti menghormati harkat & martabat subjek penelitian yaitu dengan

memberikan lembar persetujuan / inform consent kepada pasien subjek

penelitian. Setelah di berikan penjelasan, lembar persetujuan / inform

consent diberikan kepada pasien subjek penelitian. Jika subjek penelitian

bersedia di teliti maka subjek penelitian akan menandatangani lembar

persetujuan, namun jika subjek penelitian menolak untuk diteliti maka peneliti

tidak akan memaksa dan menghormati haknya.

2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian

Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian Setiap orang

berhak untuk tidak memberikan apa yang diketahuinya kepada oreang lain.

Oleh sebab itu untuk menjaga kerahasiaan subjek penelitian, peneliti tidak

mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data, cukup dengan

memberikan inisial pada masing-masing lembar tersebut. Data yang

diperoleh akan digunakan semata-matademi perkembangan ilmu

pengetahuan.

3. Justice / Keadilan & inklusivitas / keterbukaan

Justice / Keadilan & inklusivitas / keterbukaan Dalam penelitian ini,

peneliti selalu menjelaskan prosedur penelitian dan menjamin bahwa semua

subjek penelitian memperoleh perlakuan dan keuntungan yang sama.

4. Memperhitungkan manfaat & kerugian yang ditimbulkan

Memperhitungkan manfaat & kerugian yang ditimbulkan Selama

penelitian, peneliti berusaha meminimalkan dampak yang merugikan bagi

subjek penelitian dengan menjalin komunikasi yang baik, rasa saling percaya

antara peneliti dan subjek penelitian. Penelitian ini mengunakan lembaran

76
observasi dan lembaran daftar tilik. Penelitian ini tidak akan merugikan

pasien dan di harapkan menimbulkan manfaat dalam meningkatkan

pengetahuan dan sikap dalam perawatan kolostomi.

G. Lokasi Dan Waktu Penelitian

1. Lokasi penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Pataruman Kabupaten

Bandung Barat.

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan mei hingga bulan juli tahun

2018.

77